The Pandora of Memory
[Tekat dan Kenangan]
Sakura tak mengetahui bahasa apa yang diucapkan Legolas, namun gadis bersurai merah-muda mengerti apa yang diucapkan elf tampan yang saat ini memeluknya dengan possesif seolah ia adalah sesuatu yang mudah hancur, rapuh dan mudah hilangan dari pandanganya.
"Hir-ni Legolas!,"Suara Tauriel terdengar mendekat. Sakura nampak melihat sosok Tauriel berlari mendekat dengan pandangan siaga, karna masih banyak sosok orc masih ada disekitar mereka mengejar Para Darwh yang nampak sedang terbawah arus sungai. "Nampaknya kita masih harus sibuk mengurus mereka,"Ucap Tauriel menatap beberapa orc yang nampaknya tak jauh dari belakangnya, membuat Pangeran Elf-tampan bangkit membantu Sakura berdiri dalam keheningan. Legolas lalu mengambil Busur yang tergeletak ditanah dengan cepat.
Sembari beradu punggung dengan Sakura, dan Tauriel. "Saatnya bertarung,"Ucap Legolas berdecih ria karna ia merasa momentnya terganggu, membuat Tauriel menyengitkan pandangan, apa sebegitunya pangeran elf disampingnya, ingin membunuh para orc, karna wanita-elf ini kurang peka dengan keadaan. Sementara Sakura mengambil kembali jalur mengejar para Darwh menyusuri sungai memastikan mereka baik-baik saja, dan Legolas serta Tauriel dibelakangnya.
Sakura mengarakan hantaman bogem-mentah pada sosok Orc besar yang menganggunya beberapa detik lalu(?) orc itu mencoba memblokade gadis itu. Dengan ending sang orc itu terlempar kesungai, lalu mata Sakura fokus dengan Orc lainya yang nampak ingin menyerangnya, tidak hanya satu melainkan lima sekaligus.
Mata Sakura menatap tajam pada musuh disekitar, jantungnya berdebar kuat, dengan moment baru yang ia rasakan, dimana kekuatan yang mengalir deras bagai air, menyelubungi dirinya membuat ia takut sekaligus panic mendera padanya, bukan perkara mudah dimana dirimu yang andai kehilangan ingatan dan kau bertanya-tanya bagai mana kau sanggup memiliki kemampuan mengerikan yang bahkan bisa menghantam tubuh monster atau sebongkah batu sungai yang super keras.
Apa jangan-jangan Apa dirimu "adalah Monster'
Apakah dirimu orang yang jahat dulunya?
Apakah dirimu melakukan sebuah kesalahan.
Pemikiran Negatif seolah mulai menguncang Sakura, namun gadis itu mencobah berusaha melawan, ia tak menghitung Orc yang dibuatnya babak-belur, ia tak melihat lagi apa saja yang dihancurkan disekitarnya, dan ia membiarkan segalanya hancur serta meledak-ledak dengan kekuatanya.
Legolas menyadari hal itu, lelaki Elf itu bisa melihat Sakura yang beberapa kali terlihat mengacukan pukulan dengan kepalan tangan yang gemetar. Membuat ia menghawatirkan kondisi terburuk yang akan berdampak pada mental gadis bersurai Pink itu. Yang harus dilakukanya adalah mengusir para Orc itu dari perbatasan, dan membawa Sakura kembali Grendwood, ia tak peduli lagi jika tetua akan mempertanyakan kekacawan apa yang dilakukan para tahanan kurcaci serta Sakura yang jadi pelarian, atau Ayahandanya yang mempertanyakan tentang kenapa ia terus mengingginkan gadis itu tinggal diwilayah Elf, ia tak cukup bisa menjauh dari gadis, seolah hatinya menuntunya untuk tetap bersikukuh pada keyakinanya, ia jadi teringat saat seorang guru elf wanita di istana mengajarinya, saat menjadi Elfling. (Elfling : Adalah masa kecil/juga Remaja Seorang Elf).
[FLASTBACK]
Semasa Elfling seorang Elf muda, mendapat banyak ilmu, baik pelajaran dasar berupa, berburu, yang biasanya diambil oleh Elf lelaki, besic bertahan hidup, aura, pelajaran astromi, bermain music, pengobatan, bahkan beberapa sihir, masih banyak lagi tergantung mereka yang menginginkanya.
[Legolas Pov]
Hari itu adalah hari pertamaku, belajar tentang puisi, serta arti hidup yang kami pelajari dari kitab-kitab yang kami pelajari beratus tahun-tahun. Madam Joze adalah guru Astronomiku sekaligus puisi, yang memiliki usia 19020 tahun, beliau adalah elleth yang cantik serta bijaksana aku sangat menghormatinya. Beliau mengajariku banyak hal diluar pelajaranya. Pembahasan yang diulas sangat seru dan menyenangkan, aku semakin nyaman bersamanya, pasalnya aku bukan elfing yang mudah dekat dengan lain, apa lagi dengan seorang elleth, mungkin karna kehidupan formalitas sebagai Pangeran tunggal kerajaan, aku terbiasa bersikap dingin pada lawan jenis dan juga menjaga sikap membuatku seperti itu.
"Kau tahu tentang Pasangan Fea?!," Pertanyaan itu menariku dari kenyataan, saat aku melihatnya, wajah madam terlihat sedikit tersenyum sembari menutup buku yang diajari kami beberapa detik yang lalu, dan aku hanya mengeleng lugu sebagai jawabanya.
"..."Aku tak mengucapkan sepatah-kata apa-pun, namun aku memasang raut bertanya, membuat senyumanya semakin lebar.
"Duduklah disini!,"Bisiknya, aku hanya terdiam mendengar ungkapanya mengikuti intruksinya, aku duduk dikursi panjang batu sampingnya memandang jendela istana yang terbuka dengan lebar, sembari menunggu beliau mengucapkan sesuatu. "Baiklah aku akan menjelaskan sesuatu,"Ucapnya menghelah nafas.
"Pasang Fea, ialah perujutan murni dua kaum elf yang berupa seorang elleth, juga seorang ellon, yang hatinya terikat oleh ikatan janji-suci Valar, sebuah keyakinan yang indah dimana dua hati yang siap terikat sepanjang hidupnya dan saat mereka mati dan dipertemukan kembali diaula-Mados,"Jelas Joze sembari tersenyum manis.
Note : Ellon/Elleth : Elf-Laki-laki/Elf-Perempuan,
Valar seperti sosok Tuhan bagi kaum elf
Aula Mados : Semacam tempat ketika jiwa Elf berkumpul setelah kematian.
"Pasangan Fea!?,"Aku menatap bingung, sebelum mengajukan sebuah pertanyaan Madam. "Apa Elf harus memilikinya,"Ucapku dengan tatapan penuh tanya, dan raut madam tampak sangat cerah.
"Tentu saja! Karna dia yang menjadi milikmu, akan menjadi pusatmu, duniamu, hatimu dan juga pengisi kekosongan bagi jiwamu,"Ucap Madam Joze.
"Pengisi kekosongan!,"Bisiku.
"Kau tahu jika seorang Elf hanya bisa mencintai Sekali seumur hidup,"Ucap Madam padaku. "Ketika kau menemukanya kau tak akan bisa melepaskanya, seolah akan selalu mencintainya, ia satu-satunya pusat duniamu, dalam hidup abadi bagi kaum kita"Jelasnya.
Mata safirku membulat kecil lalu berkata padanya. "Apakah seperti Adar (Ayah) dan Nannet (ibu), Semenjak Nannet meninggal Adar tak pernah mencari penganti Nannet,"Desisku, dengan senduh.
"Itulah tanda jika seorang Elf menemukan belahan jiwanya,"Ucapnya namun pandanganya memandang sendu lalu berkata. "Namun akan tetapi tahukah kau? Jika salah satu pasangan meninggal maka Elf yang ditinggalkan, akan jatuh dalam duka-mendalam dan perlahan memudar,"Bisiknya.
"Um ya aku pernah membaca tembang puisi 'Haoa' yang diajarkan, oleh Madam Red,"Ucapku lalu saat itu aku memandang cakrawala dengan pandangan teduh.
Angin yang nampak menariku kembali kekenyataan, dimana aku memandang hutan hijau, dengan mayat-mayat orc yang bertebaran disekitarku, bersamaan deras air sungai yang nampak berada disisi kiriku, kakiku terus terusan bergerak lincah, melewati medan berbatu dengan lenganku yang kuat menghempaskan anak panah membidik siapa-pun menahanku, pusatku yang utama adalah gadis bersurai merah muda yang tengah kuekori saat ini.
"MAU KEMANA KAU MAHLUK-CANTIK!,"Sebuah geraman terdengar keras dari sosok Orc yang ada dihadapanku membuat emosiku kembali meluap kesal. Saat ini aku tak butuh gangguan. Aku mengeram dan langsung membidik
"Cih...enyahlah,"
TYUH!
Serta menjatuhkan dua Orc sekaligus, lalu bergegas mengikuti Sakura. kumati mata kosongnya aku melihat tubuhnya bergetar aneh membuatku cemas, aku berpikir harus mencari tempat yang cocok dalam memanah saat ini. mengingat banyak bebatuan terjal besar diatas sungai.
membuatku kesulitan dalam membidik, sebagai seorang Arcer aku tentu saja bisa mengetahui posisi pas dimana kemampuanku bergerak dengan maksimal.
DUARK!
Aku menatap Sakura menendang sosok orc berbadan sedang, dengan kaki rampingnya yang indah, membuatku sedikit terpesona dengan gerakanya yang seperti menari bagiku. tuhan rasanya getaran dihatiku semakin terkukuh padanya. namun aku harus tetap Fokus ini kondisi yang berbahaya aku harus bisa bertarung tampa cacat dan juga melindunginya.
"Hilir-nin Tone (Batu)!,"Desis Teriak Tauriel menunjuk batu besar jauh didepan Sakura, membuatku lalu berlari kencang melewati Sakura. lalu bergerak melompati drum-drum yang berisi para Kurcaci, yang bersusun selayaknya jembatan penghubung disungai deras ini.
Aku tak berpikir dua kali, untuk mengambil langkah dengan melompati satu-persatu kepala kurcaci itu, dengan beberapa gaya akrobatku dan tanganku tetap terfokus pada orc, yang menjadi target terdekat yang bisa kupanah.
Aku mendengar suara kesakitan, serta amukan kasar mereka saat kepala dan bahu mereka nampak menjadi bantalan kakiku membuatku tersenyum diselah sudut bibirku, toh ini pembalasan melibatkan gadis yang membuatku tertarik, serta membawanya dari istana. dalam beberapa gaya akrobatik aku bergerak dengan lincah, membidik sasaran yang sudahku klami. aku tak perlu taku terjatuh kearus air karna aku sendiri cukup terlatih dalam gerak dasar, kelenturan dan reflex tubuh, yang kupelajari saat masih elfling.
"Sakura!,"Teriakan Tauriel terdengar, saat aku melompat ketepi arus juram, menuju tepi yang ditunjuk Tauriel, lalu ketika aku mendapatkan hospot sempurna dalam membidik, aku dengan lega bisa membindik tampa hambatan.
"Tauriel,"Kini suara datar Sakura terdengar pelan, namun aku masih sanggup mendengar suaranya, karna berkah anugrah-dari Eru, kami sebagai bangsa Elf memiliki Panca-indra yang 1000% lebih peka dari mahluk atau ras didunia ini. keduanya nampak bertarung dengan gaya masing-masing Sakura dengan kepalan tinjunya, dan Tauriel dengan dua belati miliknya.
Jumlah Orc masih bertambah, tapi aku berharap orc yang berada diperbatasan-gerbang sudah berkurang dan bisa ditangulangi, dan mereka tak berhasil memasuki wilayah penduduk untuk menyakiti elf disana.
"PSYUNG! PSYUNG! PSYUNG!,"
Mataku membulat saat menyadari beberapa anak panah terdengar kearahku, dan saat aku berbalik terdapat empat elf yang datang memanah dan aku hanya bisa menatap lega pada sosok Cappu yang berada diantara mereka. "Cappu!," Sosok Elf Rekan-ku nampak memberikanku senyuman sinis, sebelum rautnya kembali serius dengan cepat bergerak membidik sosok orc yang hampir saja menyerangku.
"LAKUKAN HAL LEBIH SAAT KITA LATIHAN! HILIR NIN!,"Teriak Cappu padaku yang nampak fokus menyerang orc, dengan ketiga temanya yang nampak, bergerak formasi menyebar membantai orc sekitar mereka. nampaknya cuma mereka yang menyusul kami dan mereka sangat menikmati pertarungan itu membuatku terfokus bertarung kembali.
"Sakura!,"Aku memandang panic, ketika melihat sosok Sakura yang tiba-tiba terjatuh pingsan, dan Tauriel menangkap tubuhnya membuatku kembali lengah. namun aku dikagetkan dengan kembali dengar sebuah anak-panah orc yang nyaris berhasil melukaiku, jikalau Tauriel tak berhasil memblokade serangan panah itu.
"HYAAAAAH!,"Kemudian sebuah tendangan datang dari Cappu, lalu diterima sang-orc dengan baik. "Selesai sudah,"Desis Cappu lalu mengambil belati dipinggangnya dan siap untuk memenggal kepala sang Orc.
"CAPPU GARDGO!(Cappu Tunggu!),"teriaku, membuat ia terdiam, meski masih waspada mengekang sosok itu. aku bergerak mendekatinya lalu menatap sosok orc itu dengan pandangan jijik. "Gonohono gohebo quen! (Yang ini biarkan hidup!),"Bisiku Starkatis, sebelum kakiku bergerak meninggalkanya mendekati Tauriel yang masih menahan tubuh Sakura yang terbaring tak sadarkan diri.
"Sakura!,"
[Legolas Pov End]
[Sakura Pov]
"Dimana ini,"Aku terdiam menatap sekeliling saat ini aku berada ditempat yang asing. sebuah ruangan serba putih, yang sedikit mirip dengan Healing-heavend namun sedikit lebih aneh dengan bau cairan pekat diberbagai sisi, membuatku nampak berdiri terbengong-bengon disana, namun sebuah kejutan membuatku melebarkan mata saat seorang wanita berjalan kearahku yang lalu nampak melewatiku begitu saja seolah aku tidak ada. "Apa yang terjadi!,"ia menembusku.
"Doko-mai?, (Bagaimana?),"Tanya Wanita itu pada seorang lelaki yang nampak membungkuk hormat pada wanita itu. dan anehnya Aku tahu bahasa yang digunakan wanita itu meski, bahasa ini sangat berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh Legolas dan para dawh.
"Anata no meirei ni ojite!, (Sesuai perintah anda!),"Ucap lelaki itu dengan hormat.
"Watashi wa yoi shigoto o shite kimashita ka? (Apa aku sudah melakukan tugasmu dengan baik?),"Tanya Seseorang wanita berambut hitam, dengan mengenakan jas putih, dengan sebuah ikat kepala-dengan lambang aneh yang terlihat sangat familiar bagiku. "Subete no keikaku ni motodzui? (Semua sesuai rencana?),"Desisnya.
"Anata wa sore ni ojite, anata no keikaku no subete o shinpai suru hitsuyo wa arimasen (Anda tidak perlu khawatir, semua sesuai rencana anda),"Jelasnya datar lalu keduanya melangkah menyusuri Lorong dan aku mengikuti mereka.
Mereka bergerak pelan hingga memasuki sebuah ruang sempit yang membawah kami ke bawah tanah, dengan sebuah modifikasi gerbang menuju lantai bawah dengan semacam ayunan kolper, ini tidak ada ditempat para Elf. Aku melihat tempat itu dengan takjub.
Bangunan yang terlihat buatan tangan manusia, dengan disain lebih-maju dari tempat Legolas, dengan lantai marmer berwarna putih, dengan pencahayaan yang sangat kurang membuatku sedikit merasakan rasa takut, terlebih saat mereka bergerak memasuki sebuah ruangan paling terang sebelum menyusuri koridor bawah tanah panjang serta menyesakan layaknya labirin.
"Kanari junbi ga dekite imasu! (Dia cukup Siap!) ,"Ucap lelak itu membuka gerbang dengan menyentuh pembatas pintu, yang nampak dimantrai dengan kekkai.
[Sakura Pov End]
[Normal Pov]
"Dono yo ni oku no sutēji! (Seberapa siap?),"Tanya wanita itu datar. dan terdiam memasuki ruangan itu, lalu sampai mata Sakura terbelalak memperhatikan beberapa tabung berwarna hijau, raksasa disana berisi tubuh manusia didalamnya.
DEG!
Yang membuat ia semakin Shock adalah ia melihat sosok tubuh, yang tak bukan adalah dirinya sendiri nampak lelap didalam salah satu tabung cairan air-hijau, dengan sebagian tubuhnya telanjang serta dipasangi selang-selang kecil berisi cairan berbeda warna.
"Yuiitsu no kuroningu ga, saibo-tai wa, kuron to shite kanpekidesu! (meski hanya kloning, sel tubuhnya sangat sempurna sebagai tiruan!),"Jelas pria itu pada sang wanita itu. "Sore no tame ni! Saibo wa hijo ni kichodesu (Untuk itu! sel itu sangat berharga),"Desisnya.
"ARGGG!,"
Tiba-tiba Sakura memegang kepalanya dengan sangat kuat. ia merasakan 10 kali lebih sakit dari biasanya, dan ia menjerit sakit tampa suara, dengan rasa sakit meraung-raung, ia menghentak-hentakan kakinya keubin tampa takut dengan dua sosok yang merasakan hadiranya, sama sekali karna sosoknya invisibel.
PRANG!
"ARGGGGAAAAAH..."Teriakan panjang Sakura, terdengar mengerikan bersama dengan pecahan tabung dari dalam, dimana tubuh mirip milik Sakura ada didalamnya. air berhaburan keluar dari dalam tabung bersamaan kepanikan dua orang itu, yang langsung terpental tak sadarkan diri akibat hantaman yang menembus angin hijau yang luar-biasa tebal. Usai kekacauan yang terjadi diruangan itu. sosok Sakura dalam tabung nampak bergerak keluar dari tabung dengan pandangan kosong, dengan tubuh telanjangnya lalu bergerak menemukan baju-lengan panjang hitam, beberapa perlengkapan bertarung seperti kunai, pisau kecil dalam sebuah kantung-ninja yang ditemukan diujung ruangan entah milik siapa.
Sakura sedikit menginggat tentang baju itu, baju itu adalah baju yang sama yang ia kenakan saat ia tersadar dihutan, sebelum menemukan Stella dan Shadi.
Sementara Sakura yang menahan rasa sakit kepala diujung pintu tengah meringkuk kesakitan, serta tak berdaya dengan kondisinya, yang dirasakanya selanjutnya hanyalah sosok yang mirip dirinya telah memakai pakaian serba hitam, menuju kearahnya.
lalu semua menjadi gelap.
"Semua akan tersusun sedikit demi sedikit sayangku!,"
"Namun tergantung dari apa yang kau akan lakukan sejauh,"
"Setelah kau memulai, kau harus melewatinya,"
"Aku akan mendampingimu sedikit demi sedikit,"
Sebuah suara halus milik seorang wanita terdengar merdu nan lembut kembali datang seperti, pertama kalinya Sakura dengarkan saat dipenjara, lalu menuntunya.
[Bersambung]
[Senin-7-Agustus-2017]
Note : Halo semuanya Lightning Shun, banyak juga yang menanyakan kelanjutan cerita ini makanya setelah up 'Strong with your Life' jadi aku mikir dari pada ketanggung-tanggung jatwalnya aku jadi mutusin untuk melanjutkan cerita ini, so maaf kalau jatwal sakuranya sedikit well krna aku sendiri moodnya ke Legolas dulu. jadi segitu aja untuk part ini, sampai jumpa dipart depan bye-bye.
DI Mohon tinggalkan jejak.
Salam sayang
旬の雪
(Lightning Shun)
