Polysitemia

Blue Exorcist Kazue Kato

Story mine

Genre: Fantasy, Drama

Warning: Alternative Universe, vampire, no Exorcist Life.

Shiori Pov

Aku sering memperhatikan Rin, belakangan kulihat dia dekat dengan seorang dosen Okumura Yukio. Beberapa waktu yang lalu aku menemukan hal ganjil pada Rin yaitu luka leher dan tangan. Aku yakin sekali ada yang salah terutama aku tahu siapa Okumura Sensei.

Vampir

Bukan istilah itu tidak sepenuhnya benar. Aku tahu Okumura Yukio adalah subjek penelitian antibodi 24 tahun yang lalu. Tujuan awalnya adalah membentuk anti bodi yang tahan terhadap semua penyakit yang mana diambil dari anti bodi subjek lain yang paling memungkinkan adalah saudara kandung yang di lakukan rekayasa genetik, sehingga menghasilkan antibodi yang baru sehingga sel darah putih dapat langsung mengcopy antibodi penyakit atau virus tidak dikenal sebelum menimbulkan gejala. Sayangnya penelitian itu dianggap gagal karena menghasilkan efek samping lain pada subjeknya. Aku juga termasuk salah satu subjek sebagai Host / Inang yang mana aku memberikan antibodi milikku kepada subjek lain dan sayangnya subjek yang menerima antibodi sangat bergantung hingga titik dimana aku hampir terbunuh dan akhir subjek itu dia buhuh olehku secara terpaksa.

Aku khawatir saat ini. aku melihat ada keterikatan antara Rin dan Okumura sensei. Aku curiga melihat data yang arsip yang ku simpan data mengenai Host Okumura Yukio tidak ada hanya informasi bahwa host Okumura Yukio adalah kembarannya dan aku curiga apakah itu Rin, aku melihat ada kemiripan, mungkinkah mereka tidak identik hingga aku baru menyadarinya. Aku harus memberitahu Rin.

Author POV

Yukio merasa sangat membutuhkan darah Rin kapanpun itu dia merasa sangat bergantung pada Rin. Untungnya sekarang Rin mau bekerja sama dengannya, rasanya dia ingin langsung saja menghisap darahnya langsung dari lehernya.

Rin POV

Saat ini aku berjalan di koridor kampus aku melihat seseorang berdiri di lorong menatapku. Shiori entah apa yang dilakukannya. "Rin bisakah kita bicara." Katanya, aku lihat dia serius sekali.

"Ada apa Shiori-san, adakah hal penting." Tanyaku aku gugup di dekatnya, sekarang ada aku ada dirumahnya.

"Rin jujur saja apa kamu memberikan darahmu pada seseorang." Katanya, aku terkejut mendengarnya darimana dia tahu atau mungkinkah maksudnya adalah mendonorkan darahnya seperti pada umumnya.

"Iya kau tahu penyakit ku aku hampir selalu melakukannya." Kataku. Dia menatapku dingin tanda dia serius saat ini.

"Maksudku adalah untuk satu orang saja." Tanyanya.

Aku terdiam beberapa saat dan dia juga tak lama dia menutup mata lalu kembali menatapku lagi.

"Baiklah kau memberikan darahmu pada Okumura senseikan bukan sekedar donor." Katanya, aku tidak tahu kapan dia tahu. Apa dia mengawasiku selama ini.

"Maksudmu apa?." Kataku kikuk.

"Rin hentikan itu dari sekarang kau dalam bahaya!". Katanya.

"Bahaya." Kataku.

"Kau tahu kau pasti tidak mengerti tapi kuberi tahu kau bahwa ini berlanjut akan membahayakan yang lainnya juga." Katanya.

Aku terdiam Shiori-san menatapku serius sampai aku tidak mengenali dia, aku tidak pernah melihat wajahnya seserius ini.

"Okumura sensei itu vampirkan." Katanya. Aku membeku mendengarnya, dia tahu dari mana.

"Begini Rin sebenarnya dia manusia biasa hanya ada yang salah dengan antibodinya dan jangan sampai dia bergantung padamu." Katanya.

"Shiori-san. apa maksudnya ini." Kataku bingung.

"Berhenti berbohong Rin, aku tidak akan bilang siapapun aku sudah tahu Okumura sensei dari lama meski dia tidak mengenalmu tapi ku peringatkan kau. Kau bisa mati." Katanya.

"Aku juga pernah sepertimu memiliki gejala Polisitemia." Katanya

"Kau pernah?." Tanyaku.

"Ya tapi itu tidak akan lama. Kau juga akan begitu." Katanya.

"Maksudnya sembuh." Kataku.

"Kau tahu Rin itu bukan Polisitemia tapi reaksi antibodi yang tidak biasa." Katanya. Bukan kelainan darah, mungkin sewaktu-waktu akan normal.

"Lalu apa hubungannya Okumura Sensei." Kataku.

"Rin. Apa Okumura sensei seperti ketergantungan darahmu?." Katanya

"Hmm Ya, mungkin dia dia mendatangimu seperti seperti sakit." Kataku.

"Berarti dia mulai ketergantunganmu. seharusnya darah hewan masih isa pengganti tapi dia sudah terlalu lama berpisah dari inangnya." Katanya.

"Inang?." Kataku.

"Inang atau host seseorang yang pernah pendonor antibodi." Katanya.

"Tapi aku tidak pernah." Kataku.

"Mungkin kau tidak tahu Rin. Tapi aku belum bisa memastikan kau atau bukan yang jadi host Okumura sensei karena bukan inangnya pun bisa saja menyebabkan ketergantungan selama dia memenuhi beberapa kriteria dan kau salah satunya." Katanya.

"Tapi kurasa tidak apa-apa, aku juga sering kelebihan darah." Kataku.

"Itulah masalahnya Rin. Saat-saat tertentu gejala bisa hilang dan muncul lagi. Jika nanti Okumura sensei membutuhkan mu saat gejala itu tidak ada kau bisa terbunuh bahkan pada kasus-kasus tertentu bisa membunuh seseorang yang gejalnya masih ada". Katanya.

"Lalu aku harus bagaimana." Kataku.

"Mulai kurangi pemberian darahmu padanya, cobalah kau mencampur darah lain dalam inpus yang akan kau berikan." Katanya.

"Apa itu bisa berhasil." Kataku.

"Mungkin saja." Katanya.

"Shiori-san kau sendiri siapa." Tanyaku. Dia hanya tersenyum kutanya begitu.

Sesuai sarannya kerumah Okumura sensei dengan infus darah yang ku campur, aku sebenarnya takut dia tahu tapi dia sepertinya tidak curiga.

"Terima Kasih Hanase-kun." Katanya.

Okumura sensei tersenyum. Dia terlihat sangat tampan pantas jika para mahasiswi menyukainya sebagai profesor muda dia keren sekali.

Author POV

Yukio menuangkan isi infus itu dalam gelas dan meminumnya tapi kali ini rasanya sedikit berbeda.

"Ada apa ini kenapa rasanya beda." Kata Yukio.

Yukio sangat tahu darah Rin yang khas itu sampai titik dimana rasanya dia akan tahu keberadaan Rin saat dia sudah berada jarak yang dekat dengannya.

Hanase Rin

Nama itu selalu menyusupi pikirannya sejak pertama kali melihat pemuda itu. Jika dia boleh jujur dia ingin Hanase Rin tinggal bersamanya sebagai orang terdekatnya. Tapi siapa dia, dia bukan siapa-siapa nya Hanase Rin dia juga baru mengenalnya. Apakah dia mencintainya. Seumur hidup Okumura Yukio baru sekali ini memikirkan seseorang dengan sangat dalam. Okumura Yukio tidak pernah seperti ini dia bahkan menjadi stalker beberapa hari yang lalu bukan hanya darahnya yang membuatnya nyaman tapi keberadaannya.

Rin masih penasaran dengan siapa Shiori kenapa dia begitu tahu siapa Okumura sensei dan kenapa dia bilang dia seperti dirinya padahal dia terlihat sehat, apakah dia pernah mengalami gejala penyakit seperti dirinya Rin masih penasaran.

Rin sudah berteman dekat dengan Shiori dan juga Hikaru, kalau boleh jujur Rin menyukainya jarang-jarang dia melihat ada gadis berdarah korea, terkadang dia mendengar Shiori bicara dengan bahasa yang tidak dia mengerti pernah juga Rin melihat Shiori menuliskan aksara asing, dia bilang namanya Hangul. Ada banyak hal unik yang dia temukan bersama Shiori tapi saat dia bilang soal Okumura Yukio Rin terkejut tanpa sadar sepanjang hari Rin tak melepas pandangannya dari shiori.

Dari kejauhan seseorang mengawasi.

Dalam sebuah mobil duduk seorang pemuda berambut putih menelpon seseorang.

"Apa kau sudah tahu dimana dia." Katanya.

"Iya kurasa aku tahu dimana universirasnya."

"Bagus, cari tahu keberadaan tempat tinggalnya." katanya menutup telpon.

Orang itu terlihat pucat, dia membuka kotak yang berisi infus dan meminumnya.

"Sial! Tidak berguna sama sekali kemana Rin Okumura, kenapa tidak pernah ke rumah sakit lagi." Katanya

Pemuda itu sudah bertahun-tahun meminum darah Rin tanpa Rin tahu, sejak dia masih di Shinjuku dan membuangnya darahnya ke rumah sakit pemuda itu selalu mendapat sekantong infus nya darah Rin bahkan kepindahan pengobatan Rin ke Tokyo juga dia ikuti. Dia punya banyak koneksi yang luas tapi dalam beberapa minggu ini Rin tak pernah ke rumah sakit lagi bahkan tak ada datanya di rumah sakit lain. Kini dia merasa pada batasnya dia harus mendapatkan Rin.

Author Note

Hai semuanya saya kembali dengan fanfic ini.

Hayo tebak Hayo tebak siapa Pemuda rambut putih yang nyariin Rin terus siapa yang ngelihatin Rin pas lagi lihatin Shiori.

Dan buat yang nanya kenapa di awal saya nulis Rin Okumura bukan Rin Hanase dan sekarang jadi Hanase itu ada kesalahan. Sebenarnya awalnya mau Rin Okumura saja, Rin Hanase itu untuk Fanfic yang udah lama Reincarnation dimana Rin itu Reinkarnasi karena mungkin saya lupa jadi tercampur aduk, jadi sekarang saya putuskan namanya Rin Hanase. Maafkan saya ya.

Author sebenarnya ingin masukan fanfic-fanfic ini ke mangatoon mungkin sih belum tentu. hanya original story yang udah di mangatoon.