.
.
.
Sumarry: Tidak ada yang percaya ketika Haruno Sakura gadis ceria menjadi seorang detektive Negara. Tidak ada, sebelum ia membuktikannya. /Family, Romance, Crime, tragedi/SasuSaku/Multichapter/ OOC, Typo(s), gaje, etc.
.
.
.
Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Story © Hyuugadevit-Cherry
[Uchiha Sasuke & Uchiha Sakura]
─If you dont like, dont ever try to read─
.
.
.
.
.
Setiap hari perlahan berlalu lagi. Sakura menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. Beberapa bulan lagi ia menuju ujian kelulusan. Ia belajar dengan giat. Berbagai macam buku selalu menemaninya di manapun ia berada. Bahkan sahabat karibnya Temari sudah sangat bosan melihatnya.
Gadis merah muda itu juga menyibukkan dirinya jika di rumah─ di kamar atau perpustakaan keluarga. Jika di sekolah ia akan membuat dirinya seperti layaknya para kutu buku. Diam di pojokkan perpustakaan atau diam di kelas hanya untuk membaca berbagai pengetahuan tentang dunia detektive.
Dan setelah ujian kelulusan berakhir, ia mendapatkan pertanyaan dari guru konselingnya. "Jadi─ Haruno Sakura, kemana kau akan melanjutkkan studimu?" tanya Anko-sensei seorang guru konseling yang akan membantu memberikan solusi untuk muridnya dalam memilih urusan karirnya.
"Aku akan menjadi seorang detektive, sensei!" Jawab Sakura dengan nada rendah agar tidak ada yang mendengar pernyataannya selain ia dan senseinya. Tentu saja. kemudian gadis itu tersenyum ceria.
Anko hampir tertawa mendengaar jawaban dari siswinya yang menggemaskan ini. Ditahannya tawa itu untuk tetap mempertahankan wibawanya sebagai seorang guru. Ia kembali bertanya dengan hati-hati, "Apa kau yakin?" tanyanya halus.
"Detektive adalah sebuah dunia yang berkaitan dengan kriminal. Tentu saja, kau telah mengetahuinya. Bukan hanya pergelangan kaki atau tumitmu yang terluka seperti yang pernah kau alami ketika di dunia balet."
Sakura tersenyum mendengar penuturan yang keluar dari bibir gurunya ini. Ia yakin, pernyataan ini akan dibahas juga.
Dengan percaya diri yang mencapai atap, gadis berhelaian merah muda itu menceritakan segala sesuatunya. Bahwa ia tahu betul dunia apa yang akan ia masuki dan ia telah memutuskannya. Ibunya─ Uchiha Rin akan khawatir, tapi kepercayaan kakek nya dan ayahnya adalah kunci utamanya. Ia memiliki rasa percaya diri. Berani melangkah hingga pada keputusan yang dianggap berat. Tekadnya untuk membuktikan bahwa ia mampu sebagai gadis yang dibesarkan oleh seorang Uchiha, meski ia tak benar-benar menyandang marga tersebut telah bulat. Gadis itu juga menceritakan bahwa ia akan mampu menghadapi berbagai ujian yang akan dihadapinya nanti, bahwa nyawa lah taruhannya.
"Baiklah, tidak ada yang bisa menentang keinginanmu. Apalagi keluarga mu juga telah mendukung. Jadi, kau harus segera mengisi formulirnya dan mempersiapkan dirimu untuk masuk akademi kepolisian." Sakura mengangguk. Dengan ini, ia semakin dekat dengan keinginan kakeknya dan keinginan ayahnya.
.
.
.
.
.
"Jadi─ kau telah memutuskannya sayang?" Obito bertanya dengan wajah tak percaya, perlahan senyum nya melebar. Rin di samping suaminya lebih tidak percaya, wajahnya sangat kontras dengan suaminya.
"Sayang, pertimbangkan kembali. Kaa-san menemukan formulir ini di meja belajarmu, itu berarti kau bisa pergi belajar ke Perancis dan meraih impianmu."
Posisi Sakura yang semula tengah duduk di seberang ibunya, perlahan bangkit melangkah mendekatinya. Digenggamnya tangan Uchiha Rin disertai senyum lembut. "Kaa-san, aku telah memutuskannya." Ujarnya tegas, senyum penuh percaya diri ditampilkannya.
"Aku─ Haruno Sakura.., yang dibesarkan oleh keluarga Uchiha, yang mendapatkan pendidikan yang sama seperti para Uchiha lainnya, akan membuktikan bahwa aku layak dan aku merupakan bagian dari Uchiha." Tuturnya. Ia berusahan menenangkan ibunya. Obito tersenyum bangga. Mendengar itu Rin pun tersenyum. Ekspresi lega ditampilkannya.
Tak lama setelah Sakura mengatakan hal itu, kediaman Uchiha Obito di Kota Kumogakure ini mendapat kunjungan. Yang mana kunjungan tersebut adalah dari ayah Obito sendiri─ Uchiha Madara. Seorang kakek dengan wajahnya yang sudah tidak bisa dikatakan muda lagi.
Meski begitu, tanda-tanda ketampanannya sewaktu muda masih terlihat. Sakura melihat pria tua yang ia anggap dan menganggapnya cucu lekas berlari dan memeluknya. Begitu pula Madara yang membalas pelukan cucu merah mudanya ini. Ia tak pernah memanjakan siapapun, termasuk Izumi. Tapi pada Sakura, seolah pengecualian.
"Tou-sama..," mulai Obito dengan nada gugup. "Bagaimana tou-sama berkunjung kemari tanpa memberitahu kami? Jika tou-sama memberitahu, kami akan menjemput dan mempersiapkan segalanya."
Mendengar penuturan putranya, Madara hanya menyunggingkan bibirnya. Ia berkata dengan suara beratnya. "Tidak sopan sekali." Katanya sinis.
"Ayah mu datang bukannya segera mempersilahkannya masuk, kau justru terdengar mengeluh."
"Tou-sama.." Rin mencoba mencairkan suasana─ namun Madara segera menyela.
"Ini bukan masalah besar anakku. Aku kemari bersama seorang teman lama." Seseorang muncul dari mobil yang kini telah terparkir rapih di pekarangan kediaman Uchiha Obito. Melihat tamu yang dimaksud oleh ayahnya tadi, Obito segera menghampirnya dan memberikan salam.
Tamu itu adalah seorang Hyuuga Hiashi, rekan ayahnya. Usia Hiashi memang lebih muda dari Uchiha Madara─ namun mereka berteman baik. Hyuuga Hiashi adalah sosok Hyuuga yang terpandang. Ia adalah seorang presiden direktur di perusahannya Hyuuga. Hyuuga Corps bergerak di bidang furniture.
"Selamat datang Hyuuga-san di kediaman kami. Silahkan masuk." Kata Obito dengan nada ramah yang terkesan sangat formal.
Setelah mengatakan hal itu mereka lekas memasuki rumah dan memulai berbagai pembicaraan ringan.
Hyuuga Hiashi ternyata tidak seperti tampangnya. Tampang dari Hyuuga Hiashi sangat tegas, hampir sama seperti para Uchiha. Namun, pria ini ternyata sangat hangat. Ia juga menyukai Sakura. berkali-kali pria ini memuji gadis merah muda itu dan berkali-kali pula ia mengatakan ingin menjadikan Sakura sebagai menantunya.
Pembicaraan terus mengalir dan membicarakan tentang perusahaan Uchiha yang tengah di kembangkan di kota Kumogakure. Hingga sampailah mereka pada topik mengenai perkembangan sekolah Sakura. Pembicaraan yang mungkin membuat seseorang canggung.
Pembicaraan ini di mulai oleh Hiashi. ia bertanya. "Jadi─ Sakura, kau sudah menentukan akan sekolah kemana?"
"Umm, aku akan melanjutkan studiku menjadi seorang yang diharapkan oleh kakek." Jawab Sakura sedikit gugup. Membuat Madara dan Obito tersenyum bangga karena jawaban gadis ini.
"Menjadi seorang deketktive kah?" tanyanya.
"Ya," jawabnya percaya diri. Perasaan yang semula hilang kini kembali. Senyum kakek dan ayahnya membuat Sakura kembali percaya diri.
"Ku bilang apa Hiashi," Mandara menimpali dengan nada bangga. "Semoga berhasil sayang, Ku harap kau lulus seleksi dan di tempatkan dipusat."
Hiashi tersenyum. Ia kembali menanggapi "Sayang sekali," nada suaranya sedikit kesal. "Aku pikir kedatanganku kemari dapat membawa seorang Raphaella Haruno Sakura ke Konoha sebagai menantu. Ternyata tidak. Huh.., sayang sekali." Madara tertawa di sampingnya mendengar penuturan sahabatnya itu. Ia mengesampingkan pridenya sebagai seorang Uchiha yang penuh wibawa di depan anak, menantu dan cucunya ini.
"Kau harus dengar Hiashi," Madara repot-repot menjelaskan. "Meski putra mu itu tampan, tapi Sakura harus sekolah. Si bungsu ini akan menjadi orang yang mewujudkan harapanku. Jika ia berhasil─ maka bebanku, rasa kecewaku karena Obito dan Izumi yang tak mampu menjadi seorang detektive akan hilang oleh cucu manis ku, Sakura." Diakhirinya kalimat yang super panjang dan penuh sindiran itu. Sedang Obito yang peka hanya nyengir lima jari mendengar sindiran yang jelas-jelas dilemparkan untuknya.
Hiashi mengangguk, membenarkan. Rekan nya ini memanglah memiliki ambisi yang luar biasa tentang dunia kriminalitas dan ingin salah satu keluarganya melanjutkan tugas yang mungkin saja belum ia selesaikan. "Tentu," katanya. "Anakku akan mendapatkan jodoh yang lain. Tapi Sakura, jika suatu hari nanti aku membutuhkan bantuanmu.., maka ─ kau harus benar-benar datang dan menolongku," katanya sungguh-sungguh.
"Ha i... paman." Balas Sakura ceria. Dan malam itu, mereka menghabiskan malam dengan makan bersama dan kembali membicarakan hal-hal yang menarik.
.
.
.
.
.
"Ini adalah ujian pertama mu sayang," Obito membenarkan dasi hitam putrinya yang terlihat kurang rapih sebelum putri bungsunya melesat memasuki gedung tempat sekelsi. "Oh, Ya Tuhan..., ku harap kau benar-benar mampu menjawab semua soal yang keluar, mendapat nilai terbaik dan dapat mengangkat kekecewaan kakekmu." Katanya dengan nada kesal.
"Kau dengar bukan hari itu ia mengeluhkan semua kekecewaannya padaku di depan tamu? Ahh, memalukan sekali."
Sakura terkekeh mendengar perkataan ayahnya. "Percayakan padaku.., Otou-san." Ia menegakkan posisi berdirinya serta mengangkat tangan kananya, melakukan hormat. Lalu keduanya tertawa bersama-sama.
Tibalah waktu untuk melakukan salam perpisahan sementara waktu pada ayahnya. Sakura segera berlari memasuki gedung yang mengadakan test kepolisian. Namanya ternyata telah terdaftar sebagai calon peserta ujian. Ia pikir ia akan mengisinya di tempat, namun ternyata koneksi kakeknya mempermudahnya di tahap ini. Ia yakin jika kakeknya akan melakukan apapun agar Sakura dapat lolos.
Tapi Sakura juga akan membuktikan bahwa ia memang layak untuk diperjuangkan karena nilai yang akan ia raih tinggi, selain mendapatkan nilai yang baik dalam tes, Sakura juga akan membuktikannya dengan cara mampu menghadapi berbagai ujian selanjutnya.
.
Satu minggu kemudian setelah ujian itu, Sakura mendapatkan sebuah surel bahwa ia ternyata diterima dengan nilai yang memuaskan. Tentu saja keberhasilannya bukan karena pengaruh Uchiha Madara. Karena Sakura menyembunyikan fakta bahwa ia tinggal bersama keluarga Uchiha. Bahkan sebelum melakukan ujian ia mengancam jika kakeknya ikut campur dalam hasil ujian ia akan segera mengundurkan dirinya. Dan ini dia hasilnya. Ia berhasil melalui ujian dan mendapatkan nilai yang sempurna tanpa bantuan Uchiha Madara.
Mendapatnya ujian tes itu berarti Sakura harus kembali melalui tes selanjutnya. Tes ini adalah sebuah tes fisik. Ia memasuki kawasan KUMOGAKURE POLICE ACADEMY . Dan di sinilah cerita tentang Sakura dengan dunia barunya yang keras dimulai.
"Selamat pagi," sapa seorang pria berpengawakan tinggi. Wajahnya terlihat sangat tegas dengan kedua kacamata yang terus melekat dipangkal hidungnya. Ia adalah pria yang berkumis, ia memiliki bewok dan warna kulitnya hitam yang ─ entahlah,.. Sakura rasa itu tak terlalu penting. Karena perkataan selanjutnya dari pria ini sangat mengejutkannya. "Nama saya Killer Bee, saya penanggung jawab di bidang ini.. hari ini kita akan mulai latihan fisik,"
Tuan yang bernama Killer Bee itu menatap satu-persatu calon anggota kepolisian dengan serius. "Kalian mungkin bertanya-tanya mengapa diperlukan tes fisik? Jawabannya sederhana, karena kegiatan kalian ketika bergabung dikepolisian membutuhkan fisik yang prima."
"Yoshh... kita mulai sekarang dengan lari selama 12 menit mengelilingi lapangan yang berada di belakang ruangan ini . lapangan itu berukuran 400 meter. Untuk pria setidaknya kalian harus mencapai 5 kali putaran atau sektitar 2400 meter, dan untuk putri setidaknya kalian harus 5 kali putaran atau setara dengan 2000 meter, lebih dari itu.. lebih baik." Ia mengakhiri perkataannya dengan tawa yang terdengar sangat menyebalkan.
Mereka mulai melakukan latihan fisik.
Seperti yang dikatakan oleh Killer Bee, bahwa mereka melalui latihan fisik pertama dengan lari. Mulanya Sakura sangat kerepotan. Ia memang terbiasa melakukan tarian-tarian yang sama-sama mengeluarkan keringat seperti acara olahraga ini. Tapi jika boleh jujur, ini sangat berat baginya. Di tahap awal ini ia berakhir dengan gagal, gagal dan gagal.
Berkali-kali Killer Bee mengatakan bahwa Sakura gagal. Namun Sakura akan terus mencobanya, berlatih dengan keras dan akhirnya ia berhasil menempuh latihan fisik tahap pertama ini.
Dilanjutkan dengan latihan fisik tahap dua , yakni untuk putra Pull Up, sedang putri Chinning. Seperti yang kita ketahui bahwa pull up adalah suatu kegiatan olahraga yang dilakukan dengan cara seperti bergantung pada tiang-tiang horizontal, kemudian menarik badan ke atas sampai dagu melewati tiang tersebut dan kembali turun hingga tangan lurus.
Sedangkan untuk Chinning adalah gerakan dengan cara berdiri di depan tiang mendatar, dengan kaki tetap menginjak tanah, kemdian menarik badan ke depan dan kembali lagi ke belakang. Mereka para instruktur mengawasi mereka semua dan memaksa semua anggota melakukan kedua kegiatan fisik ini sebanyak 40 kali.
Walau berat, Sakura terus berusaha dan berusaha. Kata-kata gagal pada dirinya dari instruktur yang melatihnya membuatnya menjadi bertambah semangat. Ia menjadikan kata-kata mereka sebagai cambuk.
Hingga ia akhirnya berhasil melewati tahap Sit Up, Push Up, Shuttle Run dan Renang. Keberhasilannya membuat hampir semua anggota calon polisi dan senior-senior berdecak kagum akan semangat gadis yang semulanya sangat lemah, kemudian selalu berlatih lebih dari yang lain, terus mencoba. Gadis yang mereka pikir akan kalah dalam tahap fisik pertama, gadis yang terlalu ceria dan terlampau cantik ini ternyata berhasil melewati berbagai ujian fisik yang kejam.
.
.
.
.
.
Acara Kelulusan Sakura dan angkatannya pun tiba. Seorang Raikage yang dikabarkan bahwa ia adalah kakak dari Tuan Killer Bee pun datang sebagai pelantikan mereka. Acara berlangsung meriah. Terutama ketika satu persatu dipanggil oleh sang Raikage untuk memasuki panggung untuk pemasangan tanda bahwa mereka kini menjadi seorang bagian dari kepolisian, penyerahan sertifikat dan pembagian penugasan.
"Ada satu yang membuat saya bangga. Seseorng yang meraih nilai sempurna, seseorang yang luar biasa." semua orang berbisik-bisik. Mereka semua penasaran nama yang akan disebutkan oleh Raikage tersebut. "Haruno Sakura, silahkan menaiki panggung."
Mendengar namanya dipanggil, membuat Sakura sedikit tercengang. Ia memang melakukan yang terbaik. Mulanya yang selalu gagal karena terus termotivasi akhirnya berhasil juga. Namun ternyata ia melakukan semua itu lebih dari apa yang ia inginkan.
Ia menjadi yang terbaik!
Dengan langkah penuh percaya dirinya, Sakura menaiki panggung dan berdiri di hadapan semua orang dengan wajah yang sumeringah. "Haruno Sakura, mulai Raikage.
Mata sang Raikage menyiratkan sedikit kekhawatiran dan kurang percaya dengan penampilan gadis di hadapannya. Wajah yang cantik itu─ terlihat putih bersih, gadis yang penuh dengan aura keceriaan ini menurutnya kurang pantas jika harus memasuki sebuah aparat kenegaraan. Tapi ini adalah penilaian dan hasil usahanya. Mungkin inilah yang harus ditanamkan orang-orang sejak dulu dalam pikiran mereka. Suatu istilah Jangan menilai seseorang hanya dari sampulnya saja .
"Kuucapkan selamat," katanya dengan nada bangga. "Dan seperti biasanya, Kumogakure akan mengirimkan peraih nilai terbaik ke tempat yang spesial juga." Tuturnya dengan nada yang tegas. "Kau akan ditempatkan di sebuah kota yang besar, Konoha. Pusat jantung nya Jepang. Dan kau adalah seroang polisi perempuan pertama yang mampu menembus Konoha."
Dengan itu semua orang bersorak-sorai memberikan selamat. Dibangku perwakilan orang tua, Obito langsung berdiri dan tersenyum bangga. Ini adalah kabar yang baik untuk diberitahukan pada ayahnya, Uchiha Madara. Di samping Obito, Rin memasag wajah yang khawatir. Kami-sama, bagaimana putrinya bisa bertahan di kota besar Konoha? Pusatnya kota? Dan nilai kriminalitas yang sangat tinggi.
.
.
.
.
.
"Kau yakin sayang akan berangkat?" Rin menatap putrinya dengan wajah was-was. Si Bungsu Sakura terlihat tidak terganggu sama sekali dengan wajah yang ditampilkan ibunya. Justru ia terlihat lebih bersemangat dari pada biasanya.
"Tentu saja kaa-san, bahkan pesawatku sebentar lagi akan berangkat."
"Tapi sayang─"
"Kaa-san, apa kaa-san .. percaya padaku?" Sakura bertanya dengan senyumnya.
"Huh? Hmm.."
"Tak apa," Sakura menggenggam tangan Rin. "Tidak usah dijawab. Tapi suatu saat nanti─ kaa-san akan mengakuiku." Ucapnya. Setelah itu Sakura memeluk Rin yang langsung dibalas peluk oleh wanita itu. Obito yang sejak tadi menyaksikan interaksi kedua perempuan yang sangat berarti di hidupnya ini tersenyum penuh arti. Setelah itu ia juga memeluk ayahnya.
"Kau harus segera menghubungi tou-san jika sesuatu terjadi. Dan kunjungilah kakek sesekali." Obito membelai helaian merah muda putrinya. "Sekali lagi selamat sayang, kau harus membuktikan bahwa kau adalah bagian dari kami, Uchiha."
"Ha i.." balas Sakura tegas. Tidak ada keraguan sedikitpun di hatinya. Yang ada hanyalah perasaan senang karena dilangkah pertama nya ia berhasil menembus nilai terbaik dan menjadi perwakilan dari kota Kumogakure menuju Kota Konoha, jantungnya Jepang.
Konoha.. i m comming.
.
.
.
.
.
[Jepang, Konoha City]
Konoha adalah sebuah kota yang sangat indah, tak jauh berbeda dengan kota Kumogakure, Kota kelahirannya. Bulan ulan Maret ini, yang mana musim di Jepang adalah musim semi. Dan musim semi di Konoha ternyata lebih indah di iris emerladnya.
Yeahh, mungkin karena Sakura baru saja menapakkan kakinya di kota yang sering disebut-sebut sebagai jantungnya Jepang. Di sepanjang perjalanannya menuju apartemennya, Sakura menghubungi kakeknya─ Uchiha Madara dan mengatakan beberapa alasannya karena tidak tinggal bersamanya.
Untunglah Uchiha Madara tak terlalu mempermasalahkan hal itu. Setidaknya, kakeknya itu mau menerima keputusannya. Karena Sakura ingin hidup mandiri dengan tinggal di apartemen. Selain itu, jaraknya pun tidak terlalu jauh dari kantornya.
Beberapa menit setelah menempuh perjalanan, Sakura memasuki sebuah apartemen berukuran sedang. Besok adalah hari di mana ia akan memulai semuanya. Di mana ia akan di hadapkan dengan berbagai kasus yang akan ia tangani seperti di novel-novel detektive.
Ahh, rasanya Sakura tak sabar menunggu esok hari.
.
Dan waktu ternyata berjalan seolah lebih cepat dari pada mestinya.
Pagi sekali, Sakura telah bangun. Ia mempersiapkan segala keperluannya. Seperti seragam baru berwarna hitam. Sebuah kemeja putih dengan dasi warna hitam senada dengan jasnya yang berwarna hitam dengan plat merah dipundak bertitel dan pinggir celana bahan hitamnya. Tak lupa juga ia memakai topi kepolisiannya.
Sakura juga mengenakan sarung tangan putih, tak lupa sebagai alas kakinya ia menggunakan sepatu booth. Penampilannya sekarang solah-olah penjaga kastil kerjaan Inggris, terlihat stylish.
Dan yang terakhir dan paling membebani Sakura adalah ia harus mempersiapkan sarapannya. "Ahh sial!, aku tak bisa memasak." Keluhnya pada dirinya sediri. "Diperjalanan aku akan membeli sesuatu, onigiri saja juga tak masalah." Ujarnya kembali ceria.
.
"Aku dengar hari ini kita semua harus datang ke kantor untuk menyambut kouhai kita yang baru itu." Kata seorang pemuda dengan name tag Shimura Sai pada teman sejawatnya.
Pemuda yang mana teman sejawatnya itu hanya menatap datar jalanan dari balik kaca hitam mobil tersebut. Mereka tengah melakukan pengintaian akan kasus seorang pembalap liar yang sangat lihai melarikan diri itu.
"Sebentar lagi kita menuju kantor." Katanya dengan nada rendah.
"Huaaa,.. aku sangat mengantuk. Rasanya ingin pulang saja," Sai menggaruk-garuk tengkuknya. "Tapi─ aku penasaran .. karena salah satu kouhai kita katanya adalah seorang gadis. Yang mana ia gadis pertama yang mampu menembus 'KONOHA POLICE'." Selesainya kalimat itu, pemuda bernama Shimura Sai itu merasa mendapatkan tatapan yang sangat tajam.
"Apa yang kau katakan?" tanya teman sejawatnya dengan onyx yang berkilat, membuat Sai sedikit ngeri mendapat tatapan tajam dari onyx di hadapannya.
"KONOHA POLICE' merekrut anggota baru ? seorang perempuan?" Tanyanya lagi. Suaranya terdengar dingin dan mengandung suatu tekanan.
"Yeah, aku dengar begitu." Jawabnya sambil tersenyum palsu untuk menyembunyikan ketegangannya tadi. "Bagaimana tampangnya yaa? " Sai mengalihkan tatapannya ke arah lain.
"Pasti gadis itu bertampang jel─ kawaiii.." tiba-tiba saja Sai yang tengah mengoceh menyelesaikan kalimatnya dengan kata dan nada yang aneh. Sehingga mampu mengalihkan perhatian pemuda berambut raven dengan onyx itu. Dilihatnya Sai yang sepertinya terpana akan suatu objek yang pemuda itu tak ketahui.
"Kau lihat tadi Sasuke?" tanya Sai terburu-buru pada rekannya yang ternyata bernama Sasuke. Sasuke menatap datar rekannya yang entah kenapa hari ini terlalu banyak bicara. "Gadis tadi pasti anggota baru kita, seragamnya sama dengan kita.. tapi, Ya Kami-sama... ini berkah mu."
Sasuke memandang ke arah yang sama dengan Sai. Namun ia tak menemukan objek yang rekannya katakan itu. "Apa maksudmu?"
"Ahh, sudhalah.. lihat saja nanti. Sekarang segera ambi kemudimu. Gadis itu sudah menaiki bus. Aku sungguh tidak sabar melihatnya lagi." Ujarnya dengan senyum lebar.
.
.
.
.
.
.
"Terimakasih telah hadir semua di sini. Saya akan menyampaikan beberapa informasi mengenai hal-hal yang terkait semua anggota dikumpulkan." Mulai seorang pria paruh baya yang bername tag 'Uchiha Fugaku' ; kepala kepolisian Konoha.
"Perlu diketahui bahwa hari ini kita kedatangan anggoa terbaik yang akan bergabung bersama kita. Maka dari itu, saya akan memperkenalkannya. Dia adalah Shinagawa Shii dari Kumogakure,"
Orang yang disebutkan oleh Uchiha Fugaku dengan nama Shinagawa Shii itu maju ke depan dan memperkenalkan dirinya. Namun, ternyata tidak hanya sampai di situ. Kepala kepolisian Konoha itu kembali bersuara.
"Dan ternyata, tahun ini kita kedatangan juga anggota yang benar-benar pemula. Jika Shinagawa-san merupakan orang yang memang sudah bertugas dikepolisian Kumogakure serta dipindah tugaskan disini, beda hal nya dengan mereka. Mereka adalah dua orang terpilih dari akademi kepolisian daerah mereka karena nilainya yang sempurna. Silahkan perkenalkan diri kalian." Kata Fugaku tegas.
Dari arah pintu ruangan Fugaku, terlihat dua orang mengenakan seragam yang serupa dengan mereka. Dari wajah dan postur tubuh mereka─ kecuali seseorang yang bersembunyi di balik masker yang hanya memperlihatkan emerlad nya, dapat ditebak bahwa umur kedua orang itu masih sangat muda dan belum berpengalaman.
"Salam kenal, nama Saya Nishigaki Yagura dari Akademi kepolisian Kirigakure. Mohon kerja samanya." Ia berojigini dan kembali menegakkan tubuhnya. Setelah Yagura, seorang anggota yang lain segera maju ke depan. Ia yang mulanya mengenakan masker dan sebuah topi sebagai penutup kini dibuka dan memperlihatkan wajahnya yang cantik nan menggemaskan. Tak lupa juga helaian merah mudanya yang nyentrik terurai setelah topi kepolisan itu dibukanya.
Membuat semua laki-laki di ruangan itu terpana dengan kecantikannya. Terkecuali Fugaku yang sudah kebal─ mungkin dan seorang pemuda dengan onyx nya yang membelalak karena melihat seorang gadis akan bergabung di dunia kejahatan.
"Selamat pagi semuanya," suara bening nan merdu itu mengalun dengan indah bagai sebuah simfoni. "Perkenalkan , saya Haruno Sakura dari akademi kepolisian Kumogakure. Mohon kerjasamanya."
.
.
.
.
.
"Tak bisa dipercaya. Apakah tou-san akan memperkerjakannya?" tanya Sasuke yang sejak tadi merasa gatal sekali ingin menyuarakan isi hatinya. "Aku tidak yakin gadis merah muda itu dapat bekerja dengan baik!" Katanya tajam.
Fugaku menghentikan pekerjaannya yang sejak tadi memeriksa beberapa laporan dari bawahannya.
"Sasuke," suara yang tak lagi terdengar muda namun terdapat ketegasan yang kental itu membuat pemuda bernama Sasuke diam.
"Bukankah aku telah mengatakan padamu bahwa di kantor kita bukan ayah dan anak, tetapi rekan kerja. Aku adalah atasanmu, aku pemimpin kepolisian Konoha, Jantungnya Jepang dan mengenai seorang gadis tadi─ tidak, ia memiliki nama.. ia adalah Haruno Sakura. namanya Sakura. Sakura berhak membuktikan kemampuannya di sini, bersama kita." Tuturnya tegas.
Sasuke yang hendak kembali mengeluarkan suaranya terhenti ketika mendegar suara pintu diketuk. Setelah Fugaku mempersilahkannya, pintu tersebut terbuka dan menampakkan seorang gadis merah muda yang sejak tadi menjadi objek pembicaraan mereka bersama tiga orang pemuda yang Sasuke tahu bernama Yagura dan Shii Sedang yang satunya adalah Shimura Sai.
"Terimakasih sudah datang kemari," Mulai Fugaku, tanpa mempedulikan Sasuke. "Seperti sebelumnya bahwa Saya akan membuat kelompok baru." Kata Fugaku kembali ke mode formal. "Kelompok ini akan dipecah menjadi dua. Yang pertama dipimpin oleh Uchiha Sasuke dan yang kedua oleh Shimura Sai" Kedua pemuda itu mengangguk mantap, siap dengan tugas yang akan membebani mereka.
"Saya memilih Shimura Sai dengan anggota baru mu Nishigaki Yagura dan Uchiha Sasuke anggota baru mu adalah Shinagawa Shii dan─ Haruno Sakura."
"To─ Fugaku-sama, apa maksud Anda menempatkan gadis ini di kelompokku?" Sergah Sasuke tak terima dengan keputusan ayah sekaligus atasannya itu.
Ya Kami-sama.. apa ayahnya yang sekaligus merangkap sebagai atasannya ini tidak mengerti bahwa ia tidak menyukai gadis ini? Baginya, semua gadis itu pada dasarnya merepotkan dan menyebalkan. Sasuke sungguh tak ingin gadis itu memasuki dunianya.
Tapi Fugaku tidak mengeluarkan kembali kalimatnya dan memberikan kode untuk segera pergi dari ruangannya, membuat Sasuke segera pergi meninggalkan ruangan tanpa penghormatan. Melihat itu, Sai berojigini dan lekas meninggalkan ruangan Fugaku yang diikuti oleh ketiga anggota baru tersebut.
Terdengar lagi di indra pendengaran ketua kepolisian Konoha itu, sebuah suara yang berat, suara yang dilontarkan sorang senior yang sangat berpengaruh di kepolisian Konoha. Seseorang yang dikaguminya, dikagumi seluruh anggota kepolisian karena keberhasialnnya dalam menyelesaikan berbagai kasus-kasus.
Saya pikir saya masih muda, tapi ternyata saya sudah tua. Anda tahu? Bahwa saya memiliki seorang gadis kecil. Namun, kemampuannya ternyata membawa gadis kecilku itu menjadi anggota baru kepolisian Konoha. Saya yakin, ia akan sulit diterima karena ia gadis pertama. Untuk itu, Saya berharap kau akan menjaganya untukku.
"Semua menerimanya.., " katanya tenang. Namun kini kekesalan jelas tercetak di wajahnya yang tua. Ia berkata kembali dengan nada lelah. "Tapi saya tak menyangka jika benar ada yang menentang kedatangannya. Dan ia adalah putraku."
Ia mengusap wajahnya kasar dan kini wajahnya menunjukkan ketegasan yang tak terbantahkan. "Sesuai janji, saya akan menjalankan tugas dari anda.. Madara-sama" gumamnya pada semilir angin yang berhembus pelan.
.
.
.
.
.
"Jadi─ namamu Haruno Sakura?" tanya Shii dengan nada santai. Mereka berdua berjalan bersama menuju ruangan atasan mereka.
Sejak atasan mereka; Uchiha Sasuke yang meninggalkan ruangan, Shii dan Sakura mengikuti atasannya.
"Yap.." jawab Sakura dengan nada cerianya. "Shinagawa-san, mohon kerjasamanya ne... kau tahu, aku mungkin.. akan sedikit merepotkanmu. Hehe."
"Shii saja," katanya dengan senyum tipis.
"E-EHHH? Mana boleh begitu? Kan tidak sopan!" Sakura memasang wajah terkejut sekaligus bingungnya. Sungguh gadis yang penuh dengan ekspresi.
Shii tersenyum lebar. "Tak apa, itu pertanda keakraban kita bukan?"
Kedua iris emerlad meneduhkan bak hamparan rumput itu berbinar-binar. "Baiklah kalau begitu.. " katanya semangat. "Shii-kun juga harus memanggilku Sakura. S-a-k-u-r-a.. Sakura." katanya sambil memenggal-menggal tiap huruf pada namanya.
Keduanya terus berbincang. Tibalah waktu dua anggota baru ini memasuki ruangan Uchiha Sasuke, atasan mereka yang sebelum mereka sempat mengetuk pintu, kayu berwarna coklat yang memisahkan antara mereka dan Uchiha Sasuke, pintu tersebut telah terbuka dan menampakkan pemimpin mereka yang kini berwajah dingin. Auranya sangat tidak bersahabat.
Pandangannya sangat mengerikan, membuat Haruno Sakura tersedak oleh air liurnya sendiri. Ia tahu para Uchiha adalah orang-orang yang tegas dan terkenal akan pribadi yang tertutup. Semuanya ia tahu, karena ia tinggal bersama para Uchiha. Tapi ini... Ya Kami-sama... Uchiha Sasuke memang sangat tampan.
Pemuda bernama Uchiha Sasuke itu memiliki wajah yang bagaikan dewa dari kahayangan. Wajahnya tampan. Hidungnya mancung, kedua alisnya hitam senada dengan kedua bola matanya yang berwarna hitam, sehitam kopi. Wajahnya itu menandakan bahwa ia memiliki kepribadian yang kuat.
Tambahan, tinggi badannya jauh lebih tinggi dari pada Sakura. Dan sialnya, si tampan Uchiha Sasuke itu memiliki kulit yang putih seputih susu dan terlalu dingin alias judes pada Sakura, khususnya.
Padahal, biasanya jika laki-laki melihat Sakura akan bersikap baik dan ramah. Termasuk para Uchiha yang mau menerimanya sebagai anggota keluarga. Tapi Uchiha Sasuke benar-benar berbeda. Tampangnya sangat dingin dan tak terlihat tertarik padanya. Membuat Sakura merasa tertantang pada pemimpinnya yang sedingin kotak es ini.
"Bagus, " satu kata yang meluncur dari bibir atasannya. "Ikuti aku dan jangan pernah bertanya jika tidak ku izinkan. Shii, aku tahu kau memiliki pengalaman selama satu tahun di kepolisian Kumogakure, kau juga pernah mengawal Raikage ketika berkunjung kemari. Tapi aku tetap atasanmu dan ambil kunci ini," Sasuke melemparkan kunci itu pada Shii.
"Dan kemudikan mobil itu untukku." Tambahnya.
"Ha'i."Jawab Shii tegas. Sasuke berjalan mendahului dua kouhainya. Ketika onyx itu bertemu dalam satu titik dengan emerlad, Uchiha Sasuke melemparkan tatapan mengintimidasi dengan rahang yang sekeras papan. "Dan Kau merah muda," katanya sambil menghentikan langkahnya.
"Yes sir..," tanggap Sakura dengan tubuh yang ditegapkan. Seulas senyum diwajah manisnya menambah kesan menggemaskan.
Sasuke bertahan untuk tidak mengumpat melihat ekspresi kouhainya ini. Ia berkata dengan santai, "Maukah kau mengikuti perintahku?"
Wajah Sakura semakin penuh semangat. "Yes sir..," jawabnya ceria.
"Pulang!" Suara dingin itu... sial! Apa maksud kata pulang itu?
Dengan angkuh Sasuke memasukkan kedua tangannya ke saku celananya. "Seorang gadis manja sepertimu tidak pantas berada bersama kami. Jadi pulanglah.!" Semua orang yang berada di ruangan itu sepertinya serempak terdiam mendengar penuturan Uchiha Sasuke si dewa es.
Karena suara itu, wajah itu─ benar-benar membuat seluruh ruangan terasa dingin dibandingkan kotak es. Setelah mengatakan semua itu, Sasuke berjalan tanpa mempedulikan Haruno Sakura yang masih mematung ditempat dengan mulut ternganga.
Ck~.. Haruno Sakura... Apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Menyerah atau terus mengejar pemimpin sedingin kotak es mu yang penuh dengan tantangan itu?
.
.
.
.
.
─TBC─
A/N:
Yap, waktunya balas reviews, udah lama gak pernah balas reviews ^^
.
•Answer for Reviews Murder In Konoha:
Chandrahan: Ya ampun Dhe-chan kaget dapet reviews kamu.. kaya yang ngancem wkwk ini udah update yaa, Dhe-chan juga banyak kesibukan, tapi ini lagi nikmatin liburan di Sumedang *malah curhat* Yap sekian dehh, sankyuuu Bwt R&Ranya ^^
Kimiizumi-Chan: masa iya baguss? *Merona* ini udah update yaa ^^ hahaha ahh si kamu mah suka buka-buka kartu gitu T.T selalu semangat ^^ sankyuu yaa Bwt R&Rnya ^^
kikyu: Ini udah lanjut yaaw ^^ kyaaa~ aku dibuat merona gegara pujian kamu lohh *nyengir+ merona* btw, sankyuu buat reviewsnya ^^
fransiskasara33: Aku juga suka, Sukri, sukirman, dll pokoknya sama reviews kamu wkwk *ngakak* Aduhh kenapa banyak yg Blang Dhe-chan nerbitin buku ya? Itu sebenernya FIC Dhe-chan yang karena kebutuhan Skenario, jd Dhe-chan buat FIC itu pura2 novel T.T *sedih tiada Tara* but.. sankyyuu yaa, semoga aja bener suatu hari nanti Dhe-chan bisa buat novelnya hehe.. makasih juga buat R&R nya ^^
Parkbyun-ssi : ahh masa iya baguss? *Merona* sankyuu yaa buat R&R nya ^^
Shira Ayugi : cerita ini di-update tgal 11 Shira-chan, kamu telat woo *manyun* astagaaa... Ini lagi Shira-chan juga ngomong aku buat buku, aku mau ngasih tahu rahasia.. kalo 'Yami Kara Anata Wo Mamoru' itu FIC ke dua aku pas aku gabung di FFn ,hehe maaf ya mengecewakan aku nya T.T *nangis darah/digaplok* hngg... Buat itu kita lihat nanti yaaww ^^ sankyuuu loh R&R nya ^^
Salada15 : Salada-Chan, Review mu itu singkat bangett *manyun* but... Aku seneng lohh ^^ sankyuuu yaa R&Rnya ^^
risnusaki : Haiii Rinusuki-chan... Ckckck.. aku udah baca berbagai reviews kamu di FIC aku dann... CHAPTER ini aku persembahkan untukmu dehh yaa . Semoga suka wwkwk. Sankyuuu R&R nya ^^
Khoerun904 : a-arigatou pujiannya khoerun-chan ^^ ssankyuu juga Bwt R&Rnya ^^
Ibnu999 : Haiii Ibnuu-kun... Kamu juga ini bilang novel T.T bikin aku galaauuu... Sakura termotivasi jadi detektive kan karena ia dibesarkan dikeluarga Uchiha yg mayoritas menjadi pembisnis dan masuk kepolisian. Selain itu Uchiha Madara berharap banyak padanya. Untuk itu, dia merasa tertantang juga dengan kata2 Karin dkk yg mengatakan bahwa ia GA bakal bisa. Yah, banyak alasannya pokoknya hehe kalo balet kan dia emang udah mahir , dan Kurenai-sensei sendiri yg mengatakannya ^^ *yah tuhh kan penjelasannya kepanjangan* oke dehh, terakhir sankyuuu R&Rnya ^^
DeShadyLady : udah next yaa Shady-chan ^^ sankyuuu R&Rnya ^^
daisylisakuyachan : hehehe makasih banget lohh pujiannya *tolonggg.. hati ini aku dibuat merona terus/dihajar* ini udah next yaa dan jawabnya ada di chap ini ^^ sankyuuu buat R&Rnya ^^
.
Bwahahaha XD sekian lama gak bales reviews jadi canggung gini kata-katanya T.T yaps.. jadi intinya 'Yami Kara Anata Wo Mamoru' adalah FIC Dhe-chan yaa (belum jadi novel) hanya tuntutan cerita ^^ dan maaf untuk cerita Dhe-chan yang makin aneh ini T.T huhuhu. Yaaphh.. segini dulu yaa ^^ dhe-chan sebentar lagi bakalan ngadepin mini seminar. Minta do'anya biar dhe-chan terus semangat XD dan bisa lanjutkan fic ini. Chapter 2 terinspirasi dari film animasi Zootopia.. ada yang pernah nonton Bagaimana kerennya Judi?
.
Mind to reviews?
.
Sumedang, 24 April 2017.
