Chapter 5

Household

.

ChanBaek

.

Boy Love, Drama, Marriage Life, Little bit of Amateur Comedy, mpreg.

.

Rating : T

.

Happy Reading

.

.

Pesta pernikahan mereka memang tidak diselenggarakan diatas kapal pesiar seperti impian Chanyeol, selain karena uang yang Chanyeol kumpulkan masih kurang dari cukup—ia bersikeras membiayai pernikahannya sendiri, juga waktu yang terlalu singkat untuk menyiapkan itu semua, mereka menggantinya dengan bulan madu diatas kapal pesiar, di negara Singapura.

Chanyeol masih kesal atas kejadian kemarin dan Baekhyun bersikeras jika Chanyeol sudah memaafkannya setelah mereka berciuman. Chanyeol menyangkal dengan mengatakan dia masih dalam keadaan setengah sadar saat itu, pokoknya intinya dia masih tidak ingin memaafkan Baekhyun.

Costa Victoria, kapal pesiar bergaya italia dengan 14 dek ini menjadi pilihan mereka untuk berpelesir mengarungi lautan kawasan Asia Tenggara selama lima hari empat malam kedepan. Mereka dijemput dari bandara Changi menuju Harbourfront Centre Terminal, menjalani latihan keselamatan diri disana sebelum memasuki kapal tepat pada pukul sepuluh malam.

Ruangan kamar mereka berada di dek 10, cukup luas dengan kloset didalam juga kamar mandi marmer yang menakjubkan, dengan jacuzzi besar dan rain shower, memiliki jendela kaca setinggi ruangan kamar dan balkon pribadi luasnya kira-kira sekitar tiga meter persegi, lengkap dengan dua kursi dan satu meja.

"Apa yang kau lakukan? Jangan berbuat macam-macam, Baekhyun!" bukannya membongkar koper Baekhyun justru sibuk dengan lampu tidur di atas meja nakas.

"Aku hanya memastikan kau tidak akan berbuat aneh-aneh saat aku tertidur. Kau tampak memiliki potensi besar melanggar perjanjian kita." sahut Baekhyun masih sibuk memasang kamera perekam disana.

"Konyol." ejek Chanyeol. "Satu-satunya orang yang sudah melanggar adalah kau sendiri."

Baekhyun akui itu. Dia sudah melanggar peraturan nomor tiga, hukumannya adalah menuruti apapun yang pasangan mereka minta. Baekhyun sendiri yang membuat peraturan itu tanpa campur tangan Chanyeol dan sekarang ia menyesalinya.

"Apa yang kau mau dariku?" tanya Baekhyun bersendekap sambil mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.

"Mengakui, huh?"

"Jangan menguji kesabaranku, Chanyeol!" si mungil bersungut-sungut memperhatikan Chanyeol yang berjalan mendekat.

"Mana?" tangan Chanyeol terulur didepan dada.

"Apa?"

"Kertas perjanjian."

"Mau apa?"

"Berikan saja."

Baekhyun mengambil kertas yang masih licin itu—bukti jika ia menyimpannya dengan sangat baik selama ini—dari dalam tasnya dan seketika terbelalak ketika Chanyeol merobek-robeknya menjadi potongan-potongan kecil.

"Apa yang kau lakukan, idiot!" hardik Baekhyun, mengumpulkan kembali potongan-potongan kertas dibawah lantai menjadi satu.

"Melenyapkan perjanjian itu karena aku tidak mau menghukummu." jelas Chanyeol.

Baekhyun menatap suaminya nyalang. "Lakukan saja!"

Sebelah alis Chanyeol terangkat, heran pada awalnya tapi berubah menjadi kesal setelahnya. "Kau marah karena aku merobek kertas sialan itu? Kau bisa membuatnya lagi dan terima hukumanmu!"

"Kau mengancamku? Kau pikir aku takut!"

Chanyeol mundur tiga langkah dengan tangan terbuka. "Fine." ia berkata santai. "Lakukan saja kapanpun kau siap." tatapan penuh ejekan ia layangkan pada Baekhyun. "Lompat dari dek 15 kearah laut." Chanyeol keluar dari kamar kabin setelahnya, mengabaikan Baekhyun yang hanya diam terpaku.

Sebelum berangkat bulan madu Haneul banyak memberi nasehat pada Baekhyun, salah satunya untuk tidak berdiri terlalu dekat dengan laut atau ia akan berakhir menjadi santapan lezat ikan hiu. Baekhyun bergidik membayangkannya, dia 'kan inginnya mati di usia tua ditemani kehangatan keluarga, anak-anak, para menantu serta cucu-cucunya. Bukankah itu indah? tapi Chanyeol merusak semua angan-angannya. Bagaimana bisa kisah hidupnya berakhir tragis dengan mati didasar laut yang berair dingin, sendiri, sepi, dan sunyi..

Baekhyun berpikir ulang. Hukuman yang Chanyeol berikan sebenarnya tidak terlalu berat juga dibandingkan ia yang harus menyerahkan keperawanannya(?) secara suka rela pada suaminya itu. Setidaknya jika Baekhyun terjun ke laut kemungkinan ada kru kapal atau penumpang lain yang melihatnya dan segera memberi pertolongan sebelum ia tenggelam kedasar. Ya, bisa jadi seperti itu..

Dan selamanya Baekhyun hanya anak polos atau mungkin si bodoh idiot yang tidak menyadari jika kapal pesiar ini hanya memiliki 14 dek.

~oOo~

Ketika Baekhyun bangun pada pukul sepuluh pagi matahari sudah tinggi. Melihat momen sunrise dari atas kapal pesiar amat sangat sayang untuk dilewatkan dan ia merutuki hal itu.

Kau sudah bangun? Datang ke area poolside deck 11, ayo berjemur bersama..

Pesan dari Chanyeol semakin membuat Baekhyun menggerutu. Bagaimana bisa lelaki itu memulai hari tanpa dirinya? Baekhyun melesat menuju kamar mandi, membersihkan dirinya secepat kilat agar dapat segera menyusul sang suami.

"Kenapa lama sekali?" sambut Chanyeol yang sudah bertelanjang dada, mengenakan celana pendek lengkap dengan kacamata hitamnya tidur telentang diatas ranjang berjemur.

"Aku pergi ke restoran di dek 5 untuk sarapan dulu tadi." jawab Baekhyun yang baru menyusul satu setengah jam kemudian.

"Bukannya tadi aku sudah memesan makanan untukmu ya?"

Baekhyun mengangguk, tersenyum malu-malu. "Tapi aku masih lapar."

Dasar! Kalau gendut nanti Chanyeol lagi yang disalahkan!

Baekhyun mengambil sunblock dan mengoleskan ke tangan, kaki, dada, perut, dan punggung—dengan bantuan Chanyeol tentunya, lelaki itu hampir mimisan merasakan kulit punggung Baekhyun yang halus seputih susu, di saat seperti ini Chanyeol harus mati-matian membuang pikiran mesumnya jika tidak ingin kena damprat suami mungilnya.

Hari sudah hampir menjelang sore ketika mereka kembali ke kamar kabin untuk membersihkan diri sebelum pergi ke restoran untuk makan sore. Baekhyun mengklaim ada makan subuh, sarapan, makan jam sepuluh pagi, makan siang, makan sore, makan malam dan makan tengah malam. Dia akan makan kapanpun merasa lapar, tidak memenuhi aturan makan tiga kali sehari seperti manusia normal pada umumnya. Olahan daging bakar menjadi pilihan mereka, alunan live musik menjadi sesuatu yang bisa dinikmati selain indahnya pemandangan sunset.

Pukul delapan malam Chanyeol dan Baekhyun kembali keluar kabin dengan pakaian formal untuk gala dinner bersama captain cruise, menuju restoran dan nomor meja yang sudah ditentukan. Karena mereka hanya berdua tentu saja akan ada orang asing yang mengisi bagian kosong lainnya.

Seorang gadis cantik dengan gaun formal berwarna hitam datang dan duduk satu meja dengan mereka, Chanyeol tidak terlalu memperhatikan karena sibuk membalas pesan dari Sooyoung untuk menjaga Baekhyun baik-baik atau dia akan dipanggang hidup-hidup oleh para orang tua jika Baekhyun sampai lecet ketika pulang ke Korea nanti.

"Selamat malam.." sapa gadis itu, suaranya terdengar lembut sekali dan ya.. Baekhyun tertarik. "Kau orang Korea juga?"

Baekhyun tersenyum manis. "Neh."

"Aku kemari bersama tunanganku, mungkin sebentar lagi dia akan datang."

Baekhyun mengangguk, bingung harus menanggapi seperti apa, sebenarnya tidak terlalu terkejut mendapati fakta gadis itu sudah memiliki tunangan. Dia cantik. Orang cantik kebanyakan cepat laku, Baekhyun tidak tau ia mendapat teori itu darimana. Tolong abaikan dia..

"Aku Jessica Jung. Lalu kau?"

Chanyeol mendengar obrolan mereka meski sibuk meladeni Sooyoung, tidak ada yang mencurigakan meski ia tau Baekhyun sempat tertarik pada gadis itu, jika salah satu dari mereka berulah Chanyeol tidak akan segan-segan untuk tukar tempat duduk.

"Byun Baekhyun." jawab Baekhyun singkat.

"Ku tebak kau datang kemari untuk liburan sekolah ya?"

Chanyeol menahan tawa namun gagal, dua detik kemudian ringisan sakit keluar dari bibir tebalnya setelah Baekhyun dengan sengaja menginjak kakinya dibawah meja. "Aku sudah lulus sekolah tahun ini. Dan kami datang kemari untuk honeymoon." ia menunjuk Chanyeol disebelahnya. "Dia suamiku, Park Chanyeol."

Jessica menyalami lelaki itu sembari menyebutkan namanya. "Ah, Baekhyun-ssi, kuharap kau tidak tersinggung dengan perkataanku. Aku benar-benar minta maaf."

"Tidak masalah."

"Kau tampak awet muda, itu sebabnya aku pikir kau masih sekolah, tidak kusangka kau sudah menikah." Jessica menertawai kekeliruannya, agak merasa malu juga melihat raut Baekhyun yang berubah kesal.

"Tunanganmu belum tiba? Acara sebentar lagi akan dimulai." tanya Chanyeol yang sudah berhasil membungkam Sooyoung disana hingga tidak lagi mengganggunya.

Jessica tampak celingak celinguk diantara banyaknya orang yang hadir. "Ah, itu dia.." gadis itu melambaikan tangan pada sang tunangan, tampak tidak begitu kesulitan menemukan lelaki berbadan tinggi itu diantara banyaknya orang, setelah lelaki itu mendekat dua diantara mereka terkejut satu sama lain.

"Yeol?!"

"Kris!"

~oOo~

Baekhyun yang baru pertama kali bertemu dengan Kris langsung terkagum-kagum melihat sosok tinggi itu, andai saja lelaki itu—ah, sebentar.. haruskah Baekhyun memanggilnya paman? Karena Kris sudah hampir menginjak kepala tiga tahun depan sedangkan Baekhyun masih delapan belas tahun. Perbedaan usia yang lumayan jauh..

Baekhyun segera menyadari gelagat kurang baik dari Kris, membuat rasa kagumnya pada sosok tinggi itu menghilang seketika, bagaikan setitik air diluasnya hamparan pasir gurun, menguap, hilang tidak berbekas. Mereka ada dijalur yang sama saat ini, jalur persaingan memperebutkan hati Park Chanyeol.

Paman itu tidak segan-segan memuji penampilan tampan suaminya yang kini berambut purple, ia mengatakan Chanyeol tampak seperti tokoh manga yang keluar ke dunia nyata. Sangat amat menawan..

"Kalian benar-benar bertunangan?" tanya Chanyeol, wajah penasarannya itu sangat menyebalkan untuk Baekhyun lihat.

Jessica terbahak, sangking lebarnya ia bahkan sampai harus menutup mulutnya dengan tangan, untung saja tidak ada lalat yang masuk.. "Kau cemburu?" goda gadis itu dan Baekhyun semakin sebal karena sepenuhnya merasa diabaikan.

Chanyeol menunduk dan menggeleng dengan senyum yang ia tahan. Apa maksudnya itu?

"Jadi dia pacarmu yang sempat kau ceritakan itu?"

Kris mengangguk menanggapi pertanyaan Jessica. "Sesuai ekspektasimu, bukan?"

"Selamat atas pertunangan kalian. Kenapa kau menyembunyikan kabar baik ini dariku?" tanya Chanyeol menatap Kris agak sebal. Dia sebenarnya penasaran bagaimana bisa Kris berakhir dengan Jessica yang jelas-jelas seorang wanita, karena yang Chanyeol tahu pasti Kris adalah seorang gay.

"Ini sekedar bisnis." sahut Kris. "Aku seorang gay dan dia seorang lesbi. Kami menikah untuk harta."

Astaga, orang-orang mengerikan seperti apa mereka sebenarnya?

"Mungkin aku bisa kembali menjadi wanita normal jika kau bersedia mengajakku berkencan, Chanyeol." goda Jessica.

"Aku lebih tampan darinya, Jess. Jangan goda pacarku, oke?"

"Pacar apanya?! Dia itu suamiku! Lagipula kalian sudah putus!" protes Baekhyun menyela.

Sebenarnya Kris sudah menyadari keberadaan Baekhyun disana tapi dia baru memperhatikan lamat-lamat penampilan pemuda mungil itu. "Chanyeol.."

Chanyeol menoleh. "Neh?"

"Tolong amankan keponakanmu." ucap Kris dengan wajah datar yang disambut tawa geli Jessica. "Berapa usianya? Dia bahkan sudah berani minum wine?"

Chanyeol tersentak, segera melihat kearah Baekhyun yang memang benar tengah meminum cairan ungu pekat itu dalam sekali teguk. "Baekhyun, kau tidak boleh minum wine!" Chanyeol merebut gelasnya tapi Baekhyun lebih cepat menjauhkannya.

"Apa urusanmu?! Dasar laki-laki bajingan!" hardiknya.

"Ya, Tuhan.. anak jaman sekarang kenapa bicaranya kasar sekali? Dia sudah berani mengumpat pada pamannya." Kris menggeleng tidak habis pikir.

"Kau tuli ya? Tidak dengar aku berkata jika Chanyeol suamiku?!" Baekhyun memberi tatapan tajam dan Kris membalas dengan tatapan tidak suka. "Isi gelasku lagi!" pintanya pada seorang waiter yang memang disediakan khusus untuk melayani meja mereka.

"Baekhyun!"

"Jangan membentakku, Chanyeol sialan!"

Baekhyun meneguknya lagi.

"Lihat.." Kris menatap anak itu dengan senyum remeh. "Dia minum dengan cara yang salah. Baru pertama ya? Pantas saja.." ejeknya.

"Kris, cukup!" Chanyeol berkata tegas. "Ayo kita kembali ke kamar."

"Tidak!" Baekhyun menampar tangan Chanyeol yang hendak menggandengnya. "Kau harus lebih dulu berjanji untuk tidak menemuinya lagi."

"Iya. Ayo, kita kembali.."

"Dia sudah mabuk ya?" tanya Kris sarat akan ejekan. "Padahal baru dua tegukan."

Harga diri tinggi Baekhyun tidak bisa menerima ejekan itu, ia merebut botol wine dari tangan waiter dan menengak isinya yang masih tersisa cukup banyak. Chanyeol merebutnya dan berakhir dengan tubuh Baekhyun terjatuh menimpah meja. Chanyeol menaruh botol wine diatas meja kaca dengan sedikit bantingan yang sukses mengejutkan Kris dan Jessica.

"Kau marah?" tanya Kris. Chanyeol tidak menjawab, beralih memapah tubuh mungil suaminya. "Aku hanya sedikit mengerjainya. Dia saja yang menanggapi terlalu berlebihan."

"Aku duluan." ucap Chanyeol, tidak ingin menanggapi perkataan Kris.

Tiga langkah menjauh dan Kris berhasil menahan mereka. "Aku tahu kau hanya sedang kebingungan, Chanyeol. Kapanpun itu jika kau membutuhkanku, kau bisa kembali padaku."

Baekhyun mendengar itu..

~oOo~

"Jadi itu tujuanmu merobek surat perjanjiannya? Agar kau terbebas dari hukuman bertemu dengan pacar brengsekmu disini? Kalian pasti sudah janjian 'kan?!" tuduh Baekhyun.

"Aku tidak tahu Kris juga berada disini." Chanyeol menyangkal.

"Mana mungkin!" sentak Baekhyun dan kembali menangis. "Aku akan melakukan hukumanku sekarang dengan begitu aku bisa membuat suratnya lagi bukan?" Baekhyun membuka jendela kaca seukuran kamar yang langsung terhubung dengan balkon sebelum ia mencapai pagar pembatas Chanyeol buru-buru menariknya masuk, membanting telentang anak itu diatas kasur dan mengunci tubuhnya. "Bodoh!"

"Kenapa kau mencegahku? Jika aku mati kau bisa bahagia dengan paman itu, bukankah itu yang kau inginkan?"

"Kenapa kau bisa sehancur ini, Baekhyun?" tanya Chanyeol penasaran. "Beri aku alasan.."

Baekhyun terdiam, mata sayunya berkedip, anak itu menghela nafas dalam sebelum berbicara. Pacar wanita membuat Baekhyun tertarik dan pacar pria membuatnya merasa nyaman, dengan Chanyeol ia merasakan keduanya. Apa itu sudah cukup untuk menjadi alasan? "Aku mencintaimu, Chanyeol.." Baekhyun berkata lancar seperti semua bebannya serasa terangkat dan kekhawatirannya langsung pergi menjauh, efek mabuk yang luar biasa.

"Kau tidak pernah mengakuinya."

"Karena itu rahasia."

"Kenapa?"

"Rasanya aneh karena kita baru sebentar bertemu. Aku takut kau hanya mempermainkanku." raut Baekhyun kembali sedih. "Dia masih menginginkanmu. Aku bisa apa?"

Karena sikapnya yang mudah dimanipulasi, tidak menutup kemungkinan ada saat dimana Chanyeol akan merasa bosan pada Baekhyun dan berakhir dengan kembali kepelukan Kris yang tidak bisa diragukan lagi kenyamanan hubungan yang lelaki itu tawarkan.

"Ikat aku Baekhyun." pinta Chanyeol serius, memperhatikan raut penuh tanya diwajah Baekhyun. "Buat aku tergila-gila padamu sampai aku tidak ingin melihat Kris lagi."

Mereka saling menatap dalam untuk beberapa saat sebelum tangan Baekhyun terangkat menyentuh wajah Chanyeol, betapa tampannya suaminya itu, mungkin setelah ini akan ada 'Kris-Kris' lain yang bermunculan. Siapkah Baekhyun menghadapi mereka semua? Baekhyun tidak yakin.

"Gagahi aku, Chanyeol.."

Mata bulat Chanyeol melebar, memang benar ia sudah menanti saat-saat ini, tapi tidak secepat ini juga, tiba-tiba Chanyeol berkeringat dingin. "Apa lagi yang kau tunggu?" tanya Baekhyun karena Chanyeol hanya terdiam dengan wajah pucat. "Aku tahu Kris jauh lebih menarik dariku tapi diammu ini melukai perasaanku." anak itu mulai menangis lagi dan jemari Chanyeol segera terulur menghapus air matanya.

"Kau yang minta, Baekhyun.."

~oOo~

Esok harinya Baekhyun sedikit demam, anak itu shock mendapati tubuhnya yang telanjang bulat ketika bangun tidur, ia menangis hampir tiga jam selain karena bagian bawah tubuhnya yang masih terasa perih juga karena harga dirinya yang terinjak habis.

"Kau harus tanggung jawab, Chanyeol."

"Iya. Aku 'kan sudah jadi suamimu." Chanyeol mengelus-elus rambut Baekhyun setelah anak itu tenang setengah jam yang lalu. Mereka duduk bersandar diatas kasur menunggu makanan yang dipesan datang. "Jangan marah lagi, Baekhyunnie. Kita 'kan melakukannya atas dasar suka sama suka."

"Kata siapa?"

"Kau."

"Aku tidak sadar saat itu."

"Bagian mana yang kau sebut tidak sadar? Kau tidak pingsan, koma, bahkan mati.." Chanyeol mendapat cubitan keras diperutnya setelah itu. "Kau mendesah-desah keenakan dan meminta lebih."

"Bisa diam tidak?!" wajah Baekhyun memerah seperti kepiting rebus. "Pokoknya jangan bilang ayah, ibu, papa dan mama Park. Kau sudah janji padaku.."

"Iya." balas Chanyeol kalem masih sibuk mengelus rambut Baekhyun sementara anak itu tampak menikmatinya.

"Lapar, Yeol.."

"Sabar."

"Dari tadi Kris menghubungimu ya?" Baekhyun melihat layar ponsel Chanyeol yang sebentar-sebentar berkedip menyala.

"Tidak ku jawab kok." jawab Chanyeol, tapi tetap saja Baekhyun tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya.

Lima menit kemudian pintu kamar diketuk, seorang pelayan datang membawa pesanan mereka. Ada lima jenis makanan yang Chanyeol pesan dan Baekhyun hanya menarik mangkuk berisi salad buah yoghurt tanpa menyentuh yang lain.

"Nasi goreng seafoodnya tidak dimakan?"

Baekhyun menggeleng.

"Krim sup? Pasta?"

Lagi-lagi menggeleng.

"Cheese cake?"

"Tidak mau."

Chanyeol jadi heran sendiri, padahal tadi Baekhyun menjadi satu-satunya pihak yang mengeluh kelaparan. Ada apa sih dengan suaminya?

"Yakin tidak mau? Aku habiskan sendiri ya?" pancing Chanyeol, Baekhyun hanya mengangguk pelan.

Chanyeol menyendokkan nasi goreng seafood kedalam mulutnya, mengunyah pelan-pelan dengan wajah menikmati yang agak berlebihan.

"Kau tidak sedang syuting iklan makanan, Chanyeol. Bisa tidak wajahmu itu biasa-biasa saja?" sindir Baekhyun.

"Habisnya kau aneh."

"Kau yang aneh?"

"Kenapa jadi aku?"

"Kenapa kau memesan makanan banyak sekali? Kita cuma berdua tapi kau memesan lima porsi. Kau pikir kau sedang memberi makan seekor babi?!"

Kenapa jadi begini?

Chanyeol mendekat, memperhatikan Baekhyun yang kelihatan sedang sedih. "Ada yang mengejekmu gendut ya?" tebaknya.

"Tidak."

"Siapa orangnya? Katakan padaku dan aku akan melemparnya ke tengah laut."

"Tidak ada, idiot!" Baekhyun memakan saladnya banyak-banyak agar punya alasan untuk tidak menjawab pertanyaan Chanyeol lagi dan benar.. Chanyeol diam, kembali menghabiskan makanannya.

Lapar.. Baekhyun benar-benar kelaparan tapi mulai hari ini dia tidak boleh makan dengan kalap layaknya seekor babi. Saingannya adalah Kris, paman dengan sejuta pesona itu sementara dirinya hanya seonggok bungkusan lemak yang tidak ada bagus-bagusnya, Baekhyun jadi minder sendiri. Mulai hari ini Baekhyun sudah memutuskan untuk berdiet dan menjadi seksi agar mereka menjadi pasangan sepadan, sama-sama menawan..

"Kau ada rencana keluar tidak?" tanya Baekhyun.

Chanyeol menghentikan suapannya. "Tidak ada. Aku akan menemanimu tidur saja seharian ini."

"Aku tidak mau tidur lagi." guman Baekhyun. "Ayo nge-gym. Bantu aku buat abs."

Chanyeol tersedak, Baekhyun jadi tersinggung. "Sayang, kau 'kan masih demam. Perginya besok saja bagaimana?"

Baekhyun tidak menjawab. Anak itu melompat keatas kasur dan menarik selimutnya, meninggalkan salad buah youghurt-nya yang masih banyak tersisa.

Chanyeol lagi-lagi salah..

~oOo~

Baekhyun menggeliat merasakan sebuah tangan menyentuh keningnya, seseorang bergumam seperti 'sudah turun..', ketika pundak Baekhyun digoncang pelan ia mulai merengek dalam tidurnya. "Baekhyun.. Ayo, bangun, kita belum makan malam." suara besar Chanyeol menyapa indra pendengarnya.

Mata anak itu sedikit terbuka dan menemukan Chanyeol yang sudah tampak lebih segar. "Ayo keluar cari makan." ajaknya.

Baekhyun menarik bantal lainnya, mengubur kepalanya dengan itu. "Pergi sendiri sana!" suara kesalnya terdengar teredam.

"Aku mengajakmu kemari bukan untuk tidur seharian, Baekhyun." Chanyeol menarik bantal yang menutupi kepala Baekhyun namun anak itu berusaha mempertahankannya.

"Cerewet! Berisik! Pemilik suara om-om mesum! Giant idiot!" hardik Baekhyun setelah tidak berhasil mempertahankan bantalnya dan Chanyeol menggendongnya paksa memasuki kamar mandi.

"Dandan yang cantik. Kita akan pergi dinner.." Chanyeol terkekeh diluar pintu kamar mandi.

Satu jam kemudian Baekhyun keluar dari kamar mandi dengan langkah terseok. "Lama!" komentar Chanyeol yang asik berbaring diatas ranjang sembari memainkan ponselnya.

"Pantatku masih sakit sekali, sialan!"

Chanyeol bangkit memperhatikan cara anak itu jalan yang sesekali meringis pelan. Chanyeol jadi agak iba.. "Apa sebaiknya kita delivery saja?" tawarnya.

"Tanggung.. Aku sudah mandi dan wangi, lagipula aku bosan berada dikamar terus."

Setengah jam kemudian mereka keluar dari kamar kabin menuju restoran a la carte sebelum nantinya berencana pergi ke Festival Show Theatre untuk menikmati suguhan pertunjukkan tarian Michael Jackson Show.

Chanyeol menggenggam jemari Baekhyun yang duduk disebrang sembari tersenyum manis dengan tatapan romantis, anak itu membalasnya malu-malu namun tidak berlangsung lama ketika Baekhyun menemukan sosok Kris dari kejauhan yang tengah tersenyum menawan berjalan mendekati meja mereka. Kenapa paman itu ada dimana-mana sih?

"Akh.."

"Kau kenapa?" raut wajah Chanyeol berubah khawatir.

"Kepalaku tiba-tiba pusing.." keluh Baekhyun yang mengurut pelan pelipisnya, Chanyeol tidak dapat menebak jika Baekhyun hanya berpura-pura untuk mengalihkan perhatiannya.

"Ck, kau sih keras kepala. Sudah ku bilang delivery saja 'kan?"

"Iya.. ayo, kembali kekamar." Baekhyun buru-buru menarik Chanyeol berdiri. Kris sempat menghentikan langkahnya ketika melihat sesuatu terjadi di meja mereka namun kembali menghampiri setelah keduanya tampak menghindar.

"Chanyeol!"

Chanyeol menoleh, menemukan Kris berdiri didepan pintu restoran tidak jauh disana, Baekhyun melihatnya, mata sipit itu terbelalak. "Ayo!" si mungil menarik paksa tangan suaminya untuk memasuki lift, pintu lift tertutup sebelum Kris berhasil mencapainya.

"Kamar kita di dek 10, Baekhyun." Chanyeol mengingatkan karena anak itu tampak salah memencet tombol nomor lantai tujuannya.

"Kita jalan-jalan sebentar."

"Tadi kau mengeluh pusing."

Baekhyun nyengir lebar. "Sudah tidak lagi.."

Pintu lift terbuka dan luasnya bagian muka kapal pesiar terlihat jelas didepan mata. Mata sipit Baekhyun semakin menyipit tertiup kencangnya angin laut dari atas sini, rambutnya hitamnya menjadi sedikit berantakan namun tidak mengurangi senyum lebarnya.

"Yeol, ayo kesana!" anak itu dengan antusias menarik-narik tangan suaminya menuju pagar pembatas. "Apa kita sudah persis seperti pasangan romantis Jack dan Rose?—I'm flying, Yeol!" Baekhyun merentangkan tangannya kesamping menirukan adegan ikonik dari film titanic tersebut sementara Chanyeol memeluk erat pinggang anak itu, takutnya jatuh..

"Jangan banyak tingkah, nanti kau jatuh.." peringat yang lebih tua. Chanyeol masih ingin selamat sampai ke Korea nanti, kalau Baekhyun kenapa-napa, Chanyeol juga yang kena..

Baekhyun menurunkan tangannya menyatukan dengan milik Chanyeol. "Apa kau akan terjun kebawah untuk menolongku jika itu terjadi?" tanyanya penuh harap.

"Ugh, tidak—aku sedikit ngeri dengan ketinggian."

Bibir Baekhyun mengerucut sebal mendengar jawaban Chanyeol. "Dasar tidak romantis! Bahkan saat bercinta pun kau tidak ada romantis-romantisnya, terus saja mengeluh kegelian tanpa pedulikan aku yang meringis kesakitan."

Chanyeol tersenyum geli mendengar ocehan suami kecilnya, menumpukan dagunya dibahu anak itu, menyerukkan wajahnya ke leher Baekhyun demi menghirup dan meresapi aroma menenangkan dari tubuh suaminya. Dia wangi.. "Aku akan berusaha lebih romantis lagi dikesempatan kedua dan seterusnya." bisik Chanyeol.

Baekhyun berbalik, melingkarkan lengannya disekeliling leher Chanyeol. "Kau pikir kapan itu akan terjadi lagi?" tanyanya, menyembunyikan rasa malu mengingat betapa binalnya ia di malam pertama mereka kemarin, semua itu gara-gara wine. Canggung tapi menyenangkan, Baekhyun jadi berdebar-debar..

"Kapanpun kau mau. Aku siap setiap saat." Chanyeol memberi kode.

"Ayo, kita coba lagi.." bisik Baekhyun genit. Dan kembali kekamar kabin menjadi suatu hal yang menyenangkan bagi keduanya..

~oOo~

to be continue..

~oOo~

Malam pertama ChanBaek silahkan berimajinasi sendiri.. #buruburukabur

Big Thank's to:

shinshiren, Adik Iparnya Park Yoora, ssuhoshnet, yanitadian, mymzsandraa99, pupibekyuni61, OhSehun's Mom, Yoon745, BAEKBAEK04, Park RinHyun-Uchiha, Beefvcker, kim jin 9047, byunniebee, luvyrhea, ByunMafia, ctbisreal, Call Me Zaa, Riskaa, BubbleXia, Aisyah304, SekaradaChanyeolada, Sitachaan, BaekHill, Yana Sehun94, Aerellia, pla, yousee, oohseihan.

~oOo~

.

.

.