Halooo lagi buat kalian yang senantiasa dan setia menunggu fic ini yang sudah lumayan lama terbengkalai karena masalah sesuatu kendala di dunia nyata jadi, mohon maafkan saya saja karena tipe author seperti ini memang gak konsisten tapi yah, lupakan saja soal ini btw anime winter sudah selesai dan bakal muncul lagi anime spring (musim panas) dan bakal banyak lagi perang war gak jelas seperti itu btw, berada di tim manakah anda nanti karena yang war bukan cuma dua orang and kebanyakan orang milih plot armor ajah bangga dan kebanyakan di Romance genre harem sering tuh dan sayangnya saya suka tipe cara yang genki karena kalo tsunder, imut atau apalah bosen -_-

P.s : gak ada niatan buat fic baru meskipun sudah keluar Fandom baru gara-gara anime winter kemarin jadi siapapun yang ingin mencobanya silahkan saja tapi saya orangnya gak ngikutin apah kata orang dan punya prinsip sendiri.

Chapter 38 : Who Is Stronger?

.

...

.

- Gereja Kathredal

"Tak buruk tapi kemanpuanmu masih terlalu dini"

Tampak seringai grin merendahkan terpampang di wajah lelaki berambut pirang itu yang tengah menatap lelaki gondrong berambut hitam yang tengah tergeletak tanpa bergerak sedikitpun sama sekali di tanah bahkan diajak bicara pun tak ada jawaban.

Sebut saja ini adalah pertarungan DragonSlayer Besi asli dengan DragonSlayer Petir Lacrima dan tentu saja diluar perkiraan yang palsu ternyata menang tapi entah bagaimana caranya tapi, saat ini Laxus keluar sebagai pemenang mengalahkan Gajeel.

Saat ini yang tersisa dari games ini adalah dia seorang saja dan sudah semua orang yang lemah dikalahkan dan tersisa hanya orang-orang yang merepotkan dan dia ingin sekali mengalahkan mereka semua agar mimpinya membuat Guild terkuat dan ditakuti oleh semua orang.

Dan dia melihat waktu sekitar tinggal setengah jam lagi dari waktu yang dijanjikan kepada kakeknya untuk turun dari Master Guild dan diganti oleh dirinya tapi, ternyata tak sesuai yang dikira karena kakeknya cukup keras kepala jadi, tak ada pilihan lain menggunakan kekerasan.

'Tch, mengingat itu saja membuatku jengkel' Laxus memegang kepalanya yang pening karena mengingat flashback yang tak harus diingat.

"Laxus.."

Senyum Grin gila muncul di wajahnya mendengar suara tak asing lagi dan memang ini yang dia inginkan sebuah pertarungan yang seimbang dari orang-orang yang dianggap kuat dan nampaknya dia hanya cukup menunggu dan biarkan mereka kesini dengan sendirinya.

"Oh, dari sekian banyak orang yang kutau rupanya kau dulu yang kemari" ucap Laxus dengan smug grin "dan kau yang tak biasanya selalu diam malah ikut serta dalam urusan ini"

"Aku tak tau apa masalahmu dan tingkah kekanakan itu" ucap Seorang yang pakaian tertutup dan penutup wajah bernama Mystogan "aku memang tak tertarik tapi, tingkah kau disini sudah cukup menyebalkan jika terus berlanjut"

"Ini benar-benar menarik dan aku sudah menunggu hal ini" ucap Laxus tersenyum menakutkan sambil mengepal tangannya "tentang siapa yang terkuat di Fairy Tail meski banyak lagi tapi, jika menghancurkanmu disini itu berarti aku bisa mengalahkan yang lainnya"

"Aku tak pernah tertarik dengan seperti itu" balas Mystogan suara datar "dan nampaknya kau terlalu naif sekali untuk berfikir semudah itu jadi, hentikan Pilar Petir yang kau buat sekarang juga!"

"Kenapa kau tak paksa aku untuk melakukannya Mystogan?" ucap Laxus senyum meledek tapi ada bermaksud lain "tidak... mungkin aku harus memanggil dirimu Je-"

*Jduarrr!

Sebelum Laxus mengatakan dengan selesai Mystogan langsung memutar tongkatnya dan membuat lengkungan cahaya ledakan besar dan disaat yang sama. lelaki berambut pirang itu langsung menahan itu dengan percikan petir dan membuatnya terseret mundur.

"Jangan sampai kau menyesali apa yang telah kau perbuat sendiri" ucap Mystogan memberikan glare.

"Kenapa kau tak kemari dan buktikan itu sendiri?!" balas Laxus melotot tajam.

Mystogan langsung menyebar tongkatnya ke sekeliling dirinya lalu membuat cahaya pilar dan meledak besar hingga membuat gereja hancur dan Laxus langsung melompat ke atas karena terkejut dengan serangan dahsyat itu.

Tapi Laxus berhasil menghindari itu tiba-tiba saja langit menjadi gelap dan muncul monster besar di atas sana hingga membuatnya berteriak ketakutan karena tak pernah melihat wujud seseram itu sebelumnya.

*kranggg!?

Laxus menghancurkan mahluk itu dengan serangan Petir kejut itu dan membuat langitnya hancur berkeping-keping seperti kaca.

"Nyaris saja aku tertipu dengan trik murahan seperti itu hahahaha!" ucap Laxus tertawa maniak.

"Mengesankan" balas Mystogan menatapnya dibalik penutup itu "tapi, aku sudah mempersiapkannya sehingga kau sedikit lengah" dia membuat aksara sihir yang terlihat cukup rumit di atas DragonSlayer Petir itu.

Laxus tampak santai dan memamerkan senyum grin "oh, tapi aku rasa kita semua berada diposisi yang sama" dia tak gentar sama sekali malahan sudah memasang percikan kilat di sekitar lelaki penutup wajah itu.

"FIVEFOLD ARRAY!"

"LIGHTNING SHARP!"

*Jduarrrrr!

Kedua orang itu langsung terkena serangan dari masing-masing musuh dengan ledakan besar tapi, yang namanya penyihir monster class S, serangan itu tak berarti apapun bahkan tak menimbulkan sedikit luka sama sekali intinya mereka sudah siap melindungi diri dari serangan itu.

Laxus langsung menghilang cepat dan Mystogan melihat pergerakan lelaki itu dibalik aura petirnya tapi dia cukup cepat dan tanpa sadari DragonSlayer itu sudah berada di sampingnya dan menembakan beam lalu menghempaskannya.

Tapi, Mystogan sangat teliti sekali sebelum dia terkena serangan, Mystogan sudah menghilang dan membuat kloning sebagai umpan serang.

"Kau tak buruk juga" komentar Laxus melihat lelaki itu sudah berdiri di depannya.

*Brakkk!

Pintu Gereja terbuka paksa dan disana Erza muncul sendirian difikir bahwa Natsu lebih dulu atau bersama dengannya namun DragonSlayer api itu tak muncul sama sekali dan membuat kedua orang itu menoleh.

"Kau lengah!" teriak Laxus mengepal tangannya dan menyerang Mystogan dengan sambaran petir dan menyerang tepat di wajahnya dan alhasil menunjukan wajah asli dari lelaki itu.

Seorang Pria berambut biru, dengan tatto di mata kanannya, Erza yang melihat itu cukup shock sekali dan sangat tak menyangka orang itu ada disini dan dalam fikirannya apa yang orang itu lakukan di tempat seperti ini bukankah dia sudah mati?

"Je-llal?" Erza masih terdiam dalam shocknya, dia fikir lelaki itu sudah tewas sewaktu insiden di Menara Surga itu dan dia cukup melihat jelas karena Natsu yang melakukannya "apa yang terjadi? dan kenapa kau masih hidup?"

"Reuni yang bagus" ucap Laxus

"Erza sebenarnya aku tak mau menunjukan itu tapi percayalah dia bukan aku" jawab Mystogan yang membantah tuduhan itu bahwa dirinya orang yang sama "memang wajah kita mirip satu sama lain tapi kita berbeda"

"Tapi, apa yang terjadi disini?!" Erza bertanya dan masih kebingungan.

"Maaf, aku tak bisa menjelaskannya sekarang" jawab Mystogan atau 'Jellal' menggeleng kepala "jadi, aku serahkan orang itu padamu sekarang" dia langsung menghilang sebelum Erza bertanya lagi.

Laxus menggertakan jarinya, tangannya sangat gatal sekali ingin menghajar sesuatu "jadi, sekarang siapa yang bakal aku lawan selanjutnya?!"

Erza menatapnya penuh kesal setelah sedikit melamun karena sesuatu yang mengejutkannya tadi.

"Aku rasa kau tau jawabannya?"

.

.

.

.

.

- Beberapa Saat Kemudian

Setelah beberapa serangan dan pertarungan yang tak memakan waktu lama, dari sini kita sudah sangat jelas melihat siapa dari pemenang ini meski keduanya terluka tapi, yang terlihat ada satu orang yang terluka parah dan itu menandakan kekalahannya.

Disini Erza menantang Laxus berduel dengan tujuan untuk segera menghentikan permainan konyol yang dia buat sendiri namun yang terjadi sesungguhnya adalah dimana gadis itu tampak kelelahan dan penuh luka darah itu menandakan dia sudah hampir kalah.

Yah, Erza nampaknya sama sekali tak bisa menandingi kekuatan lelaki berambut pirang itu bahkan dia mencoba berkali-kali tanpa kenal menyerah hasilnya tetap sama dan ibarat perbandingan kekuatannya sangat jauh sekali untuknya.

"Ayolah, cuman ini saja yang kau bisa?" ucap Laxus dengan smug grin merendahkan.

"Tck, kau yang banyak bicara disini" balas Erza sangat kesal langsung menyerang lagi.

Erza mengayunkan pedangnya ke bawah, Laxus hanya memiringkan badanya untuk menghindar tampak senyuman percaya diri di wajahnya lalu sambil melayangkan kepala tangan. Gadis berambut scarlet itu menyadarinya lalu memblock dengan pedang, tapi tenaga DragonSlayer Petir itu cukup kuat untuk menghempaskannya ke tembok.

"TORRMENT SPEARING!"

Erza langsung merubah kostum armornya berwarna jingga lalu membuat tombaknya berputar seperti Tornado dan langsung menusuknya, Laxus menahan itu dan mengeraskan tubuhnya tapi dia sedikit terhempas.

Erza kembali maju lagi untuk menyerangnya tapi beberapa percikan petir di sekitarnya dan akhirnya tersadar namun nampaknya gadis itu terlambat untuk menyadari jebakan yang telah disiapkan.

"THUNDER YARD!"

kilatan Petir itu langsung membuat sambaran besar dan membuat kejutan besar ke gadis itu yang tak bisa menghindar dan hanya berteriak kesakitan menerima serangan itu dan armor yang dikenakan langsung hancur seketika.

Nafas Erza terengah-engah seperti orang yang sangat kelelahan, banjir keringat dan darah yang mengalir ke seluruh wajah dan tubuhnya, pakaian yang dikenakan sudah hancur ditambah energi sihir yang dipunya sudah mengecil.

Jika dipaksakan pun percuma karena hanya ada yang menyakiti tubuhnya sendiri dan dia juga tak tau harus berbuat apa agar bisa mengalahkan si brengsek ini tapi harus diakui, Laxus memang orang yang kuat dan dia tak tau harus bagaimana caranya.

"Cuman segitu saja kah?" ucap Laxus memasang ekspresi wajah tak minat sama sekali "padahal aku berharap sesuatu banyak darimu namun, kau tak jauh bedanya dengan besi karatan yang ada disana itu"

Erza memberi glare ke lelaki itu dengan batuk darah dia melihat Laxus berjalan menghampirinya dan tau apa yang bakal dilakukannya tapi dia hanya diam tak bisa berbuat apapun.

"Diamlah disana sampah" ucap Laxus yang bersiap memberi serangan terakhir.

Erza hanya menutup matanya dan bersiap menerima serangan itu sambil menahan rasa sakit namun, dia tak merasakan apapun setelah itu karena dirinya merasa diangkat oleh seseorang dan ketika dia membuka matanya disana sudah ada sang DragonSlayer yang menggendongnya dengan senyuman khas.

"Ya ampun, Erza nampaknya aku disini hanya kebagian bekas saja" ucap Natsu dengan senyum sumringah "kau cukup gegabah menghadapi orang stress itu"

"Na-Natsu...?" Erza sedikit terkejut dengan kehadiran laki-laki itu yang tiba-tiba begitu saja "a-apa ya-yang kau lakukan disini...?" dia bicara sedikit terbata-bata.

Natsu menurunkan gadis Scarlet itu "kau pergilah dari sini dan bawa muka besi itu, biar aku yang urus pikachu sialan ini" dia menatap DragonSlayer petir itu yang tajam.

"Oh, ini mengejutkanku sekali" ucap Laxus dengan smug grin "aku fikir kau takut dan berlari sambil bersembunyi dibalik wanitamu itu?" tapi terlihat Natsu tak terpengaruh sama sekali.

"Ta-tapi... Na-Natsu di-ouchh!" Erza ingin protes dan mau membantunya tapi Natsu langsung menyentil dahinya hingga ada bekas.

"Jangan membuatku untuk mengulang kedua kalinya oke?" ucap Natsu dengan wajah serius sambil memegang pundaknya.

Erza ingin protes atau bicara lagi tapi Natsu langsung mengunci mulutnya dengan hangat dan dia mulai tenang lalu membalas ciuman itu sambil merangkul lehernya dan beberapa saat kemudian mereka berdua lepaskan.

"Gimana baikan?.." ucap Natsu menatapnya lagi.

"Yah...lumayan" jawab Erza memalingkan mukanya tampak rona merah kecil di pipinya dan itu terlihat imut sekali.

"Baiklah kau pergi bantu yang lain" ucap Natsu dan Erza langsung menurut dan pergi keluar tapi dia kembali bicara lagi "berhati-hatilah jangan terlalu memaksakan diri"

"Aku tau itu" balas Erza tersenyum 'dasar bodoh, kau selalu saja berlebihan menghkawatirkan diriku tapi memang seperti itulah dirimu' dia langsung berjalan keluar.

Natsu berbalik dan menatap Laxus "jadi, sudah siap untuk aku permalukan lagi?"

"Heh, kau fikir aku tak bisa menghajarmu balik" balas Laxus tampak kesal karena harus diingatkan kembali moment memalukan itu "maka bersiaplah akan aku hajar hingga tak bisa bernafas"

"Kalau begitu buktikan saja" jawab Natsu memberi jari tengah.

Laxus mengambil inisiatif untuk maju dan memberi serangan kejutan tapi secara tak sadar Natsu sangat cepat sekali hingga berdiri di sampingnya sambil melayangkan kakinya meski DragonSlayer petir itu tersadar tapi terlambat karena wajahnya sudah terkena tendangan sekeras itu.

Bunyi hataman yang begitu keras hingga membuat Laxus terpental jauh keluar dari Gereja tapi dia tak ambruk dan masih bisa berdiri meski agak kepayahan.

"Dasar bajingan..." ucap Laxus mengumpat kesal sambil mengusap wajahnya.

Sebelum Laxus maju terlihat dibalik Gereja itu muncul beberapa kilauan cahaya yang menyilaukan dan dia tau ini buruk, lalu langsung saja dia melompat tinggi ke atas dan memang benar terdengar seperti tembakan laser kecil dengan daya ledak besar.

'Tch, benar-benar orang yang menyebalkan' Laxus menggerutu kesal lalu dia menyatukan kedua tangannya dan membuat bulatan listrik kuning.

"THUNDER STORMER!"

Dia langsung menembakan laser petir yang besar ke arah Gereja itu dan sekaligus menghancurkan bangunannya seketika dan itu terlihat wajar karena daya kekuatan yang dikeluarkan DragonSlayer petir itu.

"Oh, itu tadi mengejutkan sekali"

Laxus sedikit terkejut dan melihat ke atas dan disana Natsu melayang di udara dan itu berarti serangan tadi tak berefek dan sama sekali tak berhasil mengenainya.

"Kau mau menantangku seperti itu Natsu?" ucap Laxus yang melihat lelaki berambut pink itu masih disana "jika, kau berfikir begitu maka sama sekali salah jika melawanku" dia sangat ahli jika tarung di atas dan itu memang keahliannya.

"Lumayan juga yang tadi" balas Natsu tersenyum dan tak terprovokasi sama sekali.

Tangan Natsu mengepal dan membentuk gumpalan merah pekat yang meletup dan Laxus juga mengepalkan tangannya yang sudah teraliri percikan petir.

"DAIFUUNKA!"

"RAIKOU DAUHO!"

Natsu melepaskan tinju Magma yang besar dan begitu pula Laxus yang menahan serangan telapak tangan petir miliknya hingga keduanya saling beradu dan menimbulkan efek aura hempasan yang besar.

*booommmm!

Keduanya masih seimbang dan disana terjadi dorong menorong antara kekuatan tapi tak ada satupun dari mereka ingin kalah ataupun habis kekuatan dan setelah beberapa saat seperti kedua kekuatan itu langsung meledak dengan efek hempasan lumayan juga.

Kedua orang itu mundur dan tak bisa melihat ke depan karena kepulan asap yang ditimbulkan tadi, Laxus menghembuskan nafasnya secara panjang untuk rehat sebentar dan sulit menyangka Natsu bisa memaksanya sejauh ini.

Padahal Natsu bukan penyihir class S dan sudah dia perkirakan lemah dan hanya sekedar omong besar doang tak seperti Erza, Sorano, Mirajane atau Mystogan yang hanya menang gelar saja tapi Natsu berbeda dan tak sesuai dengan perhitungannya.

Laxus tak bisa melihat apapun di depan tapi matanya tetap fokus ke depan dan dia melihat ada sesuatu yang aneh bercahaya dan beberapa saat kemudian muncul bola api yang terbang ke arahnya secara mendadak.

Laxus cukup terkejut karena ini sangat tak diduga atau serangan tiba-tiba jadi dia tak punya waktu untuk termenung dan langsung terbang ke atas. disana dia melihat Natsu jelas dengan senyum menyebalkan.

"Sial yang tadi itu" Laxus mengumpat dia agak lega bisa menghindari itu karena tadi cukup dekat sekali lalu tubuhnya dikerumuni aura petir dan penuh dengan emosi jelas di wajahnya "bangsat kau! Dragneel!"

Laxus langsung melaju cepat ke arah Natsu dengan niat memberinya pelajaran dan langsung melayangkan tinjunya penuh emosi tapi Natsu menyadari itu langsung membungkuk tapi, Laxus belum selesai dia melayangkan tumitnya tapi Natsu juga bisa menangkapnya.

"Kau terlalu membiarkan emosi memakanmu sendiri" ucap Natsu senyum grin.

Laxus melihat tangan kanan Natsu menghitam pekat dan dikepalan tangannya diselimuti api lalu beberapa saat kemudian dia merasa perutnya terhentak sesuatu yang sangat menyakitkan dan bisa dibilang itu adalah sebuah tinju.

DragonSlayer Petir itu merasakan sakit yang sangat luar biasa di perutnya ini seperti sebuah benda keras yang langsung menghantam ke tulang dan lambungya terasa ingin hancur lalu sebelum dia berteriak pukulan tadi langsung menghempaskannya ke sebuah banguna.

*Duarrrr!

"Apa ini yang kau maksud terkuat?" ucap Natsu memandangnya sinis dan dia tak bergeming dari tempatnya.

Dan tak lama muncul pilar ledakan dari banguna tadi tempat Laxus terhempas dan aura ledakan itu menjadi lebih besar hingga membuat efek hempasan angin, Natsu melihat Laxus kembali berdiri lagi dan sedikit berbeda yaitu aura meledak-ledak penuh amarah yang begitu dalam.

"AKAN AKU BUNUH KAU!"

Natsu hanya tersenyum grin mendengar itu "sangat kebetulan sekali, aku ingin mengetesnya sekarang" tubuhnya langsung dilapisi Aura kilat biru dan rambutnya berdiri ke atas karena aura itu bertambah besar.

*Boooommmmm!

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

- Jalan Magnolia

Gadis berambut merah Scarlet itu berlari ke arah yang ditunjukan Natsu tadi dan bermaksud membantu yang lain menghancurkan kurungan bola lacrima yang dibuat Laxus apalagi itu dibatas waktu, jika tak segera dihentikan maka keselamatan para penduduk yang jadi korban.

"Ara, Erza kau ingin kemana?"

Dia mendengar suara kalem tapi sedikit dewasa memanggilnya dan di atas sana ada wanita yang memiliki wajah hampir sama dengannya, rambut merah Scarlet tapi ini dikepang panjang dan di sebelahnya lagi wanita berambut hitam pendek entah apa yang mereka lakukan disini.

"Oh kalian" ucap Erza yang tak menunjukan wajah terkejut "apa yang kalian lakukan disana? bukankah kita harus segera menghentikan bola lacrima itu?"

"Untuk apa melakukan itu?" jawab Irene membuat ekspresi wajah gadis itu sedikit keheranan "lagipula semuanya sudah selesai sekarang dan tak ada yang perlu kau pusingkan lagi"

"Ta-tapi kan-.." Erza ingin protes tapi wanita berambut hitam itu langsung menyela.

"Geez, kau ini seharusnya sekarang tenang dan nikmati pertarungan disana itu" balas Ur menatap ledakan yang ada disana "astaga, sungguh kekuatan yang sangat berlebihan sekali" dia menjilat mulutnya sendiri.

"Wanita murahan yang menjijikan" Irene mendumal kesal tapi, wanita berambut pendek itu lebih memilih mengabaikan saja.

"Tapi, Levy bilang dia ingin menghentikan itu?" ucap Erza yang mengingat temannya ingin melakukan sesuatu tapi butuh waktu agak lumayan lama.

"Gadis itu cukup lama dan semuanya sudah aku bereskan tinggal kita bersantai" ucap Irene meregangkan tangannya ke depan "kau hanya duduk disini dan lihat saja"

"Tapi...ughh-" Erza yang keras kepala ingin kembali protes lagi tapi sebuah hempasan angin kuat datang ke arahnya "apa-apaan itu!" dia tau itu berasal dari tempat dimana Natsu yang sedang bertarung dengan Laxus.

"Sudah aku katakan kau duduk dan nikmati ini saja" ucap Irene dengan senyum melihat efek ledakan besar itu dan tak salah dia memilihnya karena wanita kuat justru cenderung tertarik dengan lelaki yang kuat.

Erza melihat ke arah dimana Natsu disana ada banyak ledakan di atas langit seperti sebuah kembang api dan sambaran petir ditambah kilauan cahaya, bisa dipastikan itu adalah berasal dari Natsu.

Dan akhirnya Erza melepas armornya dan memilih istirahat karena tadi cukup menyakitkan sewaktu lawan Laxus dan dia agak tak kuat untuk melanjutkan ini tapi yah, sifatnya keras kepala.

"Kemarilah, biar aku sembuhkan lukamu"

"Baik"

.

.

.

.

.

- Kembali Ke Gereja

Beberapa letupan seperti kembang api bertebaran di langit jika dilihat lebih seksama lagi itu sebenarnya pertarungan antar dua orang dengan kekuatan yang sama tapi ada aura perbedaan kekuatan di antara kedua orang itu.

Laxus menggertakan giginya dengan sangat kesal sekali bercampur emosi karena dia sedari tadi tak bisa melayangkan DragonSlayer itu menjauh darinya jangankan mengeluarkan jurus, meninjunya pun itu terlihat sama sekali mustahil.

Karena bagaimana pun cara dia menyerang, Natsu bisa menghindari itu ataupun bisa menahannya bahkan jika itu mengenai wajahnya Natsu tak bisa merasakan sakit apapun malahan sebaliknya tubuhnya berkali-kali terkena pukulan yang menyakitkan dari orang itu.

Dan hal seperti itu saja membuatnya sangat kesal sekali dan merasa dirinya terlihat sangat lemah sekali dihadapan orang itu dan membuat emosinya yang selalu saja Natsu.

"Mati kau Natsu!"

"Coba saja"

Laxus berhadapan dengan Natsu sambil melayangkan tinjunya tapi Natsu menunduk dan menghantam dagu Laxus dengan kakinya tapi, lelaki berambut pirang itu belum selesai dia menyemburkan Laser dari mulutnya namun lagi-lagi Natsu bisa menghindari itu dengan memiringkan wajah dan mengarahkan kakinya meski Laxus tahan tapi terdorong cukup jauh.

"Sialan kau Natsu!" teriak Laxus emosi dan langsung terbang cepat.

"OVERHEAT!"

Natsu mengeluarkan benang panas panjang dari telapak tangannya secara horizontal tapi Laxus bisa menyingkir dan Natsu mengerutkan kelima jarinya lalu muncul lagi benang lain sambil menghempaskan cucu dari Makarov itu ke atas.

Laxus berusaha bangkit lagi tapi Natsu sudah cukup cepat ada di belakangnya langsung menendang punggunggnya dengan sangat keras hingga terpental jauh ke sebuah bangunan.

"Benarkah ini yang kau sebut paling kuat?" Natsu hanya menunjukan senyum grin penuh ejekan.

Laxus langsung bangkit lagi dengan emosi yang meledak "bangsat kau Dragneel! akan aku bunu dirimu hingga berkeping-keping!" dia tampaknya termakan suasana dari ejekan itu apalagi situasinya tak bagus.

Natsu tersenyum grin melihat Laxus dan dia menekuk tiga jarinya sebelum lelaki berambut pirang itu mendekat tiba-tiba saja berhenti mendadak seperti tertahan sesuatu dan dia sudah membuat suatu perangkap untuk orang itu.

Laxus merasakan tubuhnya tak bergerak sama sekali seperti mati rasa semua anggota tubuhnya meskipun dia berusaha bergerak tapi tak bisa sama sekali dan dia menatap lelaki berambut pink itu sangat emosi.

"Oh, sangat menyedihkan sekali orang yang menganggap dirinya paling kuat" ucap Natsu yang melebarkan kedua tangannya "aku fikir kau akan memberikanku yang lebih" dia menunjukan wajah yang sama seperti Laxus ketika merendahkan orang-orang guild.

Laxus memberi glare tapi tak bisa berbuat apapun dan melihat benang tipis transparan itupun terlihat terhubung ke tangan Natsu jadi, sekarang dia tau mengapa dirinya tak bergerak sama sekali seperti sebuah patung.

"Oh, kau sudar bahwa aku yang membuat dirimu seperti boneka kayu" ucap Natsu menggerakan jarinya dan Laxus diam di tempat "jadi aku memberimu kesempatan untuk menyerah sekang dan hentikan semua ini atau, kau jadi hancur?"

"Takkan pernah!" balas Laxus kasar dia sama sekali tak sudi untuk semua kerja keras yang sudah diperbuat karena dia ingin menjadi Master dan menciptakan Guld terkuat dan ditakuti.

"Yah, itu sih pilihanmu" ucap Natsu tersenyum dengan aura gelap.

Natsu langsung membuat benang-benangnya melebar dan langsung melilit Laxus dengan sangat erat sekali lalu dia buat pusing dengan memutar-mutarnya ke langit dan tak lama langsung dia banting ke tanah dengan sangat keras.

Natsu membuat tanah bebatuan sambil membentuk beberapa kepalan tangan yang sudah dilapisi oleh api dan dia kembali menarik Laxus yang terikat kuat.

"STRONG GROND PUNCH!"

kepalan tangan tadi memanjang dan langsung menghajar seluruh tubuh Laxus seketika dengan telak dan serangan seperti itu sangat menyakitkan sekali karena kuat dan lelaki itu tak bisa berteriak karena wajahnya terkena bogem juga.

"Selesai huh?!" Natsu melihat Laxus tak bergerak sama sekali tapi, dia menunggu dan memang benar orang itu bangun.

"Tu-tunggu si-sialan!"

Laxus kembali bangun tapi tubuhnya penuh luka parah sekali dan tampak bergetar dengan suara serak hingga terbatuk darah, dan bakal dipastikan orang ini sudah tak bisa bertarung lagi dengan biasa.

"Kau fikir sudah menang hah!?" ucap Laxus sambil memegang tubuhnya yang sakit.

Natsu mengangkat bahunya tak peduli "mungkin saja ya atau mungkin saja tidak?"

"Aku masih punya senjata rahasia!" ucap Laxus berteriak kencang sambil menunjuk kumpulan bola lacrima yang mengelilingi kota Magnolia "cepat, katakan pada Makarov untuk menyerah! dan serahkan Guild Master padaku!"

Natsu hanya tertawa lepas penuh bahagia dengan memegang perutnya.

"Kenapa kau tawa?! tak ada yang lucu disini!" Laxus membentak sangat kesal karena tak ada reaksi tertekan dari Natsu.

"Hah? kau mengancamku? tidak bisakah kau lihat dengan seksama?" ucap Natsu kembali tertawa.

!

Laxus melihat ke langit betapa terkejutnya dia karena tehknik yang sudah dibuat membeku karena es dan diselimuti aksara sihir asing dan hingga akhirnya langsung meledak begitu saja tapi, jika dilihat dari jauh lebih mirip seperti pesta kembang api yang dapat dinikmati oleh siapapun.

"Mu-mustahil..." Laxus langsung tertunduk lemas ke tanah dengan wajah putus asa dan tak menyangka rencana yang sudah dia buat begitu lama hancur seketika tanpa sisa seperti debu tertiup angin.

"Kuberi tau satu hal Laxus.." ucap Natsu dan DragonSlayer petir itu melihat ke depan ada sebuah kilauan cahaya besar dan menyilaukan "kau memang kuat tapi, bukan berarti yang terkuat disini"

*Jduarrrrr!

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

- Guild

Note : Laxus sudah tumbang dan sekarang dia sudah tak bisa melanjutkan lagi pertarungannya dan sekarang semua sudah berakhir.

Makarov hanya bisa bernafas lega sambil bersujud syukur karena semua rencana bodoh yang dibuat cucunya telah berakhir tanpa ada masalah lain yang timbul ditambah lagi ancaman yang dibuat tadi juga sudah dimusnahkan.

Dia sangat senang karena para anak-anak yang membantunya meski begitu dia cukup kesal ke cucunya itu karena telah mengadu domba anak-anak asuhnya hingga terluka parah jadi, dia tak bisa memaafkannya begitu saja meskipun itu yang dibuat oleh anggota keluarganya sendiri.

"Baiklah bagi kalian yang tersisa, cepat bawa yang terluka ke ruang perawatan" ucap Makarov memerintah "selain itu kita tak ingin acara parade ini berakhir dengan luka dan air mata"

"Siapp!"

"Hadeh, padahal aku sudah selesai" ucap Levy menghela nafas pasrah, padahal niat dia untuk menghapus kurungan itu tapi nampaknya sudah ada orang lain jadi, hanya sia-sia dan terlalu lama makan waktu dengan baca buku.

"Setidaknya ini berakhir dengan baik" ucap Lisanna senyum dan gadis pembaca buku ini hanya membalas dengan mendengus.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Dan cuttt akhirnya kita selesai juga untuk chapter ini dan bagi kalian yang ingin tau kelanjutan selanjutnya tetap stay dan pantau terus fic ini ahh btw arc ini hampir selesai jadi sudah pasti ada lemon dan gitu.

Pm

RnR