Chapter 4
Household
.
ChanBaek
.
Boy Love, Drama, Marriage Life, Little bit of Amateur Comedy, mpreg.
.
Rating : T
.
Happy Reading
.
.
"Saya bersedia." dan dengan ini mereka telah sah menjadi pasangan suami istri atau malah suami suami(?).
Setelah bertukar cincin pastur mempersilahkan kedua mempelai berciuman, para hadirin bersorak riuh. Haneul menyeka air matanya sementara Heechul menepuk-nepuk bahu istrinya yang masih tenggelam dalam rasa haru, tidak menyangka keinginannya agar Baekhyun menikah setelah lulus SMA kesampaian juga.
Sooyoung dan Siwon menatap sang anak bangga, meski tidak berpengalaman dalam masalah percintaan—ini yang mereka ketahui, Chanyeol pada akhirnya berhasil menaklukan Baekhyun dalam waktu singkat. Benar-benar pencapaian diluar dugaan..
Mengapa mereka bisa menikah secepat itu? Tentu saja jawabanya karena Baekhyun gagal di ujian masuk universitas yang belakangan Haneul ketahui jika anak itu hanya ikut-ikutan Kai yang berada di fakultas kedokteran.
Para orang tua tampak sibuk sekali sebelum hari pernikahan yang mana itu hanya berjarak dua minggu dari pengumuman hasil suneung, Sooyoung dengan ide gilanya memberi saran agar Baekhyun memakai gaun saja saat pemberkatan dan pesta resepsi yang tentu saja ditolak mentah-mentah olehnya tapi dia kalah suara karena Chanyeol malah ikut-ikutan mendukung ide sang ibu, lima suara lawan satu, Baekhyun kalah telak.
Baekhyun stres, tekanan sebelum menikah tidak main-main rupanya dan itu berujung pada Chanyeol yang akan kena semprot saat mood-nya sedang buruk, tidak jarang Chanyeol akan ngambek dan sekedar informasi wajah badmood Chanyeol adalah favorit Baekhyun, ia pikir Chanyeol yang merengut tampak berkali-kali lebih tampan dari biasanya. Jadi makin cinta..
Karena stress nafsu makan Baekhyun menjadi tak terkendali, antara lapar dan doyan, Chanyeol tidak bisa membedakannya. Dia bisa menghabiskan dua mangkuk sereal atau berlapis-lapis roti panggang saat sarapan, makan siang dengan porsi lebih banyak dari biasanya juga snack camilan yang wajib Chanyeol berikan setiap harinya sebagai sesaji agar mood anak itu tetap baik, tidak jarang Baekhyun akan menghubungi Chanyeol ditengah malam tentu saja untuk makan diluar, kebanyakan Chanyeol hanya menungguinya tanpa ikut makan karena sudah sangat mengantuk. Ketika di ingatkan tentang berat badan Baekhyun akan menjelma layaknya gadis PMS yang tidak segan-segan menyudutkan Chanyeol dengan segala tuduhan. Pokoknya Chanyeol yang salah!
Saat hari H tiba itu benar-benar menjadi mimpi buruk ketika kancing celananya tidak muat, padahal kemarin saat fitting terakhir masih muat. Haneul terpaksa memakaikan anak itu korset dibalik tuxedo-nya—meski diawal sempat kalah suara tapi pada akhirnya Baekhyun tidak perlu menahan malu mengenakan gaun setelah mengancam akan kabur sebelum acara pemberkatan dimulai.
Acara pemberkatan berjalan lancar dan penuh khitmad tapi tidak untuk pesta resepsi pada malam harinya, Baekhyun terpaksa pulang lebih awal setelah hampir pingsan karena sesak, efek terlalu lama mengenakan korset.
"Hei, kau baik?" Chanyeol menyusul satu jam kemudian, melihat Baekhyun yang sudah mengenakan piyama warna biru motif kelinci-kelinci kecil tengah serius menatap layar ponselnya sembari berbaring diatas ranjang apartemen mewah baru mereka, hadiah dari para orang tua.
"Tentu." Baekhyun bangkit dari tidurnya, menyodorkan ponselnya untuk Chanyeol lihat. "Aku kelihatan gendut sekali ya disini?" tanyanya setelah melihat postingan Kasper di akun instagram, itu foto mereka saat pesta resepsi tadi.
Ya, tentu saja gendut, dia 'kan naik lima kilo..
"Kau manis." jawab Chanyeol tidak ingin melukai perasaan suaminya.
"Tapi aku gendut."
"Hanya sedikit lebih berisi."
"Chanyeol, kau baru saja mengatakan aku gendut."
"Tidak, sayang.."
"Jujur saja, aku juga tidak akan marah kok." sela yang lebih muda.
"Iya, kau gendut."
Baekhyun melotot tidak percaya. "Kau melukai perasaanku, Chanyeol." sungutnya, bertingkah berlebihan dengan meremas dadanya yang terasa sakit akibat ucapan lelaki itu. "Suami macam apa kau ini tega melukai perasaan suamimu bahkan sebelum dua puluh empat jam kita resmi menikah."
Astaga, maunya apa sih?
"Aku minta maaf, oke?" Baekhyun bersendakap, buang muka. Luar biasa.. seharusnya 'kan Chanyeol yang ngambek disini. "Bagaimana kalau mulai besok kita olahraga bersama sekalian melihat-lihat fasilitas apartemen ini?" bujuknya.
"Kenapa? Kau malu memiliki suami gendut makanya mengajakku pergi nge-gym?" Chanyeol memejamkan matanya erat-erat, migrain-nya mendadak kambuh.
"Terserahlah.." balasnya lelah, membelakangi Baekhyun dan mulai melucuti satu persatu pakaiannya, ia berbalik setelah mengenakan bathrobe.
Wajah merengut Chanyeol tampak lagi, Baekhyun memekik dalam hati betapa tampan suaminya dengan rambut baru warna purple-nya itu, diam-diam tatapannya tidak pernah lepas dari sosok Chanyeol yang memasuki kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian saat Chanyeol baru keluar Baekhyun mulai mengoceh lagi. "Kau berani mengacuhkanku sekarang. Kau tidak bisa seperti ini. Sebelum menikah kau berjanji padaku akan selalu mengalah dan tidak akan membuatku kesal tapi mengapa kau—" Chanyeol menoleh bersamaan dengan itu Baekhyun terdiam, terbius akan tubuh toples bagian atas suaminya yang sudah mengenakan celana tidur dan membuang bathrobe-nya di keranjang pakaian kotor.
"Bagaimana caranya kau membuat itu?" ia menunjuk abs Chanyeol. Sedikit banyak Chanyeol bangga dengan binar kagum yang berusaha Baekhyun sembunyikan.
"Olahraga." jawab Chanyeol singkat. "Kenapa? Ingin punya?"
Baekhyun mencibir seperti bergumam 'dasar sombong' kemudian menarik selimut di bawah kakinya. "Jangan memulai esok hari tanpa aku." pesannya sebelum menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Chanyeol terbahak. Bagaimana bisa Baekhyun selucu ini? Jika menginginkan atau meminta sesuatu anak itu jarang sekali mengatakan tolong, sebaliknya ia akan menunjukan maksudnya dengan gaya angkuh khas seorang Byun Baekhyun.
"Eum.. Chanyeol, kita tidak seharusnya begini 'kan?" tanya Baekhyun dibalik selimutnya, gugup setengah mati karena Chanyeol tau-tau sudah memeluk tubuhnya dari belakang.
"Kenapa tidak? Kita 'kan sudah menikah. Sudah sah.." bisik Chanyeol menggoda, Baekhyun membuka selimut yang menutupi kepalanya.
"Kau mau mengelabuhiku dengan mengagahiku diam-diam saat aku tertidur?" tuduhnya tanpa alasan.
"Baekhyun.." Chanyeol mengangkat kepalanya demi menatap Baekhyun yang memunggunginya dan anak itu balas menoleh membuat wajah mereka menjadi dekat. "Kau baru saja memberiku ide." ia kembali membanting kepalanya diatas bantal, mengusap-usap rambut anak itu. "Sekarang tidurlah agar aku bisa segera menerkammu."
"YA!" Baekhyun segera bangkit, menjauh dari Chanyeol yang masih berbaring lengkap dengan senyum jahilnya. "Dasar licik!" hardiknya bergidik. "Aku akan tidur dikamar lain."
"Ck, aku hanya becanda." Chanyeol mengaku sebelum anak itu benar-benar pergi. "Kenapa kau takut sekali sih? Kau 'kan lebih 'berpengalaman'." ia menekankan kata berpengalaman.
"I-iya, tentu saja. Aku yang akan mengagahimu terlebih dahulu. Kau lihat saja nanti."
"Kenapa nanti?" Chanyeol membuka tangan dan kakinya membentuk seperti hewan bintang laut. "Lakukan saja sekarang."
"Kau gila!" pipi Baekhyun memerah sempurna tanpa bisa ia sembunyikan.
"Aku akan diam dan menikmatinya." ucap Chanyeol.
"Kau terlihat menggelikan, Chanyeol." Baekhyun berkata jujur. "Apa begini juga caramu merayu Kris?"
"Aku baru pertama kali melakukannya padamu."
"Tidak mungkin." anak itu tidak percaya. "Kau pasti menggoda Kris habis-habisan 'kan?"
"Kata siapa?"
"Sudah jelas terlihat!"
"Kenapa kau selalu mempercayai apa yang kau pikirkan sendiri? Kau bahkan belum mendengar faktanya dariku."
"Fakta yang mana lagi?" tanya Baekhyun tampak mengejek suaminya. "Kau jelas-jelas pernah mengatakan 'apa enaknya pacaran tanpa melakukan seks?', itu jelas sebuah pernyataan tersembunyi bukan?" ia mengungkitnya lagi.
"Nah, sekarang kau semakin memperlihatkan bagaimana dirimu sebenarnya.."
"Apanya?"
"Mempercayai apa yang ada dipikiranmu sendiri." ulang Chanyeol.
"Terus?"
"Aku dan Kris tidak pernah melakukan seks." Chanyeol mengakui.
"APA?!"
Chanyeol berjengit kaget. "Bisa tidak ngomongnya biasa saja?" ia menepuk telinganya yang berdengung, Baekhyun tidak mempedulikannya, sibuk dengan pikirannya sendiri. "Aku hanya bertanya 'menurutmu apa enaknya pacaran tanpa melakukan seks?', bagiku enak-enak saja. Ada banyak hal menyenangkan yang bisa kami lakukan berdua tanpa melibatkan seks. Tidak seperti seseorang.." Chanyeol menyindir.
Baekhyun menoleh dengan wajah linglung. "Lalu bagaimana dengan 'badan Kris yang lebih besar darimu'?"
Chanyeol tersenyum geli. "Oh, soal itu.. Aku hanya mengerjaimu karena kau tampak penasaran sekali."
"Itu tidak lucu, Chanyeol. Lagipula aku tidak percaya jika kau masih perjaka."
"Kenapa tidak? Kami LDR hampir selama dua tahun sebelum aku pindah ke Sydney. Setelah tinggal satu negara tetap saja jarang bertemu karena kesibukan masing-masing." jelas Chanyeol.
"Tapi kalian punya sisa tiga tahun bersama."
"Apa yang diharapkan? Aku mencintaimu, Kris tau itu. Hubungan kami selayaknya teman akrab hanya status saja sebagai 'pacar'."
"Kau tidak mencintai Kris?" tanya Baekhyun penasaran.
"Aku mulai mencintainya setelah kami terbiasa bersama tapi tidak sebanyak cintaku padamu." jawab Chanyeol gombal, dan Baekhyun mulai mencibir. "Jangan terus-terusan jual mahal padaku, nanti kalau aku balik terpikat dengan Kris kau menyesal loh.."
"Kau mengancam?!"
"Aku tipe orang yang mudah dimanipulasi."
Baekhyun menatap Chanyeol dengan pandangan aneh. Kenapa dia bisa menikah dengan orang seperti Chanyeol sih? Tentu saja karena saling cinta, Baekhyun hanya gengsi untuk mengakuinya.
"Aku penasaran seperti apa kehebatan seorang Byun Baekhyun diatas ranjang? Bisa tunjukkan itu padaku, Baekhyun-ssi?" Chanyeol menatapnya jahil dan dahi Baekhyun semakin mengernyit dalam. "Kenapa diam?" tanyanya dengan suara ngelantur.
"Kau mabuk atau apa? Kenapa tiba-tiba—"
"Aku minum sedikit tadi." pantas saja..
"Tidur saja. Kau butuh istirahat." Baekhyun menepuk kepala Chanyeol dengan gerakan lucu, wajahnya terlihat imut saat melakukan itu. Baekhyun hanya tidak tahu kalau itu tidak ada pengaruhnya, Chanyeol tidak mabuk, seratus persen sadar.
"Si playboy Byun. Hanya begini saja kemampuanmu, hm? Benar-benar tidak sebanding dengan mulut besarmu, ya?"
"Apa maksudnya itu?" tanya Baekhyun tidak terima.
"Aku bahkan sudah menyerahkan diri tapi kau hmptt—" bibir tebal Chanyeol segera dibungkam dengan bibir yang lebih tipis, bersorak dalam hati karena berhasil memancing suami kecilnya yang kini berada diatasnya.
Chanyeol hanya diam mengikuti permainan Baekhyun, ciuman yang cukup lama itu kemudian turun ke dagu dan terus turun hingga leher berurat Chanyeol, mengecupi serta menyesap bagian itu. Chanyeol mendesah tanpa bisa ia tahan dan senyum penuh kemenangan terukir dibibirnya, ia dapat merasakan sesapan itu semakin lama semakin melemah dan tak lagi terasa setelah beberapa saat, hanya ada sensasi basah disana.
Chanyeol mengangkat kepalanya dan mendapati mata Baekhyun yang sudah terpejam dengan dengkuran halus terdengar, ia tersenyum kecil sebelum menyamankan posisi Baekhyun, menyingkirkan anak itu dari atas tubuhnya dengan hati-hati, beralih memeluk tubuh mungil itu dan diakhiri dengan sebuah kecupan lembut dikening.
"Selamat tidur, sayang.." bisiknya, ia memejamkan mata hendak menyusul Baekhyun ke alam mimpi namun nyatanya Chanyeol tidak akan bisa tidur nyenyak malam ini. Bagaimana bisa nyenyak jika ada malaikat dalam dekapannya?
~oOo~
"Aku harus bagaimana?!" tanya Baekhyun dengan wajah merana, sekarang ini hanya Kasper dan Jongdae yang bisa ia percaya dan andalkan.
"Ribut sekali.." Kasper mencibir. "Kalian 'kan sudah menikah, tentu saja hal itu wajar terjadi." tanggapnya santai padahal Baekhyun sudah bersusah payah bercerita dengan mengebu-gebu jika ia sangat terkejut menemukan kissmark dilehernya pagi ini setelah bangun tidur hendak mencuci muka dan gosok gigi, Baekhyun bahkan sempat tersedak ludahnya sendiri ditengah ceritanya dan berakhir dengan mencomot minuman Jongdae yang segera diprotes oleh si empunya.
"Tapi aku tidak mau menempati posisi istri." Baekhyun hampir menangis. "Sekali saja, hanya sekali aku berhasil mengagahinya dan itu akan selesai. Chanyeol tidak sekuat yang kalian kira, percayalah padaku.." dipikir bagaimanapun juga Baekhyun itu memang seharusnya berada diposisi istri, kenapa dia batu sekali sih?
"Kelihatannya Chanyeol sedang mempersiapkan diri baik-baik, ya?" guman Jongdae.
"Mempersiapkan apa maksudmu?" tanya Baekhyun.
"Mengagahimu tentu saja." Baekhyun tiba-tiba merinding mendengarnya, tubuhnya bergetar samar tanpa bisa ia tahan. "Dia tidak lemah, Baek. Hanya mengalah.."
"Tidak. Dia itu sama sekali tidak berpengalaman diatas ranjang."
Jongdae menatapnya curiga. "Darimana kau tahu?"
"Hanya tahu saja." balasnya tak nyambung.
"Kenapa sih kau ngotot sekali ingin jadi suami Chanyeol? Aku tidak bermaksud menyinggungmu tapi menurutku Chanyeol lebih pantas menempati posisi suami." Kasper, kau melukai perasaannya..
"Karena aku tidak mau menjalani transplantasi rahim." jelas Baekhyun hampir menjerit. Mengapa dua sahabatnya itu malah memihak Chanyeol sih?
"Dimana letak masalahnya?" dikepalamu.. batin Baekhyun sebal. "Itu akan dikerjakan oleh dokter profesional yang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Apa yang kau khawatirkan?" Kasper jadi ikut-ikutan kesal.
"Kau pikir bagaimana jika aku benar-benar mengandung? Itu sama sekali tidak lucu!"
"Kalau lucu kami akan tertawa tentu saja." sahut Jongdae garing. "Paling-paling kau akan terlihat seperti gadis tomboi yang sedang hamil."
Kesper tertawa keras sementara Jongdae menahan tangan Baekhyun yang hendak menyiram kepalanya dengan minuman dingin mereka. "Katakan sekali lagi dan anggap kita tidak pernah saling kenal, Kim."
"Ampun, Baek! Aku 'kan hanya becanda agar kau tidak terlalu stres." Baekhyun diam merengut membuat suasana jadi tidak nyaman.
"Ah, aku punya ide." celetuk Jongdae beberapa saat setelah ketiganya saling diam. Baekhyun menatapnya tanpa minat. "Ku jamin kau bisa menaklukan Chanyeol dengan mudah setelah ini."
"Jangan berbelit-belit." Baekhyun sebenarnya tertarik tapi dia masih kesal, jadi rautnya seperti ini, setengah-setengah..
"Ayo, kita pergi ke rumah Minseok."
"Kenapa jadi rumah pacarmu?" protes Kasper.
"Sudah ikut saja. Ayo!"
~oOo~
"Kau mau minum apa? Biar ku buatkan." dahi Chanyeol mengernyit dalam mendengar tawaran itu lengkap dengan senyum manis sang suami.
"Tumben.."
Senyum Baekhyun seketika lenyap. "Ya sudah kalau tidak mau." ucapnya pura-pura marah, hendak pergi dengan berjalan selambat mungkin menjauhi counter dapur. 'ayo, Yeol, tahan aku, please.. tahan, ak—'
"Baekhyun, tunggu!"—yeah, akhirnya.. Chanyeol menyusul, menggandeng tangan anak itu untuk kembali. "Aku ingin segera tertidur jadi susu hangat saja."
Baekhyun mengangguk dengan raut merengut kesal padahal dalam hati ia tengah berselebrasi. "Pergilah kekamar lebih dulu nanti aku menyusul."
Susu hangat itu sudah berada diatas nampan siap diantar tapi sebelum itu Baekhyun mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, serbuk mencurigakan itu dituang semuanya kedalam gelas dan diaduk hingga rata.
"Ini." Baekhyun menaruh gelas susunya di atas meja nakas setelah melihat Chanyeol masih sibuk dengan laptopnya. Kalau begini kapan dia minumnya? sepertinya Baekhyun harus memberi sedikit dorongan.
"Yeol.." Baekhyun menyentuh pundak Chanyeol lembut, memberi usapan-usapan kecil di sana, sang suami menoleh dengan sedikit terkejut, tidak biasanya.. "Minum dulu nanti keburu dingin." anak itu menjauhkan laptop dipangkuan suaminya, menyimpannya sebelum menyodorkan gelas susu hangat yang segera Chanyeol terima. "Habiskan ya.." kerlingan nakal Baekhyun hadiahkan membuat Chanyeol langsung meneguk habis susunya tanpa sadar, terlalu fokus pada wajah manis sang suami.
Satu menit berlalu dan tidak ada reaksi apapun. Apa dia sudah dibohongi Minseok si penjual obat online itu? Minseok sialan!
"Kenapa kau terus melihatku? Ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Chanyeol mengusap-usap wajahnya.
"Tidak." Baekhyun mengangkat gelas kosong ditangannya. "Aku akan mengembalikan ini."
Baekhyun seharusnya sadar jika dua sahabatnya itu tidak akan pernah menyumbang ide yang benar-benar cemerlang, malah itu akan menjerumuskannya kedalam masalah yang semakin rumit. Obat tidur super duper manjur bahkan untuk seekor kingkong sekalipun katanya? Chanyeol menguap saja tidak. Apa mungkin kekuatan Chanyeol lebih dari kingkong? tidak ada yang tahu..
Ketika Baekhyun kembali kekamar lima menit kemudian, ia dikejutkan dengan keadaan suaminya yang sudah tepar. Baekhyun berlari-lari kecil dan menaiki kasur dengan hati-hati. "Yeol.." menguncang pelan pundak suaminya.
Tidak bergeming..
"Chanyeol.. Ya! Park Chanyeol!" bahkan menapar keras pipi Chanyeol bolak balik tapi lelaki itu tidak juga terbangun.
"Obatnya bereaksi?" gumannya tak percaya. "Benar-benar bereaksi? Thank you, Minseokie." serunya girang, menari-nari diatas kasur bahkan berniat melakukan salto sekalian tapi tidak jadi, nanti kalau dia keseleo semua rencana yang sudah susah payah disusun pasti akan gagal.
Baekhyun membuka satu persatu kancing piyama yang Chanyeol kenakan hingga habis dan abs Chanyeol segera terpampang jelas dari jarak sedekat ini, sialnya itu terlihat semakin seksi. Baekhyun menyentuh otot-otot perut suaminya, membuat Baekhyun lagi-lagi mencibir, iri akan kenyataan.
Kenapa dia gagal fokus terus-terusan sih?
Ketika hendak menarik lepas celana tidur yang Chanyeol kenakan, bel pintu berbunyi, Baekhyun menjerit marah. Siapapun itu yang datang bertamu, terkutulah dia..
Setengah tidak rela Baekhyun keluar dari kamar dan betapa terkejutnya ia menemukan Sooyoung disana.
"Setelah menikah kalian jadi lupa rumah ya?" oceh wanita itu setelah Baekhyun membukakan pintu. "Dimana anak nakal itu? Dia bahkan melupakan ibunya. Dasar anak durhaka!" Sooyoung berkeliling melakukan inspeksi dadakan.
"Chanyeol sudah tidur, mama Park."
"Tidur?" Sooyoung mengernyit heran, tidak biasanya. "Dia benar-benar tertidur?"
Baekhyun mengangguk cepat. "Mama Park bisa melihatnya dikamar jika ingin." semoga jangan, karena Baekhyun belum sempat membereskan kekacauan yang ia buat dan mertuanya ini pasti akan menggodanya habis-habisan jika melihat keadaan Chanyeol yang toples diatas kasur.
"Tidak usah." tolaknya yang membuat Baekhyun dapat bernafas lega setengah mati. "Aku baru saja pulang dari kelas memasak yang kebetulan dekat sini jadi sekalian saja mampir. Mau buat kue bersama?" tanya Sooyoung antusias.
Binar dimata Baekhyun segera terlihat, sudah lama juga ia tidak makan kue. Lama versi Baekhyun adalah kisaran waktu satu sampai dua hari saja. "Mau, mau, mau.." jawabnya penuh semangat.
Chanyeol terlupakan..
Red velvet cream cheese adalah kue yang mereka buat, satu loyang segera ludes dilahap Sooyoung dan Baekhyun. Nafsu makan mereka memang tidak pernah main-main. "Besok buat lagi ya, mama Park." pinta Baekhyun dengan perut kekenyangan.
"Tiramisu?"
"Yang banyak.."
Sooyoung tertawa. "Kau benar-benar menantu idamanku. Makanlah yang banyak dan jangan pikirkan tentang berat badan. Mau gemuk ataupun kurus kau tetap saja menawan."
Pipi Baekhyun memerah dan senyum malu-malunya terlihat. Tolong jangan dipuji, dia ini gampang sekali besar kepala..
Dan begitulah akhir dari rencana yang sudah Baekhyun susun dengan matang.
Semuanya gagal..
~oOo~
Chanyeol menguap berkali-kali, Baekhyun disampingnya menangis, Sooyoung dihadapan mereka menatap keduanya kesal sekaligus prihatin. Haneul, Heechul, dan Siwon menyayangkan atas apa yang sudah terjadi.
"Tambah kopi lagi?" tawar Sooyoung melihat mata sang anak hampir kembali terpejam.
"Tidak." balas Chanyeol masih agak teler.
"Maafkan aku.." cicit Baekhyun, hampir mewek lagi.
Tadi saat Sooyoung datang lagi dipagi hari dengan membawa kue tiramisu pesanan Baekhyun ia tidak menaruh curiga sama sekali ketika Chanyeol tidak hadir di meja makan saat sarapan. Baekhyun lagi-lagi berkata jika suaminya masih tertidur, Sooyoung pikir Chanyeol hanya kelelahan namun itu menjadi janggal karena hari sudah hampir berganti siang dan Chanyeol belum bangun juga.
Sooyoung menemukan anak itu memang tertidur, ia mencoba membangunkannya namun tidak berhasil dan itu membuat Sooyoung berteriak histeris mengatakan jika Chanyeol mati. Baekhyun panik luar biasa berpikir ia sudah menjadi tersangka utama dalam pembunuhan suaminya sendiri.
Ambulance yang mereka panggil menambah kesan dramatis kejadian itu, dokter menjelaskan jika Chanyeol hanya terlelap hampir dua puluh jam karena pengaruh obat tidur dengan dosis cukup tinggi. Salahkan Baekhyun yang tidak membaca pesan dari Minseok tentang takaran pakainya dan dengan sok tahu menabur itu semua.
"Huhuhu~ aku benar-benar menyesal Chanyeol." tangis Baekhyun. "Maaf.."
"Peluk dulu baru ku maafkan." dan tangan Baekhyun segera melingkar erat diperut suaminya. "Cium.."
Baekhyun mengecup singkat bibir Chanyeol, para orang tua sepenuhnya terabaikan, hanya menjadi penonton. "Itu namanya kecupan. Aku maunya cium, Baekhyunnie.."
Baekhyun menatap para orang tua yang mumpeng melihat adegan live itu yang kemudian semuanya pura-pura sibuk, Siwon dan Heechul saling mengobrol, Haneul dan Sooyoung berkomentar tentang vas bunga diatas meja ruang tamu apartemen.
"Ada ayah, ibu, papa dan mama Park disini."
"Mereka tidak akan peduli."
"Tapi—"
"Ya sudah aku tidur lagi saja."
"JANGAN!" pekik Baekhyun yang segara menangkup wajah Chanyeol, menyatukan bibir masing-masing. Urat malu kedua pemuda itu mungkin sudah putus semua, para orang tua kembali fokus pada tontonannya, mereka berciuman cukup lama hingga bibir tebal Chanyeol tidak lagi bergerak. Kepala Chanyeol jatuh dibahu Baekhyun dengan mata terpejam.
"IBUUU, DIA TIDUR LAGI!"
~oOo~
.
to be continue..
.
~oOo~
Annyeong..
Kebanyakan ngira Chanyeol udah gak perjaka 'kan? Noh Ceye udah jelasin.. Yang masih bingung sama hubungan KrisYeol, mereka itu beneran pacaran bukan settingan doank.
~oOo~
Big Thank's to:
Beefvcker, myzmsandraa99, Alivia625, shinshiren, yuanitadian, OhSehun's Mom, baek ca, KertasBee, Call Me Zaa, inchan88, ssuhoshnet, BubbleXia, Yana Sehun94, pupibekyuni61, ernidwi, RedCherry yeoliie, oohseihan, Park RinHyun-Uchiha, Guest, Ceye04, shantisolekah9, Aerellia, pla, yousee, Byunniebee.
