MONSTER
M
HUNHAN
bagian delapan
.
.
.
.
.
.
.
.
"Apa maksudmu?!" Sehun hampir berteriak setelah mendengar ucapan Suho. Mereka bertiga tidak tau apapun hubungan antara Sehun dan Irene. Bagaimana Irene di matanya hanya sebuah pion untuk menutupi bayangan Luhan.
Ketiga sahabatnya bahkan tidak tau dalam hati Sehun, ia tidak bisa mengganti sosok Luhan yang menduduki singgasana disana. Tidak lebih, perasaannya pada Irene hanyalah sekedar rasa hormat dan terima kasih atas apa yang dilakukan sang psikiater dan seluruh usahanya untuk menyembuhkan keadaan Sehun menjadi seperti semula.
Suho, Kai dan Chanyeol yang mengirimnya kesana. Mereka bertigalah yang mempertemukannya pada Irene. Dan sekarang mereka bertiga juga yang mencurigai dirinya sebagai orang ketiga atas pupusnya hubungan Irene dan Donghae.
"Kau tidur di apartemennya. Kau tidur sekamar dengannya dan kau bercinta dengannya. Itulah sebabnya kenapa kau tidak pulang semalaman." Cerocos Kai tak berhenti.
"AKU TIDAK MELAKUKAN APAPUN DENGAN IRENE!" Sehun menggeram, tangannya menggebrak meja hingga menyebabkan segelas susu yang sudah Suho buatkan untuknya meriak dengan sedikit isinya yang keluar.
"Hentikan!" Chanyeol dengan suara baritonnya ambil bagian, dia menatap Suho dan Kai untuk diam dengan tatapan intensnya. Suho yang menerima tatapan peringatan tersebut langsung tutup mulut. Tapi ketika anggota band termuda kedua setelah Sehun mencoba akan menyahut, Suho sudah mengirim death glare nya pada pria bermarga Kim itu.
Kai mendecih dan meninggalkan meja makan. Tatapannya tak lepas dari Sehun seolah menantang. Chanyeol pun mengikutinya naik ke atas untuk kembali pada Baekhyun. "Aku menemani Baekhyun di atas dulu," pamitnya.
Kini tinggalah Suho dan Sehun berduaan. Kedua blonde boy ini kini diselimuti keheningan. Suho menghela nafas panjang mencoba mengambil ancang-ancang untuk bicara dan membujuk Sehun dan tidak menyakiti hatinya.
"Katakan, kau darimana Sehun?" mulai Suho.
Sehun hanya menunduk sambil memainkan jemari tangannya, matanya bergerak menatap kedua tangannya dan Suho secara bergantian. "Minum dulu susunya," ucap Suho akhirnya.
Sehun menurut, ia meraih susu buatan Suho tadi dan menenggaknya walau hanya habis setengah. "Sekarang makan dulu sandwich mu, aku akan menunggu sampai kau selesai. Kau berhutang cerita padaku, Sehun."
"Aku tidak lapar hyung,"
"Sehun, demi kebaikanmu, kami tidak mau kau sakit, kita ada satu lagu baru dan harus take vocal juga dalam waktu dekat ini,"
"Ku bilang, aku tidak lapar Suho."
"Sehun, ku mohon."
Kembali lagi ke alam bawah sadar Sehun, ia meraih sandwich itu setelah kalimat terakhir yang Suho lontarkan padanya. Walau tidak lapar ia harus tetap makan. Ditambah lagi, baru saja Suho mengucapkan kata sakral yang selalu dan selalu Luhan ucapkan padanya ketika ia sakit dan down saat tour.
"Hallo?"
"Hallo? Sehun, kau sakit?"
"Yah begitulah.. darimana kau tau babe?"
"Kai mengabariku,"
"Kau tidak perlu mencemaskanku, aku tidak papa Lu,"
"Sehun kau harus makan, Chanyeol bilang kau jarang makan disana. Afrika itu panas Sehun, jangan berbuat yang tidak-tidak. Aku tidak mau kau sakit."
"Aku sakit karena kau tidak ada disini,"
"Maafkan aku, tuntutan pekerjaan sebagai model memang menyebalkan."
"Aku tahu, baby,"
"Kau sudah sarapan?"
"Sudah."
"Bohong. Suho bilang belum."
"Aku tidak lapar sayang,"
"Ku mohon makan. Setidaknya isilah perutmu, kau sangat sibuk disana. Stamina mu akan cepat habis terkuras, Sehun."
"Lu—"
"Sehun please!"
"Kenapa kau terus mencemaskanku? Kau tak mencemaskan dirimu sendiri? Tubuhmu yang gampang sakit dan sejuta jadwal padat pemotretan untuk majalahmu, ditambah lagi kau harus sering memakai pakaian terbuka secara outdoor dan berpose sexy yang—"
"Sehun, aku hanya ingin kau makan. Aku tidak mau kau tambah sakit,"
"Aku tidak—"
"Sehun, kumohon."
"Suapi aku,"
"Aktifkan saja skype nya, aku akan menghubungimu setelah ku matikan sambungan ini."
"Baiklah, I love you honey."
"I love you more sugar plump."
Sehun menyelesaikan sandwich nya dengan cepat. Walaupun ia merasa ingin muntah dan perutnya menolak segala apa yang masuk ke tubuh, ia tetap makan. Ia bertekad, ia tidak boleh sakit, ia harus sehat seperti apa yang selama ini Luhan cemaskan terhadapnya.
Walau mungkin sekarang tidak pernah lagi.
Setelah Sehun selesai, ia hanya meminum beberapa teguk susunya kembali. Tidak sampai habis. "Sehun, habiskan," tekan Suho saat Sehun tidak menyelesaikan sarapannya.
"Aku mual hyung,"
"Sehun." Suho menatap Sehun meminta, alhasil sang maknae mendecih dan meneguk sisa susunya sampai habis. "Anak pintar," komentar Suho sambil bertepuk tangan dengan wajah cerianya. Sehun yang menangkap ekspresi Suho seperti biasa hanya bisa membalas dengan senyuman lemahnya.
"Sekarang ceritakan," paksa Suho namun sungguh hari ini pria itu tak mau membicarakan apapun tentang Luhan. Ia hanya ingin tau kenapa Irene putus dari Donghae secara tiba-tiba.
"Aku sedang tidak mood," ucap Sehun sambil tersenyum kaku menatap Suho. Sang leader pun mengangguk dan membiarkan Sehun melakukan sesukanya, setidaknya Sehun sudah makan. Mereka bisa practice dengan tenang sekarang.
"Keberatan menceritakan padaku kenapa Irene dan Donghae putus?" tanya Sehun polos.
Tapi tiba-tiba Kai muncul dan bergabung dalam pembicaraan mereka. Ia membawa perlengkapan mandinya dan tak lupa dengan tubuh hanya tertutup kimono mandi warna putih dan bokser putih di menutupi tubuh bagian bawah Kai.
"Kau mau tau bagaimana ceritanya? Kau yang membuat mereka putus. Kau selingkuh dengan Irene dan sekarang bertingkah seolah kau tidak tau apa-apa. Donghae sudah banyak menolongmu dan kau bercinta dengan kekasihnya untuk membayar apa yang selama ini sudah ia berikan padamu? Kau benar-benar tidak tau malu Sehun."
