Polysitemia

©Blue Exorcist Kazue Kato

©Story in fanfic by me


Rin Pov

Setelah kupikirkan aku menyetujui permintaan Okumura Sensei aku, aku menjual darahku padanya lagi pula aku punya darah yang terlalu banyak dan lagi aku bisa dapat uang dari itu, sebenarnya tujuan menyetujui aku mengikuti beliau kerumahnya, ini kunjunganku yang kedua kali yang pertama saat aku pingsan dan sekarang, menurutku walaupun dia itu vampir dia baik sebenarnya mungkin keadaanya yang membuatnya berbeda kulihat dia hanya tinggal sendirian.

"Okumura sensei kurasa aku setuju untuk menjual darahku". Kataku.

"Kau serius Hanase-kun". Katanya.

"Iya kurasa tidak ada salahnya akan tetapi aku akan memberikannya dalam bentuk infus aku tak mau digigit olehmu". Kataku.

"Tentu saja, terima kasih Hanase-kun". Kata Okumura sensei.

Aku melihat Okumura sensei tersenyum dengan hangat aku senang pada akhirnya aku tak perlu membuang uang lagi karena kakekku di Shinjuku pasti kerepotan.

Saat aku pulang aku merasa sangat ringan karena hari ini aku sudah membuang darahku saat perjalanan pulang aku bertemu Shiori.

"Hanase-kun kau dari mana". Kata Shiori.

"Aku ada jalan-jalan sebentar". Kataku sambil menggaruk kepala belakangku.

Shiori tanpa sengaja melihat pergelangan tanganku yang diperban.

"Itu kenapa lagi". Katanya.

"Oh aku terluka jadi aku memperbannya". Kataku.

"Kau ceroboh sekali Rin". Kata Shiori dia memeriksa tanganku.

"Kau terluka karena apa". Kata Shiori.

"Aku terjatuh". Kataku.

"Kau yakin kau terjatuh". Katanya curiga.

"Ya tentu saja". Kataku gugup.

"Kau ini polos sekali Rin lain kali berhati-hati ini terlihat tidak seperti luka biasa". Kata Shiori.

"Oh ya kau sendiri mau kemana ini kan hampir malam". Kataku sambil menarik tanganku dan mengalihkan pembiacaraan.

"Aku hanya ingin makan dan minum kopi disuatu tempat kau mau ikut". Ajaknya.

"Bo boleh". kataku.

Aku sebenarnya hanya ingin mengalihkan pembiacaraan tapi aku malah mengikutinya untuk makan bersama Shiori di kedai kopi. Disinilah aku sekarang bersama dia depanku dia kelihatan menikmati minumannya.

"Rin kau aku lupa apa ada pantangan pada kopi". Katanya.

"Tidak selalu aku boleh menikmatinya sesekali". Kataku (itupun kalau sudah membuang darah).

"Maaf Rin aku hanya takut karena aku malah membuat penyakitmu parah". Katanya.

"Tenang saja kau lihatkan aku juga memesan kopi dan makanannya aku tidak ada masalah". Kataku.

Ini pertama kalinya aku dan dia makan ke cafe ini aku merasa seperti kencan seiingatku aku belum pernah makan dengan gadis berdua saja. Menurutku dia itu gadis yang baik dia gadis yang paling dekat denganku dia juga manis.

-Time Skip-

Besoknya kuliah kebetulan dosennya adalah Okumura-sensei untuk saat aku tak melihatnya terganggu lagi sekarang wajahnya terlihat segar beda sekali saat kali aku mimisan waktu itu semua berjalan lancar.

"kelihatannya Okumura sensei semangat sekali ya". Kata gadis sebelah Shiori.

"Ya kau benar ada apa ya". Kata teman sebelahnya.

"Dia makin tampan". Kata yang lainnya.

Aku hanya diam saja mendengar mereka ya dengan Shiori yang nimbrung diantara mereka dan sebelahku Hikaru tidak nyaman dengan keadaan itu.

"Kau lihatkan para gadis tidak fokus pada materi kuliah". Kata Hikaru.

"Mau bagaimana lagi dia ini populer". Kataku.

Sepanjang materi Okumura-sensei menatap ke arah jajaran bangkuku dengan senyuman para gadis terlihat senang aku tak tahu dia menatap siapa tapi kurasa dia menatapku aku jadi berdegup.

-Time Skip-

Aku senang sekali kuliahnya sudah selesai aku merasa sangat lelah sekali hari ini kali ini bukan karena penyakitku. Saat aku berjalan sendirian tanpa sengaja aku menabrak seseorang.

"Maaf aku tidak sengaja". Kataku.

Aku merapikan buku-bukunya yang berserakan, saat aku mendongak aku melihat seorang pria dengan rambut pirang dibagian tengah.

"Oh tidak apa-apa kau juga baik-baik saja". Katanya mengulurkan tangannya dia membantuku berdiri.

"Oh ya namamu siapa". Tanyanya.

"Namaku Hanase Rin". Kataku.

"Kenalkan namaku Ryuji aku dari Kyoto". Katanya.

"Kamu berasal dari universitas ini". Tanyaku.

"Iya tapi kita tidak pernah bertemu ya". Katanya.

"Iya mungkin kita beda kelas". Kataku.

"Aku pergi kekelasku duluya". Katanya.

Dia pergi dan aku baru pertamakali bertemu dengannya.

-Apartemenku-

Aku lelah sekali dan langsung tidur entah kenapa hari ini lebih melelahkan dari pada biasanya.


-Beberapa tahun yang lalu-

Dalam sebuah lab pemerintahan disana beberapa ilmuan berkumpul.

"Jadi percobaan kita gagal". Kata dr Hamura.

"Kita gagal membuat vaksinnya". Kata dr shindo.

"Antibodi yang kita buat tidak hanya memberikan kekebalan tapi efek samping lain". Kata dr Yun.

"Bukannya menjadikan daya tahan terhadap penyakit tapi mengubah pola aliran darah si subyeknya". Kata dr Sei.

"Kita harus menghentikannya" kata mereka sepakat.

"Lalu apa yang terjadi pada subyeknya". Kata Dr Frost."

Dari penyuntikan anti badi pada salah satu bayi kembar sulung pada awalnya menberikan anti bodi yang kebal terhadap beberapa penyakit lalu pada saat imunoglobulin dari si sulung disuntikkan pada bayi satunya memberikan efek yang sama akan tetapi pada bulan ke 12 umur bayi terjadi perubahan signifikan pada keadaan fisiologis kedua bayi yang mana memberikan efek samping bertolak belakang dimana kedua bayi saling bergantung". Kata Profesor Chris.

"Jadi si bayi sulung adalah inang bagi bayi yang satunya". Kata dr Sentosa.

"Tepat hingga sekarang gejalanya belum begitu nampak tapi dan mungkin kedua bayi akan memiliki ciri fisik yang berbeda ketika dewasa". Kata dr Hamura terutama bayi yang bungsu karena dia akan bergantung pada inangnya.

Dari sejak saat itu penelitian yang terletak di Kyoto itu dihentikan karena ditakutkan membahayakan dan kedua bayi dikembalikan pada kedua orang tuanya tentu dengan perawatan yang memadai hingga kedua bayi dinyatakan kembali normal. Tadinya karena kondisi dua bayi kembar ini buruk dan daya tahan tubuhnya lemah sehingga mereka setuju untuk menyerahkannya pada penelitian ini namun meskipun kedua anak bisa bertahan hidup lebih lama dari anti bodinya mungkin akan muncul lagi jika mereka dewasa. Dan suatu tragedi lain terjadi menimpa kedua orang tuanya bayi kembar tersebut dan mereka meninggal dalam kecelakaan dan karena ketakutan terhadap efek anti bodi bayi kembar itu mereka dipisahkan dengan bayi sulung pada keluarga kerabat jauh ibunya dan si adik bersama keluarga ayahnya tanpa mengenal satu sama lain.


-Rumah Yukio-

Yukio selalu memikirkan Rin menurutnya bagaimana bisa hanya dengan darahnya saja dia akan makan dia mulai tak mengerti lagi keluarganya dulu juga tak memberinya keterangan jelas mengenai dirinya dan kenapa dia menjadi sekarang ini, dan meski begitu sampai kapan dia akan bergantung pada Rin karena dia tahu tak selamanya Rin akan ada sebagai donornya tapi jujur setiap kali mencicipi darah Rin maka Yukio akan merasa sangat segar, untung saja kalau punya darah terlalu banyak pada kondisi kehilangan banyak darah untuk Rin tidak akan terlalu mempengaruhinya.

-Kampus-

Shiori dan Rin kini berjalan bersama dan Shiori tak lama sampai gerbang orang pindahan dari Kyoto itu menyapa Rin saat mereka berpasan.

"Rin dia itu siapa". Kata Shiori.

"Oh dia mahasiswa pindahan Kyoto". Kata Rin.

"Oi tunggu". Teriak Hikaru dibelakang mereka.

"Hikaru kau dari mana kenapa kau berlari". Kata Rin.

"Aku pikir aku terlambat ternyata tidak". kata Hikaru.

"Kau ini dasar". Kata Rin.

Yukio melihat Rin dari jauh dia sangat menunggu untuk mendapat sekantong infus darah Rin setelah pulang nanti dan tentu akan tetap menjalani hidupnya seperti biasa.

-Rumah Yukio-

Rin pergi ke Rumah Yukio untuk memberikan darahnya dan saat ini dia sedang berbaring dengan selang infus ditangannya.

"Okumura sensei bagaimana keadaanmu". Tanya Rin.

"Aku baik-baik saja Hanase-kun ini berkatmu". Kata Yukio.

Tak lama proses infus selesai dan Yukio melepaskan infusan itu dari Rin dan untuk beberapa lama mereka mengobrol sejenak tentang perkuliahan dan juga kesempatan bagi Rin untul diskusi dengan dosennya hingga akhirnya Rin pulang, Yukio akhirnya sendirian lagi dirumahnya setelah sekian tahun dia hidup sendirian karena keluarganya telah tiada, sambil membuka infus dan menuangkannya pada gelas Yukio menikmati 'minuman' itu.


Author Note

Hallo semua lama gak update hehe saya balik lagi nih. By the way untuk cerita diatas apakah membingungkan sedikit-sedikit author bakal buka benang merah cerita ini mudahan mudahan kalian gak bosan nunggu.

Ditunggu Reviewnya yang membangun tapi No Bashing