Querencia

Chapter 2 : Surprise after Work Out

Soonhoon Slice of Life Fanfiction

Starring : Soonyoung; Jihoon; etc.

UNTUK CHAPTER INI MATURENYA DI ILANGIN DULU GUYS

.

.


"Jihoon, pakai sabuk pengamanmu."

Hari ini jadwal kencan mingguan pasangan sejoli Soonyoung Jihoon adalah pergi olahraga ke gym. Jihoon yang punya ide setelah satu jam lalu Soonyoung mengetuk pintu rumahnya untuk ngajak kencan.

Sebenarnya Soonyoung menolak mentah-mentah karena ia benci berkeringat—tapi karena Jihoon itu sangat galak, Soonyoung terpaksa menuruti daripada nanti didiami sekecil berambut coklat berhari-hari.

Mereka pergi dengan mobil milik ayah Soonyoung karena mobil Soonyoung lagi menginap di bengkel akibat kelakuan Jihoon menginjak pedal gas saat sedang belajar mengendarai mobil. Jihoon mewek luar biasa begitu tau ia hampir mencelakai dirinya sendiri dan pacarnya. Soonyoung nya sih biasa saja, toh asuransi mobilnya masih berlaku sampai satu tahun kedepan.

Kembali lagi kedua insan yang sibuk berpegangan tangan sembari menunggu lampu merah.

"Jihoon, berhentilah pergi ke gym. Kau mau ototmu itu besar hingga meledak seperti balon?"

Akhir – akhir ini hobi Jihoon memang jadi semakin aneh. Setelah sebelumnya pria kecil itu tertarik dengan gundam, kemudian film latin dan sepatu roda—sekarang tiba-tiba saja ia tertarik dengan aktivitas membesarkan otot dan tulang. Jihoon mulai tertarik setelah waktu itu melihat acara di tv yang memperlihatkan seorang dengan otot besar yang dapat mengangkat sebuah sepeda motor hanya dengan dua tangan. Jihoon terkagum-kagum dan ia segera menghubungi gym terdekat untuk mendaftar program bulanan.

Jihoon yang sibuk makan roti, mendengus sebelum berucap "santai saja,Soonyoung. Ini tidak akan bertahan lama. Kalau aku bosan nanti juga bakal stop sendiri."

"Tapi ini sudah dua bulan dan kamu tidak pernah bosan, sayang."

Jihoon memelet, "bilang saja kamu takut ukuran ototmu itu bakal kalah sama aku wleee"

Soonyoung yang gemes langsung kecup bibir Jihoon yang semakin merah karena selai semangka

Mereka sampai di gym langganan Jihoon. Soonyoung mana mungkin tega membiarkan Jihoon membawa bawaan berat jadi ia menyuruh Jihoon langsung masuk sementara dirinya membawa sebuah tas besar berisi pakaian ganti pacarnya.

Begitu Soonyoung masuk, ia langsung diberi pemandangan yang sejujurnya tidak terlalu ia suka.

Jihoon sudah siap dengan singlet olahraga warna hitam dan celana pendek berjalan menuju treadmill dipojok ruangan.

"Soonyoung, cepat ganti pakaianmu!"

Kegiatan mereka di Gym benar-benar random. Awalnya mereka membakar tenaga dengan berlari diatas treadmill, kemudian latihan angkat beban dengan instruktur seokmin, melakukan muay thai asal-asalan, sampai akhirnya Soonyoung tidak kuat dan menarik Jihoon ke toilet kemudian menciumi pacarnya rakus.

"Jihoon, aku tidak kuat ngeliat kamu keringetan sambil pake baju kaya gitu."

Soonyoung terus terang. Jihoon gemes luar biasa melihat wajah pacarnya yang merah seperti kepiting rebus direstoran sebrang.

"Baiklah soonyoung aku akan berhenti pergi kesini."

Kemudian mereka berganti baju. Jihoon agak kaget melihat Soonyoung yang memakai pakaian ganti super mahal untuk ukuran sekedar pergi olahraga. Jaket Denim Valentino yang harganya dua juta won itu sempat Soonyoung pake untuk mengelap keringat di dahi.

Tapi Jihoon gak heran sih. Toh selama ini dia memang memacari anak konglomerat yang sudah kaya raya puluhan generasi. Ayah Soonyoung itu pengusaha chaebol sukses sementara Ibu Soonyoung itu insinyur wanita kondang.

Jihoon iseng mengambil foto candid Soonyoung yang sedang menunggu dirinya ganti baju.

"Soonyoung, bajumu itu mahal jangan dipakai untuk lap keringat."

"Biarkan saja, kamu mau kubelikan juga?"

Jihoon menggeleng hebat, "Aku ingin makan, Soon."

Soonyoung membawa Jihoon pergi makan dipinggiran distrik gangnam. Jihoon bilang ia ingin makan yang kenyal-kenyal jadi Soonyoung membawanya pergi makan ke restoran cumi-cumi terkenal.

Jihoon sempet bete karena begitu mereka memasuki restoran, semua mata perempuan langsung tertuju pada wajah Soonyoung yang (ekhem) sangat tampan seperti pangeran. Tapi karena Soonyoung itu adalah pacar yang sangat peka dan baik, ia langsung mengambil masker untuk menutupi wajah tampannya agar jadi setengah tampan saja.

Jihoon makan sangat banyak sampai Soonyoung jadi kenyang sendiri melihat sang kekasih mengunyah kesana-kemari.

"Jihoon sayang, makan pelan-pelan."

Jihoon mengangguk dengan segepal onigiri di mulut.

Soonyoung gemas. selalu menyangka kalau selama ini ia memacari segumpal mochi.

"Jihoon, akhir-akhir ini aku sering punya pikiran untuk menikahimu."

Jihoon yang lagi minum langsung tersedak dengan mata membelakak

"Ih—apasih maksud kamu?"

Soonyoung tersenyum manis sampai hati Jihoon seakan langsung meleleh. Jihoon sangat benci mengakuinya tapi Soonyoung itu memang definisi cowok rupawan yang tajirnya gak karuan.

"ko kamu kaget? kamu gapernah nyangka bakal dinikahin sama pacar kamu sendiri?"


Mobil (ayah) Soonyoung sudah terparkir didepan rumah Jihoon. Setelah sebelumnya salam dan ngobrol dengan 'calon mantu', Soonyoung langsung izin masuk kedalam kamar Jihoon. Yang punya kamar lagi izin ke kamar mandi mau nabung.

Karena sudah menganggap kamar Jihoon sebagai kamarnya sendiri, Soonyoung langsung saja menggantikan jaket denim mahal nya ke kaus oblong warna biru yang ada dilemari Jihoon. Rambut yang sebelumnya tertata rapi Soonyoung buat jadi berantakan biar makin mirip Brad Pitt, katanya.

Jihoon keluar kamar mandi. Soonyoung langsung menarik tubunya kepangkuan kemudian menciumi bibirnya.

Awalnya hanya saling kecup-mengecup, tapi lama-kelamaan Soonyoung jadi makin nafsu melahap bibir Jihoon. Bibir manis rasa apel itu Soonyoung kulum dengan penuh rasa cinta. Jihoon melingkarkan tangannya di leher Soonyoung—menekan kepala pacarnya supaya lebih dalam mengeksplorasi mulutnya.

Soonyoung melepas lebih dulu ciuman dengan batang hidung mereka tetap bersentuhan

"Jihoon sayang—

Soonyoung mengecup dalam bibir Jihoon

—kamu mau gak nikah sama aku?"

Jihoon merona panah. Semakin merona ketika Soonyoung meli ngkarkan sebuah sebuah cincin di jari manisnya.

"kamu tau kan kita udah pacaran lama. Aku bosan memanggilmu sebagai 'pacarku' terus, Jihoon. Aku mau cepat-cepat ganti status dan ingin cepat-cepat milikin kamu seutuhnya."

Soonyoung mengusap wajah Jihoon

"selesai aku sidang nanti, kita langsung persiapkan semuanya. Kita tentukan mau nikah tanggal berapa, mau undang siapa aja, mau honeymoon dimana… Asal kamu setuju dulu mau aku nikahi."

Soonyooung tersenyum ketika melihat Jihoon tersenyum

"Tentu saja aku mau soonyoung—

Jihoon mengecup balik bibir Soonyoung

aku mau cepat-cepat nikah biar semua orang tau kalo kamu cuma milik aku."

Soonyoung lega luar biasa. Setelah berminggu-minggu berperang mengambil keputusan akhirnya Soonyoung mantap menyatakan keinginan nya dan untungnya Jihoon menerima.

"Terimakasih, Kwon Jihoon."

Jihoon yang mendengarnya tersenyum malu. Ia memukul manja bahu Soonyoung sementara yang dipukul cuma bisa ketawa lebar.

Kemudian mereka berbagi ciuman lagi hingga pagi hari.

.

.

TBC/END?


guys kutulis ini tadi malam sehabis belajar mati2an geografi dan siangnya kupublish sebelum bertempur dengan ekonomi wkwk. Chapter besok mau saya kasih sedikit konflik tapi janji scene anuan nya bakal ada. scroll kebawah ya guys ada dikit lanjutan.


.

.

OMAKE

"Apa yang mau kau bicarakan, 'nak Soonyoung?"

Itu Ayahnya Jihoon membuka obrolan dengan Ibu Jihoon duduk bersebelahan

"Jadi begini om tante—sepertinya, saya akan segera menikahi putra anda Jihoon."

Orangtua mana yang tidak terkejut mendengar anak semata wayang nya tiba-tiba ingin dilamar?

"Yatuhan—apa Jihoon sudah mengetahuinya?"

"Belum, tante. Saya mau minta izin ke tante dan om dulu. Kalau om dan tante mengizinkan, baru nanti saya bilang ke Jihoon."