The Pandora of Memory
Kutemukan jawaban tapi badai dan teka-teki itu ikut menghadang seolah-olah 'Ini adalah ujianku diawal aku keluar dari hutan'
Rasanya sakit, kepala pusing dan terasa menusuk ketika klue ingatanku, mulai terusik tampa sadar.
"Aku baik-baik saja, maafkan aku malahan membuat kalian khawatir,"Ucapku memandang Tuan Legolas dan Tauriel secara bergantian.
Keduanya tetap memandang terutama Tuan Legolas yang terus memandangiku, sampai Tuan Legolas pergi mencari perahu dan Tauriel menemaniku dan Tuan Legolas menemukan perahu rakit didekat tepi sungai yang akan membawa kami LakeTown, nampaknya Tauriel begitu semangat ingin memghentikan orc dan juga untuk menyelidiki Gunung Gundabad yang dituju para kurcaci yang melewati rute menuju bawah gunung, tapi aku bisa merasakan ada keinginan lain yang diinginkan Tauriel, yamg tak dikatakanya pada Legolas.
"Kita akan sampai dalam beberapa sinar fajar lagi,"Seru Tuan Legolas mendayung perahu dibantu Tauriel sementara Aku hanya diam saja disamping Tuan Legolas, sesekali aku bergantian dengan Tauriel mendayung karna tak ingin membebani mereka.
"Kabut mendung,"Ucapku spontan.
"Kita telah memasuki perbatasan LakeTown,"Ucap Tauriel menatap sekeliling, danau yang mulai berembun, serpihan es yang mulai terlihat dipermukaan es, dan daratan berupa karang batu yang nampak memutih karna serpihan salju yang nampak menyelimuti secara perlahan.
"Hawanya,"Aku mendesah dan menatap uap embun diwajahku, udara mulai sesak dan dingin memasuki pori-pori kulitku. "Mulai dingin,"Ucapku.
"Penyakit Naga?!,"Desis Tuan Legolas.
"Orc!,"Desisku tampa sadar.
"Kita harus mendayung lebih cepat,"Ucap Tauriel dan semangat mendayung membuat Tuan Legolas mengelengkan kepalanya.
"Kau baik-baik saja,"Tanya Tuan Legolas disampingku, membuatku hanya mengangguk datar, membuat ia menghelah nafas entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini.
Aku merasakan sebuah perasaan tak enak luar biasa, hawa bahkan lebih pekat dari hutan laba-laba yang ada ditanah Hutan Elf, aku juga melihat banyak bola-bola jiwa bertebangan disana. Sebuah perasaan takut yang tak bisa kusampaikan.
Setelah lama mendayung perahu aku Pemukiman manusia diatas danau.
Berupa rumah berpetak kayu yang sambung menyambung satu dan lainya.
[Selamat datang di LakeTown] Ucap Shun spontan, didalam kepalaku menghembuskan nafas dalam artian tegang.
LakeTown yang terlihat tengah danau, danau musim dingin, yang cukup tenang, namun dipenuhi hawa tak menyenangkan.
"Kegelapan,"Seru Tuan Legolas.
"Orc, Mereka disini,"Ucap Tauriel. Perahu ini terus mengarah menuju area paling dekat untuk melabuhkan perahu, dan kondisi keadaan kota terlalu hening ada apa ini.
Sesampainya di pembatas kayu Tauriel bangkit lebih dulu dari perahu, kemudian aku turun dari perahu setelah itu Tuan Legolas turun dari perahu dan mengikatnya tali perahu di salah satu tiang terdekat karna sisi semua pinggiran adalah air.
KYAAAAAAA!
Aku melihat dua orang wanita berlari dengan nada takut, dengan ketakutan diwajahnya, dan yang mengejarnya adalah orc, hal ini membuat Tauriel bergerak lebih dulu dari kami berdua.
Tauriel mengeluarkan sebuah degger kembar ditanganya, sementara Tuan Legolas nampak cover dari belakang, dengan busur dan anak panahnya. Sementara aku terfokus pada suara teriakan lain dibelakang kami. Suara anak kecil laki_laki berlari tergesa_gesa dikejar orc dengan gada ditanganya.
Kuputuskan berlari kearah anak itu dengan terburu-buru, aku melompati cela sambungan kayu lantai dibawahku, dan berusaha meraih tubuh mungil anak itu.
"Shanarooooo..."Aku menjerit kencang memusatkan energi kehijauan dikepalan tangan kiriku disaat aku berhasil meraih tubuh anak itu dengan memeluk pingganya dengan tangan kanan.
BYURRR!
Orc yang tadi kupukul terlempar kebelakang dan membuatnya menabrak tiang kayu rumah, dan mirisnya Orc juga terjun bebas keair danau yang bersalju.
"Sepertinya aku belum bisa mengontrol tanganku,"Seruku memandang cahaya hijau ditanganku mulai memudar.
"Sakura."Ucap tuan Legolas memanggilku dengan tatapan tergesah lalu beralih pada anak dipelukanku.
"Katakan padaku? Apa yang terjadi!,"Tanya Tuan Legolas dengan nada kalem, bersamaan Tauriel nampak mendekat saat kondisi sudah aman diikuti dua wanita dibelakangnya.
"Sebelum mahluk itu datang, beberapa kurcaci datang ketempat kami dan dia mengatakan bahwa dia adalah putra pewaris raja Gunung Gundabad,"Jelas anak itu.
[Kurcaci! Mereka datang untuk mengambil rumah mereka kembali] Ucap Shun dari dalam kepalaku.
Anak itu mulai menjelaskan secara singkat, dibantu kedua wanita itu. Ini membenarkan jika para kurcaci sudah sampai didesa ini dan para orc yang mengejar mereka pasti sudah menyebar keseluruh tempat.
(Shun House)
"Kau yakin batu ini akan dihancurkan?!," Suara serak mengerutu terdengar dari mulut Noir yang kini menatap batu hijau cantik itu.
"Yap! Aku yakin nafas apimu bisa melelehkan batu permata itu dalam sekejab?!,"Ucap Shun.
"Memang bisa!,"Ucapnya menghelah nafas mentap gelisa. "Cuman aku tak percaya batu dari tanah Dewi bulan itu, hanya berakhir ditanganmu lalu dihancurkan,"Desahnya.
"Tenanglah sobat,"Ucap Shun nampak memandang Noir. "Melumerkanya bukan berarti menghancurkanya,"Tandasnya.
"..."Noir terdiam dan menghelah nafas, dengan berat hati ia mengenggam batu itu, dan sebuah api muncul dari telapak tanganya. "Jadi.."
Sementara Shun lalu menyerahkan sebuah botol kecil_mungil ditanganya ke Noir. "Taruh seluruh lelehan batu itu, didalam benda itu Noir,"
"..."Setelah mendengar itu Noir melelehkan batu permata itu dengan apinya, hingga tak berbentuk dan menaruh cairan lelehanya pada botol itu.
"Sesuai apa yang kau inginkan,"Ucapnya lalu menyerahkan botol itu kembali pada Shun.
"Cairan ini akan dibutuhkan dimasa depan,"Ucap Shun meninggalkan ruangan begitu saja. "Kita harus memakainya sebaik mungkin,"
Noir menghelah nafas menatap kepergian Shun. Ia tau jika Shun selalu mengambil mahar dan memiliki siasat untuk suatu hal dalam mengabulkan doa seseorang, tapi dia berharap semua akan baik-baik saja tampa hambatan.
[Normal Pov]
Baik Legolas, Tauriel dan Sakura berjalan menyusuri rute jalan kecil penghubung dari satu rumah kerumah lainya, semua tak berjalan dengan mulus karna beberapa Orc berusaha menyerang mereka dan ketiganya selalu bertindak menolong warga yang mereka temui diperjalanan.
Beberapa inforasi baru mereka dari warga yang mereka tolong, jika beberapa kurcaci masih menetap di tempat ini karna salah satu dari kaki sang-kurcaci terluka dan takbisa melanjutkan perjalanan ke Dale.
Mereka berada didepan ditengah kota dekat sebuah menara Angin, dan mencari Rumah Nelayan untuk menemui Kurcaci yang masih tersisah di LakeTown katanya dirawat oleh dirumah Bard The Bowman namun mereka terkejut mana kala mereka mendengar jeritan ketakutan dari sebuah rumah yang membuat mereka berinisiatif menerobos masuk kedalam Rumah.
Namun Sakura berhenti pada langkahnya saat matanya tak sengaja menemukan sosok Kurcaci yang tak jauh dari rumah diseret paksa oleh seorang Orc membuat ia terpelantik kebelakang, saat orc itu siap melayangkan kampaknya kekepala orc, kunai Sakura langsung mengenai kepala Orc hingga tumbang.
"Hai kau baik baik-baik saja," Panggil Sakura mendekatinya.
"K-kau,"
...
Suara yang mendominasi suara wanita dan anak-anak nampak membuat kuping Gilu, Tauriel menghambur masuk dibelakang Legolas. masuk melihat kondisi, yang sangat parah. Rumah yang berantakan dan teriakan dua anak kecil dan satu wanita dewasa yang panik menatap orc yang mengenggam gada, serta menghancurkan kediaman mereka sementara Kurcaci terlihat pula-menghajar orc dengan beberapa barang disekitar mereka dengan pukulan, perabotan kecil, meja atau pisau dapur sebagai pertahanan.
Tauriel menghajar musuh dan Legolas mengcover dari belakang, mereka sangat lincah dalam seni bertarung dalam beberapa menit mereka bisa membuat Orc tumbang dan menyelamatkan mereka yang ada dirumah itu.
"Ka-Kau,"Panggil Kurcaci itu pada Sakura dengan nada tergagap dan memperbaiki posisi tubuhnya yang tadi terpelanting disamping mayat Orc yang dibunuh Sakura.
"Bifur-kan,"Jawab Sakura datar, terlihat seuls senyuman tipis dibibirnya Sakura lalu berjalan lebih dekat dan menatap sebuah tanaman nyaris layu tergeletak begitu saja. Ia langsung memungutnya. "Daun ini punyamu?,"Tanyanya.
"Terimakasi kau gadis merah delima yang bersama Gloin, tadi itu nyaris saja,"Desisnya gemetar lalu mengambil dedaunan ditangan Sakura perlahan.
"Sakura namaku,"Ucap Sakura mengkerutkan keningnya.
"S-sakura bicaranya nanti saja, saat ini Kili membutukan obat untuk lukanya,"Ucap Bifur lalu menunjuk obat ditanganya. "Orang disini mengunkan rumput ini sebagai pakan-ternak padahal ini obat yang bisa menetralkan racun dikaki Kili,"Ucapnya menjelaskan panjang kali lebar.
DEG!
Sakura membelalkan matanya ingatnya kembali berputar saat ia menolong Kili yang kakinya tertembak panah Orc didepan pintu Air.
Namun selain dia sangat terguncang dengan kondisi Kili ia merasakan pergerakan dibelakangnya membuat ia berbalik dengan cepat.
Sakura lalu menatap banyaknya Orc berdatangan, lalu bergerak dengan merentangkan tanganya melindungi Bifur karna nampaknya Orc ingin menyerang Kurcaci yang ada disisinya "Pergilah Bifur kili membutuhkanmu,"Desis Sakura.
"Sakura,"
[Bersambung]
[Rabu-28-February-2018]
.🐱🐱🐱
VickyChouDisini :
Vicky : Hallo semuanya masih ingat dengan saya..uhk 😙😙
Lightning : 😭😭😭
Vicky : 😐
Sakura : Author-san kenapa jadi hening bisa dimulai?
Vicky : Uhk ya..ya bisa lama gak jumpa pembaca-pembaca apa kabar kalian semua, maaf atas beberapa Hiatusnya cerita kami karna-
Lightning : 😭😭😭
Vicky : 😖😧
Sakura : Dia tak bisa diajak bicara sekarang.
Legolas : #puk-puk Author Lightning Shun#
Vicky : Lightning penulis bebarapa cerita harus Hiatus lama karna masalah berat direal, sebuah musibah kediaman dia kerampokan dan beberapa Laptop dan ponselnya raib di ambil maling, semua storynya ilang harusnya sudah hampir tamat, tapi sialnya semua buyar dan harus diketik dari awal, mohon maaf soal ini.
Jadi untuk cerita duet bakal saya tulis sendiri mohon pengertianya jika alurnya mungkin agak berubah atau penulisan beda nanti kami revisi.
Salam
I LOVE YOU ALL
(Vicky Chou)
menghelah nafas memandang datar.
