Bad Girl ( Chapter 7)

Author : Bacon14

Length : Chaptered

Genre : Romance, SchoolLife, Genderswitch

Disclaimer : FF ini aku share di fbku sendiri Ayu Meylianawati Santoso, pageku EXO Fanfic Indo, u/8926667/, wattpad AyuMeyliana dan blog EXO Fanfiction. So kalo ada yang pernah baca ff ini selain link" diatas itu namanya plagiat.

Main Cast :

- Park Chanyeol

- Byun Baekhyun

Add Cast :

- Xi Luhan

- Do Kyungsoo

Sinopsis :

Byun Baekhyun. Yeoja berwatak keras, dingin dan sadis. Ia bertemu dengan Park Chanyeol. Seseorang geek yang selalu bergelut dengan buku-buku tebal. Bagaimanakah awal pertemuan mereka?

Happy Reading😁

"Wanna try real kiss from me?" Pipi Baekhyun memerah seketika dengan ucapan frontal Chanyeol. BUK... Baekhyun memukul wajah Chanyeol dengan tasnya dan berlari ke kelas.

"Yeoja gila.." Chanyeol memegang wajahnya yang nyeri akibat pukulan Baekhyun yang tenaganya seperti badak. Yeoja gila memang, pikirnya. Matanya menatap beberapa yeoja yang meliriknya sambil cekikikan.

"Hhh~ aku harus terbiasa dengan Baekhyun dan yeoja-yeoja gila lainnya.." gumam Chanyeol. Chanyeol menyampirkan tasnya ke bahu dan berjalan ke kelas.

"Baek... Apa benar kau mencium Chanyeol?" Baekhyun hampir tersedak makanannya dengan ucapan Luhan. Kyungsoo yang di sampingnya langsung menatap Luhan dengan terkejut juga. Baekhyun langsung mengambil jus jeruknya dan meneguknya sekaligus.

"Kau diam artinya memang benar kau menciumnya. What the hell?! Ada apa denganmu, Baek? Wow.. Ini berita gila... Ini menjadi trending di group sekolah kita." Baekhyun memutar bola matanya malas. Ia mengambil ponselnya dan menscroll SNSnya.

Ada seseorang bernama AnonyB yang menshare foto Chanyeol dan Baekhyun. Baekhyun merasa asing dengan nama itu. Akun itu juga diprivate dan satu-satunya post hanyalah Baekhyun dan Chanyeol. Banyak sekali comment yang mengkomentari foto itu.

'Wow.. Mangsa Baekhyun selanjutnya.. Lihat saja apa Chanyeol akan bertahan dengan Baekhyun'

'Ck.. Lihatlah Baekhyun unjuk gigi lagi.'

'Entah berapa namja lagi yang akan ia goda.. Menjijikkan.'

'Baekhyun dan Chanyeol.. Ck.. Entah 1 atau 2 minggu lagi mereka akan putus. Aku yakin itu.'

Baekhyun membaca comment dari beberapa hatersnya. Yah... Ia benar-benar terbiasa dengan haters seperti itu. Ia sangat tahu mereka iri. Tapi beberapa orang juga mendukung hubungan mereka.

'Waaa... Mereka sangat cocok.'

'Aku mau jadi penggemar BaekYeol shipper'

'Astaga... Mereka unyu sekali.'

'Mesra tapi tidak berlebihan. Aaa.. ChanBaek.'

Kling..

AnonyB kembali mempost foto. Baekhyun benar-benar terkejut dengan apa yang dipost oleh AnonyB. Foto saat dia bersama Kris sedang berpelukan saat Prom Night yang disandingkan dengan fotonya berciuman dengan Chanyeol saat Prom Night juga.

"Shit.. Siapa AnonyB itu?" Luhan melirik ke arah Baekhyun yang mengumpat kesal. Post AnonyB yang terbaru itu lagi-lagi diserbu komentar yang jauh lebih pedas dari sebelumnya.

'Enak ya jadi Baekhyun bisa menggaet dua namja dengan mudah. Memang apa sih yang tidak bisa dilakukan dengan wajah cantik? Uh~ aku jadi iri'

Baekhyun menaruh ponselnya dan mengambil tasnya lalu pergi.

"YA! KAU KEMANA BAEK?! BAEK?! AISH.." Luhan mematikan ponselnya dan menaruhnya dalam tas lalu mengejar Baekhyun. Sayangnya, Baekhyun sudah jauh pergi dengan mobilnya.

"Lu~ Coba lihat.. Post AnonyB langsung dihapus semua." ucap Kyungsoo. Luhan langsung mengambil ponselnya kembali dan melihat post AnonyB. 0 post. Setelah itu nama AnonyB tidak terlacak lagi di ponselnya yang artinya dia meninggalkan group sekolah.

"Siapa dia yang menjebak Baekhyun?" Luhan dan Kyungsoo saling berpandangan satu sama lain.

Seseorang dari balik laptopnya melihat ke arah Luhan dan Kyungsoo yang kebingungan. Bibirnya membentuk sebuah seringaian. Matanya kembali tertuju ke arah laptop.

"Baek.. I'm back."

Chanyeol sangat lelah hari ini. Berkat Byun Baekhyun itu, dia harus kesana kemari bersama Baekhyun. Bukan seperti pacar kelihatanya hmm.. Lebih terlihat seperti bodyguard. Chanyeol juga sudah melihat post AnonyB dan melihat comment-commentnya.

"Astaga... Kasian sekali Baekhyun." Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya saat membaca comment-comment pedas itu. Bagaimana bisa Baekhyun begitu santai dan tidak terusik dengan kata-kata pedas mereka? Padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.

SNS Chanyeol juga tidak luput dari comment-comment anak-anak sekolah. Biasanya sekali Chanyeol post hanya ada 10 komentar, itupun dari kakaknya atau teman-teman terdekatnya. Sekarang commentnya hampir mencapai 1000 dan membuat sakit mata saja. Chanyeol menlog-out SNSnya dan mensilent hpnya.

"Chanyeol...Apa hyung boleh masuk?" Chanyeol berteriak iya dan setelahnya Chanhyun masuk ke kamarnya. Ia duduk di kasur Chanyeol dan memperhatikan gerak-gerik Chanyeol yang terlihat mencurigakan.

"Hyung sudah lihat SNS. Ck.. Kau kira SNSmu saja yang banjir comment. Punya hyung juga begitu. Semua menanyakan hubunganmu dengan Baekhyun. Kau tidak bercerita padaku kau berpacaran dengan Baekhyun." Chanyeol meneguk ludahnya. Yah.. Ia sebenarnya tidak biasa menyembunyikan sesuatu dari hyungnya. Tapi untuk masalah yang satu ini memang dia sengaja menyembunyikannya karena dia tidak mau hyungnya berurusan dengan yeoja pemarah itu.

"Mian hyung. Hubungan itu palsu. Baekhyun yang memintaku seperti itu. Hyung tahu kan apa konsekuensinya kalau aku tidak menurutinya?" Chanhyun menghela nafas panjang. Chanyeol masuk dalam pusaran masalah yang sangat ingin dihindari murid SHS School.

"Apa betul itu hanya hubungan palsu? Tapi yang aku lihat kau sangat menikmati berciuman dengan Baekhyun. Kau suka dengannya kan?" Chanyeol gelagapan menjawab pertanyaan hyungnya yang sangat to the point.

"A-ani. Hanya sebatas hubungan palsu saja." Chanhyun menaikkan alisnya curiga dengan kegugupan Chanyeol lalu mengendikkan bahunya tidak peduli.

"Yang penting cepat selesaikan urusanmu dengan Baekhyun dan jauh-jauh darinya." Chanhyun mengusak rambut Chanyeol lalu berjalan keluar kamar. Chanyeol langsung menghembuskan nafas panjang. Rasanya seperti diintimidasi polisi.

"Ahh.. Masalah SNS itu. Aku akan menelepon Baekhyun." Chanyeol mengambil ponselnya dan menelpon nomor Baekhyun. Butuh beberapa menit hingga akhirnya Baekhyun menjawab.

'Hmm? Ada apa? Kau menggangguku makan, bodoh.' Suara teriakan Baekhyun yang kesal terdengar memekakkan telinga. Chanyeol sedikit menjauhkan ponselnya sedikit sebelum menempelkannya kembali ke telinganya.

'Masalah SNS itu. Apa kau bai-' Baekhyun langsung memotong ucapan Chanyeol dengan pedas.

'Aku baik-baik saja. Memang itu urusanmu hah?' Tut. Baekhyun mematikan ponselnya dan melemparnya ke kursi di sampingnya. Ia mengambil semangkuk sereal yang dia buat tadi dan memakannya dengan rakus. Salah satu penyaluran amarah yang paling baik adalah dengan makan.

"Memang mereka tahu apa tentang aku hah? Mereka kira aku wanita penggoda. Mereka yang penggoda dengan bedak tebal dan lipstick merah menyala. Mereka kira namja mau dengan mereka. Hanya namja bodoh yang mau dengan mereka." Baekhyun memaki-maki dan mengumpat sendiri dalam kamarnya. Ia memasukkan satu sendok penuh sereal ke dalam mulutnya dan menelannya tanpa mengunyahnya.

"Uhuk.. Uhuk.." Baekhyun langsung berlari mengambil air di dapur dan meneguknya hingga habis. Astaga... Moodnya dalam keadaan sangat buruk dan tidak ada seseorang yang memahami dirinya. Ia membanting gelas yang sudah kosong itu hingga retak di bagian bawahnya.

"Ck.. Yeoja-yeoja tidak berotak. Lihat saja mereka akan mati besok. Akan kukeluarkan satu persatu mereka. Aku akan melacak siapa saja mereka itu dan mereka akan kubunuh besok." Baekhyun berlari lagi ke dalam kamarnya dan mengambil ponselnya. Ia menekan beberapa nomor lalu meneleponnya. Setelah beberapa panggilan tidak terjawab, suara berat namja menyapa pendengaran Baekhyun.

"Lama sekali sih. Kau sedang apa bodoh?" Baekhyun memasukkan lagi sereal ke dalam mulutnya. Namja yang ada di seberang telepon hanya mendengus dengan suara teriakan Baekhyun.

"Aku punya tugas untukmu. Astaga.. Aku akan berikan berapapun asal kau bisa melacak beberapa akun untukku. Kau bisa?" Namja di seberang telepon mengiyakan pertanyaan Baekhyun.

"Nanti akan aku kirim akun-akun itu lewat sms. Tapi tolong carikan akun AnonyB untukku secara khusus. Akunnya sudah hilang selama beberapa jam yang lalu tapi aku percaya kemampuanmu, J." Namja yang dipanggil J itu hanya mengiyakan saja.

"Kalau sudah selesai semua, uangnya akan aku transfer seperti biasa. Okay itu saja. Bye." Baekhyun mematikan teleponnya dan menaruhnya di atas kursi lagi. Sepertinya moodnya mulai membaik. Memang sih makan itu cara paling ampuh menghilangkan badmood.

Tingtong..

Baekhyun keluar dari kamar dan membuka pintu depan. Tapi ia tidak menemukan siapapun. Hanya sebuah kotak berwarna pink yang dihias dengan pita merah. Baekhyun tidak biasanya menerima hadiah dalam bentuk seperti ini. Para penggemarnya juga tidak mungkin seberani ini dengan memberinya langsung ke apartemennya. Lagipula tidak ada yang tahu apartemen ini kecuali Luhan dan Chanyeol.

"Apa dari Luhan ya?" Baekhyun mengambil kotak itu dan membawanya ke dalam tanpa menyadari ada yang melihatnya sambil tersenyum menyeringai. Ia membolak-balik kotak itu dan mengocoknya tapi tidak ada tanda-tanda itu dari Luhan.

"Aku buka saja." Baekhyun membuka kotak itu dan betapa terkejutnya dia saat isi dari kotak itu adalah tikus mati yang mengeluarkan belatung-belatung menjijikkan. Baekhyun langsung melempar kotak itu dan dari kotak itu keluarlah sebuah surat. Dengan jijik Baekhyun mengambilnya dan membacanya.

"Halo Baek. Kita bertemu lagi. Hehe." Baekhyun semakin berteriak histeris dengan surat yang ditulis dengan warna merah darah itu. Ia langsung masuk ke kamarnya dan menangis. Tangannya menggapai-gapai ponselnya dan satu nama yang terlintas di kepalanya. Park Chanyeol.

Baekhyun langsung menelepon Chanyeol dengan tangannya yang gemetar. Ia memeluk dirinya sendiri sambil menangis sesenggukan. Astaga.. Lama sekali Chanyeol menjawab teleponnya.

'Yeobose-''

'Chan.. Cepat kesini. Aku membutuhkanmu...hiks..hiks.." Chanyeol yang mendengar suara tangis Baekhyun langsung mematikan teleponnya dan mengambil jaket lalu mengendarai motornya ke apartemen Baekhyun. Astaga.. Bukankah beberapa menit yang lalu yeoja itu marah-marah? Kenapa sekarang menangis? Chanyeol semakin khawatir dengan keadaan Baekhyun.

Setelah Chanyeol mematikan teleponnya, Baekhyun kembali menangis. Ia tidak pernah merasa ketakutan seperti ini. Bahkan ia jarang sekali menangis sepeti ini. Ini tidak lucu untuk ukuran lelucon. Mengirim tikus mati itu sudah sangat keterlaluan. Baekhyun yakin itu bukan kerjaan Luhan karena Luhan sangat takut dengan tikus. Baekhyun hanya menunggu Chanyeol datang. Ia membutuhkan seseorang untuk menemaninya saat ini.

Setelah beberapa menit, Chanyeol tiba di apartemen Baekhyun. Ia memarkirkan motornya sembarang dan langsung ke tempat Baekhyun. Ia menekan password apartemen Baekhyun dan masuk ke dalam. Chanyeol melihat kotak dengan tikus mati yang mengeluarkan belatung termasuk sebuah surat dengan tulisan merah di dalamnya.

"Baekhyun..." Chanyeol langsung ke kamar Baekhyun dan mengetuk pintunya. Saat pintu terbuka, Baekhyun langsung memeluk tubuh Chanyeol dan menangis.

"Sudah tenanglah.. Sst.." Chanyeol mengelus kepala Baekhyun dan mencoba menenangkannya. Setelah beberapa saat, Baekhyun lebih tenang.

"Aku buang dulu bangkai tikusnya ya." Tangan Baekhyun menahan ujung baju Chanyeol. Kepalanya menggeleng.

"Hanya sebentar saja lalu aku akan kembali. Okay?" Chanyeol melepas tangan Baekhyun dan membuang bangkai tikus itu termasuk suratnya. Setelah beres, ia mengambil sapu dan membersihkan beberapa belatung yang melompat keluar dari kotak.

"Sudah selesai.." Chanyeol langsung menemui Baekhyun dalam kamar dan menutup pintunya. Baekhyun hanya duduk di kamar dengan tatapan kosong dan ketakutan.

"Jangan dipikirkan lagi. Mungkin itu ulah orang iseng saja." ucap Chanyeol mencoba menenangkan Baekhyun.

"Tidak mungkin ulah orang iseng. Untuk ukuran orang iseng itu terlalu berlebihan." Chanyeol tampak berpikir sejenak. Ucapan Baekhyun benar. Tidak mungkin ini kerjaan orang iseng.

"Apa mungkin dari orang yang membencimu?" Baekhyun mengendikkan bahunya. Banyak sekali orang yang membencinya. Tapi tidak ada yang tahu apartemen ini milik Baekhyun.

"Tapi tidak ada yang tahu ini apartemenku. Hanya kau dan Luhan yang tahu. Tidak mungkin Luhan karena dia takut tikus. Lalu siapa? Hiks.." Chanyeol memeluk Baekhyun yang kembali menangis.

"Kenapa selalu aku hiks.. Aku selalu dibenci dan diteror.. Hiks.." Chanyeol mengeratkan pelukannya dan membiarkan Baekhyun menangis dalam pelukannya.

"Kau bisa memanggilku jika ini terjadi lagi. Tenang ya, Baek. Malam ini aku akan menemanimu. Sekarang kau tidur okay?" Baekhyun mengangguk dan memposisikan dirinya untuk tidur. Chanyeol menarik selimut Baekhyun dan mengecup keningnya untuk menenangkannya.

"Kau mau kemana? Jangan pergi. Disini saja" Awalnya Chanyeol mau tidur di sofa tapi tangan Baekhyun menahannya. Akhirnya Chanyeol tidur di samping Baekhyun dengan canggung. Ia memasukkan tubuh giantnya dalam selimut Baekhyun.

"Jaljayo.." gumam Chanyeol. Baekhyun menutup matanya dan mulai tertidur. Chanyeol melirik Baekhyun yang mulai tertidur dan ikut terlelap.

"Hoahhhmmm..." Chanyeol bangun duluan daripada Baekhyun. Ia mengucek-ngucek matanya dan mencari kacamatanya. Matanya melirik Baekhyun yang masih bergelung dengan selimut.

"Astaga panas sekali." Chanyeol membuka sweater yang ia kenakan dan melemparnya ke atas sofa. Ia membuka selimut yang dikenakannya bersama Baekhyun dan duduk di sofa. Tangannya mengibas-ngibas wajahnya yang penuh keringat. Baekhyun memakai pemanas yang terlalu tinggi. Chanyeol bingung kenapa Baekhyun tidak merasa kepanasan dan bisa tetap tidur tenang dengan selimutnya.

"Sial.. Panas sekali." Chanyeol melirik Baekhyun yang masih tertidur. Ia menimbang-nimbang akan melepas kaosnya atau tidak. Awalnya ia ingin keluar kamar tapi ia takut Baekhyun akan terbangun seperti tadi malam.

Tadi malam, Chanyeol terbangun dan ingin mengambil air minum. Ia baru saja duduk sebentar dan membuka selimutnya tapi Baekhyun langsung terbangun. Tangannya menggapai lengan Chanyeol dan menggeleng. Chanyeol tidak tahu apakah Baekhyun terbangun atau dalam keadaan tidak sadar. Akhirnya, Chanyeol tidak jadi mengambil minum dan melanjutkan tidur.

"Sebentar saja boleh kan?" Chanyeol melepas kaosnya yang basah dan menyampirkannya di atas sofa. Sesekali ia melirik Baekhyun yang masih tertidur pulas. Ratu tidur.

"Nggh.." Baekhyun menggeliat dan mulai bangun. Ia membuka matanya dengan berat dan benar-benar terkejut dengan Chanyeol yang topless memamerkan absnya yang mulai terbentuk.

"YA?! APA YANG KAU LAKUKAN!" Chanyeol yang tidak sadar Baekhyun bangun langsung cepat-cepat memakai kaosnya lagi. Baekhyun tidak bisa menyembunyikan rona merah yang ada di pipinya. Apa-apaan itu? Bagaimana rasanya jika kau bangun pagi dan disuguhi dengan pemandangan seorang namja yang topless serta berkeringat?

"M-mian Baek.. Aku hanya kepanasan." Baekhyun membuka selimutnya dan sedikit menurunkan pemanas di ruangannya. Ia menatap tajam ke arah Chanyeol.

"Kenapa kau tidak turunkan pemanasnya? Kan tidak perlu sampai membuka err bajumu itu. Iuh.." Baekhyun berjalan ke arah cermin dan mengikat rambutnya ala ekor kuda. Matanya sesekali melirik Chanyeol yang masih menatapnya.

"Aku tidak mau kau kedinginan, Baek." Jawaban singkat Chanyeol menghentikan semua kegiatan Baekhyun. Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan 'ada-apa-denganmu?' Chanyeol menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu menutup wajahnya dengan sweaternya.

"Sudahlah sana keluar. Aku mau mandi. Jangan mengintip." Chanyeol mengambil sweaternya dan keluar dari kamar Baekhyun. Baekhyun langsung duduk di tempat duduk meja riasnya sambil memegang jantungnya yang berdebar-debar.

"Astaga... Ada apa denganmu Baek? Shit!" Baekhyun mengambil handuk yang ia jemur diluar dan masuk ke kamar mandi.

Chanyeol hanya duduk di sofa menunggu Baekhyun keluar. Ia bingung apa dia diperbolehkan menggunakan dapur. Tangannya gatal ingin memasak.

Tok.. Tok..

"Baekhyun-ah.." Baekhyun tidak menjawab pertanyaan Chanyeol karena tidak terdengar dengan jelas. Chanyeol membuka pintu dan menemukan kamar Baekhyun yang kosong. Ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.

"Yasudah.. Aku tunggu saja.." Chanyeol menutup pintu pelan-pelan dan kembali duduk di sofa. Ia mengambil remote TV dan mengganti saluran beberapa kali. Sungguh hari ini sangat membosankan.

Setelah beberapa menit, Baekhyun keluar dari kamar mandi dengan bathrobe pink. Rambutnya masih tergerai basah dan belum dikeringkan. Ia duduk di meja rias dan mengambil hair dryer. Sambil mengeringkan rambut, ia sesekali bersenandung.

"Apa dia sudah pulang?" Baekhyun mengintip dari celah pintu dan melihat Chanyeol masih menonton TV. Ia mendengus.

"Serasa rumah ya.." gumam Baekhyun. Setelah setengah kering, Baekhyun keluar dari kamar. Chanyeol langsung duduk dengan tegak dan mematikan TV. Ia menatap Baekhyun yang melenggang ke dapur dengan bathrobe pinknya.

"Apa kau merasa ini rumahmu ya?" Baekhyun mengambil apel dan mencucinya lalu memakannya dengan santai. Ia menatap Chanyeol yang terkejut dengan pertanyaan Baekhyun.

"A-aniyo bukan begitu.." Baekhyun mengendikkan bahunya dan berjalan ke kulkas. Shin ahjumma sudah mengisi kulkas selama beberapa hari pergi ke Busan. Chanyeol berjalan ke dapur dan mengambil beberapa bahan makanan.

"Ya! Apa yang kau lakukan?" Baekhyun berusaha menghentikan Chanyeol yang masih mengambil beberapa bahan makanan.

"Maafkan aku, Baek. Tanganku sudah sangat gatal memasak. Biarkan aku memasak okay?" Chanyeol mengambil talenan dan pisau lalu memotong beberapa sayuran. Baekhyun duduk di kursi dapur sambil melihat gerak-gerik Chanyeol.

"Lebih baik kau ganti bathrobemu itu daripada menungguku seperti ini." ucap Chanyeol masih fokus dengan kegiatannya. Baekhyun mendengus dan berjalan ke arah kamar. Ia mengambil asal sweater panjang dan celana super pendek. Yah.. Memang biasanya ia menggunakan baju seperti itu untuk di dalam rumah. Toh.. Biasanya yang berkunjung hanya Luhan.

"Apa sudah jadi?" Chanyeol menggelengkan kepalanya. Ia memasukkan berbagai macam sayur ke dalam panci dan memasukkan berbagai bumbu yang bahkan Baekhyun saja tidak tahu itu apa. Chanyeol juga membuat omelette dan membuat kimchi. Baekhyun merasa terkejut melihat Chanyeol bisa melakukannya sekaligus.

"Jaa~ supnya sudah matang. Ini omellette dan kimchinya. Oh ya jangan dimakan dulu nasinya belum matang." Chanyeol terlihat bersemangat hari ini, menimbulkan kesan lain untuk Baekhyun. Baekhyun hanya tahu Chanyeol adalah siswa pendiam, penakut, dan namjachingu palsunya. Ia tidak tahu kalau Chanyeol mempunyai kepribadian yang hangat, charming, dan menyenangkan.

'Aku rupanya belum mengenalnya dengan baik' pikir Baekhyun.

Ting..

Chanyeol langsung mengambil dua mangkok nasi dan mengambil nasi dari rice cooker. Baekhyun tersenyum melihat betapa semangatnya Chanyeol ketika memasak.

"Jaa~ ayo kita makan. Baek sini." Baekhyun duduk di kursi dapur berhadapan dengan Chanyeol. Chanyeol menangkupkan kedua tangannya lalu berdoa sejenak. Baekhyun kembali merasa terkejut dengan apa yang dilakukan Chanyeol. Ia sangat jarang berdoa sebelum makan.

"Ayo kita makan. Selamat makan." Chanyeol mengambil sendok sayur (?) dan mengambilkan Baekhyun sup termasuk miliknya sendiri. Uh~ sepertinya Baekhyun akan meleleh dengan semua sikap manis Chanyeol. Baekhyun berusaha menyembunyikan wajahnya yang merona merah karena sikap manis Chanyeol.

"Otte? Enak?" Chanyeol menatap Baekhyun menunggu jawaban dari bibir mungilnya. Baekhyun mengangguk sambil tersenyum. Masakan Chanyeol termasuk enak setelah masakan Shin ahjumma.

"Baguslah.. Kau harus makan banyak. Kau terlihat kurus, Baek." Chanyeol mengambilkan beberapa kimchi dan menaruhnya di atas mangkok nasi Baekhyun. Baekhyun melihat kimchi itu lalu melihat Chanyeol yang menatapnya balik sambil tersenyum.

"Gomawo." Baekhyun mengambil sendok dan makan kimchi yang tadi diberi Chanyeol. Lagi dan lagi bibirnya mengulas senyum tipis. Ia tidak biasa diperlakukan dengan manis begini. Rasanya Baekhyun sangat senang dan merasa tersentuh.

"Baek.. Setelah ini aku pulang ya.. Kau sudah tidak apa-apa lagi kan?" Baekhyun mengangguk. Chanyeol dan Baekhyun melanjutkan sarapan paginya dengan tenang.

Tingtong..

Baekhyun sedikit trauma dengan suara bel sekarang karena kejadian malam tadi. Chanyeol yang melihat Baekhyun sedikit ketakutan langsung berdiri dan membukakan pintu.

"Chanyeol? Sedang apa kau disini?" Baekhyun langsung menengok dan terkejut dengan kedatangan Luhan. Bukan hanya Luhan, ada Kai, Kyungsoo,dan Sehun juga.

"Wow sepertinya kita bisa triple date nih." gurau Kai. Kai, Sehun, Kyungsoo dan Luhan langsung masuk ke apartemen Baekhyun.

"Apa kau yang memasak ini semuanya? Sepertinya bukan. Aku yakin ini masakan Chanyeol. Belum habis kan? Aku habiskan ya!" Luhan mengambil beberapa mangkok dan menyendokkan sup itu ke mangkoknya. Ia juga memberikan sup itu pada Sehun, Kai dan Kyungsoo.

"Waaa! Ini enak." Ucap Kyungsoo. Baekhyun hanya menghela nafas dan memijat keningnya. Kenapa semua datang di saat yang tidak tepat?

"Kimchinya juga enak. Waa sekali-sekali kau harus membuatkan kimchi ini untukku. Sehun tidak bisa membuatnya." Sehun menatap Luhan tidak terima.

"Aku bisa kok membuat kimchi. Kau saja yang belum tahu." ucap Sehun merajuk.

"Aigoo.. Aku bercanda Hunnie..." Luhan mengacak rambut Sehun dan mengecup bibirnya sekilas.

"Ya! Ya! Kalian semua sedang apa disini? Mengacak-acak dapurku?" ucap Baekhyun sarkatis. Semuanya langsung menatap Baekhyun sambil bertingkah canggung.

"Kita kesini mau mengajakmu jalan-jalan. This is weekend. Don't waste your time at home. Come on.. You must have fun, Baek." Ucap Luhan santai. Luhan mengambil apel dan memakannya dengan santai.

"I want to sleep today. Don't disturb me, Lu." Luhan menggelengkan kepalanya. Dia tidak habis pikir dengan Baekhyun. Ini weekend dan yeoja bernama Byun Baekhyun ini mau menghabiskan waktu dengan tidur seharian di rumah. Oh.. Tidak bisa dipercaya.

"Luhan benar, Baek. Kau harus jalan-jalan. Ada Chanyeol juga. Kita bisa triple date. Haha.." Baekhyun melempar Kai dengan bantal sofa. Kai meringis kesakitan akibat lemparan bantal Baekhyun.

"Kita sudah jauh-jauh kesini untuk mengajak kau dan kau menolak tawaran kami. Hell...kau melukai perasaanku, Baek." ucap Luhan dengan dramatisnya.

"Baek.. Kita bicara sebentar okay?" Chanyeol menarik Baekhyun menjauh dari semuanya. Ia menatap Baekhyun yang masih bersikukuh tidak mau ikut.

"Lebih baik kau ikut mereka. Apa kau mau dikirimi bungkusan seperti kemarin? Setidaknya orang itu tidak bisa mengancammu jika kau ada di sekitar teman-temanmu. Okay?" Setelah dipikir lagi, ucapan Chanyeol memang ada benarnya. Setidaknya Baekhyun bisa menghindar dari ancaman-ancaman itu.

"Ya..baiklah..tapi kau harus ikut." ucap Baekhyun sambil tersenyum menyeringai.

"Aku tidak bisa ikut. Aku.. Aku harus pulang, Baek." elak Chanyeol. Sebenarnya, Chanyeol tidak ingin terlalu dekat dengan Baekhyun. Tujuannya kesini hanya menemani Baekhyun yang ketakutan karena kotak ancaman itu. Ia tidak mau terlalu jauh dekat dengan Baekhyun.

"Aniyo... Teman-temanku tidak ada yang tahu kita hanya berpura-pura. Hanya Luhan yang tahu. Jadi kita harus menunjukkan kepada mereka kalau kita memang pasangan dan benar-benar mesra. Kalau kau tidak ikut, aku juga tidak ikut. Toh tidak ada yang peduli dengan keselamatanku kan?" Chanyeol ingin menggigit Baekhyun saking kesalnya. Astaga orang ini... Tidak bisakah Baekhyun membiarkan Chanyeol tenang sehari saja?

"Jangan berkata seperti itu lagi. Aku peduli padamu, Baek. Kau yeojachinguku, ingat?" Baekhyun terdiam sejenak. Apa tadi yang Chanyeol ucapkan? Kau yeojachinguku? Rasanya Baekhyun sangat senang walaupun semua hubungannya adalah kepura-puraan. Baekhyun tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya tapi rasa egonya yang tinggi menutupi rasa senangnya.

"Just fake relation. You must remember it." ucap Baekhyun. Baekhyun melenggang pergi ke temannya dan menyetujui ajakan mereka.

"Owww...pasangan baru ini sangat so sweet ya. Baekhyun langsung menurut seperti puppy." goda Luhan. Sehun, Kai dan Kyungsoo saling bertatapan penuh arti.

"Cepat pergi sebelum aku berubah pikiran." ancam Baekhyun

"Kau mau berpergian seperti itu, Baek? Nanti kau kedinginan. Ganti bajumu." Semua langsung menatap Chanyeol dan saling melempar senyum. Chanyeol benar-benar cocok menjadi namjachingu sungguhan.

"Okay.." Baekhyun masuk ke kamarnya dan sekali lagi jantungnya berdetak kencang. Oh gosh...itu tadi hanya perhatian palsu agar semua percaya mereka sedang pacaran. Shit.. Kenapa Baekhyun benar-benar terbawa perasaan seperti ini?

Baekhyun membuka lemari bajunya dan mengambil kaos dan celana jeans panjang. Ia juga mengambil sweater karena cuaca cukup dingin. Ia duduk di meja rias dan memakai make up tipis. Baekhyun sangat jarang menggunakan make up karena tanpa make up pun dia sudah cukup cantik.

"Jaa~ ayo kita berangkat." Semua langsung melihat Baekhyun dan cukup terkejut ketika mengetahui Baekhyun menggunakan make up.

"Kau menggunakan make up, Baek? Wow.. Pacaran dengan Chanyeol membuatmu berubah menjadi feminim ya." ucap Kai sambil tertawa. Kyungsoo langsung menatap tajam Kai yang daritadi asal bicara. Luhan yang mengetahui kalau hubungan mereka palsu juga sedikit bingung dengan perubahan Baekhyun. Ini hanya pura-pura tapi kenapa Baekhyun sampai berubah seperti itu demi hubungan palsu itu?

"Sudahlah ayo.."

Mereka berjalan-jalan ke Lotte World. Semua rata-rata sibuk dengan pasangan masing-masing terkecuali Baekhyun dan Chanyeol. Baekhyun dan Chanyeol terlihat canggung satu sama lain. Hal ini disadari oleh Luhan.

"Hun.. Aku ingin es krim. Tolong beli es krim disana. Okay?" Sehun mengangguk dan menjauh dari Luhan. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Luhan. Luhan langsung menyenggol Baekhyun dan Chanyeol.

"Aku tahu kalian sedang berpura-pura tapi sikap kalian yang saling diam seperti ini membuat yang lain curiga. Bersikaplah seperti sepasang kekasih seperti yang kalian lakukan tadi. Ah.. Kalian pergilah berdua. Nanti aku yang katakan ke mereka kalau kalian ingin berdua saja. Okay? Ah.. Sehun datang. Have fun, Chanbaek." ucap Luhan.

Baekhyun tidak bisa membantah kata-kata Luhan. Setelah semua sikap manis Chanyeol kepadanya, Chanyeol hanya diam dalam perjalanan tadi. Baekhyun juga tidak terbiasa membuka percakapan. Jadi mereka hanya saling diam.

"Baek.."

"Chan.."

Chanyeol langsung menunduk begitupun dengan Baekhyun yang bertingkah canggung. Ini bukan Baekhyun seperti biasanya yang angkuh, dingin, dan kasar.

"Aah.. Baek..ayo kita jalan-jalan saja." ucap Chanyeol dengan canggung. Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan menggenggamnya erat. Baekhyun hanya bisa terdiam dan menuruti semua yang dilakukan Chanyeol padanya. Pikirannya sedang tidak fokus dan dia sedang memikirkan orang yang mengirim kotak berisi tikus itu.

"Apa kau lapar? Atau haus?" Chanyeol seperti berbicara pada dirinya sendiri karena Baekhyun tidak menanggapinya.

"Baek.. Apa kau lapar?" Sekali lagi Chanyeol bertanya dan Baekhyun tidak meresponnya.

"Baek..." Chanyeol menggoyangkan tangan Baekhyun dan akhirnya Baekhyun tersadar dari lamunannya.

"Wae?" Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia yakin Baekhyun kepikiran dengan orang yang menjahilinya kemarin.

"Apa kau memikirkan orang itu? Sudahlah.. Kau aman bersamaku." Baekhyun menghembuskan nafasnya. Ia masih merasa diikuti hingga ke taman bermain ini.

"Daritadi ada yang mengawasiku. Yah.. Aku merasakannya. Seolah-olah dia memang mengincarku, Chan. Aku harus bagaimana?" Baekhyun merapatkan tubuhnya ke badan Chanyeol. Ia melihat sekelilingnya tapi tidak ada yang mencurigakan.

"Mungkin itu hanya perasaanmu saja. Kau aman bersamaku." Chanyeol mengacak rambut Baekhyun dan tersenyum. Tangannya menggenggam erat tangan Baekhyun.

"Kau pasti lapar? Ayo kita makan. Kau suka es krim? Tteobokki? Ayo kita makan semuanya." Baekhyun ikut tersenyum saat Chanyeol dengan semangatnya menawarkan ini itu padanya. Ini menjadi kencan manis mereka yang pertama sebagai sepasang kekasih.

"Kajja..."

Baekhyun dan Chanyeol tampak kelelahan setelah bermain banyak sekali wahana berdua. Ini pertama kalinya Baekhyun tertawa lepas. Ini semua karena Chanyeol. Chanyeol berhasil membuatnya tertawa dengan tingkah lucunya dan sikap manisnya.

"Sehun, Luhan, Kai, Kyungsoo mana ya? Katanya janjian disini." Baekhyun mengambil ponselnya dan menelpon mereka semua. Tapi tidak ada yang bisa dihubungi. Semua pasti sibuk dengan pasangan masing-masing.

"Apa kau kelelahan, Baek? Kita pulang duluan saja kalau kau sudah kelelahan." Baekhyun mengangguk. Astaga.. Hari ini sangat melelahkan. Ia berlarian kesana kemari dengan Chanyeol mencoba berbagai wahana.

"Ah sebentar.. Aku kirim pesan ke Luhan dulu kalau kita pulang duluan." Baekhyun mengetikkan beberapa pesan pada Luhan.

"By the way, kita pulang pakai apa? Kita kan tadi bersama mereka." Chanyeol tampak memikirkannya juga. Kalau naik bus, stasiunnya sangat jauh. Jika naik taksi, jalan keluarnya masih jauh dan Baekhyun terlihat kelelahan.

"Kita naik taksi saja tapi pintu keluarnya masih jauh, Baek." ucap Chanyeol. Ia melihat Baekhyun yang kelelahan dan sepertinya tidak kuat berjalan lagi.

"Sini. Naik ke punggungku. Aku gendong sampai sana." Chanyeol menundukkan tubuhnya dan menyuruh Baekhyun naik ke atasnya. Baekhyun tentu saja menolak tapi setelah sedikit paksaan dari Chanyeol, Baekhyun menurut.

"Waaa... Kau cukup ringan ya." Baekhyun tidak menanggapi ucapan Chanyeol dan menenggelamkan wajahnya di balik sweater Chanyeol. Lama kelamaan suara dengkuran halus terdengar. Baekhyun tertidur lelap dalam gendongan Chanyeol.

"Cepat sekali tidur. Kelelahan ya." Chanyeol ikut tersenyum mendengar suara dengkuran halus Baekhyun.

Kalau bisa dibilang semua sikap manis Chanyeol bukan hanya pura-pura. Chanyeol memang khawatir dan memperhatikan Baekhyun secara khusus. Menurutnya, Baekhyun hanya kuat di luar tapi dia terlalu lembut di dalam. Baekhyun mudah tersakiti walaupun kelihatannya baik-baik saja. Chanyeol hanya ingin menjaga Baekhyun. Ia berusaha menekan perasaan yang mulai tumbuh di hatinya. Ia tidak mau Baekhyun menjauh saat mengetahui perasaannya.

"Aku menyayangimu, Baek. Kau harus tahu itu. Aku akan melindungimu dari siapapun yang mengganggumu."

Setelah 15 menit menggendong Baekhyun, Chanyeol mendapatkan taksi. Ketika masuk taksi, ia merasakan ada seseorang yang mengawasinya dengan Baekhyun. Dengan perlahan, ia menaruh Baekhyun yang sedang tertidur dalam mobil. Sebelum masuk ke dalam mobil, ia memperhatikan sekelilingnya dan tidak menemukan apapun.

"Mungkin hanya perasaanku saja." Chanyeol masuk ke dalam mobil dan taksi mulai melaju. Seseorang keluar dari persembunyian. Ia melihat hasil jepretan fotonya yang menampilkan Baekhyun dan Chanyeol. Bibirnya mengulas senyum mengerikan.

"Let's the game begin."

Suasana dalam taksi hening sekali. Baekhyun tertidur pulas di pundak Chanyeol dan Chanyeol yang memainkan ponselnya. Ia harus mengirim pesan pada ibunya dan hyungnya karena mereka sangat mengkhawatirkannya. Chanyeol lupa mengatakan kalau dia menginap di apartemen Baekhyun. Dia juga lupa mengatakan kalau hari ini ia berjalan-jalan bersama Baekhyun, Luhan, Kai, Sehun dan Kyungsoo.

Kringgg..

Suara ponsel Baekhyun membangunkan Baekhyun dari tidur lelapnya. Dengan mata mengantuk, ia mengambil ponselnya. Tertulis nama J dalam ponselnya.

"Ne? Waeyo? Kau sudah menemukannya?" Chanyeol mulai tertarik dengan pembicaraan Baekhyun dengan lawan bicaranya. Memang siapa yang Baekhyun cari?

'Aku sudah menemukan semua akun yeoja yang mengganggumu. Tapi untuk akun AnonyB wow... Dia sangat cerdik. Dia tidak menggunakan nama aslinya. Dia menggunakan inisial V. Yah begitulah.." Baekhyun yang tadi menjawab dengan setengah mengantuk langsung duduk dengan tegang. Chanyeol yang ada di sebelahnya ikut duduk tegak di sampingnya.

"Ah baiklah. Gomawo, J." Baekhyun langsung menjatuhkan ponselnya begitu saja. Wajahnya berubah pucat.

"Waeyo, Baek?" Chanyeol terlihat khawatir dengan perubahan ekspresi Baekhyun. Ia menyentuh pundak Baekhyun tapi Baekhyun tetap diam. Pandangannya kosong dan terlihat ketakutan.

"Chan... Dia kembali..." Baekhyun menatap Chanyeol penuh ketakutan. Tangannya menggenggam tangan Chanyeol sambil gemetaran.

"Siapa yang kembali? Kenapa kau ketakutan seperti itu, Baek?" Baekhyun hanya menatap kosong ke arah Chanyeol.

"Kim Taehyung. Psikopat itu kembali, Chan."

TBC