I'll Walk You Home

.

.

Park Chanyeol & Byun Baekhyun

.

.

.

Semuanya berawal dari Nyonya Park yang lelah melihat putranya selalu sendiri dan Kyungsoo, sang anak yang menolak gagasan Mommy baru. Lalu karena klausul bodoh yang Kyungsoo buat dengan daddynya, ia harus menahan rahangnya agar tidak jatuh saat melihat siapa calon pengantin ayahnya."Demi apa kita bahkan duduk dikelas yang sama Byun!"

WARN Ini Gs! Gs! Gs! ChanBaek in love area. Gak suka? Nagajuseyoo. Kalo ada kesamaan ide cerita cuma kebetulan karena gue jodohnya Kang Kyuhyun wkwk

.

.

Untuk beberapa saat, Yebin nampak didera disorientasi sebelum akhirnya ia buka mulut dengan ragu.

"Park Baekhyun?"

Nada suaranya terdengar bingung menyulut Kyungsoo untuk tersenyum miring dengan mata bulatnya yang bersinar jahat,"Ini Park Baekhyun, istri Daddyku." Gadis itu melirik pada si ibu tiri yang kini duduk diam dengan wajah dibuat sok polos. Aih, Kyungsoo lupa kalau ia tidak perlu khawatir lagi, si lebah centil ini kan jagonya buat orang kesal jadi—

"Apa yang Ahjumma lakukan disiang berpeluh dalam ruangan suamiku?"

Kyungsoo mengembangkan senyum puas dan Yebin menelan ludahnya kelu, ia panik bukan main. Baekhyun ini.. Baekhyun ini..Ah tidak, ia tidak boleh bicara yang tidak-tidak.

"Aku.. Aku.. Kyungsoo dan Bai—Ah tidak, maksudku Baekhyun. Aku datang untuk menyerahkan undangan, aku akan menikah. Jadi.. Jadi.. Bi—bisa kalian biarkan aku pulang?"

Diam-diam, Baekhyun dan Kyungsoo saling melempar pandangan aneh. Kenapa perempuan ini gugup sekali? Wajahnya pucat dan tubuhnya bergetar seperti baru diberi shock terapi padahal Baekhyun kan tidak melakukan apa-apa yah setidaknya belum sih. Ah mungkin karena aura menakutkan mereka memang seram?

Nyonya muda Park itu mengibaskan rambutnya kebelakang, merasa sombong karena berhasil mengintimidasi Yebin tanpa melakukan apapun. Senyumnya tengil dan tubuh mungilnya kini perlahan turun dari sisi wastafel kemudian berdiri pongah disamping sang anak tiri yang tersenyum congkak. Mereka benar-benar kompak untuk urusan ini.

"Tenanglah Ahjumma, kami tidak melakukan apapun kok. Kenapa tegang sekali sih?"

Suaranya yang dibuat selembut mungkin membuat Kyungsoo terbahak dalam hati, begitu puas melihat wajah Ahjumma genit itu begitu ketakutan dibawah intimidasi si ibu tiri. Oh well, biarkan saja si lebah centil ini bertingkah sesuka hati, lagipula Kyungsoo sudah janji hanya akan menonton. Sisanya biar dibereskan si ibu tiri, Kyungsoo tidak suka jika Kim Yebin masih menemui ayahnya. Dan oh demi apa, Ahjumma yang tergagap ini menghibur sekali ya ampun!

"Aku.. Aku tidak tegang tapi—"

"Eyy kau bergetar, Ahjumma."

Si burung hantu menyela dengan senyum mengejek yang tersungging apik. Ya ampun wajahnya! Hahaha..

"A-Aku tidak!"

"Kau iya."

Baekhyun terkikik geli dan Yebin menggeleng frustasi, ia tidak sanggup berada dalam situasi ini lebih lama! Oh ya ampun! Chanyeol akan mencekiknya! Tuhan tolong hikss.. Bagaimana caranya ia lari? Bagaimana?!

"O—Oke! Aku bergetar! Aku tegang! Aku takut pada kalian! Jadi tolong buka pintu sialan ini dan biarkan aku keluar! Jangan biarkan Chanyeol tahu aku ada disini dan kumohon biarkan aku keluar!"

Dua gadis muda didepannya hanya mengangkat bahu dan Yebin berubah makin frustasi. Oh tidak, tidak, ini positif. Park Chanyeol akan mencekiknya! Yebin harus segera keluar dari sini! Ia tidak boleh berurusan bersama Park Baekhyun dan Park Kyungsoo jika ingin selamat! Ia harus pergi! Secepatnya!

"Kau pikir semudah itu?"

Suara yang begitu dingin menjadi celah pembuka bagi siksaan kecil yang mendera batin Yebin. Baekhyun berjalan santai dengan langkah mengintimidasi, gadis itu mengeluarkan aura hitam dibelakang punggungnya dan Yebin mundur perlahan. Baekhyun tak berniat berbaik hati pada Ahjumma didepannya,"Semua ini tidak akan selesai jika kau tetap menemui suamiku Ahjumma."

Baekhyun makin dekat sampai langkahnya terkantuk pintu, Yebin jatuh terduduk didepan Park muda yang masih berdiri dengan pongah. Matanya bersinar penuh ketakutan,"A—Aku akan berhenti menemui Chanyeol jadi tolong—tolong buka pintunya Baekhyun-ssi! Buka pintunya!"

Yebin yang menjerit-jerit buat Baekhyun tidak tega, jadi seraya melipat tangan didada dan mengedip polos Nyonya Park itu menunjuk pintu dengan dagu,"Pintunya dibelakangmu Ahjumma. Kuncinya juga mengantung disana kau ini kenapa? Disentuh saja tidak, berlebihan sekali ish.."

"Oh Tuhan! Terima kasih!"

Yejin lari bagai orang kesetanan.

Baekhyun menyerngit melihat si Ahjumma genit itu lari pontang-panting meninggalkan restroom. Bibir tipisnya berdecak sebal, kemana gaya angkuhnya saat berjalan menyusuri lorong tadi? Cih, digertak begitu saja sudah takut. Padahal tadi rencananya ingin Baekhyun kurung disalah satu bilik restroom, tapi baru dikunci diluarnya saja sudah ketar-ketir apalagi dikunci dibilik yang sempit? Heol.. Dasar penakut.

"Ahjumma payah!"

Baekhyun mengangguk setuju,"Aku pikir Ahjumma itu punya sindrom panik. Aku bahkan tidak menyentuh ujung rambutnya, Kyung."

Si anak tiri ikut mencibir,"Dia memang payah. Ayo pulang, jangan sampai Daddy tahu kita datang saat Daddy tidak ada."

Oh, ini kesempatan bagus! Baekhyun menyeringai jahil kemudian menempel pada si anak tiri seperti parasit,"Kyungie~~ Belikan aku white frape yayaya?"

Mata Kyungsoo membulat ngeri. Oh tidak! Si bantet ini mulai lagi!

"Jauh-jauh kau Byun!"

"Kyungie~ Ayolah! Yaya? Bbuing~ Bbuing!"

"Tidak mempan babo! Menyingkir dari jalanku!"

"Kyungiie hikss.."

"Bodo! Pergi sana ibu tiri!"

"Ya! Anak tiri!"

"Apa? Kau siapa? Maaf tidak kenal!"

"Yah! Park Kyungsoo ugh!"

.

.

I'll Walk You Home

.

.

Gelap telah menyentuh horison, lampu-lampu dinyalakan dan hiruk pihuk di Park Corporation yang besar nampak lengang. Gedung besar itu nyaris kosong dan hanya tinggal sosok Chanyeol yang begitu betah dalam kegelapan. Pintu berderit pelan lalu suara berat yang berisik memecah kesunyian yang terasa asing.

"Hai man, ada apa dengan istri mudamu sampai kau minum sendirian huh?"

Ruangan itu nyaris gelap pekat, hanya saja sedikit terbantu dengan cahaya temaram dari gedung sekeliling yang masih terang. Diam-diam dalam duduk tenangnya, Chanyeol mendengus menyadari kehadiran sosok lain diruangannya. Oh well, itu adalah temannya yang paling miring, si Oh sialan Sehun.

Chanyeol mendelik kesal."Tutup mulutmu,"

Dasarnya Sehun bebal, bukannya tersinggung atas ucapan ketus si Park, si albino itu malah tertawa keras-keras dan dengan tidak tahu malu mengambil satu gelas lain yang tersedia, menuang wine disana."Ayolah bung, tidak usah sesensitif itu denganku. Jika gadis mudamu itu kewalahan melayanimu kau bisa menelpon salah satu jalangmu dan semuanya selesai."

Kali ini, Chanyeol melempar pandangan malasnya,"Aku tidak nafsu pada jalang mana pun."

Sehun bertepuk tangan heboh."Kau sakit Park? Suami jalang mana yang menyambitmu? Sialan, otakmu jadi miring begini."

Heol, bagaimana bisa predator macam Park Chanyeol kehilangan selera pada jalang-jalang kelas atas yang selalu mengantri untuknya? Apa selama ia pergi Chanyeol kena sambit jalang yang ia ditiduri? Atau jangan-jangan kali ini si arogan Park ini tidak berhasil kabur dari kejaran suami perempuan yang ia jadikan teman one night stand? Oh demi apapun, hal besar macam apa yang membuat seorang Park Chanyeol kehilangan minat?

"Sederhana saja. Aku pria beristri."

Apa kata si Yoda barusan? Pria beristri heh? Sehun mendengus geli. "Cobalah tipu siapapun dengan bualan itu, jangan aku man."

Tapi Chanyeol tidak peduli. Masa bodoh dengan penilaian Sehun untuknya, ia tidak mau ambil pusing. Sekarang ada banyak hal yang perlu ia pikirkan dan menanggapi bualan si albino itu sama sekali tidak membantu menyelsaikan masalah.

"Untuk apa kau datang, Sehun?"

Pria itu menjeplak tanpa berpikir."Hanya mencoba peruntungan, jadi apa kau sudah bisa merelakan putri sulungmu untuk kunikahi?"

"Mati saja kau sialan."

Sehun tergelak puas dan Chanyeol yang melihatnya kini menggeram dengan rahang mengeras. Berani sekali si albino itu berkata ingin menikahi putrinya. Cih, sampai kapanpun Chanyeol tidak pernah sudi membiarkan Kyungsoo dekat dengan si albino itu barang satu kaki saja. Ia dan Sehun sama, sama-sama brengsek yang meniduri jalang, bagaimana bisa ia membiarkan putrinya dengan pria macam itu? Sampai mati pun tidak akan Chanyeol biarkan.

"Ayolah Ayah mertua.. Jangan terlalu serius hm?"

Alisnya yang naik turun menggoda nyaris membuat Chanyeol muntah. Demi apa! Err.. Tampangnya sudah seperti paman mesum yang sedang menggoda bocah sd, menjijjikan!

"Tutup mulutmu sebelum aku merobeknya, Oh."

Yang diancam tertawa geli kemudian mengendikan bahu. Well, bukan setahun dua tahun ia mengenal Chanyeol dan Sehun paham pria itu tidak akan pernah bisa santai jika pembicaraan mengenai putrinya diangat kepermukaan. Si Yoda itu ayah yang sangat posesif, malanglah pria manapun yang menjadi calon menantunya.

Jadi seraya merelakan pemikirannya untuk meminang Kyungsoo lebur jauh-jauh, Sehun menyandar pasrah dan membuka topik serius,"Baiklah, baik. Aku datang untuk beberapa hal setelah liburan panjang."

Chanyeol hanya menaikan sebelah alis pertanda mendengarkan.

"Pertama, Wu Yifan punya seseorang untuk mengawasi Baekhyun."

Itu basi, cibir Chanyeol dalam hati. Namun kemudian ia mengangguk untuk hal pertama.

"Yang kedua, perempuan itu sudah menikah sekarang. Dengan seorang pria Eropa dan mereka menetap di Venezuela."

Kali ini, pria bermarga Park itu mengetuk jarinya sebagai perintah agar Sehun melanjutkan.

"Yang ketiga, aku dikira penguntit gara-gara perempuan itu. Dan yang keempat berhentilah menyuruhku membuntuti perempuan itu karena aku ini pengacaramu bukan budakmu sialan!"

Chanyeol tertawa keras sampai perutnya sakit dan ia bertepuk tangan heboh, begitu puas melihat wajah pucat lelaki didepannya memerah menahan amarah. Pria itu meringis dalam hati. Oh ya ampun, kapan terakhir kali ia melihat si albino itu marah-marah sampai wajahnya merah? Ingatkan Chanyeol untuk melakukannya sering-sering, demi apa otot wajahnya yang kaku seharian ini mulai lemas! Sehun kelihatan bodoh sekali barusan haha..

"Hentikan tawa sumbangmu idiot! Kau membuat telingaku rusak!"

Chanyeol pun meredam tawanya dan memasang ekspresi geli,"Semua berita yang kau bawa itu basi, Tuan Pengacara. Kau tahu siapa orang Yifan? Dia adalah Kim Jongin, pacar anakku dan untuk informasi, aku baru saja akan membereskannya. Dan kau bilang perempuan itu menikah? Yebin baru saja memberitahuku tentang itu, dia bertemu perempuan itu di Venezuela."

"Sialan, kau bilang tidak berselera pada jalang mana pun tapi kenapa Yebin menemuimu?"

Chanyeol mengendikan bahu kemudian melempar sebuah kertas berpita pada si albino."Dia menyerahkan undangan, bodoh."

Undangan?

Sehun membuka kertas itu dengan kening mengerut,"Kau hilang nafsu karena jalang favoritmu akan menikah? Aku pikir karena istrimu."

"Memang karena istriku. Baekhyun memintaku berhenti dari kegilaan malam hari." jawab Chanyeol tegas dan Sehun memutar bola matanya malas. Nyatanya, si tuan pengacara ini kadang terlalu bengal untuk diberi tahu.

"Memangnya kau beritahu Baekhyun jika kau suka meniduri jalang?"

Yayaya, biarlah si Park ini membual sesuka hati. Mana bisa Sehun percaya dengan ucapannya, selama Chanyeol belum menikah, bukan sekali dua kali Sehun harus terjaga dari tidur malamnya untuk mengurusi masalah si arogan Park yang kelepasan meniduri istri orang. Dan sekarang ia bilang hilangan nafsu? Cih, katakan itu didepan pantatnya.

Chanyeol yang kesal mendengus keras-keras kemudian menatap malas pada lawan bicaranya yang terlalu banyak mulut malam ini,"Tentu saja tidak bodoh."

"Jadi, apa kau benar-benar berhenti meniduri para kekasih bayaranmu Chanyeol?"

Mungkin ucapan Sehun terlalu kasar saat ia bilang tidur dengan para jalang, karena nyatanya yang Chanyeol tiduri hanya beberapa perempuan yang merangkak padanya untuk hubungan simbiosis mutualisme juga beberapa teman kencan buta yang dijanjikan ibunya. Chanyeol mendapat kepuasan dan mereka dapat apa yang mereka mau meski padanya akhirnya tidak satu pun dari mereka yang berhasil membuat Chanyeol tertarik. Lain dengan Baekhyun.

"Sudah ku katakan aku berhenti, Sehun. Untuk Baekhyun."

Sehun mengangguk takzim. Masih belum bisa percaya sepenuhnya. Park Chanyeol benar-benar berhenti?

"Dan Chanyeol, apa yang kau maksud dengan membereskan pacar Kyungsoo? Kau tidak benar-benar melakukannya kan?"

Pria itu mengulum senyum miring, beranjak dari kursi kebesarannya kemudian berdiri didepan dinding kaca yang menampilkan pemandangan kota dimalam hari. Sebelah tangannya menyelami saku celana formalnya dan tangannya yang lain bergerak penuh perhitungan hingga wine dalam gelasnya bergolak dan menguarkan wangi yang khas.

"Kau tahu, Kyungsoo mungkin tidak akan pernah memaafkanmu jika kau melakukan hal yang tidak benar apalagi pada pria ia sayangi. Apa yang akan kau lakukan Chanyeol?"

"Tenanglah Sehun, aku hanya akan membuatnya terasing agar dia berhenti berurusan dengan Yifan."

"Berapa lama?"

Pria itu mengangkat bahunya dan berbalik,"Mungkin hanya satu atau dua tahun, sampai aku bisa yakin jika Yifan tidak akan macam-macam. Aku masih belum bisa mendapatkan Baekhyun seutuhnya."

Park Chanyeol memang tidak terduga, Sehun pikir setelah Kyungsoo lahir pria itu akan berubah dan menjadi lebih baik. Pada kenyataannya Chanyeol memang ayah yang baik dan ia berhasil membesarkan Kyungsoo dengan penuh kasih sayang. Tapi dibalik sosoknya yang penyayang dan penuh perhatian, pria itu masihlah seorang Park Chanyeol yang licik dan pendendam, Chanyeol mungkin berhenti pergi ke bar dan menjadi pemabuk. Mungkin, ia juga berhenti berhubungan dengan para jalang. Tapi sebenarnya pria itu tidak berhenti menghancurkan apa yang tidak ia suka secara arogan.

Chanyeol masih diperbudak kepedih masa lalunya.

"Kau sudah berhasil menikahinya Chanyeol, kau bahkan mengancam ayahnya untuk itu. Apalagi yang kau rencakan untuk gadis malang itu?"

"Kau pikir apa?"

"Dengar, saat itu aku yang memaksa Yifan untuk menelpon mengatakan perpisahan dan karena itulah Baekhyun celaka Chanyeol, apa kau harus sejauh ini? Dia tidak bersalah, Baekhyun sama sekali tidak ada urusannya dengan masa lalumu. Tapi kau bahkan tega membuat dia berpisah dengan kekasihnya dan secara tidak langsung membuatnya celaka."

"Tutup mulutmu Oh!"

Sehun terjatuh kelantai dengan sudut bibirnya yang robek. Ia mendesis kemudian beranjak bangun. Bukan hal aneh saat ia mendapatkan dampratan atau tinjuan keras dirahangnya sebagai pelampiasan marah pria didepannya. Sehun tidak marah karena Sehun tahu ia memang jelas menyulut amarah Chanyeol. Tapi pria itu harus dihentikan, Chanyeol tidak boleh selalu tenggelam dalam luka dan masa lalunya. Chanyeol harus berhenti menyakiti orang lain.

Jadi seraya membuang ludahnya yang berdarah, Sehun bangun kemudian mengusap sudut bibirnya tenang.

"Niat awalmu menikahinya hanya untuk aliansi perusahaan, Chanyeol. Jika kau masih berhati, hanya jika.. Lupakanlah jika Baekhyun mirip dengan perempuan itu."

Chanyeol mendesis dengan mata merahnya yang menyala tajam,"Pergi sebelum aku mencekikmu."

"Oke oke! Aku akan pergi, kau harus membayar untuk ini. Ini sakit Park sialan!"

Pintu berdebum kencang, Chanyeol menghela nafas kemudian menenggak winenya langsung dari botol dengan serampangan.

Ini jadi lebih sulit dari perkiraannya.

.

.

I'll Walk You Home

.

.

Musim panas memasuki pertengahan dan matahari bersinar terik tanpa adanya awan penghadang. Saat Baekhyun dan Kyungsoo sampai dirumah, matahari masih terik karena siang lebih panjang dari pada malam meski ini sudah sore. Kedua gadis itu berjalan lesu dipaviliun utama kemudian duduk lelah diatas sofa seraya melemparkan tasnya serampangan.

"Rasa-rasanya semua orang berubah aneh belakangan ini."

Baekhyun mengangguk setuju dengan bibir merahnya yang mencebik lucu, berhari-hari setelah pertemuan dengan Ahjumma genit di restroom Chanyeolnya berubah aneh dan Baekhyun tidak suka. Helaan nafasnya terdengar berat akhirnya ia mengadu pada si anak tiri,"Daddymu juga aneh belakangan ini."

Mendengar dengungan tak wajar dalam suara sang ibu tiri, Kyungsoo segera beranjak dari duduk nyamannya kemudian melempar tatapan penuh tanya,"Aneh bagaimana?"

"Belakangan ini Daddymu selalu pulang larut dan nafasnya selalu berbau wine. Memang tidak tercium wangi aneh dipakaiannya tapi tetap saja, kenapa dia pergi minum? Tidak sadar umur sekali, dia kan sudah tua. Harusnya tidak boleh banyak minum."

Bukan sekali dua kali Baekhyun terbangun tengah malam karena suara pintu yang terbuka dan sosok Chanyeol selalu muncul disana dengan pakaian berantakan juga matanya yang berkilat aneh. Rasanya bukan Chanyeol sekali. Dan ah! Baekhyun ingat sekali, belakangan ini sentuhannya juga terasa lebih intim dan err.. Bagaimana ya? Oh tidak! Jangan! Baekhyun malu mengingatnya!

Melihat tingkah Baekhyun yang melamun kemudian menutup wajah dengan kedua tangan membuat Kyungsoo sontak berseru kesal,"Jangan berpikiran mesum pada ayahku!"

Yang diteriaki mencebik kesal, cih kalau dengan Chanyeol jangankan berpikiran mesum, berbuat mesum juga sudah sering kok HAHA.

Baekhyun tertawa dalam hati dengan smirknya yang tersungging tajam. Ah.. Ia jadi merindukan Chanyeol. Apa jam 8 masih lama? Chanyeol janji untuk makan malam dirumah hari ini. Chanyeol-ahh cepat pulang ne?

Eyy, miring kau Byun.

"Baek..Hei.. Baekhyun!"

"Apa?!"

Baekhyun melotot kesal saat Kyungsoo berteriak tepat ditelinganya. Gadis itu mengusap kupingnya kasar dan merengut pada si anak tiri yang kini tersenyum tanpa dosa. Aish! Tingkahnya makin menjadi-jadi saja si pinguin ini!

"Ehehe.. Habisnya kau melamun sih, makanya fokus." Kekehan ringan yang didengarnya membuat Baekhyun mendengus kemudian melengos tidak peduli,"Berisik. Aku cape, mau tidur."

Tapi bukan park Kyungsoo kalau menurut begitu saja, bukannya membiarkannya tidur kini pinguin bantet itu malah menarik-menarik tangannya dengan tidak sabaran dan merengek bak bocah meminta susu. Baekhyun beranjak berang, kesal tidur lelahnya diganggu,"Apa sih Kyung! Aku mau tidur! Cape!"

"Ish! Sebentar lebah centil! Ayo pergi keruangan Daddy, ditanya sebanyak apapun tentang Yifan si Jongin tidak mau jawab! Ayo kita cari tahu lewat jalan lain."

Benar juga! Masalah foto juga masih belum terungkap sampai sekarang. Belakangan ini Kyungsoo bertugas merecoki Jongin untuk cari informasi tentang Yifan karena Baekhyun bilang pria itu bekerja dirumah sakit yang sama dengan Jongin. Tapi lihatlah ini nyaris berminggu-minggu, pacar tidak romantisnya itu sama sekali tidak mau buka mulut dan terus saja menghindar. Kyungsoo mendecih kesa, lihat saja kau Kkamjong!

Dua gadis itu kini berdiri didepan pintu bercat hitam, saling berbisik brutal sebelum akhirnya jemari Baekhyun menggeser layar kunci dan menekan beberapa angka disana.

2

Titt—

Failed

Papan kunci itu menyala merah dan pintu masih terkunci rapat. Sontak, Baekhyun dan Kyungsoo saling melempar tatap.

"Kode pengamannya diganti!"

Anak dan ibu itu berseru kompak kemudian menunduk lesu dan berjalan beriringan menuruni tangga, lebih lesu dari sejak mereka pulang tadi. Tubuh keduanya jatuh diatas sofa dan diam-diam kepala Maid Ma yang sedari tadi mengikuti mereka menggeleng dengan senyum geli.

Kompak sekali dua Nyonya dan Nona ini.

"Ayahmu benar-benar Kyungsoo, apa dia tahu kalau kita menyusup?!"

"Apa?! Oh tidak! Tidak! Itu tidak boleh terjadi! Kita bisa digantung Baek! Omo eottohkke?!"

Bagaimana kalau ayahnya benar-benar tahu?! Oh Kyungsoo yakin ia dan Baekhyun tidak akan selamat! Ayahnya itu kan menakutkan sekali kalau marah err.. Ingat saat ia jatuh dari skuter? Oh tidak! Kyungsoo tidak berniat mendapat amukannya lagi! Tidak mau! Aish! Ia harus bagaimana?! Harus bagaimana?!

"Harus bagaimana Baek? Aduh.."

"Tapi.." Kening Baekhyun menyerngit dan ia berpikir keras,"Kenapa dia tidak bilang apa-apa? Saat aku buka ponselnya tiga hari lalu kodenya memang sudah berubah."

Kyungsoo terduduk lemas,"Kau pikir kita akan selamat Mommy Baek?"

Baekhyun menimpali dengan lirihan menyedihkan,"Sepertinya kita akan habis Kyungsoo hikss.."

"Ini salahmu! Kau yang mengajakku duluan!"

"Hei! Apa-apaan jelas kau yang minta pergi!"

"Salahmu Bacon!"

"Apa?! Ini salahmu burung hantu!"

"Baekhyun bantet!"

"Pinguin bodoh!"

"Ngaaah lebah centil!"

"Yah! Dasar gendut!"

"Apa kau bilang?! Hyaaa!"

"Hyaaa!"

Dan beberapa menit berikutnya, ruang tengah mansion Park nampak sepi dan lengang dengan dua sosok yang kini jatuh tertidur dengan posisi saling tumpang tindih. Baekhyun menindih kaki kanan Kyungsoo dan kaki kirinya yang kini ditindih Kyungsoo. Terlalu lelah setelah saling serang akibat perdebatan tidak penting.

Err guys.. Bukankah mereka ini romantis sekali? Hahaha..

.

.

I'll Walk You Home

.

.

Malam jatuh pekat. Baekhyun setengah tertidur saat merasa tubuhnya terayun pelan dalam gendongan seseorang sebelum kemudian ia dibaringkan diatas ranjang dan disusul dengan hembusan nafas berat menerpa seluruh wajahnya, keningnya mengerut tak senang dan tubuhnya bergerak gelisah. Alam bawah sadarnya merasa terintimidasi.

"Baekhyun-ah.."

Bisikan dari suara berat itu membuatnya merinding dan diam-diam Baekhyun berubah tak tenang dalam tidurnya.

"Baekh—Baekhyun-ah..."

Lagi. Suara itu terasa nyata dan begitu dekat dengannya. Tubuh Baekhyun meremang ngeri.

"Baekhh, aku membutuhkanmu—"

Rengkuhan posesif juga sesapan yang mendarat dibibir bawahnya membuat Baekhyun tersentak sebelum akhirnya ia sadar jika ia tidak sedang bermimpi dan sosok yang menggendongnya tadi adalah—

"Baekhyunahh~"

"Chan—Chanyeol?"

Baekhyun mengerang bingung saat mendapati Chanyeol diatasnya.

"Baekh.. Aku membutuhkanmu hik.."

"Ugh, Chanyeol kau mabuk?!"

Baekhyun menggeret ketakutan, ia yakin Chanyeol mabuk. Pria yang kini mengukung tubuhnya tanpa kesempatan lari ini terasa begitu asing. Sorot matanya begitu dingin dan jelas-jelas Baekhyun bisa merasakan nafasnya yang berbau wine. Apa sih yang ada dipikiran pria ini? Kenapa kebiasannya makin parah saja?

"Baekhh.. Baekhyunaah buka kakimu untukku.."

"C—Chan—Hei! Chanyeol!"

Baekhyun berubah panik saat tak menemukan kesempatan untuk lari, kedua tangannya dicengkram erat diatas kepala, bibirnya disesap kasar dan tubuhnya ditekan begitu kuat hingga sulit untuk Baekhyun bergerak. Sebelah tangan pria itu merobek pajama tidurnya dengan paksa menyentuhnya dimana-mana dengan kasar hingga meninggalkan jejak merah diseluruh tubuhnya. Baekhyun menangis, tubuhnya bergetar.

"Chanyeol le—ppas!"

"Ca—Chanyeol aku mohon hikss.. Jangan seperti ini—Chanyeol Akh!"

Baekhyun melirih dan memohon agar Chanyeol segera sadar dengan apa yang dilakukannya. Namun saat Baekhyun merintih dengan putus asa, pria itu menyeringai kearahnya kemudian melesakan tubuhnya dengan cara yang begitu kasar hingga Baekhyun menjerit dengan tubuh bergetar menahan sakit. Ini bukan Chanyeol! Ini bukan Chanyeolnya!

"Berhenti menangis dan puaskan aku jalang—Ahh!"

"Lepaskan Chanyeolh hikss.. Sadarlah Chanyeol! Hikss.. Lepaskan aku!"

Gadis itu menjerit, tubuhnya berontak hebat dan kakinya tak berhenti menendang. Tangannya mencoba memukul-mukul tubuh Chanyeol yang berada didekatnya. Baekhyun menangis pilu. Ia ingin Chanyeol melepaskannya, ia ingin Chanyeol segera sadar dengan apa yang diperbuatnya.

"Lepas hikss.. Lepaskan aku! Chanyeol aku mohon hikss jangan! Jangan akh! Hikss.. Jangan aku mohon hukss—"

"Aku bilang diam jalang! Tutup mulutmu!"

"Hikss.. Lepaskan! Lepaskan aku!"

Chanyeol menggeram penuh peringatan dengan mata yang tidak fokus, dibibirnya tersungging seringai mengerikan."Kau tidak mau diam heh? Kau benar-benar minta diikat sayang,"

Baekhyun tergugu hingga tersedak isakannya sendiri, air matanya turun makin deras dan teriakan ketakutannya hanya menjadi musik pengiring yang begitu menyedihkan tanpa bisa mengusik nurani Chanyeol yang jatuh begitu lelap. Tubuhnya sakit, namun hatinya jauh lebih sakit. Chanyeol yang selalu melindunginya kini memperlakukannya dengan begitu rendah.

"Jangan—Aku mohon jangan Chanyeol hikss.. Jangan lakukan—Akh!"

Pekikan kesakitan itu terdengar begitu menggetirkan juga pilu, Baekhyun menangis keras dengan tangan terikat tubuhnya ditekan dengan kasar dan ia menjerit-jerit kesakitan dengan bibir yang tersumpal pajamanya yang sobek.

"Hmmpptt! Hmmpptt—"

"Oh Shit! Kau nikmat sekali sayanghh ohh.."

Baekhyun meraung dan tubuh yang melengkung keatas mencoba berontak, kakinya bergerak berusaha mendorong pria itu menjauh, tangannya yang terikat tidak berhenti memukul namun dengan mudah Chanyeol menekannya dan membuatnya sulit bergerak. Ia menghiba namun Chanyeol seolah tuli. Ia memohon namun pria itu terlalu buta untuk melihat kesakitannya. Baekhyun berteriak namun tak seorang pun mendengar teriakannya.

Air matanya jatuh makin deras. Malam ini Chanyeolnya yang lembut berubah jadi monster, Chanyeolnya yang penyayang berubah jadi iblis mengerikan. Chanyeolnya yang ia percaya telah berubah jadi pengkhianat licik yang menusuknya dari belakang. Tak ada lagi Chanyeol sebagai tempat kembalinya yang paling nyaman, tak ada Chanyeol dengan dekapannya yang hangat. Hanya ada sosok asing yang mengantar Baekhyun kedalam neraka dunianya yang nyata begitu menyesakan.

"Hikss.."

Udara yang dingin berhembus dari celah jendela yang tidak tertutup, seiring dengan malam yang berlarut dan perilaku kasar yang ia dapat, Baekhyun hanya bisa memejamkan matanya dan berharap jika ini hanya mimpi. Isakan terakhirnya jatuh beserta setitik air mata yang lolos, dipertengahan malam yang kelam, Baekhyun terpejam kesakitan atas kenyataan perih yang menghujam batinnya tanpa kenal ampun.

Batinnya menggelepar sakit, Chanyeol malaikat penyelamatnya kini lenyap disapu kegelapan.

Chanyeol apa yang kau lakukan? Hikss..

.

.

That's what makes breaking up hard to do. You know it's time to go, but love just won't let you walk away. Real love wants you to give them another change, to try just one more time to make it work, even when deep down inside you know.. He'll never change.

Sinar matahari perlahan menelusup melalui celah jendela, Chanyeol terusik dari tidur tidak tenangnya saat merasa dingin menusuk kulit telanjangnya tanpa ampun. Pria itu mengerang, menarik selimut dan mencoba kembali terlelap. Usahanya nyaris berhasil, namun saat kepalanya berdenyut menyakitkan dalam tempo yang tidak bisa diabaikan, pria itu melenguh kemudian memijat kepalanya asal.

"Baek—Baekhyun-ah.."

Tenggorokannya terasa perih dan kering, Chanyeol berjengit merasa aneh dengan tubuhnya yang terasa begitu ringan juga lengket. Mengabaikan kepalanya yang terasa berputar dan berdentam-dentam ia beranjak bangun, matanya mengerjap berat kemudian—

"Ya Tuhan Baek!"

Chanyeol melompat dari ranjangnya saat melihat sosok Baekhyun tergolek dengan wajah pucat dan tangan terikat disampingnya. Sudut bibir pria itu berkedut menahan sumpah serapah yang tertahan diujung lidahnya. Chanyeol mengacak rambutnya frustasi. Oh tidak! Apa yang sudah ia perbuat semalam?!

"Baek.. Hei, Baekhyun sayang.. Bangunlah."

Gadis itu tak bereaksi sama sekali dan Chanyeol dibuat panik setengah mati."Baek, Baekhyun sayang kau mendengarku kan? Baekhyun bangunlah.. Baek—"

"Ugh—"

"Baekhyun-ah, kau bisa mendengarku?"

Mata sipitnya mengerjap pelan dan Chanyeol didera lega bukan main. Pria itu segera melepaskan ikatan tangan Baekhyun kemudian membawanya kedalam posisi berbaring yang lebih layak dan menutupi ketelanjangan gadis itu dengan selimut mereka. Namun belum genap usahanya, Baekhyun menepis tangannya kasar dan berteriak nyaring dengan tubuh yang bergetar.

"Pergi!"

Chanyeol terkesiap, pria itu mematung ditempatnya. Baekhyun berteriak padanya

"Pergi! Aku tidak mau melihatmu! Hikss.. Pergi!"

Tidak. Ini tidak benar, Chanyeol harus membujuk Baekhyunnya agar tenang, gadis itu ketakutan. Sangat ketakutan.

"Baek—Baekhyun-ah—"

"Pergi!"

Namun Baekhyun tak terenyuh dengan nada lembut itu, ia masih saja menjerit-jerit dengan penuh air mata. Kesakitan ditubuhnya masih terasa nyata, terlalu nyata dengan semua bekasnya. Gadis itu meraung makin keras saat tahu apa yang dialaminya semalam bukan mimpi. Chanyeol benar-benar memaksanya dan pria itu benar-benar berlaku kasar padanya.

Hatinya mengkerut kecil dengan memar dimana-mana. Ia sakit, Baekhyun sangat sakit setelah semua yang Chanyeol lakukan padanya. Baekhyun pikir selama ini pria itu tulus padanya, Baekhyun pikir pria itu benar-benar serius tentang pernikahan mereka tapi kenyataannya sepanjang malam pria itu meneriakinya jalang dan pria itu memperlakukannya seolah Baekhyun adalah barang yang tidak berharga. Pria yang ia anggap sebagai penyelamat telah menyetubuhinya layaknya binatang.

Sebenarnya apa salahnya? Dosa apa yang Baekhyun lakukan sampai semua ini terjadi padanya? Yifan meninggalkannya tanpa alasan dan kini suami yang telah ia percayai menganggapnya tidak lebih dari seorang jalang. Apakah begini rasanya mati pelan-pelan? Dadanya begitu sesak dan Baekhyun merasa tidak sanggup, semua ini terlalu menyakitkan sampai ia mati rasa.

Ia punya ayah dan ibu yang lengkap namun tak satupun dari keduanya yang menganggapnya ada, ia punya Yifan yang selalu disampingnya namun pria itu pergi meninggalkannya begitu saja dan Chanyeol, Chanyeol adalah sosok terakhir yang bisa ia jadikan pegangan bahkan hanya menganggapnya perempuan rendahan. Apa ini semua kurang? Apa mengambil Yifannya pergi masih kurang? Sebenarnya harus seberapa terluka lagi sampai ini semua benar-benar berakhir? Baekhyun tidak sanggup lagi, hatinya yang berdarah kini telah bernanah. Haruskah ia benar-benar mati agar semua kesakitan ini berakhir?

Ia hanya sendirian, tidak ada satupun didunia ini yang benar-benar menyayanginya. Baekhyun hanya lahir dari sebuah keterpaksaan dan selama ini ia hidup dalam kemalangan. Tak ada satu orang pun yang bisa ia jadikan alasan untuk bertahan sementara ia sudah terlalu lelah. Baekhyun ingin pergi, ia ingin tenang. Tidak ada seorang pun yang menginginkannya. Ia hanya sendirian.

Tatapannya berubah nanar. Dan benaknya mulai dipenuhi pemikiran putus asa yang mengerikan. Iris kelamnya bergerak-gerak gelisah keseluruh ruangan dan Baekhyun terdiam saat melihat gelas yang terisi disana. Dan pemikiran buruknya menyeruak.

Benar, ia hanya sendirian. Lalu kenapa ia masih saja bertahan hidup? Kenapa ia tidak mati saja agar tenang? Setidaknya jika ia mati mungkin dadanya tidak akan sesesak ini, hatinya tidak akan sesakit ini, batinnya juga tidak akan sepedih ini. Baekhyun tidak sanggup lagi bertahan lebih lama dengan hatinya yang koyak.

Haruskah aku mati?

Tatapannya menggelap, haruskah ia mati? Perkataan itu terngiang dalam benaknya.

Haruskah aku mati?

"Baekhyun, dengar aku. Baek—"

Prang!

"Baekhyun!"

Baekhyun gelap mata, gadis itu memukul gelas dengan tangannya dan menekan pecahannya yang tajam tepat dipergelangan tangan. Chanyeol berseru marah. Seberapa hina tindakannya semalam sampai Baekhyun mau bunuh diri! Brengsek! Argh Park Chanyeol sialan!

"Bae—Baek—"

"Jangan mendekat! Hikss.."

Baekhyun berteriak perih membuat Chanyeol makin frustasi."Demi Tuhan! Buang pecahan kaca itu sekarang Baekhyun!"

"Tidak!"

Gadis itu menjerit keras hingga tenggorokannya sakit, namun ia tidak peduli. Semua kesakitan ini harus berakhir sekarang. Dewi batinnya berbisik putus asa,

Tidak ada yang peduli padamu Baekhyun, untuk apa ia melanjutkan hidup?

"Aku bilang lepaskan Baekhyun!"

"Aku bilang tidak akan! Tidak akan Park Chanyeol!"

Teriakan Chanyeol membuat emosi Baekhyun makin kacau dan gadis itu makin menekan pecahan kacanya hingga menusuk epidermis kulitnya.

Chanyeol menggeram marah dengan perasaan yang buram dengan rasa bersalah. Baekhyun tidak boleh melukai dirinya sendiri! Tidak boleh!

"Lepaskan Baekhyun. Lepaskan."

Chanyeol mendesis menakutkan namun itu tak berarti apa-apa karena kini darah mulai merembes dari jemari Baekhyun yang menggenggam pecahan kaca. Nafas Chanyeol memburu kasar, tatapannya nyalang,"Dengar Baekhyun, kau tidak akan mati jika hanya mengiris pergelangan tanganmu. Kau hanya akan sekarat kehabisan darah dan tetap bernafas merasakan sakitnya jadi—"

"Hikss.. Aku tidak peduli!"

Wajah Baekhyun memerah basah dengan air mata, iris kelamnya nampak begitu terluka dan cengkraman tangannya makin erat hingga kini jarinya tergores makin dalam. Yang Baekhyun butuhkan adalah Chanyeol memeluknya dan mengatakan semuanya hanya mimpi tapi sosok Chanyeol yang itu sudah lenyap bersama dinginnya malam. Tidak ada yang tersisa untuk Baekhyun harapkan. Chanyeolnya yang hangat sudah mati.

"Hikss.. Aku bernafas tapi aku sekarat! Aku hidup tapi hatiku mati! Orang yang aku cintai pergi begitu saja! Orang tuaku menganggapku tidak ada! Kau.. Kau saat aku pikir kau berbeda ternyata hanya menganggapku jalang rendahan yang bisa kau mainkan sesuka hati! Hikss.. Aku sekarat.. Tanpa harus menusuk diriku pun kau sudah buat aku sekarat Chanyeol!"

Baekhyun tergugu dengan air matanya yang turun makin deras, gadis itu mengerang frustasi akan kesakitan dalam hatinya. Ia tidak ingin ini. Baekhyun tidak ingin seperti ini. Ia tidak mau."Hikss.. Aku tidak sanggup lagi.. Hikss.. Biarkan aku mati! Biarkan aku mati!"

"Baekhyun jangan! Aku mohon! Aku mohon buang serpihan kacanya Baek, please.. please."

"Aku mau mati!"

"Aku menyesal Baekhyun!"

Chanyeol berteriak hingga urat-uratnya hampir putus, ia tidak sanggup melihat Baekhyun begitu menderita karena ulahnya, ia tidak sanggup melihat gadis itu berdarah-darah didepannya. Ia berdosa, Chanyeol bersalah dan ialah yang harus merasakan perihnya goresan serpihan itu. Bukan Baekhyun, bukan gadisnya yang malang.

"Aku menyesal, Baekhyun-ah.. Aku menyesal."

Chanyeol melirih sepenuh hati hingga sejenak gadis itu nampak bingung dan Chanyeol berusaha mendekat dengan nafasnya yang memburu,"Aku menyesal sayang, maafkan aku. Aku benar-benar menyesal—"

"Menyesal?"

Matanya yang buram dengan air mata kini hampa dan Baekhyun nampak linglung dan berdengung bingung namun detik berikutnya, gadis itu kembali menjerit histeris dan menekan pecahan kaca makin dalam sampai menusuk epidermis kulitnya."Kau bohong hikss.. Kau pembohong! Biarkan aku mati!"

"Baekhyun!"

Chanyeol melompat saat melihat Baekhyun membenturkan kepalanya pada dinding dibelakangnya, buru-buru Chanyeol memeluk Baekhyun dan membuat wajah gadis itu tenggelam didadanya,"Baek.." panggilannya terdengar begitu tulus, Chanyeol mengusapkan tangannya dipunggung Baekhyun kemudian berbisik begitu lembut ditelinga gadis rapuh itu. Harusnya ia tidak berteriak, harusnya Chanyeol berlutut untuk sebuah pengampunan. Kenapa ia begitu bodoh? Ia hanya terlalu panik melihat tangan rapuhnya yang berdarah.

"Dengarkan aku, aku menyesal. Aku sangat menyesal, kau boleh menghukumku dengan cara apapun tapi lepaskan serpihannya hm? Tanganmu berdarah sayang."

Dan Baekhyun tiba-tiba melemah seolah tersadar dari mimpi buruknya yang panjang, matanya terpejam lelah dan isakannya terdengar getir dan memilukan."Hikss.. Chan—Chanyeol.."

"Ini aku sayang. Ini aku, lepaskan kacanya dan berikan padaku. Itu sakit bukan?" suara Chanyeol terdengar begitu lembut dan membujuk disana.

"Sakit.. Chanyeol.. Hikss.. Sak—kit.."

Matanya terpejam pedih, pria itu mengeratkan pelukannya kemudian membuang serpiihan kaca itu jauh-jauh dan mengecup pucuk kepala Baekhyunnya penuh penyesalan,"Maafkan aku sayang." Lirihan Chanyeol terdengar begitu tulus sebelum tertelan pejamnya.

Isak tangis Baekhyun membuatnya sesak.

"Sakit Chanyeol.. Hiks.. Sangat sakit ugh—"

Chanyeol merasa dadanya mengerut hebat, pembuluh darahnya menyempit lalu jantungnya rusak parah. Kegetiran Baekhyun menusuknya hingga sel saraf terkecil. Tangisnya mengalun lirih bagai siksaan sang dewi dalam balutan kemarahannya yang menyedihkan. Baekhyun yang menderita karena ulahnya membuat Chanyeol merasa begitu lemah, ia merasa begitu brengsek dan tak berguna. Ia pengecut yang terlalu banyak bersembunyi. Baekhyun pasti membencinya, gadis mungilnya yang cantik pasti membencinya.

Baekhyun-ah...

.

.

To Be Continue

.

.

/tiup debu/ Jamuran ff gue gengs TT Gue kangen sama kalian huwee /pelukatuatu/ Maafin gue yang tiba-tiba ngelelep ini TT

Gimana chapter ini? Aneh? Muehehe.. Pliiis jangan timpuk /ngumpet/ Abis ini Chanyeol harus gue gimanain? Gue karungin? Buang ke citarum? Gue jadiin sarapan mongmong? Hoalaah jangan nanti stok cogannya makin tipis. Sabarin aja dulu ya gengs wkwk.. Betewe makaasih banget yang udah ngasih semangatnya, gue hargain banget dan selama gue stuck gue terus bacain semangat kalian jadi gue semangat lagi. Nah jadi chap ini gue pengen bales kalian satu-satu jagiya wkwk..

Ayo, cari uname kalian disini

Selepy Halo kak, gimana sama chap ini? Keponya dah kejawab belum? Baek hamilnya liat aja nanti yaa. Makasih udah jadi reviewer pertama di chap ini, saranghaeyo~ LoeyPuppy616 Kris itu mantannya baekyun kaak, udah dinext nih. Ditunggu tanggapannya yaa ay udah dilanjutin nih kaak, keep rnr yaa readlyf Yay! Markeu Noona Lu kangen ff gue apa pengen curcol gue rnr di ff elu -_- Haha tau gue itu ff yang mana, gue fav juga kan temanya saeguk. Hayolooh benerkan tebakan gue, apa perlu gue mention judul sekalian ngiklan? Muehehe.. Lu tuh line berapa sih Noona? situasi aman terkendali kak, Jongin ama Yeol gak saling gebuk. Doain aja Baek cepetan hamil yaa, semoga gak kecewa sama Chap ini. Makasih reviewnya kakak~ Uocha Makasih semangatnya kak! Maaf ya upnya ngaret mulu, semoga suka sama chap ini Yoon745 Berdebu kan ff gue Kak, untung gak jamuran deh haha.. Si mantan ngomongnya setengah-setengah sih ya jadi kita gak paham wkwk. Udah kebuka nih kedok si cey, semoga suka sama chap ini yaa yousee Kalo gak tau pen komen apaan tanyain kabar gue kan bisa kak muehehe /abaikan/ Ayo kak dah dilanjut nih, ditunggu tanggapan chap ini yaa Realgalh Yuhuu dilanjut nih kak, semoga suka yaa^^ Eun810 Si cey so misterius ya haha, gimana nih sama chap ini, udah ada penerangan belum? Kalo belum eta terangkanlah wkwkk baekari69 Wuuhh.. Makasih udah nungguin ffnya kak, maaf ya upnya ngaaareet semoga kakak suka sama lanjutannya viantika Emang hobi aku gitu sih kak tebece pas lagi nanggung muhehehe /damai deh damai/ ini dilanjut kak, semoga kak lupa sama ff ini terus rnr lagi. Maaf ngaareet Park RinHyun-Uchiha Iya jongin songong ya taunya didepak deh sama Ahjusii, semoga suka ya kak~ Lupika Yuhuu kak lupi ceritanya jadi rada berat yaa padahal aku inget kakak mintanya dibikin ringan aja, tapi ehehe salah Jongin tuh kak dia nyolot jadi kayak gini deh hehe. Maaf gak fast up ya, chap depan diusahain. Aku tunggu tanggapan kakak~ Saranghaeyo~ attxxya Cieee.. Ciee.. Kita tunggu ya, kebeneran firasat kakak. Ini udah dilanjutin kak, gimana tbc yang ini? Masih penasaran nggak? Ditunggu ya kak loeeeey Makasih kak~ Maaf gak bisa fast up, chap depan diusahain fast yaa. N3208007 Udah dilanjut kak, selamat baca~ Twelevelight AADCB? /ngakak/ bikin filmnya yuk haha Guest Udah dilanjut kaak~ Aerellia Duh cupcupcup maafin gue kak, betewe makasih udah jadi penggemar setia gue jadi terhura /lap ingus/ meuhehe becanda ding, chap depan diusahain fast yaa~ ssuhosnet Makasih semangatnya kak! Makasih juga jadi pembaca setia, semoga suka sama chap ini yerseoul banyak yang nyangka gitu sih kak, ini next chap yaa ditunggu tanggapannya fansanakayam udah di lanjutin nih kak, semoga tetep penarasan yakk wkwk rizypau06 Masih nungguin gak nih? Semoga masih nunggu ya~ Ini chap selanjutnya kak Afrilany pasha Huraaay kak gue up nih /lambailambai/ gue up! Makasih udah nagih gue buat up. Semoga gak kecewa ya kak~ Anhwa Hai kak, up lagi nih chap 7 masih nunggukan? Masih kan? Gue tunggu tanggapannya ya kaak Yeolliepoppo Itu sih modusnya si cey aja sih kak, biar gak keliatan hajad nya haha. Jadi kecelakaan baek itu si ceye penyebab secara tidak langsungnya kak. Selamat baca yaa~ JeongHana Makasih semangatnya kak, betewe kakak ganti uname kah? /gue kepo mueehehe/ BaekHill Hai kakak, udah lama gue gantung pertanyaannya biar gue jawab ya hehe.. Kecelakaan baek itu si cey penyebab secara tidak langsung karena dia nyuruh Yifan mutusin baek pas Baek lagi nyetir jadi dia kecelakaan. Gimana? Agak terang apa masih gelap? /nyengir/ Ini dinext yaa, ditunggu tanggapan selanjutnya littlepyeong2 Yeay, makasih dah sempetin baca. Ditunggu tanggapannya kak~ azurradeva konfliknya gue tambain minyak biar kebakar kak, keep reading yaa~ Ditunggu tanggapannya istiqomahpark01 semoga tetep penasaran sampe chap akhir ya kak hihi nadila ayu makasih kak, gimana sama chap ini? Penasarannya udah kurang belum? Ditunggu tanggapannya ya~ diyozi Ini udah dilanjut kak, udah mulai ada penerangan kah? Park yeolna udah dilanjut kaak, semoga kakak masih innget sama ff ini yak Istri Park Ganteng Chanyeol uname terpanjang sepanjang masaah.. Elah jan ngambek kak, mana ayam bakar? Bukannya lu udah nyiapin piso buat sembelih ayam muhehehe.. Kokobop jaya! Menang triple count terus yang harus kita inget #BaekhyunImutBukanCabe ngakak gue kak haha.. Betewe gue ngiler sama Exotougram :g colong blackcard suhodiningrat yuk kak, gue boke nih muehehe parkobyunxo Eyyjahad banget sama bias sendiri kak, gue rebut mau? Ikhlas gak nih? Wkwk.. Maafin gue kak, hobi gue gantung kalian /dirajam/ becanda ding.. Semoga suka ya sama Chap ini. Ditunggu tanggapannya~ dhantieee udah dilanjut nih kak ceye04 Iya sih kak, rasa rasanya jadi rada berat. Kalo ceye main-main tolong sambit ya kak haha minami Kz ini dia alasannya jengjengjeng.. Udah dilanjut ya kak~ daeri2124 Yuhuu.. Semoga makin seneng sama chap ini ya kaak~ 1004baekie Ini alesannya chanyeol kak, ditunggu tanggapannya Guest Iya kak, liat kedepannya yaa vhyo3107 Chan misterius yaa, ini dah dilanjut kaak rizkaa bukan dendam kok kak, tenang aja. Ini lanjutannya semoga belum lupa ya, sama ceritanya melfanfan Kyung sama baek emang bikin ngakak, tapi di chap ini nggak kak mereka lagi galoon istrichanbaek Halo kak, new reader ya. Makasih sempetin baca, tetep ikutin ffnya yaa rly kira-kira gitu sih kak, tapi yifan sama yeol juga salah juga haha danactebh makasih doanya kaak, makasih juga semangatnya. Ini chap selanjutnya semoga masih minat baca yaa Miftakhul498 Chan sih udah gak punya partner, Yebin itu mantannya doang kok. Chanyeolnya rada jahad aja disini haha prktower kemana aja kak, udah lupa ya? Dimaklumin sih, upnya ngaret terus soalnya.. Makasih semangatnyaa sehunluhan0905 Yeay toss gue juga karakternya cey yang gitu kak muehehe.. Ini next chapnya kak Lsanzee Kuyy dibaca kak haha Guest Yuhuuu ternyata bukan keplos gue yang jebol kakak guest ff ini upnya random, jadi kakak harus bersabar muehehe.. Makasih kak, semoga makin suka ffnya ya realaurora Iya, si cey ddm wkwk CBHS-fflovers Ini lanjutnnya kak, gimana masih seru gak? Msymt22 Udah dilanjut kak, maaf ngaret hulas99 Nih lanjutannya kak semoga masih inget yaa

/nyengir/
Gimana? Ketemu gak nama kalian? Ketemu gak? Makasih udah kasih semangatnya buat ff ini, gue cinta kalian muehehe.. Semoga kalian masih mau gue lanjutin ffnya. Chap depan gak ngaret deh wkwk

Kuuy gue tunggu tanggapan chapter ini.
SARANGHAEYOOO
/kaboor/