[Pt Three-Danger?]

.

.

.

.

"Heol?"

.

"Masih sama."

.

"tidak bisa dipercaya…"

.

"kenapa bisa seperti ini?"

.

"GYAAHHHAAAAHHAAAHHAAAA! TAE! KENAPA BURUNGMU SAMA SEKALI TIDAK TUMBUH!?"

.

"PARK JIMIN BANTET SIALAN! MENYINGKIR KALIAN SEMUA!"

.

Dan hal selanjutnya yang terjadi hanyalah Taehyung berjingkat menendang Jimin yang ada dihadapannya kemudian berlari menuju kamar sembari mengumpat.

.

"MATI SAJA KALIAN SEMUA!"

.

.

.

.

.

.

Di sore yang senyap itu para member sedang menanti Taehyung yang tak kunjung keluar dari kamar sejak insiden pelepasan celana TaeTae siang tadi yang berakibat pada dua member bernama Park Bantet Jimin beserta Maknae kelebihan hormone Jeon Jungkook untuk sementara mengungsi dimanapun untuk mendapat pinjaman baju karena kebetulan sekali baju keduanya terkunci didalam kamar yang sedang terisi oleh Tae hyung yang ngambek.

.

"apa Taehyung belum keluar juga?"

.

Jin hanyalah satu dari segelintir manusia hidup yang masih memperhatikan Taehyung dibelahan dunia ini dibandingkan dengan dua orang yang berdiskusi didepan televisi yang sedang membahas hal-hal tak penting semacam. Apakah melon Taehyung tidak akan mengempes dua jam kemudian? Atau apakah buah itu akan bertambah besar? Atau akan mengeluarka hal aneh lain? Yah, kira-kira seperti itu.

.

Semua orang yang ada disana bungkam, Jin berdecak kesal lalu menyambit kepala Hoseok yang sial beruntung sekali menyembul paling strategis itu dengan daun bawang utuh.

.

"YAK! HYUNG!" Hoseok memprotes dengan mulut spesialnya yang membentuk persegi.

.

"Aku bertanya, setidaknya kau punya sopan santun untuk menjawab pertanyaan dari hyungmu. Jung Hoseok!"

.

"kau kan bisa melihatnya sendiri kenapa masih bertanya?!"

.

"setidaknya kau punya inisiatif untuk membujuknya keluar, Hoseok." Pemilik nama itu hanya mencebik tak mengindahkan ucapan Jin berbanding terbalik sekali dengan dua manusia yang tiba-tiba saja menjadi begitu kompak beberapa jam ini.

.

"AKU MAU MELAKUKANYA UNTUKMU HYUNG!" Jimin dan Jungkook pelakunya, dua anak manusia yang tengah dalam keadaan antusia berlebih karena keadaan nista yang menimpa Taehyung itu sepertinya emang bertambah kompak dalam hal apapun yang menyangkutpautkan nama Taehyung didalamnya.

.

Bunyi trak yang kuat terdengar dari dapur saat dua orang itu mengajukan dirinya sebagai sukarelawan. "aku harus membersihkan isi otak kalian lebih dulu jika kalian masih nekat mengajukan diri." Tersenyum sembari mengangkat pisau besar yang sengaja dia gunakan untuk mencincang daging ditangannya Jin mengacungkan pisau besar itu pada dua manusia bernama Jimin dan Jungkook yang tampak tersenyum takut.

.

"ahahah… hyung pisaumu bagus, apa itu baru?" Jimin tersenyum dengan mata sipitnya yang tak sengaja dia sipitkan. Mendorong Jungkook yang duduk disampingnya dengan kasar sambil berucap. "Jungkook bilang dia mengajukan diri."

.

"HYUNG!" potesan itu disambut Jimin dengan senyum khasnya sedangkan Jin yang masih menatap dua orang itu kini hanya menghela nafas pasrah. Mereka semua memang benar-benar tidak berguna.

.

"kau tunggu saja sebentar, Tae hyung kan tidak tahan lapar. Dia pasati keluar jika sudah kelaparan." Lagi-lagi Yoongi hanyalah manusia dengan pemikiran waras yang masih tersisa. Dan ngomong-ngomong tetang orang waras dimana Namjoon?

.

"dimana Namjoon?" Jin menggumam, manusia itu tadi kan bilang akan membantunya memasak. Kemana sekarang?

.

"apa kalian melihat Namjoon?" Jin kembali terabaikan. Yoongi melihat televisi dengan fokus, Hoseok sedang berlari menuju kamar madi sedang dua orang tersisa alias Jimin dan Jungkook saling menatap sebelum mengendikkan bahu tak acuh dan kembali berdiskusi. "tch, mereka benar-benar menyebalkan. Apa aku harus menelponnya?"

.

Pertimbangan sengit itu terdampar dibenak Seokjin beerapa detik sebelum orang yang dia cari kembali dengan wajah memerah aneh beserta kantung plasti berwarna hitam gelap yang bergelayut manja ditangannya. Namjoon, dia melepas sepatunya lalu berjalan pelan menuju ruang tengah. "hyung, apa kau sudah memasak?"

.

Memilih tak menjawab apa yang dilontarkan Namjoon, Jin memicing menatap lekat kantung plastik aneh dibawa Namjoon. "apa yang kau bawa itu?"

.

Namjoon seolah tersentak, manusia dengan bakat acting nol persen itu tersenyum idiot dengan kaku lantas menjawab. "aku kira Taehyung membutuhkan ini."

.

"Taehyung? apa dia memintamu melakukan sesuatu?"

.

Namjoon yang gugup akan selalu melakukan sgerakan-gerakan aneh seolah dia menari saat menjelaskan sesuatu saat dia melakukan kesalahan atau hal aneh dan berbohong. "tidak, tapi sekarang hyung tau sendiri yang terjadi padanya jadi aku melakukan ini juga bukan karena aku mau, ini… um, bagaimana aku menjelaskannya, ini tidak seperti yang hyung pikirkan tapi aku juga tidak bermaksud melakukannya―"

.

"kau mabuk heh?! Jin hanya bertanya apa yang kau bawa." Yoongi dengan gerakan terlatih tiba-tiba saja sudah merebut kantung plastic itu dari tangan Namjoon. "apa yang kau beli ini? kenapa rasanya aneh?" Yoongi membuat wajah aneh saat meraba-raba tekstur benda aneh didalam kantung plastic misterius itu.

.

"Hyung! Itu benda berbahaya!" Namjoon kelabakan, Yoongi yang penasaranpun makin mengernyitkan matanya dengan senyum licik diwajahnya saat tangan Namjoon mulai menggapai-nggapai benda yang katanya berbahaya.

.

"YAAK PARK JIMIN TANGKAP!"

.

Kantung plastic itu kini berpindah tangan, Jimin yang mengakpa benda asing itu memandang Yoongi serta Namjoon bergantian sebelum Namjoon mendorong Yoongi lalu berlari menuju Jimin.

.

"JIM! KEMBALIKAN! BENDA ITU BERBAHAYA!"

.

Tak menindahkan teriakan Namjoon yang membabi buta itu Jimin dengan cepat malah berlari, dengan isyarat tangan terlatih dia menyuruh Jungkook mencekal Namjoon yang berusaha mengejarnya namun gagal karena Jungkook tak mengerti apa yang Jimin maksud.

.

"MAKNAE HENTIKAN NAMJOON! KITA HARUS MEMBUKA PLASTIK ANEH INI!"

.

Dengan seruan itu keadaan yang tadinya rebut itu berubah ricuh. Yoongi yang kebetulan ada dibaris depan kini meminta kantung plasti yang telah jadi buntelan itu untuk dilemparkan padanya. Namun Namjoon berbalik arah menujunya. "LEMPARKAN PADAKU!" Jungkook berseru kuat yang direspon cepat dengan lemparan Jimin.

.

Dorm BTS itupun kini dipenuhi oleh teriakan serta bunyi kaki mereka yang berlarian tak tentu arah hanya untuk memperebutkan benda yang kata Namjoon berbahaya dalam kantung plastic hitam.

.

"YAAK BERHENTI BERLA―"

.

BRRRUUGGHHH

.

Semua kini hening, Jin yang tadinya mau berteriak itu kini hanya bisa cengo melihat pemandangan dihadapannya.

.

Namjoon terdiam ditempat, Yoongi terperangah dan Jimin yang sudah ingin mengumpat dengan pemandangan tersaji tepat dihadapannya.

.

.

.

.

.

Taehyung menggeliat tak nyaman, perutnya melilit, cacing-cacing peliharaannya bahkan sudah mengadakan orasi didalam perutnya. Dia lapar sekali karena seharian tidak makan gara-gara melon yang menggantung didadanya ini.

.

Membuka selimut tebal yang sedari tiga jam lalu menggulung tubuhnya Taehyung mulai beranjak, dengan helaan nafas yang terdengar begitu pasrah pada akhirnya Taehyung memilik keluar untuk makan.

.

Taehyung masih kesal pada mereka semua, kenapa memang jika burungnya kecil? Memangnya burungnya melakukan tindakan criminal hingga didiskriminasi seperti itu. burungnya juga punya hati loh, burungnya itu juga bisa sakit hati jika mereka tertawakan seperti itu. lagipula Taehyung kan juga laki-laki meskipun bentuknya sekarang jadi seperti gadis tomboy yang punya melon sebesar buah melon. Tch, mengingat hal itu Taehyung jadi kesal sendiri.

.

Kruuuuukkkk[] tapi lapar telah melanda, Taehyung tidak mau mati konyol karena tidak makan disebabkan ejekan mereka.

.

"kenapa diluar ramai sekali?"

.

Bermonolog sendiri Taehyung berhenti didepan pintu untuk memelisik sebenarnya apa yang terjadi diluar kok ramai sekali. Tapi, kalau dipikir-pikir mereka kan memang selalu ramai jadi dengan perlahan pada akhirnya Taehyung memutuskan untuk membuka pintu kamarnya.

.

Knop pintu itu terputar, Taehyung mendorongnya dengan lembut lalu berjalan keluar tanpa tahu bahwa ada seonggok Jeon Jungkook yang dianugerahi Tuhan dengan wajah tampan berserta otot sempurnya yang kini tengah berlari tepat di hadapan Taehyung tanpa bisa kurangi kecepatannya hingga tabrakan maut itupun tak terelakkan.

.

"YAAK BERHENTI BERLA―"

.

Taehyung tak tahu bagaimana semua jadi begitu cepat, tubuhnya ditabrak tanpa pemberitahuan terlebih dulu, dalam keadaan perut kosong pula. Daya gravitasi pun seolah menarik tubuh keduanya, tanpa bisa berpegangan pada apapun tubuh Taehyung oleh terlebih dahulu karena posisi Jungkook yang ada dihadapannya memang sangat tidak strategis.

.

BRRRUUGGHHH

.

Bunyi yang begitu keras itu hanyalah pemberitahuan bahwa dua orang yang saling bertabrakan itu kini telah saling tumpang-tindih dilantai. Dengan posisi Taehyung dibawah Jungkook.

.

"MAKNAE SETAN JAUHKAN! WAJAMU DARI DADA SINTAL TAEHYUNGKU!"

.

Teriakan Jimin bergema, Taehyung yang sadar akan posisi itupun menggeliat tak nyaman sedangkan Jungkook malah menyusupkan wajahnya telak kedalam himpitan dadanya. Jungkook itu memang maknae sialan.

.

"akkkhhh… kook!"

.

"sebentar lagi hyung! Ini terlalu kenyal!"

.

"JEON JUNGKOOK!"

.

"AKU JUGA MAU MERASAKANNYA MAKNAE SETAN!"

.

"YAAKKK PARK JIMIN!"

.

"JUNGKOOK MENYINGKIR DARI TAEHYUNG!"

.

.

.

.

Mari kita tinggalkan kekacauan itu dan fokus pada benda misterius yang masih berada dalam kantung plastic hitam yang kini telah tergeletak pasrah didepan kamar mandi.

.

Hoseok yang baru saja keluar mengernyit data mendapati beda asing itu, disudut sana dia bisa melihat oara membernya masih saling berteriak dan tak ingin ikut-ikutan. Sudah biarkan saja mereka bermaian sesuaka hati pikirnya.

.

Tangan panjangnya pun menjangkau kantung plastik hitam itu tanpa curiga, merasakan tekstur anehnya dari luar plastic yang terasa empuk. Mengernyit seolah berpikir dan menimbang-nimbang sesuatu sebelum perlahan jemari lincahnya mulai mengurai simpul kantung plastic hitam itu guna melihat apa yang ada didalamnya.

.

Benda berwana merah itu begitu mencengangkan. Terasa lembut dan aneh ditangan Hoseok. Pemuda itu menelan ludahnya kelu saat tahu benda pusaka macam apa yang ada ditangannya ini.

.

Benda dengan tali menjulur manja disisi kiri serta kanan besera dua bulatan cembung yang lembut.

.

Benda yang sering Hoseok lihat di pelataran rumahnya jika dia pulang.

.

Benda yang sangat berbahaya.

.

"BRA MILIK SIAPA INI?!"

.

.

.

.

[a/n : bagaimana kabar kalian? Taehyung sehat kok, ahahah… oke, saya tak bosan-bosan mengingatkan jangan baca FF ini karena bisa merusak mental. Harap jauhkan pada bocah dibawah umur. Efek samping akan ditanggung masing-masing pembaca karena saya tidak mau tanggung jawab. Terimakasih telah membaca, Taehyung cowok men, dia cowok oke, jangan berharap Taehyung bakalan jadi cewek seutuhnya karena itu tidak mungkin. Kkkkk, oke kalau inget silahkan Vote serta komen. Salam Go green! TianLian]