Bad Girl ( Chapter 6)

Author : Bacon14

Length : Chaptered

Genre : Romance, SchoolLife, Genderswitch

Disclaimer : FF ini aku share di fbku sendiri Ayu Meylianawati Santoso, pageku EXO Fanfic Indo, u/8926667/, wattpad AyuMeyliana dan blog EXO Fanfiction. So kalo ada yang pernah baca ff ini selain link" diatas itu namanya plagiat.

Main Cast :

- Byun Baekhyun

- Park Chanyeol

Additional Cast :

- DO Kyungsoo

- Xi luhan

- Oh Sehun

Sinopsis :

Byun Baekhyun. Yeoja berwatak keras, dingin dan sadis. Ia bertemu dengan Park Chanyeol. Seseorang geek yang selalu bergelut dengan buku-buku tebal. Bagaimanakah awal pertemuan mereka?

Happy Reading😁

"Park Chanyeol"

Kris menatap Baekhyun aneh. Yah... Kris adalah murid baru jadi dia kurang tahu tentang murid-murid disini tapi dia sempat melihat papan beasiswa dan tertera nama Park Chanyeol. Apa mungkin dia yang dimaksud Baekhyun?

"Namja beasiswa itu? Kau bersamanya? Jangan bercanda, Baek. Aku tahu seleramu tinggi... " Kris terkekeh sesaat sambil menatap lurus ke arah Baekhyun. Baekhyun memilin-milin seragamnya dengan gugup. Tidak dipungkiri ia selalu saja gugup berdekatan dengan Kris.

"Itu bukan urusanmu lagi, Kris. Pergilah... Urusi urusanmu sendiri. Jangan pedulikan aku." Baekhyun hendak pergi namun tangan Kris menarik tubuhnya dan memeluk tubuhnya dengan erat. Baekhyun hanya terdiam tidak berniat membalas pelukan Kris. Ia rindu dengan pelukan namja berdarah China-Kanada ini. Namun semua hanyalah masa lalu.

"Maafkan aku... Sungguh... Aku mencintaimu, Baek." Baekhyun meronta dalam pelukan Kris tapi Kris tetap memeluknya dengan erat. Beberapa fanboy Baekhyun melihat Baekhyun sambil mengambil foto Baekhyun yang sedang berpelukan diam-diam. Beberapa juga saling berbisik satu sama lain sambil mengejek Baekhyun.

"Kemarin bersama Chanyeol sekarang mangsa baru ya.. Memang ya kalau sudah jalang ya jalang." Baekhyun memejamkan matanya mendengar semua sindiran dan cemooh dari beberapa yeoja yang berlalu lalang di sekitarnya dengan Kris.

"CUKUP KRIS!" Baekhyun mendorong tubuh Kris dan menampar pipinya dengan keras. Ia melihat Chanyeol yang baru keluar dari perpustakaan dan berlari ke arahnya. Ekor matanya melirik ke arah Kris yang memegang pipinya.

"Chanyeol!" Chanyeol menoleh dan mengalihkan perhatiannya ke Baekhyun. Baekhyun berlari ke arahnya dan memeluk tubuhnya dengan erat. Wangi strawberry menguar dari tubuh Baekhyun memasuki penciuman Chanyeol. Chanyeol cukup terkejut dengan pelukan Baekhyun. Tangan Baekhyun menarik tangan Chanyeol untuk memeluk tubuhnya balik.

"Ada apa, Baekhyun-ssi?" bisik Chanyeol. Baekhyun mengisyaratkan bibirnya untuk diam dan menarik tangan Chanyeol ke arah Kris. Tangan Baekhyun menggenggam erat tangan Chanyeol. Baekhyun juga tersenyum manis ke arah Chanyeol seakan-akan mereka telah berpacaran cukup lama. Sebuah senyum remeh terulas di bibir Baekhyun. Matanya menatap remeh ke arah Kris.

"Aku sudah bilang kalau aku sudah punya namjachingu. Semua hubungan kita hanyalah masa lalu. Kalian semua sebagai saksinya. Chanyeol adalah namjachinguku..." Baekhyun menunjuk ke arah semua orang yang menatapnya dengan tatapan intimidasi. Beberapa orang mengangguk dengan kaku dan cepat-cepat pergi darisana. Chanyeol hanya terdiam dan tidak memberi reaksi. Baekhyun melipat tangannya di depan dada seakan-akan dia yang menang. Kris masih tidak percaya dengan ucapan Baekhyun. Matanya menatap ke arah Chanyeol dengan tatapan intimidasi. Tangannya dengan cepat mencengkram ke arah Chanyeol dan menatapnya tajam.

"Kau?! Kau bukan siapa-siapa, Baekhyun. Aku pastikan aku akan merebutnya darimu. Bocah ingusan sepertimu tidak cocok dengan Baekhyun. Baekhyun hanya milikku." Kris melepas cengkramannya dari kerah Chanyeol dan melenggang pergi. Setelah Kris pergi, Baekhyun melepas genggaman tangannya dan mengambil sapu tangan dari sakunya.

"Yahh... Sebenarnya aku tidak ingin menjelaskan tapi karena kau sudah terlanjur terseret dalam masalahku dengan Kris, aku akan jelaskan sedikit hubunganku dengan Kris. Dia adalah sahabatku tapi dia pergi ke Brazil dan yah... Dia menyukaiku sedangkan aku tidak menyukainya. Jadi aku memintamu untuk berpura-pura menjadi pacarku dan aku memintamu untuk meninggalkan kacamata tebalmu itu. Gantilah dengan soflen, aku tidak mau memalukan diriku karena berpacaran dengan namja kutu buku. Besok bersikaplah seperti seorang pacar jika Kris ada di dekatku, ne?" Chanyeol hanya mengangguk dengan ucapan Baekhyun. Baekhyun tidak menceritakan bahwa ia juga menyukai Kris tapi karena egonya yang tinggi ia menyingkirkan perasaan itu. Membiarkan rasa sakit hanya untuk dirinya sendiri tanpa membiarkan orang lain mengetahuinya. Ia terbiasa hidup seperti itu. Ia tidak suka mengumbar masalahnya dengan orang lain.

"Oh ya panggil aku dengan Baekhyun. Aku sudah pernah mengatakan hal itu kan? Jangan bersikap canggung jika Kris sedang melihat kita berdua. Yahh... Pokoknya kau tahu kan semua perilaku orang pacaran. Lakukan itu saat Kris di dekat kita. Arraseo?" Chanyeol lagi-lagi mengangguk. Hari sialnya akan dimulai lagi. Baekhyun tersenyum tipis lalu melenggang pergi. Chanyeol menghembuskan nafasnya. Rasanya sangat menakutkan saat Kris mencengkram kerahnya. Ia tidak terbiasa dengan perkelahian apalagi ini masalah yeoja semata. Ia sangat berterimakasih pada Baekhyun karena melibatkannya dalam masalah Baekhyun dan Kris. Apa tidak ada namja lain yang bisa dijadikan namjachingu bohongan?

"Baek... Kau berpacaran dengan Chanyeol? Apa karena prom night itu? Oh wow... Chukkae... Akhirnya ada namja yang bisa menaklukkanmu." Baekhyun memutar bola matanya dengan malas. Ia memutar-mutar sedotan jusnya dengan bosan. Sedaritadi ia menemani Luhan yang menunggu Sehun karena Luhan merengek minta ditemani. Daritadi Luhan mengstalk akun SNS teman seangkatannya dan tersebar luas video mengenai Baekhyun.

"Berhentilah berbicara, Lu." Luhan menatap Baekhyun sambil terkikik geli. Jarang sekali ia mendapatkan kesempatan mengerjai Baekhyun karena Baekhyun itu sangat dingin dan sulit diajak bercanda.

"Kenapa kau memutuskan berpacaran dengan Chanyeol? Aku tahu itu sebenarnya tidak mungkin kalau tidak ada alasan di baliknya." Setidaknya Luhan mengerti keadaan Baekhyun. Ia menaruh ponselnya di atas meja dan menatap Baekhyun, menunggu penjelasan dari bibir mungilnya.

"Itu semua karena Kris. Untuk apa dia kembali?" Untuk pertama kalinya, Baekhyun terbuka akan masalahnya pada Luhan. Biasanya ia tidak pernah bercerita dan menutupi masalahnya. Ia tidak suka orang lain ikut campur dengan masalahnya.

"Ah.. Aku tahu itu karena Kris. Sudah kuduga... Lalu sampai kapan kau akan jalani hubungan pura-puramu itu?" Baekhyun mengendikkan bahunya. Ia meminum jusnya hingga habis dan mengambil tasnya untuk pergi.

"Hei... KAU MAU KEMANA? JANGAN TINGGALKAN AKU!" Luhan berlari ke arah Baekhyun tapi menabrak tubuh seseorang. Ia tidak melihat wajah namja itu karena ia memakai masker. Tapi kelihatannya sangat tampan.

"Kalau aku tidak punya Sehun mungkin aku sudah mendekatinya.." gumam Luhan. Luhan kembali mengejar Baekhyun yang mulai masuk ke dalam mobilnya.

"Kau akan dapat kejutannya, Baek. Hehe..." Namja bermasker itu terkekeh pelan sambil menyesap mocchacinonya. Matanya menatap Baekhyun yang mulai melajukan mobilnya dan tersisa Luhan yang melihat mobil Baekhyun dengan sedih.

Baekhyun tidak tahu mau kemana. Ia hanya tahu moodnya memburuk saat Luhan menanyakan kapan hubungannya dengan Chanyeol berakhir. Ia tidak tahu pasti tentang hal itu. Yah... Ia bukan yeoja yang suka mempermainkan perasaan seseorang. Hanya yeoja murahan yang melakukan itu. Setidaknya ia memiliki rasa kasihan pada Chanyeol. Ia tidak tahu menahu mengenai masalahnya dengan Kris tapi dia ikut terseret karena kecerobohannya.

Satu lagi yang membuat Baekhyun bingung kenapa Chanyeol yang menjadi namjachingu pura-puranya. Masih banyak namja lain yang tampan selain dia. Bahkan seratus kali lebih baik dari Chanyeol. Tapi kenapa pilihannya jatuh pada namja geek yang kaku dan selalu canggung seperti itu. Bukan seleranya sama sekali.

"Apa mungkin aku tertarik dengannya?" pikir Baekhyun. Baekhyun menggelengkan kepalanya berkali-kali. Duh...darimana pikiran itu datang sih. Baekhyun akui Chanyeol memang tampan, tinggi, pintar tapi sifatnya membuat Baekhyun selalu naik darah. Menyebalkan tapi selalu saja romantis dengan cara-cara tidak terduga. Entah romantis itu hanya tipuan atau asli, ia tidak tahu.

Baekhyun menginjak rem tapi remnya blong. Ia mencoba tetap tenang dengan menurunkan gigi pada mobilnya secara perlahan. Ia mencari apapun untuk dibenturkan pada mobilnya, sesuatu yang tidak keras dan tidak membuatnya celaka. Sayangnya ia tidak menemukannya. Mobilnya mulai berbelok kesana-kemari dan berakhir dengan tabrakan pada sebuah pohon. Untungnya Baekhyun tidak menabrak setir berkat airbagnya. Ia keluar dari mobil dan menelpon salah satu orangnya.

"Cepat kemari mobilku kecelakaan... Jalan XxX.. Cepat! Kalau tidak gajimu kupotong." Baekhyun mematikan telponnya dan mendengus sebal. Disini sangat sepi. Mencekam sekali rasanya.. Hari mulai sore dan suasana semakin dingin. Baekhyun masih menggunakan seragam sekolah karena tidak sempat mengganti baju saat pergi bersama Luhan. Seragam sekolahnya sangat tipis dan blazer sekolahnya tertinggal di rumah. Di dalam mobilnya tidak ada baju hangat yang bisa ia kenakan.

"Uhh~ dingin sekali.." Baekhyun mengusap-ngusap lengannya. Mobilnya rusak dan pemanas tidak bisa nyala. Lengkap sudah penderitaan Baekhyun. Ponselnya mulai kehabisan baterai dan powerbanknya juga habis.

Sebuah pesan masuk ke ponselnya. Park Chanyeol. Baekhyun menatap heran ponselnya. Tidak biasanya Chanyeol memberinya pesan. Baekhyun membuka pesan dari Chanyeol dan sebuah pesan aneh muncul dari ponselnya.

'Apa kau baik-baik saja?' Baekhyun terkikik geli saat membaca pesan Chanyeol. Seakan Chanyeol tahu keadaan Baekhyun sekarang. Baekhyun mengetik pesan balasan.

'Aku kecelakaan. Menurutmu apa aku baik-baik saja?' Setelahnya ponsel Baekhyun mati, Baekhyun menaruh ponselnya ke jok belakang. Lama sekali orang suruhannya datang.

Chanyeol sedang asyik belajar. Tangannya menulis pesan tanpa melihat pesan ini dikirim kemana. Matanya terfokus pada buku-buku pelajaran. Sebenarnya dia ingin mengirim pesan 'Apa kau baik-baik saja' pada Bae Jinyoung karena dia sedang terbaring sakit. Tapi pesannya terkirim ke Baekhyun karena nama depannya hampir mirip. Setelah sadar dengan apa yang ia lakukan, Chanyeol mulai panik.

"Apa aku harus minta maaf padanya? Sial... Kenapa aku bisa ceroboh seperti ini?" Chanyeol menutup buku pelajaran. Percuma belajar karena otaknya tidak bisa fokus lagi. Ia mengacak rambutnya frustasi. Matanya menatap ponselnya berulang kali. Menatap nama Baekhyun tertera di ponselnya, rasanya ia ingin mati saja.

Cling..

'Aku kecelakaan. Menurutmu apa aku baik-baik saja?' Chanyeol menatap ponselnya lagi. Baekhyun membalas pesannya. Lagi-lagi ia mengernyitkan dahinya. Baekhyun kecelakaan? Apa dia terluka? Apa dia baik-baik saja? Chanyeol menelpon Baekhyun tanpa pikir panjang tapi ponselnya tidak aktif. Lagi dan lagi Chanyeol menelepon Baekhyun tapi selalu tidak aktif. Pilihan terakhir Chanyeol menelepon Luhan.

'Ne.. Yeoboseyo..' Suara manis Luhan menyapa pendengaran Chanyeol.

'Sunbae.. Maaf mengganggumu malam-malam. Apa Baekhyun sedang bersamamu?' Suara kikikan geli terdengar dari Luhan. Chanyeol mengernyitkan dahinya. Apa Baekhyun sedang mengerjainya?

'Ani... Dia tidak bersamaku. Apa kau merindukan pacarmu itu eoh? Dia tadi menemaniku menunggu Sehun lalu dia pergi entah kemana.. Memang kenapa?' Setelah mendengar penjelasan Luhan, Chanyeol menutup teleponnya. Ia mengambil jaket dan menaiki motornya.

Chanyeol memiliki bakat dalam melacak ponsel. Ia menelusuri GPS terakhir Baekhyun dan langsung tancap gas kesana. Ia tidak peduli dengan harga dirinya atau rasa malunya saat bertemu Baekhyun. Baekhyun sekarang adalah yeojachingunya yah walaupun hanya pura-pura saja. Ia mengkhawatirkannya... Well terdengar aneh.. Tapi memang itu yang ia rasakan.

"Yeoja bodoh... Yeoja aneh.. Kenapa dia ke daerah situ? Daerah sana kan sedikit menakutkan. Sepertinya dia juga sendiri." gumam Chanyeol. Chanyeol melajukan motornya lebih cepat. Ia tidak mau Baekhyun kenapa-kenapa. Yahh peduli apa dengan segala harga dirinya.

"Hah.. Hah..Baekhyun! Baekhyun! Kau dimana?" Baekhyun yang mendengar suara seseorang keluar dari mobil dan ikut berteriak. Chanyeol segera berlari ke arah Baekhyun dan memeluk tubuh mungilnya. Tangannya mendekap tubuh ramping Baekhyun dan memberinya sebuah kecupan singkat. Baekhyun benar-benar terkejut dengan kedatangan Chanyeol. Apa karena pesan yang ia kirim tadi? Tapi kenapa Chanyeol terlihat sangat mengkhawatirkanku. Semburat samar timbul di pipi Baekhyun. Chanyeol masih memeluknya dan tidak ada tanda-tanda ingin melepasnya.

"Chanyeol?" Setelah tersadar dengan apa yang dilakukannya, Chanyeol melepas pelukannya dan menunduk malu.

"N-n-neo gwenchana?" ucapnya gugup. Baekhyun terkikik geli dengan ucapan Chanyeol yang terdengar sangat gugup. Mana sikap gentlemannya tadi? Ini menjadi hiburan yang menghibur sekali untuknya.

"Aku sudah bilang kita ini sepasang kekasih walaupun pura-pura sih. Bersikaplah sewajarnya. Bagaimana kau menghadapi Kris saat dia mendekatiku? Gentleman sedikit lah, Chanyeol.." sindir Baekhyun. Chanyeol mengusap rambutnya perlahan dengan canggung. Semilir angin membuat Baekhyun sedikit menggigil.

"Apa kau kedinginan?" Baekhyun mengangguk. Ia mengusap tangannya dan meniup-niupnya perlahan. Chanyeol berlari kecil ke arah motornya dan membuka jok motornya. Terdapat satu buah sweater berwarna pink peach yang ukurannya pas dengan Baekhyun. Chanyeol mengambil sweater itu dan menutup jok motornya.

"Ini... Pakailah.. Dan pakai syal hitam ini juga." Baekhyun memakai sweater pemberian Chanyeol. Tubuhnya terasa lebih hangat sebelumnya. Chanyeol melepas syal hitam yang ia pakai dan melingkarkannya di leher Baekhyun. Bibirnya mengulas senyum tipis dan membetulkan letak syal Baekhyun.

"Nah lebih hangat kan?" Baekhyun mengangguk. Chanyeol menundukkan wajahnya dan menatap kedua mata Baekhyun. Mata yang memancarkan kesedihan tapi berusaha disembunyikannya. Mata yang memancarkan kesepian dan kelelahan.

"Kau sudah memanggil montir kan? Lebih baik aku antar kau pulang, ne?" Baekhyun mengangguk. Ia juga sangat lelah dan ingin tidur. Chanyeol menarik lengan Baekhyun dengan lembut dan membawanya naik ke atas motor.

"Pegangan yang erat. Aku akan sedikit ngebut. Kau terlihat lelah, Baek." Entah kenapa Chanyeol merasa lebih nyaman bersama Baekhyun. Ia sudah mulai terbiasa dengan sikap cuek dan dingin Baekhyun. Ia tidak peduli apakah Baekhyun akan merespon niat baiknya atau tidak karena yang terpenting Baekhyun selamat dan tidak apa-apa.

Baekhyun memeluk erat pinggang Chanyeol dan menempelkan kepalanya ke punggung Chanyeol. Hangat... Satu kata yang mendeskripsikan Chanyeol. Jauh berbanding terbalik dengan Baekhyun yang dingin dan kasar. Dua kepribadian yang berbeda namun bisa melengkapi satu sama lain. Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya saat angin semakin dingin menusuk tubuhnya.

'Apa aku harus membuka hatiku untuknya?'

"Hey... Bangun, Baek." Chanyeol menggoyangkan tubuh Baekhyun tapi tidak ada respon. Chanyeol melepas tangan Baekhyun yang melingkar erat di pinggangnya. Untung saja Baekhyun tidak jatuh padahal dia sedang tertidur pulas. Chanyeol menggendong Baekhyun dan membawanya ke apartemennya. Ia hafal dengan password apartemen Baekhyun karena Luhan sempat membocorkannya kepada Chanyeol.

Baekhyun semakin mendekatkan kepalanya ke dada Chanyeol dan mengusak-usak hidungnya ke sweater Chanyeol. Seperti anak anjing yang tertidur di dalam gendongan majikannya. Chanyeol menarik senyumnya melihat Baekhyun tertidur dengan imut.

"Baek bangun.. Aku kesulitan menekan password apartemenmu" Baekhyun membuka matanya dan terpaku menatap Chanyeol yang hanya berjarak beberapa cm dari wajahnya. Ia memukul lengan Chanyeol dan turun dari gendongan Chanyeol. Pipinya memerah karena malu. Sudah berapa lama ya ia tidur?

"Kenapa tidak membangunkanku?" Baekhyun melipat tangannya di depan dada dan mengerucutkan bibirnya kesal. Tanpa sadar, tangan Chanyeol mencubit gemas pipi Baekhyun.

"Ya! Ya! Apa yang kau lakukan! Sakit tau..." Chanyeol menarik tangannya dan menunduk takut sedangkan Baekhyun mengusap-ngusap pipinya yang memerah. Ia menatap sinis Chanyeol dan menekan password apartemennya. Setelah itu Baekhyun melempar pintu apartemen dengan keras. Di balik pintu, tangannya memegang dadanya yang berdegup kencang.

"Shit... Kenapa dengan Chanyeol itu?" Baekhyun memegang kedua pipinya yang panas. Bukan karena dicubit tapi karena rasa malunya. Seorang Baekhyun malu... Haha... Itu terasa mustahil tapi hal ini terjadi pada Baekhyun.

Chanyeol yang berada di luar apartemen mau tidak mau pulang. Toh.. Memang niatnya hanya mengantar bukan untuk menginap disini. Chanyeol memakai helm dan melihat sekali lagi ke arah jendela apartemen milik Baekhyun. Setelah memastikan lampu kamar Baekhyun mati, Chanyeol menyalakan mesin motornya dan pulang ke rumahnya.

"Baek... Aku masih tidak bisa percaya kau bersama namja geek itu. Shit... Aku seribu kali lebih tampan darinya.." Baekhyun memutar bola matanya malas, mendengar ocehan Kris yang overpede.

"Yah... Mungkin setelah ini kau akan berubah tentang namja yang kau sebut geek itu." Baekhyun tersenyum tipis. Tak lama kemudian, Chanyeol datang dengan motornya. Penampilannya 100% berubah. Dia tidak lagi memakai kacamata tebal dan memakai soflen coklat. Rambutnya dinaikkan menampilkan dahinya yang sangat menggoda. Sebuah kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya.

"Sudah kubilang..kau kalah tampan." Baekhyun memasukkan semua bukunya dalam loker dan mendekati Chanyeol. Kris yang tersadar dari keterkejutannya mengekor di belakang Baekhyun. Jari-jari Baekhyun menggenggam jari-jari Chanyeol. Matanya menatap Kris dengan tatapan merendahkan.

"Geez.. Baek.. Ayolah... Dia tidak ada apa-apanya denganku." Kris melihat dari atas ke bawah. Di matanya, tidak ada yang menarik dalam diri Chanyeol.

"Setidaknya dia tidak pernah meninggalkanku saat aku membutuhkannya tidak sepertimu, Kris." sindir Baekhyun. Baekhyun menyeringai melihat reaksi Kris. Kesalahan fatal yang dilakukan Kris padanya yang membuatnya sangat menderita.

"Beri aku bukti kalau kau sedang berpacaran dengannya. Aku tahu seleramu, Baek. Cium dia di depanku. You know.. French Kiss." Kris tersenyum menampilkan smirk andalannya. Baekhyun benar-benar terkejut dengan ucapan Kris tapi ia berusaha mengontrol dengan baik ekspresi wajahnya. Ia melirik Chanyeol yang tidak berekspresi apa-apa. Baekhyun sangat tahu Chanyeol terkejut dengan ucapan Kris. Tangannya lebih dingin di genggaman Baekhyun.

"Ayo lakukan... Setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi, Baek." Kris sangat tahu Baekhyun sangat membenci melakukan sesuatu duluan. Apalagi dalam hal romantis apalagi ciuman. Hal ini sangat menjijikkan untuk Baekhyun.

"Geurae..." Baekhyun berjinjit sedikit karena tinggi Chanyeol seperti tiang listrik tapi sayangnya tingginya tidak sampai juga.

"Menunduklah sedikit.." bisik Baekhyun. Chanyeol menggelengkan kepala, menimbulkan kernyitan di wajah Baekhyun.

Chanyeol menundukkan wajahnya, menangkup kedua pipi Baekhyun dan menciumnya dalam. Baekhyun pun ikut membalasnya. Tangannya melingkar di belakang leher Chanyeol. Dengan sedikit susah payah, Baekhyun mengimbangi lidah Chanyeol yang bermain di bibirnya. Sepertinya Chanyeol sangat menikmati termasuk Baekhyun.

Setelah merasa sesak, Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol dengan terengah-engah. Matanya melirik Kris yang masih syok. Seringaian muncul di bibir Baekhyun.

"Otte? Aku sudah membuktikan ucapanku. Kau kira aku bercanda saat aku bilang aku berpacaran dengan Chanyeol.. Aku sangat mencintainya.." Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan cinta yang terkesan dibuat-buat.

Tanpa banyak bicara, Kris pergi meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun. Baekhyun langsung melepaskan tangannya dari tangan Chanyeol. Ia mengusap bibirnya dan ingin menyapukan lipgloss. Namun tangan Chanyeol menahannya.

"Disini aku masih namjachingumu kan? Yah.. Walaupun pura-pura sih. Jangan sapukan lipgloss itu nanti bibirmu akan rusak. Bibirmu itu sudah manis tanpa kau beri lipgloss." goda Chanyeol. Baekhyun menjitak kepala Chanyeol dengan keras. Chanyeol mengusap kepalanya yang sakit karena pukulan Baekhyun.

"Jangan sok mengaturku... Ingat kau hanya namjachingu pura-puraku jangan berharap lebih tadi hanya acting belaka." Baekhyun berjalan meninggalkan Chanyeol tapi tangannya lagi-lagi ditarik Chanyeol.

"Wanna try real kiss from me?"

TBC