Bad Girl ( Chapter 4 )
Author : Bacon14
Length : Chaptered
Genre : Romance, SchoolLife, Genderswitch
Main Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Additional Cast :
Xi Luhan
DO Kyungsoo
Sinopsis :
Byun Baekhyun. Yeoja berwatak keras, dingin dan sadis. Ia bertemu dengan Park Chanyeol. Seseorang geek yang selalu bergelut dengan buku-buku tebal. Bagaimanakah awal pertemuan mereka?
Happy Reading😀
Baekhyun menyilangkan tangannya di depan dada dengan kesal. Ia bingung mau memakai dress yang mana. Semuanya terlihat biasa saja dan tidak ada yang menarik. Ia duduk di pinggir ranjang dengan bibir dimajukan beberapa centi.
Ddddrttt..
Baekhyun mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Luhan. Ck.. yeoja itu! Untuk apa dia datang kemari? Baekhyun keluar kamar dan membuka pintu apartemennya. Ia menatap dingin Luhan yang malah tersenyum manis. Luhan tampil manis dengan dress berwarna pink soft dan hiasan bando hellokitty menghiasi kepalanya. Apakah yeoja ini ketagihan datang ke apartemennya? Baru saja 2 jam yang lalu ia pergi setelah diusir Baekhyun, ia sudah datang disini dengan dandanan childish seperti anak kecil.
"Kau belum berdandan? 3 jam lagi kita berangkat." Heol.. 3 jam itu masih sangat lama dan Luhan sudah memintanya untuk berganti baju dan berdandan. Ia mengomel panjang kali lebar yang membuat Baekhyun semakin muak dengan kehadirannya. Akhirnya, Baekhyun meninggalkan Luhan sendirian di ruang tamu.
"Ya! Kenapa kau tinggalkan aku sendiri?! Aku mau ke kamarmu, bodoh." Luhan menggedor-gedor pintu kamar Baekhyun dengan keras dan berteriak dengan volume yang bisa dikatakan tidak kecil. Baekhyun membuka pintu kamarnya dengan raut wajah kesal. Ia mempersilahkan Luhan masuk dengan ogah-ogahan. Mata Luhan membulat karena melihat tumpukan dress yang berserakan di tempat tidur. Sepatu high heels yang berserakan dan berbagai accesories berantakan di lemari.
"Ahh~~ kau bingung memilih baju kan?" Baekhyun menggelengkan kepalanya namun Luhan tidak peduli dengan argumen Baekhyun. Langkah kaki Luhan mendekat ke arah tumpukan dress. Menurutnya, semua dress ini cantik dan fashionable tetapi rasanya semua ini bukan selera Byun Baekhyun. Ia mulai membongkar tumpukan dress itu dan menemukan sebuah dress yang menarik matanya.
"Kau pakai ini saja. Kau pasti terlihat cute." Baekhyun melihat dress yang dipilihkan Luhan dan membuat gaya seperti orang muntah. Dress berwarna pink dengan mutiara di pinggangnya itu terlihat seperti anak-anak. Luhan tidak mudah menyerah. Ia kembali mengacak-acak tumpukan dress tersebut.
"Bagaimana kalau yang ini?" Baekhyun kembali menggelengkan kepalanya. Dress yang dipilihkan Luhan sangat norak karena warnanya yang terlalu mencolok. Luhan mengernyitkan dahinya dan membuang dress itu asal ke lantai.
"Aahh~~ ini sangat elegan dan berkelas." Luhan mengambil dress berwarna merah maroon yang menjuntai panjang. Baekhyun bergidik ngeri karena membayangkan dirinya memakai dress panjang itu. Ia langsung menolak mentah-mentah.
"Semua dress tidak ada yang kau suka. Lalu bagaimana? Apa kau ingin memakai kaos dan hotpants?" Ucap Luhan kesal. Ia melangkah ke lemari dan menemukan satu dress yang tidak tercampur dalam tumpukan dress. Ia mengambilnya dan memperlihatkannya pada Baekhyun. Baekhyun sedikit terkesima dengan design anggun yang terdapat pada dress tersebut.
"Kapan aku punya dress ini, ya?" Baekhyun mengambil dress tersebut dan mencocokannya dengan tubuhnya. Terlihat manis dan elegan secara bersamaan. Gotcha! Baekhyun menemukan dress yang cocok dengan dirinya. Dress berwarna hitam berkelip-kelip dengan mawar hitam besar di pinggangnya.
"Aahh~~ itu serasi sekali denganmu." Ungkap Luhan. Kepribadian Baekhyun yang dingin sangat cocok dengan dress berwarna gelap sehingga tidak terlalu berlebihan atau norak. Dress ini sebenarnya cukup seksi karena memamerkan punggung dan pundak Baekhyun.
"Nanti high heels dan accesories serahkan padaku." Ucap Luhan. Baekhyun mengangguk tidak peduli. Ia lebih mempedulikan dress hitam yang terlihat cocok dengan dirinya. Bukankah baju lebih menarik daripada accesories lainnya?
"Astaga... 2 jam lagi kita berangkat. Hmm.. tapi aku akan dijemput Sehun disini. Jadi kau.. harus dijemput Chanyeol. Okay?" Baekhyun menatap horror Luhan. Ia kira mereka akan berangkat bersama. Ternyata, sahabatnya ini lebih licik dari dugaannya.
"Lebih baik kau mandi sekarang." Luhan mendorong Baekhyun ke kamar mandi dengan paksa. Gerutuan dan dengusan sebal terdengar dari bibir Baekhyun. Luhan terkikik geli dengan tingkah Baekhyun. Ia merasa kehadiran Chanyeol mulai mengurangi sikap dingin Baekhyun. Jari lentik Luhan menari di atas ponselnya.
'Chanyeol, tolong kau jemput Byun Baekhyun di apartemennya. Bawalah mobil dan berpenampilan yang tampan. Okay?' SEND. Luhan tersenyum kecil dengan pesan yang ia kirim. Ia duduk dengan tenang di pinggir ranjang sambil memainkan ponselnya. Menunggu tuan putri itu sungguh melelahkan, bukan?
Chanyeol menggerutu sebal dengan kejadian buruk yang ia alami secara beruntun. Datang ke apartemen Baekhyun, dikerjai dengan disuruh bersih-bersih, dijahili Luhan untuk datang bersama Baekhyun pada Prom Night malam ini, dan terakhir ia menerima pesan bahwa ia harus menjemput Baekhyun dengan mobil. Ia menghembuskan nafasnya dengan kesal. Tubuhnya masih lelah sekali karena membersihkan apartemen Baekhyun yang sangat luas lalu sekarang ia harus menjadi 'sopir' untuk Baekhyun juga. Ingin sekali, Chanyeol menyumpal bibir sunbaenya yang imut (Luhan) itu dengan sandal agar tidak asal bicara. Karena kesalahannya berakibat fatal bagi dirinya.
"Apa aku meminjam mobil Chen saja?" Chanyeol tidak memiliki mobil. Itu menjadi permasalahannya. Keluarganya bukanlah orang kaya yang bisa membeli mobil seperti membeli mobil mainan. Untuk kebutuhan sehari-hari saja, mereka sudah cukup kesulitan untuk memenuhinya apalagi sebuah mobil.
"Aku telpon saja deh." Chanyeol menekan nomor yang ia hafal di luar kepala itu dan menaruh ponselnya di dekat telinganya. Angkat.. angkat.. gumamnya.
"Ne? Ada apa?" Chanyeol tersenyum sumringah mendengar suara cempreng sahabatnya.
"Aku pinjam mobilmu. Jebal~~ aku perlu sekarang. Aku harus mengantar Bae.. ah ani.. saudara sepupuku." Suara bingung terdengar dari seberang telepon. Namun, Chanyeol segera membuat alasan yang sekiranya masih masuk akal.
"Baiklah.. ambil saja Lamborghiniku. Okay? Jangan sampai lecet. Itu masih baru. Minta saja ke Lee Ahjussi." Omel Chen. Chanyeol mengiyakan sambil tersenyum. Chen adalah anak orang kaya. Walaupun begitu, ia tidak pernah sombong dan berteman dengan siapa saja termasuk Chanyeol yang 'orang kelas bawah'.
Rumah Chen tidak terlalu jauh dari rumah Chanyeol. Hanya berbeda kompleks saja. Rumah Chen berada di kompleks A yang berisi rumah-rumah mewah dan keluarga orang kaya. Sedangkan Chanyeol berada di kompleks C. Jadi, Chanyeol hanya perlu melewati kompleks B dan tiba di kompleks A.
"Aahh.. Nak Chanyeol.. tumben kemari? Mencari Tuan Chen?" Chanyeol menggelengkan kepalanya dan mengutarakan maksud kedatanganya kemari. Lee ahjussi mengangguk-angguk dan menyuruh Chanyeol untuk menunggu sebentar.
Arsitektur rumah Chen ini sangat berbeda dengan rumah mewah lainnya. Gayanya lebih ke Eropa dan disertai dengan ornamen klasik yang semakin mempercantik rumah tersebut. Mungkin bagi Chanyeol, tinggal di rumah seperti ini bagaikan mimpi yang tidak akan pernah terwujud. Karena asyik mengagumi keindahan rumah Chen, Chanyeol tidak sadar dengan kehadiran Lee Ahjussi.
"Gamshamida, Lee ahjussi. Maaf merepotkanmu. Kalau bertemu Chen, aku titip salam untuknya." Lee ahjussi keluar dari ruang kemudi dan membiarkan Chanyeol mengambil alih kemudi. Ia menyesuaikan dirinya dengan mobil super mewah tersebut. Chanyeol tersenyum tipis dan berharap kelak ketika ia sudah dewasa, ia bisa memiliki mobil seperti ini. Ia mulai melajukan mobil Chen ke arah kompleks C.
"Baiklah.. satu masalah sudah selesai. Hmm.. sekarang, aku harus berpenampilan tampan. Ck! Itu hal yang sangat mudah." Chanyeol keluar dari mobil dan berlari-lari kecil ke dalam kamar. Ia mengambil handuk dan langsung masuk ke kamar mandi. Prom Night tinggal 1.5 jam lagi dan jarak rumahnya cukup jauh dengan apartemen Baekhyun.
Chanyeol keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya. Titik-titik air membasahi lantai kamarnya. Ia mengeringkan rambut basahnya sambil berjalan ke arah lemari. Tidak banyak baju formal yang ia miliki. Hanya sebuah kemeja putih dan jas yang berdebu. Chanyeol menghembuskan nafasnya. Ia tidak ingat terakhir kali memakai jas tersebut. Mungkin saja jas tersebut sudah tidak cukup dengannya.
Dddrtt..
Chanyeol mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Luhan.'Chanyeol, aku sudah minta supirku untuk mengirimimu sejumlah pakaian formal. Aku tidak tahu bagaimana baju kesukaanmu jadi aku asal saja membeli yang menurutku menarik. Aku juga mengirimkan beberapa accesories. Aku harap kau suka dan menjadi Prom Night terbaik untukmu. Jangan lupa jemput Baekhyun!😀 Kuharap kau tidak akan mengecewakanku' Chanyeol tidak habis pikir dengan otak sunbaenya ini. Tanpa meminta persetujuan Chanyeol, Luhan membeli pakaian yang pasti harganya sangat mahal. Ia kira uang itu gampang dicari? Akhirnya, Chanyeol mengambil kaos polos dan memakai celana pendek sambil menunggu kedatangan supir Luhan.
Tingtong...tingtong..
Aah~~ itu pasti supir Luhan. Chanyeol bergegas ke pintu depan dengan setengah berlari. Ia membukakan pintu depan sambil membungkuk hormat.
"Maaf sedikit terlambat. Ini semua dari nona." Chanyeol melebarkan matanya melihat 3 koper besar berjejer rapi. Ia menatap supir Luhan sambil bertanya lewat matanya 'ini semua untukku?' Supir Luhan mengangguk dan menyerahkan 3 koper besar itu ke tangan Chanyeol.
"Aahh~~ gamshamida, ahjussi." Chanyeol membungkukkan kembali tubuhnya dengan hormat. Dalam hati, ia bingung ingin mengutuk Luhan atau bersyukur padanya. Ia membawa 3 koper itu ke dalam kamarnya dengan hati-hati.
Chanyeol membuka koper pertama hingga koper terakhir. Koper pertama berisi setelan baju dan celana formal. Koper kedua berisi accesories seperti jam, dasi, dan sebagainya. Koper terakhir berisi sepatu. Chanyeol menggelengkan kepalanya karena merasa bingung mau memilih yang mana. Semuanya terlihat bagus dan mewah.
"Aishh.. tinggal 1 jam lagi." Chanyeol mengambil asal kemeja putih dan jas berwarna hitam. Ia mengambil jam tangan dan melingkarkannya di pergelangan tangan kanannya. Kemudian, ia mengambil sepatu berwarna hitam legam. Rambutnya ia tata ke atas, menampilkan dahinya yang lebar dan seksi. Ia mengganti kacamata tebalnya dengan soflen coklat. Chanyeol menatap cermin tidak percaya dan bergumam ini bukan dirinya. Ia mengambil kunci mobil dan keluar dari kamar dengan tergesa-gesa.
"Semoga aku tidak terlambat!"
Baekhyun melipat tangannya di depan dada dengan kesal. Begitupun dengan Luhan. Luhan sudah berkali-kali menghubungi Chanyeol tetapi selalu tidak aktif. Padahal, Prom Night akan dimulai setengah jam lagi. Luhan tidak mungkin meninggalkan Baekhyun yang saat ini sedang kesal, padahal dirinya sudah ditunggu Sehun sejak tadi. Ia tidak mau Baekhyun ngambek dan membatalkan Prom Night kali ini. Ia juga tidak mau menghancurkan 'maha karya'nya pada diri Baekhyun.
Baekhyun terlihat cantik dengan dress hitamnya yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Ia memakai make up natural sesuai anjuran Luhan. Sebuah leontin berbentuk hati melingkar di lehernya. Tidak ketinggalan dengan kedua anting perak yang melekat di telinganya. High heels 5 cm berwarna senada dengan dressnya juga melekat sempurna pada kaki jenjangnya. Satu kata untuk Baekhyun. Perfect.
"Ckk! Aku tidak mau ke Prom Night deh!" Baekhyun melepas sepatunya dan masuk ke kamarnya. Luhan mulai panik dan berusaha menahan Baekhyun dengan berbagai alasan. Wajah Baekhyun semakin masam saja mendengar celotehan Luhan yang semakin tidak masuk akal.
Tingtong..tingtong..
Luhan bernafas lega. Ia membuka pintu dan hampir saja terjungkal jatuh saking kagetnya. Chanyeol terlihat sangat tampan dengan balutan jas hitam yang elegan. Pipi Luhan merona sesaat namun ia segera mengalihkan perhatiannya ke arah Baekhyun. Tampak Baekhyun yang masih menggunakan sepatunya kembali dengan gerutuan di bibirnya.
"Maaf sunbae. Aku terlambat." Baekhyun menatap dingin Chanyeol dan langsung melenggang keluar apartemen. Begitupun dengan Luhan. Mereka bertiga berjalan beriringan ke arah parkir basement.
"Ini mobilmu?" Baekhyun sedikit kagum dengan mobil mewah yang dikendarai Chanyeol. Chanyeol menggelengkan kepalanya dan berkata dengan jujur bahwa ini mobil milik temannya. Baekhyun langsung mempoutkan bibirnya dengan kesal. Ia masuk ke mobil setelah dibukakan pintu oleh Chanyeol. Layaknya majikan dan supirnya.
"Ck! Mereka itu." Sehun tersenyum kecil dengan gerutuan dari yeojachingunya. Ia mengusap kepala yeojachingunya sebentar lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Mereka tiba di sekolah tepat 5 menit sebelum Prom Night dimulai. Banyak sekali siswa-siswi berjejer di dekat tiang pembatas red carpet. Luhan keluar terlebih dahulu diikuti Sehun. Ia menggandeng lengan Sehun dengan mesra sambil tersenyum ke arah siswa-siswi lainnya. Hunhan membalikkan tubuh mereka untuk menunggu kehadiran pasangan ChanBaek. Hunhan hanya ingin menunggu reaksi siswa-siswi dengan pasangan ChanBaek. Pasangan yang akan mengejutkan banyak orang.
Baekhyun keluar dari mobil diikuti oleh Chanyeol. Tangan Baekhyun melingkar sempurna pada lengan Chanyeol. Walaupun Baekhyun tidak menampilkan senyumnya dan hanya memasang wajah flat, sorakan terdengar lebih keras dari sebelumnya. Banyak yang bergumam bingung dengan namja beruntung yang berada di samping Baekhyun.
"Bukankah dia Park Chanyeol? Anak kelas XIB. Si kutu buku. Kenapa penampilannya berubah drastis? Astaga.. tanpa kacamata dia sangat tampan. Mulai saat ini aku akan menjadi fansnya. Ahh~~ aniyo.. dia milikku." Beberapa gumaman tertangkap telinga Chanyeol. Chanyeol tersenyum malu dengan pujian tersebut. Sepertinya Chanyeol akan terkenal setelah ini. Baekhyun memandang sinis Chanyeol yang mulai tersanjung atas pujian-pujian yang dilontarkan siswi-siswi disini. Ia menarik lengan Chanyeol cukup keras sehingga tubuh Chanyeol sedikit terdorong ke depan.
"Jangan sombong karena kau terkenal sekarang. Semua ini berkatku, bodoh. Cih!" Bisik Baekhyun. Chanyeol menghembuskan nafasnya kesal dengan ucapan Baekhyun. Ia mengikuti langkah kaki Baekhyun ke aula sekolah ( ini mereka beriringan jalannya tapi karena mereka jalannya sambil gandengan jadi Chanyeol terpaksa ngikutin kemanapun Baekhyun pergi😊 ). Kerumunan siswa-siswi juga mulai berkurang seiring dengan masuknya ChanBaek dan Hunhan ke dalam aula sekolah. Tidak ada tontonan yang menarik lagi. Lagipula sebentar lagi, Prom Night akan segera dimulai.
Aula sekolah diubah sedemikian rupa sehingga lebih mirip ballroom. Entah siapa yang merancang semua ini, yang terpenting orang yang merancang semua ini termasuk orang yang sangat cerdas. Chanyeol, Baekhyun, Sehun, dan Luhan berjalan beriringan. Bagi Sehun, Luhan, dan Baekhyun yang sudah terbiasa dengan pujian, mereka hanya tersenyum ketika ada yang memuji mereka kecuali Baekhyun. Baekhyun masih saja mempertahankan image dingin dan jutek. Chanyeol sendiri merasa kikuk dengan pujian yang ia terima dari beberapa siswi. Bahkan hyungnya saja hampir tersedak minumannya sendiri melihat penampilan Chanyeol yang berubah drastis. Hyungnya menatapnya dan mungkin kalau diartikan tatapannya seperti ini 'Apakah ini Park Chanyeol?'
"Mau minum?" Tawar Sehun. Chanyeol menggelengkan kepalanya. Ia hanya berdiri layaknya orang bodoh di tengah ruangan. Chanyeol benar-benar menyesal datang kemari karena tidak ada yang menarik disini. Bahkan, Chanyeol bisa lihat pasangan kekasih yang asyik bercumbu di pojok ruangan. Benar-benar tidak tahu tempat. Banyak yang melihat mereka, tapi pasangan itu tidak peduli atau urat malu mereka sudah putus. Entahlah, Chanyeol tidak ingin memikirkan tentang pasangan itu. Matanya masih celingukan mencari Byun Baekhyun. Sebelumnya, Luhan telah memperingatinya untuk terus berada di dekat Baekhyun karena ia takut Baekhyun minum terlalu banyak.
"Mencari Byun Baekhyun eoh?" Tanya Kyungsoo. Chanyeol kaget dengan keberadaan Kyungsoo yang ia tidak sadari. Gaun Kyungsoo itu mirip dengan gaun yang dikenakan yeoja yang tadi sedang bercumbu di pojok ruangan. Chanyeol mundur selangkah sambil mengangguk kikuk. Sepertinya perkiraan Chanyeol benar. Polesan lipstick tipis Kyungsoo sedikit berantakan sehingga memperkuat dugaan Chanyeol.
"Dia sedang di taman. Aku melihatnya pergi ke taman tadi." Jawab Kyungsoo pendek. Chanyeol tersenyum tipis dan mengucapkan terima kasih pada Kyungsoo. Kyungsoo membalikkan tubuhnya namun ditahan oleh Chanyeol.
"Ehmm.. Kyungsoo sunbae.. mungkin terkesan tidak sopan. Tapi, apakah kau habis berciuman?" Ucap Chanyeol polos. Pipi Kyungsoo memerah. Sesuai tebakan Chanyeol, Kyungsoo habis berciuman dengan Kai, namjachingunya. Ia menutup kedua pipinya dan berjalan tergesa-gesa ke arah Kai. Ia berjinjit dan berbisik ke Kai. Mata bulatnya menatap Chanyeol dengan gelisah. Kai ikut menatap Chanyeol. Mungkin kalau diartikan tatapannya seperti ini 'Jangan pedulikan urusan kami'.
"Oh ya Baekhyun sunbae.." Chanyeol menerobos kerumunan orang untuk pergi ke taman sekolah. Baekhyun ada disana sendirian, pikirnya. Dengan dress seminim itu, Chanyeol yakin Baekhyun kedinginan. Chanyeol tahu Baekhyun tidak tahan dingin ( kejadian di perpustakaan ). Kenapa sih yeoja ini tidak bisa sehari saja tidak menyusahkannya? Udara sedingin ini tapi yeoja manja tetap pergi ke taman.
Perkataan Kyungsoo benar. Baekhyun duduk sendirian di bawah pohon. Ia memeluk tubuhnya sambil menenggelamkan wajahnya. Langkah kaki Chanyeol membuat Baekhyun mengangkat wajahnya. Pipi Baekhyun memerah. Mungkin karena mabuk. Air mata juga membasahi pipinya. Make up yang telah susah payah dibuat Luhan luntur dan wajah Baekhyun terlihat sangat mengenaskan. Chanyeol menghela nafasnya panjang sambil menyerahkan tissue kering.
"Untuk apa hik.. kau kemari.." Chanyeol duduk di samping Baekhyun sambil menjauhkan tangan Baekhyun yang mulai mengambil kaleng bir. Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal. Ia berusaha meraihnya lagi dan lagi tapi tangan Chanyeol selalu menghalanginya.
Baekhyun akhirnya menyerah. Ia menenggelamkan kembali wajahnya di balik lipatan tangannya. Chanyeol menatap Baekhyun di sampingnya dengan miris. Yeoja malang, pikirnya. Bahkan pada pesta Prom Night seperti ini, masih saja yeoja ini 'tidak bisa bahagia' seperti orang lain. Terkesan Baekhyun adalah tipe orang yang suka merahasiakan segalanya. Chanyeol melepaskan jasnya dan menyampirkannya di bahu Baekhyun. Baekhyun bergerak sedikit tapi tetap membiarkan jas Chanyeol menghangatkannya.
"Kau kenapa lagi?" Ucap Chanyeol. Tidak ada balasan dari Baekhyun. Baekhyun hanya terus menghembuskan nafasnya berulang-ulang.
"Nan gwenchanayo. Pergilah!" Ucap Baekhyun dingin. Baekhyun menggunakan tissue pemberian Chanyeol untuk mengelap wajahnya perlahan. Wajahnya terlihat lebih baik sekarang.
"Aku hanya rindu eommaku. Tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku... terlalu biasa untuk tidak dipedulikan. Bahkan appaku sendiri.. hikss.." Chanyeol memeluk tubuh Baekhyun yang mulai bergetar. Ia biarkan kemejanya basah oleh air mata Baekhyun. Ia tahu rasanya kehilangan orangtua karena ia kehilangan appanya saat kecil. Tetapi untuk kasus Baekhyun ini, Chanyeol berpikir batin Baekhyun yang terluka walaupun di luarnya ia kelihatan baik-baik saja. Chanyeol tidak membayangkan rasanya kehilangan seorang eomma dan tidak mendapatkan kasih sayang appanya. Walaupun Chanyeol ditinggalkan appanya, ia masih merasakan kasih sayang eommanya. Chanyeol benar-benar kasihan dengan Baekhyun. Tangan Chanyeol menepuk-nepuk punggung Baekhyun dengan lembut.
"Uljimayo.." ucap Chanyeol pelan. Baekhyun mulai berhenti menangis. Ia menjauhkan tubuhnya dari Chanyeol dengan canggung. Begitupun dengan Chanyeol. Pipi keduanya merona samar. Mereka saling bertatapan dengan canggung.
"G-gomawo, Chanyeol." Ucap Baekhyun kikuk. Ia mengambil tasnya dan berdiri. Begitupun dengan Chanyeol. Baekhyun berjalan duluan tetapi karena high heelsnya tinggi dan ia tidak terbiasa dengan high heels, jadi...
Brukk...
Baekhyun tersandung dan jatuh menabrak tubuh Chanyeol. Akhirnya dengan tidak etisnya, tubuh Baekhyun menindih Chanyeol. Baekhyun melebarkan matanya karena melihat wajah Chanyeol begitu dekat dengan wajahnya. Deru nafas Chanyeol menerpa wajah Baekhyun. Pipi Baekhyun terasa memanas seketika. Ia mencoba berdiri tetapi tangan Chanyeol menahan pinggang Baekhyun.
"Mianhae, Sunbae." Chanyeol menempelkan bibirnya dengan Baekhyun. Ia menggerakkan bibirnya sedikit, berharap mendapatkan respon dari Baekhyun. Baekhyun sendiri hanya mengedipkan matanya berkali-kali. Otaknya tidak bisa mencerna tindakan Chanyeol dengan baik. Gerakan Chanyeol di bibirnya semakin brutal. Baekhyun memejamkan matanya dan mengikuti permainan Chanyeol. Logika dan hatinya tidak bisa berjalan beriringan. Logikanya mengatakan untuk berhenti tapi hatinya mengatakan untuk membiarkannya. Nyatanya, hatinya menang dan ia benar-benar menikmati bibir Chanyeol yang bermain di bibirnya.
"Hhh~~ hhh~~" Baekhyun melepas bibir Chanyeol dengan paksa. Nafasnya terengah-engah. Ia menatap Chanyeol dengan dingin lalu berdiri meninggalkannya. Sepertinya logika Baekhyun mulai kembali berjalan setelah lumpuh sesaat karena 'insiden' yang tidak terduga tadi.
"Kau berciuman dengannya, Baek? Apa kau benar-benar melupakanku? Cinta pertamamu?" Gumam seorang namja. Tangannya terkepal erat dan matanya terus menatap Baekhyun dengan pandangan marah.
TBC
