Bad Girl Chapter 12
Author : Bacon14
Length : Part
Genre : Romance, SchoolLife, Genderswitch
Main Cast :
- Byun Baekhyun
- Park Chanyeol
- Kim Taehyung
Additional Cast :
- DO Kyungsoo
- Xi luhan
- Oh Sehun
- Kim Jongin
- Kim Jennie
Happy Reading😀
"Kyungsoo? Aku Taehyung. Bisa aku minta bantuanmu?" Kyungsoo tersenyum tipis mendengar suara Taehyung di telinganya. Matanya tersenyum saat mendengar suara serak milik Taehyung. Kyungsoo sangat merindukan suara pacarnya itu.
"Tentu saja aku bisa membantumu. Apa yang kau butuhkan?" Taehyung tersenyum samar mendengar jawaban malu-malu Kyungsoo. 'Tidak berubah sama sekali' pikirnya. Taehyung memutar cangkir kopinya perlahan dan bibirnya tertarik membentuk seringai kejam.
"Tolong pantau gerakan Baekhyun lagi untukku. Nanti kau akan dapat hadiah untuk itu. Bagaimana dengan menginap selama 2 hari di Jeju? Bukankah hal itu menyenangkan?" Kyungsoo menjerit tertahan mendengar tawaran manis Taehyung. Ia langsung mengiyakan jawaban Taehyung tanpa berpikir panjang. Taehyung tersenyum penuh kemenangan mendengar jawaban riang milik Kyungsoo.
'Semudah itu aku mendapatkanmu. Kau tidak pernah berubah, Kyungie.'
"Lusa kita ketemu bisa kan? Ehm... Cafe Kitty di Myeongdong. Kau pasti mengingatnya kan?" Kyungsoo mengangguk pasti walaupun tahu Taehyung tidak akan melihatnya. Ia sangat tahu tempat itu karena mereka sering berkencan disana.
"Aku menunggumu disana, Kyungie. Bye." Taehyung memberikan kecupan manis di akhir telepon lalu mematikan teleponnya. Di seberang sana, Kyungsoo berteriak sekencang-kencangnya mendengar Taehyung memanggilnya dengan panggilan sayang seperti dulu lagi. Panggilan yang hampir saja ia lupakan sejak ia berpacaran dengan Kai.
"Hey.. Siapa yang kau telepon? Kenapa sampai teriak-teriak seperti itu?" Kai keluar dari kamar mandi dan mengenakan kaos hitam miliknya yang tercecer di lantai. Kyungsoo menyembunyikan ponselnya dan tersenyum penuh kepalsuan. Matanya menatap lembut ke arah Kai, berharap pacarnya akan percaya padanya.
"Aku menelepon Luhan dan yah kau tahu bagaimana perempuan kan? Selalu heboh.." Kai mengendikkan bahunya percaya saja dengan ucapan Kyungsoo. Ia berjalan mendekati kasur Kyungsoo dan meraih dagu runcingnya lembut. Matanya bertubrukan pada kedua iris coklat bening milik Kyungsoo. Tangan bebasnya mengusap sebelah pipi lalu bibir hati milik pacarnya.
"Aku sangat mencintaimu, sayang. Aku akan menghancurkan siapapun yang mau memilikimu dan tubuhmu. Tubuhmu hanya milikku, kan?" Kyungsoo mengangguk dan menurunkan tangan Kai yang ada di wajahnya. Ia mendekati bibir Kai dan mengecup pelan bibir tebal Kai. Ciuman yang berubah menjadi panas dan bergairah. Saling melumat tanpa ada habisnya. Si mungil melepasnya duluan dengan kedua pipinya yang memerah dan mata yang sayu.
"You know my choice, right? Always you and forever with you. I won't betray you. Because I love you so much..." Sebuah kebohongan indah keluar dari bibir Kyungsoo bersamaan dengan terbitnya senyum manis di ujung bibirnya. Padahal Kyungsoo sangat tahu siapa yang menghuni hatinya. Hanya dia dan selalu dia sampai kapanpun. Kim Taehyung.
Kai mengecup pipi Kyungsoo dan keluar kamar. Setelah Kai keluar, Kyungsoo mengusap kasar bibirnya. Air mata mengalir di pipinya. Semakin deras dan deras. Kyungsoo menatap pintu kamarnya dengan tatapan kosong. Lalu sebuah suara tawa miris terdengar dari kamar Kyungsoo.
'Bodohnya aku tidak bisa lepas darinya.'
Di sisi lain, Taehyung tampak menyusun strategi dan rencana lain. Bibirnya terus tersenyum memikirkan semua ide gila yang terlintas di kepalanya. Satu tujuannya hanya menghancurkan Baekhyun seutuhnya. Baekhyun tidak layak untuk hidup bahagia di tengah kehancurannya. Dendam abadi yang mengendap di hatinya telah keras sepenuhnya. Taehyung tidak tahu apakah ada seseorang yang bisa menghancurkan dinding dendam itu.
'Jika kehancuran Baekhyun bisa membuatmu tenang, aku akan melakukan semuanya untukmu, Hyung.'
########
Baekhyun House
"Chan..." Baekhyun mendekati Chanyeol yang masih bergelut dengan segala PRnya. Tangannya memeluk erat pinggang Chanyeol dan kepalanya bersandar pada dada bidangnya. Saat ini Chanyeol duduk di sofa ruang tamu Baekhyun sembari menunggu Luhan, Kyungsoo, Kai dan Sehun datang. Mereka mau menginap di rumah Baekhyun dengan embel-embel snack dan soju yang banyak.
"Aku bosan~ palli.. Selesaikan semua PRnya." ucap Baekhyun manja. Baekhyun semakin mengganggu Chanyeol dengan mengecupi pipinya berulang kali. Merasa terganggu Chanyeol mengangkat Baekhyun dan mengungkungnya dalam lengannya. Matanya menatap iris coklat Baekhyun yang terlihat menggoda.
"Jangan menggangguku, Baek. Atau kau akan dapat masalah karena ini." Baekhyun tersenyum miring, menentang perintah Chanyeol. Ia mendekatkan wajahnya persis di depan wajah Chanyeol dan mengecup bibirnya. Awalnya hanya sebuah kecupan namun berubah saat Chanyeol melumat bibir Baekhyun dengan ganas. Tangan Baekhyun langsung memposisikan diri di belakang leher Chanyeol. Mereka semakin intens menyesap bibir satu sama lain hingga Baekhyun mengakhirinya setelah kehabisan nafas.
"Wow... Kita datang dan disuguhi adegan 18+. Bukankah kalian harus mengunci pintu sebelum melakukan hal iya-iya itu." ucap Luhan sambil menggelengkan kepalanya. Baekhyun langsung bangun begitupun dengan Chanyeol. Mereka bertatapan satu sama lain dan menunduk malu. Jangan tanya lagi bagaimana pipi mereka yang seperti kepiting rebus.
"Waa.. Kapan kalian datang?" ucap Baekhyun canggung. Luhan hanya menggelengkan kepalanya sembari menaruh beberapa belanjaan snack yang diminta Baekhyun. Disusul dengan Sehun, Kai dan Kyungsoo yang masuk berurutan.
"Ini ya.. Pesanan Byun Baekhyun. Terimakasih sudah memberikan suguhan yang merusak mata suciku ini." kata Luhan dengan nada sarkas. Baekhyun hanya meringis dan membuka belanjaan Luhan. Snack, soju, bir, semua lengkap dibeli. Baekhyun mengeluarkan sejumlah uang dan menaruhnya di tas Luhan secara diam-diam. Ia tahu Luhan tidak akan menerimanya walaupun dipaksa sekalipun padahal Baekhyun yang titip.
"Jadi... Chanyeol kau sudah menginap berapa lama? Kau apakan Baekhyun? Apa kau sudah menerobos lubangnya?" Baekhyun langsung memukul Luhan saat mendengar pertanyaan frontal keluar dari mulutnya. Matanya langsung melotot tajam diiringi dengan pipinya yang merona.
"Sehun, tolong jaga pacarmu ini. Bibirnya berbisa sekali." jawab Baekhyun. Sehun hanya tersenyum singkat dan mengacak rambut Luhan.
"Seperti kau tidak diterobos saja olehku." bisik Sehun dengan senyum penuh goda. Luhan hanya tertawa canggung dan memukul dada bidang Sehun. Ia langsung duduk di sofa dan meminum air mineral yang tersedia. Tiba-tiba tenggorokannya terasa kering sekali. Sehun mengikuti Luhan dan duduk di sampingnya.
"Hey, Kyungsoo. Jangan berdiri terus. Ayo duduk. Anggap saja rumah sendiri ya tapi jangan aneh-aneh saja dengan Kai." jawab Luhan sambil menepuk-nepuk sofa di samping kanannya. Kyungsoo dan Kai berjalan canggung ke arah sofa. Maklum saja, hanya Kyungsoo dan Kai yang sangat jarang kesini. Mereka lebih memilih bersama di apartemen hangat Kyungsoo dibandingkan rumah mewah Baekhyun.
Kyungsoo menerima ajakan Baekhyun karena permintaan Taehyung untuk memata-matai Baekhyun. Ia duduk dan berlagak nyaman padahal Kyungsoo tidak bisa menghilangkan rasa canggung dalam dirinya. Luhan dan Baekhyun benar-benar berada jauh dari jangkauannya. Seberapapun Kyungsoo berusaha mendekat dengan Luhan dan Baekhyun, ia merasa ada dinding tinggi di antara mereka. Kyungsoo sangat sadar diri dia memang kaya tetapi kekayaannya tidak bisa dibandingkan dengan Luhan dan Baekhyun.
"Kyungsoo, anggap saja rumah sendiri ya." kata Baekhyun sambil menggenggam tangan Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum canggung dan menunduk. Tangan Kai terselip di antara pinggangnya dan masuk ke dalam perut Kyungsoo. Membuat gerakan memutar dan sensual. Kyungsoo berusaha melepas tangan Kai karena tidak nyaman tetapi Kai terus berusaha masuk ke dalam celananya.
"Ehm Baek.. Dimana dapurnya? Aku...aku yang menyiapkan gelasnya. Sebentar..." Kyungsoo berdiri dan kontak antara tubuhnya dan Kai terlepas begitu saja. Ia langsung berjalan terburu-buru ke arah yang ditunjuk Baekhyun. Menyadari perubahan sikap Kyungsoo, Baekhyun segera mengikuti Kyungsoo.
"Kyungsoo...ada apa?" Kyungsoo menghentikan segala aktivitasnya menyadari Baekhyun berdiri di belakangnya. Mata bulatnya menatap Baekhyun dan terpancar aura sedih di kedua matanya. Baekhyun mendekati Kyungsoo dan menepuk bahunya.
"Ada masalah dengan Kai?" Kyungsoo diam tidak bergeming. Beberapa detik kemudian, hanya air mata yang mengalir di pipinya, menetes dan semakin deras. Baekhyun sedikit panik mendapati Kyungsoo menangis di sebelahnya.
"Hey.. Tenanglah..ada aku. Uljima.. Jangan menangis." Baekhyun memeluk Kyungsoo erat dan menepuk-nepuk punggungnya. Setelah berhasil mengendalikan tangisnya, Kyungsoo mulai bercerita.
"Selama ini... Aku tidak tahu apakah Kai benar-benar mencintaiku atau tidak. Aku merasa Kai hanya mencintai tubuhku. Rasanya aku hancur setiap kali dia menyetubuhiku dengan kasar lalu mengucapkan aku mencintaimu. Tubuhku hanya miliknya tetapi aku dikungkung oleh keegoisannya. Dia.. Dia selingkuh dengan wanita lain dan aku tidak pernah protes. Tapi saat aku bersama dengan orang lain bahkan hanya pertemuan singkat, aku dipukul dan dianiaya. Dia menyetubuhiku dengan kasar hingga pingsan. Aku rasanya mau bunuh diri saja, Baek." Baekhyun menutup mulutnya tidak percaya dengan cerita Kyungsoo. Baekhyun tahu Kai itu genit dan suka menggoda perempuan tetapi ia tidak tahu sampai sedalam itu.
"Kau..kau bisa putus sama dia kan?" Kyungsoo menggeleng dan menunduk semakin dalam.
"Aku pernah mau putus tetapi dia malah mengancamku. Dia akan menyebarkan video kita sedang bercinta ke teman-teman sekelas. Kau tahu kan aku tidak bisa berkutik jika ancamannya seperti itu." Baekhyun menghela nafas panjang. Ia kembali memeluk Kyungsoo dan membiarkan Kyungsoo menangis sepuasnya.
"Malam ini kau tidur di kamarku saja. Jangan berdua dengan Kai. Itu berbahaya. Aku tidak mau kau malah pingsan besok." Kyungsoo mengusap air matanya dan tersenyum manis. Satu rencananya berhasil dengan baik. Ia berhasil membuat dirinya bisa tidur berdua di kamar Baekhyun. Yah.. Walaupun ia harus membeberkan rahasianya tetapi itu sepadan dengan apa yang didapatkannya dari Taehyung. Toh.. Memang Kai sebrengsek itu, biarkan saja Baekhyun akan menilai dia seperti apa.
"Gomawo, Baekhyun." Baekhyun membawa gelas-gelas yang disiapkan Kyungsoo sebelumnya ke ruang tamu. Semua mata langsung beralih ke Baekhyun dan Kyungsoo. Termasuk pada mata bengkak Kyungsoo.
"Kyungsoo kenapa?" Baekhyun mengendikkan bahunya dan menaruh gelas-gelas di meja tengah. Ia sudah berjanji tidak akan membeberkan apa yang diceritakan Kyungsoo padanya. Kyungsoo duduk di sebelah Baekhyun, menjauh dari Kai sesuai anjuran Baekhyun. Kai menatap Kyungsoo penuh curiga namun ia hanya mengendikkan bahunya tidak peduli.
"Jadi bagaimana jika kita pesta soju dan bir? Chanyeol.. Kau belum cukup umur ya. Jangan minum." canda Luhan. Tetapi memang benar Chanyeol masih berumur 16 tahun sedangkan Luhan, Kai, Sehun, Baekhyun sudah berumur 17 tahun. Chanyeol hanya cemberut mendengar kata-kata Luhan.
"Sedikit saja boleh kok." Baekhyun menuangkan soju di gelas dan memberikannya pada Chanyeol. Chanyeol langsung menenggaknya dan mengernyit sesaat. Rasa pahit dan sensasi dingin menerpa tenggorokannya. Chanyeol langsung menaruh gelas itu dan mengusap bibirnya.
"Kkkkhhh... Rasanya pahit. Tidak enak." Mendengar reaksi Chanyeol, Baekhyun dan Luhan tertawa terbahak-bahak. Baekhyun mengacak rambut Chanyeol dan memberikan satu kecupan di pipi bayinya itu.
"Kau lucu sekali sih..." Baekhyun menuangkan soju dan meminumnya dalam satu tenggak. Ia melihat Chanyeol dengan tatapan meremehkan. Chanyeol tertantang melihat pacarnya berhasil menghabiskan satu gelas soju dalam satu tenggak. Ia mengambil satu gelas soju yang besar dan meminumnya juga dalam satu tenggak.
"Wow..sangat gentlemann..." sorak Luhan. Chanyeol tersenyum miring. Tenggorokannya mulai terbiasa meminum soju. Ia terus menuangkan soju hingga botol ke-3 habis dan Chanyeol akhirnya jatuh tertidur. Baekhyun dan Luhan kembali tertawa melihat Chanyeol tertidur di atas meja.
"Dia seperti bayi. Minum 3 botol dan tumbang. Ckckckkc.. Jangan mengajaknya minum, Baek." Baekhyun mengangguk setuju. Ia langsung meminta Sehun menggendong Chanyeol ke kamarnya. Sehun juga izin masuk kamar karena kelelahan setelah lomba basket yang diikutinya tadi siang. Tersisalah Kai, Kyungsoo, Baekhyun dan Luhan di ruang tamu. Suasana hening muncul saat mereka berempat hanya meminum soju dan bir.
"Jadi Luhan kau tahu kan kamarmu dimana? Temani Sehun dan pijati dia sana.." goda Baekhyun. Luhan tersenyum malu tetapi dia mengikuti anjuran Baekhyun. Tersisa Baekhyun, Kai, dan Kyungsoo.
"Kyungsoo, kau terlihat mengantuk. Ayo tidur." ajak Kai dengan senyum miring di bibirnya. Kyungsoo melihat ke arah Baekhyun dengan tatapan minta tolong.
"Ehmm.. Kai..ada yang harus aku bicarakan dengan Kyungsoo, jadi... Aku akan tidur bersama Kyungsoo hari ini. Boleh kan?" Kai terlihat tidak terima tetapi akhirnya menerima semua perkataan Baekhyun. Ia berjalan gontai ke arah kamarnya yang ditunjuk Baekhyun. Kyungsoo langsung mendekati Baekhyun dan mengucapkan beribu terima kasih padanya.
"Kajja.." Baekhyun menggenggam tangan Kyungsoo dan mengajaknya ke kamar. Tanpa Baekhyun sadari, Kyungsoo menarik senyum misterius di bibirnya. 'Kau akhirnya kudapatkan, Baek.'
########
"Kyungsoo, tunggu sebentar ya. Aku ganti baju dulu. Kau tunggu saja disana." Baekhyun masuk ke kamar mandi dengan piyama kelinci di tangannya. Kyungsoo mengangguk dan duduk di kasur. Saat Baekhyun masuk dan mengunci kamar mandi, Kyungsoo segera berdiri dan mengeluarkan sebuah kamera kecil. Ia langsung mencari angle yang tepat sehingga bisa merekam seluruh kamarnya.
Kyungsoo menemukan satu tempat yaitu di kusen lemari pakaian tepat di sebelah pintu. Ia kembali memastikan kameranya tepat dan bibirnya tersenyum saat mendapatkan keinginannya. Setelahnya Kyungsoo mengeluarkan penyadap suara dan menaruhnya di bawah kasur Baekhyun. Kyungsoo segera duduk kembali saat suara knop pintu kamar mandi berbunyi.
"Kau tidak menunggu lama, kan? Kyungsoo ganti bajulah." Kyungsoo mengambil tas yang ia bawa kesini dan mengeluarkan piyama coklat lalu masuk ke kamar mandi. Saat di kamar mandi, ia membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya. Berbagai kissmark dan lebam memenuhi tubuhnya. Kyungsoo hanya tersenyum miris mendapati tubuhnya yang terlihat seperti seonggok daging yang hampir busuk.
'Harusnya aku tidak emosi dan malah berpacaran dengan Kai. Aku bodoh menduakan Taehyung. Taehyung, aku masih mencintaimu.'
Flashback begin...
Kyungsoo hanyalah anak baru yang masuk ke Seoul Junior School. Matanya yang bulat dan raut wajah manisnya menarik semua mata. Termasuk mata Kim Taehyung. Kim Taehyung langsung berdiri tegak melihat wajah anak baru yang terlampau manis itu.
"Kyungsoo-ssi, kau bisa duduk di sebelah Taehyung. Taehyung, angkat tanganmu." Taehyung tersenyum senang melihat Kyungsoo berjalan ke arahnya. Matanya terus tertuju pada wajah Kyungsoo yang seperti boneka milik Jennie. Cantik, imut, dan menggoda.
"Hei.. Namamu Kyungsoo kan?" Kyungsoo menoleh dan mengangguk. Tidak ada sepatah kata keluar dari bibir hatinya. Membuat Taehyung semakin penasaran dan gencar menggodanya.
"Taehyung-ssi, bisakah kau tidak menggangguku?" bisik Kyungsoo dingin. Taehyung terkejut mendengar suara manis Kyungsoo yang sarat akan aksen dingin. Mata bulatnya menatap dingin ke arah Taehyung. Bibir Taehyung tertarik ke atas. Bagaimana mungkin perempuan ini bisa mengabaikannya begitu saja?
Hampir seminggu, Taehyung terus membuntuti Kyungsoo kemana-mana. Kyungsoo benar-benar gerah diikuti kemana-mana oleh Taehyung. Suatu saat, Kyungsoo membentak Taehyung yang mengikutinya hingga ke rumah.
"Apa kau tidak ada kerjaan lain selain membuntutiku?" kata Kyungsoo sarkas. Taehyung menggelengkan kepalanya dan wajahnya mendekati wajah Kyungsoo.
"Hey...aku menyukaimu. Apa kau tidak menyadarinya?" Pipi Kyungsoo merona sempurna mendengar pernyataan langsung yang dilontarkan Taehyung. Tangan Taehyung terangkat dan mengusap pipi tembam Kyungsoo.
"Bagaimana jika kita berkencan selama sebulan? Setelahnya... Kau bisa memutuskan hubungan kita." Kyungsoo hanya terdiam namun keterdiamannya dianggap sebagai kata iya bagi Taehyung.
"Tapi... Bisakah kau rahasiakan hubungan ini? Appaku... Tidak mengijinkanku berpacaran." bisik Kyungsoo hampir tidak terdengar. Taehyung tertawa pelan dan mengiyakan syarat dari Kyungsoo. Tangannya menggenggam tangan Kyungsoo dan mengecupnya.
"Aku akan membuatmu bahagia, Kyungie."
#######
Kyungsoo merasa menjadi wanita paling bahagia setelah memutuskan berpacaran dengan Taehyung. Ia benar-benar melanjutkan hubungannya hingga 7 bulan lamanya. Hubungan mereka juga tidak terendus sama sekali oleh ayah Kyungsoo.
Putusnya hubungan mereka dikarenakan kasus Daehyun yang menggemparkan sekolah itu. Taehyung berubah dan menjadi sosok yang gila. Kyungsoo sudah beberapa kali memperingatkan Taehyung tetapi Taehyung tidak mendengarkannya. Di pikirannya hanyalah cara membunuh Baekhyun.
"Tae... Kau tahu kan Baekhyun tidak bersalah. Dia.. Dia tidak sengaja." Taehyung berbalik dan tersenyum miring mendengar kata-kata Kyungsoo. Tangannya meremas bahu Kyungsoo dengan keras.
"Dia pembunuh... Aku tidak bisa memaafkannya begitu saja." desis Taehyung dingin. Kyungsoo terkejut mendengar jawaban Taehyung yang begitu dingin. Ia tidak mengenal lagi sosok Taehyung di hadapannya lagi. Sorot matanya berubah menjadi kosong dan gelap.
"Kita lebih baik putus, Tae." Taehyung tersenyum mendengar Kyungsoo memintanya putus. Tawa keras Taehyung memenuhi seluruh kamar apartemen Taehyung. Kyungsoo semakin takut melihat mata Taehyung yang terus menerornya.
"Kalau itu keputusanmu, baiklah. Aku tidak akan menahanmu pergi. Toh...memang hubungan ini hanya sebatas rasa penasaran padamu. Rasa penasaran pada perempuan dingin yang menolakku begitu saja." Jawaban Taehyung begitu menohok hati Kyungsoo. Kyungsoo menampar wajah Taehyung dan keluar dari kamar Taehyung. Ia berusaha sekuat tenaga menahan tangisnya dan akhirnya menangis tersedu-sedu.
"Hey.. Kau kenapa?" Kyungsoo menghapus air matanya dan melihat seorang laki-laki berdiri di depannya. Tanpa pikir panjang, Kyungsoo langsung bertanya padanya.
"Kau mau jadi pacarku?" Laki-laki yang di depannya hanya mengernyit dan tersenyum miring. Ia langsung mengiyakan saja pertanyaan Kyungsoo. Toh... Memang perempuan di hadapannya cantik dan manis. Kyungsoo tersenyum miris dan memeluk laki-laki di depannya.
"Siapa namamu?"
"DO Kyungsoo. Kau?"
"Kim Jongin. Panggil saja Kai. Mulai hari ini, aku akan menjadi pacarmu."
Sejak hari itu, hidup Kyungsoo bagai di neraka. Awalnya Kai sangat baik kepadanya sama seperti Taehyung memperlakukannya dulu. Kyungsoo juga merasa nyaman bersama Kai seiring waktu berjalan dan mulai melupakan Taehyung. Sayangnya, sifat asli Kai muncul saat mereka memutuskan menginap hotel untuk liburan. Disanalah Kyungsoo menyerahkan satu-satunya harta miliknya kepada Kai. Dengan brengseknya pula, Kai memvideo semua adegan itu sebagai ancaman yang mematikan.
Kyungsoo berusaha menolak semua perlakuan Kai namun apadaya tubuh mungilnya tidak bisa melawan tubuh kekar Kai. Ia akhirnya malah terbuai dalam bisikan dan godaan menyesatkan. Setelah hari itu, Kai semakin berani kepada Kyungsoo. Termasuk meminta restu kepada ayah Kyungsoo yang sangat tegas itu. Kyungsoo akui keberanian Kai tetapi ia lebih tidak menyangka jika ayahnya merestui hubungan ini. Usut punya usut, perusahaan Kai memberikan suntikan dana yang cukup besar pada perusahaan Kyungsoo yang hampir collapse. Disanalah Kyungsoo bagai 'dijual' kepada Kai.
Setelah 2 tahun kemudian, Kyungsoo bertemu kembali dengan Taehyung. Tepatnya saat ia masuk ke kelas X. Hubungan terlarang kembali terjalin di belakang Kai. Kyungsoo lagi dan lagi terbuai oleh kata-kata manis Taehyung. Kata-kata cinta yang tidak lagi didengarnya mulai mengalun indah dari bibir Taehyung. Taehyung memang masih sama. Wajah tampannya juga masih sama. Tapi Kyungsoo tahu api dendamnya pada Baekhyun masih menyala dengan kuat. Oleh karena itu, Kyungsoo berusaha menjaga jarak dengan Taehyung walaupun hatinya terus berteriak mendamba sebuah rasa kasih sayang.
Sebuah perjanjian antara mereka terjalin dengan bayaran Kyungsoo mau memata-matai Baekhyun untuknya.
'Bagaimana dengan aku menyingkirkan Kai? Aku akan membuatmu menjadi milikku seutuhnya. Aku tahu kau sangat menderita setiap hari, Kyungie. Tubuh dan hatimu terluka tapi aku akan datang bagai oasis untuk menyembuhkan sayap-sayapmu yang patah.'
Kyungsoo menyanggupi permintaan Taehyung asalkan dia tidak disuruh menyakiti Baekhyun. Taehyung tersenyum manis dan membelai wajah manis Kyungsoo. Semenjak itu, Kyungsoo terus bertemu dengan Taehyung secara diam-diam tanpa diketahui Kai. Suatu saat, Kyungsoo hampir ketahuan oleh Kai. Dia diinterogasi hingga berakhir pingsan di ranjang.
Taehyung datang menemui Kyungsoo yang terkulai lemas di atas ranjang selepas Kai pergi. Matanya menatap Kyungsoo penuh rasa kasihan. Ia membelai wajah Kyungsoo dan memberikan sebuah ciuman penenang kepadanya.
'Aku berjanji padamu, Kyungie. Aku akan menyingkirkan Kai asalkan kau melakukan hal ini padaku. Tolong jebak Baekhyun untukku.'
Awalnya Kyungsoo bersikeras menolaknya. Bagaimanapun Baekhyun adalah sahabatnya walaupun hubungan mereka bisa dibilang tidak terlalu dekat. Namun Kyungsoo semakin didorong oleh kata-kata Taehyung yang terus menusuknya. Keinginan menyingkirkan Kai lebih besar dari apapun. Dan akhirnya Kyungsoo menyanggupi permintaan Taehyung.
Pada saat hari dimana appa Baekhyun dikatakan dianiaya, Kyungsoo berdiri di lantai 3 sambil memandang semuanya dari atas. Matanya melihat ke anak buahnya yang sedang memegang pisau di leher Luhan. Bibir hatinya tersenyum tatkala akhirnya Baekhyun masuk ke mobil yang dia sediakan. Rencananya berhasil dan akhirnya Kai bisa disingkirkan.
Taehyung benar-benar menepati janjinya. Ia memang tidak secara langsung menghancurkan Kai namun dengan cara yang sangat rapi dan halus. Satu persatu perusahaan milik Kai dibuatnya collapse ataupun berada di ambang maut. Bukti-bukti tentang Kai yang sering menghamili perempuan lain dan menyuapnya terkuak satu persatu. Taehyung melakukannya dengan sangat rapi. Oleh karena itu, Kyungsoo tetap bersedia membantunya. Kyungsoo benar-benar senang melihat kehancuran Kai sedikit demi sedikit. Itu lebih menyenangkan dibandingkan Kai langsung hancur. Tidak ada sensasinya.
Kyungsoo menutup pintu hatinya tentang persahabatan antara dirinya, Luhan, dan Baekhyun. Toh memang dirinya tidak pantas berteman dengan mereka. Ia lebih memilih membantu Taehyung dengan imbalan hatinya dibahagiakan oleh laki-laki itu. Sederhana memang tapi menurut Kyungsoo hal itu sangatlah spesial.
Sayangnya, Kyungsoo tidak tahu dirinya hanya dimanfaatkan oleh Taehyung. Sebuah fakta miris dibalik perjanjian itu. Hati Taehyung sudah terlanjur keras dan dipenuhi dendam. Kyungsoo hanyalah alat pembantu. Tidak ada lagi cinta yang didambakan Kyungsoo. Semua hanyalah kepalsuan semata untuk memuluskan rencana balas dendamnya. Semua kata cinta yang dilontarkan Taehyung hanyalah sebuah kebohongan dan mirisnya Kyungsoo terbuai dalam akal bulus Taehyung.
'Cinta? Aku sudah tidak mengenalnya lagi. Hatiku? Sudah rusak sejak dulu. Kyungsoo? Hanyalah salah satu mantanku yang akhirnya kumanfaatkan lagi. Apakah aku mencintainya? Tidak. Rasa itu sudah lama hilang dan disini aku hidup hanya untuk membalaskan dendamku.'
Flashback end
"Kyungsoo... Hey... Kau tidak apa-apa kan?" Kyungsoo tersadar dari lamunannya dan cepat-cepat memakai piyamanya. Ia langsung keluar setelah Baekhyun berteriak.
"Lama sekali? Kau kenapa?" Kyungsoo hanya menggeleng dan duduk di tepi ranjang. Ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Taehyung.
'Aku sudah melakukan tugasmu. Kuharap kau menepati janjimu.'
Di seberang sana, Taehyung tersenyum senang. Hari ini menjadi hari yang paling membahagiakan. Laptop kesayangannya kembali dan Kyungsoo berhasil menyelesaikan tugasnya. Kamera yang dipasang Kyungsoo juga bekerja dengan baik dan di laptopnya tampil aktivitas antara Kyungsoo dan Baekhyun. Termasuk dengan penyadap suaranya.
'Tentu saja, Kyungie. Aku tidak akan melupakannya. Jangan lupa besok dengan pertemuan kita. Aku menunggumu, Kyungie.'
Kyungsoo tersenyum tertahan membaca balasan dari Taehyung. Baekhyun yang menyadari hal itu ikut tersenyum. 'Mungkin Kyungsoo sudah berhasil menemukan orang lain yang baik.' pikir Baekhyun.
"Kyungsoo, ayo kita tidur." Kyungsoo mengangguk dan menaruh ponselnya. Ia masuk ke selimut nyaman bersama Baekhyun.
"Jalja.. Byun Baekhyun" kata Taehyung dengan senyum misterius di bibirnya.
#######
Keesokan harinya...
Kyungsoo pergi duluan setelah minta ijin tidak bisa menginap hari ini. Begitu pula dengan Kai yang tiba-tiba dihubungi untuk menghandle perusahaan cabang miliknya yang mengalami kesulitan keuangan.
Kyungsoo berjalan terburu-buru ke Cafe Kitty di Myeongdong. Ia sengaja menjadwalkan pertemuan cukup pagi untuk menghindari Kai. Beruntung Kai hari ini bangun siang sehingga Kyungsoo tidak bertemu dengannya.
Taehyung sudah menunggu di dalam cafe. Tangannya terlambai dengan bibir yang tersenyum manis menyambut kedatangan Kyungsoo. Dengan hati berbunga-bunga, Kyungsoo duduk dan membalas senyum manis yang diberikan Taehyung.
"Bagaimana kabarmu hari ini?"
"Aku baik. Bagaimana denganmu?"
"Kau bisa lihat sendiri. Aku tetap tampan dan tetap menjadi milikmu." Kyungsoo merona mendengar godaan Taehyung.
"Ehm... Okay.. Ada yang mau kau bicarakan padaku?" kata Kyungsoo dengan gugup.
"Aku membutuhkan bantuanmu lagi, sayang. Kau bisa kan seni melukis wajah? Hanya kau yang bisa membantuku saat ini." Kyungsoo memang menekuni seni melukis wajah sejak SMP. Taehyung yang selalu menemaninya setiap Kyungsoo mengikuti les.
"Maksudmu?"
"Ajari aku caranya berdandan sehingga wajahku ini tidak dikenali seperti Taehyung lagi. Kau bisa tambahkan tahi lalat, luka bakar, luka goresan atau apapun ke wajahku. Ajari aku caranya." Kyungsoo mengernyit mendengar kata-kata Taehyung.
"Untuk apa semua itu?" tanya Kyungsoo penasaran.
"Aku mau masuk sekolah lagi tapi aku terlalu malu untuk masuk dengan wajahku seperti ini. Kau bisa menolongku kan?" Dengan polosnya Kyungsoo mengangguk mengiyakan permintaan Taehyung. Padahal alasan yang dilontarkannya jauh dari alasan sebenarnya.
"Aku maunya sih operasi plastik tapi adikku menolaknya. Dia tidak mau wajahku yang tampan ini dibedah oleh dokter. Ck.. Padahal cara itu lebih mudah dibandingkan belajar seperti ini kan? Tapi... Aku baru menyadari satu hal..." Taehyung berpindah ke kursi sampingnya sehingga lebih dekat dengan Kyungsoo.
"... Aku bisa lebih banyak berdua denganmu, Kyungie." bisik Taehyung tepat di telinga Kyungsoo. Kyungsoo tidak bisa menutupi pipinya yang merona hingga ke telinganya. Ia memukul kesal dada Taehyung sambil menutup wajahnya.
"Kapan kau bisa mengajariku?"
"Weekend ini aku tidak ada jadwal." Taehyung tersenyum. 'Waktunya pas.'
"Tutup matamu..." Kyungsoo patuh menutup matanya.
"Sekarang buka..." Di atas meja, dua buah tiket menarik mata Kyungsoo. Matanya semakin bulat saat melihat tiket itu memberitahukan keberangkatan mereka ke Jeju weekend nanti. Kyungsoo berdiri dan memeluk erat Taehyung. Sembari memberikan beberapa kecupan manis di wajahnya.
"Gomawo, Taehyung. Aku sungguh sangat mencintaimu." Kyungsoo memegang tiket itu dengan mata berbinar-binar. Bibirnya terus tersenyum senang tanpa menyadari Taehyung tersenyum miring.
'Rencanaku berhasil. Kyungsoo, kau terlalu mudah kuperdaya.'
#######
Setelah kepergian Kyungsoo, rumah Baekhyun dihebohkan dengan Luhan yang memaksa memasak di rumah Baekhyun. Bagaimana tidak? Luhan sudah menghanguskan 2 omelette dan membuat jus yang kemanisan. Baekhyun terus berteriak melihat sahabatnya merusak dapur indahnya.
"CUKUP, LUHAN! BIARKAN BIBI YANG MENGURUSNYA!" Luhan akhirnya berhenti mengacau dengan bibir cemberut. Sumpah serapah muncul dari bibir kecilnya, menyumpahi sahabatnya yang tidak membiarkannya bebas berekspresi.
"Kau! Duduk saja!" perintah Baekhyun mutlak. Akhirnya Luhan duduk tenang sembari meminum susu yang berhasil dibuatnya tanpa kemanisan. Tangannya mengecek ponsel dan matanya langsung melotot.
"Siapa yang share video ini?" bisik Luhan. Baekhyun mendengar bisikan Luhan dan mengecek ponselnya. Matanya ikut terbuka lebar saat melihat video Chanyeol dan Jennie. Dadanya langsung mendidih melihat betapa intensnya Jennie dan Chanyeol berciuman.
"Pagi, sayang." Chanyeol datang ke dapur dengan tampilan acak-acakan. Ia hendak mencium pipi Baekhyun sebelum ditepis kasar oleh si mungil. Baekhyun langsung memberikan ponselnya ke Chanyeol. Dia berhutang penjelasan padanya.
"Apa ini?" Baekhyun mendecih.
"Mana kutahu ya. Yang kulihat kau sangat menikmati ciuman itu dengan Jennie." jawab Baekhyun dengan sarkas.
"Okay.. Aku bisa jelaskan ini, Baek. Dia menciumku. Bukan aku yang menciumnya. Kutekankan dia menciumku." Baekhyun mengerlingkan matanya.
"Oh... Lalu? Kau tidak menolaknya begitu? Yang kulihat kau sangat menikmatinya. Bahkan kau tidak mendorongnya atau mengusirnya." Chanyeol menjambak rambutnya frustasi.
"Video itu diedit, Baek. Aku mendorongnya. Banyak saksi mata saat itu. Kau bisa bertanya pada mereka."
"Benarkah? Rasanya aku tidak bisa percaya begitu saja. Jennie cantik, menawan, kaya. Banyak laki-laki tertarik padanya. Bisa saja kan kau menjadi salah satu laki-laki yang tertarik dengannya?"
"BAEKHYUN! AKU TIDAK MENCIUMNYA. DIA YANG MENCIUMKU. SULIT SEKALI SIH MENJELASKAN HAL SEPELE ITU PADAMU?" teriak Chanyeol. Baekhyun terkejut mendengar teriakan Chanyeol. Selama ini Chanyeol selalu bersikap lembut padanya. Sekalipun Chanyeol kesal padanya, dia tidak pernah membentaknya dengan kasar seperti ini. Air mata mengalir di pipinya setelah itu.
"Sepele katamu? Aku tidak mau kau direbut orang lain. Aku mencintaimu tapi rasanya kau...kau hanya main-main saja dengan hubungan ini. Apa aku terlihat gampangan di matamu? Aku..aku..ah sudahlah. Lebih baik kita renungkan kembali saja hubungan ini. Tampaknya kau lebih tertarik dengannya dibandingkan aku." Baekhyun mengusap air matanya kasar dan berjalan keluar rumah dengan bantingan pintu yang menggema di seluruh ruangan. Chanyeol berteriak frustasi dan hendak mengejar Baekhyun sebelum ditahan Luhan.
"Biarkan dia sendiri. Dia memang seperti itu." Chanyeol menghela nafas kasar dan mendengarkan kata-kata Luhan. Jika Chanyeol mengejarnya dalam keadaan seperti ini, Chanyeol yakin Baekhyun malah akan semakin jauh darinya. Lebih baik membiarkan Baekhyun menjernihkan dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum Chanyeol kembali menjelaskannya.
Baekhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia hanya tak habis pikir dengan Chanyeol. Kenapa dia membentaknya seperti itu? Masalah sepele katanya? Cih.. Baekhyun semakin kesal saat suara bentakan Chanyeol menggema di telinganya.
"Dia lebih mempedulikan Jennie dibanding aku. Cih.. Secantik apa sih dia?" Baekhyun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia menghembuskan nafasnya berkali-kali. Menetralkan segala kemarahan yang ada dalam dirinya. Pertengkaran Chanyeol dan Baekhyun hanya membuat Taehyung semakin gencar mengganggunya.
"Sebentar...itu Jennie kan? Lalu pria tinggi itu..." Baekhyun memicingkan matanya dan semakin terbelalak saat melihat seseorang yang dia kenal.
"... PARK CHANYEOL?!"
TBC
Sorry banget kalo alurnya masih acak-acakan terutama alur waktunya. Aku masih berusaha revisi terus menerus sehingga ff ini jadi berkembang lebih baik. Aku tetep berterimakasih pada respon yang dikasih termasuk sama kritik dan sarannya. Semua bentuk kritik dan saran aku bakal terima dengan baik dan langsung kurevisi saat itu. Thanks untuk semuanya.
It's time to spoiler!
Baekhyun memergoki Jennie dan Chanyeol. Hubungan mereka semakin renggang atas kesalahpahaman ini dan Jennie semakin gencar menggoda Chanyeol sampai suatu saat akhirnya Chanyeol benar-benar terjebak.
Taehyung akhirnya menampakkan dirinya di sekolah Baekhyun. Rencana balas dendamnya berjalan lancar dengan bantuan Kyungsoo.
Di chapter ini, part Chanbaeknya gak terlalu banyak karena hubungan mereka retak. Lebih banyak ke plot cerita yang tegang dan ngeselin.
Kalo ada yang nanyain kok Hunhan flat-flat aja sih, di chapter ini juga ada flashback cerita mereka. Walaupun gak banyak cuman tetep ada sangkut pautnya dengan Chanbaek dan Taehyung.
Ada kejutan spesial. Cluenya Sehun.
Silahkan menebak-nebak gimana chapter selanjutnya. Segitu aja spoilernya kalo kebanyakan atuh jadinya beberin keseluruhan cerita. Kuy divote dan comment. Review juga ya💕
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
