[ Tangga Ati ]
Ansatsu Kyoushitsu / Assassination Classroom (c) Matsui Yuusei. Tangga Ati (c) garekinclong.
Hanya demi kepentingan pelampiasan stress dan mencoba produktif, bukan komersiil.
Indo!AU. Less deskripsi. Plot cepat. OOC. Kumpulan drabble. Misuh words.
Asano Gakushuu / Akabane Karma.
Enjoy!
.
.
.
mimpi masa lalu (bagian Gakushuu)
Gakushuu kecil sedang berjalan melintasi taman sepi. Naik perosotan sendirian, mengayunkan ayunan sendirian, masuk ke bangunan kerangka dan mencapai titik puncak sendirian. Kurang kerjaan, pokoknya.
Dan dari titik puncak kerangka tersebut, ia sangat bangga bisa melihat rumahnya dari kejauhan.
Tapi ketika ia sudah bosan mengagumi rumahnya, bergeser pandang ke samping, ada sesosok bocah yang menatapnya dari lantai dua. Tatapannya sulit diartikan karena kadang-kadang korden rumah bocah tersebut terkadang menyibak si diam-diam kasihan.
Si bocah gemas dengan korden yang sering menampar wajahnya, akhirnya mengikatnya dengan tali rafia. Lalu kembali memandang Gakushuu.
Satu jari tengah diacungkan oleh bocah yang kira-kira seumuran Gakushuu kecil, umur 4 tahun.
Gakushuu kecil yang saat itu hanya mengenal bermain merasa itu adalah salam perkenalan dari kejauhan. Maka, ia juga membalasnya dengan acungan jari tengah. Bahkan dua jari tengah sekaligus.
Gakushuu bangun dari mimpi mengenang masa lalu dengan peluh membanjiri wajah.
"Sudah pasti itu Akabane Karma!" Amuk Gakushuu, kepalan tangan menghantam dinding.
Gakushuu membuka jendela kamar yang kebetulan berseberangan dengan jendela kamar Karma.
Karma yang tengah menyisir rambut acak-acakan di depan cermin yang sehadap jendela kamar tiba-tiba dihadiahi acungan jari tengah dari Gakushuu, melihat dari pantulan cermin.
BLAM!
Jendela kamar Gakushuu dikunci, korden disibak menutupi.
Lah itu orang ngapain pagi-pagi udah nebar kebencian, Karma menggumam sebelum sempat menoleh ke belakang.
.
.
.
mimpi masa lalu (bagian Karma)
Kali ini giliran Karma yang tenggelam dalam ingatan masa lalu.
Ya, memang, dulu Karma dan bocah rambut oranye itu sering bermain di kamar Karma. Apalagi di kamar Karma banyak sekali mainan dari mobil-mobilan, gasing, ak are mania, bahkan UNO juga ada.
Tapi keduanya lebih sering balap mobil-mobilan dengan jalur lintasan dinding. Ya, jalur lintasannya pakai digambar di dinding segala.
Lalu selepas keduanya saling berkompetisi dan berakhir si bocah rambut oranye menyerah diri secara sukarela (belum sampai garis finish padahal), si bocah itu tiba-tiba bertanya.
"Omong-omong kok kamu suka main mobil-mobilan."
Karma bingung, "Ya aku emang sukanya main mobil-mobilan. Kamu bosen? Mau main ak are mania?"
"Enggak, bukannya gitu. Kenapa kamu suka main mobil-mobilan? Kenapa nggak boneka aja?"
Karma makin bingung, "Eh? ak arena aku lebih suka mobil-mobilan? Kamu kenapa sih kok tanya aneh gitu."
Si bocah oranye garuk kepala, "Padahal kalau kamu sukanya main boneka-bonekaan yang berujung main rumah-rumahan, aku mau kok jadi Papanya."
Karma menjerit setelah bangun dari ingatan masa lalu. Guru yang sedang menjelaskan mendadak berhenti, dan menyuruh Karma pergi ke toilet untuk membasuh wajah.
Karma baru menyadari kalau Gakushuu ada rasa dengannya saat masih bocah. Itu pun karena Gakushuu mengira dirinya perempuan.
Aduh. Jadi makin benci.
.
.
.
malam
Pukul 9 malam, Gakushuu selesai berdiskusi singkat dengan ayahandanya, dan berjalan kembali menuju kamar untuk mempelajari kembali materi logaritma.
Jemari hampir menyentuh permukaan catatan, smartphone bergetar sampai geser satu jengkal dari posisi semula. Gakushuu menunda niat belajar.
Tahunya SMS spam yang sejenis 'mama minta pulsa' atau 'papa di kantor polisi'. Padahal kalau dipikir, Ayahanda Gakushuu orang yang superior plus punya banyak koneksi. Tidak mungkin, dong, tiba-tiba meminta bantuan Gakushuu yang notabene tidak secanggih ayahandanya.
Dan lagi, ayahanda Gakushuu ya Ayahanda. Bukan Papa.
Niat belajar sudah tak ditunda lagi, segeralah Gakushuu mengambil buku kumpulan soal dan akan membuka buku catatan.
Tapi smartphonenya bervibrasi sampai kaki di kepala, kepala di kaki. Gakushuu hampir mengabaikan, sayangnya niatnya gampang runtuh.
Chat dari manusia dekat lima langkah dari rumah. Tak perlu kirim surat, SMS juga tak usah. 'Kan memang jamannya chat lewat media sosial.
[ KARMA: nanya ]
"Wow, tumben orang ini mau nanya? Apa lelah mencari banyak referensi, akhirnya mau diskusi bareng?" Gakushuu berpikir positif sambil mengetik balasan.
[ A. Gakushuu: nanya apa? ]
[ KARMA: 9 PM itu pagi atau malam? ]
Gakushuu terdiam sejenak. Kenapa dia tanya begitu? Masa' manusia dengan nilai TOEFL 500 tanya begituan? Tidak ada pertanyaan yang lebih di luar pengetahuannya!?
(Tapi Gakushuu mau-maunya tetap meladeni.)
[ A. Gakushuu: malam ]
Balasan dari Karma selanjutnya membuat Gakushuu mematikan ponsel dan fokus belajar selama satu jam, dilanjut tidur nyenyak. Esoknya, jangan ada konversasi apapun dari berangkat sekolah sampai pulang ke rumah.
Kenapa? Karena balasannya sangat menggggemassskaaan.
[ KARMA: wah, malam juga. ]
.
.
.
hubungan
"Hari ini pelajaran Matematika diganti jadi jam BK. Sebelum kita membahas perihal pergaulan, ada baiknya kalian mengisi kuisioner ini terlebih dahulu."
Begitulah ucap guru BK sambil membagikan lembaran kertas ke masing-masing siswa. Mendengar itu, mayoritas siswa menggumam senang karena tidak harus bertemu mata pelajaran icikiwir tersebut.
"Kuisionernya tidak jauh dari yang akan kita bahas nanti. Dan jawaban kalian akan saya jaga kerahasiaannya, karena ada beberapa pertanyaan yang mungkin sensitif untuk dijawab."
Semua siswa mengangguk paham tanpa ada yang bertanya lebih lanjut. Mereka mengisi agak lama, tapi tak sedikit yang langsung berleha-leha karena sudah selesai mengisi seluruh kuisioner.
Setelah kuisioner dikumpulkan, guru BK tersebut menceritakan sebuah kisah di mana ada anak yang terlalu bergantung pada pergaulan, sehingga pendiriannya mudah digoyahkan menuju jalan yang salah. Diikuti cara membangun prinsip agar tidak mudah mengikuti arus yang menyesatkan, dan menjawab pertanyaan beberapa siswa yang mengangkat tangan.
Jam BK selesai, saatnya guru BK keluar ruangan dan duduk di kantor untuk membaca hasil kuisioner tadi.
Tapi ketika jam istirahat kedua berdenting, Asano Gakushuu dan Akabane Karma dipanggil ke kantor BK.
"Kenapa kami dipanggil, Bu?" tanya Gakushuu kalem. Karma tidak ikut bertanya karena sudah diwakilkan.
"Di kuisioner ini, ada pertanyaan 'Siapa teman terdekatmu?'. Asano menjawab 'Akabane Karma', dan Akabane menjawab 'Asano Gakushuu'. Tapi di pertanyaan 'Siapa orang yang paling dibenci?', Asano juga menjawab 'Akabane Karma', dan Akabane juga menjawab 'Asano Gakushuu'. Sebenarnya, hubungan kalian itu apa? Atau kalian ada masalah?"
Keduanya saling berpandangan, dan agaknya berwajah seolah-olah, 'kenapa jawaban kita sama?' 'ya bukannya apa, tapi memang menurutku begitu' 'aku juga begitu'. Pokoknya percakapan lewat mimik muka yang gampang dipahami lebih dari telepati.
Lalu Gakushuu dan Karma sama-sama membalas,
"Saya respek terhadapnya, Bu."
TERUS HUBUNGAN KALIAN APA? TEMAN SERESPEK? RESPECTZONE? RESPECTFRIENDZONE? YOUAREMYFRIENDAAAANOHINOYUMEZONE?
Terlalu sering rewatch opening song Nardo memang tidak baik.
.
.
.
umbar foto di fesbuk
Jari-jari sibuk mengusap layar smartphone ke bawah guna melihat status-status di aplikasi Fesbuk berseliweran, tiba-tiba dari belakang Gakushuu mengusik guna balas dendam dari kemarin malam.
"Lo jangan keseringan umbar foto di Fesbuk, deh."
Karma berhenti mengusap dan sibuk membaca status panjang berkaitan dengan berita terbaru, tapi juga tak lupa bertanya mengapa gerangan, "Kenapa emang? 'Kan gue ganteng."
Asano membalas, "Ntar kumpulan foto lo di Fesbuk jadinya Fesesbuk."
"…. Ngajak gelut?"
Thanks to hyunelf, izumikaori, RenIshimori21, lenny (guest)[kayanya kalau sampe beranak cucu sayanya yang gak kuat bikin wkwk], miyazakiryo (guest), caramelized apple [Kanjeng Gakuhou akan menunggu sampai anaknya berubah pikiran, kalau nggak berubah pikiran ya jadilah(?)], chenchuuu [drabble pas ultah mending deketan ultahnya mereka aja wkwk], Nairel Raslain [yang receh kamu nai wkwkw RLku memang butuh belaian so sad], joybee-ya, AnonymousAutumn, SoulAether, Iblis Wasabi, N and S and F, liaaraini, Miss Chocoffee for reviews, favs, and follows!
a/n: tidak tau selera humor saya gimana dan ini ceritanya mau dibawa ke mana, yang penting saya bisa apdet. Beberapa bulan selanjutnya ragu apa masih bisa konsisten apdet atau bakal ngedrop seperti fic yang laen #terdiam.
Pokoknya matur nuwun lah buat kalian yang baca fanfic ini, dan mohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan!
[ sign, ffn user garekinclong ]
