The Pandora of Memory

[Pertaruhan & Pertarungan]

Sebagai Seorang pelarian baru, memang wajar bagi Sakura mendapat pandangan negative terkecuali Golin, pada awalnya para kurcaci menolak dengan tegas hal ini, karna mungkin saja keberadaan Sakura yang notabene seorang wanita tentu saja bisa menghambat focus mereka. Akan tetapi dengan kekerskepalaan yang dimiliki Golin dan tekad kuatnya, mau tidak mau rombongan itu pada akhirnya mau membawa Sakura ikut serta.

Tak banyak kisah yang diketahui dari para Kurcaci, namun meski sedikit setidaknya Sakura mengetahui secara singkat dari percakapan yang terjadi selama mereka mengikuti Hobbit bernama Bilbo dalam menyusuri lika-liku jalan kecil area penjara bawah tanah.

Fili kakak dari kurcaci bernama Kili yang sangat protektif pada adiknya.

Kili adik dari Fili, merupakan seorang pemanah, dan memiliki tubuh lebih tinggi dari kurcaci lainya.

Nori kurcaci semangat, berjiwa petulang yang keras-kepala.

Dori yang memiliki sifat yang dewasa bersahaja, Sudara dari Nori jugaOin, lalu

Bifur yang katanya memiliki cacatan criminal tingkat tinggi namun justru menjadi bahan lelucon oleh para rombongan yang membuatnya kikuk.

Bofur keras kepala pecinta Kue Pai dan keju.

Ori Yang memiliki sifat tak peka dan mudah tersinggung

Bombur yang merupakan sepupu Bifur dan Bofur, hal yang paling disukainya adalah makanan, pecinta keluarga, dan memasak.

Gloin, Sosok kurcaci yang keras, pembicara yang pedas dan berapi-api, namun jika dihadapkan pada orang yang mengetahui sisi sifatnya sebenarnya dia adalah kurcaci yang penuh kasih-sayang dan cinta terhadap keluarganya.

Oin yang terlihat ramah dan bawel, yang merupakan adik Gloin, sangat mengagumi ramuan dan sedikit memiliki keahlian meramu tanaman obat.

Sementara Dwalin, Oakenshield, Balin masih menutup apa-pun tentang mereka bertiga, mungkin bagi mereka bukan saat yang tepat untuk membicarakanya, pada sosok baru yang tak bisa dipercaya dan Sakura memahaminya, meski gadis itu menanggapi semua hal dengan diam, namun ia bisa tahu dari melihat gerak-gerik ketiganya.

Tangan Golin masih saja mengenggam kuat tangan Sakura, menyusuri jalan-jalan kecil dan bahkan terlalu berbahaya dilewati lebih dari tiga orang, mengapa berbahaya?, karna setiap sisi jalan tak memiliki penyangga. Semua Kurcaci nampak bergerak bergiliran dengan cepat dan tergesa-gesa, sementara Golin memutuskan untuk berjalan dibelakang agar Sakura tak tergencet dengan kurcaci lainya, waw Ayah yang pengertian.

"Disebelah sini!,"Ucap sang pemandu yang dipanggil Bilbo sang Hobbit.

"Kenapa kau malah membawa kami kegudang Anggur,"Ucap Oni dengan nada kesal.

Mereka semua sampai diruang bawah tanah, tempat ini cukup berpasir menurut Sakura, layaknya sebuah gudang pada umumnya, lapisan dinding terbuat dari batu yang dikeruk-tangan seperti, Penjara yang ditempatinya dua hari yang lalu. Namun ruangan ini lebih besar. Dengan barang-barang tergeletak dirak-rak lemari, seperti gentong-gentong kecil berjejer, beberapa kotak yang disusun dipinggir ruanganan, senjata-senjata dan masih banyak lagi.

" ZZzzz..."Sakura menatap kedua ellon nampak tertidur sembari menempa-dagunya dimeja, dengan gelas-gelas minuman, serta botol-botol yang nampak berserakan dan berantakan dimeja mereka.

"Elf menjijikan! Jika andai kita tak dalam pelarian aku ingin mengetok kepala mereka pakai palu hingga kepalanya, hancur terburai diatas meja itu!,"Tukas Golin, dengan ledakan emosi, sementara Sakura hanya menghelah nafas dan mencoba menenangkanya, dan berhasil menurunkan 10 oktaf suara-seraknya, diantara 25 oktafnya(?).

"Ayo kemari,"Desis Bilbo. "Lalu-masuklah dalam tong itu,"Ucap Bilbo lagi.

"Kau gila dia akan menemukan kita!,"Desis Goilin menatap tajam, meskipun suaranya lebih rendah. "Kau menyuruh kami masuk tong ini yang benar saja!,"Umpatnya sangat marah layaknya ingin menguliti Bilbo saat ini juga, membuat sang hobbit menggigil ketakutan.

"Aku berjanji! Mohon kalian harus percaya padaku!,"ucapnya menggeleng panic lalu menatap Sakura senduh. "Dan tetaplah disampingku Nona, ikuti aba-abaku dan rencanaku!,"Ucap Bilbo dengat tatapan penuh keyakinan. "Lalu mengarahkan kepalanya pada sosok pemimpin para Kurcaci, dengan tatapan 'Beri aku kesempatan' pada Oakenshield yang nampak mendengkus, seolah tak rela juga.

"Lakukan apa yang dia pinta!,"Ucap Oakenshield serius, dan semua akhirnya mengikuti intruksi Bilbo. Satu-persatu memasuki lubang Drum yang dibaringkan, diujung ruangan, sementara Bilbo meminta Sakura untuk berdiri dipinggir Drum tampa protes membuat Bilbo mendengkus lega, lalu ia berjalan memutari tumpukan Drum-kayu setelah memastikan para-kurcaci sudah masuk kedalam Drum, ia lalu mendekati sebuah tuas panjang tak jauh dari tumpukan Drum tersebut.

"Eh! Lalu apa yang harus kami lakukan?!,"Suara '' terdengar membuat Sakura hanya memiringkan kepala, mengikuti tingkah para Kurcaci yang secara bersamaan mulai menjulur kan kepalanya keluar dari mulut Drum, memandang Bilbo dengan pandangan penuh penasaran.

"Tahan nafas kalian semua...sekarang,"Ucap Billbo datar lalu mengangkat tangan sebatas bahu seolah memandu mereka, untuk tenang.

"Eh! Tahan nafas maksutnya ap!-,"Bilbo hanya tersenyum miring mengabaikan pernyataan para Kurcaci, ia hanya menghelah nafas lalu ia menarik tuas membuat lubang mengarah kealiran air bawah tanah terbuka secara tiba-tiba, membuat Drum kayu-kayu itu mengelinding kelubang bawah tanah bersama teriakan para Kurcaci.

"Nona kau juga meluncurlah!,"Teriak Bilbo cepat. saat semua Durm-berisikan para Kurcaci sudah jatuh bebas kedalam lubang bawah tanah, menyisihkan dirinya dan Bilbo. Membuat Sakura mengangguk datar lalu gadis itu meluncur terjun bebas kebawah layaknya permainan perosotan, dengan ketinggian lima-meter (atau lebih), sebelum sampai pada kedalaman air yang belum jelas, apa itu aman atau tidak. membuat jantung Sakura yang terpacuh sangat kuat, sampai ia merasakan detik-detik sentuhan air-tawar menyentuh kulitnya, yang terasa kering selama dua hari, dan juga memasuki hidung, telinga dan mulutnya dengan cepat.

BRASK!

"PUAAAH!,"Jeritan mencari nafas, serta rontaan Sakura terdengar bersamaan tiga lengan kekar tiba-tiba langsung menarik Sakura keluar dari permukaan air. Membuat Sakura langsung-narik nafas dengan rakus, saat ditarik menyentuh dunia udara.

"Sakura kau baik-baik saja Nak!,"Teriakan Golin langsung pecah menatap Sakura ditarik oleh tiga kurcaci, seolah bagai peringan selama diair (Note : Zaman modern kita menyebutnya pelampung).

"Kau baik-baik saja nona,"Ucap sang kurcaci bernama Ori.

"Kuharap kondisimu baik-baik saja,"Ucap Kurcaci bernama Oin.

"Mentalnya kuat juga untuk seorang gadis,"Ucap Bofur.

"Aku baik-baik saja terimakasi,"Ucap Sakura lalu mencoba, meringankan tubuhnya, dan melepaskan ketiga tangan yang menolongnya untuk tak tenggelam, nampaknya Sakura masih bisa berenang seolah, ia sering melakukanya sebelum ingatanya menghilang, membuat senyuman lega terlihat dari Ori, Bofur dan Oin yang mulai membuka keramah tamahan pada orang baru.

"HOAAAAH..."Tiba-tiba sosok Billbo terjun dari atas, dan dengan cepat membuat ketiga kurcaci kembali panic sembari menarik tangan Sakura lagi, menjauh sedikit agar Bilbo, tak sampai terjun menimpa tubuh gadis itu dibawahnya.

"Kerja bagus Tuan Biggins,"Ucap Oakenshield lalu mengangguk yakin sementara Bilbo hanya melambaikan tangan dengan muka suram, sembari bergantung pada tong Bofur. Mereka semua memutuskan segera berenang keluar dari aliran sungai bawah tanah sebelum pasukan Elf menemukan mereka.

Udara yang dingin terasa menusuk kulit, para kurcaci, Hobbit dan Seorang manusia nampak terombang-ambing terbawa arus sungai-kecil, gua yang terhubung dari gunung, membentuk arus-arus kecil dari segala sisi area penjara, dan beberapa arus kecil mengalir dibawah tanah pelosok ruang militer yang merupakan sayap kiri istana, dan tujuan mereka sekarang adalah mengambil jalur pelarian lewat air. Sakura yakin ia pasti pelarian ini tak akan mudah.

.

.

.

"Tap...tap...tap,"

Suara langkah kaki terdengar pelan menyusuri lorong. Di sebuah Mansion yang terbuatdari kayu sangat tua, atap yang berlapis-lapis jerami, susunan Kayu batok yang dipahat begitu rapi, namun meski terlihat tua namun rumah itu begitu kokoh, dalam tampilan bentuk sederhana yang jauh dari kata mewah atau megah yang terletak ditengah hutan.

Tempat itu berada jauh dari alam lainya, serta jauh dari jangkauan dunia lain fana serta non-fana dimana dunia itu adalah buatanya, ia tinggal disana, lebih dari ribuan tahun, bersama hutan-hutan para orb-spirt, dan Hewan-hewan yang hidup bebas disekitar mansion miliknya.

SREEEEK!

Shun lalu mengeser sebuah pintu-geser menuju sebuah ruangan, yang merupakan kamar pribadinya, yang multi-fungsi, dimana sebuah kamar juga memiliki sebuah ruang study tersendiri, rak buku-buku kecil. Beberapa kursi bangku khusus dimana ia bisa bersantai, dan tengelam dalam buku bacaan.

Shun letakan kotak pemberian Naoto diatas meja, lalu melepaskan jubah yang ia kenakan sedari tadi, untuk digantung kemudian ia kembali mendekati kotak itu, lalu meraba permukaan kotak.

Kotak yang polos tampa corak, tak ada yang special, dari tampilan Kotak, namun Shun tak tertipu dengan kepolosan-kotak diatas meja itu. Ia bisa merasakan energy kuat, menyelubungi kotak itu, dan energy itu sangatlah berbahaya, dia teringat dengan Naoto usai sampai dirumah ini, dan perkataan terakhir pemuda-Iblis itu, saat keduanya berpisah dilorong mansion Saat Naoto menuju kamar tamu mansion ini dan berkata.

'Kotak itu hanya dibuka oleh orang yang memang dituju'

'Seolah Kotak itu sudah lama mencarimu ribuan tahun dan Karna takdir dia menemukanku untuk membawanya padamu'

Shun mendengkus, karna dia adalah orang dituju kotak itu, maka dia tak perlu repot-repot menghancurkan mantra dikotak tersebut demi membukanya. Sebuah Dimensi, pergejolaka-alam, Ras, kekuatan, Trap, Dark, Light, yang merupakan sihir adalah hal yang tabu bagi Shun. Lelaki itu lalu membuka Kotak tampa masalah, dan menemukan sebuah cermin didalamnya.

Terlihat sebuah Cermin berpigura meliuk-liuk disetiap sisinya, yang terbuat dari emas dengan campuran Kristal, juga serpihan tembaga yang memudar, dan tercium wangi dari dalam cermin, dengan tenaga mistis mengeluar saat kotak dibuka.

"Aura ini jangan bilang-,"Shun memutuskan ucapanya ditengah jalan Ialu tersenyum-miring memperhatikan cermin indah yang dikeluarkanya sangat hati-hati dari kotak. "Aku tak menyangka anda, akan melakukan sejauh ini Lady Eleberth Sang penjaga bintang,"Ucapnya lalu bercermin, pada cermin itu, dan menatap pantulan ceriman dirinya dengan serius, sebelum reflesi-cermin berubah seperti sebuah pantulan-air yang lembut berubah menjadi vigur seorang wanita.

"Sekian Miliaran-tahun, akhirnya aku bisa melihatmu lagi,"Desis lembut sosok seorang wanita, cantik, berambut coklat kelam, yang menjuruh panjang, dengan accesoris dari akar-akar pohon bercampur kristal indah dikepalanya, helai rambut yang begitu yang halus kesetiap sisi tubuhnya yang luar biasa indah, ramping semampai juga anggun, wanita itu mengenakan gaun putih berkain jatuh dengan ribuan serpihan Kristal halus disetiap benang pada gaunya,

"Anda tahu ini cukup aneh!,"Ucap Shun memiringkan kepala, "Saya bukan salah satu mahluk, yang turut ikut campur dengan duniamu apakah Saya melanggar aturan dan batas duniamu?,"Tanya Shun tersenyum menunggu jawaban eleth dalam pantulan cermin.

"Tidak anda tak melakukan sesuatu yang salah dengan itu,"Ucap Eleberth sembari tersenyum ramah dan kepalanya digelengkan kekiri dan kekanan, dengan mata darknya .

"Lalu Saya yakin anda bukan hanya berbicara dengan saya untuk reoni pertemuan kita, setelah sekian ribu tahun,"Ucap Shun tersenyum, tampa sungkan.

"Selalu sopan, dan serius pada waktunya adalah dirimu,"Ucapnya Eleberth penuh teka-teki.

"Kuharap itu tidak bermakna sindiran padaku!, Kau tahu teman-teman yang selalu mengunjungiku ratusan tahun sekali selalu menyindirku dengan kata-kata yang sama,"Ucap Shun lalu terkekek, dan eleth menatap Shun itu ramah dan tertawa anggun. "Lalu jelaskan pada saya? Ada yang anda inginkan?,"Ucap Shun datar, raut wajahnya berubah dari ramah berubah menjadi serius.

"Ya aku memiliki keinginan,"Jawab Eleberth lalu menutup matanya, tiba-tiba raut senduh terlihat dari raut cantikanya, yang mempesona. "Dan saya tahu jika anda dari Kaum luar duniaku, bisa mengabulkan permintaan saya ini"Ucapnya.

"Tapi bayaranya harus sesuai mahar yang berlaku apa anda siap dengan konsekuansi dan harga yang sentimpal nantinya,"Tanya Shun dengan serius, pria itu tak pernah meminta sesuatu yang setengah-setengah, dalam melakukan segala pekerjaan termaksut membantu dalam mengabulkan 'Permintaan' Seseorang sesuai mahar karna berat atau ringanya sebuah permintaan diajukan.

"Aku tahu itu 'Eras',"

.

.

.

Udara dingin seolah menghujam pori-pori kulit, membuat sebuah uap-uap tipis keluar dae mulut Sakura, tanganya berpegang kuat pada salah satu Drum kosang dan dan mengikuti arus air yang terus membawanya bersama para Darwf.

"Arusnya semakin kuat!,"Teriak Ori.

"Nampaknya kita harus berpegangan!, Berpegangan semua!,"Teriak Balin keras, saat menyadari tak jauh dari mereka adalah pinggiran arus-air, membuat mereka harus menahan sesak saat menghujam air dan jatuh. Beruntung Sakura bisa mengendalikan diri sebelum ia benar-benar tenggelam oleh arus kuat dan tetap bertahan oleh Drum tadi.

"TOOOOOOOOOOOOOONNNNNNNNNNTTTTTTT!,"Sebuah dengungan tiupan-terompet terdengar menjuruh mengulir keudara. Membuat para Kurcaci nampak melihat sosok seorang ellon meniup Trompet untuk memberitahu agar menutup pintu aliran air.

"Gawat mereka akan menutup gerbang airnya!,"Ucap Bifur.

"Kita harus cepat!,"Desis Balin membuat para Kurcaci berusaha menyelam lebih cepat agar, bisa meraih pintu air yang jika terlambat akan menutup.

KREK!

TAP!

"Ahg!,"Kepanikan sekaligus kemarahan saat mereka terkumpul digerbang air yang tertutup dengan rapat, dan para penjaga berzirah siap dengan pedang yang dikeluarkan dari sarung pedang untuk meringkus mereka. Sesuatu yang tak terduga terjadi salah satu Elf berzirah itu terpanah tepat dibahu kirinya dan tumbang seketika, mengagetkan para Kurcaci dan penjaga lainya yang ikut tumbang satu-persatu akibat serangan yang datang dari luar pembatas.

PRANG!

Mata Sakura membulat lebar saat sosok mengerikan muncul dari pembatas, tubuh mereka tinggi berkulit coklat kering, kusam ditambahi lumut disekitar mereka membuat ia nampak tidak baik untuk didekati, ia mengalungkan panah-nya dilengan kiri kokohnya disertai geraman mengerikan yang ditujukan untuknya juga para Kurcaci, dengan sebuah senjata lainya yang tersampir dipinggangnya yaitu Kapak yang sudah ditanganya dan nampaknya senjata itu akan dilayangkan untuk mereka bukan hanya Para Elf itu.

Tak selang beberapa detik tempat itu sudah menjadi arena perang, antara Para Elf dan Mahluk yang bernama orc, Sakura pernah mendengar beberapa kisah tentang sosok orc dan sepertinya sosok mahluk ini adalah Orc, Tentang sosok kemunculan mereka yang sebenarnya adalah kaum peri yang berhati gelap, atau beberapa cerita mistis yang konon katanya mereka jiwa manusia yang terikat dengan perjanjian kegelapan.

Perang nampak semakin sengit banyak korban yang berjatuhan tak hanya para Elf dari kubu Orc juga nampaknya memakan korban. Para Kurcaci juga tak menyerah untuk kabur dan mencoba melawan semampu mereka, beberapa mereka memanfaatkan batu, kepala Orc yang terpenggal mengelinding keair sebagai bahan pelempar, atau mereka mengunakan batu dan merebut senjata salah satu orc yang akan menyerang mereka.

"GOIN DO!," (BUNUH MEREKA!),"Teriakan sosok Orc besar yang nampaknya menjadi pemimpin para Orc nampak terdengar murka, karna dengan tubuh mereka yang besar, senjata mereka yang tajam, dan jumlah yang banyak tak bisa melukai satupun Kurcaci dalam tong, Sementara Sakura nampak terjebak dibawah jembatan dalam dekapan tong-tong yang membrikade-nya agar orc tak menjangkau-nya.

Sakura lalu mendorong drum Oakenshield, saat sebuah panah nyaris mengarah pada sang kurcaci, dan untung Sakura juga berhasil menghindari panah itu juga, dan karna mendorong drum Oakenshield membuat gadis itu berhasil lepas dari bawah jembatan air, untuk melihat sekilas keadaan diluar yang ternyata sangat mengerikan. Oakenshield hanya melihat gadis itu sekilas karana mata Kurcaci itu kembali terfokus pada pertaruangan dihadapanya, lalu pandangan Sakura terfokus pada sosok Kili yang nampak mencoba keluar dari air, dan nampaknya sakura tahu apa yang akan dilakukanya.

"Kili!,"Teriakan Dwalin nampak keras hingga Kili berbalik cepat. "Hay!,"Ia berseru lalu melempar sebuah Pedang Orc pada Kili, dan Kili menangkapnya dengan segera, tampa menunggu dua Orc muncul dan siap menyerang dihadapanya dan bagusnya Kili berhasil menghindari Serangan monoton mereka, dan berhasil membuat Orc lebih besar darinya tumbang seketika.

Orc satunya terhempas kesungai dan Orc satunya lagi terjungkal beberapa meter ketanah, Kili lalu bergerak kearah tuas yang berada diatas yang Sakura yakini adalah Tuas pembuka gerbang pintu air, awalnya semua memandanginya dengan tatapan lega, akan tetapi semua memandang Horror saat salah satu panah nampak terkena telak pada Kaki kiri Kili.

"KILI,"Keriakan kecemasan Fili membahana, saat Kili tersungkur kesakitan didekat Tuas, dan Semua Kurcaci nampak terkaku sebentar, sebelum bereaksi menhadapi serangan orc-orc yang berdatangan.

.

.

.

Kemarahan Sakura nampak terlihat-jelas pada tatapanya, dengan cepat ia memutuskan untuk bangkit dari air menuju kearah Kili yang tersungkur didekat tuas gerbang, tampa menghiraukan teriakan Golin memanggilnya, Gadis itu hanya focus melihat kondisi Kili, lalu tangan Sakura mendorong kembali tubuh Kili kembali di Drum dibantu Fili dan Balin. "SAKURA!," Panggilan penuh kecemasan Terlihat pada Goiln.

"Aku akan lakukan yang aku sanggup!,"Ucap Sakura tersenyum, ramah sebelum Bombur berteriak saat sebuah pedang orc mengarah dan siap memenggal kepala Sakura.

"AWASSSSS DIBELAKANGMUU!," Teriakan Bombur.

DUARKS!

Para Dwarf terdiam saat melihat apa yang terjadi selanjutnya, karna sesuatu yang tidak disangka terjadi. Sebuah aura Pink kehijauan mengeluar dari tubuh Sakura tampa dicegah. Dengan cepat Sakura berbalik dan memberikan hantaman bogem-mentah pada orc hingga terhempas jauh beberapa meter. Tidak sampai disitu saja, ada tiga orc tinggi besar mengenggam palu besar dan siap untuk meremukan para Dwarf namun Sakura berlari kearah mereka bertitiga, lalu melompat memberikan tendangan pada Salah satu orc, dan menyekik kepala orc itu dengan kakinya yang kuat bagai baja, dan langsung membantingnya ketanah.

DUAAAG!

Sebelum kedua orc lainya menyerangnya, ia bergegas bangkit, lalu memungut Kapak-besar ditanah milik orc yang terbunuh karnanya, hal itu membuat elf atau orc bahkan para Kurcaci terbelalak kaget karna pasalnya, Kapak sebesar yang ukuranya begitu besar dan tinggi kapak sedada Sakura, bagai mana Sakura, yang notabene seorang-perempuan, manusia bisa mengenggam benda sebesar itu dengan satu tangan, lalu melemparnya tepat kekepala orc lawan yang langsung mati seketika karna senjata itu membelah kepalanya.

"Kau meremehkan kami! Bersiaplah kau jalang!,"Teriakan Orc ketiga membahana murka, dan bergerak cepat, ia berlari mengejar Sakura yang memandanginya dengan raut kebencian. Tidak ada raut datar Sakura yang biasa Sakura tunjukan pada sosok dirinya, saat ia terbangun di healing-heavend, yang terlihat aura kemarahan disertai aura luar biasa mengelilingi Sakura. "MATILAH JALANG!,"Teriakan Orc itu mengacungkan kampak besarnya pada Sakura.

"Okasho,"Seru Sakura menutup matanya lalu mengepalkan tangan tinjuan, kearah kampak yang siap menyabet kepala-nya, tinjuan yang diliputi aura hijau diarahkan pada Kapak baja itu, langsung berakhir menjadi sepihan-serpihan baja hancur, dan kembali membuat semua tercengang. "Bersiaplah!,"Ucap Sakura pada para Drwaf, terutama tatapan sedih langsung ditunjukan pada Kili yang kesakitan setengah mati didalam Drumnya. " Sakura langsung tampa basa-basi menendang Orc tadi hingga terpelating keair, ia lalu bergerak cepat kearah tuas gerbang dan membuka gerbang bawah air membuat aliran air terbuka membuat semua Drum yang ditumpang para Dwarf bergerak.

"KOSTOI NAPKURIAN AD CURI! (ADA APA DENGAN KALIAN?) KUB KULDTA! (CEPAT TANGKAP MEREKA!),"Teriaknya penuh kemarahan "TO GOIN LET! (DAN BUNUH WANITA ITU!),"Teriakan Kesal langsung terdengar dari pemimpin Orc, membuat Sakura menarik nafas lebih panjang, saat melihat para Kurcaci dengan cepat terbawa arus, Sakura lalu melompat terjun bebas melewati Pagar-pembatas, untuk mengikuti Arus Kurcaci itu pergi.

"Kekuatan yang mengerikan!,"Cappu membulatkan matanya tak percaya dengan yang dilihatnya, orc sebesar itu bisa dibantai oleh Sakura sendirian. "Aku yakin bisa saja sejak awal dia bisa menghancurkan tirai besi penjara jika dia menginginkanya,"Desis Cappu terdengar diteliga Tauriel, saat dia dan eleth berambut merah itu tengah bertempur dengan senjata masing-masing, Cappu mengenggam dua bilah Degger ditanganya, sementara Tauriel Mengunakan dua pedang panjang-pasak, dan Panah (Note : Karna ukuranya lebih panjang dari Degger, dan lebih pendek dari belati, maka disebut Pasak).

Tauriel tak mengatakan apa-pun, dan focus terhadap pertarungan dihadapanya, hatinya dilanda kecemasan luar biasa, saat mengetahui kondisi Kili terluka parah, entah kenapa ia merasakan perasaan kuat pada Kurcaci itu, seolah ada benang tak terlihat mengikat perasaan-nya pada sosok Kili, Apa Eru tengah mempermainkan hatinya.

"Tauriel!,"Teriakan Legolas terdengar cukup keras, terdengar membuat Tauriel melirik sosok Legolas nampak berlari mengejar para Tawanan, dan tentu saja eleth itu juga harus pergi mengejar mereka sebagai tawanan yang kabur dari penjarah, dan punya tugas melindung pangeran.

"Pergilah! Sisahnya biar Kami yang urus jika disini terkendali, kami akan menyusul kalian,"Ucap Cappu lalu memutar tubuhnya dan mengakat kedua Deggernya mengarah Orc-Orc yang berhasil memasuki perbatasan. "KUSERAKAN PADAMU TAURIEL!,"Teriaknya. Eleth menghembuskan nafas-nya kasar, dengan Tangan Tauriel terkepal berat ia lalu menyusul Legolas dengan cepat. Terlihat Farron dan para elf pemanah & Sword lainya nampak datang dengan membawah Pasukan yang jauh lebih besar untuk melawan sisa Orc yang menyerang perbatasan.

.

.

.

Sakura menatap lurus sembari berlari, ia mencoba terus mengejar para kurcaci, namun tentu saja Orc-orc nampak terus-terus mengejarnya, untuk menjadi target mereka selain para kurcaci. Seorang Orc besar tinggi besar, penguna sebuah badik-raksasa hendak menyabetnya dengan satu tangan, membuat Sakura harus mundur secara tiba-tiba kebelakang, bersamaan sambaran angin yang datang menghempas rupanya ada Mahluk raksasa lainya yang mengenggam sebuah pentungan dari arah belakang.

Tsyu!

Sebuah Anak-panah langsung membidik, tepat kaki Orc besar itu jatuh terduduk dengan tumpuan satu kaki, dan dengan sekali mendapat kesempatan Sakura lalu berlari kearah Orc itu lalu mengarahkan Lutut Kirinya kearah kepala besar mengerikan itu, serta mematahkan tulang lehernya. Lalu ia memandang Legolas yang masih berlari kearahnya, dan tangan yang masih sigap dalam kondisi menyerang tampa jeda, terlihat dari mata birunya ia terus mengalihkan pandanganya pada Sakura, dan juga musuh dihadapanya.

Tsyu!

Beberapa kali ia memanah Orc sekitar Sakura dari jauh, yang mencoba mengepung gadis bersurai merah itu. Dengan gerakan Lincahnya ia juga masih berhasil mengejar gadis manusia itu, yang anehnya bisa bergerak cepat layaknya Elf bahkan jauh lebih cepat.

BRAK!

Banyak yang ditunjukan oleh Sosok Sakura Haruno, yang membuat Sosok Pangeran Mikwoord terperangah, sejadi-jadinya. Sisi polos, kalem, pendiam layaknya boneka seperti awal pertemuanya dengan Sakura di Healing-heavend bisa melakukan ini. Dengan kekuatan yang power-full, energy mistik kehijauwan di sekitar tubuhnya, kelincahan tubuh rampingnya, tenaga super besar ditubuh Sakura nampak membuat Legolas terkagum-kagum. Dibalik Ketenangan Sakura menyimpan sesuatu yang dalam serta berbahaya dalam tubuhnya.

Sakura lalu melompat kencang saat sebuah pentungan yang entah dari mana terlempar padanya, membuat Sakura bergerak menhindari serbuan panah yang muncul dari berbagai arah, jujur saja membuat dirinya kualahan, urat sendinya seolah akan segera putus. Ia menghelah nafas tergesah-gesah melihat para Dwarf nampak bertempur mengunakan kapak musuh yang mereka rebut dimasing-masing tangan. Kondisi medan berbatu membuat Sakura harus berlari sembari meloncat-loncat dengan rasa sakit dikakinya.

Mereka satu persatu mengampak sebuah kayu kecil ditengah aliran sungai dimana para orc menunggu mereka. "Bersama-sama!,"Ucap Oakenshield. Mereka bekerja sama menghancurkan sebuah dahan pohon panjang ditengah aliran sungai, dan membuat orc yang berada diatas jatuh dalam air karna tumbangnya batang pohon itu.

Namun Kondisi konsentrasi terpecah saat sebuah lengan kekar, menyergapnya dari belakang dan membuat punggung Sakura terpelanting ketanah, tubuh mereka terguling ditanah dan setelah itu Sakura menemukan sosok bersuarai pirang yang dikenalnya kini nampak memeluk pinggangnya dengan erat serta Possesiv, dan menyandari sebuah panah Orc yang hampir saja memanahnya jika Legolas tidak menyeruduk dirinya, dan memeluknya beberapa detik lalu untuk menghindari Panah. "Mirale Vou (Kudapatkan),"Desisnya penuh senduh saat ia berhasil meraih tubuh Sakura semakin erat. "Yidolie zae (Jangan Pergi),"Desis Legolas.

[Bersambung]

[Selasa 21 Juni 2017]

Note : Halo semuanya Lightning Shun, beberapa hari ini jatwalku memadat seminggu-dua minggu ini, serta dibebani banyak pekerjaan dari orang tuaku, meski dalam masa liburan-panjang nyatanya, kehidupan tak bisa kita kendalikan dengan sesuka hati!, seperti janjiku aku berusaha menampilkan adegan Fight dicerita semoga tak mengecewakan kalau ada yang ngerasa bingung cerita ini nanti saya perbaiki lagi saat saya isterahat.\(-_-)/.

Maaf kalau ceritanya lebih pendek dari dari biasanya. Soalnya kondisi sibuk akhir-akhir ini didunia nyata, dan juga mengurus beberapa forum sebelah yang ditinggalkan selama dua bulan, membuat saya sentolop dan Sibuk hehehehe!, jadi maafkan jika sekira-nya jika hanya bisa membuat cerita yang gak bisa panjang-panjang selama jatwal saya belum teratur seperti sebelumnya, untuk kalian semua yang baca terimakasi.

DI Mohon tinggalkan jejak (Comen).

Salam sayang

旬の雪
(Lightning Shun)

Untuk beberapa teman saya yang menanyakan ini, dari jepang ini jawaban saya ^^

((Kayaki Azuka)) : あなたは日本の何を準備しています(( Me)): 申し訳ありませんが、私はそれを計画していません

((Martin Lee)) :あなたはアベンジャーズの話を終えたの((Me)) : 当面のため申し訳ありませんがされていません(-_-)

((Sherry Nagawa )) : 妹ヴィッキーは、もはやを書きませんか?((Me)) : 彼はまだこの時間クマン人、彼は忙しい大学で、書き込み^_^

((Stalerush)) : ときに兄亮は、再び私たちに参加したいましたか!? _ ((Me)) : 多分次回 XD