[ Tangga Ati ]
Ansatsu Kyoushitsu / Assassination Classroom (c) Matsui Yuusei. Tangga Ati (c) garekinclong.
Hanya demi kepentingan pelampiasan stress dan mencoba produktif, bukan komersiil.
Indo!AU. Less deskripsi. Plot cepat. OOC. Kumpulan drabble. Misuh words. (di drabble ke-4 POV orang lain (lagi)).
Asano Gakushuu / Akabane Karma.
Enjoy!
.
.
.
chemistry duo sejoli
"Berantem lagi mereka?"
"Alah. Paling juga rujuk lagi. Berantemnya ga sampe talak satu."
Jaga jarak yang dilakukan Karma dan Gakushuu sudah pasti menjadi perhatian beberapa anak di kelas 10 IPA 3. Tapi mereka tak terlalu mempermasalahkannya sampai menjadi bahan gosip grup chat media sosial. Ya bisa jadi bahan sih, cuma, ya, tidak bisa dibahas sampai ribuan chat. Mari kita menyebut kabar pertengkaran antar dua sejoli ini sebagai kabar basa-basi.
"Tapi sebentar lagi ada presentasi penelitian Biologi, kalau mereka tidak akur bukannya bakal berdampak ke presentasi mereka?"
"Ya masalah mereka, dong. Emangnya lo siapanya mereka sampai khawatir gitu?"
"Ya jelaslah aku khawatir! 'Kan mereka OTPku."
"Hah. Maksud lo."
Abaikan percakapan dua siswa tidak jelas di atas. Yang jelas adalah: Karma dan Gakushuu sudah memiliki kekompakan top markotop bahkan pertengkaran mereka tidak berdampak apa-apa pada presentasi Biologi.
(Kecuali di balik layar seperti:
"GOBLOK LO! MASA NGETIK VARIABEL KONTROL JADI VARIABEL KON—"
"Iya, iya Yang Mulia Asano Gakushuu. Terima kasih sudah membenarkannya sebelum kita presentasi tapi ingat, LO JUGA NGETIK COLOK JADI CILOK! LAPER APA GIMANA HAH!"
"ITU AUTOCORRECT! LEBIH MENDING DARIPADA LO!"
"ALAH NGELES MULU!")
Tapi, teman-teman sekelas mereka tak menyangka kalau durasi pertengkaran ini bakal lebih lama daripada yang biasanya.
.
.
.
antara delay dan sengaja
~ Senin
[ KARMA: bab 2 siapa yang garap? Besok harus udah jadi gambaran kasarnya biar bisa dicek guru ]
~ Kamis
[ gakushuu: udah gue garap ]
~ Minggu
[ KARMA: CHAT DARI KAPAN DIBALES KAPAN ]
~ Sabtu
[ gakushuu: NGACA ]
.
.
.
saran dari seorang playboy
Selesai sekolah hari ini, Gakushuu memampirkan diri ke minimart terdekat untuk membeli minuman kaleng. Rasa letih perkara debat batin dan pikiran menghadapi cecunguk asin bermarga Akabane masih dirasa sampai sekarang. Padahal mereka terbiasa bertengkar—wow sudah seperti rutinitas saja—tapi entah kenapa, 'kejadian' yang menimpa dirinya beberapa minggu lalu masih tidak bisa hilang.
Dan itu menjadi sumber kekesalannya ketika melihat rupa gaplek Akabane Karma.
"Ingin kubalas, sungguh," ucap Gakushuu hampir membuat pinggang minuman kaleng mendadak ramping sekali remat. Tapi ia sendiri tidak ingin membalas secara ekstrim. Paling tidak setimpal, itu saja cukup.
Pertanyaannya: perbuatan apa yang setimpal dengan ciuman singkat?
"Oh, Gakushuu?"
Gakushuu menoleh ke sumber suara, seseorang yang baru saja keluar dari minimart. Laki-laki tinggi dengan gaya rambut kariage cut—potongan rambut klimis yang disisir ke samping dan wajib menggunakan pomade. Laki-laki itu mengenakan seragam sekolah lain yang jaraknya hampir jauh dari sekolah Gakushuu.
Namanya Sakakibara Ren, cara pengejaannya terpampang jelas di dada bagian kanan laki-laki itu.
"Oh. Halo, baru pulang sekolah juga? Kupikir sekolahmu pulang lebih awal," sambut Gakushuu berbasa-basi—sembari otak memikirkan cara membalas dendam. Multitasking sekali bosqu.
"Masih pulang satu jam sebelum jam pulang sekolahmu kok. Cuman ya memang lagi ada persiapan kegiatan di sekolah."
"Pasti OSIS. Jadi subsie?"
"Hahaha aku kasie."
Gakushuu hampir memutahkan setengah isi kaleng untuk kali kedua saat meremat pinggang minuman kaleng.
"Kelas satu sudah jadi kasie? Di sekolahku kursi jabatan untuk kelas satu selalu subsie. Dua kursi saja pula."
"Huh, cuma dua saja? Di sekolahku kursi untuk kelas satu banyak. Hampir seperempat jabatan."
"Gila. Pantas saja jadi kasie."
"Sabar ya, pasti tahun depan Yang Mulia Asano Gakushuu jadi ketua OSIS."
"Y."
Ren memuaskan diri tertawa selama lima detik sebelum Gakushuu meninjunya pakai buku paket Biologi. Untung saja Gakushuu masih memikirkan yang itu, kalau tidak mungkin tangannya benar-benar refleks membuka tas sekolah hanya demi melempar buku paket Biologi ke arah Ren.
"Kalau cuma dua orang saja, berarti kalian berdua deket, dong?" tanya Ren setelah menghabiskan kotak tertawa.
Di sini Gakushuu merenung.
Dekat secara rumah, iya. Dekat secara kelas, iya. Satu kelas malah. Apalagi tugas kelompokan selalu bersama—terima kasih banyak, ya, bapak ibu guru. Kalau dekat dalam pertemanan, apa iya? Gakushuu merasa dirinya tidak akur dan selalu adu tutur kenari tiap kali mereka membangun konversasi.
Apa teman dekat beda tipis dengan bangsat friend?
"Tidak tahu. Tidak juga," jawaban penuh ragu dilontarkan. Ren yang melihat semua gerak-gerik Gakushuu selama perenungan, paham betul makna dari jawaban itu.
"Hmm, pasti lagi ada masalah. Semoga cepat selesai, ya. Atau... mau kuberi saran?"
Gakushuu menoleh, sangat tertarik dengan penawaran Ren, "Apa?"
"Kalau dia perempuan, beri dia perhatian. Kalau dia laki-laki..." Ren menjeda untuk menaikkan rasa penasaran Gakushuu—dan tebakan Ren benar, teman yang ia maksudkan berjenis kelamin laki-laki.
"Kalau dia laki-laki, ya, beri dia cinta."
"...Aku lupa kalau kamu playboy. Tapi aku baru tahu sekarang kamu juga play boy."
.
.
.
kaum denial
Uhm, halo! Masih ingat tidak, dengan Shiota Nagisa? Ya, itu aku. Untung kalian ingat, tidak seperti Karma...
Maaf karena monolog kemarin-kemarin aku penggal dan jadinya gantung. Aku melihat sesuatu yang aneh sampai tidak bisa berkata-kata. Lebih buruknya, aku tambah canggung tiap kali melihat Karma.
Tapi... setelah itu, sepertinya hubungan mereka tambah buruk. Aku saja tahu dari cara mereka yang sekarang lebih sering sendirian daripada berduaan seperti sebelum-sebelumnya.
Apalagi saat ini, di mana aku sedang menuju ke kelas temanku—tahu-tahu Karma melamun di depan kelasnya sendirian.
Aku mencoba biasa saja saat melewatinya, tetapi...
"Nagisa, ya? Lagi cari siapa."
...wow hampir setengah tahun sekolah, baru kali ini namaku dipanggil Karma!
"H-Halo Karma! Aku sedang cari Okuda Manami..."
"Oh, dia? Lagi piket siang bareng... Asano. Kalau urgent bisa langsung ke kandang ayam belakang sekolah. Mereka piket di sana."
"O-Oh, kalau begitu tidak usah, deh. Makasih, ya."
"Oke."
Tadinya, sih, mau langsung kembali. Tapi... tampaknya kalau belum membantu menyelesaikan kegundahan Karma yang kelihatan banget dari wajahnya, belum tenang juga.
"Karma, kok kamu jadi jarang bareng sama itu... yang sama-sama anggota OSIS itu, lho."
"...Si Asano, maksudnya?"
Loh jadi namanya Asano? Hmmm sangsi, nih. Ini antara Karma hapal jadwal piketnya Asano atau kebetulan tahu.
"Iya, kenapa?"
"Gak tau. Gak jelas orangnya. Aku bercanda doang dikasih bogem sekepal. Masih mending dikasih es kepal."
"Hmm... Gak baik, loh, bertengkar lama-lama. Apalagi kalian ketemu terus. Tapi aku baru kali ini lihat pertengkaran teman begini, biasanya waktu SMP kamu santai saja padahal. Berarti tandanya kalian mulai dekat."
"Apanya yang mulai dekat?"
Tahu-tahu saja Karma dan teman OSISnya yang bernama Asano mengatakan hal serupa. Aku kaget tiba-tiba Asano ada di sampingku—bersama Okuda.
Kalau reaksi mereka begini, daripada 'mulai dekat'... lebih tepat dikatakan 'sudah dekat', 'kan, ya?
.
.
.
gali info buat apa sih
[ gakushuu: malam, ini dengan nagisa shiota yang tadi siang di depan kelas ya? ]
[ Nagisa: iya... halo Asano, gak usah kaku begitu hehe ]
[ gakushuu: kamu benar teman SMPnya Akabane? ]
[ Nagisa: iya kok, kenapa emangnya? ]
[ gakushuu: boleh minta tolong ceritain orangnya kayak apa waktu SMP? apa lebih liar dari SMA? ]
[ Nagisa: ahahahaha kenapa coba. nggak seliar yang kamu kira kok, Asano. tapi orangnya jarang sosialisasi aja. tadi aja aku kaget dia inget namaku. ]
[ gakushuu: serius? masa sih? kok bakat ngeselinnya berasa alami gitu? ]
[ Nagisa: ke kamu doang kali ke yang lain enggak haha ]
[ gakushuu: hmm terus kayak gimana lagi? ]
[ Nagisa: apa ya. aku mau kok ceritain panjang lebar selama kamu ngelakuin syarat yang berlaku. begini-begini gak gratis loohh ]
[ gakushuu: kupikir kamu baik hati mau bocorin semua. emangnya syarat apa? berupa materiil? ]
[ Nagisa: bukan kok. aku cuma kasih syarat, mulai besok, Asano harus panggil dia dengan nama kecilnya. gitu aja. ]
[ Nagisa: Asano? ]
[ Nagisa: keberatan ya? ]
[ Nagisa: kalau keberatan gak usah gapapa, aku tetep ceritain kok. ]
[ gakushuu: gapapa, deal. ]
[ Nagisa: ... ]
[ gakushuu: aku juga niatnya pengen coba mengenal si Karma ]
[ Nagisa: ... ]
[ gakushuu: gak berat kok ]
[ Nagisa: kalo pengen kenal lebih dekat kenapa ga tanya aja ke orangnya langsung... ]
.
.
.
Thanks to Akano Tsuki [sekolah subuh? Wah semangat yaaa seneng deh ini fanfic jadi berasa vitamin buat kamu(?)], SnowyFruitcake [yak betul bunga-bunganya sudah mulai bermekaran(?) pengennya sih gitu, apdet tiap ada tekanan, tapi malah dilimpahin bikin oneshot baru /maapkandaku], kerik (guest) [maap kalo humor di fanfic ini tidak gamblang, mungkin selera humor kita berbeda :'( tapi terima kasih sudah berkenan untuk mampir~], Nairel Raslain [WKWKWK YAMAAP NAI JAN MARAHIN AQOE /y iya nih dibikin makin kencenq biar yahud (?) makasih doanya, akhirnya baru apdet sekarang /K], Yuyu arxlnn [yeey semoga cipokan lagiii /woy waduw makasih yaaa ini juga fanfic favorit akuu /YCLONG],
macaroon waffle [berawal adu bacot ntar juga balik adu mulut wkwk btw saya khilaf malah ini kayak karuasa, saya pasti akan kembali ke jalan yang benar yakni asakaru mohon maap jadiin karma tukang gercep /EY], rotlicht [GEMEZ KAN GEMEZ KAN yak silakan disantap ini sudah lanjut!], Kuru-chan Desu Yooo(guest) [haee udah dilanjut nihhh], Eru-Chan [udah up sekarang yeeey buat selanjutnya mau semedi cari ide lagi /tau tau dilanjutin setahun berikutnya /jangan], Ai (guest) [updated!], ulil olala [chaos banget emang wkwkwk sudah up yaakk silakan dinikmati~],
charxite, meica, Mamee-chan, Iryss, calkyrie, lazyfujoshi, Yuki'NF Miharu, Apawcalypse, etsukoyukiai, darkblue 47, Apel Hijau, moronsfr,I Dun Make Fanfics, Akashikuroko, Pink Alpaca 124, Yongyongieee, zakyarizkiani, Bubblegum'261, bijoy, Naichunn for reviews, favs, and follows!
a/n: maap ya baru apdet, di apdet sebelumnya saya udah bilang kan ya memasuki taun senior ditambah ujian masuk univ like SBM dan lain-lain hehe, tapi sebenernya alasan paling utama ya karena saya limit ide OTL coba aja ide beranak pinak pasti saya juga rajin apdet /woe
oh ya pengen cerita karena ini sangat membahagiakan buat saya. Baru kali ini fanfic saya masuk ke tahap polling IFA, yep, fanfic Tangga Ati masuk polling Sub Kategori Humor Multichapter Indonesian Fanfiction Awards 2017 :"D meskipun gak menang tapi saya seneng banget bisa masuk polling 3 untuk yang ngeliat fanfic ini nyempil di polling dan mendukung saya, saya ucapkan banyak terima kasih untuk kalian :"D semoga ke depannya saya bisa apdet gak pake lama kayak chapter ini OTL
Matur nuwun sangat buat kalian semuaaa yang udah baca sampai ninggalin review~ Mohon maaf lahir dan batin yaa!
[ sign, ffn user garekinclong ]
