CHAPTER 2 : Sarapan Gabut

Pagi hari yang cerah―selayaknya musim panas―di Tokyo. Angin malu berhembus sementara jangkrik-jangkrik nyaring berbunyi. Suara game PSP juga cukup terdengar bagi mereka yang berada di sekitar Kozume Kenma. Bocah SMA berambut ombre hitam pirang ini sedang asyik memainkan RPG-nya seraya duduk menunggu di meja makan. Berharap begitu pandangannya beralih dari PSP saat itu pula sarapan telah terhidang. Namun pandangannya teralihkan saat terdengar seseorang menggeret kursi, hendak bergabung di meja makan.

"Whahh... mandi yang menyegarkan. Apa gara-gara aku gak mandi semalam ya? Ah, selamat pagi, Kenma!" seru Hinata Shouyo, konco Kenma dari Miyagi yang semalam baru tiba di Tokyo.

Nih tamu pede banget pake kamar mandi orang terus gabung di meja makan, batin Kenma. "Pagi, Shouyo. Sudah mendingan?"

Hinata memiringkan kepalanya. "Mendingan? Aku gak sakit kok."

Kenma sudah kembali asyik memainkan PSP-nya. "Ya habis, kemarin kau masuk kamar langsung geletak di kasurku. Ketiduran sampai-sampai kau belum menjelaskan kenapa kau bisa berada di Tokyo―rumahku, tepatnya."

"Hehe... kepo yaa. Sebelum kujelaskan..."

Kenma mengangkat kepalanya saat Hinata tidak melanjutkan perkataannya. Nampak bocah berambut oranye itu mengembangkempiskan hidungnya (mengendus) bak hewan menggonggong berkaki empat seakan-akan mendeteksi sesuatu. Saat itu juga sarapan terhidang di atas meja dengan ibu Kenma yang masih memakai celemeknya.

"Maaf membuat kalian menunggu. Ibu mau nganuin cucian dulu. Kalian sarapan dulua―," ucapan ibu Kenma terputus ketika Hinata sudah menyambar lauk yang baru diletakan dan serta-merta mulai melahapnya.

Ibu Kenma speechless.

"Mwaaf jwadwi mwerepwotkwan Bwibwi," balas Hinata cengengesan sambil mengunyah makanannya.

Kenma yang duduk di seberangnya juga speechless. Cuman bisa membatin, Nih anak pede banget sumpah.

Selepas perginya ibu Kenma yang tak berkutik, mereka berdua pun memulai sarapan selagi Hinata memulai kisahnya.

"Jadi ya, aku kan gabut selepas sesi latihan non-stop sama Pelatih Ukai. Karena gabut, jadinya aku main hape selayaknya yang dilakukan anak-anak milenial lainnya selama liburan. Trus iseng ikut giveaway tiket ke Tokyo di LYNE, eh gak nyangka dapet..."

Hinata kembali menyuap makanannya langsung lima sendok, eh... sumpit deng. Kenma diam memperhatikan hingga Hinata telah menelan isi mulutnya, namun tidak ada lanjutan.

"Terus?"

"Hm? Udah gitu aja."

Udah? Kukira bakal kisah panjang, ternyata cuman sampe separagraf doang, batin Kenma dengan dahi berkerut, merasa kalau kisah Shouyo belumlah lengkap.

"Lah terus gimana kau tahu letak rumahku?"

"Oh ya, aku lupa menceritakannya!" Hinata kembali menyuap lima sumpit makan.

"Jadi, sejak awal aku ingin mengejutkanmu dengan kedatanganku di Tokyo. Lalu aku berpikir untuk mengunjungi rumahmu secara mendadak. Tapi aku tak tahu rumahmu, jadi aku bertanya Kuroo-san lewat chat. Syukurlah ia langsung share lokasi. Dan begitulah aku dengan mudah menemukan rumahmu!"

Kenma menghela napas panjang. Kuro terlibat ya... Bakal tambah merepotka―

Seketika terdengar suara pintu depan terbuka, disambung dengan suara bernada khas seorang Kuroo Tetsuro. "Kenma~ Aku datang bermain~"

Tanpa menunggu balasan pemilik rumah, pria berambut hitam jegrak itu langsung rusuh memasuki ruang makan. Sesaat matanya menangkap Kenma dan Hinata, mulutnya membentuk seringai khas seorang KurTet.

"Kuroo-san!" sambut Hinata dengan wajah berseri. "Terima kasih atas bantuanmu kemarin."

"Hai Hinata. Tak kusangka kau sungguhan berada di rumah Kenma."

"Kenapa kau tak memberi tahu apapun padaku?" tanya Kenma. "Ah ya, kau hanya mengikuti rencana kejutan Shouyo..."

"Rencana kejutan? HAHA." Kuroo ikut duduk bersama mereka. Seringainya masih saja terpasang di wajahnya. "Sebenarnya aku juga tidak terlalu paham soal Chibi-chan. Chat-nya juga tidak menjelaskan apapun selain..."

Kuroo pun menyodorkan hapenya ke arah Kenma, menunjukan ruang chat bersama Hinata kemarin.

HowsApps

[7.24 AM]

Futuresmallgiant: Kuroo-san! Kuroo-san!

Kucinghitamgiginyaputih: y

Futuresmallgiant: Wuih, fast respon juga abangqoe

Kucinghitamgiginyaputih: Hbs kukira chat dari bebebku

Kucinghitamgiginyaputih: Eh ternyata cuman elu

Kucinghitamgiginyaputih: Napa btw

Futuresmallgiant: Kuroo-san, minta alamt rumahnya kenma dong

Kucinghitamgiginyaputih: ...

Kucinghitamgiginyaputih: OK

Kucinghitamgiginyaputih: *gugelmepz

"Kenapa lu gak nanya lebih lanjut, Kurtett... Chat ambigu gini perlu didetilin, malah lu oke-okein aja," ucap Kenma gemes.

Kuroo tertawa renyah. "Keknya menarik sih, yaudah kukasih aja. Hinata doang aja loh. Kalo rentenir baru gak kukasih. Aku paham lah sama keadaanmu."

Kenma kembali speechless.

"Tapi gak nyangka lho, Kuroo-san nge-share lokasi. Waktu itu lagi di rumahnya Kenma ya Kur?" tanya Hinata.

"Aku Kenma kan tetanggaan," jawab Kuroo sambil meringis. Lalu ia mencuil lauk yang tersisa di piring, sekaligus secentong nasi. "Oh ya, gimana ceritanya kau bisa sampai Tokyo?"

"Scroll saja ke atas, aku sudah menjelaskannya," balas Hinata.

"Yaudahlah aku langsung cabut ya. Mau siap-siap nge-date nih," ucap Kuroo seraya berdiri dengan piring di tangannya.

Elahdalah... piringku dicolong lagi, batin Kenma.

Hinata yang mendengarnya kembali berbinar-binar. "Nge-date? Wahh... Kuroo-san dewasa sekali~"

Yang dipuji hanya balas dengan cengir andalan.

Dewasa? Hah. Lucu, batin Kenma lagi. Kenma mah gak berani nyolot ya.

"Oh ya, Kenma. Jangan lupa kau ajak si Chibi-chan keliling Tokyo. Ia pasti akan menyukainya."

Hinata gantian menatap Kenma dengan mata berbinar. Lumayan kan dapat tour guide gratis.

Namun Kenma tidak balas tatapan itu. "Mager bet."

Reduplah sinar harapan Hinata. Diiringi Kuroo yang tertawa renyah khasnya. "Jangan sedih Chibi-chan. Kau masih dapat menikmati Tokyo dengan caramu sendiri. Bisa ya kau sehoki itu hingga dapat tiket menuju Tokyo," sindir Kuroo yang mungkin sudah scroll ke atas.

Hinata mulai balas dengan cengengesan sambil mengusap-usap belakang kepalanya. "Hehe... Mungkin Tuhan tahu kalo liburan musim panasku selama ini gak berfaedah, penuh kegabutan dan tak berperikemanusiaan."

Iyain lah. Terserah.

"Adios gaes," pamit Kuroo meninggalkan ruang makan.

Senyap menjalari ruang makan hingga beberapa saat hingga Kenma memecah keheningan. "Kau sudah ada rencana selama di Tokyo?"

Hinata berpikir sejenak, dan sekejap matanya berbinar. Ia menggebrak meja sambil bangkit mencondongkan tubuhnya. "TOKYO TOWER!"


ini dya ch 2! maap ya pendek, gaje dan receh. saya juga orangnya emang pendek, gaje, receh dan menyukai kerecehan :'v

btw di sini hinata dpt tiket gegara menang giveaway, bukan gegara dia iseng beli sbgmn yg saya tulis di sinopsis (maafkan authornya lupa :v) krn saya males ganti jadi saya bakal biarin? /mapyak

dan juga trims bwt reader yg sempat mampirin ff saya... nambah2in jumlah viewers kan lumayan~ (walopun ga dibaca gpp :') tpi usahakan dibaca dulu lah)

once again thx for reading! merha~