I'll Walk You Home

.

.

Park Chanyeol & Byun Baekhyun

.

.

.

Masa lalu Baekhyun sebelum bertemu Chanyeol adalah satu-satunya yang ingin ia lupakan, tapi keadaan hatinya yang masih limbung membuat tangisnya tak terbendung dan cerita itu mengalir begitu saja disela tangisnya yang deras. Masa itu gelap, dingin dan menyakitkan tapi pelukan Chanyeol, senyum pria itu juga usapan hangatnya membuat Baekhyun menyadari satu hal, ia telah bisa memulihkan semua bekas lukanya dimasa lalu. Dan setelah terlantung tanpa pegangan akhirnya Baekhyun menemukan tempatnya untuk kembali.

Dekapan hangat Park Chanyeol adalah rumahnya yang paling nyaman.

.

.

Warn! GS GS GS, age gap, and oke gaess chap ini sedikit menye-menye dan gue harap kalian gak muntah abis bacanya yaa. Dan hati-hati salah lapak ya, jika ada kesamaan anggap aja karena aku jodoh kang Kyuhyun wkwk

Selamat membaca~

.

.

.

.

Ini masih pagi, jarum jam masih bertengger di angka 11 dan ini memang benar masih pagi bukan? Oke, ini nyaris siang karena visualnya bisa menangkap matahari yang bersinar cerah juga langit biru yang kian mendukung untuk pergi kencan. Tapi kenapa Baekhyun merasa ini seperti tengah malam? Ia merasa tengah bermimpi dan melayang-layang dalam khayalan tidur nyenyak seperti tadi malam. Apakah masalah ini berasal dari dirinya sendiri atau jangan-jangan,

"Kyungsoo, kau tidak mabuk kan?"

"Apa yang kepala chef masakan untuk sarapanmu?"

"Atau jangan-jangan kepalamu terbentur? Err.. Soo, apa kita harus menemui Jongin?"

Baekhyun tidak akan sebingung ini jika ia tidak menemukan kejanggalan yang membuat dunia terasa hampir terbalik sampai 180 derajat. Salahkan Park Kyungsoo yang tiba-tiba bergelayut manja dan menempel erat bagai bayi kangguru yang minta digendong kemana-mana, hei ayolah kemarin-kemarin si pinguin ini selalu menganggapnya seperti ikan segar yang enak dilahap mentah-mentah. Tapi kenapa pagi ini anak gadisnya yang setiap hari kena pms ini jadi betingkah seperti seekor kangguru kecil yang sedang demam karena tumbuh gigi?

Oke, lupakan bagian demam karena tubuh gigi karena sungguh, Baekhyun bingung setengah mati. Apa yang terjadi pada anak tirinya ini? Park Kyungsoo yang biasa berdiri dijarak yang aman tiba-tiba saja berubah lengket dan menempeli si ibu tiri kemana-mana, anak pinguin yang gemar mencebik saat melihat sosoknya kini malah menatap si ibu tiri dengan binar yang menakutkan dan terakhir, Baekhyun yakin anak tirinya ini terbentur sesuatu atau paling tidak tereleset sampai otaknya jadi koslet karena ini sudah terjadi beberapa hari. Sejak Baekhyun pulang dari camp musim panasnya dengan Chanyeol.

Sebenarnya anak tirinya ini kenapa sih?

"Baek, kau bisa buat cup cake yang lucu-lucu? Bisa ajari aku tidak?"

Fix! Suruh Chayeol untuk telepon psikiater secepatnya!

"Err.. Kyung, maafkan aku. Tapi jawab pertanyaanku dengan benar, apa yang Chanyeol katakan padamu sampai kau miring begini? Apa kau sadar yang sedang kau tempeli ini adalah ibu tirimu yang kau musuhi setengah mati? Dan apa barusan, kau memintaku mengajarimu buat kue? Oh Soo.. Apa aku harus telepon Jongin sekarang? Kau perlu diperiksa."

Jika Park Kyungsoo dalam mode anak tirinya yang biasa mana mau gadis itu dekat-dekat dengannya? Jangankan berbaring dipangkuannya begini, menyentuh ujung jarinya saja gadis itu enggan. Ingat jika mereka sohib berdebat? Gadis ini bahkan hanya diam saja saat Baekhyun ajak berkonfrontasi. Sungguh bukan Kyungsoo sekali.

Nah, apalagi kelakuan Kyungsoo yang selalu menempelinya beberapa hari ini, itu jelas sangat bertolak belakang dengan kebiasaanya. Baekhyun sangat khawatir jika anak tirinya ini punya kelainan jenis bipolar dan semacamnya. Saat ia mengadukan hal ini pada Chanyeol beberapa malam yang lalu, pria tua itu hanya menghela nafas kemudian dengan santainya berkata,

Mungkin dia sudah bisa menerimamu sebagai ibu tiri, Bee. Biarkan saja putrimu itu bertingkah sesukanya.

Oke, Baekhyun biarkan Kyungsoo bertingkah semaunya. Tapi saat gadis itu menempelinya seperti ini? Err sumpah, Baekhyun ngeri!

"Kyungsoo, kau oke kan?"

Itu pertanyaan Baekhyun yang kesekian kalinya dan yang ditanya hanya menggeleng santai seraya kembali membuka lembar-lembar majalah ditangannya tanpa minat,"Aku oke, Baekhyun. Berhenti merecokiku dengan menyuruh pergi ke dokter apalagi ke psikiater. Aku masih waras, dan bisa tolong berhenti bergerak? Kau membuat berbaringku tidak nyaman."

Oh tidak, apa katanya barusan?

Baekhyun mencebik dalam hati, anak pinguin ini pikir ia bantal apa huh? Dasar Park menyebalkan.

"Kenapa tidak berbaring diatas ranjangmu saja sih? Kau menganggu tahu."

Harusnya saat ini Baekhyun bisa menikmati tidur siangnya dengan santai, tapi perempuan bantet ini tiba-tiba masuk kekamarnya kemudian seenak jidat lebarnya yang tertutupi poni berbaring diatas paha Baekhyun yang tengah diluruskan. Oh apakah ada seseorang yang bisa menjelaskan maksud dibalik sikap Kyungsoo? Karena sungguh Baekhyun tidak tahu harus kemana jika setelah menempelinya seperti parasit tidak tahu diri Kyungsoo mengusirnya paksa dari sisi Chanyeol.

"Aku penasaran tentang ini sudah sejak lama, kenapa kau menikahi ayahku?"

Ck, topik ini lagi. Bisakah anak tirinya ini berhenti menanyakan pertanyaan yang sama?

"Kyungsoo anak tiriku sayang, kau sudah menanyakan hal yang sama selama satu jam. Apa kau tidak lelah huh?"

Bukannya tersinggung, Kyungsoo malah meletakan majalahnya diatas perut kemudian mendongak menatap Baekhyun yang menyandar pada kepala ranjang,"Benarkah? Rasanya aku baru bertanya dua kali, Baek."

Oh sungguh! Bisa berikan Baekhyun pil anti meledak sekarang? Ia rasa kepalanya benar-benar panas karena ulah anak pinguin ini!

"Terserah! Menyingkir dari situ aku mau tidur bodoh!"

Gadis Park itu mencebik kemudian bergeser dan membaringkan tubuhnya disisi kosong disebelah Baekhyun, tangan mungilnya bergerak menggapai remote control dan Baekhyun mendelik untuk itu,"Anak pinguin! Ini kamarku bukan antartika! Coba saja kau turunkan suhunya akan ku habisi kau!"

Oh yaya, ini bukan hal aneh lagi saat Baekhyun menemukan dirinya kedinginan saat berada bersama Kyungsoo dan Chanyeol dalam satu ruangan. Si duo Park ini punya sindrom aneh dimana mereka sangat suka berada ditempat dengan suhu yang rendah. 18 derajat celcius dan oh demi musim panas yang masuk pertengahan. Apa harus sedingin itu padahal mansion mewah ini punya banyak pohon lebat diluar sana?

"Diamlah Baek, ini sangat panas kau tahu?"

Tanpa peduli dengan ucapan sang ibu tiri, Kyungsoo meraih remotenya dan mulai menurunkan suhu dikamar besar itu. Entahlah, ia hanya suka berada dalam ruangan bersuhu rendah. Rasanya sangat sejuk dan nyaman, Kyungsoo sama seperti ayahnya, benci berkeringat.

Baekhyun menghela nafas dramatis kemudian meluruhkan tubuhnya diatas bantal dan memeluk boneka rilakkuma besar yang ia dapat dari Chanyeol sebagai hadiah, bersiap pergi tidur jika saja Kyungsoo tidak kembali berulah dengan bibir tebalnya yang kembali bertanya,

"Baek, apa yang membuatmu mau menikahi ayahku?"

Kali ini Baekhyun tidak bisa lagi menahan kekesalannya pada si anak pinguin yang kini mencebik saat ia berikan tatapan tajam."Dengar baik-baik ya anak tiri, kalau perlu rekam ucapanku ini agar kau berhenti menanyaiku pertanyaan yang sama. Park Chanyeol ayahmu itu kelihatan sangat menyayangiku, dia serius dan mau terima aku apa adanya. Lantas apa alasanku menolak lamarannya?"

Kyungsoo mengerjap melihat si ibu tiri berapi-api,"Tap-Tapi Baek—"

"Apalagi sih anak pinguin?!"

"Kenapa kau putus dengan pacar aktormu yang tampan?"

"Oh demi apa! Aku sudah ku bilang Jung Daehyun tidak pernah jadi pacarku! Berhenti membahas Jung Daehyun dan membuat ayah posesifmu itu cemburu! Aku tidak sanggup bergadang lagi malam ini!"

Jangan salahkan Kyungsoo jika ia menguliti Baekhyun dan ayahnya setelah ini. Apa kata si lebah centil ini barusan? Bergadang? Kenapa kesannya oh jangan-jangan—

"Kau tidur dengan ayahku, Baekhyun?!"

Baekhyun pucat pasi. Oh tidak ini salahnya! Salah bibir tipisnya yang susah diam kalau sudah merepet! Bagaimana nasibnya setelah ini?! Apa ia akan dijadikan sup? Apa anak tirinya ini akan menjadikannya makanan penutup bersama setoples selai kacang?

Selamatkan Baekhyun!

"Aku bertanya apa kau sudah dengan tidur dengan ayahku, Baekhyun! Jawab dengan benar!"

Sumpah demi apapun Park Kyungsoo yang kini berdiri didepannya dengan mata melotot galak lebih horror dari hantu paling horror yang diceritakan ayahnya saat masih kecil! Oh ini fix dia akan dijadikan sup untuk makan malam!

"Byun Baekhyun jawab pertanyaanku!"

"Kyu-Kyung i-itu aku- Kyung!"

Baekhyun menjerit ketakutan saat Kyungsoo tiba-tiba saja menarik turtle neck dibagian lehernya turun dan menyibak sebagian kaus diperutnya! Oh anak tirinya ini!

"Apa-apaan ini!"

"A—Aku bisa jelaskan K-kyung—"

"Tutup mulutmu dan ikut aku Byun!"

Oh! Tamat sudah riwayatnya!

.

.

.

.

Siang yang panas dan sungguh malang karena Chanyeol harus bergelut dengan berbagai jenis grafik dalam monitor didepannya. Dasinya tak lagi tersimpul dengan benar dan kemeja putihnya yang rapih sudah tergulung sampai sikut juga rambutnya kini telah kusut dibeberapa bagian.

Ada beberapa proyek yang tidak berjalan lancar dan bisa dipastikan ia harus lembur malam ini, meninggalkan ranjang hangat dengan gadis panasnya sendirian disana kedengaran begitu mengerikan ditelinga Chanyeol. Tapi lebih mengerikan lagi jika ia harus berakhir dengan menginap di kantor berhari-hari karena melalaikan pekerjaannya yang menumpuk.

Yah, berdoa saja agar istri manisnya yang kelewat manja itu tidak merajuk saat ia tinggalkan tengah malam nanti.

Bukan hal yang aneh jika Baekhyun makin sering merajuk padanya untuk hal-hal kecil seperti gadis itu akan marah jika Chanyeol pulang beberapa menit saja, gadis itu tidak akan berhenti mengomel semalaman jika Chanyeol lupa mengiriminya pesan saat makan siang dan yang paling manis istrinya itu akan menangis seperti anak kecil yang kehilangan ibunya saat terbangun dengan tubuh telanjang dibalik selimut jika hanya sendirian.

Baekhyun benar-benar membuat Chanyeol kerap melupakan umurnya apalagi jika gadis itu sudah melesak masuk dan bergelayut manja dalam pelukannya. Perbedaan usia mereka kontras dan harusnya Chanyeol bisa jauh lebih sabar menghadapi Baekhyun yang masih dirongrongi hormon remajanya yang menggelak, bukannya malah ikut terseret dan ikut jadi tidak sabaran dan suka merajuk. Konyol memang. Tapi yah, ia sangat senang melakukan hal-hal itu bersama Baekhyun.

Saat gadis itu mulai merajuk manja padanya atau saat Chanyeol melakukan hal yang sama rasanya dunia yang luas berubah jadi sempit. Hidup yang runyam berubah jadi simpel hanya karena satu alasan. Senyum Baekhyun yang membuat mata gadis itu menyipit. Chanyeol begitu senang melihat Baekhyun tersenyum, perasaan ringan yang sama ia rasakan saat melihat Kyungsoo tersenyum. Kepribadian dua gadis remaja itu bertolak belakang, namun saat Chanyeol melihat keduanya berinteraksi rasanya sama membahagiakan seperti saat pertama kali Kyungsoo bisa memanggilnya Daddy. Euforianya sangat hebat dan Chanyeol dibuat kesulitan menahan dirinya untuk tidak tersenyun saat mengingat anak dan istrinya yang manis dan lucu itu.

Oh well, jika tidak ingat tanggung jawabnya sebagai pemimpin utama diperusahaan Chanyeol akan memilih pulang dan menonton pinguin manis juga lebah centilnya yang kini pasti tengah berdebat manis diruang tengah dengan lagu pembukaan pororo sebagai background music. Kedua gadis itu pasti akan kelihatan menggemaskan saat berdebat apalagi jika salah satu diantara anak dan ibu itu kalah mereka akan datang padanya dengan wajah merajuk mirip anak bayi yang belum tumbuh gigi dengan rajukan,

'Chanyeol anakmu jahat!'

Atau,

"Tinggalkan berkasnya dan beri aku penjelasan sekarang juga Dad!"

Oh tidak! Bagaimana mungkin Kyungsoo bisa masuk dan mengamuk dalam lamunan siangnya? Apa ia tertidur saat melamun? Tapi rasanya tidak mungkin karena—

"Chanyeol-ah tolong aku.."

Ini nyata! Kyungsoo memang berdiri dihadapannya dengan tatapan nyalang dan Baekhyun berada dalam seretannya dengan ekspresi seolah

'Selamatkan aku dari amukan anakmu hikss..'

Firasat Chanyeol buruk!

"Ma-Maaf Presdir, nona muda kukuh ingin masuk saat saya-"

"Tidak apa-apa, Minseok. Kau bisa keluar dan tolong undurkan jadwal pertemuannya beberapa menit."

"Baik, presdir."

Chanyeol beranjak dari duduknya kemudian mendekati Kyungsoo yang masih berapi-api dengan tenang, ini bukan masalah sepele sampai-sampai putrinya ini rela kepanasan hanya untuk datang dan mengamuk dikantor. Maka dengan gerakan luwes, Chanyeol merengkuh bahu putrinya yang menegak marah kemudian mengusapnya dengan lembut,"Kau akan dapatkan apapun yang ingin kau dengar dari Daddy tanpa kurang sedikit pun. Jadi duduklah dan bicara dengan tenang, oke?"

"Tidak oke Dad!"

Kyungsoo terlalu marah untuk hal ini maka dengan segera, ia mendorong tubuh ayahnya menjauh kemudian menarik Baekhyun kesisinya dan menurunkan turtle neck yang menutupi leher gadis itu hingga terlihatlah jejak kemerahan yang tersebar disana.

"Daddy pikir apa yang Daddy lakukan? Daddy meniduri Baekhyun?!"

Chanyeol face palm, untung saja ruangannya ini ada dilantai teratas dan kedap suara. Jika tidak? Ugh, anak sulungnya ini sedang mencoba mempermalukan ayahnya sendiri.

"Daddy jawab aku!"

Kyungsoo menjerit lagi dan kali ini Chanyeol menghela nafas kemudian menarik Baekhyun untuk duduk disampingnya sementara si pinguin manis itu masih merajuk-rajuk minta penjelasan.

"Duduklah dulu, Kyungsoo sayang."

Gadis bermata bulat itu mendelik kemudian mendudukan tubuhnya enggan di sisi sofa yang tersisa."Jelaskan sekarang!"

Chanyeol tak menolak sama sekali, pertama-tama ia menggengam tangan Baekhyun kemudian mengusap keringat dingin yang turun dipelipis istri manjanya itu,"Ada masalah apa jika Daddy meniduri Baekhyun? Dia kan istri Daddy, ya kan Baek?"

Baekhyun mengangguk dan Kyungsoo kembali memerah dengan bibir mencebik,"Sudah aku bilang aku tidak mau punya adik! Lagipula apa Daddy sadar jika perempuan yang Daddy tiduri ini baru saja tingkat dua? Bisa-bisa drop out kalau ketahuan hamil!"

"Oww oww Chan, putriku ini kedengaran manis sekali saat khawatir."

Baekhyun dan Chanyeol terkikik sedangkan Kyungsoo merengut tidak suka dengan tatapan yang menajam,"Tutup mulutmu, Byun."

"Eh.. Eh.. Tapi Kyungsoo benar, Chan. Jika aku hamil bagaimana?"

Pertanyaan bodoh yang diajukan Baekhyun membuat Chanyeol berjengit geli dalam duduknya,"Apanya yang bagaimana Baek?"

"Bagaimana kalau aku hamil Chanyeol bodoh ugh!"

"Hamil ya hamil saja, Baek. Memangnya kenapa?"

"A-Apa kau akan tanggung jawab?"

Chanyeol terkekeh geli saat mendapati Baekhyun menatapnya takut-takut,"Tanggung jawab apa yang harus aku lakukan?"

"Eung.. Jadi ayah dari anakku?"

"Call! Aku mau jadi ayah dari anak-anakmu! Kita buat yang banyak ya."

Tingkah konyol nan romantis dua orang didepannya membuat Kyungsoo mendengus iri kemudian melipat kedua tangannya sinis,"Benar-benar pasangan idiot."

"Eyy Chan, pinguinmu cemburu lagi."

Kyungsoo melotot tak terima,"Apa kau bilang barusan Byun?!"

Bukannya merasa bersalah, Baekhyun malah tertawa semakin keras dan kembali melemparkan godaannya untuk si anak tiri.

"Margaku sekarang Park, Soo. Park Baekhyun sama denganmu Park Kyungsoo jadi berhenti memanggilku Byun Baekhyun oke? Dan jika aku memang hamil cepat-cepat, aku aku akan melanjutkan kuliahku setelah melahirkan."

Kyungsoo menjerit, Baekhyun makin tergelak penuh kemenangan dan mulailah Chanyeol kelimpungan untuk menangani dua gadis kesayangannya yang masih penuh hormon ini saat salah satunya menyahut minta pertolongan seperti,

"Daddy!"

"Oke, oke girls calm down okay?"

"Calm down apanya Dad! Apa Daddy tidak dengar perempuan ini akan mencampakan anaknya setelah melahirkan?!"

"Eyy.. Kan ada kau Soo, aku akan mengambil jadwal berlainan dan kita bisa bergantian menjaga babynya. Iya kan Chanyeol-ah?"

Chanyeol tersenyum kelewat semangat hingga dimplenya terlihat dikedua sisi wajahnya,"Itu ide paling cerdas, Bee. Jadi tidak masalah kalau aku membuatmu hamil sekarang kan? Jadi boleh aku tidak pakai pengaman?"

"Daddyy!"

Kyungsoo menjerit lagi dan Baekhyun tertawa renyah melihat gadis itu menyandarkan kepalanya pada punggung sofa dan menghentak-hentakan kakinya diatas lantai persis seperti bocah berumur 5 tahun yang sedang merajuk parah hanya karena tidak dibelikan permen.

"Jaga bicaramu didepan putriku yang masih gadis, Chan. Kau tidak ingat ancamannya akan minta dinikahi secepatnya oleh si dokter gila itu?"

"O-Oh Soo, maafkan Daddy. Hm?"

"Maaf, maaf. Maaf apanya Dad, mata dan telingaku sudah ternoda."

Mendapat jawaban sekenanya dari sang putri kesayangan, Chanyeol melempar tatapannya pada sang istri yang kini bergelung disampingnya,"Apa teman sekelas kalian ada yang tingkat mesumnya parah? Kenapa Kyungsoo polos kesayanganku bisa tahu jika tanda ini dihasilkan setelah aku tidur denganmu, Bee?"

Kyungsoo yang awalnya terkulai dramatis diatas single sofa kini menegakan tubuh dengan wajah pucat tak karuan,"A-Aku belajar biologi Dad!"

Baekhyun mencibir kemudian menatap anak tirinya itu dengan pandangan jahil,"Eyy.. Pelajaran biologi hanya mempelajari sistem reproduksi, bukan belajar tentang bercinta Kyungsoo sayang."

"Benar sekali, Bee."

Ugh! Baekhyun bodoh!

"Daddy.."

Anak pinguin galak yang lepas dari penangkaran kini berubah jadi anak gadis baik-baik kesayangan ayahnya. Kyungsoo merengek dengan wajah tanpa dosanya untuk membuat sang ayah meluluhkan tatapan menyelidiknya yang mengancam.

"Atau jangan-jangan ini ajaran Jongin, Chan? Dia memang dijuluki dokter paling mesum dirumah sakit."

"Jangan bawa-bawa Jongin, Baek! Ugh! Yang mesum itu kau! Mana ada gadis polos yang minta dimandikan Baekhyun bodoh!"

"Wow.. Wow santai Kyung, santai. Aku minta dimandikan suamiku, itu tidak salah. Nah jika kau yang minta dimandikan Jongin itu baru-"

"Baekhyun!"

Baekhyun menutup mulutnya rapat-rapat dan tersenyum tanpa dosa saat ayah dan anak itu menegunya secara bersamaan.

"Oke, guys. Aku cukup."

Chanyeol menghela nafas dan Kyungsoo masih saja mencebik kesal. Suasana hening sebentar sebelum Baekhyun kembali buka mulut seraya menanggalkan dasi Chanyeol yang sudah tidak karuan.

"Kau kacau sekali, Chanyeol. Pekerjaanmu sulit ya?"

Si pria yang lebih tua tersenyum tipis kemudian mematuk nakal bibir merah didepannya,"Agak sulit dan sepertinya malam ini aku lembur. Jadi baik-baiklah dirumah. Oke girls?"

Baekhyun dan Kyungsoo mendesah kecewa,"Yah Daddy/Chanyeol.."

Melihat ekspresi lusuh dari anak beserta istrinya membuat Chanyeol merasa bersalah lantas ia mengeluarkan dompetnya kemudian meletakan black cardnya diatas meja,"Pergilah cari beberapa mangkuk ice cream dan jadi gadis baik selama menunggu Daddy pulang, oke girls?"

Nah kalah sudah begini sih,"Oke Dad!"

"Oh Kyung! Ingat Prada yang kau lihat dimajalah kemarin?!"

"Baek! Aku akan dapat boneka pororo yang baru yeay!"

"Ayo cepat pergi!"

"Daah Daddy!"

"Daah Chanyeol! Aku mencintaimu muuach!"

Hah.. Kalau sudah begini, Chanyeol hanya bisa menggelengkan kepalanya takjub. Benar-benar bujukan yang mahal.

Nah semangatlah cari uang untuk hobi anak dan istri super imutmu itu Tuan Park! Haha..

.

.

.

.

Sayangnya kesibukan Chanyeol berlanjut hingga berlarut-larut dan itu berdampak langsung pada istri imutnya yang sekarang sudah mulai suka mencebik seperti pinguin dan protes habis-habisan. Dan cara protesnya yang benar-benar menggemaskan kerap kali membuat Chanyeol kesulitan menahan tawa dan membuat gadisnya itu makin bersungut-sungut.

"Kau pikir ayahmu yang posesif setengah mati itu akan mengizinkan? Mau pergi kemah saja izinnya ruwet sekali apalagi debut jadi girl group bisa-bisa aku diikat di tiang dan tidak boleh pergi kemana-mana."

"Ahaha.. Kau benar juga, Baek. Tapi sayang, suaramu kan bagus pemilik agencynya juga ayahmu kan."

"Karena ayahku yang punya urusannya makin tidak mudah anak pinguin. Lagipula kenapa kau juga tidak ikut audisi saja? Aktingmu saat pementasan drama bagus, suaramu juga bagus."

"Eyy.. Daddy akan marah-marah lagipula tidak perlu debut aku sudah jadi penyanyi kok, setiap liburan musim panas aku dan Daddy akan bernyanyi sama-sama semalaman penuh dan kami menganggapnya konser haha.."

"Ish! Jadi kalian selalu liburan tiap musim panas? Kenapa tahun ini tidak, jahat sekali.."

"Ada kau sih, ibu tiri. Jadi kami tidak pergi."

"Anak tiri durhaka!"

Chanyeol tersenyum tipis kemudian kembali menutup pintu kamar putrinya pelan-pelan tanpa menimbulkan suara. Memilih meninggalkan anak dan istrinya larut dalam obrolan mereka dan pergi kekamarnya sendiri untuk mandi sambil menunggu istrinya tidur. Nanti barulah akan ia bawa pindah gadis nakalnya itu dari sana.

Well, hubungan ibu dan anak tiri itu makin baik dan Chanyeol tidak menyesal harus sibuk dan ditinggalkan sendirian diatas ranjangnya yang luas. Sudah beberapa malam saat ia membuka pintu kamar, hanya pemandangan ranjang kosongnya yang masih rapih dan terasa dingin tanpa seorang gadis yang biasanya sudah bergelung nyaman dengan wajah lelapnya.

Rajukan besar-besaran yang dilayangkan istri mungilnya itu dimulai sejak beberapa hari lalu. Lebah centilnya itu lebih memilih mengungsi ke kamar Kyungsoo dan meninggalkannya sendirian. Saat Chanyeol membuka pintu kamar putrinya, ia akan menemukan dua sosok gadis muda yang tengah tidur.

Dan malam ini, setelah Chanyeol selesai mandi dan memutuskan kembali ke kamar Kyungsoo. Lagi, ia menemukan pemandangan itu. Oh lihatlah pinguin dan kelinci manisnya yang sedang saling serang. Mereka tidur dengan posisi tumpang tindih dan layar laptop masing-masing yang masih menyala didekat kepala mereka. Chanyeol mendekat kemudian membenarkan posisi anak dan istri kesayangannya setelah itu ia memilih duduk diujung ranjang kemudian mengambil laptop Kyungsoo yang berada tepat didepan kepala sang anak sulung.

Pria dipertengahan 30-an itu tersenyum tipis saat membaca apa yang ditulis anak gadisnya disana. Setelah puas membaca hasil tugas Kyungsoo, Chanyeol beralih pada laptop lainnya yang berada dalam mode tidur dan melakukan hal yang sama.

"Eunghh.. C-Chan?"

Chanyeol mengalihkan tatapannya dari layar laptop pada sosok yang kini menggeliat lucu dan mengerjapkan mata sipitnya berkali-kali,"Hai, Bee. Sudah mau kembali ke ranjangku sekarang?"

Senyum Chanyeol yang nampak seperti seringai kecil membuat Baekhyun yang masih setengah mengantuk kini bersemu dan merengek malu-malu,"Piggy~"

Pria yang lebih tua tersenyum geli dan tak enggan untuk permintaan si kelinci manis,"Ayo."

Baekhyun tersenyum menang kemudian melompat naik ke punggung suami tingginya dan melingkarkan lengannya dileher pria itu,"Come on, Sven!"

"Terakhir kali kau bilang aku ini Jerapah. Kenapa sekarang jadi rusa?"

Gadis ini membuat banyak panggilan untuknya di mulai dari pria tua, Park Yoda, telinga peri, Jerapah kelewat tinggi dan sekarang, Sven? Heol rusa di film Disney favoritnya, gadis ini benar-benar.

Chanyeol bersungut-sungut seraya menaiki tangga namun yang ditanya hanya terkikik senang seraya mengusap-ngusap hidungnya dibahu Chanyeol,"Sven juga lucu kok, ngomong-ngomong kau wangi sekali Ahjusii."

"Ck, aku kan sudah mandi, Baekhyun sayang. Cepat buka pintunya,"

Baekhyun mencebikan bibirnya kemudian meraih gagang pintu dan kembali menutup pintu itu tanpa turun dari punggung Chanyeol. Setelah pria itu duduk ditepi ranjang bukannya beranjak, Baekhyun malah melingkarkan tangan dan kakinya ditubuh Chanyeol dan menyandarkan wajahnya dipunggung tegap lelaki itu.

Mendapati tingkah manja dari istrinya setelah berhari-hari ditinggalkan membeku diatas ranjang membuat Chanyeol tersenyum idiot. Ia mengarahkan satu tangannya untuk menggenggam tangan Baekhyun didadanya sedangkan tangan yang lain ia gerakan untuk menepuk punggung kaki gadis itu diperutnya,"Senang sekali ya mengungsi ke kamar anakmu dan meninggalkan suamimu sendiri?"

"Senang sekali ya meninggalkanku kering diatas ranjang dan selingkuh dengan tumpukan kertas bodoh? Sana, pergi bercinta dengan berkas bodoh itu."

Suara imutnya teredam dipunggung Chanyeol dan terdengar samar, namun tak urung membuat pria yang lebih tua itu tertawa geli,"Mana enak sih bercinta dengan kertas, Bee. Enak juga dengan istriku yang wangi dan semok ini."

Baekhyun mencebik kemudian memukul punggung Chanyeol main-main saat pria itu mengusap sepanjang betis hingga pahanya yang terekspose jelas."Enak saja, tidak ada! Aku kan masih marah. Tidak ada jatah untukmu Ahjussi tua."

Chanyeol menoleh kebelakang dan Baekhyun menjulurkan lidahnya mengejek.

"Blee.. Biarkan saja adikmu itu karatan dibawah sana!"

"Eyy, Bee. Kenapa kau tega sekali padaku hm?"

Baekhyun makin protes berisik saat tangan Chanyeol makin menganggu dan terus merambat hingga kini menangkup bokongnya,"Ish! Kau mengerti bahasa tidak sih? Berhenti macam-macam karena jika adikmu itu bangun aku tidak mau tanggung jawab Chanyeol!"

Mendapat seruan galak dari sang istri tidak membuat Chanyeol menyerah dan malah makin gencar melancarkan serangannya,"Kalau kau tidak mau aku bisa sedikit memaksa kok, Bee. Nanti kau juga keenakan sendiri. Iya kan?"

Park Chanyeol dengan senyum miring dengan tatapan sensualnya membuat Baekhyun memerah sepeti tomat busuk,"A-Apa sih!"

"Jadi bagaimana? Kau mau aku serang sampai luluh atau—Aw sakit Bee!"

Pria itu mengerang kesakitan saat Baekhyun mengigit telinganya keras-keras,"Makanya kalau aku suruh diam ya diam, pria tua. Aku mau bicara."

Chanyeol meringis kemudian menarik sebelah tangan Baekhyun untuk mengusap telinganya yang kini pasti memerah, gigitan gadis itu tidak main-main."Ya sudah bicara saja, tidak usah gigit telingaku. Sakit tahu."

Nah, muncul lagi gaya merajuknya yang mirip anak tk. Baekhyun mendengus kemudian menarik tangannya dan mencium telinga Chanyeol lama sampai pria itu kembali memasang senyum idiotnya,"Kyungsoo melapor penemuannya pada Mama Park. Tadi siang Mama menelponku dan bertanya macam-macam, Chanyeol."

"Mama mengatakan sesuatu?"

Bibir Baekhyun mengerucut lucu dan wajahnya memerah saat mengingat ucapan mama mertuanya tadi siang,"Ma-Mama bilang.."

Ucapan Baekhyun yang menggantung membuat Chanyeol penasaran setengah mati dan kini berbalik menatap sang istri,"Mama bilang apa Bee?"

"Mama bilang.. Kau harus ugh— kenapa aku harus mengatakan ini."

Melihat wajah istrinya yang memerah tak karuan membuat Chanyeol tak bisa menahan diri untuk melayangkan kecupan ringannya dibibirnya yang setengah terbuka,"Katakan saja, Bee. Mama bilang apa?"

"K-Kau harus ugh, pakai pengaman Chanyeol."

Tawa Chanyeol pecah dan Baekhyun merengut kesal merasa ditertawakan, ia memukuli Chanyeol dengan brutal sampai pria itu kewalahan sendiri menanganinya,"Ugh! Ahjussi bodoh! Idiot! Jangan tertawa ish! Chanyeool! Berhenti tertawa Park!"

"Aish... Aish.. Oke, Bee. Lagipula kenapa hanya bilang begitu saja repot sekali." Chanyeol tersenyum miring dengan wajah mesumnya dan sumpah, Baekhyun tidak kuat melihatnya lebih lama. Mendapati istrinya yang merona hebat Chanyeol berhenti tertawa kemudian menggenggam tangan Baekhyun lembut dan mengecupnya disana,"Aku tahu kau masih belum mau hamil, aku mengerti kok, Bee. Jangan khawatir, aku akan pakai pengaman. Mungkin mulai sekarang kau mau belajar memasangkannya untukku?"

"Ish! Chanyeol berhenti menggodaku!"

Baekhyun merasa wajahnya panas sekali ugh, pipinya pasti sangat merah sekarang!

Bukannya berhenti, pria itu malah makin gencar melancarkan godaannya pada sang istri."Aku serius, Bee. Bagaimana? Mau coba memasangkannya hm?"

Chanyeol yang makin mendesak membuat Baekhyun perlahan mundur hingga tubuhnya kini menabrak kepala ranjang dan ia setengah terbaring. Chanyeol merangkak diatasnya dan Baekhyun merasa jantungnya berdebar sangat kencang apalagi saat pria itu kembali melayangkan senyum miring kesukaannya,"Ugh C-Chanyeol.."

"Hm?"

"Menyingkir Chan uhm—"

Tangan Baekhyun sibuk menekan bahu Chanyeol saat pria itu makin merendahkan tubuhnya hingga nafas mereka beradu,"Kau kan belum jawab pertanyaanku. Mau belajar pasangkan pengamannya tidak?"

Suara huskynya yang rendah begitu dekat membuat Baekhyun merasa tergelitik hingga perutnya terasa menegang,"C-Chan—" gadis itu makin kesulitan mempertahankan akal sehatnya saat Chanyeol sengaja berbicara didepan bibirnya yang kini setengah terbuka akibat peraduan nafas mereka.

"Kau manis sekali sih, Bee. Aku jadi tidak tahan."

"Eung.. Chan—Ahh.. Chanyeol.."

Baekhyun memejamkan matanya kuat-kuat dan meremas rambut belakang Chanyeol saat merasa nafas dan bibir pria itu bermain-main disepanjang lehernya. Pria itu tidak melumat dan menghisap lehernya seperti biasa, hanya mengendus dan menyapukan hidungnya yang tinggi untuk naik turun disana tapi entah kenapa rasanya begitu menggetarkan.

"Chan-Chanyeol.."

Puas melihat reaksi Baekhyun yang kepayahan, Chanyeol mengangkat wajahnya kemudian menatap gadis itu lekat-lekat,"Kenapa hm?"

Baekhyun yang ditatap dalam dari jarak dekat kembali merona parah,"Ma-Mama park bilang kau tidak tertarik dengan perempuan mana pun meski yang Mama kenalkan cantik-cantik dan dewasa. Ta-Tapi kenapa kau.. Kenapa kau mau menikah denganku?"

Chanyeol yang menyungingkan senyum tipis juga Chanyeol yang mengusak pucuk kepalanya dengan sayang membuat kalimat yang Baekhyun susun sedari siang buyar seketika. Pria itu meluruhkan tubuhnya kesamping dan kembali membawa Baekhyun kedalam posisi paling nyaman mereka, Baekhyun diatas dadanya. Chanyeol mengusap punggung Baekhyun dan matanya tetap menatap gadis itu dalam-dalam.

"Aku tidak butuh perempuan cantik yang dewasa karena itu tidak menjamin apapun. Kau tahu? Ibu Kyungsoo adalah cinta pertamaku dan usinya hampir lima tahun diatasku, saat itu dia adalah perempuan dewasa yang cantik dan membuatku jatuh cinta setengah mati sampai gelap mata."

Baekhyun meneliti ekspresi Chanyeol dalam diam.

"Aku sangat mencintainya dan setiap kali pikiran jika dia akan pergi dariku datang aku seperti orang gila. Saat remaja aku ini anak nakal, aku tidak asing dengan balapan liar dan club malam meski usiaku masih 16 tahun, hanya obat-obatan saja yang tidak ku sentuh. Mama dan Papa sibuk dan kenakalanku makin menjadi sampai puncaknya saat aku menghamili ibu Kyungsoo."

Air muka Chanyeol yang berubah pahit membuat Baekhyun merasa perasaan asing dihatinya.

"Dia kalut dan aku juga, tapi yang tidak pernah aku sangka adalah niatnya untuk menggugurkan kandungan yang bahkan masih beberapa minggu. Aku frutasi sampai akhirnya Mama tahu dan perempuan itu sepakat untuk tidak mengugurkan kandungannya tapi dia tidak mau merawat Kyungsoo.."

Baekhyun tak bisa menahan diri untuk bertanya,"Apa Kyungsoo tahu tentang hal ini?"

Pria itu mengangguk dengan senyum pedihnya yang berusaha disembunyikan,"Mungkin karena inilah dia selalu menolak perempuan yang dikenalkan Mama. Dia setuju aku menikah denganmu karena dia ketahuan pacaran dengan Jongin."

Raut wajah Chanyeol yang berubah santai membuat Baekhyun perlahan merasa lega, ia kembali menatap Chanyeol dan pandangan mereka bertemu. Baekhyun sama sekali tak bisa menahan diri untuk ikut tersenyum saat pria itu menyungingkan senyum yang begitu ringan beserta usakan kecil dipucuk kepalanya.

"Aku hancur saat mendengar hal itu, rasanya seperti akulah orang yang paling menderita tapi saat melihatmu dipertemuan pertama kita. Sepertinya kau punya beban lebih berat dari yang aku tanggung, apa yang dikatakan mantan pacarmu sampai kau harus berguling-guling dalam mobil dan koma begitu lama?"

Mata Baekhyun memerah dan gadis itu bergetar kebingungan saat masa kelamnya disinggung,"Sa—saat itu hujan dan Yifan ge menelponku, dia bilang.. Hubungan kami berakhir, selama ini dia tidak merasakan apapun dan hanya kasihan padaku. Pahadal.. Padahal.." tangis Baekhyun pecah dan gadis itu tak bisa mengendalikan air matanya yang mengalir deras.

"Hikss.. Dia selalu ada untukku sejak aku kecil. Saat umma dan appa bertengkar Yifan ge akan memeluk dan menutup telingaku supaya aku tidak bisa dengar apa-apa. Bahkan.. Hiks.. Saat umma pergi dia yang menghiburku, hiks.. dia bilang dia tidak akan pergi.. Yifan ge segalanya untukku. Tapi dia—hiks.."

"—dia meninggalkanku dengan jahat hikss.."

Sekarang Chanyeol paham dengan apa yang terjadi pada gadis ini. Baekhyun hanya memberi terlalu banyak dan pria itu..

"Menangislah sepuasnya tapi kau harus berjanji ini terakhir kalinya kau menangisi pria brengsek itu."

Baekhyun menatap Chanyeol dengan wajahnya yang penuh air mata,"Ma-Maaf.. A—Aku—"

Pria itu tersenyum begitu ringan,"Tak apa. Aku mengerti, tapi yang kau harus tahu. Kapal tidak tenggelam karena air yang ada disekitarnya tapi tenggelam karena air yang masuk kedalamnya. Jangan biarkan apa yang ada disekitarmu mempengaruhimu begitu jauh dan membuatmu tenggelam."

Usapan hangat Chanyeol dipunggungnya membuat tangis Baekhyun terhenti sejenak,"Kau sangat terluka dan kau berhak marah. Tapi kau tidak berhak menyiksa dirimu sendiri, anggap saja pria itu hanya mimpi buruk, kau tidak perlu memandang bekas lukanya lebih lamalagi karena pria itu bukan apa-apa. Kau punya masa depanmu denganku, maafkan Yifan dan ambil pelajaran darinya, hm?"

Baekhyun sama sekali tidak pernah berpikir jika Chanyeol akan melihat dirinya sampai sedalam itu, selama ini ia selalu berusaha tersenyum juga bersembunyi dibalik semua tingkahnya dan tidak pernah ada yang tahu jika ia benar-benar terluka atas perpisahan ayah dan ibunya apalagi kepergian Yifan. Tapi Chanyeol..

"Hiks.. Kenapa kau tidak pernah berhenti membuatku terkesan Pak Tua? Kau bahkan tidak pernah menyuruhku berhenti menangis dan selalu menemaniku sampai berhenti. Kalau aku jatuh cinta sampai gelap mata bagaimana?"

Chanyeol terkekeh kemudian mengusap air mata yang mengalir deras diwajah Baekhyun dengan jemarinya,"Kalau kau mau menangis, menangislah Bee. Tidak perlu tersenyum karena rasanya hanya akan lebih menyakitkan. Kau hanya perlu menumpahkan segala rasa sakitnya dan aku akan membuatmu tersenyum setelah itu."

"Hiks..Chanyeol.. Hiksss.. Jangan tinggalkan aku!"

Mendengar rintihan gadis yang berada dalam pelukannya membuat Chanyeol merasa buruk. Ekspresinya berubah pahit dan ia kembali mengusap punggung Baekhyun untuk memberi gadis itu ketenangan."Sshh.."

"Ka-Kalau.. Kau juga meninggalkanku a-aku tidak tahu harus bagaimana hikss.."

Ucapannya yang tersenggal karena tangisan membuat Chanyeol membawa kedua tangannya untuk meregkuh wajah gadis itu kemudian mengecupi seluruh wajahnya dengan lembut,"Aku disini. Kau pikir aku akan kemana hm?"

"Jangan pergi... Hiks.. Jangan pernah tinggalkan aku.."

"Kau bisa bertauh percaya padaku, sayang."

"Hikss.. Chanyeol... Chanyeol.."

"Apa hm?"

Baekhyun berhambur kedalam pelukan Chanyeol dan menangis keras diceruk leher pria itu seperti anak kecil yang baru saja menemukan ibunya setelah hilang sekian lama. Pelukan Chanyeol, senyum pria itu juga usapannya yang hangat membuat Baekhyun menyadari satu hal. Setelah sekian lama terlantung tanpa pegangan akhirnya ia menemukan jalannya untuk kembali pulang.

Kasih sayang Chanyeol adalah rumahnya.

Gadis itu mengangkat wajahnya dari ceruk leher Chanyeol dan tersenyum dengan wajah sembab juga matanya yang bengkak.

Chanyeol membalasnya dengan senyum juga usapan sepanjang rahang tirus gadis itu,"Sudah lebih baik?"

Baekhyun mengangguk,

"Baguslah. Kau lebih cantik saat tersenyum."

"Aku sudah memutuskan satu hal."

Kening pria itu mengerut heran,"Apa?" smirk diwajah Baekhyun, kerlingan matanya yang nakal juga lututnya yang perlahan menggesek keatas selangkangannya membuat Chanyeol belajar satu hal lain tentang sosok istri manisnya itu malam ini,

"Aku akan belajar memasangkan pengamannya untukmu, Chanyeol Oppa~"

Gadis itu kembali mengerling nakal kemudian,

Srek!

"O-Ouh.. Baek!"

Ugh! Gadisnya ini berbahaya Man!

To Be Continue

.

.

.

.

Okee please jangan timpuk gue untuk chapter yang silly sama naena yang dipotong dibagian akhir Muehehe.. kayaknya udah keahlian gue deh ya nyekip adegan enaknya mamih sama papih wkwkwk. Haruskah gue ganti ratednya? TT gue juga kesel nyekip encehnya mulu sih gaess salahin aja nih jari gue yang mugen wkwk.. Holaaa setelah ffnya ditumbuhi jamur akhirnya gue apdet dengan chapter yang makin aneh aja TT Maafkan guee ya gaess.. Makasih buat kalian yang udah nyempetin buat review and betewe review kalian tuh imut imut gue jadi pengen balesin satu- satu deh

myliveyou udah dilanjut yaa kak selamat baca yaa lupika oke sipp makasih atas masukannya yaa kak gue emang rada lemot nyari konflik yang berat muehehe sorry karena gak bisa fast up selepy muehehe makasih juga ya kaak maafkan best moment yang gak ada anget-agetnya sama sekali Byun jaehyunee muehehe gue dapet kecup coba hahaha gue ngakak parah liat review lu kak duda rasa perjaka spesies yang anggotanya cuma ceye doang yaa wkwk ini udah di next semoga tetep mau baca yaa Parkiie makasiih aku juga suka sama kakak reviewnya tapi muehehe ini udah di lanjut ya kak selamat baca~ pinkeury iya naena yang ga hot kan TT iya ya Baek kapan hamil? Muehehe.. Ini next chapnya kaak dibaca yaa parkobyunxo salah ga tuh gue ngetik namanya kak? Hehe.. makasih udah review ya kaak tapi udah ketauan kyung tuh gimana dong wkwk .96 iyaya kasian ceye udah gak tahan muehehe Baekkinya hamil gak yaa ay hihi.. udah di next ya kaak Baekachu Akhirnya ceye dapet jatah ya kaak gak gegana lagi deh wkwk ugh Baeek banyak yang minta hamil niih meuehehe RateMLovers614 kakak paham banget sama kyung wkwk puntennya teu fast up teh haha enceh? duh kedah kumaha atuh abi teh haha yong1273 Jirr kak kenapa lu malah nangis? gue kirim papih kw 13 ke rumah lu mau? eh jangan ding wkwk.. iya deh nanti dicoba ya bikin baek nangis garagara kyung Markeu Noona iyaaa kurang bangeet malah ketauan deh pertama kali bikin ginian wkwk udh di next ya kaak Istri Park Ganteng Chanyeol gue tahu papih ganteng kak, gak usah diumumin kan wkwk pleasee ampun xD aku cinta deh sama review kakak yang panjang ini kapan kapan kita gosipin si ayah bareng bareng ya wkwk syaran bermutu kaak gue dapet ide masa muehehehe misslah udh dinext nih kaak vibrator yeee jebool hahaha gue gak kabur kok kak nih gue balik muehehe syukur deh kalo kakak terhibur baca lagi yaa kaa afrilany pahsya selamat cengegesan lagi yaa kaak udah di next nih Nadhefuji oke kak oke makasih ide yaaa sini gue peluk kwkwk Lisha231 iya kaak ini gak hot sorry ya up nya lamaa baca lagi yaa kak hasss iyakyung kecolongan TT Kyung kudu otteohke kaa? wkwk ssuhoshnet makasih kaak keep writting yes Nikeisha farras ffnya jan mati kaak belum end kan wkwk akhirnya naenaa maafkan naena yang gak hot iya akhirnya naena ini udah dilanjut kaa met baca eaa wkwk iya okee bakal gue kembangin ya idenya makasih hehehe baekyeol1097 udah di next kaak baca yaa pepepe udah di next nih kaak n3208007 Figthing kaak! Ganbatte! msLuhan87 iya kaak kurang hot hot iya nanti ku kembangin ide ceritanya makasih kaak rizkaa iya gimana dong kaak? kesian baekki kalo jadi korbannya kyung terus wkwk semangat kaa BaekHill iya kaak gengsi gengsi gimana gitu kan haha iya kaak siaap nanti baeknya dipikirin dulu yaa sherli898 udah dilanjt nih kaak C-ChuB oh kakak tau nggak kalo yang bikinnya semu alien jadi ffnnya anti mainstream wkwk pertanyaannya udah dijawab di chap ini yaa, maklumin papih loey yang nakal maafkan idenya yang baru ke kumpulsekarang makasih juga karenaa udah ngingetin buat apdet kaak selamat baca yaa 21hana iya cutee kayak review kakak iya kak pasti semangaat makasih udah suka sama ffnyaa Chanbaek6140 Iya kaak dilanjut nih iya nih jangan konflik berat yaa maaf ya gak bisa fast up mons'cbhs'kdj kaan gaulnya sama bocah imut ae kak jadi berasa muda wkwk ini dilanjut yaa yousee iya kak takut diganggu tuh hahaha Arum364 banyak banget kaak suami-able banget kan wkwk tuh mamanya kyungsoo nyempil dikit ya kaak dhantieee udah dilanjut kaak gimana kak kambingnya lahiran belum? cb aja udah naena tuh wkwk Fyenna623 iya pihh dicek mesyumnya tolong wkwk pihh dikatain pedofil nih muehehehe Guest udah di next kaak rly iya kaak papih chan paling tuir daeri2124 udh di next kaak baekkiepuppy udah dilanjut nih kaah selamat baca yaa Yoon745 ini dilanjut kaak shinshiren udah di apdet nih kaak penantiannya berakhir kaan muhehe

Maafkan ffnya yang makin receh, keep review yaa.. See you next chap gaess SARANGHAEYOOO

/lambai bareng cb/