The Pandora of Memory
Sekarang adalah waktunya
Melangkahlah menuju keatas.
lalu bukalah lembaran baru.
perjalananku mungkin sudah berakhir.
tapi perjalananmu baru saja dimulai.
''..."
"Mama.." Suara panggilan Khas seorang Anak nampak terdengar sangat menyedihkan danketikakeduanya berbalik, mereka melihat Sarada yang memandang dengan tatapan mengerikan. "Kenapa mama mau meninggalkanku!,"
"Lumina,"Ucap Sakura lantang dan memundurkan langkahnya secara perlahan.
"Lumina?,"Ucap Sakura Haruno dengan nada bingung mengamati Sarada yang berwujut seperti figur putri kandungnya.
"Iya, aku dengar dari penyihir yang menjadi temanku, jika mahluk Lumina tercipta itu dari Ingatan atau masalalu seseorang dan terus menyerang dan menjadi mimpi buruk pemiliknya,"Jelas Sakura dengan nada Serius membuat keduanya merasakan Ancaman yang cukup besar.
"Mungkin saja dia menganggumu karna secara fiscall dariku, kau tercipta dari tubuhku, secara memori manusiaku dan brain jutsu, Trauma-ku juga terkirim saat mereka menciptakanmu,"Jelas Haruno Sakura Serius dengan pandangan serius, namun melihat Sorot mata Lumina membuat dia tak tega.
"Aku tidak tahu, akan tetapi kata Penyihir dia sangat berbahaya untuk didekati,"Jelas Sakura,
"Begitu?,"Haruno Sakura menghelah Nafas lalu, berjalan secara perlahan kearah Lumina, dan membuat Sakura nampakmerasa panik.
"Ahh! Tunggu Haruno Sakura dia berbahaya,"Panggilnya.
"Jangan Khawatir Saki,"Ucap Haruno Sakura tersenyumbijak diraut wajah penuh dewasanya pada Sakura lalu mendekatiLumina.
"Mama..."Panggil Lumina dengan pandangan mengerikan pada keduanya.
"Kau lumina? Kau memakai whujut dari putriku! Kau tahu Bertapa rindunya aku padanya..Kau tercipta dari trauma pada ingatanku?,"Tanya Sakura Haruno dengan lembut pada sosok Lumina.
"Mama.."
"Aku tak tahu seperti apa sosoknya sekarang, aku sudah lama mati, bertahan ditubuh Saki tidak akan ada habisnya dan itu tak berguna," Ucap Haruno Sakura dengan nada sedih,membuat Sakura merasakan kesedihanya, Selama ini pemilik tubuh Aslinya terlihat sangat kesepian juga menderita.
"Maukah kau menemaniku pergi kedunia seharusnya Lumina?,"Tanya Haruno Sakura lalu mengusap punggung Lumina dengan lembut.
"Mamaaa hueeeeeehhh, Aku mauuu!,"Keduanya berpelukan dengan tangisan yang penuh kerinduan, nampak Lumina juga tak menyerang mereka karna pelukan Haruno Sakura.
"Sepertinya sudah saatnya berpisah!,"Ucap Haruno Sakura melepas pelukan Lumina dan mereka saling mengengam tangan lalu mata jade Haruno Sakura memandang Sakura dengan lembut.
"Tunggguu!,"Ucap Sakura mencoba menghentikan Haruno Sakura yang akan menghilang.
"Selamat tinggal Saki,"Ucapnya bersamaan kehadiranya yang menghilang serta memudar.
"Haruno Sakura!,"
GREB!
"Kau tak boleh mengikutinya! Jika kau pergi dan ikuti dia kau akan benar-benar kealam kematian!,"
"Shun-san,"
"Bangunlahhh! Ayooo Bangunlahhh!,"
SYUUUT!
Sakura terbangun pelan,dipelukan Pangeran Elf. Legolas nampak masih memejamkan matanya dan memeluknya dengan erat, perlahan Sakura mencoba mengerakan tubuhnya sedikit karna tak tega untuk membangunkan Elf, tapi ia nampak sedikit kesulitan bergerak diarea organ-intimnya semalam, sejujurnya jika sedikit malu dengan apa yang terjadi sekarang, setelah perpisahanya dengan Sakura yang sesungguhnya dan Lumina membawanya, bagaimana dengan hubunganya dengan Elf itu, Ia yang pada dasarnya Cloning yang diciptakan dari tubuh Asli manusia bernama Sakura Haruno.
Ia terbangun tampa ingatan, melakukan perjanjian dengan penyihir, lalu di jadikan tahanan di tanah yang asing, berpetualang bersama pangeran yang awalnya menginginkan rekanya kembali ketanah mereka, dan lagi, lagi dan lagi semua berubah diluar rencana, ingatan yang diberikan oleh Sakura yang sesungguhnya, fakta jika aku bukan manusia melainkan cloning yang menjadi mesin tempur yang tak seharusnya memiliki hati.
'Sebuah mesin tak boleh memiliki perasaan, Tubuh yang kekal, Cerdas namun hanya pada perintah...tapi...Aku ingin menjadi Egois aku tak hanya ingin memiliki sebuah ingatan Sakura haruno saja...'
Sakura terisak dalam diam, ia membelai wajah damai Legolas, dengan ratusan ingatan yang terima saat ia terbangun dari dalam sebuah akuarium tempatnya tertidur panjang. Semua ingatan yang pahit, sedih juga bahagia nampak membekas disana,
'..Aku ingin memiliki Hati seperti yang kau rasakan...'
"Kita sudah terikat secara batin dan Jiwa mengapa kau menangis?,"Desis Legolas membuka matanya secara perlahan sebelum Sakura menyadari memeluk serta membelai pipi, dari wanita yang sudah diikat hidup matinya, dan Semua pengorbanan bahkan tindakan ini diluar batas, ia tahu dia akan mengecewakan Adar karna mengklaim jiwa pada seorang fana, tapi semakin dia berusaha mengabaikan perasaan murninya dia semakin tak sangup melepaskanya.
"Tu-"
"Perlahan kau akan melihat seluruh isi pikiranku dan juga aku bisa membaca pikiranmu, karna setelah menyebut Ikrar penyatuan jiwa kita terikat,"Ucapnya sembari tersenyum dengan wajah Sakura yang rautnya terlihat memerah memberikan expresi langkah darinya dan itu manis. "Legolas panggiilah begitu, kau bukan lagi orang lain untuku Aku milikmu, dan aku miliku,"
'DEG!'
SHHHHHIIIIIIINNNGGGGGGGGGGG!
Mata Sakura kembali Membulat penuh kejut saat suara geraman terdengar dan mengebuh angin terasa begitu cepat bergerak seolah ada sesuatu yang datang dan siap untuk menghancurkanya. Gemuru takkunjung berhenti Seekor Naga besar nampak terbang dengan cepat mengarah ke desa ditengah sungai. Menghancurkan apa saja yang ia lewati beruntung Legolas dan Sakura selamat atas insident itu karna para pohon melindunginya.
[Dilain tempat]
Shun menghelah nafas memejamkan mata diatas sebuah kursi goyang dan berlokasi di salah satu beranda kayu dunianya, ia tengah terdiamdengan tenang tampa gangguan, namun sebuah langkah kaki kecil mendekat kearahnya.
"Naoto?,"Panggil Shun tampa membuka matanya, orang yang dipanggil hanya menghelah nafas lalu berjalan mendekat dengan sebuah nampan coklat panas ditanganya.
"Tolong jangan protes jika rasanya berbeda dengan buatan Noir-niisan,"Ucap Naoto meletakan minuman itu pada sebuah meja kecil di samping kursi goyang, lalu hendak melangkah meninggalkan Shun sendirian.
"Naoto?," Panggil Shun dengan nada tenang.
"Iya Aniki?,"Tanya Naoto langsung berbalik dengan nada patuh.
"Apa ada yang terjadi sesuatu padamu dikediaman Sakamaki? Apa kau merasa terganggu karna itu?,"Tanya Shun membuat Naoto terdiam.
"Aku tak mengerti dengan apa yang Aniki pikirkan, aku sudah mengawasi Eve dan Aiden seperti apa yang Aniki inginkan, apa aku melakukan kesalahan Aniki?!,"Tanya Naoto dengan nada bingung dan gugup.
"Tidak kau sudah melakukan semua terbaik, selanjutnya aku ingin kau bergerak dengan kesadaranmu sendiri selain, tampa menunggu perintah dariku,"Ucap Shun pada Naoto.
"Baiklah Aniki?!,"Ucapnya lalu sebuah portal terbuat dari Es melingkar didepan wajahnya lalu menyeret Naoto masuk kedalam portal lalu menghilang, meninggalkan Shun sendirian.
"Huuuh Saatnya bekerja,"Shun kembali memfokuskan pada pikiranya, ia terfokus mempertahankan kondisi Sakura dan Legolas dihutan itu, dengan sebuah Aura hijau mengeluar dari tubuhnya lalu terbang kesuatu tempat, untuk tugasnya. "Pergi dan obati Gadis itu, kurasa setelah malam pertamanya, dia tak akan bisa terlalu banyak bergerak, aku harus menyembuhkannya sekarang juga,"Ucap Shun menghela nafas.
[Kau berbuat sejauh ini! Sungguh sangat matang]
Ucap Sebuah suara datang dari cermin yang digunakan sang Dewi tanah Elf untuk berkomunikasi selama ini, benda itu melayang penuh kearah Shun.
"Aku sudah mempersiapkan semuanya?,"Ucap Shun lalu membuka mata, lalu menangkap cermin yang melayang itu.
[Dia datang]
Suara kepanikan nampak terjadi dalam beberapa menit rumah yang berjejer rapih berubah menjadi puing-puing Lake Town yang indah dengan Suasana Saljunya, hampir tak dikenali dalam waktu singkat, Teriakan minta tolong bersamaan orang-orang yang lari kocar-kacir berusaha melarikan diri, beberapa mencoba menyelamatkan orang-orang dengan Perahu juga rakit mereka, setelah serangan Naga Smug, yang nampaknya sudah sangat mencurigai keterlibatan warga desa dengan para kurcaci yang lancang masuk di bukit.
Kejadian ini bukan saja memorak-morandakan bangunan saja, akan tetapi membuat sebagian penduduk meregang nyawa menjemput kematian, mereka.
"Pengembara kita harus pergi dari sini!,"Ucap Bard the Bowman, kala itu langsung mencoba berlari membawa keluarganya, menuju merakit dan berbaik hati memanggil Noir, dan pria berambut jabrik itu dengan cepat mengikut mereka untuk keluar dari rumah, sebelum kena serpihan puing rumah yang terbakar.
"Api dimana-mana! Sial kita akan terpanggang!,"Ucap Salah satu kurcaci dengan setengah panik sembari mengumpat karna kesialan mereka, salah satu dari mereka memapah kurcaci terluka bernama Killi dan diikuti oleh seorang Elleth bernama Tauriel.
"Jangan menyerah! Kita harus berhasil keluar dari sini!,"Ucap Bard the Bowman, menggandeng putri perempuanya, namun seketika pandanganya teralihkan pada sebuah kincir petunjuk arah angin yang berada diatas sebuah tower, berbentuk sebuah panah karat yang lama, Menyadari hal itu Noir yang melihatnya hanya tersenyum sinis menyadari sesuatu yang akan terjadi sebelumnya.
'Sesuai dengan apa yang Shun katakan,'
'Pertunjukan menarik akan terjadi ditempat ini!'
[Bersambung]
[Senin-6-Mei-2019]
VickyChouDisini:
"Hallo...heheh Gw Vicky Chou salam kenal, semuanya masih ada yang ingat Gw, kembali lagi dengan Gw penulis yang Unfaedah, selamat datang, salam kenal dan selamat membaca...hehehe.
Bagaimana dengan kabarnya untuk yang beragama Islam udah siap untuk puasa pertama? Gak golongan hehe...GoodLuck ya moga-moga Berkah, dan puasanya bisa full dari awal puasa ampe di hari kemenangan..yaay!
Oh ya gyus...Gw ada pemberitahuan Singkat untuk cerita-crita yang mengandung unsur 18+ akan dipublis jarang selama bulan puasa, dan untuk beberapa Fic (bergendre petualangan dan cerita drama ringan) akan dilanjutkan tenang aja, Meski beberapa cerita kami tak banyak mengandung cerita yang (fufufu~) tapi demi tidak membatalkan salah satu puasa author untuk mengantisipasi ...Oke.
Karna itu kami author ingin mengucapkan...
Selamat menjalankan Ibadah puasa..untuk teman - teman beragama Islam, dan mendapatkan ratusan kebaikan selama bulan suci ramadan ini.
🐾Author Ryou
🐾VickyChou
🐾Ayu186
