Chapter 6
Household
.
ChanBaek
.
Boy Love, Drama, Marriage Life, Little bit of Amateur Comedy, mpreg.
.
Rating : T
.
Happy Reading
.
.
Bandar Udara Internasional Incheon, 8:35...
"Ibu.." Baekhyun memeluk Haneul erat, disusul Heechul dan Sooyoung. Siwon menjadi satu-satunya orang yang menyambut Chanyeol agar anaknya itu tidak merasa terabaikan.
"Liburan kalian menyenangkan?" tanya Heechul setelah melepas pelukan mereka.
"Sangat, yah."
"Kau agak kurusan, sayang?" Haneul memperhatikan penampilan anaknya, sementara Heechul mengangguk setuju.
Sooyoung menatap Chanyeol penuh curiga, seolah siap menerkam pemuda itu kapan saja, Chanyeol segera menyadarinya. "Aku tidak melakukan apapun, eomma. Nafsu makannya menurun karena dia sempat sakit." Chanyeol buru-buru menutup mulutnya, sadar jika dia sudah menggali lubang kuburannya sendiri.
"Sakit?!" pekik Haneul, memperhatikan anaknya dengan raut khawatir. "Apa kita perlu pergi kerumah sakit, sayang?"
"Aku baik, bu. Tolong jangan berlebihan." pinta Baekhyun.
"Kau bilang Baekhyun sempat sakit? Kau memang tidak pernah becus, Chanyeol! Sini!" Chanyeol meringis kesakitan ketika Sooyong menjewer telinga caplangnya.
"Sakit, eomma!" Chanyeol mengusap-usap telinganya yang memerah. Baekhyun tidak melakukan pembelaan apapun, dia masih kesal lantaran sebelum keluar dari kapal Chanyeol sempat mengobrol dengan Kris dan mereka pakai senyum-senyum segala. Setidaknya rasa kesalnya sedikit tertebus, Baekhyun akan mengucapkan terima kasih pada Sooyoung nanti.
"Lebih sakit mana hati seorang ibu yang melihat anaknya menderita seperti itu?" sungut Sooyoung.
"Aku juga menderita gara-gara, eomma." sahut Chanyeol lirih.
"Masih berani menjawab!" sekali lagi telinga Chanyeol jadi sasaran, terus di jewer sampai memasuki mobil, wajah Chanyeol memerah malu karena jadi tontonan beberapa orang disana, dan ada seorang anak kecil yang menertawakannya dengan keras.
Baekhyun sudah lelah mengatakan dia baik-baik saja tapi para orang tua terus mendesaknya untuk mampir kerumah sakit sebelum kembali ke apartemen, ngambek Baekhyun memang yang paling mujarab, para orang tua seketika bungkam setelah melihat anak itu diam merengut.
"Ibu menginap ya?"
"Ibu—"
"Eomma juga ya, sayang?" sela Sooyoung ikut-ikutan setelah mereka sampai di apartemen.
"Tidak ada yang boleh menginap." Chanyeol berkata tegas.
Sooyoung memberi tatapan garang membuat Chanyeol menelan ludahnya kasar. "Eo-eomma, maksudku—"
"Kau memang anak durhaka, Chanyeol!" sembur Sooyoung. Kenapa jadi Chanyeol terus sih yang disalahkan?
"Biasanya jika Baekhyun sakit ibu akan memeluk dia sampai tertidur." jelas Haneul hampir-hampir menangis namun Heechul dengan sigap menenangkan istrinya.
"Tenang saja, mama Byun. Aku selalu memeluknya setiap malam kok. Iya 'kan, sayang?" Baekhyun berpaling dengan wajah memerah malu sementara Haneul dibuat takjub oleh pengakuan menantunya itu.
"Auw.. Romantis sekali." goda Haneul secara ajaib lupa akan tangisnya. "Apa itu tandanya kita akan segera mendapatkan seorang cucu?"
Baekhyun tersentak, menatap Chanyeol was-was, suaminya itu tengah tersenyum cerah menanggapi pertanyaan Haneul. "Kita hanya bersenang-senang selama di kapal, mama Byun." jawab Chanyeol.
"Jadi hanya bersenang-senang?" goda Haneul melakukan gestur 'tanda kutip' dengan kedua tangannya.
Mata Chanyeol berkedip, mengirim kode pada ibu mertuanya tapi di mata Baekhyun dia tampak seperti orang yang kelilipan. "Hanya bersenang-senang yang sebenarnya. Makan, berjemur, melihat sunrise dan sunset, dan masih banyak hal menyenangkan lainnya.." Baekhyun menghela nafas lega mendengar jawaban Chanyeol, si tinggi itu tepat janji juga rupanya..
"Ah, padahal kami ingin segera menimang cucu." celetuk Heechul.
"Sabar kali, yah.." gerutu Baekhyun. "Kami juga baru menikah seminggu."
Heechul tertawa melihat raut kesal anaknya. "Chanyeol-ah, lain kali gunakan obat tidur saja untuk menaklukkan anak ini."
Baekhyun mendelik. Heechul benar-benar ayahnya atau bukan sih? Kenapa perkataannya malah menjerumuskan?
"Aku diberi izin?" tanya Chanyeol tidak percaya.
"Tentu saja." Heechul dan lainnya kembali tertawa. "Tapi baca dengan benar aturan pakainya ya.."
Baekhyun merasa tersindir..
"Pulang sana semuanya!" usir si mungil. Untung Baekhyun, coba Chanyeol yang melakukan itu, sudah pasti dia habis digebuki Sooyoung ditempat.
"Baiklah, kalau begitu kita pulang saja. Ayo semuanya!" ajak Siwon, menuruti permintaan sang menantu kesayangan.
Setelah para orang tua pergi Chanyeol mendapat tugas membeli kue pesanan Baekhyun, harus dari toko La Bonne tarte yang katanya terbuat dari bahan-bahan organic dan bebas translemak, itu lumayan jauh dari kediaman mereka tapi dasarnya sudah cinta Chanyeol nurut-nurut saja, pergi ke bulan sekalipun..
Ketika Chanyeol kembali apartemen tampak sunyi sekali, Baekhyun sudah pasti ada didalam kamar, anak itu sempat mengatakan akan tidur selama Chanyeol pergi. Pintu kamar dibuka, Baekhyun yang duduk diatas kasur terkejut setengah mati hingga hampir terjungkal kebelakang. "Ke-kenapa kau su-sudah kembali?" gagapnya mencurigakan.
"Dompetku—"
Aahh~ more~
Sempithh.. Baekhh~
Lebiihhh~ Channhh~
Aahh~ aaahh~
Mereka saling berpandangan dengan kedua mata terbelalak maksimal dan wajah memerah sempurna sampai ketelinga. "Kau dapat itu darimana?" tanya Chanyeol hati-hati setelah Baekhyun mem-pause videonya
"Ingat kamera yang kupasang di lampu tidur?"
"Ah.." guman Chanyeol. "Sekarang kau sudah tau yang sebenarnya 'kan?" tanyanya karena beberapa hari terakhir ini Baekhyun terus saja menuduh Chanyeol sudah memperkosanya di malam pertama mereka.
Baekhyun menggeleng pelan. "Aku baru nonton sebagian."
Chanyeol berkedip cepat, tampak benar-benar terkejut mengetahui fakta Baekhyun berniat nonton dari awal hingga akhir. "Itu ada di awal, Baekhyun."
"Aku tau tapi aku ingin lihat semua." ucapnya tidak tau malu.
Baekhyun tersenyum menggoda melihat wajah memerah Chanyeol perlahan memudar berganti dengan seringai dibibir seksinya. "Mulai nakal, eum?"
Baekhyun buru-buru menyingkirkan laptopnya tau Chanyeol akan segera datang, anak itu sedikit menjerit ketika Chanyeol melompat menimpah tubuhnya diatas empuknya kasur.
"Chanyeol.." panggil Baekhyun setelah mendapat kecupan ringan dan sering sebagai pembukaan.
"Hm?"
"Aku ingin lagi.." pintanya dengan suara manja. Ketagihan rupanya..
Yeah, kau yang minta lagi sayangku..
~oOo~
Hubungan mereka berdua beraura pink manis setelah melakukan seks di siang bolong tapi itu segera berubah satu minggu setelahnya. "Aku tidak mau sarapan roti gandum dan selai kacang lagi. Aku mau nasi, Baekhyun." Chanyeol sedikit merengek dan Baekhyun sangat kesal mendengarnya. "Kau tidak sedang berdiet 'kan? Kenapa menu makanan kita akhir-akhir ini aneh-aneh? Baekhyun, jawab aku!"
"Berisik!" sentak Baekhyun. "Tinggal makan saja apa susahnya sih?"
"Aku bosan.." wajar, sudah seminggu ini menu mereka kebanyakan roti, sayur dan buah tanpa nasi. Catat! Tanpa nasi.. awalnya Chanyeol tidak masalah tapi lama-lama dia tidak tahan juga.
"Kau tidak akan mati hanya karena tidak makan nasi, Chanyeol!" Baekhyun yang sedang kelaparan kadar sensitifnya melebihi seorang gadis yang tengah PMS, jika sudah seperti itu Chanyeol lebih memilih untuk mundur secara teratur. Takut kena amukan maha dahsyat dari sang mulia Byun yang sekarang suka main jambak rambut saat marah.. kalau kepalanya botak nanti kadar ketampanannya pasti akan berkurang beberapa persen.
"Saat makan siang nanti mau ku traktir pergi ke restoran tteokbokki, tidak?" Chanyeol menawari karena dulu sebelum menikah Baekhyun gemar sekali mengajak Chanyeol mampir kesana.
"Kau pikir aku miskin?! Aku bisa beli sendiri jika ingin.." kenapa sih ngomongnya mesti pakai otot?
"Tidak." lirih Chanyeol takut-takut. "Setelah pulang dari bulan madu kuperhatikan kau lebih jarang makan sampai-sampai badanmu kurus begitu? Mana puppy gendutku yang dulu?"
"Aku kurus?!" wajah garangnya menghilang, berganti dengan binar bahagia bercampur bangga ketika Baekhyun bertanya. "Padahal belum genap sebulan.." gumamnya. "Apa sudah kelihatan hasilnya? Bagian mana?"
Tuh 'kan, dia benar-benar sedang diet, begitu saja tidak ngaku.. "Wajahmu jadi sedikit lebih tirus." jawab Chanyeol jujur.
"Benarkah?" senyum cantik Baekhyun mengembang.
Chanyeol mengangguk cepat, ikut tersenyum. "Tapi aku lebih suka kau yang agak berisi."
Senyuman Baekhyun segera luntur. "Aku gendut kau mengeluh. Giliran aku kurus kau berkata suka yang agak berisi. Maumu apa sih, Yeol?!"
Baekhyun salah paham, Chanyeol mengeluh bukan karena Baekhyun yang gendutan tapi karena pertanyaan andalan yang diajukan anak itu, 'apa aku gendut?' kalau Chanyeol jawab 'tidak' Baekhyun bilang dia bohong, kalau Chanyeol jawab 'iya' Baekhyun marah-marah. Maunya apa? Chanyeol jadi serba salah..
"Sayang.." Chanyeol berdiri, memeluk Baekhyun yang tengah duduk dengan wajah cemberut, hingga wajah anak itu menempel sempurna diperutnya. "Bagiku, mau kau kurus atau gendut tidak jadi masalah, yang penting kau sehat."
Baekhyun mendongak, menatap mata bulat suaminya penuh haru tapi dengan cepat rautnya berubah mengernyit, mendorong perut Chanyeol menjauh. "Ugh, aku mual.." Baekhyun menutup mulutnya sebelum berlari.
"Aku tidak sedang menggombalimu, Baekhyun!" Chanyeol jadi agak tersinggung. "Kenapa reaksinya begitu? Pakai acara pergi segala.." ia akan duduk kembali dikursinya sebelum mendengar suara muntahan Baekhyun dari arah kekamar mandi, kedua matanya membulat sempurna. "Aduh, kau kenapa bisa seperti ini?" Chanyeol mengurut-urut tengkuk Baekhyun dengan khawatir setelah berhasil menyusul kedalam. "Sudah ku bilang tidak usah diet segala 'kan."
Baekhyun tidak menjawab, hanya terbatuk-batuk dengan wajah pucat dan ia sedikit menangis tapi berkata baik-baik saja. "Aku akan menelfon dokter keluargamu." ucap Chanyeol setelah membantu Baekhyun istirahat dikamar mereka.
"Jangan, Yeol!"
"Kenapa?"
"Nanti ayah dan ibu tau."
"Kalau begitu kita pergi kerumah sakit saja. Ayo!"
"Tidak mau."
"Kenapa lagi?" tanya Chanyeol sekali lagi.
"Aku lemas, istirahat saja cukup. Aku akan kembali sehat setelah bangun tidur nanti." dan lima belas menit kemudian Baekhyun kembali muntah-muntah hingga Chanyeol tidak punya pilihan selain menghubungi dokter keluarga Byun. Lagipula mau Chanyeol benar atau Baekhyun yang salah tetap saja Chanyeol yang akan disalahkan para orang tua. Ya, terkadang hidup memang tidak adil..
"Apa yang sudah kau lakukan pada tubuhmu, Baekhyun?" dokter yang Chanyeol tebak seusia Kris itu berdecak heran.
"Aku kenapa, hyung?" tanya Baekhyun yang baru selesai diperiksa.
Dokter yang bernama Ryeowook itu mendelik sebal padanya. "Masih tanya kenapa?—kau satu-satunya orang yang paling tau kondisi tubuhmu sendiri." Ryeowook berbalik menatap Chanyeol, raut kesalnya dengan cepat menghilang. "Tolong mulai sekarang perhatikan pola makannya, Chanyeol-ssi. Lambungnya mengalami iritasi."
"Neh."
Ketika Chanyeol kembali kekamar setelah mengantar Ryeowook sampai pintu depan ia menemukan Baekhyun sudah akan bangkit dari tidurnya. "Mau kemana?" cegah Chanyeol.
"Makan. Aku lapar.."
"Kubuatkan bubur dulu."
"Roti gandum saja, Yeol."
"Tidak boleh." tolak Chanyeol. "Jangan buat kondisimu semakin parah."
Baekhyun mengangguk menurut, kembali rebahan di kasur. "Nanti kalau pusingku sudah hilang kita pergi kebawah ya?"
"Mau apa lagi?" tanya Chanyeol balik.
"Nge-gym. Buat abs."
"Tidak mau."
"Kenapa?" rengek Baekhyun.
Chanyeol menghela nafas dalam, mengambil posisi duduk yang tepat untuk untuk berbicara empat mata dengan Baekhyun. "Sebenarnya apa motifmu melakukan diet segala?"
"Aku hanya merasa tubuhku terlalu berat."
"Kau tidak berat, Baekhyun."
"Aku yang merasakannya bukan kau!" aura perselisihan segera menguar diantara mereka, "Aku punya puluhan mantan yang tampan tapi kau suamiku yang paling sempurna sedangkan aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan paman Kris." karena lelah dengan tatapan intimidasi yang Chanyeol berikan pada akhirnya Baekhyun mengaku juga.
"Baekhyun.."
"Ya?"
"Kris akan tersinggung jika kau memanggilnya paman." Chanyeol malah membicarakan hal yang melenceng, dia gagal fokus.
"Dan kau pikir aku peduli!" Baekhyun meradang.
"Saat ini aku masih dipihakmu jadi jangan terlalu khawatir."
"Kau bilang apa? Saat ini?!" Baekhyun menatap suaminya tidak percaya. "Itu artinya akan ada saat dimana kau bosan denganku dan kembali padanya? Begitu?!"
"Aku tidak bilang seperti itu."
"Secara tidak langsung kau berkata seperti itu, Chanyeol!" sentak Baekhyun. "Minggir.." anak itu segera bangkit menuju lemari pakaian, mengeluarkan kopernya dari sana.
"Kau mau apa?" Chanyeol buru-buru mendekati.
"Pulang kerumah orang tuaku." jawabnya mulai menangis. "Aku mau cerai saja!"
"Jangan kekanakan, Baekhyun!" Chanyeol mengambil pakaian Baekhyun dari koper, memasukkan kembali kedalam lemari dan Baekhyun mengambilnya lagi, memasukkan kedalam koper, begitu saja seterusnya sampai besok pagi..
"Aku memang masih anak-anak! Kau menikahiku sebelum aku genap berusia dua puluh tahun dan merusak mentalku dengan sifatmu. Kau benar-benar suami yang buruk, Chanyeol!"
Dan drama 'mengemas pakaian untuk pulang ke mansion Byun' itu berakhir setelah Chanyeol meraup bibir anak itu, mempermainkan bibir tipis Baekhyun dengan ujung lidahnya, menghisap bibir atas dan bawahnya secara bergantian. "Jangan pergi.." bisik Chanyeol setelah itu berakhir lima menit kemudian.
Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol sebelum melompat tengkurap keatas kasur. "Ibuuu... Aku mau pulang.." tangisnya menggema dan Chanyeol hanya bisa menghela nafas.
~oOo~
"Oh, lihat siapa yang datang.." sambut Kasper melihat Baekhyun memasuki pintu Caffe Bene.
"Ada apa dengan wajah cemberutmu itu?" tanya Jongdae heran setelah Baekhyun duduk bergabung. "Bagaimana? Apa bulan madu kalian menyenangkan?"
"Lumayan.." jawab Baekhyun singkat, menarik Green Tea Ice Cream Kasper untuk dicicipi.
"Pesan sendiri sana!" protes Kasper menarik miliknya kembali.
"Pelit!"
"Kalau kau sudah mulai menyebalkan begini pasti ada sesuatu yang terjadi." tebak Jongdae.
"Bawakan aku ice cream strawberry terlebih dahulu baru kuceritakan pada kalian."
"Tidak mau. Siapa yang butuh.." tolak Jongdae. Kenapa dia bisa punya sahabat aneh macam Baekhyun sih?
"Kau 'kan yang punya masalah. Sudah baik kita berdua mau mendengar keluhanmu." protes Kasper. "Ingat! Kau bukan selebritis yang kisah hidupnya diburu oleh para wartawan." sindirnya.
"Ini tentang Chanyeol.." Baekhyun mulai bercerita setelah meresapi ucapan Kasper yang ia pikir-pikir ada benarnya juga.
"Kenapa memangnya dengan suamimu?" tanya Jongdae penasaran.
"Dia selingkuh dengan mantan pacar laki-lakinya."
"Tidak mungkin." guman Kasper.
"Ini sangat meragukan.." tambah Jongdae.
"Kalian tidak percaya padaku?!" sungut Baekhyun.
Kasper menatap Baekhyun serius. "Sejujurnya memang tidak." jawabnya jujur, Baekhyun jadi sakit hati. "Kau tau, ada sebab akibat, seperti halnya tidak ada asap jika tidak ada api."
"Kasper hyung benar. Kau pasti sudah melakukan hal yang tidak Chanyeol sukai." kenapa mereka berdua malah memojokkan Baekhyun?
"Kalau tidak tau apa-apa tidak usah bicara saja!" gerutu Baekhyun sebal.
"Baiklah.. anggap saja kita berdua percaya pada perkataamu tapi kalau Chanyeol benar-benar selingkuh itu juga pasti ada sangkut pautnya denganmu." ucap Kasper.
"Kenapa jadi aku terus yang salah?!"
"Mantan pacarnya tampan?" celetuk Jongdae bertanya.
Baekhyun sedikit meringis mengingat wajah rupawan Kris. "Iya sih.."
"Kalau begitu mudah.." ucap Jongdae. "Buat dirimu jadi lebih menarik darinya."
"Bicara memang semudah membalikkan telapak tangan." tanggap Baekhyun. "Aku sudah diet mati-matian, berencana untuk buat abs segala agar terlihat lebih manly tapi tetap saja perbedaan kami berdua layaknya langit dan bumi."
Kasper menggeleng tidak paham. Kenapa Baekhyun sampai melakukan itu semua? "Mau ku beri tau sebuah rahasia agar Chanyeol lengket terus padamu tidak?"
"Apa rahasianya?" tanya Baekhyun tampak penasaran.
"Anak." jawab Kasper.
"Anak?"
"Beri dia anak, Baekhyun." jelasnya. "Dia akan terus terikat padamu jika kalian memiliki seorang anak."
"Lagipula hamil menyenangkan.."
Baekhyun menatap Jongdae yang baru saja berbicara. "Memangnya kau pernah?" tanyanya pada sifat sok tau sahabatnya itu.
"Aku memperhatikan disekitarku. Noona-ku diperlakukan layaknya tuan putri oleh suaminya ketika hamil. Bibi dan pamanku tidak jadi bercerai setelah anak mereka lahir, kucing tetanggaku semakin cantik menawan setiap harinya hingga banyak para pejantan yang mengejarnya setelah berbadan dua." yang terakhir membuat Baekhyun dan Kasper menatap Jongdae aneh. "Intinya cepat lakukan transplantasi rahim itu agar kalian segera memiliki keturunan."
"A-aku tidak mau. Aku akan bicara dengan Chanyeol untuk mengadopsi anak saja dipanti asuhan."
"Itu lain lagi ceritanya.." ucap Kasper. "Kalau kau hamil seluruh perhatian Chanyeol akan teralih padamu sepenuhnya, dia akan melihat bagaimana perjuanganmu menjaga anak kalian kelak dan kujamin Chanyeol tidak akan ingat mantannya lagi."
"Kurasa itu bukan ide yang benar-benar bagus." tanggap Baekhyun ragu.
"Tentu saja itu yang paling bagus dan masuk akal.." balas Jongdae.
Baekhyun tiba-tiba sakit kepala memikirkan nasib masa depannya, dia memang pihak yang harus melakukan transplantasi rahim tapi belum benar-benar siap untuk itu, mengingatnya membuat Baekhyun ingin menangis saja. Seharusnya kemarin pertahanannya tidak boleh runtuh semudah itu, Baekhyun memang bodoh karena selalu mengambil keputusan tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
"Kau sudah berhasil mengagahi Chanyeol?" tanya Kasper.
Baekhyun menggeleng lesu dan entah kenapa kedua sahabatnya itu malah menghela nafas lega. "Pasrah saja sudah!"
Tatapan penuh tanya Baekhyun layangkan pada Kasper. "Apa maksudmu, hyung?"
"Biarkan Chanyeol yang menjadi kepala rumah tangga." jawab Kasper. "Lalu kau ibu rumah tangganya."
"Enak saja." Baekhyun menyangkalnya, tidak ingin mengaku jika Chanyeol sudah mengagahinya yang mana jika Kasper dan Jongdae tau keduanya pasti akan melakukan introgasi habis-habisan.
"Mau sampai kapan begini terus?" Jongdae mulai lelah dengan sikap keras kepala Baekhyun. "Sampai pernikahan kalian hancur karena orang ketiga?" amit-amit.. batin Baekhyun. Dasar Kim Jongdae si mulut boros..
"Pokoknya itu salahmu jika sampai kejadian." Baekhyun mendelik tidak terima mendengar tuduhan Kasper.
"Coba kau tanyakan pada Chanyeol apa dia ingin segera punya anak atau tidak? Kau iya sebaiknya kau tidak menolak lagi. Jadilah istri yang baik maka surga yang akan kau dapatkan kelak.." dia sedang berkotbah atau apa? Baekhyun hanya mencebikkan bibir mendengar ocehan Jongdae.
Dan ketika Baekhyun pulang ke apartemen mereka dia menemukan Chanyeol sedang sibuk dengan beberapa lembar kertas di ruang tengah. "Yeol?"
Lelaki itu menoleh, senyum kelewat lebar segera ia hadiahkan pada suami mungilnya. "Sudah mau bicara denganku lagi rupanya.."
Astaga.. kenapa Baekhyun bisa lupa kalau dia masih marah dan mogok bicara dengan Chanyeol? "Lupakan.. kita bukan lagi anak kecil yang mesti marahan lebih dari tiga hari 'kan?"
"Suami manisku dewasa sekali, jadi makin sayang.." puji Chanyeol.
Baekhyun duduk didekat Chanyeol yang secara otomatis tangan yang lebih tinggi melingkar dipundak si mungil. "Apa kau ingin kita segera punya anak?" pertanyaan Baekhyun sukses membuat Chanyeol terkejut.
"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" Chanyeol balik tanya.
"Ingin tau saja."
"Sebenarnya iya karena mama Byun dan eomma sudah tanya terus-terusan.." kenapa Baekhyun tidak tau? "Aku tidak akan memaksa kalau memang kau belum siap. Punya anak setelah tiga tahun usia pernikahan juga tidak masalah kok, setidaknya sampai kau berusia dua puluh tahun." suaminya pengertian sekali..
"Sampai sebesar ini aku belum pernah berada dirumah sakit dalam waktu yang lama jadi aku agak khawatir memikirkan tentang transplantasi rahim itu."
Chanyeol mencium pipi Baekhyun singkat sementara anak itu semakin masuk kedalam pelukan suaminya. "Aku akan terus menemanimu jadi jangan terlalu khawatir.."
"Terima kasih, Chanyeol." balas Baekhyun. Pandangan anak itu turun kebawah, tepat terarah pada sesuatu yang terapit di antara dua kaki panjang Chanyeol. "Sudah tiga hari 'itu' mu tidak menyapaku, tidak kangen?" goda si mungil.
"Kangen sekali.." jawab Chanyeol. "Aku harus menenangkannya sendiri tiap malam."
Baekhyun terkekeh pelan. "Kasihan sekali.."
"Jadi—apa boleh?" bisik Chanyeol menggoda, menjilat daun telinga anak itu dengan lidah basahnya, bibir tebalnya turun menuju perpotongan leher dan bahu Baekhyun, membuat kissmark disana.
"Ngghh.. setidaknya pindah kekamar dulu, Yeol.." pinta Baekhyun, tidak mau sofa favoritnya jadi kotor setelah kegiatan mereka nanti.
Chanyeol terkekeh sebelum mengangkat tubuh ringan suaminya, ketika mereka hampir menaiki tangga suara bel pintu depan terdengar. "Ada tamu?" tanya Baekhyun penasaran. Menganggu saja..
"I-itu.. sepertinya temanku sudah datang, masuklah dulu kekamar nanti aku menyusul." Chanyeol menurunkan Baekhyun dari gendongan bridal style-nya. "Aku janji tidak akan lama.." tambahnya setelah menyadari tatapan curiga yang Baekhyun layangkan. Lelaki itu mendorong pelan punggung Baekhyun agar segera menaiki tangga, setelahnya Chanyeol buru-buru menuju pintu depan.
Baekhyun yang penasaran diam-diam mengikuti Chanyeol dari belakang. Suaminya itu tengah membuka pintu untuk seseorang yang membuat emosi Baekhyun meluap seketika. Bagaimana bisa Kris ada disini? "Park Chanyeol!"
Chanyeol menoleh dengan terkejut menemukan Baekhyun yang sudah berdiri seperti orang kesetanan, melangkah dengan tegas menuju dua orang yang memiliki hubungan 'mantan' itu. "Aku tidak suka melihatmu disini. Kau bisa segera angkat kaki dari sini, Kris-ssi."
"Baekhyun, Kris hanya—"
"Diam!" sentak Baekhyun. "Ini yang kau sebut teman, hah?!"
"Baekhyun, maaf." Kris menyela. "Aku hanya membutuhkan sedikit bantuan dari Chanyeol. Tadi aku mengalami musibah dan..."
"Oh, aku tidak butuh penjelasanmu ngomong-ngomong.." potong Baekhyun.
Raut Kris berubah kesal tampak benar-benar tidak terima sudah dipermalukan. "Urus saja suamimu, aku bisa mengatasi masalahku sendiri."
"Kris, tunggu!" cegah Chanyeol melihat Kris berjalan menjauh.
"Aku akan kembali marah jika kau berani menyusulnya." ancam Baekhyun. "Aku serius!"
Chanyeol hanya berdecak pelan sebelum keluar menyusul mantan kekasihnya itu. "Kris!"
"AKU MEMBENCIMU, PARK CHANYEOL!"
~oOo~
to be continue..
~oOo~
Big Thank's to:
inchan88, OhSehun's Mom, evsoel17, myzmsandraa99, BaekHill, Izahina98, shinshiren, MadeDyahD, ctbisreal, barbiebaek, Baeka, PRISNA CHO, luvyrhea, Park RinHyun-Uchiha, Basfxck, 270492, yuanitadian, ssuhoshnet, coraline92, BubbleXia, Sitachaan, Kim Yeoja248, Call Me Zaa, Yana Sehun94, Strawberry6104, yousee, oohseihan, Aerellia, Riskaa, Adndpwh, kukuri.
~oOo~
