Dan cuttt kita kembali lagi sekarang apalagi masih tetap update seperti biasanya karena saya masih aktif meskipun tak seperti dulu karena kesibukan di dunia nyata tapi masih saya usahakan untuk tetap walaupun semakin hari semangat saya untuk tetap update mulai berkurang begitu saja tapi jangan bersedih untuk para pembaca karena saya masih tetap disitu apalagi begitu, dan ngomong-ngomong soal anime Fairy Tail yang bentar lagi hampir tamat dan bertarung dengan Acnologiw dan juga saya tak tau apakah bakal berlanjut dibagian Spin off ohh atau mungkin saja masuk ke dalam Ova tapi tergantung juga studio yang mau garap lanjutannya dan kita lihat saja nanti.
P.s : DAL ada S4 tapi ternyata itu anime buat spin off di LN yang chara utamanya Kurumi dan menceritakan kisah perjalanan hidupnya dan tapi semoga saja S4 muncul dan saya melihat Dedek Mokuro dengan oppai balon.
Chapter 41 : Alliance
.
...
.
- Perjalanan
Dan sekarang sebuah kelompok kecil dari Guild Fairy Tail yang sedang melakukan sebuah perjalanan ke sebuah tempat dengan menggunakan kereta kuda karena sedang ditugaskan sebuah misi khusus dari Makarov untuk menghancurkan Guild Oracion Seis yaitu salah satu 3 Guild besar kegelapan yang membentuk suatu Aliansi bernama Aliance Balam.
Dan tentu saja penyihir dari Fairy Tail ditugaskan untuk mengatasi masalah ini namun itu tak mudah mengatasi Guild besar kegelapan apalagi mereka sangat kuat sekali jadi, sekarang mereka membentuk Aliansi mereka sendiri dari Guild lain untuk bekerja sama mengalahkan mereka.
Meski enam orang yang berada di dalam Guild Oracion Seis namun mereka orang-orang yang sangat kuat jadi jangan pernah menganggap remeh sesuatu dari jumlah orang karena, kekuatan kelompok itu tidak dinilai dari jumlah melainkan kualitas dan kuantitas.
Dan dari pihak Fairy Tail yang diutus untuk melaksanakan misi membuat Aliansi ini adalah 4 orang Natsu, Erza, Gray, dan Sorano karena dua gadis ini sudah menjadi penyihir tingkat S jadi dipercaya untuk mengemban misi ini. jika untuk Natsu kekuatan dia kayak Immortal tapi tak bisa menahan itu hingga berbuat kerusakan dan Gray mungkin karena dia diajak paksa tanpa bisa menolak.
Sekarang mereka berada di Kereta Kuda lengkap ditemani sobat kucing DragonSlayer Api itu, berbicara satu sama lain menjelaskan tentang misi ini. dengan Natsu yang tertidur di pangkuan Sorano karena seperti biasa selalu pening jika naik kendaraan dan selalu tertidur di paha seseorang untuk menghilangkannya tapi entah kenapa harus tertidur di gadis berambut perak ini karena biasanya Erza yang selalu melakukannya.
Erza sendiri menyipitkan matanya dengan tak merasa senang sama sekali karena gadis ini tiba-tiba saja merebut Bantal hangatnya ini dan sudah seharusnya Natsu yang tertidur di pangkuannya bukan gadis ini. dan juga tau lelaki berambut pink ini memiliki wanita lebih dari satu tapi entah kenapa perasaannya tak suka ketika ada sesuatu barang miliknya direbut oleh orang lain.
Sorano hanya tersenyum hangat menatap DragonSlayer Api itu yang tertidur sangat pulas sekali di pangkuannya yang mengabaikan aura tak bersahabat dari orang yang ada di depannya. dan benar kata wanita barmaid model itu lelaki ini sangat hangat dan nyaman sehingga membuatnya ingin membawanya ke rumah dan dijadikan Guling pribadi lalu tampak jari jemarinya mengusap rambut pink itu.
Gadis berambut perak ini menyadari tatapan itu lalu memasang senyum seringai di wajahnya dan mendekap kepala Natsu lebih dekat lagi hingga tampak Erza menahan rasa jengkel hingga seperti ingin meledak. sementara Gray pura-pura tidur saja melihat scene ini karena tau bakal mampus juga jika ikut campur karena kedua perempuan ini menakutkan sama seperti Mirajane.
Erza tak tahan lagi akhirnya bicara "baiklah Sorano, sejak kapan kau diizinkan untuk membuat Natsu tertidur di sana?" dia berusaha menahan diri untuk tak meledakan emosi meski perasaannya sudah mulai mendidih karena rasa cemburu ini.
Sorano menaruh telunjuk di mulut "ssshhhh! kau ini berisik sekali, Natsu sedang tertidur tau jadi bicaranya nanti saja" dia mengabaikan desissan Erza yang semakin parah saja untuk menghajar gadis ini "jika kau ingin bicara sesuatu lain kali saja"
"Ehhhmmmm, sebenarnya kenapa aku harus ikut dalam misi ini?" Gray bertanya dengan sengaja untuk memotong perkelahian yang bakal terjadi jika tak segera dilerai apalagi mustahil baginya untuk menenangkan mereka berdua "bukankah seharusnya Gajeel atau Juvia karena pengalaman mereka waktu di Phantom?"
"Mereka saat ini masih dalam misi" jawab Erza kembali normal dan terlihat melupakan kemarahan yang hampir memuncak itu "lagipula kau memang cocok dengan misi ini"
"Hah... yang benar saja" Gray sedikit mengguman.
"Kau bicara sesuatu?" Erza bertanya dengan suara menekan penuh ancaman.
"Oh, gak" jawab Gray langsung menggeleng kepala karena gadis ini mudah sensitiv dan selalu asal tinju saja.
"Dan pada akhirnya kelompok kita masih sama meski tak ada Lucy di sini" ucap Erza sedikit tersenyum "dan itu cukup memudahkan kita untuk mengatur rencana penyerangan"
Sorano mengangkat sebelah alisnya "oiiiii merah! kau melupakan aku!"
Erza terkekeh "hmmmm, kau sudah beda jadi tak termaksud" tapi alisnya berkedut ketika pemandangan yang tak menyenangkan melintasi matanya "dan juga... singkirkan Natsu dari sana!" dia kembali mengamuk seperti monster yang kehilangan anaknya.
"Geez, kau ini bukan ibunya jadi berhenti bersikap sok ngatur" balas Sorano mengangkat bahunya dengan santai dan tak terpancing provokasi "aku cuma memberi kenyamanan saja untuknya"
"KENYAMANAN APANYA BANGSAT!" teriak Erza sangat marah sekali dan sudah memegang besar di tangan kanannya.
'Dia serius?' Gray hanya bisa termenung bingung dan disatu sisi dia sangat ketakutan dengan kemarahan gadis ini yang mustahil untuk dibendung.
Sementara itu orang yang sedang diperebutkan tertidur pulas sekali tak peduli dengan keributan dan aura bertarung yang dikeluarkan dua gadis ini, yang terpenting baginya adalah cepat keluar dari Kereta menyebalkan ini yang membuatnya malas gerak.
"Fffftt! kau cemburu!" Happy menggelembungkan pipinya.
.
.
.
.
.
- Villa Tua
Dan setelah itu mereka akhirnya sampai lalu masuk ke sebuah bangunan besar tapi sedikit agak kuno gaya arsitekturnya namun ketika masuk ke dalam bangunan dengan berbagai peralatan mewah, mereka tak menemukan satu orangpun bahkan cuman mereka berempat saja yang ada di sini termaksud kucing.
"Ohh, ini sebenarnya adalah Villa milik Master Bob" ucap Erza menjawab wajah bingung mereka.
"Ohhh dia yah" Gray teringat dengan orang itu yang berdandan seperti perempuan waktu peristiwa penyerang Erigor dari Guild Eisenwald.
"Heyy Natsu... kita sudah sampai" Happy mencoba membangunkan tuannya itu yang berdiri bersandar tembok dengan mata tertutup.
Lalu tak lama lampu di ruangan itu mati total dengan keadaan gelap dan menyisakan sebuah sorotan cahaya lampu besar yang menuju ke satu tempat dan di sana ada tiga orang dengan tinggi badan agak berbeda dari biasanya.
"Ohhhh, akhirnya kalian datang juga orang-orang dari Fairy Tail jadi izinkan kami memperkenalkan diri"
Akhirnya lampu kembali normal menampakan mereka, Dan orang yang tengah sedikit tinggi Deng rambut emas kekuningan sedikit berantakan, lalu di sebelah kanan tubuh kucing, rambut coklat tersisir rapi, dan wajah seperti anak kecil, lalu terakhir berambut hitam dan kulit gelap. dan yang jadi masalahnya adalah mereka memasang sok kegantengan dengan kilauan bintang dan ingin cari perhatian.
"Hundred Night Hibiki"
"Holy Night Eve"
"Empty Night Ren"
Sorano hanya menyipitkan matanya merasa geli melihat tingkah aneh dan gak jelas seperti mereka, Erza memutar bola matanya sangat bosan karena sudah sering menghadapi ini tapi selalu beruntung ketika Natsu ikut misi dengan dirinya, Gray kembali telanjang dan mencari pakaiannya, Natsu masih tertidur dengan gelembung ingus besar di hidung.
"Hahhh... sudah kuduga bakal begini jadinya" Erza menghela nafas pasrah dan dirinya sudah dikelilingi tiga orang lelaki itu dan sebenarnya cukup menjengkelkan juga namun ditahan karena tak ingin misi ini gagal "jadi aku mohon bantuannya dari kalian semua"
"Kamu benar-benar cantik seperti yang dikatakan orang-orang" ucap Hibiki memberi kedipan menawan meski mustahil juga membuat gadis Titania ini tertarik.
"Aku benar-benar kagum padamu" ucap Eve dengan kilauan di wajahnya dan itu terlihat menjijikan sekali.
"Uhmmm... bisa tidak kita bicara sesuatu tentang misi saja" ucap Erza memaksa senyum risih karena dikelilingi orang-orang itu dan terasa kurang nyaman sambil mengangkat kedua telapak tangan untuk mereka agar tak mendekat.
"Oh ya aku juga sudah siapkan kursi untukmu" ucap Ren merangkul pundak Sorano dan sok akrab sambil menunjukan kursi yang sudah disiapkan.
Sorano dengan wajah risih menyingkirkan lengan itu "tidak bisakah kalian diam? aku benar-benar tak tertarik sama sekali meski wajah kalian tampan" dia juga sama kesalnya dengan Erza karena ketiga lelaki ini tak berhenti merayu dan menggodanya.
"Mereka ini sebenarnya cuma penggoda perempuan saja" Gray sweatdrop melihatnya dan bajunya sudah kembali normal.
"Sudahlah... kalian pasti lelah setelah menghabiskan perjalanan yang cukup panjang" ucap Hibiki mengedipkan mata "jadi kenapa kalian tak beristirahat semalam saja?" dan kedua gadis itu hanya bisa sweatdrop.
Lalu tak lama datang seseorang lagi turun melewati tangga "teman-teman, tak sepantasnya kalian itu menganggu mereka dan membuatnya tak nyaman" dan terlihat ekspresi Erza gemetar penuh keringat karena panik bahkan ingin segera kabur dari sini "dan aku sangat rindu sekali dengan wangi di tubuhmu" seorang pria pendek dengan wajah aneh dan kilauan di tubuhnya yang bahkan gak cocok sekali.
"Ichiya-sama!" ketiga orang ini kompak menunduk.
Erza melihat ada kesempatan dengan kecepatan tinggi langsung berlari ke arah Natsu yang sedang tertidur dan memaksanya untuk bangun hingga membuat DragonSlayer Api itu meraung terkejut dan langsung berlindung di belakangnya. alasan dia melakukan ini adalah orang itu selalu saja bersikap menganggu tapi beruntung selalu ada Natsu karenanya dia tertolong dari Ichiya pengganggu.
"Please... Jauhkan dia dari sini" Erza memegang pundak Natsu sangat erat dan dia tau orang yang dia sayangi ini bisa diandalkan jika dirinya terdesak tak bisa berbuat banyak meskipun terkadang bodoh juga.
"Hmmmmm baiklah" Natsu menjawab saja meski tak tau apa masalahnya.
"Ohhh~ Erza sayangku~ kenapa coba tak kemari;-) dan mari~ngobrol" ucap Ichiya yang kembali menggodanya, terlihat alis Natsu berkedut tak senang ketika mendengar ini.
"Maafkan kami, ternyata kau sudah berpacaran dengan tuan Ichiya" ucap Hibiki berbicara normal dengan menundukan kepala.
Erza mengacungkan jari tengah sangat jengkel "mana sudi! aku sudah dimiliki oleh seseorang!" dia langsung blush ketika mengucap bagian akhir.
Ichiya sedikit mengendus lalu mengedipkan matanya ke arah Sorano "parfum milikmu lumayan harum juga***"!" dia sedikit berpose dan membuat gadis berambut perak itu menggosok kulitnya karena merinding "dan siapkan meja yang layak! kita kedatangan tamu spesial di sini!"
"Baik Ichiya-sama!" jawab mereka bertiga kompak.
"Kalian ini apa-apaan sih, tidak bisakah berhenti menggoda para perempuan?" Gray terlihat jengkel dan kehabisan kesabaran untuk tingkah mereka 'jika mereka terus seperti ini aku tak yakin jika Otak Api itu bakal diam saja dan mustahil aku bisa menahannya' dia melihat ekspresi Natsu yang tampak tak senang.
"Ohh~Erza izinkan~"
Ichiya ada di belakang gadis scarlet itu untuk menciumnya tapi sebelum Erza menghajarnya tapi Natsu lebih dahulu meninjunya sangat keras sekali dengan Haki Kenbun dan cukup menghancurkan beberapa tulang wajah dari pria wajah aneh itu dan mementalkannya jauh.
"Cukup kalian semua di sini benar-benar idiot!" teriak Natsu dengan wajah menahan marahnya tapi karena darah Naga mengalir di tubuhnya jadi mustahil untuk bisa menyembunyikan emosi meledak itu "aku ingatkan sekali lagi! berhenti mengganggu Erza karena dia sudah jadi milikku!" gadis scarlet itu memerah sama dengan wajahnya ketika lelakinya ini menunjukan sikap penuh possesive sekali.
Hibiki tak bergeming dari ancaman itu malahan membalas "kau bilang milikmu? padahal sedari tadi kau tak menunjukan sikap apapun?"
Eve mengangguk setuju "yeah, bahkan kau sudah menyakiti Ichiya-sama jadi tak bisa dibiarkan begitu saja"
"Sikapmu terlalu arrogant di sini" ucap Ren memberi glare ke DragonSlayer Api itu "sebaiknya kau pergi saja dari sini"
"Bajingan kalian semua!" Natsu mengepal tangannya dengan kobaran api merah yang menunjukan emosi sangat parah dan dia ingin memukul mereka tanpa segan lagi.
'Terimalah akibatnya kalian' Gray hanya bisa tersenyum melihat scene ini dan mengangkat kedua tangannya untuk menyerah saja karena tau temannya itu tak bisa ditahan jika emosinya meledak.
"Hentikan Natsu jangan anarkis!" Erza mencoba menenangkan emosi orang yang dia cintai tapi tau bahwa hal seperti ini pernah terjadi sebelumnya bahkan lebih dari dua kali "kau bisa merusak Aliansi ini dan mengacaukan semuanya"
Natsu tanpa pusing lagi langsung menarik lengan Erza agar lebih dekat dengannya dan merangkul pinggang gadis itu dan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Erza dengan penuh nafsu melakukan ciuman dalam, disatu sisi Erza sedikit terkejut lalu menerimanya dengan senang hati sambil melingkarkan tangannya ke rambut pink itu sambil menekannya lebih erat dan dalam.
"Hehhh, pesan Hotel sana!" Gray menyeringai melihat ini dan sementara tiga orang itu shock berat dengan mulut menganga tanpa kata sama sekali saking terkejutnya dengan itu.
Mereka tetap melakukan ciuman itu hingga tangan Natsu langsung memencet bokongnya hingga terdengar suara desahan kecil dari dalam ciuman sangat hangat itu, Erza menyadari akan sangat gawat jika dia sampai terbawa emosi nafsunya hingga tak lama langsung mendorong DragonSlayer Api itu menjauh.
"Jangan di sini bodoh!" ucap Erza dengan mata tertutup rambutnya tapi terlihat wajahnya memerah karena sangat malu sekali.
"Hihihihihi" Natsu cuman tertawa saja.
Ichiya bangun lalu berjalan ke arah mereka namun tatapan matanya lebih ke arah Natsu dan mereka berfikir bakal ada pertarungan lagi namun yang terjadi malah sebaliknya, setelah hening beberapa saat tak lama pria dengan wajah aneh ini berlutut sambil memgadahkan tangannya seperti seseorang tengah mengagumi sesuatu.
"Sungguh***~ini benar-benar luar biasa^```~ bahkan saya terkejut sekali dengan kehebatan anda"
"Hah?..." Erza sendiri terlihat bingung sekali.
"Kau sungguh ~****seorang lelaki hebat!~di antara lelaki lainnya~bahkan saya tidak lebih baik**daripada anda" ucap Ichiya dengan lebay sambil memasang pose sok keren "dan kalian semua tolong hormat sedikit padanya!" dia memerintahkan anak buahnya
"Maafkan kami!" ketiga orang itu membungkuk kompak.
Sorano sedikit aneh melihatnya "kenapa dengan mereka? tiba-tiba berubah?"
Gray mengangkat bahunya "entahlah, tapi setidaknya itu lebih baik daripada harus ada perkelahian"
"Ohhh semuanya sudah kumpul di sini"
Ada suara lain dari balik pintu yang terbuka dan di sana terlihat seorang lelaki berambut perak dengan mata sedikit sipit, bersama seorang wanita berambut pink kemerahan, dengan dadanan agak sedikit tebal di wajah, dan mereka adalah orang-orang yang sama dari pulau Galuna lalu cuma mereka bertiga yang tau karena misi maling itu.
"Lyon!?" Gray terkejut dengan kehadiran teman waktu kecilnya itu "kau ternyata masuk Guild juga?" terakhir kali dia ingat waktu insiden Deliora itu namun semua masalahnya sudah berakhir karena gurunya kembali hidup seperti sedia kala.
"Oh, ternyata Gray" Lyon mengabaikan pertanyaan terakhir "dan bagaimana kabar Guru Ur?" dia sudah belajar ingin jadi lebih kuat lagi agar melampaui orang yang sudah mengajarinya.
"Dia baik-baik saja dan kondisi bugar seperti dulu" jawab Gray "dan masih tetap hal yang sama dengan tujuanmu?"
"Oh sangat jelas sekali" ucap Lyon dengan bangga "tapi itu perlu waktu lama agar bisa terlaksana"
"Hallo" ucap Sherry melambaikan tangannya menyapa mereka semua dan matanya tertuju ke arah Sorano hingga tampak terlihat ekspresi tak senang di wajahnya "entah kenapa, aku sangat tak menyukaimu sama sekali" sambil menunjuk.
Sorano menyipitkan matanya "kau ini siapa? bahkan kita tak pernah bertemu!"
"Ohhh terlihat semuanya sudah berkumpul di sini"
Di sana ada seseorang lagi dengan badan besar tegap tinggi mengenakan celana seperti rok, sarung tangan pola retakan batu, dan penutup kepala yang aneh, dang tongkat panjang di lengan kirinya.
"Iron Rock Jura dari Lamia Scale" ucap Hibiki yang mengenalinya sekarang.
"Tampaknya semua perwakilan sudah berkumpul di sini" ucap Jura melihat sekeliling "dan sekarang tinggal menunggu perwakilan dari Calt Shelter saja"
"Kau bilang perwakilan tapi mereka cuman mengirim satu orang saja" ucap Ichiya yang mendapatkan informasi ini dari kekuatan anak buahnya.
"Apakah di sangat kuat? hingga harus mengirim satu orang saja?" ucap Gray sedikit terkejut mendengarnya.
Dan tak lama datang seseorang tengah berlari namun rupanya dia seorang anak kecil, dengan rambut biru gelap, mata bulat hitam, mengenakan gaun pendek tanpa lengan yang menampakan pundaknya, dan membawa tas pinggang putih.
Lalu gadis kecil itu terjatuh lalu bangun lagi sambil membenarkan pakaiannya "perkenalkan nama saya Wendy Marvell dari Calt Shelter jadi, mohon bantuannya" dia memperkenalkan diri dengan wajah polos seperti bocah.
"Perempuan kecil?!" Jura sendiri tampak terlihat terkejut.
"Wendy?" Natsu mengangkat sebelah alisnya karena sedikit tak asing ketika mendengar nama itu tapi dia lupa dari mana asalnya 'hei, bisakah aku sedikit minta pertolongan di sini?' dia bertanya pada mahluk besar yang ada dalam tubuhnya itu.
"Hmmmmm, terlihat dia bocah kecil yang waktu kau temui di Gunung itu" jawab Kurama mengerang karena bangun tidur.
"Ahh...begitu ya" Natsu mengangguk saja karena ingatannya masih samar-samar.
"Oke, semuanya sudah berkumpul sekarang" ucap Jura memulai diskusi rencana ini.
"Tunggu sebentar!" ucap Gray mengangkat tangannya karena ingin protes "disaat seperti ini kenapa cuma mengirim seorang gadis kecil? sendirian pula?"
"Sebenarnya dia tak sendiri"
Terlihat seorang kucing putih berjalan dengan kelamin perempuan, dan masih satu jenis dengan Happy yang sama-sama seorang Exceed. dan sontak saja partner Natsu ini langsung berubah matanya menjadi hati dengan penuh cinta pada pandangan pertama apalagi beda gender.
"Carla! kenapa kau mengikutiku sampai sini!?" teriak Wendy terkejut karena dia ditugaskan sendiri saja.
"Kau ini masih anak-anak jadi, aku tak bisa membiarkanmu sendirian begitu saja dalam misi ini" jawab Carla.
Happy menarik celana partnernya itu "Natsu, Natsu, tolong berikan aku ikan sebentar saja nanti bakal aku ganti" dia ingin sekali berkenalan dengannya.
"Maaf buddy, hari ini aku gak bawa" balas Natsu mengusapnya.
Wendy memasang ekspresi sangat malu "uhmmm, sebenarnya aku tak terlalu bisa bertarung tapi aku bisa menggunakan kekuatan penyembuhan" dan tak lama tanpa alasan malahan dia nangis "uahhhh! maafkan aku yang benar-benar gak berguna ini!"
"Sudahlah!" Carla yang berusaha menenangkan gadis itu.
"Ohhh, selamat datang Wendy jadi mohon bantuannya sekarang untuk kerja sama ini" ucap Erza menyapanya dengan senyum ramah.
"Terima kasih banyak!" Wendy menepuk tangannya dengan sangat senang hati "kau sungguh, benar-benar bijaksana seperti yang dibicarakan"
"Dia memiliki Parfum yang sedikit berbeda sekarang" ucap Ichiya.
"Berarti kau benar-benar menyadarinya Tuan Ichiya" ucap Jura yang tau maksud dari lelaki itu "dia memiliki Sihir yang sangat berbeda sekali dari biasanya"
Wendy ketika melihat Natsu langsung memasang senyum ramah ke arah lelaki itu dan jelas bahwa gadis kecil ini mengenalnya namun Natsu hanya memiringkan kepalanya karena bingung.
"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul mari kita diskusikan ini tentang rencana selanjutnya" ucap Ichiya menjentakan jarinya dan muncul layar hollogram yang menunjukan wajah orang-orang tak dikenal.
"Dan di sebelah Utara dari posisi kita terdapat sebuah Hutan besar yang di dalamnya terdapat sebuah Sihir besar yang sudah tertimbun cukup lama" ucap Hibiki mulai menjelas rencana "dan mereka menyebutnya itu dengan Nirvana"
"Apa itu?" Lyon tak tau dengan istilah itu.
Jura menggeleng "bahkan aku sendiri baru pertama kali mendengarnya"
"Dan kita tak tau jenis sihir seperti apa itu tapi dari yang kita tau Oracion Seis berada di sana jadi besar kemungkinan Nirvana itu tak jauh dari lokasi kita" ucap Ichiya menambahkan "dan demi mencegah itu kita harus segera menghentikan mereka"
Hibiki menunjuk ke layar "meski kita unggul dalam jumlah tapi Oracion Seis orang-orang yang cukup kuat dan bakal merepotkan kalian" dia menunjuk satu persatu di antara wajah itu "dan di sini ada Cobra yang terkenal dengan Racunnya, Racer dengan Kecepatan tinggi, HotEye suara berisiknya itu, Kisame dengan wajah Hiu, Midnight tapi kita tak tau jelas tentang dua orang ini, lalu terakhir adalah Ketua mereka Brain"
"Dan poin yang terpenting adalah menemukan markas operasi mereka dan jikalau bisa menangkap mereka semua" ucap Ren melipat tangannya "dan juga perlu memastikan saja markas mereka secara langsung"
"Lalu bagaimana caranya?" Lyon bertanya.
Ichiya mengangkat tangannya "kita akan menggunakan Tembakan Sihir Peledak dari Kapal Chirstina untuk menghancurkan markas mereka sekaligus"
"Yah itu Rencana awal saja dan praktis tapi tak menutup kemungkinan kita pasti menghadapi mereka secara satu persatu" ucap Jura.
Natsu mengendus 'entah kenapa aku mencium bau amis ikan dan Laut di kamar mandi sana'
"Kau harusnya sadar bahwa ada seseorang yang tak punya niat bagus di sini" Kurama menyeringai.
"Baiklah jika sudah selesai kita berangkat!" teriak Natsu langsung menghilang begitu saja.
"Si idiot itu!" Gray langsung ikut mengejarnya.
"Seperti itulah dia" Erza tersenyum dan Sorano juga menyusul.
"Kita tak boleh membiarkan Fairy Tail unjuk gigi begitu saja" ucap Lyon tersenyum penuh tantangan dan berlari keluar "ayo kita susul mereka Sherry"
"Iyah"
"Ayo Wendy!" teriak Carla menarik gadis kecil itu dan mengabaikan teriakan protes.
"Ini benar-benar memalukan jika kita kalah dari mereka" ucap Hibiki langsung mengejar mereka dan dua orang lainnya juga ikut lalu hanya menyisakan dua orang saja.
"Astaga..." Jura menghela nafas terheran.
"Aura masa muda sangat kuat sekali" Ichiya berpose.
"Ohhh maaf mengganggu waktunya sebentar?"
Kedua orang itu sangat terkejut ketika mendengar suara asing di belakang mereka dan ketika berbalik namun semuanya sudah terlambat karena tak lama mereka seperti dikurung dalam penjara bola air dan tak bisa berbuat banyak.
"Kau..." Jura masih dalam masa shock tapi melihat siapa pelakunya dan mencoba untuk keluar paksa tapi yang ada tubuhnya semakin lemas dan seperti tanpa kekuatan sama sekali bahkan air yang mengurungnya ini kesulitan bernafas "guhhhhhh! jika seperti ini terus kita.."
"Gawat..." Ichiya tak bisa menggunakan tehknik parfum itu apalagi dalam kurungan air ini semakin membuat tubuhnya "dia...salah...satu...anggota... Oracion... Seis" dia terbata-bata bicara dengan gelembung air keluar banyak dari mulut.
Orang bernama Kisame ini menjawab "kalian tenanglah disitu bersama dengan cloningku sementara yang lain menghabisi mereka"
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
- Hutan
Sementara itu para Tim Aliansi berlarian ke dalam Hutan yang dituju dengan kecepatan begitu tinggi dan terasa hawa persaingan yang sangat kuat sekali di antara mereka kecuali Wendy yang polos tak tau apapun cuma ditarik paksa oleh teman Kucing kesayangannya.
"Mungkin, ini aneh tapi selama yang kita berlari aku tak melihat Natsu sama sekali di depan?" ucap Sorano yang berlari di samping Gray.
"Kalau dia sih, memang seperti itu jadinya" Gray menjawab dengan wajah biasa dan tak heran karena jika Natsu sering diajak misi bersama pasti langsung menerobos tanpa rencana dan waktu giliran disusul malah menghilang "aku takkan terkejut jika nanti melihat setengah Hutan terbakar oleh Api dan teriakan nyaring dari seseorang"
"Nah, jika Natsu sudah seperti ini pasti markas musuh ada di depan sana dan dia sedang mengamuk gak jelas" ucap Erza sangat yakin sekali dan bangga "jadi kita hanya perlu mengikutinya saja dan memberikan bantuan"
"Tunggu, bagaimana bisa itu dilakukan?" Gray sweatdrop dengan penafsiran yang salah kaprah dari gadis itu.
"Kalian benar-benar tenaga kuda yah" ucap Lyon dengan nafas tersenggal karena berlari dan tak mampu meraih mereka.
"Tunggu, Carla jangan menarikku!" ucap Wendy yang berusaha melepaskan cengkraman tangan itu.
"Tidak, kau harus lebih semangat lagi" Exceed perempuan itu menolak dengan sangat keras kepala.
"Kalau kalian capek, izinkan diriku untuk menggendongmu" ucap Hibiki yang kembali mulai dengan trik rayuannya.
Erza melihat ada bayangan besar yang datang dan ketika melihat ke atas "Ohhh, hei bukankah itu Kapal besar yang kalian maksud itu?" dia menunjuk ke atas.
"Yah, itu Kapal Cristina yang sedang dikemudikan pakai Sihir oleh Ichiya-sama" jawab Ren.
"Meski bentuknya gak cantik" Sherry celetuk seenaknya.
Tapi tak lama tiba-tiba kapal Cristina meledak begitu saja dan langsung terjun ke bawah hingga menimbulkan ledakan besar dan membuat yang di sana melihatnya terkejut karena itu tak ada sebab sementara itu Wendy langsung bersembunyi karena kayaknya gadis kecil ini tau apa yang dimaksud.
Dan tak lama terlihat sebuah figure lima bayangan dibalik puing-puing dan asap dari ledakan kapal itu, yang sudah pasti itu ulah mereka.
Erza sedikit mengendus karena kekuatan Natsu terbagi ke tubuhnya "mereka sudah datang tapi, siapa yang menyangka mereka bakal bergerak cepat dari dugaan sebelumnya" dia berbicara serius dan memegang pedang orange.
"Oracion Seis ya..." Gray mengepal tangannya yang bersiap untuk menghajar mereka.
Dan tak lama asap menghilang lalu menunjukan anggota Oracion Seis namun yang sedikit aneh adalah jumlah mereka cuma lima orang saja karena sesuai dengan yang ada di informasi adalah bahwa semua dari mereka ada 6 orang lagi, terlebih kapal bantuan itu hancur dan juga dua orang dari kelompok Aliansi Guild itu tak ada.
"Ohhh, ini cukup menyebalkan dari Nyamuk pengganggu" ucap Brain dengan melihat ke depan.
"Di saat seperti ini si muka Hiu itu benar-benar tak ada lagi" ucap Cobra menghela nafas dan dia tak bisa mendeteksi itu dari pendengaran telinganya "dan kemana dia saat ini sekarang?"
"Aku berani taruh dia tersesat atau amnesia karena lupa jalan" jawab Racer melipat tangannya "dan mungkin saja saat ini dia kebingungan mencari jalan keluar"
"Biarkan saja, karena dia sudah mengerjakan tugasnya" ucap Brain tak begitu khawatir "dan dia akan muncul lagi kalau benar-benar dibutuhkan"
"Yah, memang dia hantu yang datang tiba-tiba dan menghilang tanpa diketahui" ketus Cobra
"Sebenarnya tuan Kisame itu sedang menjual sesuatu karena uang itu adalah hal yang bisa membuat kau tenang" ucap Hoteye dengan suara datar.
"Sebaiknya kau tak usah bicara" Racer sweatdrop.
"Kebetulan sekali! aku tak perlu capek-capek mencari kalian!" ucap Gray yang langsung menerobos maju menyerang mereka tanpa fikir panjang lebih dahulu.
Tapi dengan kekuatan kecepatannya Racer sudah berada di belakang memberikan tendangan keras di belakang kepala lalu dengan salam itu menjadi awal pertarungan dimulai namun pengguna Es itu kembali bangkit lagi lalu mau menyerang tapi Racer langsung menjungkalkannya ke tanah.
"Itulah sebabnya kau harus melihat langkah kakimu" ucap Racer menjentakkan jarinya.
Erza langsung merubah pakaian Empress Fire Armor tapi kali ini ada sedikit perubahan di Armor ini dengan sayap merah besar seperti Naga, dengan di atas jidat seperti mahkota berbentuk kepala Naga, rambut yang twintail kini jadi ponytail, Tatto yang berkembang ke area lehernya, dan Katana sedikit melengkung di ujung dengan goresan corak api.
'Siapa yang mengira Armor ini lebih cocok denganku daripada yang lainnya' Erza tersenyum melihat Armor ini.
"Sungguh suatu kehormatan jika aku menghadapimu Titania" Cobra mengepal tangannya menerima tantangan dari wanita kuat ini.
Erza langsung mengayungkan pedang secara menyamping tapi Cobra melompat ke atas untuk menghindar namun efek dari tebasan itu membuat beberapa pohon di belakangnya jadi ikut terbakar sebelah. gadis scarlet itu belum selesai lalu kembali mengayunkan pedang ke atas membuat efek tebasan api yang kuat tapi Cobra mengepal tangannya membuat kepulan asap ungu dan menabrakan ke arah tebasan itu hingga membuat ledakan di udara.
Banyak kepulan asap hingga sulit melihat dalam jarak pandangan dekat tapi berkat beberapa tehknik berasal dari Natsu jadi agak mudah untuk melawannya, lalu Cobra kembali mengepal tangannya hingga telapak tangannya berubah menjadi sisik ungu keras dan terbang ke arah gadis scarlet ini.
*trang
Terdengar suara Tinju dan Pedang yang saling beradu hingga ada diam sejenak di antara mereka tapi, Cobra tau akan jadi masalah jika seperti ini lalu menggunakan Ular besar yang melilit tubuhnya dan siap melahap Erza tapi beruntung gadis cantik ini langsung melompat menghindar jauh.
'Ini aneh, aku tak bisa membaca fikirannya sama sekali' Cobra sangat frustasi sekali tak bisa melukai musuhnya padahal dia fikir hal seperti ini takkan memakan waktu lama namun dia salah perhitungan.
'Entah kenapa dia sedikit tak nyaman dengan ini' ucap Erza tersenyum melihat reaksi musuhnya dan juga dirinya sudah berubah untuk banyak berlatih dan sedikit berbeda gaya bertarungnya dari banyak berfikir untuk mengalahkan musuh jadi spontanitas dan tak usah mikir malahan ini sama seperti Natsu.
Tapi gadis scarlet ini tak sadar bahwa cara gaya dia bertarung cukup merepotkan lawan yang dihadapi karena selalu bisa membaca fikiran dan isi hati seseorang.
"Yosh, jika dia sudah bergerak ini saatnya giliran kita" ucap Lyon yang begitu semangat melihat pertarungan itu.
"Ohhh, seharusnya kalian tak boleh meremehkan seseorang" ucap Hoteye memegang wajahnya.
Lalu tiba-tiba tanah tempat Lyon dan Sherry berpijak menjadi menggulung terbalik dan menjatuhkan keseimbangan mereka tapi pria besar itu belum selesai lalu mengeluarkan sebuah gelombang suara besar hingga meledak dan mementalkan mereka berdua.
"Kita tak bisa diam saja" ucap Hibiki bersama dengan yang lainnya berniat membantu beberapa dari mereka yang kesusahan.
Tapi ketiga orang itu tak membantu sama sekali malah menambah susah saja buktinya mereka tak bisa berbuat apapun untuk mengatasi kecepatan Racer dan hanya menerima serangan secara terus menerus jadi, bisa dibilang Erza saja yang agak bisa diandalkan tapi tentu saja dirinya sendiri pasti sangat kerepotan jika menghadapi Oracion Seis sendirian.
Dan memang benar beberapa anggota Aliansi Guild ini dibuat kesusahan dan terus diserang tanpa jeda hingga kesulitan menyerang balik dan minus Erza saja yang dapat mengimbangi pria yang memiliki Ular besar ini dan juga cukup menyulitkan karena disaat seperti ini Natsu benar-benar tak ada.
Erza merasakan pijakan tanah bergetar dan melihat tumpukan tanah yang bersiap menimbunnya tapi dia terbang menghindar melewati lubang celah itu kali giliran Cobra yang mengayunkan Ular besar itu ke kiri dan Erza hanya mundur jauh tapi sebelum itu memanggil beberapa pedang dan membuat formasi berbentuk lingkaran.
Lalu berputar seperti Tornado bahkan dia lapisi dengan banyak api hingga terlihat seperti membentuk tornado api dan Cobra bersiap melakukan serangan tapi sebelum itu Erza menjentakkan jarinya dan kumpulan pedang itu terpecah dan menyerang Cobra serbuan pedang itu. dan tentu saja Cobra sedikit terkejut dengan gerakan tiba-tiba itu tapi bisa menghindar meski pundaknya terkena goresan cukup dalam.
"Tck..." Cobra mendecak kesal.
Racee berlari ke belakang dengan cepat membantu kawannya tapi sebelum itu terjadi ada orang yang sama dengan lelaki berambut mohawk itu dan menendang wajahnya hingga tersungkur.
"Tunggu bagaimana bisa?..." Racer bangun dan sedikit bingung melihat ada dirinya yang lain di situ.
"Kau telat bantunya Crossdresser" Erza tersenyum mengetahui tehknik siapa ini.
"Hussh, kau seharusnya bilang terima kasih saja" ucap Sorano yang memanggil Roh Bintang Gemini untuk meniru salah satu anggota Oracion Seis yang hasilnya berhasil.
"Kita bereskan mereka?" ucap Erza melompat ke samping gadis itu dan memegang erat pedangnya itu.
"Itupun kemungkinan 100 persen berhasil gak bakal terwujud" balas Sorano memegang kunci roh bintang "Star Dress : Aries!" dia merubah pakaiannya itu.
Dengan Tube Top warna putih tapi agak minim hingga menonjolkan dua bola dadanya, dengan bagian atas dan perut terbuka, rok putih berbulu sepaha, dengan sarung tangan pendek putih, sepatu boot putih, dengan rambut digulung di dua sisi seperti rambut Juvia dulu, tanduk kuning, dan jepit rambut hitam.
"Bahkan dirinya sendiri Crossdresser" Erza membalas hinaan karena tadi disinggung sebagai tukang cosplay.
Sorano mengibaskan tangannya "husss, aku saat ini tak minta pendapatmu tentang bajuku" dia sendiri cukup kuat untuk membawa dua roh sekaligus.
Brain sangat jengkel sekali karena dipermainkan seperti ini padahal dia tau mereka tak perlu repot mengatasi mereka "grrrrr! hancurkan mereka!" dia memerintahkan anggota Oracion Seis dan jika belum maka dirinya akan turun tangan dan enggan menggunakan Midnight yang lagi tertidur.
Ketiga orang itu langsung maju tanpa alasan dan Racer berlari kencang ke arah dua gadis itu namun lelaki rambut mohawk ini merasa aneh karena pergerakannya sedikit lambat dan melihat ke bawah kakinya seperti menginjak sesuatu yang lembut dan berbulu. disaat yang sama Erza membuat Tombak Api besar dan langsung melemparkannya ke depan.
Cobra langsung menyemburkan cairan ungu dari mulutnya untuk menahan serangan itu dan membantu teman-temannya.
"Gunakanlah mata ketika kau berpijak bodoh" ucap Cobra sarkas.
"Berisik!" balas Racer jengkel.
"Tch, padahal dikit lagi" Sorano menggerutu tak jelas.
Hoteye mengeluarkan gelombang suara besar hingga membuat pijakan tanah terbalik dan meledak tapi, Erza membuat tebasan api dengan menyilang hingga kedua kekuatan besar itu beradu dan membuat gelombang ledakan besar.
Suasan jarak pandang terbatas karena ledakan tadi tapi bagi Cobra hal seperti ini tak masalah lalu dia mengirimkan Ularnya dan di satu sisi Erza tak sadar namun tak lama Ular besar itu mengigit lengan kanannya.
"Ughh..." Erza sedikit mengerang sakit karena sesuatu basah di kirim ke tubuhnya dan dia tau itu adalah racun namun masih bisa menahannya.
Tapi Erza masih bisa bergerak namun cengkraman gigitan Ular itu tak mau lepas lalu membuat tubuhnya berputar di udara dengan maksud melilit hewan besar itu agak pusing, Cobra melihat ini sebagai masalah lalu datang menyerang untuk membantu tapi itu adalah kesalahan karena Erza melempar pedang kecil berapi ke depan.
Cobra yang tak bisa menghindar akhirnya terkena lemparan itu dibagian tubuhnya dan cukup menyakitkan juga, Racer datang membantu namun Sorano menghalangi dengan menembak bulu bola lembut jadi salah satu anggota Oracion Seis ini mundur jauh.
"Tck, benar-benar merepotkan" Racer mendecak frustasi.
"Yang benar saja..." Cobra memegang pundaknya yang terluka dan itu lebih baik daripada Ularnya ini terpotong jadi dua.
"Huffttt! kalian benar-benar gak berguna semua"
!
Sebuah suara baru muncul lalu ketika mereka melihat ke belakang di sana ada Wendy yang sudah pingsan tengah digendok di pundak seseorang dengan wajah menyeramkan bahkan dua kucing tadi pingsan juga hingga tak berbuat banyak.
"Kerja bagus!" Brain tersenyum bangga melihat prestasi anak buahnya ini.
"Ini yang kau cari bukan?" ucap Kisame menunjuk gadis kecil ini lalu melihat ke teman-temannya "kalian sungguh gak berguna mengatasi cecunguk seperti ini saja gak becus!"
"..." Cobra memalingkan wajahnya dan tak bisa menjawab apapun.
"Sial Wendy!" Erza mengumpat karena frustasi bisa selengah ini dan juga dia tak bisa mencium baunya ditambah situasi sekarang bertambah buruk dengan munculnya satu lagi salah satu Anggota Oracion Seis.
"Aku tak yakin hahhh... kita bisa hahhh... Mengatasinya" ucap Sorano dengan nafas tersenggal karena menggunakan Dua Roh Bintang sekaligus benar-benar membuat tubuhnya capek hingga lemas "dan hahhh... Kita hahhh... harus menyelamatkan... Wendy"
"Cepat selesaikan mereka!" Brain memerintah pria wajah yang menyeramkan.
Erza dan Sorano berbalik lalu maju dengan maksud menyerang Wendy tapi Kisame menyatukan telapak tangan seperti membuat sesuatu segel atau apapun itu.
Kedua gadis ini berhenti melihat sesuatu kumpulan air membentuk seseorang tapi mereka telat untuk menghindar karena kedua bayangan itu mirip dengan Kisame dan mencengkram leher mereka dengan kuat dan langsung mengurung mereka dalam Bola air bening.
"Sudah beres!" teriak Kisame.
"Bagus, kita bawa gadis itu juga" ucap Brain dengan grin dan tau bahwa kekuatan gadis kecil itu berguna untuk rencananya nanti.
'Sial, tubuhku terasa lemas sekali' Sorano merasakan tubuhnya sudah bisa mengeluarkan kekuatan lagi itu, terbukti Dua Roh Bintang miliknya langsung melihat.
'Kurungan air ini benar-benar menyedot kekuatan kita' Erza merasakan pandangan matanya perlahan kabur dan juga terlebih efek racun di dalam tubuhnya mulai bekerja secara perlahan.
"Baiklah, kita saatnya mundur" ucap Brain menjentakkan jarinya dan lalu tak lama mereka semua menghilang setelah mendapatkan apa yang mereka mau.
Dan setelah mereka kabur lalu tak lama mereka berdua terbebas dari kurungan air itu dan meninggalkan anggota Aliansi yang terkapar dan tak bisa berbuat banyak untuk mengatasi mereka ditambah juga Natsu tak ada di sini untuk datang membantu.
"Sial, mereka membawa Wendy" Sorano mengepal tangannya frustasi dan suaranya pelan sekali lalu menoleh ke samping di mana Erza pingsan tak sadarkan diri.
'Kita harus buat sesuatu'
.
.
.
.
.
- Kemudian
Setelah serangan mengejutkan dari Oracion Seis kini pasukan Aliansi Guild sedang beristirahat untuk sedikit menyembuhkan luka mereka yang dihajar habis-habisan oleh Oracion Seis dan ditambah masalah lagi yaitu Wendy diculik oleh mereka.
Untuk sekarang Natsu sudah kembali ke sini dan terkejut mendapati mereka sudah babak belur seperti ini, juga Jura dan Ichiya yang kembali setelah sempat tak sadarkan diri berkat kurungaan air itu lalu untuk sekarang mereka istirahat sambil memikirkan rencana untuk sebuah serqngan balasan.
"Kau kemana saja bodoh?! kita sedang kesusahan tau!" teriak Gray jengkel ke rivalnya itu karena disaat seperti ini dia tak ada dan juga dalam hatinya dirinya ogah mengakui kehebatannya itu "jangan main-main! kita sedang serius sekarang!"
"Apa aku sedang kelihatan main-main?" ucap Natsu dengan wajah polos menunjuk dirinya sendiri.
'Ah, benar juga yah' Gray terlihat tak ingin membalas lagi dan dia juga bingung dengan kondisi orang ini juga terluka entah dapat dari mana.
"Kau baik-baik saja Jura-san?" Lyon bertanya karena pria besar ini sempat menghilang juga.
"Tidak terlalu baik-baik saja" jawab Jura menggeleng dan menunjukan beberapa luka di area perut karena harus sekuat tenaga untuk keluar dari tehknik kuat itu "tapi beruntung berkat Sihir dari tuan Ichiya jadi rasa sakitnya tak begitu terasa"
"Jadi tolong hiruplah ini untuk meredakan rasa sakit kalian ~!" ucap Ichiya menyebarkan Aroma Parfum yang cukup bisa menghilangkan rasa sakit akibat sesuatu.
"Mereka menculik Wendy dan juga Happy!" ucap Gray menggertakan giginya sangat frustasi karena tak bisa berbuat banyak.
"Pantas saja aku tak melihat mereka" Natsu mengangguk tenang dan sebelum dia pergi Syalnya ditarik lalu melihat ke atas "ohhh, kau kucing terbang yang bersama dengan Wendy?"
"Namaku Carla dan kau akan pergi menyelamatkan Wendy?" jawab Kucing putih itu "aku tau kau orangnya lebih kuat daripada yang lainnya dan bisa diandalkan?"
"Sangat jelas" Natsu mengangguk.
"Tolong selamatkan dia!" teriak Carla dengan wajah penuh memohon.
"Tapi, sebelum itu aku ingin tau tentang Wendy dari mulutmu" ucap Natsu melipat tangannya.
"Dia bisa menyembuhkan luka dan bisa lewat perantara melalui ciuman di mulut" ucap Carla menjelaskan "dan dia bisa mencium bau seseorang dari jarak yang sangat jauh sekali"
"Ohhh~seharusnya,,, biarkan~aku saja.." ucap Ichiya yang bermaksud bejat
"Ohhh, dia benar-benar gadis kecil yang kuat" ucap Eve terkagum.
"Sihir kuno penyihir langit yah.." ucap Ren menaruh tangan di dagu.
"Jadi dia adalah seorang DragonSlayer Angin" ucap Carla menyelesaikan penjelasannya.
'Pantas saja..' Natsu sedikit tak asing dengan gadis kecil itu tapi cuman ada sedikit perbedaan antara kekuatan mereka dan sama dengan Gajeel seorang DragonSlayer asli tanpa bantuan Crystal Lacrima.
"Dia sama sepertimu Natsu" ucap Sorano melihat ke lelaki berambut pink itu.
"Tapi sebelum kita melanjutkan misi ini tampaknya kita sedikit ada masalah" ucap Lyon menunjuk gadis berambut Scarlet yang duduk selonjor bersandar di pohon.
"Erza!" Natsu terkejut melihat gadis itu yang dengan nafas terengah-engah seperti asma dan menahan rasa sakit.
"Dia sepertinya terkena racun tapi Parfum milikku ini tak bisa bekerja menyembuhkannya" ucap Ichiya yang sudah berusaha mengobatinya.
"Mungkin gadis kecil itu bisa melakukannya" ucap Eve.
Natsu berlutut dan menatap gadis itu sambil mengelus rambutnya yang merah "kau benar-benar buruk sekali yah"
Erza membuka matanya dengan tersenyum payah "tch, kau ini selalu saja seperti ini" dia tak biasa menunjukan kelemahannya di depan orang lain.
"Butuh bantuan?" Natsu bertanya.
"Itupun jika aku bisa melakukannya sendiri" balas Erza menunjuk tangannya yang memulai warna ungu.
'Gigit tangannya nanti akan aku transfer kekutanku untuk membakar racun yang ada di dalam' Kurama memberi saran.
Natsu langsung menarik tangan gadis itu lalu mengigit tangan Erza dengan sekeras mungkin, terdengar suara teriakan keras dari gadis itu yang merasakan sakit dan panas luar biasa di tubuhnya lalu tampak aura orange disekeliling mereka.
"Tunggu apa yang kau lakukan?.." Hibiki bertanya melihat kondisi gadis itu yang tampak kurang baik.
Gray menahannya dan menggeleng "biarkan saja dia bekerja" dia tau Natsu bisa mengatasi masalahnya.
Setelah beberapa saat Natsu sudah selesai dengan tugasnya dan tampak lengan Erza kembali warna normal namun cuma luka sedikit berkat pertarungan tadi.
Natsu meludah ke bawah "Cuihhhh! sudah beres!" dan terlihat bekas ludahan itu warna ungu kental dan terlihat itu adalah racun yang berada dalam gadis itu.
"Kau... bisa...mengobati juga?" Carla cukup terkejut.
Natsu menggeleng kepala "tidak juga, lagipula itu hanya berlaku dengan orang-orang yang terhubung dan aku beri tanda"
"Tanda?" Carla tak tau apa yang dia maksud dan sementara Sorano hanya blush memerah karena mengerti maksudnya.
Erza tersenyum lalu merangkul kepala DragonSlayer Api itu sambil membenamkan ke dadanya "fufufu! kau sungguh benar-benar DragonSlayer yang sangat berguna sekali" dia mengusap rambut pink itu merasakan sensasi hangat di tubuhnya "dan terima kasih atas pertolongannya darimu hihihi!"
"Ughhh yeah..." Natsu mengerang karena kepalanya terbentur benda keras.
"Baiklah semuanya sudah berkumpul dan kembali siap" ucap Jura melihat sekeliling "aku tak tau apa tujuan mereka membawa nona kecil Wendy tapi, aku berani yakin nona kecil itu adalah salah satu dari rencana mereka untuk membuat sesuatu yang disebut Nirvana itu"
"Jadi tujuan kita berbelok sedikit" ucap Hibiki.
Lyon menggeleng "tidak, itu masih sama tapi siapa tau kita bisa menemukan salah satu anggota Oracion Seis saat menyelamatkan Wendy"
"Jadi, kita pergi sekarang!" teriak Natsu.
"Ouuu!"
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
- Di Dalam Reruntuhan
Semua anggota Oracion Seis kini berkumpul semua setelah mendapatkan apa yang mereka mau dengan membawa Wendy dan entah bagaimana caranya Happy juga sampai ikut terbawa bersama dengan mereka lalu melanjutkan rencana mereka.
"Urus dia!" ucap Kisame menjatuhkan gadis itu seenaknya ke bawah dan berjalan sedikit menjauh.
"Jadi, kenapa kau membawanya? atau ini ada hubungannya?" tanya Cobra yang tak tau apapun tentang gadis kecil ini.
"Jika, tidak kita mungkin bisa menjualnya" ucap Hoteye yang di otaknya cuma uang dan uang saja "dan mungkin bisa mendapatkan keuntungan yang besar pula"
"Oh tentu saja orang ini berharga karena bisa sihir langit dan penyembuhan" jawab Brain "dan kita akan meminta anak ini untuk membangkitkannya"
"Jadi begitu rupanya... " Cobra mengangguk faham dan mungkin saja gadis kecil ini adalah komponen penting dari rencana mereka "sebuah sihir kuno yang sudah lama hilang"
"Mana mau aku melakukannya untuk kalian dasar orang-orang jahat!" teriak Wendy menolak keras sambil memeluk erat Happy.
"Ohhh, suka atau tidak suka suatu saat kau pasti akan melakukannya sendiri saat melihatnya" balas Brain menatap tajam gadis kecil itu "dan Racer coba kau bawa benda itu ke sini"
Racer menghela nafas "itu lumayan berat dan akan memakan waktu"
"Lakukan saja" ucap Brain sedikit memaksa "Hoteye, Cobra, dan Kisame kalian melanjutkan mencari Nirvana sementara aku dan Midnight akan berjaga di sini jikalau kejadian buruk bakal terjadi"
"Baiklah" jawab mereka kompak.
'Nii-san selamatkan aku' Wendy memegang erat Happy dengan wajah ketakutan.
.
.
.
.
.
- Dalam Hutan
Sementara itu semua orang berpencar ke dalam Hutan untuk segera menemukan Wendy karena tak ada yang tau apa yang bakal Oracion Seis lakukan terhadap gadis kecil itu namun satu hal yaitu sesuatu yang sangat berbahaya sekali.
Sekarang Natsu, Erza, Gray, dan juga kucing Wendy Carla berlari masuk ke dalam hutan yang lebih dalam lagi untuk mencari gadis itu sementara Sorano tampaknya berpisah dan memilih jalur yang sedikit berbeda.
"Ini cukup mengejutkan bahwa gadis kecil itu sama sepertimu Natsu" ucap Erza berlari paling belakang di antara yang lainnya.
"Dilihat dari reaksi Wendy dan cara bertarungmu aku yakin bahwa dia mengenalmu dan bakal cepat akrab" ucap Carla "lagipula dia juga sama-sama seorang DragonSlayer"
"DragonSlayer Angin, jadi apa yang dia makan?" Natsu bertanya dengan penasaran.
"Udara" jawab Carla.
"Apakah rasanya enak?" Natsu langsung ngiler jika membahas makanan.
"Tentu" jawab Carla.
"Apakah itu sama dengan Oxygen?" Gray sedikit bingung kalau Natsu dan Gajeel cukup gampang tinggal beri Api buatan atau bahan dari besi itu cukup mengeyangkan mereka.
"Dan juga dia bisa melakukan sihir ini berkat seekor Naga yang bernama Gradeeney mengajarinya sihir" ucap Carla masih memberi informasi tentang temannya ini "dan saat ini dia sekarang sedang mencarinya juga"
"Apakah Naga itu hilang tanggal 7, bulan 7, tahun 777?" Natsu bertanya karena mengalami masalah yang sama dan juga Gajeel juga seperti itu.
Carla menggeleng "tidak, dia hanya tinggal bilang tanggal tujuh saja waktu itu menghilang dan tak mengingatnya"
"Tunggu..." Natsu menghentikan mereka untuk lanjut berlari.
"Ada apa?" tanya Erza sedikit bingung.
"Nah, kita ada tamu tak diundang datang ke sini" jawab Natsu menunjukan sekumpulan orang-orang yang mengurung mereka di sini.
"Mereka sangat banyak, ini benar-benar tak bagus sekali" ucap Carla cukup sangat cemas sekali.
"Ffttthahahaha! Lihat ada sekumpulan Gorilla di sana!" Natsu tertawa melihat orang-orang yang memiliki wajah aneh dan lucu sekali.
"Hahaha idiot, itu bukan Gorilla melainkan sekumpulan Monyet!" Gray ikut tertawa keras sekali karena lucu dan tidak salah orang-orang ini pernah dihajar oleh Laxus sebelumnya.
Erza menepak kepala mereka berdua "cukup, kalian hentikan ini" dia tak tertawa malahan menanggapi ini dengan serius.
"Hei, bagaimana kalau kita bertaruh?" ucap Natsu melirik sekeliling.
Gray menyeringai sangat tertarik "bertaruh apa? dan apa yang akan kau taruhkan hah?"
"Yang paling banyak mengalahkan mereka boleh mentraktir sepuasnya" jawab Natsu dengan grin.
"Ohhhh, itu ide yang bagus" Gray mengepal tangannya begitu semangat.
"Kalau kalian bicara seperti itu, kenapa tak izinkan aku untuk ikutan juga?" ucap Erza memegang pedangnya dan dia sangat ingin ditraktir membeli kue strawberry setelah ini dan makan sepuasnya.
"Ohhhh tapi taruhanku denganmu agak sedikit beda Erza" ucap Natsu dengan grin menunjukan maksud lain.
"Oh, apakah itu?" Erza mengangkat sebelah alisnya.
Natsu berbisik dan tak lama wajah gadis itu sama seperti rambutnya "bodoh! jangan sekarang tau!" dia menampar punggungg lelaki itu dengan wajah sangat malu dan jauh dari gambarannya yang sangat keras itu "tapi, kau harus mentraktirku membeli kue sepuasnya"
"Oke" balas Natsu mengacungkan jempolnya, dan untuk Gray memilih tak ikut campur karena bukan urusannya.
"Kalau kalah jangan nangis nanti" ucap Gray mengejek.
"Cuehhh, mimpi saja terus" balas Natsu.
"Sebenarnya ada apa dengan orang-orang dari Fairy Tail ini?!" Carla sangat keheranan dan tak melihat mereka tak takut sekali dengan para anggota Guild kegelapan ini.
Sementara itu kelompok yang lainnya juga menghadapi masalah yang sama dan dihadang oleh Guild gelap.
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
- Di Luar Hutan
Sementara itu cuma Hibiki saja yang berada di sini untuk tidak ikut membantu melakukan penyelamatan Wendy karena tugas dia sebagai Support saja untuk memberi tau informasi kepada yang lainnya tentang markas rahasia musuh.
"Hmmmm, ini terlihat semuanya dihadang oleh Guild Gelap yang berada di bawah naungan Oracion Seis" ucap Hibiki melihat ke layar Lacrima "tapi itu tak masalah namun cukup hati-hati saja karena jumlah mereka lumayan banyak"
"Lokasi Wendy-chan ada di sebuah Tambang tua kecil yang lebih masuk ke dalam hutan lagi"
"Dan teman-teman yang berada dekat dengan lokasinya adalah hmmmmmm... ah cuman kelompok Erza saja"
"Baiklah, saatnya Telepati"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Cutttt akhirnya selesai juga meskipun saya bukan orang yang tipe seperti ini dan juga ada satu hal yang harus dilakukan tapi bukan saatnya wkwkwk :v
Pm
RnR
