Querencia

Soonhoon Slice of Life Fanfiction

Chapter 7 : Tembak

Starring : Kwon Soonyoung; Lee Jihoon; Kim Mingyu

!Mention! Boo Seungkwan! Hansol Chwe!

RATED M

RESTRICTED 17+ ONLY


Happy Reading You All!^^


.

Akhir-akhir ini kehidupan Soonyoung jadi agak berbeda dari biasanya. Yang biasanya cenderung monoton dengan alur kerja-menjemput jihoon-pulang kerumah saja, beberapa minggu ini Soonyoung mulai tertarik menambah kegiatan baru untuk mengisi harinya sebagai direktur perusahaan yang super sibuk melebihi sibuknya arus lalu lintas kota Seoul.

Dulu ketika mereka masih pacaran, Jihoon memang merupakan uke yang super aktif dengan beribu hobi dan kesukaan. Dalam satu bulan, Jihoon bisa mencoba tiga hobi baru yang kadang sifatnya normal, kadang juga nyeleneh—hobi menyikati sepatu hitam contohnya. Jihoon memang selalu tertantang akan hal baru, tapi itu semua meredup ketika Soonyoung menggandeng dan megucap janji semati bersamanya di altar gereja waktu itu. Jihoon memutuskan untuk fokus dengan pekerjaanya sebagai dokter dan seorang istri.

Soonyoung, disisi lain, hampir tidak pernah telihat memiliki hobi ataupun kesukaan. Setiap kali ditanya Jihoon tentang hal apa yang sedang disukainya, Soonyoung akan menjawab asal "kamu kesukaan aku sekarang". Soonyoung dulu memang sempat tertarik dengan dunia otomotif mobil balap—tapi itu semua juga lenyap ketika ia berhasil melamar Jihoon dikamar waktu itu.

Tapi sekarang entah mengapa Soonyoung jadi sangat suka dunia 'tembakan'. Pagi itu Soonyoung sedang ada rapat bisnis outdoor di luar negeri dan matanya tanpa sengaja menangkap suatu kegiatan yang sangat menarik atensi nya.

"Apa latihan menembak itu sulit?" Ucap Soonyoung pada salah satu sekretaris kerja yang sedang sibuk meminum kopi

"Tidak sama sekali, Hyung. Selama kau punya uang dan konsentrasi tinggi, menembak bukan suatu hal yang sulit dipelajari." Ucap Mingyu, si sekretaris yang barusan kita bicarakan.

Setelahnya Soonyoung pergi ke salah satu tempat latihan menembak dan dihari pertama mencoba, Soonyoung langsung jatuh cinta. Rasanya seakan dia baru saja menemukan 'Jihoon Kedua'.

"Jihoon, mau ikut aku pergi menembak?"

"Kamu mau latihan lagi? Minggu ini sudah ketiga kali, Soonyoung."

Jihoon menjawab ajakan Soonyoung sembari mencuci piring bekas makan malam mereka. For your information, mereka sebenarnya punya tiga maids dan dua driver—hanya saja mereka memang bukan pasangan manja yang selalu memperkerjaakan maids bahkan untuk hal sepele. Mereka itu orang kaya yang berlaku seperti bukan orang kaya.

"aku mau mencoba menembak dengan handgun, Ji. dan pelatihnya hanya bisa melayaniku hari ini."

Soonyoung memeluk Jihoon dari belakang, mecoba merayu si kecil ini agar memperbolehkan nya pergi

"Jadi kamu mengambil kelas privat ya?"

"akhir-akhir ini aku sedang tidak suka keramaian."

Mulut Jihoon memanyun lucu. Soonyoung gemas melihatnya jadi ia langsung memberikan kecupan manis disalah satu pipi merahnya. Jadi semakin merah setelah dicium.

"Padahal hari ini aku ingin mengajakmu pergi kerumah Seungkwan karena dia baru saja tunangan."

Oke Jihoon sebenarnya sudah mengingatkan Soonyoung dua hari lalu mengenai kunjungan selamat atas tunangan Seungkwan-Hansol dan naasnya dia baru ingat sekarang

"Tapi tidak apa, kau pergi saja. Sepertinya hari ini Seungkwan sedang ada jam praktek pengganti jadi ia mungkin tidak akan dirumah."

Soonyoung lega setengah mampus mendengarnya

"Terimakasih sayang, aku akan pulang pukul tujuh malam. Aku mencintaimu."

Soonyoung kemudian pergi begitu saja setelah mengecup kedua bibir manis dan tipis milik Jihoon. Jihoon nya sih hanya menggeleng-geleng heran karena tidak biasanya Soonyoung seperti ini.

"Minggu depan ia pasti akan mempergunakan hak milik senjatanya dan membentuk bilik latihan sendiri di rumah."

Dugaan Jihoon tidak meleset. Dua minggu setelahnya Jihoon dikejutkan akan kehadiran sebuah bilik besar setinggi pohon yang mendarat di taman halaman belakang. Disana terlihat Soonyoung sedang berbicang mengenai banyak jenis pistol yang untungnya legal karena Soonyoung sudah punya izin kepemilikan. The power of influencer and rich people, of course.

"Jihoon, besok kita tambah security untuk menjaga senjata-senjata baruku ini."

Jihoon yang awalnya menerima saja akan kehadiran bilik besar itu tiba-tiba saja murka ketika mendengar kata 'security baru'

"Soonyoung, apa kamu sudah gila? Dirumah ini sudah tinggal tiga security dan kamu masih mau menambahnya? Apa kamu lupa sudah ada sepuluh cctv terpasang disetiap sisi rumah ini?"

Soonyoung knows he fucked up

"Jihoon, tapi mereka semua ini berbahaya. Mereka butuh pengawas ekstra. Bagaimana jika nanti anak-anak panti asuhan datang dan tanpa sengaja membuka bilik ini? Yang ada kita bisa masuk penjara, sayang."

Jihoon langsung menarik kaus tak berkerah Soonyoung, "Pertama, jika memang kamu pikir ini semua berbahaya, kenapa kamu tetap nekat membelinya?—kedua, jika memang ini semua disalahgunakan anak panti dan polisi datang menyergap, hanya kau yang akan masuk penjara, Soonyoung. hanya kau sendiri tanpa aku!"

Soonyoung knows he is so fucked up

"Aku memperbolehkanmu mendirikan bilik ini, Aku memperbolehkanmu mempunyai semua senjata ini, tapi aku tidak akan memperbolehkanmu membawa security tambahan untuk menjaga bilik ini. Itu keputusan finalku."

Jihoon kemudian melalang buana meninggalkan halaman dan memilih pergi membantu para maid memasak di dapur, meninggalkan Soonyoung sendiri yang sedang merenung dengan beribu penyesalan .


QUERENCIA


Jihoon sedang asyik menonton serial terbaru Disney ketika Soonyoung melimpir masuk dan duduk disampingnya. Sudah dua hari semenjak insiden 'security' dan Jihoon sudah berpuasa bicara dengan Soonyoung selama jangka waktu itu.

"Jihoon, aku minta maaf ya sayang?"

Jihoon tidak menjawab tentu saja. Untuk sekarang kehadiran anna dan elsa di tv lebih menarik perhatian Jihoon ketimbang Soonyoung yang notabene suaminya.

"Jihoon kalau kamu tidak mau jawab aku akan menyetubuhimu sekarang."

Jihoon kaget tentu saja—ia langsung menoleh kearah Soonyoung yang sudah tersenyum penuh kemenangan

"Apasih Soonyoung? Kenapa kamu minta maaf? Memangnya kamu ada salah?"

Jihoon sedang tarik ulur dan Soonyoung cukup peka untuk menyadarinya

"Kalau aku memang tidak punya salah, lantas mengapa kamu mendiami ku selama dua hari ini huh?"

"Biarkan saja, aku sedang ingin puasa bicara denganmu."

Jihoon memasang wajah jutek yang sayangnya malah terlihat sangat manis di mata Kwon Soonyoung

"Kamu menggemaskan, Sayang. Ingin rasanya aku menerkam mu saat ini juga—tapi tidak, aku harus minta maaf dulu padamu."

Jihoon terenyuh dan malu tapi itu semua tertutupi oleh muka tembok yang sekarang Jihoon pasang kuat-kuat dihadapan Soonyoung

"Maafkan aku terlalu gegabah, Sayang. Aku tidak berpikir ulang untuk mengoleksi semua senjata itu di rumah. Aku tidak sadar mereka semua berbahaya bahkan untuk kita berdua. Aku lupa fakta bahwa kita selalu mengundang anak panti bermain sebulan sekali. Aku baru sadar seharusnya aku memikirkan rencana ini dengan matang. Aku sudah membawa semua senjata nya ke rumah Mingyu, disana Ia memiliki gudang sendiri yang memang punya penjagaan teknologi tinggi. Jadi jika memang aku ingin mencoba latihan dirumah, aku hanya akan menggunakan senapan angin. Selebihnya akan aku coba di rumah Mingyu."

Jihoon tidak pernah menyangka Soonyoung akan berbicara sepanjang itu hanya untuk meminta maaf. Pasangan mana yang tidak terenyuh mendengarnya?

Karenanya Jihoon tersenyum kemudian mencium Soonyoung tepat di bibir. Lumatan semanis buah cherry di musim semi melapisi bibir Jihoon yang sekarang sedang dinikmati Soonyoung. Jarang sekali Jihoon memulai duluan seperti ini. Jihoon kemudian merangkak duduk diatas paha Soonyoung tanpa memutuskan ciuman mereka.

Soonyoung membawa Jihoon tidur sementara ia berada diatasnya—tanpa sadar atasan keduanya sudah terbuka begitu saja. Soonyoung terus menciumi setiap inchi bibir Jihoon dengan satu tanganya mengelus paha lembut Jihoon.

"Soonyoung akh—"

Soonyoung pindah menciumi selatan Jihoon ketika pelindungnya dilepas begitu saja olehnya. Sensasi menggelitik sekaligus nikmat melingkupi Jihoon. Ini baru pemanasan tetapi Jihoon sudah tidak tahan dan ingin segera dikendarai sang suami.

Jihoon tentu tidak diam—ia memijat halus milik Soonyoung, memberikan kode untuk segera dimasukan kedalam miliknya.

"Soonyoung aku tidak kuat—fuck me—akh"

Soonyoung itu selalu jadi sosok penurut dalam kegiatan seks seperti ini. Maka tanpa menunggu lama, Soonyoung sudah bersiap memasukan miliknya kedalam lubang Jihoon yang sebelumnya sudah Soonyoung basahi habis-habisan.

Soonyoung sudah masuk sempurna dan siap bergerak ketika ponselnya berdering di nakas samping ranjang.

Soonyoung mengambil ponselnya—dalam keadaan ia juga mulai bergerak dibawah sana, memberikan sensasi luar biasa pada lubang Jihoon.

"Soonyoung aku akh—"

"Halo Hyung, bagaimana? Apa hari ini ingin latihan menembak?"

Itu suara Mingyu yang terhubung dalam ponselnya

"Maaf Mingyu, hari ini aku latihan menembak yang lain dulu."

.

.

Jika Soonyoung harus memilih satu antara berlatih menembak pistol atau 'menembak' Jihoon, Soonyoung tentu saja memilih untuk menembak habis istrinya.

.

.

.

TO BE CONTINUED


Halo teman2 aku balik lagi dengan cerita yang mengandung light porno(?) lagi hihi. btw mau jelasin mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa Jihoon udah jadi dokter spesialis padahal baru S1. Jadi pas Jihoon lulus S1 dia langsung S2 (lebih tepatnya pas Soonyoung masih sibuk skripsi) dokter spesialis dan emang belum kelar sampe sekarang tapi because of his ability, dia udah dipercaya jadi dokter tetap di rumah sakit Soonyoung. Bahasa kasarnya sih, karena relasi haha.

semoga suka ya, jangan lupa tinggalkan review!