[Pt Five-CHEER UP]

.

.

.

.

Sepasang mata itu saling bertaut, berucap tanpa kata untuk saling memahami bahwa mereka tidaklah bisa melakukan hal ini. semua ini harusnya tak seperti ini. tidak… tidak seperti ini.

.

"aku akan pergi…" membelah hening yang tercipta suara itu seakan berasal dari waktu yang teramat sangat lama, dalam dunia yang berbeda meskipun nyatanya mereka menghirup udara yang sama, diruangan yang sama pula.

.

"tidakkah kau berpikir jika―"

.

"tidak, aku harus melakukannya. Demi kau, akan ku lakukan apapun untukmu, Tae."

.

Satu diantara lima pasang mata yang memandang pemuda bermarga Park berdecih. "kau akan mengacaukannya." Jungkook, bocah yang baru saja melegalkan kedewasaannya itu memandang remeh Jimin dengan wajah khasnya.

.

"bocah sial―"

.

TIIIIIINNNNNNNN![]

.

Suara klaskson bergema nyaring diiringi bunyi tak senonoh yang keluar dari hyung tertua mereka, Kim Seokjin. "BANGSAT! KAU TIDAK LIHAT ADA MOBILKU DISINI HAH! PAKAI MATAMU!" karena seorang pengemudi mobil lain yang menyerobot area parkir.

.

"hyung… aku kaget loh." Hoseok yang ada di tempat duduk paling belakang bersama Yoongi masih terbelalak sembari mengelus dadanya yang tak karuan karena Jin tiba-tiba saja banting setir. Sama halnya dengan Hoseok, Jimin yang tadinya mau mengumpat kini malah diam seribu bahasa sedangkan Jungkook. Bocah itu tampaknya ketiban melon kembar karena Taehyung yang oleng kini malah memeluk tubuh Jungkook tanpa perlu ada bala bantuan serta hambatan.

.

Deheman singkat Jungkook menyadarkan Taehyung akan posisi―Melon-nya yang menempel tanpa sekat berarti dengan perut bagian paling bawah sekali milik Jungkook, hampir-hampir menyenggol timun impor tapi tak jadi karena Taehyung buru-buru ditarik oleh Jimin yang memasang wajah sadis melihat adegan berdurasi tak sampai sepuluh detik kotor tersebut.

.

"JANGAN CURI-CURI KESEMPATAN MAKNAE SETAN!"

.

"JANGAN BERISIK! YOON CEPAT FOTO PLAT NOMOR ORANG YANG MEREBUT TEMPAT PARKIR KITA ITU! CEPAT! NANTI MALAM BUAT ARTIKEL 'MOBIL BTS HAMPIR SAJA TERTABRAK' DI AKUNMU! CEPAT!"

.

Disamping Jin yang masih dalam mode alay, Namjoon berdecak. "kenapa kau menyuruh Yoongi?"

.

Jin berbalik, menatap Namjoon dengan tatapan 'kau tidak tahu' lantas berkata. "kau tidak tahu kerjaan sampingan Si Yoongi itu netizen hah! Sudah cepat foto plat nomernya!"

.

Dan Yoongi, orang yang tengah dibicarakan itu hanya menghela nafasnya lelah, melirik Hoseok yang juga ikut menatapnya dengan padangan 'apa itu benar' tanpa terucap. Hhh, ini sudah larut.. sudah terlalu larut untuk berdebat dengan manusia-manusia tak normal macam mereka. Pikir Yoongi. Jadi, dengan akal sehatnya yang masih tersisa Yoongi berucap.

.

"sudahlah hyung, cepat cari tempat parkir dan carikan Taehyung bra dengan cepat."

.

Yah, mereka kini tengah dalam perjalanan guna menemukan bra untuk melon kembar nakal Taehyung yang menggoda iman itu. kabar bagusnya mereka bahkan sudah sampai tempat parkir swalayan terdekat. Kabar baiknya lagi, semua member ikut. Kabar baik-baiknya lagi…

.

"hyung, parkir disana saja." Jin mengikuti interupsi Hoseok. Nah, mereka sudah dapat tempat parkir.

.

"hyung, aku sebenarnya bingung loh. Kenapa juga semua orang ikut?" Taehyung yang sedari tadi diam mulai berkicau.

.

Jin berpikir sebentar. Memandang semua member yang sebenarnya tak dibutuhkan itu dengan wajah lelah. Jimin dan Jungkook. Sudah jangan tanyakan kenapa dua makhluk absurd itu ikut disini, mereka berdua pasti akan berkoar-koar hina dengan ucapan mesum mereka jika tidak diajak nanti kasihan tetangga mereka yang tengah tertidur damai. Jadi, dengan terpaksa Jin mengizinkan duo absurd itu ikut saja daripada menambah masalah.

.

Beralih dari sana Jin mengawasi Hoseok serta Yoongi yang masih berkutat dengan seat belt dipojok mobil. Dua orang itu sebenarnya juga tidak ada dalam list orang-orang yang patut untuk diajak tapi apalah daya ini karena jika meninngalkan Hoseok serta Yoongi di dorm itu sama artinya petaka.

.

Pernah satu kali Jin meninggalkan dua orang itu untuk hidup berdua dalam dorm mereka dan belum sampai sepuluh menit Jin berjalan, suara alarm kebakaran berbunyi nyaring. Usut punya usut ternyata pak Min Yoongi yang kelewat malas itu membuat eksperimen tidak berperikudaan dengan mengikat Hoseok dikompor gas milik Jin. Tidak diketahui apa sebenarnya masalah antara dua orang beda spesies itu tapi toh Jin juga tak perduli. Dorm ini lebih penting dari pada makhluk-makhluk itu.

.

Saat Jin datang memang tak ada api, yah tak ada api sama sekali lantas misteri bagaimana alarm kebakaran itu berbunyi pun Jin tanyakan pada dua pelaku. "Yoon, kenapa alarm kebakaran berbunyi. Aku sampai kembali loh gara-gara itu."

.

"HYUNG! KAU TIDAK BERTANYA KENAPA AKU SAMPAI BISA DIIKAT SEPERTI INI HYUNG! HYUNG YANG BENAR SA―mmmhhh"

.

Hoseok terbungkam, lap kecil dengan bua-bau menyengat itu menyumpal mulutnya tanpa pandang bulu karena Yoongi terlalu sebal. Padahal Hoseok gak salah loh, dia Cuma ingin keadilan! Keadilan yang tak pernah setegak burung-burung tetangga seberang kamar.

.

Yoongi dengan malas berkata. "kuda itu menyebalkan." Dengan begitu santai, Yoongi pergi, menghilang tanpa memberi penjelasan yang logis meninggalkan Jin sendirian menghela nafas pasrah lalu kembali memnghiraukan Hoseok yang masih terikat dan terbungkam sampai member lain berdatangan.

.

Oke, abaikan saja semua itu kita beralih menuju pemuda berotot six-packs yang katanya cinta sejati Kim Taehyung dan Jeon perkasa maknae setan Jungkook yang sekarang tengah heboh dengan ucapan tak berfaedah mereka.

.

"V HYUNG! KAU JANGAN DEKAT-DEKAT MAKHLUK BANTET ITU! NANTI MELONMU KETULARAN BANTET BAGAIMANA!"

.

Jimin yang tengah memasang masker diwajah Taehyung mendengus kesal. "kau diam saja bocah, pakai maskermu!" melempar seonggok masker tepat diwajah Jungkook, Jimin nyengir sedangkan Jungkook dengan ogah-ogahan memasang maskernya.

.

"apa semua sudah siap?" Jin kini menoleh kearah Namjoon. Pemuda berdimple itu menatap layar handphonenya serius. Mengetik beberapa pesan sebelum menoleh tepat kearah Jin. "ya. Kita hanya tinggal menunggu intruksi selanjutnya."

.

Jin memasang masker, mengamati detik jam yang berlalu angkuh ditangannya lantas melirik kembali Namjoon yang tengah mengangguk. "ayo selesaikan misi ini dengan tenang." Ucap sang leader dengan wajah serius.

.

.

.

.

.

Tujuh pemuda kece yang digawangi oleh Namjoon itupun kemudian merangsek diantara kerumunan manusia yang bisa dihitung dengan jari pasalnya jam sudah mulai berjalan manja menuju angka setengah sepuluh malam.

.

Tak tanggung-tanggung, Namjoon yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya kini berhenti. Memandang rombongan manusia tak punya otak yang entah bagaimana bisa bersatu secara aneh bin ajaib dalam sebuah idol grup ini.

.

"kita akan menimbulkan banyak kecurigaan jika bergerombol seperti tumpukan boxer kotor begini." Mengawali pidatonya dengan seonggok boxer, Namjoon tiba-tiba mendengus. Berdecak lalu mengkerutkan alisnya sebelum kembali meneruskan. "Taehyung ikut denganku, dan kalian semua berpencarlah. Terserah kemana asal jangan membahayakan orang lain itu cukup."

.

Mendapat tidah semacam itu Jimin seta Jungkook yang mulai hari ini telah melegalkan sebagai pencinta buah melon nomor wahidpun tak ayal memprotes.

.

"KAU MAU MENGINVASI MELON TAEHYUNG HAH!" suara nyaring para Melon lovers itupun bergema, menarik tatapan curiga beberapa satpam yang kebetulan lewat dan tak sengaja mendengar perkataan mereka.

.

"KALIAN GILA! AKU MAU MEMBELI PELINDUNGNYA!" dan ditanggapi pula oleh leader kelebihan otak Kim Namjoon kita.

.

PLAAAKKK─Jin dengan wajah menahan geram turun tangan, dengan sigap dia menggeplak kepala tiga pemuda berinisial Jimin, Jungkook serta Namjoon itu dengan sepatunya. Sialan memang mulut tiga orang itu, belum pernah dimaki orang bisu ya mereka!

.

"PELINDUNG MULUTMU HAH! CEPAT SELESAIKAN MASALAH KANTUNG DADA TAEHYUNG AGAR KITA BISA SEGREA KEMBALI KE DORM!"

.

.

.

.

.

Namjoon tersenyum kaku, menatap mbak-mbak pramuniaga yang baru beberapa jam lalu dia temui untuk membelikan kantung dada Taehyung yang hanya berakhir mengenaskan karena robek ditengah prosesi pemasangan.

.

"kok masnya balik lagi? Ada yang ketinggalan?"

.

Melihat senyum ramah mbak pramuniaga itupun Namjoon berdeham. "itu mbak, yang tadi kekecilan."

.

Mbak pramuniaga mengerutkan kening. "loh, memangnya sebesar apa yang mas?"

.

Ditanya begitu Namjoon pun bingung, lah melihatnya saja Cuma sekilas mana tahu dia ukuran melon menggemaskan taehyung kan yang pegang di maknae setan. Dia mah Cuma kebagian apes doang. "um, tunggu ya mbak. Saya panggilin adek saya dulu."

.

Namjoon berlari keluar toko, menghampiri enam pemuda diragukan kewarasan otaknya yang kini tengah menatap heran toko elektronik yang ada dihadapan mereka. Hhh, salah apa Namjoon bisa tahan hidup bersama enam orang aneh ini.

.

"Tae iku aku sebentar." Taehyung menoleh, diiringi tatapan sengit Jimin serta Jungkook.

.

"AKU IKUT V HYUNG!" Jungkook yang pertama berkoar-koar, "AKU JUGA! BISA BAHAYA JIKA KUBIARKAN TAETAE DEKAT DENGAN MAKLUK MESUM SEPERTIMU!" dan Jimin berlanjut sebagai tukang fitnah selanjutnya.

.

Lah, jadi karena dia membelikan taehyung bra sekarang dia jadi tukang mesum begitu? Lalu apa kabar maknae setan kelebihan hormon yang menguyel-uyel manja dada Taehyung? Apa kabar?

.

Menerima semua ucapan itu dengan hati dongkol, tak mau menambah kemarahan Seokjin yang sedari tadi sudah mengeluarkan asap dikepalanya karena insiden perebutan tempat parkir; Namjoon berkata. "terserah, ayo cepat!"

.

Namun, sepertinya segala hal yang direncanakan terkadang memang tak seperti yang diharapkan.

.

Hoseok berteriak panic, Yoongi hanya membuka mulutnya kaget, Seokjin bahkan memekik hebat dengan mata membola saat tiba-tiba seorang bocah berlari menyenggol tangga berdiri yang tengah digunakan petugas supermarket untuk memperbaiki lampu.

.

Tangga itu bergoyang, menjatuhkan sang petugas yang berada tepat diatas kepala Taehyung. Beruntung ada Namjoon yang sigap. Dia menarik tubuh Taehyung reflek. Membiarkan Jungkook dan Jimin tertiban pegawai itu sebagai tumbal.

.

"AAKKKHHH PINGGANGKU PATAHHH! YAAKK MAKNAE SETAN! CEPAT BERDIRILAH BODOH!"

.

"AKU TERTINDIH AJUSSHI INI PARK!"

.

"AKH YANG BENAR SAJA, EEEHHH─BAGAIMANA DENGAN TAEHYUNG?!"

.

Jungkook menggulirkan matanya mencari atensi Taehyung, dan matanya sukses membola saat melihat…

.

"MELON SUCI V HYUNG DIJAMAH MONSTER KUTANG PARK!"

.

Jimin ikut melotot, dan benar saja. Disana ada seseorang bernama Kim Namjoon yang dengan biadapnya merangkum dua melon kembar nakal Taehyung tanpa izin terlebih dulu.

.

Sialan!

.

BRRUUGGHHH!

.

Jimin dan Jungkook bangkit, memilih mengacuhkan pegawai supermarket yang kini tergeletak pasrah─karena pingsan- lantas berjalan kompak menuju Namjoon untuk pembalasan karena telah berani melecehkan melon pujaan hati keduanya.

.

Namjoon sendiri malah belum sadar, dia masih kaget karena kejatuhan ajusshi dan masih mencoba menormalkan nafasnya tanpa mengerti jika─ "eugh.. Hyung, tanganmu─emh, lepaskan tanganmu dari dadakuhhh." Taehyung mendesah karena tangkupan tangannya menggeram erat benda lembuat yang dipuja-puja dua makanae line mereka sebagai melon ajaib.

.

Katakan saja Namjoon itu memang sedikit kurang peka, katakan juga dia sedikit kurang beruntung, yah, katakan saja begitu…

.

Sebab, belum sempat dia sadar. Jungkook serta Jimin sudah berlari kearahnya dengan membawa kematian untuknya!

.

"KIM NAMJOON MESUUUMMM! BERHENTI KAU!"

.

Dan begitulah, melon Taehyung yang pasrah menggantung tanpa pelindung dibiarkan pasrah didunia yang kejam ini karena kejadian-kejadian kelewat absurd yang entah kapan bisa berakhir.

.

.

.

.

[a/n : masih adakah yang nunggu ff absurd ini? oke, saya tak bosan-bosan mengingatkan jangan baca FF ini karena bisa merusak mental. Harap jauhkan pada bocah dibawah umur. Efek samping akan ditanggung masing-masing pembaca karena saya tidak mau tanggung jawab. Terimakasih telah membaca, bagaimana chapter kali ini? Semoga suka ya. Kkkkk, oke kalau kalian suka silahkan Vote serta komen. Salam Go green! TianLian]