The Pandora of Memory
Akan kuberitahu padamu
Semuanya
tolong dengarkan sampai akhir.
'Kau mau melakukan sesuatu?,'
"Aku rasa ada salah satu adiku, bisa membantuku,"Ucap Shun melirik seseorang memasuki ruangan dan tersenyum dengan nada malas, namun beberapa detik berubah menjadi Seringai.
"Apa ada pekerjaan untuk-ku Shun?,"
"Tentu,"
"Tugas macam apa yang menantiku, saat ini?, apa yang kau mau,"Tanya Pria bersurai merah itu dengan nada antusias yang setengah-setengah.
"Aku ingin kau pergi ke laketown sekarang juga. temukan 'arus biji kebencian hitam' dibalik tumpukan harta dari tempat Gunung Gundabad, dan bawah padaku!,"Ujar Shun Santai.
"What?!, Biji Kebencian,"Ucap Noir memasang mata tak senang dengan apa yang diperintahkan. "Biji itu adalah sumber membencian, keserakahan dan juga rasa iri yang ditinggalkan oleh naga itu disana, kau mau aku bertarung denganya secara terang-terangan?,"Tanyanya.
"Memangnya kau tidak mau?,"Tanya Shun datar, menatap rekanya yang tak lain adalah Seorang naga dalam Wujud manusiawinya.
"Aku sebenarnya tidak masalah melawan naga yang merupakan sesamaku,"Ucap Noir cukup percaya diri pada kemampuannya dalam bertarung selama miliaran tahun hidup dibelahan dunia. "Akan tetapi aku butuh alasanmu dan kau harus menjawabnya, kau tahu jika kalau meminta adalah dirimu aku akan selalu mengikutinya,"Ucap Noir menghelah nafas.
"Aku mengerti thanks atas pengertianmu aku akan menjelaskan,"Ucap Shun menghelah nafas. "Arus Biji kebencian adalah sebuah hawa-hitam yang tidak disengaja ditinggalkan oleh Naga ditempat itu, sebentar lagi para Kurcaci akan berjuang dan mendapatkan tempat kelahirannya, apa bila Arus biji kebencian itu masih berada disana maka apa yang terjadi!,"Ucap Shun datar.
{Kehancuran yang akan membawa kemalangan pada pemimpin raja para kurcaci}
Suara Alberth terdengar antusias dan terlihat cemas berkata-kata membuat Shun hanya memberi senyumanya.
"Seperti yang kau katakan kau Adalah Naga, dan kau paling berpengalaman menghadapi masalah seperti ini, Kau tak perlu melawan dirinya jika tidak terpojok Noir, aku hanya bisa meminta kau membawakan benda itu,"Ucap Shun tersenyum.
"Bagaimana jika aku terjerat penyakitnya seperti Naga lemah Smaug itu?,"Tanya Noir cetus, membuat Shun mengeleng pelan.
"Kau tidak akan sebodoh itu, untuk terjebak pada Penyakit yang kau anggap lemah, lagi pula aku juga akan menarikmu dari kegelapan dan Naoto tak akan membiarkanya, benar,"Ucap Shun dengan nada bercanda pada Noir, lalu mendorong punggung pria itu pergi.
"Aku mengerti,"Ucap Noir lalu menjentikan jari, lalu sebuah portal hitam muncul dihadapan mereka, dan tampa berkata apa-pun dia lalu memutuskan masuk begitu saja.
{Sebagai sesama Mahluk dunia alam tengah, kau tahu jika hubungan seorang Dewa dan juga Naga tak pernah berjalan dengan baik}
Ucap Alberth menghelah nafas, Shun tersenyum mendengar perkataan sang dewi dari tanah elf itu, dan tak merasa tersindir sama sekali, dan mengiyakan hal itu, Shun tahu jika jati dirinya yang sebagai seorang Dewa waktu sejatinya sudah diketahui oleh Alberth ratusan tahun saling mengenal, Shun hanya mengenalkan bahwa dirinya adalah penyihir-abadi yang memilih, hidup bersama seekor naga juga seorang iblis yang akan membuat kaum lain merasa bingung terutama soal naga. tak semua cerita desas_desus baik antar naga juga para dewa berjalan rukun dan baik, ada kalanya kedua kaum selalu bertarung satu sama lain dan mencoba mendominasi agar berada ditempat tertinggi.
"Soal itu akan menjadi urusan kami, dan aku rasa aku mempercayai dia sebagai saudaraku, menyebutku sebagai dewa (Mantan) hanya membuat jurang tak terlihat antara hubungan kami bertiga,"Ucap Shun tersenyum lalu menatap cerminan paras cantik wanita itu.
"Jangan khawatir aku, mendoakanmu dimana pun kau berada,"Ucap Wanita itu. sebelum mata awas Shun sedikit melebar dan rautnya berubah menjadi serius.
{Ada apa Shun?} Tanya Sang Dewi memandang, figur tampan pria itu berubah waspada.
"Masa depan berubah,"
.
.
.
Sakura tak pernah membayangkan sedetik pun jika hidupnya akan terombang ambing akibat perasaan seperti ini. dimana dia amnesia, melakukan perjanjian dengan seorang Penyihir (sepengetahuan Sakura) jatuh ditempat aneh, dalam sebuah tempat tinggal kawanan para Elf Greenwood, menjadi orang yang berhasil menyelamatkan nyawa salah satu diantaranya, namun disisi lain dia terjebak sebagai tahanan karna mengira dia mata mata.
Sakura tak pernah berhenti bertanya dalam hati, sejauh dia bisa dia mencoba pergi atau seolah sembunyi disuatu tempat dimana ia tak terlancak oleh siapa-pun, Pergi dari tanah Elf dan menemukan hal yang baru justru membawanya ke masalah yang lebih gila lagi.
Saat ini sebuah tempat menjadi saksi atas dua orang berbeda menyatuhkan ikrar atas nama cinta (meski tak secara langsung sumpah itu dilayangkan) Sakura hanya meredup kan pandangan, saat merasakan belaian dari lelaki yang membelai dan ingin meminta izin untuk mengklaim dirinya sebagai miliknya, dan diri pria itu sebagai miliknya. dimana pria itu mendominasi dirinya dan tubuhnya seolah tak singkron dengan apa yang terjadi semua membuat otaknya blank.
Sakura mengigit bibir bawahnya, menahan desahan halus yang keluar dari bibirnya, atas perbuatan gila yang menurut nya sudah diluar dari kuasanya, meski memiliki kekuatan menghancurkan dan bertarung dengan kuat ia sadar perasaanya semakin bimbang dan dia kalah.
telinga-nya masih cukup bagus, dibalik erangan panas yang dikeluarkan oleh Ellon didalam rengkuhanya, ia menyadari Sang Ellon menyanyikan sebuah kidung indah, berisi bahasa Elf yang entah apa artinya, namun disatu sisi ia menyukai suara, detakan jantung pria itu seirama denganya.
Satu hal yang Ia berharapkan Sakura jika Ini akan menjadi kenyataan untuk selamanya, ia mulai mencintai lelaki itu dan berharap bisa bersama selamanya.
Andaikan ada cara kami bersama.
meski kenyataan ini hanyalah mimpi.
maka setiap malam di mimpiku kau dapat mengisi hariku.
meski itu mustahil aku berharap aku tak pernah bangun dan melihat kenyataan.
Sejujurnya dilain pihak Sakura, Ellon yang merupakan pangeran Tunggal satu-satu Thandulil itu juga sudah mengambil keputusan yang besar, mencintai untuk seorang manusia, dengan usia mereka yang tidak abadi merupakan kesalahan besar mencintai seorang mortal, ketika dia menyadari kelak Manusia yang di cintainya mati dia kan jatuh dalam kesedihan, dan sendirian di kehidupan yang fana, tampa perasaan atau hati akan menjadi hitam sama seperti para peri atau elf yang jatuh dalam kelembah keputusasaan.
'Elf hanya mencintai 1 kali dalam seumur hidup, ketika kau menemukan orang kau cintai, kau akan terikat denganya selamanya'
Suara Ellenth yang menjadi gurunya saat masih elfling terngiang di kepalanya, meski sadar akan hal itu, Legolas tahu bahwa dia juga telah jatuh dan kalah oleh perasaanya, selama ratusan tahun menunggu belum ada satu-pun dari lawan jenisnya yang membuat hatinya campur aduk seperti ini.
"Ahhh..."
Sebuah hentakan keras terasa dalam dirinya, membuat mata Sakura membulat dengan rasa sensasi kesakitan, saat Legolas mulai menyatuh denganya membuat napasnya kiyan tertahan dengan cepat.
Sang Ellon menyadari raut sakit yang diperlihatkan pada sorot matanya dan kembali memeluk wanita yang dipilihnya dengan penuh cinta dan berjanji akan memudar ketika pasanganya pergi dan berharap didunia selanjutnya mereka dipertemukan kembali.
.
.
.
Tengah malam yang harusnya tenang di LakeTown berubah menjadi panik atas keberadaan para Orc yang masih memporandakan sekitar area kota terapung itu, suara badai salju menjalar keatas bebatuan menciptakan getaran-getaran yang membuat semua merasa tidak bisa tenang.
Sebuah portal terlihat keluar menembus udara, disekitar pegunungan yang tertutupi oleh Salju tahunan yang panjang, seperti namanya lokasi perumahan diatas sungai dengan tumpukan salju musim yang panjang, apa jangan-jangan Jack Frost si guardian itu datang dan memberi salju panjang ditempat ini (Kidding).
Noir menyengit memandang sekitar yang begitu dingin, tapi dengan santainya ia masih mengenakan baju lengan panjang hitam berbahan kaos, celana jins dan sepatu laras militer, namun ia nampak terganggu dengan dingin atau panasnya cuaca, mata merahnya menatap suasana ketakutan dari warga desa, terdapat beberapa Orc yang masih berkeliaran disana meski pemimpinya sudah Pergi.
Noir pun sebelum memutuskan untuk memasuki area rumah matanya bertuju pada sebuah gunung besar yang berada di belakang Area Laketown, membuat mata Merahnya menyengit tajam, Hawa gunung nampak sangat mengerikan dari apa yang Shun gambarkan padanya. andai ia membawa Naoto adik Iblisnya mungkin akan suka apa lagi banyak hawa negatif yang bisa dimakan oleh Naoto angap saja ini bisa menjadi makanan gratis.
.
.
.
[KEDIAMAN SAKAMAKI DI DUNIA LAIN]
"HUACHIII!," Mata Naoto menyengit bingung saat ini, untuk kelima kalinya ia bersin kali ini, hal ini sangat membingungkan, mana mungkin seorang iblis berelemen es, seperti dirinya bisa terkena penyakit seperti demam atau penyakit lain yang berhubungan dengan bersin.
"Naoto_kun kau baik-baik saja,"Suara rendah penuh kecemasan terdengar dari sampingnya, seorang gadis cantik, berambut ikal pendek pirang, bermata merah-ruby yang kebetulan sedang berjalan bersamanya.
Gadis bernama Yui Komori (atau sebutan Eve bagi keluarga Sakamaki) Sedang jalan-jalan di taman kediaman karna kebetulan keduanya bertemu tengah malam saat Naoto sedang membuat sarapan malam, Yui meminta Naoto menemaninya keluar ditaman bunga dan Naoto tidak menolaknya.
Sejak kepindahan Naoto yang ditugaskan oleh memantau Aiden oleh Anikinya membuat pemuda itu mencoba, untuk berbaur dalam lingkungan memantau Aiden yang menjadi anak asuh dari kepala keluarga Sakamaki, yang ternyata seorang titisan Dewi penjaga yang sedang mencuci dosanya di dunia manusia.
"Terimakasi aku tidak apa-apa!,"Ucap Naoto tersenyum pada Yui, tapi Naoto tetap menerima sapu tangan yang Yui berikan padanya, gadis itu tetap baik pada setiap laki-laki dikediaman Sakamaki, berkali-kali dia kerap harus menerima takdir menjadi ternak Hidup untuk darah yang ia miliki, sejujurnya Naoto kasihan pada gadis itu, tapi tak berkomentar banyak. menganggu hukum dunia bisa jadi pelanggaran lebih baik dia diam demi keamananya sendiri, mungkin ada Kalanya Naoto berpikir Yui lebih dekat denganya sebulan terakhir sejak kemunculannya, bersamaan dengan Kedatangan Aiden ke rumah ini, sekarang mungkin karena Naoto yang tak pernah meminum darahnya, (Notabene Naoto Iblis yang tidak suka meminum darah).
"Sebaiknya kita masuk kedalam suasana sudah dingin,"Ucap Yui menarik lengan Naoto, dan sang iblis bertubuh buatan itu hanya terdiam, dia mengekori Yui membawanya kemana dan mengesampingkan pikiran bingungnya, mungkin Naoto akan mencari cara menghubungi Noir atau Shun saat ada waktu.
.
.
.
[DREAM SAKURA POV]
Aku terdiam saat merasakan hawa sekitarnya berubah menjadi putih, Aku mungkin sudah menyadarinya karna Aku sudah mengalami ini berulang kali, dan benar saja aku kembali bermimpi.
"Moichido oaidekiteureshīdesu, koko o mitekudasai.." (Senang melihatmu lagi, tataplah kemari).
Suara terdengar dengan bahasa yang asing padaku, namun entah kenapa aku paham bahasanya, dengan pelan namun lembut terarah padaku, suara sama seperti diriku kurasa namun berbeda dari diriku, mirip namun berbeda. apa ini Ilusi yang dimunculkan oleh 'Lumina' yang pernah dibahas oleh aku dengan Shun.
"Kimochi o ochitsuka se, hakidashite kara yukkuri to me o akete isoide wa ikemasen," (Jangan terburu-buru tenangkan perasaanmu, hembuskan nafas lalu buka matamu perlahan),"Ujarnya.
Aku mencoba mengikuti instruksi dari suara itu, perasaanku kami berapa kali berinteraksi juga bicara meski bukan dalam mimpi, tapi dalam kontak batin, aku memandang perlahan disekitarku, berharap bisa menemukanya.
"A-Aaaakh!,"Ucapku terkaget luar biasa melihat seseorang wanita tersenyum, penampilanya tidak mengerikan seperi bayanganku namun yang membuatku heran ialah..
"Wajah anda?!,"
Sosok didepanku ialah seperti wajahku sendiri, namun aku merasa perbedaan yang cukup berbeda darinya, aku bisa melihat gestur badanya sedikit lebih berisi daripada aku, dan juga kerutan wajah dan expresi wajah yang lebih berwarna, rautnya juga terlihat kalau dia lebih tua dari usiaku. dia mengenakan lengan panjang putih sepaha dan dibalut sebuah rok panjang menutup mata kakinya, wajahnya cantik berseri dan memakai gincu merah bibirnya yang segar dengan uluman senyum.
"Aeru to wa omowanakatta, (Aku tak menyangka kita bisa bertemu)"Ucap dia dengan tatapan sedih, namun rautnya kembali tersenyum.
"Siapa kau?!,"Tanyaku padanya dengan nada takut-takut meski wajahku hanya memberikan tatapan datar yang kurang bersahabat padanya.
" (Perkenalkan namaku Sakura Haruno)
Ucap Wanita yang mengakui namanya adalah Sakura dengan tampang ramah, namun seketika wajahnya kembali memamerkan senyuman sedih.
Wanita itu bergerak lebih anggun dariku, tangan menarik tanganku, lalu tanganya yang lain menjentikan jemarinya, kemunculkan bangku batu panjang, disana (?). Wanita yang mengaku bernama Sakura Haruno memandu ku untuk duduk disampingnya.
"Banyak hal yang aku bicarakan! mulai dari hal penting mau-pun tak penting, akan tetapi waktuku tidak banyak,"Ucapnya memandangiku yang duduk disebelahnya.
"..."
"Kau pasti memiliki banyak pertanyaan bukan," Pertanyaan itu membuatku terdiam dan sang wanita itu kembali melanjutkan. "Tentang kekuatanmu, tentang amnesia yang kau miliki,"Ujarnya.
"Aku selalu mencoba mencari jawaban, tapi pada akhirnya semua seperti Pixel yang terpecah-pecah tampa penjelasan,"Sahutku.
"Sepertinya aku datang disaat yang tepat, kurasa tak baik jika kau mendapatkan seluruh ingatanmu, dengan cara yang salah, maka dengarkan apa yang ingin kusampaikan sebelumnya, maukah kau mendengarkan?,"Tanyanya lembut dan aku mengangguk.
Namaku Sakura haruno, aku seorang wanita dari Klan Haruno yang menjadi Ninja veteran Sanin dan berprofesi dibagian medis, di Desa Konohagakure, sebelum aku dilantik sebuah perang besar terjadi membuat desaku hancur lalu kehilangan populasinya, akibat itu aku kehilangan orang tua dan juga beberapa rekan-ku yang meninggal dunia.
Singkat cerita seusai perang semua kembali lagi, dan orang-orang mencoba mengembalikan Konoha dan membangunya sama-sama, pasca perang. dan akhirnya aku dilantik dan mendapat penghargaan atas jasa yang kuberikan pada Konoha.
Dari semua yang kudapatkan, akhirnya aku memutuskan menjadi Dokter pada Ninja medis sebuah rumah sakit, meninggalkan misi-misi kelas S dimana aku bisa berpetualang kemanapun, yang aku suka akan tetapi aku merasa itu sudah cukup..
akhirnya ditahun selanjutnya aku menikah dengan seorang lelaki yang kukagumi saat menjadi 'Genin' lalu memiliki putri bernama Sarada, dan aku merasakan puncak dari kebahagiaan dan aku tak butuh apa-pun.
'Itu akan selalu jadi harapanmu'
akan tetapi aku terlalu naif dimana pada akhirnya aku tak sadar, takdir ini mempermainkan hidupku dan membuatku menderita, lagi dan lagi.
(Sakura haruno mulai terisak dan mengenggam tangaku kuat)
Setelah hari-hari kebahagiaanku lewat, suatu hari aku mendengar team peneliti konoha, sedang membuat project pembuatan Clone-human sampelnya akan diambil oleh sampel tubuh orang terdahulu, dan juga para orang yang berpengaruh.
"Project Human?," Desisku dengan mata membulat tidak percaya.
[BERSAMBUNG]
[SABTU-9-FEBRUARI-2019]
Lightning Shun here :
Haloo all bagaimana kabarnya, mungkin banyak yang sudah lupa dan beberapa dari kalian riquest cerita ini dilanjut well awalnya saya belum yakin untuk lanjut, tapi karna dapat beberapa referensi dari beberapa film action jadinya ada rasa buat melanjutkan theheh...😅
(Jadi maaf atas keterlambatan author) Maklum jatwal Nulis author terkikis karna kerjaan didunia nyata, tapi saya mencoba ouplod, lebih sering biar tidak kelamaan nunggunya, jadi...😤
(thanks for Reading)
(I love you all)
Hug/Kiss dari saya.
Pay-pay
