CANDU

.

.

.

CANDU

Disclimer : Om Masashi Kishimoto.

Author : Hanna Hoshiko

Pairing : Sakura H. – Sasuke U.

Rated : T+

Genre : Romance/Fantasy

.

.

.

Warning!

Cerita ini hanyalah fiksi dan semua yang ada di dalamnya kecuali chara adalah asli murni ide dari author. Kesamaan alur, scene, atau apapun itu dilakukan dengan ke-tidak sengajaan oleh author.

Karakter tokoh disesuaikan dengan tuntutan jalan cerita, dan diusahakan sehingga tidak sampai mem-bashing chara.

.

.

.

Don't Like Don't Read.

.

Cerita ini adalah sekuel BAGIAN SEDIH PADA HUJAN

.

Mempersembahkan.

Ketika dia menatap sekeliling yang dapat di lihatnya adalah pohon-pohon tinggi, titik-titik air juga membasahi pakaiannya, ngomong-ngomong soal pakaian, dia tidak tahu kenapa tiba-tiba saja dia memakai pakaian kuno.

Dia juga melihat pedang di pinggangnya, yang paling aneh lagi adalah rambutnya menjadi panjang sekali.

"Kenapa aku menjadi seperti ini?" tanyanya heran.

Dia mencoba mengeluarkan pedang yang berada di pinggangnya. "pedang ini terlihat nyata," dia memasukkan kembali padangnya. "apa Itachi sedang mengerjaiku? Sialan."

Dia berjalan asal, bahkan beberapa kali hampir terperosot, langkahnya terhenti ketika melihat sosok perempuan yang berdiri tidak jauh dari tempatnya, kenapa di dalam hutan seperti ini ada perempuan? Bukankah semua ini semakin aneh.

Dia berjalan mendekat, matanya terus menatap perempuan itu.

Semua yang perempuan itu lakukan begitu indah dimatanya.

"Kau yang di sana."

Tidak ada jawaban, posisi perempuan itu tidak berubah sama sekali, sepertinya perempuan itu terlalu asyik bermain hujan. "Kau mendengarku?"

Perempuan itu menatapnya, bajunya sudah basah sekali, tapi wajahnya tidak terlihat kedinginan, apa setelah berjalan jauh dia menjadi berhalusinasi melihat perempuan cantik.

Perempuan itu berjalan mendeka dan menyentuh rambutnya.

Swiii. Jleb.

Dia terkejut.

Sebuah panah api menusuk dada perempuan itu, bahkan ujung panah itu menebus ke depan, kedua matanya membesar menatap perempuan itu jatuh ke tanah, tapi apa yang terjadi? Dia bahkan tidak bisa menyentuh perempuan itu.

Darah terus keluar dari mulut perempuan itu, dan kemudian melebur menjadi satu bersama air hujan.

"Kenapa aku tidak bisa menyentuhnya!" ucap Sasuke frustasi.

Kepalanya mendadak pusing, matanya juga mulai kabur, semua ingatan tentang kehidupan-kehidupannya dulu mulai muncul perlahan, semua yang terjadi padanya dan perempuan di depannya, perasaannya, dan perjuangannya.

Kini dia sudah mengingat semuanya, hingga juga statusnya.

Gelap.

Sangat gelap.

Dia mencoba membuka matanya, yang pertama kali dilihatnya adalah langit-langit kamarnya, untuk memastikan lagi dia melihat sekeliling, dia menghembuskan napas berat, sekarang dia benar-benar ada di kamarnya.

Sepertinya tadi dia bermimpi, tidak. Itu bukan sekedar mimpi biasa, karena hingga saat ini dia bisa mengingat jelas semua kehidupan yang pernah dia jalani dan perempuan cantik ditengah hujan itu.

Kutukan itu sepertinya masih berjalan. "Sakura..."

Jepang, Tahun 2016.

.

.

.

To be continue

A/N :

Ini adalah chapter terakhir bagian Sasuke, chapter besok sudah masuk bagian Sakura jadi jangan lupa komen yaa, seenggaknya aku pengen denger pendapat kalian tentang cerita ini, dan aku bakalan pertimbangin untuk ngebuat cerita ini tapi bagian Sasuke.