[ Tangga Ati ]

Ansatsu Kyoushitsu / Assassination Classroom (c) Matsui Yuusei. Tangga Ati (c) garekinclong.

Hanya demi kepentingan pelampiasan stress dan mencoba produktif, bukan komersiil.

Indo!AU. Less deskripsi. Plot cepat. OOC. Kumpulan drabble. Misuh words.

Asano Gakushuu / Akabane Karma.

Enjoy!


.

.

.


di balik chat kemarin


Malam sepi seusai membaca ulang materi pelajaran hari ini, satu hal yang masih membuat pikirannya melakukan konvoi imajiner—bayangkan personifikasi urat-urat otak memegang papan demo bertuliskan 'Kita kepo!', 'Tolong segera diurus atau korban jiwa berjatuhan! (Tidak tahu yang dimaksud apa, terkadang melantur memang keluar dari konteks)', 'Demi kesejahteraan Kampung Otak Asano Gakushuu!'.

Jadi, begini. Siang selepas memberi pakan ayam tipe petelur peliharaan sekolah, Gakushuu kembali ke kelas dengan perasaan tidak enak. Bahkan Okuda Manami yang bertugas dengannya bisa tahu Gakushuu tengah gusar, tanpa tahu penyebabnya apa. Mau tanya tapi sungkan, tidak bertanya malah penasaran. Ya sudah, urusan orang tidak perlu diketahui. Okuda Manami bukan bagian dari arisan ibu-ibu yang sekali bertemu bisa membahas ribuan topik seputar satu RT.

Kembali ke perasaan tidak enak milik Gakushuu.

Melewati kelas demi kelas, Gakushuu melihat Karma tengah berbincang dengan seorang anak yang tak pernah ia kenali. Kemungkinan besar bukan anak IPA—padahal Gakushuu sendiri juga tidak hapal semua anak IPA.

Rambutnya biru muda, dikuncir dua. Awalnya Gakushuu kira dia perempuan, membuat perasannya tiba-tiba berdenyut sakit setiap langkah dijejak. Lalu Gakushuu memperhatikan lawan bicara Karma dari ujung rambut sampai keramik sekolah. Oke, laki-laki. Seketika perasaan lega membuncah mengalahkan rasa denyut sakit beberapa detik lalu.

Tidak mengalahkan secara telak, ibarat meneguk susu sampai gelang berposisi 180 derajat dari garis lurus, pasti masih ada bulir sisa dari dasar gelas.

Semakin dekat dengan keberadaan mereka berdua, Gakushuu menangkap salah satu ujaran lawan bicara Karma tersebut, "Hmm... Gak baik, loh, bertengkar lama-lama. Apalagi kalian ketemu terus. Tapi aku baru kali ini lihat pertengkaran teman begini, biasanya waktu SMP kamu santai saja padahal. Berarti tandanya kalian mulai dekat."

Otomatis Gakushuu dan Karma membalas seharmonis mungkin, "Apanya yang mulai dekat?"

Setelah itu, Gakushuu menerima satu informasi bahwa orang itu—ya, laki-laki berambut biru muda tersebut—teman satu SMP Karma.

Gakushuu jadi tertarik untuk mengetahui kilas balik cerita Karma ketika SMP. Apa ada dasar kenapa Gakushuu tiba-tiba ingin mengetahuinya? Gakushuu mengaku tidak memiliki dasar yang logis. Ia hanya ingin tahu saja.

Yang tanpa ia sadari, dirinya sudah membuka pintu menuju ruang bernama asmara.

Dengan berbekal teman yang jiwa intel nomor wahid (temannya memang bercita-cita masuk sekolah khusus intel, Gakushuu menyukuri hal itu padahal ketika kali pertama mendengarnya ia sempat berjengit heran), ID media sosial dari kawan lama Karma itu didapatkan.

Nama, Shiota Nagisa. Sudah. Cukup itu yang Gakushuu ketahui. Selebihnya Gakushuu mulai melancarkan balon kata dalam percakapan virtual.

Hingga mendapati kesepakatan yang—memulai pergerakan menuju Ruang Asmara. (Aseek.)


.

.

.


agaknya menyesal


Malam sebelum terlelap untuk menyambut pagi yang biasa saja, Karma memutuskan untuk berselancar media sosial selama satu jam (niat hati 15 menit, selebihnya di luar rencana).

Satu notifikasi muncul di atas layar smartphone. Notifikasi chat dengan seseorang yang menamai dirinya sendiri 'gakushuu'. Sebenarnya, Karma ingin mengganti nama orang itu dengan panggilan lain (seperti 'TUKANG NGEGAS' atau 'kapan sempaknya diambil dari genteng'), tapi tidak jadi karena … tidak ada alasan khusus, sih.

Melihat notifikasi itu, satu alis Karma naik sebab tidak ada kata-kata yang terpampang pada balon pop-up notifikasi itu. Yang ada hanyalah 'gakushuu mengirim pesan suara'.

Pesan suara? Asano Gakushuu? Tumben? Besok hujan, kah?

Karma menekan notifikasi tersebut untuk segera mengetahui isi pesan suara berdurasi satu detik. Demi ayam petelur di sekolah yang terkena kutu dan menulari rasa gatal ke semua siswa kecuali Gakushuu, SATU DETIK YA AMPUN. Indikasi kurang kerjaan langsung menjadi pikiran utama Karma.

Begitu Karma memutar pesan suara tersebut, detik berikutnya Karma langsung membalas dengan pisuhan namun berupa balon kata.

["Karma…"]

[ KARMA: bangsat. ]

[ KARMA: ngapain VN desahin nama kecil gue BAJING. ]

[ KARMA: TOLONG YANG WARAS SEDIKIT AJA YA INI UDAH JAM MALAM. CINDERELLASANO HARUSNYA PULANG KE RUMAH SAKIT JIWA! ]

Tampaknya Karma salah tangkap.


.

.

.


janggal


"ELO. NGAPAIN VN GITUAN. FRUSTRASI MASALAH APA, SIH?"

Bukan pasangan kelas ajaib 'Gakushuu-Karma' namanya kalau pagi cerah begini tidak mendengar perdebatan pribadi mereka. Seluruh warga kelas bak dianggap penonton drama kalau sudah begitu. Lakonnya? Cuma ada dua, tentu saja mereka berdua!

Disembur Karma perihal tadi malam, Gakushuu membalas kalem, "Gak ada apa-apa. Kenapa, sih? Gak suka?"

"Yang gue pertanyain itu jam lo ngirim VN itu dan kontennya yang—gimana, ya. Intonasi dan isinya bikin gue geli!"

"Emang kalo siang bolong, gue kirim VN itu ke elo, gak bikin geli?"

"Mau kapan aja tetep bikin geli, pe'a!"

"Oke, saran ditampung," Gakushuu tidak mengindahkan lagi Karma yang masih bermimik protes di depan bangkunya.

"Ngapain, sih, tiba-tiba? Gue mencium bau-bau mencurigakan," Karma bersedekap sembari mata menyidik gerak-gerik Gakushuu yang kelewat santai hari ini, entah kenapa. Penonton drama ini (baca: satu kelas) juga mempertanyakan hal yang sama.

"Duduk aja lo, kelas bentar lagi mulai."

"Ya terus?"

"Gak bisa, ya, santai dikit tiap kali ketemu gue?"

Dahi Karma terlihat mengkerut bersamaan dengan kedua alis yang menajam, sorot penuh curiga semakin intens, "Ada yang aneh."

"Duduk, gue bilang."

"Lo sembunyiin sesuatu."

"Gak pegel berdiri terus?"

"Bilang, lo sembunyiin apa."

"Gak ada."

"Bilang."

"Karma."

Mendengar satu kata panggilan yang berintonasi beda dari pesan suara semalam—membuat Karma sedikit tersentak. Suaranya kala memanggil tidak bisa berhenti berputar di benak Karma.

"… Oke."

Karma menyingkir dari hadapan Gakushuu yang hari ini terlihat berbeda.

(Namun, satu kelas tidak menyadari bahwa Karma juga berbeda; menyembunyikan warna merona telinga miliknya dengan headphone sambil mata pura-pura melihat jendela.)


.

.

.


gosip fangirl


[ violet: gengs. Perang dingin AsaKaru udah berjalan selama seminggu. Habis itu mereka minim ngobrol. Kenapa ya? ]

[ daisy: AKU JUGA PENGEN TAUUUU KENAPA YA :'( Sedih akutu otipi otw karam.]

[ jasmine: GAK KARAM YE. namanya hubungan pasti ada konflik. doain aja moga-moga klimaksnya cepet. ]

[ violet: klimaks dalam konteks apa nie? :^) ]

[ jasmine: KONFLIKNYA LAH. dasar otak busuq. ]

[ violet: elo ngomongnya ambigu elah siapa yang gak pikiran menjurus ngehehihe!? ]

[ daisy: sudah, sudah. meskipun aku suka liat kalian gelut tapi mending back to topic gengs. ]

[ lily: HALO SELAMAT SIANG SANAK FAMILI, LILY HADIR MEMBAWA KABAR HANGAT YANG BUAT HATIMU MENJERIT SERIOSA! ]

[ violet: sante kepsloknya sante ]

[ daisy: KABAR APA ]

[ violet: DAS ELO JUGA SANTE ]

[ lily: jadi tadi gue habis dari kantin. gue liat tuh Karma sendirian di pinggir kantin. lagi ngobrol sama kucing. ]

[ jasmine: terus? ]

[ lily: ya yang namanya manusia pastinya ngobrol sepihak ama hewan ]

[ lily: terus yah ]

[ lily: gue gak gitu denger si Karma curhat apaan ke seekor kucing oren putih yang lagi makan tempe ]

[ lily: tapi gue cuma denger satu hal ]

[ jasmine: apa? ]

[ violet: apa? (2) ]

[ daisy: apa? (3) ]

[ violet: anjir dijeda biar dramatis ]

[ lily: Karma manggil kucingnya 'Gaku' ]

[ violet: WOOWOWOWOOWOWOWO ]

[ violet: ALAMAKKKKKK MOE GAPNYA ITULOOOOO ]

[ lily: KANNNN? ]

[ daisy: petition for Akabane Karma for not being tsundere ]

[ lily: tsundere gak apa-apa sih yang penting kita tau kalo Karma ada anu ke Asano yegak!? ]

Bahkan orang lain yang menyadari hal ini duluan ketimbang lakon utamanya.


.

.

.


gimana kelanjutannya?


"Jadi, Asano, kamu sudah manggil Karma dengan nama kecilnya?"

Nagisa tidak sengaja berpapasan dengan Gakushuu, dan lima detik kemudian Nagisa mengungkit kesepakatan mereka berdua lewat chat. Gakushuu mengangguk, mengiyakan, sudah memanggil Karma dengan 'Karma' bahkan lebih dari sekali.

"Bagus, dong. Gimana reaksinya?"

"Cukup sulit dijelaskan. Kali pertama, aku disumpahserapahi. Kali kedua, dia diam ... sepertinya."

"Begitu … Oke, tapi dengar-dengar kalian bertengkar, ya?"

Gakushuu mengedip cepat, "Hm? Dengar dari mana?"

"Ada, pokoknya. Kalau memang bertengkar, tolong rujuk. Akur kembali. Tidak baik bertengkar lama-lama, bisa putus tali persahabatan kalian."

"... persahabatan? Kami?"

Giliran Nagisa yang tercengang, "Kalian sahabatan, 'kan?"

Gakushuu bungkam sejenak.

"Cukup sulit dijelaskan. Kali pertama, aku menganggapnya bangsat friend," jeda, "kali kedua, aku menganggapnya …"

Gakushuu tidak melanjutkannya sampai Nagisa menyerah untuk menanti jawaban. Benar-benar definisi 'cukup sulit dijelaskan'.


.

.

.


Thanks to ulil olala [mungkin chapter ini minim bikin ngakak tapi enjoy apdetannya~], bijoy [up! up!], nanas manis [YAAMPUNNN nunggu mulai dari mau lulus SMP wkkwkkwkwkw silakan silakan dibaca lanjutannya ini, tapi maap kalau chapter selanjutnya kamu nunggu lagi sampe bangkotan /GAGITU], LazKA-Gzy [syukur sekali masih ada hawa-hawa in character (?) di fanfic ini hwhwhwhw iyaa sudah menjurus ke semula kok, tenang (?)],

SnowyFruitcake [Nagisa mulai ambil peran penting juga di sini hueheuhe makanya scene nya makin banyak /yha/ sankyuu semangatnyaa], etsukoyukiai [wkwkwkwk bisa bisa (?)], AnonymousAutumn [iya kan? /apanya], mimizukuhead [wkwkwkw], bluefever06 [reaksinya sudah ada di chapter ini yeyy], Achan Jeevas [sudah lanjuuut semoga suka yaa], Chic White [terima kasih atas pujiannya~ Go Asano Go!], kuyngasup (guest) [wah namamu wkwkw kuylah ngasup! /y/ terima kasih sudah terkejut (?)],

Amadera Veera [dia ngesent foto pintu kamar buat nunjukin kalau gakushuu udah di depan kamarnya, mau gelut soalnya (?) playboy kan sebutan cowo yang suka permainin hati orang (?), nah kalo play boy itu mainin cowo (?) ya gimana ya gitu lah /CLONG. Kaum denial itu kaum yang tak bisa menolak kenyataan wkwk], melloncchi [ini syudah apdett hehe btw terima kasih sudah menginspirasi bahan selanjutnya (?)],

Yume Shin, Naru Shinohara, GatauLah2323, shianata55, Amai8914, denkow, bluefever06, Saaraa, W0jinHyun, Adinda764, Sukiraki Tatsuya, guccipillow, Seijuurou Eisha, SmileLarger, moveengcastle, Nozunozu Kio, NozukiO, ziraoi for reviews, favs, and follows!


a/n: malam menuju dini hari, stress dengan semua tugas, akhirnya dilampiasin ngetik ini biarpun tau lagi gak ada bahan humor … semoga cukup terhibur, ya! Heehe.

Terima kasih buat yang sangat setia menanti update atau yang kaget tiba-tiba fanfic ini update gak ada angin gak ada ujan (eh di sini hujan ding tadi sore /yaterus). Makasih banyak pokoknya~

[ sign, ffn user garekinclong ]