Bad girl ( Part 11)
Author : Bacon14
Length : Part
Genre : Romance, Genderswitch, SchoolLife
Main Cast :
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Sinopsis :
Byun Baekhyun. Yeoja berwatak keras, dingin dan sadis. Ia bertemu dengan Park Chanyeol. Seseorang geek yang selalu bergelut dengan buku-buku tebal. Bagaimanakah awal pertemuan mereka?
Happy Reading😀
Baekhyun dibawa supir suruhan Taehyung ke rumahnya. Tangisnya tidak mereda sejak tadi bahkan bertambah parah. Ia mulai memikirkan apa yang terjadi pada ayahnya. Hal-hal buruk mulai terlintas di kepalanya. Baekhyun memejamkan matanya dan menghela nafas panjang. Matanya menatap lemah ke arah rumahnya yang tinggal beberapa meter lagi. Bangunan tinggi nan megah mulai nampak dari kejauhan. Baekhyun semakin menelan ludahnya ketakutan.
'Jika appa meninggal.. Aku bagaimana? Apa aku harus ikut meninggal juga?'
"Kita sudah sampai, nona." Baekhyun menundukkan kepalanya sejenak dan keluar dari mobil. Langkahnya terasa berat mendekati pintu rumahnya. Kakinya yang sedang berada di masa pemulihan mulai menunjukkan tanda-tanda pendarahan. Rasa sakit yang ada di kakinya tidak sebanding dengan rasa khawatirnya Baekhyun pada appanya.
"Appa! APPA DIMANA?!" teriak Baekhyun. Matanya mencari keberadaan ayahnya dalam rumah. Dengan langkah terseok-seok, ia mulai mengecek setiap bagian kamar.
"Mencari ayahmu?" Taehyung keluar dari tempat persembunyiannya dan menemui Baekhyun. Mata hitamnya bertemu dengan mata coklat Baekhyun. Senyum dingin terulas dengan apik di wajah Taehyung. Ia mendekati Baekhyun perlahan dan berdiri tepat di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan dengan appa?" Taehyung mengendikkan bahunya dan telunjuknya bermain-main di bahu Baekhyun. Matanya menatap nakal ke arah wajah Baekhyun. Berbanding terbalik dengan Taehyung, Baekhyun berdiri dan bergetar ketakutan di hadapan Taehyung.
"Aku...ehm...hanya bermain-main sedikit dengan appamu. Yah.. Hanya sedikit saja kok." Taehyung mencengkram dagu Baekhyun dan mendekati wajahnya secara kasar. Derai air mata Baekhyun tidak dihiraukannya. Matanya menatap Baekhyun penuh kebencian. Bayangan akan kakaknya yang merenggang nyawa setelah dibunuh oleh Baekhyun membuatnya hilang akal.
"A-apa y-yang kau lakukan pada appa? Aku akan lakukan semuanya. Jangan ayahku. Dia.. Dia tidak tahu apa-apa.." Taehyung mendorong Baekhyun ke arah tembok.
"Bayar aku dengan kehancuranmu, sayang." Bibir Taehyung mencium kasar bibir Baekhyun. Ia menggigit bibir Baekhyun dan memaksakan lidahnya masuk. Dengan kasar, ia melilit lidah Baekhyun dan mendorong lebih masuk lidahnya. Baekhyun terus mendorong tubuh Taehyung namun tubuh Taehyung terus berdiri kokoh mencumbunya.
Tangan Taehyung yang bebas meremas kasar payudara Baekhyun. Ia semakin menghimpit tubuh ringkih Baekhyun. Tiap kali Baekhyun berusaha berontak, ia menampar pipi pantatnya dengan keras. Baekhyun semakin melemah dan energinya terkuras. Dalam hatinya terus berteriak menyebutkan nama Chanyeol. Ia sangat berharap Chanyeol menemukannya dan membantunya saat ini.
"Pantas saja hyung menyukaimu. Ternyata tubuhmu memang manis." gumam Taehyung. Baekhyun semakin bergidik ngeri saat Taehyung mulai melepas kancing seragamnya satu persatu. Sekelebat wajah Daehyun terlintas di hadapannya. Terus berganti dengan wajah Taehyung. Trauma itu masih ada dan Baekhyun merasa dirinya akan dilecehkan saat ini juga. Tidak ada yang membantunya dan dia hanya sendirian.
BUGH...
Sebuah hantaman dari kayu besar tepat mengenai kepala Taehyung. Taehyung terkapar dan pingsan di lantai. Chanyeol langsung melepaskan kayu yang ada di tangannya dan menghampiri Baekhyun yang jatuh lemas di lantai.
Tatapan mata Baekhyun terasa kosong dan bajunya sangat berantakan. Sebelum Chanyeol masuk, Chanyeol bisa mendengar teriakan Baekhyun yang minta tolong. Ia langsung merangsek masuk dengan membawa kayu besar sebagai senjatanya. Chanyeol melepas blazer sekolahnya dan menyelimuti seragam Baekhyun yang robek di beberapa bagian.
"Chan.. Aku dilecehkan." ucap Baekhyun lirih. Air mata menetes satu persatu dari kedua mata sembapnya. Chanyeol memeluk Baekhyun erat dan memberikan beberapa kata penenang padanya.
"Chan.. Aku kotor." Baekhyun terus mengucapkan hal seperti itu. Chanyeol semakin takut saat Baekhyun terus mengucapkan hal yang sama. Ia takut Baekhyun kembali trauma dan memilih untuk melakukan bunuh diri.
"Aku disini bersamamu, sayang. Tenang.." Chanyeol terus mengusap punggung Baekhyun dengan lembut. Setelah Baekhyun sedikit lebih tenang, Chanyeol mengecup bibir Baekhyun pelan.
"Aku akan membersihkan semua jejak pria brengsek ini." Chanyeol mencium Baekhyun dengan lembut. Bibirnya mendorong bibir Baekhyun dan melumatnya perlahan. Takut merusak mahakarya Tuhan yang ada di wajah Baekhyun. Setelah Baekhyun semakin nyaman, Chanyeol mulai lebih agresif dan menuntut. Bibirnya terus menyesap lebih dalam bibir kekasihnya yang manis.
"Nggh~ Chan~~" Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol menjauh dan tersenyum tipis. Keadaannya jauh lebih baik saat ini dengan keberadaan Chanyeol. Chanyeol mengusap sisa-sisa air mata Baekhyun dan mencium kedua matanya.
"Appa bagaimana?" tanya Baekhyun khawatir.
"Beliau sedang ada di kantor baik-baik saja. Video tadi hanya editan sehingga terlihat seperti ayahmu. Suaranya juga ditiru agar mirip ayahmu. Tidak ada yang terjadi dengan ayahmu. Dia aman. Ini semua jebakan dari akal-akalan dia." Baekhyun bernafas lega mendengar ucapan Chanyeol. Chanyeol melirik Taehyung yang masih pingsan. Ia berdiri dan mengambil kursi di meja makan. Tangannya mengambil tali yang tergeletak di ruang tamu dan mengikat Taehyung.
"Kau punya ide untuk membuatnya jera?" Baekhyun berpikir sejenak dan memberikan senyum licik. Ia ingin melakukan hal yang sama dengan yang Taehyung lakukan padanya dulu. Mempermalukannya dan memberikan beberapa 'hadiah' manis untuknya.
"Tapi aku tidak akan melakukannya sendiri. Kau harus membantuku." Chanyeol mengangguk setuju dan memberikan kecupan manis di pipi Baekhyun.
#######
"Sial.. Dimana aku?" Taehyung memegang tengkuk lehernya yang terasa sakit dan pening. Matanya melihat sekelilingnya dengan perasaan aneh. 'Ini bukan kamarnya ataupun rumah Baekhyun'. Ia melangkah ke arah pintu dan hendak keluar.
'Terkunci.. SIAL..'
Taehyung kembali duduk di tepi ranjang dan melihat sekitarnya sekali lagi. Ia menggerayangi tubuhnya, berharap ada alat komunikasi yang tertinggal di jaketnya. Taehyung tidak menemukan apapun dan hanya menemukan secarik kertas kecil.
'Nikmati waktumu, Tae.' Taehyung mengumpat pelan saat melihat tulisan ini. Ia sangat mengenal tulisan tangan ini. Tulisan tangan mangsanya, Byun Baekhyun. Taehyung langsung meremas kertas itu dan membuangnya ke tong sampah. Ia terus menggedor-gedor pintu kamar itu dan berujung dengan dirinya terjatuh di lantai.
Seorang wanita paruh baya membuka pintu dan membawa dua bodyguardnya. Wanita itu tersenyum miring, melihat mangsanya telah sadar dari pingsannya. Taehyung mengernyit sejenak melihat wanita berpenampilan norak di hadapannya ini. 'Siapa dia? Mau apa dia disini?'
"Bawa dia. Kita pergi ke China sekarang." Taehyung melotot horror ke arah dua bodyguard berpenampilan seram melangkah ke arahnya. Ia terus memberontak dan matanya menatap penuh tanya ke arah wanita paruh baya tersebut.
"Oh aku belum mengenalkan diri rupanya. Saya Nyonya Jung Hae Oh. Saya biasa menjual manusia-manusia untuk dijadikan budak seks. Saya melihat videomu ada di situs porno dan saya benar-benar tertarik dengan tawaran menggiurkan itu. Dilihat dari tubuhmu yang cukup kekar, wajah tampanmu, saya yakin kamu memiliki nilai jual yang fantastis di pelelangan nanti. Terimakasih atas kesediaanmu ini." Taehyung semakin tidak mengerti dengan penjelasan Hae Oh padanya. Tangannya telah diborgol dengan kuat oleh dua bodyguard. Bibirnya juga dilakban dengan kuat seakan tidak memberikan kesempatannya untuk menjelaskan kesalahpahaman ini.
'Ini pasti ulah Baekhyun. Sial.. Kenapa aku bisa dijebak seperti ini?'
Taehyung dibawa paksa oleh dua bodyguard Hae Oh ke dalam mobil van hitam miliknya. Ia tidak bisa melawan karena tangannya diborgol dan tidak ada alat komunikasi. Matanya terus melirik kesana kemari berharap ada pertolongan yang bisa membantunya.
Sebelum dimasukkan ke van, seorang perempuan berteriak dan mencegat Taehyung masuk ke mobil van. Taehyung melihat Jennie berlari dengan seragam sekolah masih melekat di tubuhnya. Ia langsung bernafas lega dengan kedatangan adik tirinya.
"Aku akan membayar berapapun asal kau melepaskan kakakku. Dia.. Dia itu konglomerat. Mana mungkin dia mau menjadi budak seks." Taehyung mengangguk membenarkan. Hae Oh menatap sinis ke arah Jennie dan mencengkram dagu yang lebih muda.
"Aku sudah terlanjur membayar harga mahal untuk orang ini dan kau tidak ada hak untuk mengambilnya seperti itu." Jennie tersenyum miring. Ia sudah menebak ahjumma gendur di hadapannya ini akan berkata demikian. Tangannya mengambil cek dan menunjukkan cek tersebut di hadapan Hae Oh.
"1 miliar won cukup?" Hae Oh mengambil cek itu dan membacanya baik-baik. Ia melihat 1 miliar tertulis dengan rapi disana. Bibirnya terangkat sedikit namun matanya tetap curiga. Matanya kembali melihat Jennie dari atas sampai bawah.
"Darimana aku bisa mempercayai cek ini tidak palsu?" Jennie memberikan kartu namanya pada Hae Oh. Hae Oh semakin terkejut saat melihat nama Kim Jennie di kartu nama tersebut. Tanpa banyak basa-basi, Hae Oh langsung menyuruh kedua bodyguardnya melepas Taehyung dan membuka borgol yang dipasangkannya.
"Jika cek ini tidak bisa cair, kau bisa menghubungiku langsung." Jennie menarik Taehyung ke mobilnya yang terparkir apik di pinggir jalan. Taehyung terus mengucapkan terimakasih pada Jennie yang terus mengomel.
"Kau bodoh atau sinting sih? Video apa ini hah?" Jennie melempar ponselnya ke arah Taehyung. Di video tersebut, Taehyung tidak menggunakan sehelai benang pun dan terikat di kursi. Lalu setelahnya ada vibrator yang dipasangkan ke tubuhnya dan dia orgasme tepat saat itu. Taehyung terus mengumpat saat melihat video itu. Ia sangat tahu ulah siapa ini.
"Kau tahu betapa kerasnya aku memblokir video ini? Video ini menjadi trending topic di situs porno setelah diupload. Banyak wanita-wanita tua terus menanyakan berapa hargamu di kolom komentar. Yang lebih gilanya lagi teman-teman SMPmu ada yang melihatnya dan sekarang kau menjadi bahan pembicaraan di kalangan alumni SMPmu. Apa kau bahkan tidak bisa merasakan dirimu orgasme atau bagaimana sih? Kalau hanya pingsan kau pasti bisa bangun hanya dengan gerakan vibrator itu. Aku kehilangan 1 miliar won gara-gara kau, Bodoh!" maki Jennie tak tanggung-tanggung.
"Obat tidur.. Aku yakin mereka memberiku obat tidur. Sial.. Aku tidak tahu akan kecolongan seperti ini." Taehyung mengumpat kesal saat memikirkan apa yang diperbuat Baekhyun maupun Chanyeol. 'Mereka mau bermain denganku ya.. Lihat saja.. Aku juga bisa bermain dengan kalian.'
"Ponselku dimana?" Jennie mengendikkan bahunya.
"Harusnya kau bersyukur aku menemukanmu. Jika tidak, kau akan dijual menjadi budak seks. Kalau aku tidak meminta bantuan orang untuk meretas navigasi siapa yang membelimu itu, aku tidak tahu kau akan dibawa kemana. Ini terakhir kalinya aku melakukan hal gila seperti ini. Aku tidak mendapatkan Chanyeol malah kehilangan uang sebanyak itu. Bayangkan aku harus bekerja sekeras apa untuk mengembalikan semua uang itu. Kau kepa-" Taehyung mengecup bibir Jennie yang terus mengomel. Sedikit lumatan kasar dan gigitan manis. Jennie hampir saja menabrak kucing berkat ciuman kakaknya itu.
"Aku ngantuk. Jangan ribut." Taehyung menyamankan posisinya dan menutup matanya pelan. Jennie mengumpat sekali lagi dan kembali fokus membawa Porschenya.
"Kau melakukan kerja bagus, sayang." Baekhyun menghadiahi Chanyeol sebuah ciuman manis. Tangan mungilnya mengusap bibir si besar yang tersenyum manis. Chanyeol melihat hasil karyanya yang menjadi trending topic di situs porno terbesar.
######
6 hours ago...
"Chanyeol, tolong bantu aku melepas semua pakaiannya dan berikan dia pil tidur. Ehm.. Aku tidak mau melihatnya telanjang jadi tolong ya. Aku mau pergi ke apotik dulu, ada yang harus kubeli." Chanyeol mengernyit mendengar permintaan Baekhyun tetapi ia tetap melakukannya tanpa banyak tanya. Baekhyun keluar mengendarai mobilnya ke apotik terdekat. Dengan malu-malu, ia bertanya mengenai vibrator.
Setelah mendapatkan vibrator yang ia inginkan, Baekhyun kembali dengan senyum sumringah. Saat berdiri di depan pintu, ia langsung menutupi wajahnya dengan jaket milik Chanyeol. Baekhyun benar-benar tidak mau melihat tubuh Taehyung.
"Apa yang kau bawa?" Baekhyun melempar vibrator yang ia beli ke arah Chanyeol. Chanyeol semakin mengernyit tidak mengerti saat melihat benda ini di tangannya.
"Jadi aku akan menjelaskannya secara detail. Aku ingin kau video dia sedang telanjang seperti ini lalu di tengah video pasangkan vibrator ini hingga dia orgasme. Kau tahu kan situs porno XxX? Nah upload video itu kesana dan pastikan video ini menjadi trending topic. Lalu jika ada yang menawar tubuhnya terima saja berapapun itu. Aku mau dia jauh-jauh darisini. Kalau bisa orang yang menawarnya itu owner-owner budak seks." Chanyeol semakin melongo saat mendengar penjelasan Baekhyun. Ia tidak tahu pacarnya mengenal dunia ini dengan luas.
"Ya! Kau mengerti?" Chanyeol mengangguk canggung. Baekhyun duduk di sofa ruang tengahnya dengan berjalan ala kepiting, menghindari matanya ternoda oleh hal-hal buruk. Chanyeol mengambil ponsel Taehyung dan memvideo tubuhnya sesuai kata-kata Baekhyun. Setelah 30 detik video itu berjalan, Chanyeol mempausenya dan memberikan vibrator sebagai tambahan.
Chanyeol kembali memvideo saat tubuh Taehyung mulai bergetar-getar akibat gerakan vibrator dalam lubangnya. Saat Taehyung mengalami orgasme untuk kedua kalinya, Chanyeol menghentikan videonya. Untuk menyempurnakannya, Chanyeol menambahkan suara mendesah di dalam videonya.
"Sudah selesai?" Chanyeol mengangguk. Ia mengupload video tersebut dan melihat progresnya. Tidak disangka-sangka, video itu langsung melejit menjadi nomor 1. Banyak ahjumma-ahjumma yang terus bertanya berapa harganya
"Videonya trending.. Banyak yang berminat dengan tubuhnya, Baek." Baekhyun tersenyum menyeringai mendengar ucapan Chanyeol. Wajahnya yang masih tertutup jaket berusaha membaca komentar yang ditinggalkan pada video itu.
"Ambil saja ahjumma itu. Dia menawar 300 juta won. Terima saja." ucap Baekhyun. Chanyeol langsung bernegosiasi dengan ahjumma tersebut dan akhirnya Chanyeol sepakat membawa Taehyung ke sebuah hotel daerah Gangnam.
"Dia tidak akan bangun kan?" Baekhyun mengangguk pasti.
"Obat tidur itu bertahan selama 5 jam. Aku yakin dia akan tertidur pulas tanpa tahu yang terjadi padanya." Baekhyun tersenyum licik. Chanyeol memakaikan baju Taehyung dan membawanya ke mobil Baekhyun.
Mobil Baekhyun sampai di sebuah hotel yang terletak di jantung kota Gangnam. Posisinya sangat sempit dan terletak di gang sempit pula. Terlihat sekali hotel ini sering menjadi tempat transaksi jual beli ilegal. Baekhyun melihat dua bodyguard dan seorang wanita tengah menunggu di depan hotel.
"Halo.. Apa benar kau yang membeli Kim Taehyung?" Wanita yang menggunakan sederet emas di tangannya mengangguk-angguk membenarkan. Tangannya menjabat tangan Baekhyun dengan bersemangat.
"Mana orangnya?" tanya wanita paruh baya itu. Baekhyun melirik ke arah jok mobil belakangnya. Wanita bernama Jung Hae Oh itu langsung tersenyum penuh binar. Ia memberi kode agar kedua bodyguardnya membawa Taehyung kemari.
"Apa dia mati?"
"Tidak.. Dia minum pil tidur. Sebentar lagi dia akan bangun kok." Hae Oh mengecek nafas Taehyung dan kembali mengangguk-angguk.
"Lalu.. Dimana aku bisa mengirim uang itu?" Baekhyun memberikan rekening 3 panti asuhan kepadanya.
"Tolong pecah saja menjadi 100 juta dalam sekali transfer ke semua rekening ini. Aku tidak mau transaksi ini terlihat." Hae Oh tersenyum kembali dan memuji akal Baekhyun agar transaksinya tidak terlihat.
"Bawa dia ke atas..." Dua bodyguard yang membawa Taehyung berbalik dan menghilang dalam hotel.
"Senang bekerjasama denganmu. Kalau ada barang bagus seperti ini lagi, tolong kabari aku." Hae Oh memberikan kedipan centil ke arah Baekhyun dan menghilang ke dalam hotel. Baekhyun berbalik dan memeluk Chanyeol dengan erat. Ia tidak sangka rencananya berjalan dengan mulus.
"Aku yang menyetir. Kau tidurlah. Kau terlihat kelelahan." Chanyeol mengusap pipi Baekhyun dan mengambil kunci mobil dari tangannya. Ia berlari kecil dan membukakan pintu mobil untuk kekasihnya. Setelah itu, ia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil Baekhyun.
"Aku ingin bertanya satu hal padamu. Mengapa kau melakukan hal ini?" Baekhyun terlihat merenung sesaat. Lalu tak lama kemudian bibirnya tersenyum perih.
"Dia pernah melakukan hal yang sama. Kau mungkin tahu. Aku pernah menceritakan ini padamu. Dia pernah menaruh foto-fotoku di situs itu. Bukankah sepadan jika aku melakukan hal yang sama? Bedanya aku memberikan bonus dengan menjualnya. Toh...uangnya berguna untuk panti asuhan yang kusponsori." Chanyeol mengangguk tak memberi komentar apapun. Ia tidak tahu seberapa dalam luka yang dirasakan Baekhyun. 'Begitu pedihkah luka yang ia rasakan sampai ia harus dewasa sebelum waktunya?'
"Sekarang tidurlah dan lupakan apa yang kau lihat hari ini. Anggap saja itu sebagai mimpi burukmu." Baekhyun mengangguk dan membiarkan matanya tertutup. Hari ini ia telah melalui banyak permasalahan dan dilecehkan kedua kalinya. Hari yang berat untuk diingat kembali namun hari ini menjadi saksi bagaimana Chanyeol berhasil menenangkan kekalutannya.
Chanyeol yang tidak merasa jijik ataupun takut pada dirinya yang kotor.
Chanyeol yang menerima dirinya apa adanya dan Baekhyun sangat bersyukur dengan kehadiran Chanyeol.
#######
"Aku penasaran dia sudah dibawa kemana.." Ucap Baekhyun. Dirinya membayangkan Taehyung berada di ekspedisi menuju sebuah negara antah berantah.
"Jangan dipikirkan lagi. Sekarang aku akan menginap disini saja. Aku yang akan membersihkan kekacauan ini." ucap Chanyeol Baekhyun meringis melihat semua kekacauan yang ada di rumahnya.
"Tapi.. Apa ayahmu mengijinkan aku menginap?"
"Asal appa tidak tahu. Pasti boleh, bukan?"
"Bagaimana caranya?"
"Hm.. Jangan keluar dari kamarku saat jam 6 pagi hingga ayahku berangkat ke kantor dan jangan keluar setelah jam 10 malam. Ayahku biasanya bekerja di ruangannya hingga subuh. Jadi yah kau bisa ada di kamarku sepanjang malam." Baekhyun melempar kerlingan nakal ke arah Chanyeol. Pipi Chanyeol memerah seperti kepiting rebus.
"Ya!.. Bagaimana bisa kau berbicara s-seperti itu?" Baekhyun mendekat ke arah Chanyeol dan menarik kerahnya. Bibirnya penuh seringai nakal.
"Kau takut?" Chanyeol menelan ludahnya berat.
"Hfft... Hahahaha.. Wajahmu itu.. Bodoh sekali. Ya! Aku juga tidak mau sekamar denganmu. Kau pakai kamar tamu saja. Tapi... Kalau kangen sih.. Ketuk pintuku saja." Baekhyun mengerling nakal dan segera berlari ke kamarnya.
"Baekhyun!"
#########
Ketika sampai di apartemennya, Taehyung melempar kasar jaketnya dan merebahkan dirinya di atas kasur. Jennie menyusul Taehyung ke kamarnya dan duduk di tepi kasur.
"Apa rencanamu selanjutnya? Kau tidak mungkin membiarkan ini kan?" Taehyung mengacak rambutnya kesal dan melempar asal selimutnya.
"Kalau ada barang rusak lagi, jangan minta uang ke aku lagi. Black cardmu bisa kucabut ya!" Taehyung semakin kesal mendengar ucapan Jennie. Ia merengkuh wajah Jennie dan melumat bibirnya kasar. Jennie berhasil menyeimbangkan 'tempo' kasar kakaknya dengan baik. Taehyung yang paling pertama menyudahi ciuman ini dan benar-benar merasa muak saat otaknya terus terpikir bibir Baekhyun yang manis itu.
"Kenapa dia manis sekali sih?" lirih Taehyung kesal. Jennie berhasil mendengarnya dan menaikkan alisnya penasaran. 'Siapa yang manis?'
"Siapa yang kau maksud?" Taehyung menggelengkan kepalanya dan pergi ke kamar mandi meninggalkan Jennie dengan pertanyaan yang terus berkelebat di kepalanya. Sesaat setelahnya Taehyung keluar kamar mandi berbalut handuk hitam. Bulir-bulir air masih menetes dan turun ke dadanya hingga berakhir ke handuk hitam di pinggangnya. Taehyung mengambil handuk lain di lemari dan mengacak-acak rambutnya.
"Lupakan pertanyaanku yang tadi. Sekarang apa rencanamu? Ponselmu hilang dan laptopmu sedang diperbaiki. Jadi kau akan kesulitan memantau Baekhyun, bukan?" Taehyung berpikir sejenak dan menemukan ide gila lainnya.
"Boleh aku operasi plastik?"
#########
Tok.. Tok.. Tok..
"Chan?" Baekhyun menyembulkan kepalanya di kamar tamu yang sedang ditempati Chanyeol. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Park Chanyeol. Lalu ia tersadar kekasihnya sedang ada di kamar mandi. Baekhyun masuk dan menunggu di kasur. Ia terus menggoyangkan kakinya dengan bosan. 'Lama juga dia mandi.'
Setelah 10 menit menunggu, Chanyeol keluar dengan selembar handuk putih melilit di pinggang. Ia tidak mengenakan sehelai benang pun di atas handuknya. Baekhyun hanya bisa merona malu saat melihat otot-otot kuat Chanyeol tercetak rapi di perutnya.
"Mengagumiku?" Baekhyun langsung memalingkan wajahnya terpergok melihat intens tubuh Chanyeol. Chanyeol terkikik geli dan membuka tas besar yang dibawanya. Ia sempat pulang ke rumah membawa beberapa baju.
"Oh ya ada apa mencariku?" Chanyeol mengenakan kaos hitam yang sedikit ketat dan memamerkan otot-otot kekarnya serta sebuah celana pendek yang ada di balik handuk putih. Baekhyun terus mengipas-ngipas pipinya yang terasa panas bagai kepiting rebus. Ia yang tadi mengerjai dan menggoda Chanyeol tapi sepertinya dirinyalah yang benar-benar dikerjai Chanyeol.
"Appa tidak pulang 1 minggu termasuk hari ini. Tiba-tiba saja ada pekerjaan di luar negeri. Jadi bisakah kau menginap disini?. Kalau kau merasa tidak nyaman tinggal disini berdua, aku akan mengajak Luhan, Sehun, Kai dan Kyungsoo." Chanyeol mendekati Baekhyun dan menggenggam tangannya.
"Kau takut sendirian ya?" Baekhyun mengangguk. Ia tahu dirinya sangat kekanakan. Sebelumnya juga, ia sangat sering ditinggal sendirian oleh ayahnya. Tetapi untuk kali ini saja, ia tidak ingin merasakan kesendirian. Taehyung yang menjadi akar permasalahannya. Ia bisa datang kapan saja dan membunuhnya saat itu juga. Kegilaan yang tidak ada habisnya.
"Okay.. Aku akan menginap disini. Tapi besok ajak yang lain juga. Aku tidak mau membuat prasangka aneh karena menginap berdua saja denganmu." Chanyeol mengacak rambut Baekhyun dan mencium keningnya.
"Hari ini melelahkan. Tidurlah. Atau kau mau tidur disini bersamaku?" Baekhyun kembali merona mendengar godaan Chanyeol.
"Tidak!" Baekhyun berdiri dan melempar bantal di dekatnya. Ia langsung berlari ke arah pintu dan tak sengaja membanting pintu dengan kasar.
"Manis sekali.."
########
"Ini kubelikan ponsel baru. Aku berhasil menyelamatkan sim cardnya. Ponsel lamamu dibuang dan dihancurkan. Tapi untungnya sim cardnya masih ada." Jennie melempar ponsel baru ke arah Taehyung. Taehyung membuka ponsel barunya dan melihat isi sim cardnya masih ada termasuk contact-contact penting. Sayangnya, dia kehilangan semua memori foto, video maupun file-file penting.
"Jangan dihilangkan lagi ya. Aku pergi." Jennie menggunakan topi dan pergi meninggalkan cafe. Ia benar-benar merahasiakan hubungannya dengan Taehyung. Jennie tidak mau menanggung malu karena punya kakak yang trending topic di situs porno.
Taehyung langsung memencet nomor telepon seseorang. Saat ini ia sangat membutuhkan pertolongan orang ini untuk memonitori gerakan Baekhyun.
"Kyungsoo? Aku Taehyung. Bisa aku minta bantuanmu?"
TBC
Thx ya untuk yang selalu nungguin ff ini. Aku berterimakasih untuk semua readers yang baca Bad Girl ini. Termasuk yang sering baca di FB semoga mampir kesini juga. Aku cuman bisa segini dulu buat ff nya dan pastinya ada spoiler dong.
Adegan sebelumnya ( yang aku bilang bakal dipublish di chapter ini, aku mundurin ke chapter berikutnya) dimana Baekhyun lihat postingan teman-temannya dan tahu kalau Jennie berciuman sama Chanyeol. Baekhyun dan Chanyeol bertengkar hebat setelah itu. Baekhyun dengan kecemburuannya dan Chanyeol yang tetap bersikukuh bahwa ia tidak bersalah. Hubungan mereka retak sesaat dan pada saat itu Jennie masuk menenangkan kejenuhan Chanyeol sekaligus merusak hubungan mereka.
Disini juga ada flashback bagaimana hubungan Kyungsoo dan Taehyung sehingga Kyungsoo mau membantu Taehyung. Lalu untuk Taehyung yang mengatakan oplas, akan ada kelanjutannya disini. Dia akan menyamar dan menjadi...
Yap segitu dulu ya spoilernya. Terimakasih untuk yang baca. Tolong vote dan comment yaaa... Makasih💝✌️
