Polysitemia
©Blue Exorcist Kazue Kato
Warning: Alternative Universe, VampirAu, No Exorcist, No Demon.
The Lecturer
Hari ini mata kuliah Rin sedang tidak padat jadi meski masih siang Rin bisa berjalan-jalan dengan teman-temannya.
"Rin-san ada film bagus hari ini bagaimana kalau kita nonton". Kata Hikaru.
"Aku juga sudah lama tidak nonton". Kata Shiori.
"Baiklah, aku juga ingin sekali". Kata Rin.
Dari kejauhan seorang pemuda berkacamata itu memperhatikan ketiganya tepatnya bukan ketiganya tapi salah satu diantara mereka sementara itu salah satu diantara mereka merasa diperhatikan namun saat dia melihatnya dia tidak melihat siapapun.
Siapa dia sebenarnya rasanya sangat familiar
Rin, Shiori dan Hikaru hari itu menonton film adaftasi manga yang digemari Shiori kebetulan saja Rin juga menyukai film itu jadi mereka sangat menyukainya kecuali Hikaru yang terlihat tidur sepanjang film. Jujur saja belum lama berteman dengan Shiori Rin merasa sangat nyaman dengannya sebelumnya Rin tak pernah sekalipun dekat dengan gadis manapun karena dia takut mereka menjauhinya karena penyakit yang dia derita tapi Shiori dia berani mendekati Rin.
"Filmnya sangat seru". Kata Shiori.
"Iya aku sangat menyukainya". Kata Rin.
"Kalian berisik sekali sepanjang menurutku membosankan". Kata Hikaru terlihat malas.
"Hikaru-chan! biar nanti kau pilih film yang kau suka, OK". Kata Rin.
"Shiori-san hari ini hanya kau dan Rin yang menikmatinya". Kata Hikaru.
"Memangnya kenapa kami sama-sama menyukainya". Kata Shiori polos.
"Sama-sama menyukainya atau saling menyukai". Kata Hikaru asal jeplak.
Rin dan Shiori menjadi malu mendengar ucapan sembarangan Hikaru yang ucapannya begitu akurat 80 % benar sekali, memang benar Rin sangat menyukai Shiori tapi dia belum tahu apakah Shiori juga menyukainya atau tidak.
"Bukan begitu". Kata Rin dan Shiori berbarengan wajah mereka memerah kelihatannya Hikaru bisa menangkap kalau hal dikatakannya hampir benar jadi Hikaru memberikan cengiran terusilnya.
"Ya Baiklah lain kali bila Shiori-Chan mengajak menonton lagi aku akan menolak karena aku merasa manjadi orang ketiga diantara kalian". Kata Hikarui dengan ekspresi dibuat-buat.
"Baiklah Hikaru-kun aku tak akan pernah mengajakmu lagi". Kata Shiori.
"Bercanda Shiori-chan". Kata Hikaru.
Dalam hati Rin menurutnya Shiori orang lumayan menarik apalagi jarang sekali ada gadis yang mau mendekatinya karena penyakitnya.
"Kalau begitu aku duluan ya". Kata Shiori terburu-buru.
"Baiklah hati-hati dijalan ya Agashi( nona)". Kata Hikaru dengan satu kata bahasa korea.
Melihat kepergian Shiori Hikaru merangkul Rin.
"Kau beruntung sobat, dia gadis korea yang cantik". Kata Hikaru.
"Kau juga menyukainya?". Kata Rin bertanya sambil sedikit malu.
"Tidak kok, tenang saja temanku kau suka dia bukan?". Kata Hikaru tersenyum jahil.
"Apa maksudmu aku hanya tanya saja padamu". Kata Rin.
"Haha tidak apa sobat dan ngomong-ngomong aku harus pergi dulu". Kata Hikaru.
Hikaru pergi meninggalkannya sendiri saat itu wajah Rin kembali memerah mengingat Shiori dalam hidupnya dia belum pernah bisa sedekat ini dengan seorang gadis, sambil berjalan pulang kerumahnya dengan semangat.
Dari kejauhan Yukio menatap Rin ternyata dari tadi dia mengikuti Rin dan teman-temannya sejak kepulangan kuliah. Saat Rin berjalan dia merasa ada seseorang mengikuti langkahnya dibelakang namun saat dia menoleh tak ada siapapun disana.
"Apa hanya perasaaku saja". Kata Rin.
Yukio bersembunyi dengan cepat saat menyadari kalau dia menyadari keberadaannya.
"Seumur hidupku kau tak pernah melakukan menguntit seseorang seperti ini". Kata Yukio dalam hati.
Seumur hidup Yukio tak pernah satu kalipun dia tertarik pada seseorang dan sejak pertemuannya dengan mahasiswanya Rin yang baru dia kenal beberapa hari ini entah kenapa dia nampak penasaran. Yukio mengikutinya terus hingga sampai ke apartemennya bahkan di jalan Rin beberapa kali menoleh kebelakang karena merasa diikuti.
-Rumah Yukio-
Seperti biasa Yukio akan berada dibasemen rumahnya untuk meminum darah yang dia siapkan dari membelinya dipasar gelap sekantung infus darah dituangkan kegelasnya sambil meminunya dia kembali berpikir kenapa dia menguntit seseorang seperti seorang psikopat terutama Yukio juga sebenarnya takut apabila dia lepas kendali dan menyerang mahasiswanya itu maka identitasnya terbongkar dan bagaimana jika tanpa sengaja dia membunuh mahasiswanya itu. Dia sudah sangat bosan dengan hidupnya dia sugah melatih dirinya sejak kecil untuk bisa menahan diri bahkan dia juga sudah terbiasa bila dia harus mencium atau melihatnya sekalipun bahkan sebanyak apapun darah yang dia lihat namun saat dia melihat Rin yang mimisan kenapa…..?
-Rumah Rin-
Malam ini Rin nampak bahagia mendapat chat dari Shiori walaupun hanya obrolan biasa tapi membuat Rin kegirangan. Yang Rin tahu Shiori adalah gadis berdarah korea dan nama korea adalah Minrin dan dijepang dia bernama Shiori. Dalam hati Rin ingin sekali mengajaknya berkencan namun dia juga tak tahu bagaimana caranya. Tak lama dia mendapati handphonenya bordering dengan cepat dia mengangkatnya.
"Halo Shiori-san". Kata Rin terburu-buru.
"Ini Ibu Rin". kata Suara disebrang sana.
"Ehm i-ibu maaf kupikir temanku". Kata Rin gelapan.
"Apa kau sudah punya pacar Rin". kata Ibunya.
"Ti-tidak". Kata Rin.
"Kau tak pernah seperti ini sebelumnya". Kata Ibunya.
"Oh ya aku ingin tahu kondisimu apa kau baik-baik saja dan apa kau kekurangan sesuatu disana, bagaimana dengan pengobatanmu Ibu akan mengirim lagi jika kau perlu". Kata Ibunya.
"Ah tidak usah ibu aku baik-baik saja lagi pula aku tidak kekurangan apapun disini". Kata Rin.
"Baiklah jika begitu jika ada libur pulanglah kesini ibu dan ayah sangat Rindu padamu". Kata Ibunya.
"Baiklah ibu selamat malam". Kata Rin.
"Selamat malam Rin". kata Ibunya.
Rin terlalu girang mendapat telpon dia pikir itu Shiori ternyata itu Ibunya sendiri sesenang itu kah dia. Namun saat dia menatap jendela kembali dia menemukan seperti seseorang memperhatikannya namun saat dilihatnya sudah tidak ada.
"Ya Tuhan kurasa penyakitku membuatku berhalusinasi". Kata Rin.
Diluar apertemennya Yukio berdiri menatap jendela kamar Rin yang sekarang telah ditutup gorden.
"Sebenarnya kau siapa Okumura Rin?". Kata Yukio.
-Kampus-
Pagi ini suasana kampus seperti biasa namun hari ini Yukio menguatkan diri untuk mengajar dikelas dia juga mencoba terbiasa dengan keberadaan Rin untunglah dia tidak mimisan. Yukio tidak hanya sekali saja menatap Rin dengan dalam tak ada yang menyadarinya walaupun taka da yang menyadarinya.
"Okumura Rin". kata Yukio.
"Iya sensei". Kata Rin.
"Apa kau sudah mengumpulkan tugasmu". Kata Yukio.
"Iya sudah Sensei". Kata Rin.
"Tapi tidak ada disini". Kata Yukio.
"A benarkah tapi aku sudah mengumpulakannya tadi". Kata Rin.
"Tidak ada disini bagaimana kalau kau kerjakan diruanganku". Kata Yukio.
"Baiklah sensei". Kata Rin sedikit kecewa.
Sebenarnya tugas Rin memang ada namun Yukio menyembunyikannya untuk menjadi alasan agar bisa memanggil Rin ke ruangannya hal paling bodoh yang pernah Yukio lakukan menjadikan tugas sebagai alasan.
-Ruang Dosen-
Disana hanya ada Yukio dan Rin. Yukio memeriksa nilai dan Rin mengerjakan tugasnya, Rin mengerjakan soalnya tanpa dengan konsentrasi tapi Yukio sebenarnya memperhatikannya terus lebih tepat kelehernya.
"Sensei aku sudah selesai". Kata Rin setelah 30 menit.
"Bagus". Kata Yukio.
"Apa aku boleh pergi". Kata Rin.
"Ya silahkan". Kata Yukio.
Rin telah jauh diluar saat itu Yukio mulai sadar warna matanya hampir saja akan berubah dan untung Rin telah keluar dari ruangannya, rasa haus menderanya dan saat itu dia mengambil sekantong infus dan meminum darahnya terburu-buru salahnya sendiri yang membuat alasan agar dia bersamanya dan sekarang dia mulai tidak bisa menahan dirinya sedangkan Rin entah kenapa merasa harus kembali kedalam ruagan itu dan entah kenapa lehernya terasa sakit darah kembali keluar dari hidungnya.
"Kenapa ya". Kata Rin mengambil tisu.
Saat itu Hikaru dan Shiori telah menunggunya untuk mata kuliah berikutnya.
-Malam Hari-
Hari ini Rin pulang agak malam karena ada tugas kelompok dirumah Hikaru dan lagi Rin lupa lagi membuang darahnya berjalan sendiri dijalan sepi dengan sempoyongan darah terus saja menetes.
"Ya Tuhan aku lupa membuang darahku". Kata Rin.
Mencoba mengutkan diri berjalan hingga tempat tinggalnya saat itu pandangannya mulai agak memburam karena kepala sangat sakit karena tekanan darahnya yang tinggi karena penyakitnya membuat darahnya sangat kental dan samar-samar dia melihat seseorang yang berjalan sempoyongan. Rin ingin menolongnya karena orang itu berjalan mendekatinya.
Yukio Pov
"Ya Tuhan kenapa ini tubuh terasa sakit dan stok darah sama sekali tak membantuku ada apa ini enatah kemana aku berjalan sekarang" Guman Yukio.
Yukio berjalan tak tentu arah sampai dia melihat seorang pemuda.
"Tuan anda baik-baik saja". Tanya Rin tanpa tahu kalau siapa orang itu karena wajahnya tertunduk saat orang itu mendongak saat itu dia mendorongya jatuh.
Tubuhnya kesakitan karena punggungya terbanting ke trotoar saat dia bisa melihat wajah orang itu sungguh hal yang membuatnya ketakutan.
"Tolong Tolong". Teriak Rin saat melihat mata merah dibalik kacamata orang itu dan taringnya namun tak ada yang mendengar teriakannya karena disana sepi.
Arghhh
Taring itu menembus lehernya tak lama semuanya gelap. Dan Yukio baru saja sadar apa yang dia lakukan dia baru saja menyerang seseorang dan dia adalah mahasiswanya Rin Okumura dengan panic dia membawanya kerumahnya.
"Maaf Okumura-kun, seharunya aku tidak mendekatimu". Kata Yukio.
Sementara itu Ri tak sadarkan dari masih bisa mendengar apa yang dikatakan Yukio hingga dia bangun disebuah kamar dengan seseorang duduk menjaganya dan saat itu Rin ketakutan setengah mati.
To Be Continued
Author Note
Akhirnya author kembali setelah lama dan juga apa kalian tahu author telah nyempil didalam ff ini walau begitu nantinya tetap saja. Haha iya maafkan kekurangan ff ini dan review ditunggu untuk kelancaran lanjutan semua ff saya ini. Oh ya saya update 2 sekaligus dengan Brother Prison. Saya harap kalian senang.
