Polysitemia
Blue Exorcist Kazue Kato
Story mine
Genre: Fantasy, Drama
Warning: Alternative Universe, vampire, no Exorcist
Dalam beberapa hari Rin mencampurkan darahnya dengan darah lain, Shiori bilang untuk menurunkan tingkat ketergantungan Okumura Sensei.
"Rasanya sedikit berbeda." Kata Okumura sensei.
"Kupikir darah rasanya sama." Jawab Rin dengan berkeringat.
"Baiklah tidak apa-apa." Kata Yukio.
Yukio berpikir mungkin rasa darahnya dipengaruhi makanan yang dimakan Rin jadi dia tidak ambil pusing.
--
Pemuda berambut putih itu duduk di mobil nya dengan haus yang menyiksanya sudah bertahun-tahun dia bergantung pada darah Rin meskipun Rin tidak tahu. Sekarang secara misterius Rin tidak pernah ke rumah sakit lagi, lalu kemana dia, pemuda itu tidak mungkin tidak tahu jika Rin pindah rumah sakit, dia sudah memiliki koneksi ke semua rumah sakit di jepang bagaimana bisa dia tidak tahu.
Selama sepuluh tahun dia sudah mengikuti Rin setelah pertemuan yang tidak sengaja tepat setelah dia tanpa sengaja menjilat darah dari anak itu dan sejak itu dia jadi bergantung padanya.
Dia harus mencari Rin sekarang, apapun yang terjadi darahnya dia sangat memerlukannya, bahkan dulu dia sempat diam-diam membayari pengobatan Rin.
--
Rin berjalan ditemani oleh Shiori karena pada hari ini Shiori ingin bicara lebih banyak dengan Rin.
"Bagaimana, apa Okumura Sensei curiga." Kata Shiori.
"Sedikit, tapi aku khawatir ketahuan." Kata Rin.
"Itu darahmu kau yang menentukan bukan dia, lagipula ini juga demi kebaikannya." Kata Shiori.
"Hum." Kata Rin sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Hum Rin selain beliau tidak ada lagi yang tergantung pada darahmu." Kata Shiori.
"Tidak ada malah aku kaget ketika tahu yang seperti itu ada." Kata Rin.
"Baguslah, aku khawatir." Kata Shiori.
"Hmm, Shiori-san kau sendiri tidak takut kau sekarang hidup sendiri bukan." Kata Rin.
"Tidak, aku tidak takut aku sudah biasa." Kata Rin.
Sebenarnya Shiori bukan tidak takut, dia dulu merupakan seorang Host(inang) jadi dia juga pernah mengalami hal semacam itu.
"Lain kali kau mau main kerumahku Rin." Kata Shiori.
"Tentu aku sangat senang." Kata Rin.
"Kebetulan ibuku sedang di korea mungkin jadi aku ingin mengajak beberapa teman untuk menginap.
"Baiklah jika ada waktu." Kata Rin.
Rin agaknya tersipu malu, pertama kalinya seorang gadis mengajaknya menginap. Sepanjang hidup Rin tidak terlalu dekat dengan seorang gadis jadi ini pertama kalinya
Dari jauh seseorang menatap lekat mereka berdua.
--
Hari berlanjut dan Rin selalu mencampurkan darahnya dengan darah lain dalam kantong darah yang akan diberikan pada Yukio.
"Terima kasih Hanase-kun, aku senang kau selalu membantuku." Kata Yukio.
"Rin jika kau ada kesulitan untuk pelajaran aku siap membantumu." Kata Yukio.
"Iya terima kasih Okumura Sensei." Kata Rin.
Wajah Yukio sedikit pucat mungkin karena darah yang diberikan Rin tidak sepenuhnya darahnya dan kata Shiori setidaknya akan memberikan efek pengurangan ketergantungan pada darahnya.
Yukio sejujurnya sangat ingin menghisap darah langsung dari lehernya. Rasanya ingin merasakan bagaimana suara pembuluh darah Rin yang mengalirkan darah langsung ketenggorokannya.
"Euh Hanase-kun bisakah...tidak lupakan." Kata Yukio.
"Kenapa Okumura Sensei." Kata Rin.
"Tidak aku...hanya...ingin bertanya jika ada apa-apa hubungi aku saja ya." Kata Yukio.
"Iya tentu saja Okumura Sensei." Kata Rin.
"Baiklah hati-hati dijalan." Kata Yukio.
Rin senang bisa berteman dengan Yukio Okumura dan juga Shiori mereka sangat membantunya teruatama Rin sekarang tidak kekurangan uang karena Okumura Sensei membayar setiap kantong darahnya meskipun sedikitnya dia merasa berdosa karena separuhnya bukan darahnya.
--
Saat Rin berjalan melewati sebuah gang seseorang berjas hitam mengikutinya. Jalannya tersengal dan terenggah-engah, Rin menoleh kepala tidak ada siapa-siapa lalu berjalan lebih cepat dan derap kaki menjadi lebih keras dibelakangnya. Rin menjadi ketakutan, dia berlari lebih kencang, dia takut jika ada penjahat yang mengikutinya.
Bruugh
Rin kaget tiba-tiba dilempar kebelakang oleh orang asing itu.
"Okumura sudah lama tidak berjumpa kawanku." Katanya.
Pria itu menindihnya saat dia membuka dia merasa kenal pada orang ini.
"Kau masih ingat aku bukan." Katanya.
Sosok pria berambut putih ini mengingatkan pada seseorang sepuluh tahun lalu.
--
Shiori menerima telpon dari ayahnya dan dia menerima informasi kalau saat ini ada seseorang yang memiliki koneksi dengan semua rumah sakit untuk mencari darah Rin.
"Jadi sudah sepuluh tahun dan dia mencari Rin sekarang ini." Kata Shiori.
"Tentu kau harus memberi tahu pada Rin." Kata ayahnya.
"Kenapa baru ayah bilang sekarang." Kata Shiori.
"Aku baru tahu hari ini, dia anak konglomerat mungkin keluarganya punya kuasa menghapus datanya dari daftar penelitian antibodi itu." Kata ayahnya.
"Kau harus menyelamatkan Rin, pemuda itu ketergantungan terhadap darah Rin dia bahkan sudah membunuh orang tuanya sendiri." Kata Ayahnya.
"Baik lah ayah." Kata Shiori.
Ini terlalu mendadak, kenapa baru sekarang dari dulu Shiori benci pada ayahnya, jika bukan karena untuk menyelamatkan sesama Host seperti dirinya dia malas berhubungan dengan ayahnya. Karena penelitian gagal itu banyak korban dan host yang tewas karena terlalu di bergantungkan.
--
Okumura Yukio mendadak saja menjadi tidak tenang dia menjadi memikirkan Rin.
Author Note
Hai semua saya akhirnya update lagi. So ada kah yang bisa menebak siapa pria berambut putih itu. Siapa Hayoo??
Maaf kali ini pendek ya teman-teman.
