WARN! HARDYAOI, ADULTCONTENT

DISCLAIMER : KUROKO NO BASUKE © FUJIMAKI TADATOSHI

TITLE : MY MAID

AUTHOR : HIMEVAILLE

PAIR : AKASHI SEIJUUROU X KUROKO TETSUYA

GENRE : HURT/COMFORT, ROMANCE

RATE : M

.

HAPPY READING… ENJOY!

.

"Akashi-sama apa kita benar-benar akan pergi ke Amerika?"

"Tentu saja Tetsuya, tiket nya sudah ku beli"

"Sebenarnya untuk apa kita kesana, Akashi-sama?"

"Untuk menganti suasana permainan kita"

"Saya yakin anda bercanda"

"Aku serius Tetsuya"

"Lalu mengapa sekarang anda mengajak saya berbelanja baju?"

"Tetsuya tidak punya jas atau sejenisnya kan? maka sekarang kita harus membeli itu. aku tidak keberatan jika harus membeli di New York tapi aku takut tidak sempat lagi. Begitu sampai disana kita akan langsung menghadiri pertemuan besar-besaran dari perusahaan-perusahaan ternama di dunia"

"Oh jadi untuk pertemuan"

Akashi tepuk jidat. Padahal tadi niat nya mau isengin maid nya ini. Tadi pagi Akashi baru memberitahu tentang keberangkatan mereka ke Amerika, dan sekarang Akashi sedang mengendarai mobil membawa Kuroko ke pusat pembelanjaan Kyoto untuk membeli beberapa setelan jas untuk Kuroko.

Sesampai di pusat pembelanjaan, Akashi langsung membawa Kuroko pada salah satu toko baju yang paling sepi karena itu toko paling mahal.

"Selamat datang tuan"

"Carikan dia setelan jas yang paling cocok"

"Baik, tuan. Mari sebelah sini"

Kuroko mengikuti pelayan yang menunjukkan arah ke bagian jas pria. Kuroko diminta untuk memilih-milih pakaian yang ia minati, Kuroko harus meneguk ludah berkali-kali melihat harga yang tertera di jas tersebut. Kuroko berusaha mencari yang paling murah saja, bagaimana pun ia ini harus sadar diri kan? tapi bahkan yang paling murah adalah 100000 Yen = 11jutaan rupiah.

"Apa tuan sudah menemukan yang cocok?"

"Eh? Etto… i-iya, ini saja"

"Baiklah tuan, sebelah sana ruang gantinya"

Kuroko melirik Akashi yang sudah berjalan di belakang nya.

Setelan jas dicoba. Warna abu-abu dengan less hitam, celana kain warna abu-abu. Kuroko keluar dari ruang ganti, Akashi yang memang duduk menghadap ruang ganti pada sofa yang sudah disediakan langsung melihat Kuroko. Lalu Akashi geleng-geleng.

Kuroko kembali ke ruang ganti dan mencoba beberapa setelan jas lagi yang ia pilih lagi dan beberapa yang di pilih para pelayan. Tapi semua tidak ada yang Akashi anggap cocok.

Akashi bosan karena tidak ada yang para pelayan itu pilih cocok dengan matanya, terpaksa Akashi yang milih sendiri. Akashi berjalan-jalan sekitar jas pria, lalu hanya dengan sekejap mata, ia sudah menemukan setelan yang jas.

Akashi membawa yang ia pilih kedalam ruang ganti Kuroko, tanpa minta izin langsung masuk kedalam.

"Akashi-sama?"

Kuroko terkejut karena dirinya masih telanjang dan hanya memakai celana dalam.

"Wah.. Tetsuya sudah menyambutku ya"

"T-tolong keluar dulu Akashi-sama, saya belum berpakaian"

Akashi menaruh jas yang ia pilih tadi ke gantungan yang tersedia, kemudian Akashi berjalan mendekati Kuroko sementara Kuroko terus mundur hingga sudah mentok ke tembok. Ruang ganti ini memang lumayan luas, kira-kira cukup untuk memuat 5 orang yang berbadan sedang dengan masih tersisa ruang untuk bernafas.

Akashi mengikis jarak diantara nya dengan Kuroko dengan menyatukan bibir mereka. Lidah Akashi menerobos masuk dan bermain dalam rongga mulut Kuroko.

Tangan Akashi menjalar di seluruh kulit lembut yang membalut daging didalam nya. kulit Kuroko begitu mulus, tanpa noda, kecuali noda merah yang tiap malam Akashi beri.

"Akashi-sama… i-ini tempat umum."

"Hmmm? Memang nya kenapa jika tempat umum, Tetsuya?"

"Nan-nanti ada yang lihat"

"Tidak akan ku biarkan seorang pun melihat Tetsuya yang begini, hanya aku saja"

Wajah Kuroko memerah mendengar membelaan Akashi. Akashi dengan jelas merasakan cemas dari Kuroko yang terus-menerus melirik pintu.

"Tetsuya, apa Tetsuya sebegitu takut?"

Akashi membelai pipi kenyal Kuroko, memandang wajah Kuroko dari dekat. Akashi tidak tahu harus menyatakan maid nya ini ganteng atau cantik, jadi mungkin manis dan imut lebih tepat.

Kuroko tidak menjawab, ia menundukkan kepala nya karena malu luar biasa.

"Baiklah jika begitu Tetsuya"

Kuroko baru saja ingin bernafas lega karena berfikir Akashi mengerti situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan permainan.

"Kita selesaikan dengan cepat"

Tapi ternyata pikiran nya salah, Akashi, majikannya ini tetaplah mesum.

Akashi membalikkan tubuh Kuroko yang langsung bertatapan dengan cermin. Akashi menciumi seluruh punggung belakang Kuroko, meremas-remas bokong Kuroko dan juga mencium kedua bokong itu.

"Nghh.."

Kuroko meskipun takut-takut tapi tetaplah merasa terangsang. Akashi menyeringai mesum dan mulai membuka kancing celana nya serta menarik turun resleting nya. Akashi mengeluarkan junior nya yang sudah mulai mengeras. Akashi memukul-mukulkan penis nya yang sangat kekar ke bokong Kuroko, menggesek-gesekkan pada belahan bokong Kuroko sampai ereksi sempurna.

Kemudian Akashi menarik turun celana dalam Kuroko dan membiarkan jatuh hingga mata kaki.

"Tetsuya, aku masuk ya"

Akashi berbisik ditelinga Kuroko sembari menjilat dan menggigit kecil daun telinga itu. Kuroko menutup matanya tidak berani melihat kaca yang menampilkan pantulan dirinya dengan Akashi yang mulai memasukki lubang nya.

"Ahkk.. A-Akashi-sama.."

"Hmmmm Tetsuya.."

Penis Akashi pelan-pelan masuk seluruhnya. Akashi menenggelamkan wajah nya pada perpotongan leher Kuroko sambil mencium-cium kecil disana.

Akashi mulai bergerak perlahan. Tangan nya yang tadi pada pinggang Kuroko berpindah pada tangan Kuroko yang menempel di kaca menahan beban.

"Ah Ah Akashi-sama.."

"Enghh.. Tetsuya buka mata mu"

"Tidak mau, Akashi-sama. Nghh hmmpp.."

"Ahh.. kenapa Tetsuya.. buka lah"

Akashi kembali menjilat-jilat daun telinga Kuroko. Dan berbisik seduktif disana.

"Buka lah Tetsuya"

Kuroko akhirnya membuka matanya, wajah nya langsung memerah melihat pantulan pada kaca.

Dirinya yang telanjang dan Akashi yang menusuk nya keluar masuk, penis Kuroko yang mengantung-gantung dengan tegang dan Akashi yang terus mencium leher dan telinga nya bergantian.

"Ah Tetsuya, lihat! Lihat bagaimana penis ku masuk dalam lubang nikmat mu.. ngghh"

"Akashi-sama, jangan berkata begitu.. ahhkk.."

"Kenapa? Apa kau semakin terangsang? Hmmm? Ahh.. Tetsuya.."

Kuroko tidak menjawab tapi memang benar apa yang Akashi katakan. Gerakan Akashi semakin cepat, Kuroko semakin memerah menyaksikan begini lah gerakan menusuk majikan nya yang begitu liar.

Pertunjukkan itu membuat Kuroko sangat terangsang. Melihat adegan seks dimana dia sendiri pemain nya.

Akashi memainkan penis Kuroko dengan sebelah tangan nya, mengocok cepat batang yang berkedut-kedut itu.

"Ahh Ahh j-jangan Akashi-sama.. nghh aku bisa.. langsung ke-keluar.. nghhh"

"Sebentar lagi Tetsuya… hahh.. ahh.."

Kuroko mengigit bibir bawah nya untuk merendam suara desahan yang sering lolos keluar. Berbeda dengan Akashi yang tanpa segan memanggil-manggil nama Kuroko dengan nada yang seduktif.

"Tetsuya.. ahh nghh Tetsuya.."

Kuroko tidak tahan lagi, sebelah tangan nya yang tidak digenggam oleh tangan Akashi, Kuroko gunakan untuk menutup mulutnya. Mengigit bibir bawah sedikit menyakitkan.

Tempo tusukan Akashi dan kocokkan Akashi semakin cepat, Kuroko memejamkan matanya saat penis nya sudah berkedut-kedut dan langsung menyemburkan sperma kental mengenai kaca. Disaat yang sama, lubang Kuroko juga terasa penuh oleh sperma Akashi.

"Ahhh…" Akashi melenguh panjang.

Kuroko melepas tangan yang menutup mulutnya. Ia melihat pada sperma nya yang banyak mengenai kaca dan lantai.

"Akashi-sama ini bagaimana?"

Akashi yang sudah tahu maksud Kuroko, mengeluarkan sapu tangan dari saku celana nya dan menyerahkan pada Kuroko.

Kuroko menerima sapu tangan itu dan berjongkok membersihkan lelehan sperma nya setelah memakai kembali celana dalam nya yang juga sudah lengket karena sperma Akashi yang merembes keluar dari lubang anal.

Akashi terkekeh melihat Kuroko yang sibuk mengelap kaca, lalu Akashi berjongkok disamping Kuroko.

"Bahkan disini Tetsuya juga menjadi maid bersih-bersih ya" ejek Akashi.

Kuroko ingin menumbuk majikan nya itu tapi duluan Akashi menghindar.

"Ini kan karena Akashi-sama"

Akashi hanya tertawa lalu mencium pipi Kuroko sebentar.

"Aku keluar duluan, jas untuk mu yang warna biru muda itu, sudah ku pastikan pasti cocok. Segera susul aku setelah menghilangkan bukti permainan"

Akashi pun keluar dari ruang ganti tersebut setelah merapi-rapi kan penampilannya.

Saat suara pintu tertutup sudah terdengar, Kuroko tidak berhenti tertawa-tawa sampai perutnya terasa sakit. Apa tadi Akashi bilang? Bukti permainan? Entah kenapa bagi Kuroko itu sangat lucu. Kuroko jadi mengingat-ingat sudah berapa banyak bukti permainan nya dengan majikan nya itu? apa masih bisa dihitung?

Kuroko menghentikan tawanya dan segera membereskan sesuatu yang kata Akashi adalah bukti permainan.

.

Akashi kembali duduk di sofa depan ruang ganti, tak lama kemudian Kuroko sudah keluar juga. Kuroko memang tidak mencoba jas itu karena badan nya sudah lengket-lengket apalagi bagian pantat ke kakinya, lagian majikan nya bilang itu sudah pasti cocok.

Kuroko tidak berani mengangkat kepala nya tinggi-tinggi takut jika ternyata ada yang tahu apa yang terjadi di ruang ganti tadi.

Akashi berdiri dari duduk nya dan mendekati Kuroko lalu berbisik.

"Jangan begitu, biasa saja. Kau hanya membuat orang semakin curiga"

Kuroko langsung menegakkan kepala nya. tidak ada yang memandang mereka dengan tatapan mencurigakan, semua masih normal.

"Ayo"

Akashi memimpin jalan menuju kasir, membayar untuk jas yang akhirnya beruntung terbeli.

Sebelum benar-benar keluar dari toko tersebut. Kuroko mendekati Akashi dan berbisik pula

"Akashi-sama, barang bukti permainan sudah diamankan"

Akashi melirik Kuroko dengan tatapan heran, Kuroko menunjukkan sapu tangan Akashi yang sudah Kuroko masukkan kedalam saku celana nya. Akashi tidak tahu mau berkomentar apa, akhirnya hanya menarik Kuroko cepat keluar dari toko.

"Terimakasih sudah berkunjung, selamat datang kembali"

.

.

.

TBC

.

.

.

saya minta maaf karena perjalanan mereka harus tertunda ke chapter depan, saya terlalu banyak fangirlingan sih jadi buang-buang waktu #INICURHAT. tapi saya usahakan secepat-cepatnya. mohon menunggu huhu.. jangan marah ya ^^v

Big Thanks banget bagi yang sudah baca sampai di chapter ini, apalagi bagi yang sudah Fav dan Follow. Special Big Thanks buat Free. FD, vira-hime, Kaluki Lukari, Izumi-H, Divanabila1717, Nyanko Kawaii, Vanilla Parfait, Taurus'99, AkaKuro-nanodayo, Naruhina Sri Alwas yang sudah mau meluangkan waktu untuk memberi review, terlebih yang sudah memberi ide dan inspirasi, saya sangat merasa terdukung :')

Terimakasih~