[Pt Four-How?]

.

.

.

.

Sidang umum pertama itupun dimulai, tersangka utama pelecehan melon Taehyung itu tengah duduk bersila dihadapan para hyungnya. Sedangkan korban pelecehan yang bernama lengkap Kim Taehyung itu kini tengah makan dengan lahap dibagian dapur guna mencegah hal absurd lain terjadi di dorm ini.

.

"jadi kesaksian apa yang ingin kau utarakan, Park?"

.

Berdeham pelan, Jimin menatap sengit Jungkook sebelum memulai prakatanya. "Jungkook sengaja tersandung, aku yakin itu."

.

"WOAHH! BAGIAN MANA YAG MEMBUKTIKAN AKU SENGAJA TERSADUNG PENDEK! JANGAN MEMBUAL!"

.

"BAGIAN KAU MENELUSUPKAN MUKAMU DI MELON TAETAE LAH! YANG MANA LAGI?!"

.

Menghiraukan debat para membernya Taehyung yang sudah puas meneguk segelas air putih kini menatap aneh pada benda asing berwarna cerah yang kebetulan sekali tergeletak strategis di samping set pisau milik Seokjin.

.

Tangannya terulur meraih benda aneh berwarna merah cerah itu tanpa ragu lalu melebarkannya dengan mata tak berkedip. "ini wadah melon bukan?" ucapnya kemudian.

.

Masih dengan raut penasaran yang tak dibuat-buat Taehyung mencoba menoel-noel sepasang bentuk semi circle yang tampak seperti gunungan. Melipatnya menjadi satu kemudian mengintip di celah-celah lalu melebarkannya lagi lantas menaarik-narik tali menjulur misterius yang ada dimasing-masing sisi.

.

"punya siapa ini?" masih dengan tampang penuh minatnya, Taehyung kini ganti menangkupkan bra yang barusan dia lipat tepat menyentuh melonnya. "bukankah ini dipasang seperti ini? beginikah?" mengenyit bingung, Taehyung masih memperhatikan bra yang sengaja dia tempelkan pada melonnya dengan dua tangannnya. "apa seperti in―"

.

"KIM TAEHYUNG! BERHENTI BERMAIN-MAIN DENGAN DADAMU!"

.

Teriakan Jin yang mengagetkan itu membuat semua manusia yang kebetulan berada disampingnya menatap Tae hyung yang masih kaget mendengar teriakan Jin.

.

Mengkerjab beberapa kali sebelum pemuda pemilik melon segar nan menggoda aka Kim Taehyung menyangkal. "AKU TIDAK MELAKUKANNYA HYUNG!"

.

Dan berbuah sia-sia karena toh semua yang ada disana juga tahu bagaimana tangan Taehyung menangkup bra bersama dengan melon segarnya.

.

"baiklah… baiklah, setidaknya tolong kondisikan tangamu itu dulu Tae." Selalu Hoseok jadi satu dari sekian umat manusia yang tersisa dengan pemikiran warasnya.

.

Taehyung tersenyum dengan cengiran khasnya, membawa bra merah menyala itu dalam tangkupan tangannya lalu beranjak menuju semua member yang memandang melon Tae hyung yang memantul-mantul setiap dia berjalan. Astaga… tolong kuatkan iman kami Tuhan! Batin mereka bersamaan.

.

"Hyung, inikan benda untuk mengurung dada itukan?" mengacungkan bra merah hasil bawaan Namjoon yang masih belum terpecahkan bagaimana leader mereka bisa mendapatkan hal semacam itu Yoongi menjawab sebelum mulut laknat member lain mericuh. "bukan, itu untuk tempat ikan mas baru ku. Tentu saja bodoh."

.

"Hyung, aku serius loh ini." Yoongi berdecak kesal mendengar ucapan Taehyung, bocah ini memang aneh, aneh dari lahir.

.

"TAE! KAU MAU MEMAKAINYA?!" berkedip menatap Jimin, Taehyung memiringkan kepalanya berpikir sebelum kembali bertanya. "apa begitu?"

.

"TENTU SAJA! ITU BISA MENYEMBUNYIKAN MELON V HYUNG AGAR TAK MENGGODA IMAN!"―PLAK- geplakan sayang dari Jin kembali menyapa kepala sang maknae kelebihan hormone aka Jeon Jungkook.

.

"apa kau tidak merasa berat dengan benda yang menggantung itu Tae?" Jin kembali menengahi, Taehyung sendiri malah sudah mengangguk antusias. "punngungku pegal hyung." Akunya dengan wajah yang tak bisa dikondisikan lagi keimutannya.

.

"ah, itu aku rasa benda yang aku dapat tadi yang ada di tangan Tae hyung bisa di manfaatkan dengan baik kalau Tae hyung memak―"

.

"berhenti bicara omong kosong, Kim namjoon." Jin kembali menyela. Mengalihkan atensinya pada Tae hyung dan kembali melanjutkan perkataannya. "aku rasa kau harus memakai benda aneh itu agar punggungmu tak terlalu sakit, Tae."

.

"ah, okay!" Taehyung pergi dengan segera menuju kamar mandi. Wajah-wajah dua orang yang terlalu antusias dengan berita barusan sungguh tak bisa lagi di jabarkan dengan hanya sekedar kata-kata. Bagaimanapun Jimin dan Jungkook hanyalah pemuda normal yang masih dalam masa pertumbuhan bukan? Membayangkan benda kenyal yang tak pernah mereka bayangkan itu saja mereka tak berani karena takut mengotori seprai, lah ini sekarang malah Tae hyung yang sudah di legalilisasi telah terkonfirmasi memiliki buah keramat menggantung yang amat sangat kenyal kini harus memakai bra! Hahhhhh… nikmat mana yang coba mereka dustakan?!

.

"Park Jimin, Jeon Jungkook… cepat bersihkan otak kalian sebelum aku mengambil pisau untuk membersihkannya..." Jin mendesis kesal. Pikirnya cobaan apalagi yang harus mereka hadapi kedepannya setelah hal aneh terjadi pada Taehyung. hhh, kenapa hari-harinya tak bisa sekali saja normal…

.

.

.

.

.

Normalnya, yah seheharusnya normalnya Tae hyung tak memerlukan begitu bayak waktu untuk memakai bra saja. yah setau mereka bra itu tinggal ditempelkan lalu dikaitkan dibagian belakangnya kan ya? Setahu mereka sih begitu setelah mencoba menelisik dunia maya selama lima belas menit ini menunggu Tae hyung yang tak kunjung keluar.

.

"TAE! KENAPA KAU LAMA SEKALI DI DALAM?!" itu Jimin, siapa lagi manusia kurang kerjaan yang selalu saja merusuh jika Tae hyung sedang di dalam kamar mandi kalau bukan dirinya.

.

"kau ingin kencing? Cari saja pohon diluar dorm sana!" Yoongi selalu jadi kandidat nomer satu yang memberi komentar ajaib yang efeknya tetap saja menyakitkan hati.

.

Jimin berdecih sebal pada Yoongi sebelum kembali menekuni profesi dadakannya lagi, "TAE KAU ARUS KELUAR SEBELUM MEMBEKU! APA KAU BISA MENDENGARKU! TAE SAYANG!"

.

"PARK JIMIN!" Jungkook yang sedak beerapa menit itu menghilang dari pandangan Jimin tiba-tiba datang sambil menyingsingkan lengan bajunya.

.

"WAAEEEEE?!"

.

"kau mengambil apel yang ada di lemari es kan?"

.

Apel? Ahh, apel merah yang ada di lemari es yang tinggal sebiji itu kah? "kenapa? Aku melemparnya pada anjing tetangga sebelah yang selalu menggonggong setiap sore itu. Lihat, sekarang anjing itu tidak menggonggong bukan?"

.

.

"ITU APELKU PENDEK!"

.

"YAK! BERHENTI MEMNGGILKU SEPERTI ITU! AKU HYUNGMU!"

.

"KAU MELEMPARKAN APEL TAK BERDOSAKU!"

.

"ITU HANYA AP―"

.

Suara pintu terbuka menghentikan debat keduanya, dua pasanga mata itu mengantisipasi keluarnya Tae hyung dengan penuh antusias sebelum detik kemudian harus menghela nafas kecewa karena Tae hyung hanya mengeluarkan sebagian kepalanya untuk memanggil salah satu hyungnya. "HOSEOK HYUNG KEMARILAH!"

.

Hoseok yang kebetulan berada di saping lemari es mengambil air dingin segera menyahut. " ada apa?" berjalan dengan langkah ringan Hoseok menatap Tae hyung penuh tanya, lalu mengalihkan pandangan menatap dua orang berinisial Jimin serta Jungkook yang menatapnya bengis. Hhh, cobaan apalagi yang tengah direncanakan Tuhan untuknya kali ini?

.

Taehyung yang terlalu pintar memahami situasi itupun dengan sigap menarik lengan Hoseok untuk masuk kedalam kamar mandi bersamanya.

.

BRAAAKKKK[]

.

Tanpa perlu umpan, tanpa perlu wewangian, tanpa perlu bunga tujuh rupa serta sesajen yang lain dua setan yang tak diundang itu pun mengamuk, meraung, sembari menggebrak pintu kamar mandi dengan sangat kompak.

.

"YAAAKKK TAEEE! AKU BISA LEBIH MEMUASKANMU KETIMBANG KUDA ITU!"

.

"PUNYAKU BAHKAN LEBIH BERBOBOT DARI PADA KUDA ITU V HYUNG!"

.

"KAU BISA DIAPA-APAKAN OLEH KUDA JADI-JADIAN ITU JIKA DIDALAM SANA SENDIRIANN!"

.

"TAEEEEE!"

.

"V HYUNGGGG!"

.

"KALIAN BERISIK! BIARKAN SAJA ALIEN DAN KUDA ITU BERKEMBANG BIAK DIDALAM SANA! AKU TIDAK BISA MENONTON TV DENGAN KHIDMAT GARA-GARA KALIAN!"

.

.

.

.

.

Suara-suara ricuh itu benar-benar bisa membuat telinga mereka tuli, hhh…. Kenapa dua manusia itu jadi lebih tak normal seperti ini.

.

Tak sempat mendumal lama, Hoseok sudah di todong Tae hyung dengan segumpal bra yang masih utuh. "apa? kau ingin aku memakainya?"

.

Taehyung mencebik, "yang benar saja, bantu aku memakainya hyung."

.

"MWOO?!" teriakan Hoseok mengudang ricuh makin berkumandang dibalik pintu. Menghiraukannya Tae hyung buru-buru memberikan segumpal bra asing itu pada Hoseok lalu berbalik.

.

"cepat selesaikan dan keluar hyung, disini pengap." Si alien Tae hyung itu memang sudah tak waras sejak mereka bertemu. Hoseok tahu dongsaengnya yang satu ini memang otaknya tidak bisa dinalar oleh otak manusia normal. Tapi kali ini, memasangkan bra? Hhhh, dia pikir Hoseok itu spesies makluk apa? apa Taehyung tidak berpikir bahwa dia juga laki-laki yang tingkat imajinasinya tak jauh berbeda dengan dua makhuk ricuh yang ada dibalik pintu kamar mandi ini hah.

.

Hhh, yasudahlah. "baiklah… aku akan memulainya."

.

.

.

.

.

Awalnya Jimin dan Jungkook hanya duduk tenang menunggu disamping pintu kamar mandi karena tak mau ditimpuk Yoongi dengan sepasang sendalnya karena terlalu ricuh. Yah, awalnya sih begitu. Tapi…. Lama kelamaan suara-suara aneh mulai bermunculan dan mengusik telinga serta imajinasi liar keduanya.

.

"AAKKKHHH!"

.

Teriakan pertama yang telah terdifinisi secara paten dalam otak keduanya bahwa itu adalah suara Tae hyung mengundang kernyitan berlipat di dahi Jimin serta Jungkook itu hanyalah awal dari segalanya.

.

"AAKKHH HYUNGG! HENTIKANN!"

.

Teriakan keduapun menjadi pemicu keduanya untuk berdiri tegap sambil saling tatap, bertanya tanpa suara menyuarakan hal yang sama di otak masing-masing. Taehyung dalam bahaya!

.

"INI TAK MUAT HYU―AAAKKHHH!"

.

"TAHAN SEBENTAR AKU BELUM MEMASUKKANNYA!"

.

"AAKKHHH HENTIKAN HYUNG INI SAKHHH―!"

.

BRRAAKKKKK! BRRAAAKKKK! BRRAAAKKK!

.

"YAAKK KUDA SIALAN APA YANG KAU LAKUKAN?!" dua orang yang tak tenang itu mulai menggebrak. Berbagai macam pikiran bergelayut manja dalam otak cemerlang keduanya dan tak lagi bisa terbendung betapa kedaunya dibuat harus berdecak kesal karena dua orang penyebab bagian selatan keduanya sesak malah tak lagi terdengar lagi suaranya.

.

Lalu, bayangan jika Tae hyung telah terkapar karena Hoseok tiba-tiba saja mampir dalam kepala keduanya. Panic pun melanda! Gebrakan yang tadinya berintonasi statis namun keras itu bertambah brutal! Park Jimin dan Jeon Jungkook, sudah jangan ditanyakan lagi kemana kewarasan mereka. Karena hal itu tak diperlukan untuk menyelamatkan Taehyung dari cengkraman kuda jadi-jadian semacam Hoseok.

.

"JUNG HO―"

.

Pintu kembali dibuka menampilkan Hoseok yang menatap dua orang idiot itu kesal. "jika aku tuli kalian harus membayar biaya pengobatanku, kalian dengar?"

.

Melenggang tak acuh, Hoseok kini duduk disamping Yoongi yang memasang headphone di kepalanya guna menetralisi pencemaran suara yang di akibatkan oleh Jimin dan Jungkook. Lalu disana dua orang idiot itu berdiri saling tatap dengan kenyitan yang makin bertambah.

.

"TAEHYUNG?"

.

Secara kompak dua anak manusia itu bersuara, satu detik kemudian Taehyung keluar dengan baju lengkap, plus seonggok bra yang terpasang diatas T-shitnya yang terlihat hanya menggantung asal-asalan. "HYUNG… KATUNG DADA INI TAK MUAT! HOSEOK HYUNG SAMPAI MEROBEKNYA LOH!"

.

Jin menghela nafasnya kembali, sedari tadi dia memang sengaja mengacuhkan diri menonton manusia-manusia yang tak lagi terdefinisikan keidiotannya itu lantas menoleh pada Namjoon yang malah sibuk mendengarkan music. Leader sialan pencetus kantung melon itu memang agaknya sialan, tiba-tiba saja membawa benda berbahaya lalu bersikap seperti tak terjadi apa-apa. hhh, sekarang apalagi? Seokjin jadi ingin pulang ke kampung halamannya saja jika begini…

.

.

.

.

[a/n :allooohaaa? masih bersama Tian disini, ahahah… oke, saya tak bosan-bosan mengingatkan jangan baca FF ini karena bisa merusak mental. Harap jauhkan pada bocah dibawah umur. Efek samping akan ditanggung masing-masing pembaca karena saya tidak mau tanggung jawab. Terimakasih telah membaca, kurang cabe yah ini chapter. Kkkkk, oke kalau inget silahkan Vote serta komen. Salam Go green! TianLian]