The Pandora of Memory

[Kabar Mengejutkan]


"Ah...Dia mulai sadar! Kak Sakura sudah sadar!,"Suara ceria anak-anak langsung muncul dipendengaran Sakura. membuat gadis itu langsung mencoba mengerakan pelupuk matanya yang terasa berat. ia merasakan temperatur halus di punggungnya yang membuat dirinya yakin ia tengah tergeletak dikasur. "Ahggh!,"Sakura bergerak tanganya, ia lalu mengenggam kepalanya yang terasa pening.

"Jangan terlalu bergerak, kau butuh istirahat,"Ucap kini Suara dewasa pria nyaman ditelinganya, dengan lembut mengusap lembut kepalanya dengan kain basah.

"Ka-Kamu!,"Desis Sakura membuka mata secara perlahan, menatap surai lembut jatuh bergerak lembut, sorot mata biru cerah indah nampak terlihat menyorotkan dengan sorotan berbagai makna, dan bibir tipis ranum milik ellon. Yang tak lain dan bukan adalah Legolas hanya tersenyum menenangkan dengan bahasa halusnya. "Tuan,"Ucap Sakura bergerak menatap mata Ellon yang jujur membuatnya terpesona.

"KAK SAKURAAAA,"

"HUEEEEEE,"

BRUK!


"Kak sakura, kamu masih hidup!,"Teriak Shadi langsung menerjang dengan kuat pada tubuh Sakura dengan pipinya langsung nemplok pada sisi dada Sakura, sementara sosok Satella nampak duduk tenang sembari memanyunkan wajah sedihnya didepan wajah Sakura.

"Shadi...Satella?,"Ucap Sakura memandang kedua elfling kecil yang memandangnya dan keduanya memeluk kiri dan kananya dengan tatapan senduh.

"Kami bersyukur kau selamat, Kehangatan Vallar melindungimu (Qe lae hedapt Vallar),"Desis keduanya memeluk Sakura dengan erat. Membuat Sakura hanya terbeku seketika mendengar ungkapan tulus dari kedua Elfling. Air matanya tumpah dalam kesunyian, dan membiarkan kedua anak bangsa-peri itu memeluknya.

Hembusan nafas terdengar teratur disekitar Sakura dan mendapati sosok Cappu, sang penjaga penjara yang pernah bicara denganya berada disudut ruangan dan berdiri, sembari menyandarkan tubuhnya didinding dengan satu kaki saja, turut hadir disana. "Kurasa tubuhmu benar-benar ajaib, aku bingung darimana bentuk serta susunan ini berasal,"Ucapnya dengan tawa serta nada yang menghibur.

Setelah mendengar hal itu Sakura hanya terdiam menatap sekeliling ruangan yang terlihat sangat indah, ornamen klasik ala abad pertengahan mewakili keindahan kamar ini, rumbai sulaman benang yang indah, guci ukiran yang berkilau megah, marmer dari batu alam, dan prbotan jenis kayu yang mengeluarkan hawa menenangkan dan manis, Sakura dengan yakin bahwa ini bukan salah satu kamar perawatan di 'Healing-Heavend' tentu saja kesanya memang berbeda jauh.

"Aku dimana?!,"Ucap Sakura dengan pandangan datar, pada Sosok tampan Legolas yang memberikan seukir senyum yang indah untuk dipandang, dan entah Sakura berhalusinasi atau apa ia merasa jika ia merasakan aura disekitar tubuh sang pangeran begitu terang seperti cahaya kekuningan pudar disekitarnya.

"Kita ada diistana, aku bersyukur Valar membawahmu dengan utuh dan mengeratkan nea pada tubuhmu,"Desis Legolas sembari tersenyum lega, dan tanganya terulurkan pada pipi gadis Sakura.

"Uhk..;"Namun sebuah dehman batuk muncul dari Cappu dan wajah memerah kedua elfling yang polos, intinya harapan Cappu ialah jangan mencemari pikiran elf yang masih muda dengan hal intim, ia harus menghentikan moment itu saat ini.

Hal itu membuat Legolas menghelah nafas berat sebelum, pandanganya kembali pada Sakura, dan menyuapinya dengan Sup Daging lembut, yang baik untuk dicerna. Sementara Cappu hanya tertawa kecil lalu meninggalkan mereka berempat tampa komentar karna sebuah laporan yang harus diserahkanya mengingat ada duo elfling pandai yang bisa merawat, Cappu yakin jika mereka akan berguna dikehidupan yang akan datang jika salah satu diantara mereka menjadi sebagai seorang tabbib yang handal.


Suara tapak kaki menapaki pijakan marmer lorong istana yang begitu megah dengan, bentuk pijakan layaknya seperti lorong semut yang memiliki jalan cabang disetiap jalan. "Sampai kapan aku harus melewati lorong - lorong, dan lorong,"Jeritan Cappu terdengar nyaring bersyukur teriakanya tak sampai keruang-raja.

Namun wajah kekesalanya menghilang dalam sekejab saat ia berpaspasan dengan Tauriel yang bergerak terburu-buru dengan raut murung yang nampak terlihat samar diseluruh sisi auranya. "Tauriel kau darimana?,"Sebuah sapaan tampa formalitas diucapkan oleh Cappu pada sosok Elleth itu namun, Tauriel tak bergeming seolah berada didunianya sendiri dan terus berjalan hingga meninggalkan ujung lorong ukir batu dan membuat Cappu terdiam dalam beberapa detik.

"Ada apa denganya?,"desis Cappu dalam hati. Sebelum ia kembali bergerak fokus pergi dari sana.


Mata Sakura menatap sebuah pakaian baru ditangan Stella setelah Legolas membantunya untuk makan. dan akhirnya Shadi menarik Legolas meninggalkan dua-wanita itu untuk memberi waktu pada keduanya berganti pakaian. Kebisuaan dan kedataran, keluguan Sakura tidak berubah sama sekali meski dia digiring kembali kedalam istana akan tetapi tak semuanya juga terlihat sama-sepertinya.

"Silahkan tuan ini laporanya, beberapa lembar Tiras(Scorls) diserahkan Cappu pada seseorang dipinggir lorong tampa memasuki pintu, karna terlihat sosok Elve dengan status tinggi nampak berdiri tegas disana, sembari mengerut malas lalu menyodorkan tanganya pada Cappu, yang juga nampak ogah-ogahan akan tetapi Cappu harus menutupi sikap tak senangnya dengan memasang raut datar, untuk formalitas. "Karna saya masih ada pekerjaan saya permisi,"Ucap Cappu sembari memberi salam Elf sebelum pergi, suara Barythone memaksa kakinya berhenti.

"Aku mendengar jika Pangeran Legolas berhasil membawa tahanan kabur kembali keistana,"Desis Ellon itu dengan matanya, yang menyengit dan bibir merah cerry cerahnya terusap dan mengkecap beberapa kali. "Aku dengar kau juga tahu masalah ini?,"Ucapnya membuat Cappu terdiam dengan tatapan tak nyaman, mendengar hal ini.

"Memang benar Tuan tapi semua tak menjadi masalah sekarang,"Ucap Cappu datar, ia tak yakin jika harus membicarakan masalah ini dengan sang Elve meski pun dia memiliki status tak sederajat dengan elf dihadapanya."Gadis manusia itu sudah ditangani, saya permisi Tuan,"Ucap Cappu melangkah meninggalkan ellon itu.

"Kau tak menjawab apapun," Desisnya.

"Dan saya tahu, tapi saya tak bisa mengatakan ada apa-pun sampai ada perintah dari Raja,"Ucap Cappu dengan nada ditegaskan, ia semakin memperlebarkan langkahnya dengan perasaan engan, entah kenapa ia merasakan sesuatu hal yang buruk akan segera terjadi.

Semoga hal itu hanya perasanku saja


"Kyaaa...Perut kakak kecil tapi, punya otot yang tak biasa dimiliki wanita manusia,"Komentar Stella, sembari menarik karet pada pengait pada baju Sakura. "Susunanya bagus dan pipi kakak tebal dan dahinya lebar seperti kembab,"Ucap Stella nampak sangat semangat mendandani Sakura dari tadi.

"Uhk...Stella apa ini tak berlebihan,"Ucap Sakura memandang elfling itu, dengan bingung, saat gadis itu nampak masih menyibukanya dengan tumpukan pakaian beberapa pilihan baju yang layak lebih dari pakaianya di penjara, Sejak Shadi dan Legolas meninggalkan mereka, Satella sibuk membersikan tubuh Sakura.

Mulai menikmati barang kerajaan, ramuan-ramuan yang dipakai, mandi dan merasakan relaksasi kemewahan istana adalah sesuatu yang jarang..benarkan.

"Selesai," Senyuman Satella terpencar indah. saat menatap puas penampilan Sakura yang nampak begitu cantik dengan gaun yang dikenakanya.

Gaun indah berwarna Ungu, berbahan jatuh dengan permata menghiasi beberapa sisi gaun, dan untungnya Sakura tidak mengenakan rok melainkan sebuah celana kain indah memudahkan dia bergerak, serta berjalan. namun yang jadi kebingunganya ialah tampilan baju ini memiliki tampilan terbuka dibeberapa sisi membuatnya sebenarnya kurang nyaman dengan penampilanya.

"Kakak, cantik jadi jangan dirusak dandanya,"Ucap Satella dengan muka cemberut menatap wajah Sakura, yang begitu lucu, dengan mata besarnya.

"Baiklah ayo,"Desis Sakura dengan wajah tak nyaman sementara Satella memerikan senyuman super manis miliknya, sembari mengandeng Sakura.


Cappu melewati beberapa penjaga pintu yang nampak sedang berganti shif, dan nampak ngobrol-ngobrol setelah dengan serius, membuat Cappu jadi merasa tertarik mendengarkan pembicaraan ini. "Benarkah itu?,"Bisik sang (penjaga pertama) sembari menatap sang (penjaga kedua) dengan serius.

"Tentu saja! Aku melihat Komandan Tauriel meninggalkan tempatnya, mengambil senjata dan pergi begitu saja dengan raut penuh amarah,"

"Kau yakin, sekali lagi kau berkata dusta kau akan mendapat hukuman,"Desis (penjaga ketiga) dengan pandangan belum yakin.

"Demi Valar, Kau bisa menanyakan, hal ini pada penjaga lain selain aku dan yang lainya saat kami menjaga disana,"Desisnya. "Kuperhatikan Komandan memang terlihat resah setelah masalah pelarian para Darwh dan juga penyerangan Orc diperbatasan,"Desis Penjaga itu.

DEG!

Mata Cappu membulat lalu bergerak cepat meninggalkan tempat itu dengan perasaan was-was, ia harus mengatakan ini pada Legolas segera.


Sakura bergerak pelan dibantu, oleh Stella mengandeng tanganya. Keluar dari ruangan dimana Sosok Legolas dan Shadi menunggu disana beberapa menit lalu. "Wah Satella kalian sudah se-,"Muka Shadi yang awalnya menatap biasa langsung membulatkan matanya dengan suara tercekat saat melihat wajah Sakura, dan menarik ujung pakaian Legolas.

Legolas membulatkan matanya sama yang dilakukan Shadi. Ia tentu sangat terkejut dengan penampilan Sakura, yang berbeda dari sebelum serta memukau pada pandanganya. Sementara Sakura menatap gugup saat kedua orang itu memandang mereka.

Namun semua langsung berubah saat sebuah teriakan seorang elleth tak jauh dari mereka diujung lorong. Membuat mereka terfokus pada teriakan tersebut, saat keluar dari lorong bertapa terkejutnya sosok Elleth yang dari atas berteriak panik ditebing jalanan, dan saat ini akan terjatuh kebawah, bersamaan juga kepanikan para penjaga lain yang ingin menolong Sang Elleth.

Shadi nampak ketakutan, lalu kini mencengkram jubah Legolas secara Reflex, Sementara Stella berdecak kesal karna kemampuan 'Telekinesisnya' tidak bisa berkerja dalam jarak sejauh itu membuat dia juga akhirnya panik dan hanya melihat-lihat.

KRAK!

KYAAAA

Teriakan Elleth yang mulai terjatuh bersamaan suara kepanikan milik semua ellon yang ada dibawah menyiapkan tangan untuk menangkap Sang Elleth namun sebelum berhasil mereka raih si Elleth, sosok Sakura melompat tinggi keatas, dan menangkap sang Elleth dengan posisi bridal-styels lalu melompat mulus tak jauh dari Legolas dkk.
Semua orang terkejut para Ellon hanya melebarkan mata selebar-lebarnya menatap Sakura nampak berdiri nampak memandang penuh kosong memandang sosok elleth yang masih Shock dan memeluk leher Sakura super erat.

"Sakura,"Legolas berdesis memandang gadis yang memberinya banyak kejutan sekaligus sesuatu yang mempesona dalam satu gabungan. sementara Sakura menurunkan Sang Elleth pelan-pelan kelantai, dan Elleth itu langsung berterimakasi berkali-kali, dan terus minta maaf atas kecerobohanya. Sakura hanya tersenyum kecil menunjukan kelegaan dan menurut semua yang ada disana itu terlihat indah.

"Pangeran Legolas!,"Sebuah terikan tergesa-gesa terdengar dari seseorang Elf ellon yang bergerak cepat menuju Arah Legolas dengan tampang tak karuan.

"Cappu apa yang-,"Barusan Saja Legolas mencoba menenangkan rekanya, Cappu langsung memotong pemicaraan membuat semua menyengitkan pandangan karna Cappu dianggap tak-sopan pada Pangeran.

"Soalku tak penting, Pangeran aku mendengar kabar jika Komandan Tauriel Meninggalkan Greenwood.."Ucap Cappu dengan tatapan gusar.

"APA!,"


[BERSAMBUNG]
[Sabtu-30-September-2017]

Halo semuanya, balik lagi dengan saya lightning Shun, lama banget pasti cerita ini gak pernah saya urus, saya mau bilang dulu kenapa saya menghilang (Karna Saya mau cerita mohon Baca sampai habis)...
Nah udah banyak sebenarnya yang nanya kenapa saya menghilang/kak ini kapan dilanjutin/Php banget/ serius buat tapi gak lanjut/ orr bla bla bla....

UHK! Sebenarnya kemarin saya dan teman udah sangat senang sekali karna bisa memulai cerita kita, akan tetapi kampretnya ialah akun saya diblok karna masalah yang tak bisa saya jelaskan, dan akhirnya selama beberapa bulan aku mencoba mempertahankan akun ini agar tetap jalan...makanya dengan waktu yang panjang akhirnya akun ini sudah bisa dibuka kembali dan makasi atas dukungan kalian untuk cerita yang kami buat salam cinta, sayang... sebenarnya masih banyak yang ingin kami jelaskan cuman karna durasi entar buat list panjang buat alasan...itu.

Ya oke...Salam sayang kami.

Lightning Shun.
Vicky Chou.