MONSTER

M

bagian dua

.

.

Melepaskan Sehun dari band mungkin adalah hal terbaik untuk menyembuhkan hati lelaki itu. Sehun butuh waktu untuk menikmati hidupnya, tidak terus-terusan bekerja di bawah perintah management dan tuntutan fans yang mengusik kehidupan pribadinya.

Keputusan yang sangat berat namun Suho harus melakukannya secepat mungkin.

Demi kebaikan band nya, dan kelangsungan hidup Sehun.

"Harus berapa kali aku membeli remote tv jika pada akhirnya remote-remote itu selalu rusak di tangan Sehun," komentar Chanyeol.

"Mungkin kau bisa menggantinya dengan batu lain kali," tawar Kai seraya menyulut rokok dan menyesapnya penuh kenikmatan.

"Ide yang bagus, ganti dengan batu agar dia bisa melemparnya ke layar tv dan memecahkannya. Lalu berteriak memanggil nama Luhan seperti orang kesetanan."

Kai tergelak kaku mendengarnya, Sehun memang pernah melakukannya, tetapi dengan iPhone. Membuat iPhone nya rusak dan tentu bersama televisinya. Semua itu hanya dikarenakan oleh pesan yang dikirimnya pada Luhan dibalas oleh kekasih barunya, pengganti Sehun di sisinya.

Keduanya kini diam dalam larut pikiran masing-masing, mencari cara untuk mengembalikan sahabatnya yang dulu. Sahabatnya setahun yang lalu.

Sehun berbaring di kamarnya dengan perasaan gundah, bingung seperti biasanya. Cahaya redup kamarnya di dorm EXO-K yang ia tinggali bersama ketiga sahabat bujangnya selalu ia biarkan tanpa mematikannya.

Jika iya, ia akan terjebak dalam kegelapan. Membiarkan suara Luhan masuk ke dalam pendengarannya dan kemudian berhalusinasi dalam keadaan sadar penuhnya.

"Sehun, matikan lampunya.."

"Tidak perlu malu, aku suka tubuhmu sayang.. tak perlu kau tutupi.."

"Ayolah Sehun, aku mohon.."

"Baiklah, aku mencintaimu Luhan."

"Aku lebih mencintaimu Sehun.."

Desahan, erangan dan decitan suara kasur dalam kegelapan pelan-pelan masuk melalui telinga dan memenuhi kepalanya. Momen dimana keduanya bertarung dalam perasaan gairah kenikmatan tiada tara di atas ranjang putih bersih tanpa cacat, mencerminkan murninya cinta mereka tanpa penghianatan.

"Luhan.." lirih Sehun menerawang ke langit-langit kamarnya.

Bayangan wajah manis Luhan terus mendesak kapasitas otaknya hingga lelaki itu tertidur bersama tangisan bisunya.

Chanyeol masuk ke kamar Sehun 10 menit setelahnya, seperti malam-malam biasanya. Ia akan menjadi orang yang mematikan lampu kamar Sehun ketika lelaki itu sudah tertidur dalam mimpi.

Satu-satunya keadaan yang membuat Sehun merasa damai adalah dengan bermimpi dalam tidurnya. Dimana ia akan tetap bersama dengan Luhan.

Chanyeol menarik selimut untuk menutupi tubuh Sehun agar lelaki itu tak kedinginan. Tak lupa mematikan lampu sebelum meninggalkannya sendirian.

"Selamat tidur, Sehun.."

.

.

.

a/n: JAN LUPA KASIH TAU GUE PERASAAN KALIAN YA GUUUUYS LOVE YOU POKOKNYAAAH 3

xoxo, Josie