Blue Exorcist Kazue Katou
Story of fanfic is mine
No Plagiat
Warning: Au, Vampire!Yukio, No Exorcist life, no demon, Vampire!Au
Rin Pov
Hampir saja kupikir aku akan ketahuan iya mekipun begitu bukan berarti ini akan aman bukan, baru pertama kalinya aku mendapati kalau vampir itu nyata dan kenapa harus aku merasakan gigitannya apa mentang-mentang aku manusia kelebihan darah.
"Rin kemarin kau sempat ke rumah sakit?". Kata Shiori.
"Euh ya aku kemarin kerumah sakit untuk pemeriksaan rutin". kataku.
"Pantaslah kau tidak semerah kemarin". kata Shiori.
"Ya memang kau selalu begitu setelah membuang darahmu". kata Hikaru.
"Walau begitu tetap saja kau harus terus menerus membuang darahmu". Kata Shiori.
"Aku juga malas dengan penyakitku sendiri tapi bagaimana lagi penyakitku permanen apalagi ini memerlukan banyak pengeluaran". Kataku.
"Berdoa saja aku yakin lama-lama penyakit berkurang". Kata Shiori.
"Kata-katamu sama dengan kata-kata nenekku". kataku
Hal ini yang membuat menyukai Shiori.
-Skip Time-
Waktu kuliah sudah selesai aku pulang keapatemenku sendirian karena teman-teman memiliki urusan sedangkan saat itu aku melihat seseorang yang terlihat berdiri dihalte bus dan dia menyapaku.
"Hanase-kun! boleh kita bicara sebentar". katanya.
"Okumura Sensei ada apa ya?" Kataku penasaran.
"Ada hal penting yang ingin kukatakan". kata Okumura sensei.
Kulihat wajah okumura sensei pucat dan berkeringat dia terlihat lelah apa dia sakit? atau apa vampir memang seperti itu?.
"Baiklah Okumura sensei". Kataku.
"Bagaimana kita bicara disuatu tempat saja". kata Okumura sensei.
"Baiklah". kataku.
Aku yakin ada hal yang sangat penting ingin dia sampaikan.
-Rumah Yukio-
Yukio Pov
Aku tak mengerti kenapa menjadi begini setelah bertahun-tahun aku mengalami ini darah yang selama ini aku dapatkan tidak lagi bisa kukomsumsi berapa kali aku harus muntah. Tapi aku ingat darahnya aku merasa cocok dan lagi dia punya penyakit darah Polysitemia dia harus membuang darahnya secara rutin mungkin aku bisa mendapatkannya.
"Okumura sensei bertahanlah". katanya saat aku hampir limbung.
"Aku tidak apa-apa". kataku dia langsung memapahku ke kursi.
"Sebenarnya ada apa Okumura Sensei apa kau sakit". katanya.
"Begini Rin euh aku butuh donor darahmu". Kataku.
"Maksud anda". katanya aku yakin dia mulai takut.
"Tolong jangan salah faham begini kalau boleh aku membeli darahmu kau selalu membuang darahmu bukan". Kataku.
Kulihat dia terlihat berpikir.
"Aku belum bisa memutuskan tapi akan kupikirkan". katanya.
"Terima kasih Hanase-kun". kataku.
"Okumura sensei kau kenapa sampai begini". Katanya.
"Akhir-akhir ini aku mulai tidak bisa minum darah bukan karena tidak ada mungkin aku butuh yang dalam keadaan segar jangan khawatir aku tak akan menggigitmu". kataku.
"Oh syukurlah kau hanya perlu darahku sesaat setelah ditransfusi didalam infus kan". katanya.
"Iya begitu maksudnya". kataku.
"Baiklah akan kupikirkan besok aku akan menemuimu diruanganmu". katanya.
"Terima kasih Hanasekun". kataku tersenyum.
"Jika anda sangat perlu sekali anda boleh menghisap darahku". Katanya memberikan pergelangan tangannya.
"Kau yakin". kataku.
"Anda sudah terlihat parah kalau sekali saja tidak apa-apa selanjutnya jangan begini". katanya.
Aku memegang pergelangan tangannya aku menatapnya ragu.
"Tidak apa - apa Sensei". Katanya
Saat itu mataku menjadi merah taringku mulai memanjang saat aku menghisap darah dipergelangan tangannya dia terdengar meringis kucoba agar tak terlalu memyakitinya, dapat kurasakan darahnya begitu manis dan rasa hausku menjadi hilang.
glup glup glup
Beberapa lama kemudia aku selesai tapi dia terlihat pucat.
"Kau baik-baik saja". Kataku.
Dia mengagguk dan duduk dikursi.
"Tunggu sebentar aku akan ambil kotak p3k dan minuman untukmu". kataku.
Dia tetap diam untuk beberapa saat mungkin dia pusing. Saat aku kembali dia tertidur mungkin sebelumnya dia sudah membuang darahnya jadi ini terlalu cepat jadi langsung saja aku rawat luka dipergelangan tangannya.
Rin Pov
Saat aku bangun aku melihat langit-langit yang bukan langit-langit yang kukenal aku baru ingat kalau aku dirumah Okumura Sensei ini memalukan kenapa aku malah tertidur.
sedangkan saat aku menatap dapur Okumura sensei sedang memasak ternyata.
"Hanase-kun kau sudah bangun makanlah". Katanya.
"Okumura sensei maaf aku tertidur". Kataku.
"Tidak apa-apa". katanya.
Rin dan Yukio makan bersama saat itu Yukio sangat berterima kasih pada Rin karena memberikan darahnya dan mungkin Rin juga akan mempertimbangkan soal menjual darahnya kalau dipikir biaya pengobatannya juga besar alah baiknya jika darahnya dijual.
Author Note
Halo saya kembali lagi setalah sekian lama maaf kalau pendek soalnya aku mau lanjutkan yang lainnya secepatnya
mungkin selanjutnya another Twins atau Reincarnation atau Beutiful mine.
Terima kasih buat kalian yang menunggu ff saya walaupun lama.
Maafkan author yang suka ngaret dan lama update ditunggu reviewnya. dan jangan lupa baca juga ff aku yang baru yang berjudul Change Because Curse
