Happy Reading…
.
.
.
"Maaf tuan, maafkan saya!." seorang pelayan membungkuk sopan 90 derajat, untuk meminta maaf kepada seorang lelaki berperawakan tinggi yang terkena tumpahan air yang dia bawa.
"Gunakan kedua matamu jika sedang berjalan!." lelaki itu mengelap jas nya "Kau tau berapa harga jas ku?." bentak nya
"Maafkan saya tuan saya tidak sengaja." kembali pelayan itu membungkuk meminta maaf
"Gajimu setahun saja tidak akan mampu mengganti jas mahal ku ini, asal kau tau itu." Lelaki itu menatap sinis dan membuang lap yang dia gunakan dengan kasar ke lantai
"Saya akan mengganti nya tuan,"
"Dengan apa kau menggantinya? Kau itu hanya seorang pelayan dan aku yakin kau itu orang miskin! Cihh orang miskin sepertimu mau mengganti jas mahal kekasihku? Dengan cara apa? Dengan menjual tubuhmu?," kini wanita yang sedari tadi bersama si lelaki ikut berbicara dan menghakimi pelayan tersebut.
Pelayan dengan name tag bertuliskan Byun Baekhyun, itu mengangkat wajahnya dan menatap tidak suka pada kedua orang yang baru saja menghinanya. Dengan kesal dia menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya lalu menatap remeh kedua orang itu.
"Apa begini cara kedua orang tua kalian mendidik anak-anaknya? Merendahkan dan meremehkan pekerjaan seorang pelayan, mengatainya orang miskin yang tidak memiliki apa-apa?,"
Semua orang yang sibuk dipesta itu, kini menatap kearah sumber keributan yang sedari tadi menjadi pusat perhatian beberapa orang, yang menghadiri sebuah pesta mewah di sebuah aula rumah sakit Haneul Hospital.
"Kau dan kau," Tunjuk Baekhyun pada si wanita dan lelaki yang dia tumpahi dengan air "Kalian berdua itu hanya mampu menghabiskan uang kedua orang tua kalian, jika dibandingkan denganku kalian justru lebih miskin dariku." ucap nya lantang yang sukses membuat si wanita mengangkat tangannya hendak melayangkan tamparan pada Baekhyun.
Namun..
Baekhyun menahan lengan wanita itu lalu menghempaskannya sekaligus, membuat si wanita hampir terjatuh.
"Kau boleh menghinaku tapi tidak dengan menamparku, karena kedua orang tuaku saja tidak pernah memukul atau menamparku," Baekhyun membungkuk sekali lagi sebelum kemudian memilih pergi mengabaikan teriakan wanita yang hendak menamparnya.
Semua orang hanya memperhatikan sekilas sebelum kembali pada rutinitas masing-masing, mengabaikan apa yang baru saja terjadi. Orang-orang memilih cuek ketimbang ikut campur dalam permasalahan orang.
Tapi tidak untuk seorang lelaki tampan yang sedang memperhatikan Baekhyun sejak dirinya melihat insiden tadi, lelaki itu berdiri tidak jauh dari arah keributan yang baru saja Baekhyun perbuat, menatap bagaimana Baekhyun meminta maaf tapi malah mendapat penghinaan dan hampir saja mendapat tamparan.
Lelaki itu mengikuti Baekhyun yang berjalan ke luar dari ruangan pesta mewah itu. Baekhyun berjalan kearah atap rumah sakit, lelaki yang diam-diam mengikuti Baekhyun menjaga jaraknya agar tidak diketahui Baekhyun kalau dia mengikutinya.
Sesampainya disana Baekhyun berjalan kearah sebuah bangku dan duduk sambil memejamkan kedua bola matanya, menghirup udara malam yang cukup dingin menyerbu tubuh kurusnya. Tempat itu adalah tempat yang biasa Baekhyun datangi jika suasana hatinya sedang kalut, atau saat sedang istirahat kerja.
Baekhyun hanya seorang pegawai biasa, lebih tepatnya dia hanya seorang Office Girls yang malam ini ditugaskan untuk menjadi pelayan diacara pesta penyambutan direktur baru rumah sakit tempat dia bekerja. Dia memang dari keluarga tidak berada, orang tua nya sudah meninggal setahun lalu saat dia berada dibangku semester awal perkulihannya karena kecelakaan.
Karena itulah Baekhyun yang tidak mampu membiayai kuliahnya memilih bekerja dan mengambil cuti untuk sementara waktu, sampai uang nya terkumpul untuk melanjutkan kuliahnya.
"Eomma, Appa, aku merindukan kalian," gumam Baekhyun masih memejamkan kedua matanya.
"Sedang apa seorang pelayan berada disini? Apa kau tidak takut jika atasanmu nanti memecatmu?," suara bass itu berhasil membuka kedua bola mata Baekhyun, ia langsung membulatkan kedua bola matanya begitu menyadari asal suara itu dari seorang pria yang sudah berada dekat didepan nya, dengan tubuhnya yang sedikit membungkuk, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Baekhyun sampai membuat Baekhyun kaget, sebelum akhirnya mendorong tubuh itu.
"Si-siapa kau?." Tanya Baekhyun gugup
Lelaki itu menjulurkan tangan nya, untuk memperkenalkan diri pada Baekhyun.
"Panggil aku Loey, kau bisa memanggilku Loey." ucapnya masih menjulurkan tangannya menunggu Baekhyun membalas jabatan tangan nya itu.
'Sebenarnya nama asliku Chanyeol tapi itu nama panggilanku.' ucap Chanyeol dalam hati
Namun Baekhyun yang menyakini akan satu hal yang selalu dia ingat dalam hidupnya, 'jangan bergaul dengan orang kaya, karena mereka semua sombong dan jahat, suka menindas orang tidak berada' membuat enggan membalas jabatan tangan lelaki yang mengaku bernama Loey itu, padahal nama aslinya adalah Chanyeol.
"Apa kau salah satu tamu dipesta malam ini?," bukannya menjabat uluran tangan Chanyeol, tapi Baekhyun justru bertanya seolah sedang mengintrogasi seorang penjahat yang tertangkap basah.
Karena tidak mendapat balasan uluran tangan dari Baekhyun untuk berkenalan, Loey alias Chanyeol menarik tangannya dan memilih duduk ditempat sebelumnya Baekhyun duduk. Dengan gagah Chanyeol duduk disana dan memandang Baekhyun yang berdiri.
Menatap Baekhyun mulai dari ujung kaki sampai ke atas, menilai bagaimana penampilan Baekhyun dan menilai tubuh Baekhyun. Baekhyun yang seolah merasa di telanjangi oleh tatapan intens lelaki itu menyilangkan kedua tangan didepan dadanya, menutupi sesuatu yang menjadi aset berharga nya.
"Apa yang sedang kau lihat?,"
Chanyeol tertawa melihat tingkah lucu Baekhyun
"Aku bukan sedang berniat melecehkanmu dengan tatapanku, aku hanya sedang mencari tau kau bekerja sebagai apa dirumah sakit ini?," jelas Chanyeol
"Aku hanya Office Girls yang sedang ditugaskan menjadi pelayan malam ini! Memang nya kenapa? Apa kau salah satu atasan dirumah sakit ini?," Baekhyun masih dengan tatapan tidak akrab nya.
"Maafkan aku, karena yang aku tahu hanya atasanku di Office Girls selebihnya aku tidak tahu, jika kau memang atasanku dan hendak memecatku karena berlaku tidak sopan tolong jangan lakukan itu, karena aku membutuhkan pekerjaan ini dan aku minta maaf atas sikapku," Baekhyun membungkuk "Maaf aku harus segera kembali ke bawah sebelum atasanku yang lain memarahiku, permisi."
Belum sempat Baekhyun beranjak tangan nya sudah dipegang oleh Chanyeol, dan detik berikutnya Baekhyun dibuat kaget atas tindakan lelaki itu.
"Malam ini dingin sekali, dan aku yakin kau menahan hawa dingin sedari tadi," Chanyeol memakaikan jas nya pada tubuh kurus Baekhyun "Tenangkan saja dulu pikiranmu, setelah nya baru kau turun ke bawah. Aku yakin kau masih kesal karena kejadian tadi." Chanyeol tersenyum manis, membuat Baekhyun semakin membeku ditempatnya.
"Aku duluan! Sampai bertemu lagi nanti Byun Baekhyun." Chanyeol menyempatkan melirik name tage Baekhyun.
Baekhyun hanya diam sambil memandangi tubuh tegap itu menghilang dibalik pintu. Baekhyun bukan kaget dengan Chanyeol yang tampan, tapi Baekhyun hanya tidak menyangka kalau masih ada yang perduli padanya, setelah Luhan sahabatnya. Karena yang Baekhyun rasakan setelah kehilangan kedua orang tua nya adalah, dia tidak mengenal apa itu kasih sayang sebuah keluarga atau pun teman.
Baik kerabat dekat nya atau teman-teman nya sewaktu kuliah, hanya mendekati Baekhyun saat kedua orang tua nya masih hidup, karena semua orang tau siapa orang tua nya.
Keluarga Byun dipandang karena perusahaan nya yang bisa dibilang masuk kategori perusahaan sukses di Korea Selatan. Tapi semuanya berubah semenjak orang tua nya meninggal, kerabat dekatnya memperebutkan posisi tinggi diperusahaan, sampai akhirnya paman nya menyalahgunakan wewenangnya dan membuat perusahaan Byun Corp bangkrut hanya dalam kurun waktu setengah tahun.
Beruntung nya Baekhyun yang biasa hidup dengan didikan orang tuanya untuk bersikap sederhana, tidak terlalu terpuruk saat keluarganya bangkrut. Walau akibatnya, berat badan nya turun drastis karena melupakan pola makan nya yang biasa teratur kini menjadi sangat tidak teratur.
Pola makan Baekhyun sekarang menjadi sangat buruk, Baekhyun hanya akan makan 1 kali sehari dengan nasi, selebihnya dia hanya akan memakan roti, cemilan kecil atau bahkan tidak makan sama sekali karena nafsu makan nya yang tidak dia rasakan lagi seperti dulu.
Bagi Baekhyun prinsipnya saat ini adalah, makan atau tidak makan yang terpenting dia sehat dan kuat bekerja. Beruntung nya lagi fisik Baekhyun yang memang bisa dibilang kuat karena terbiasa berolahraga rutin sewaktu dulu.
Tapi bukankah tubuh seseorang itu juga bisa lelah, jika memang kita tidak benar-benar menjaga pola makan dengan baik. Seperti yang Baekhyun rasakan sekarang, Baekhyun akan merasakan nyeri diperut bagian lambung nya, mungkin itu karena dia yang tidak mengatur pola makan nya dengan benar.
Tapi Baekhyun yang keras kepala akan mengabaikan semua itu dan hanya akan meminum pil pereda nyeri, setelahnya tubuhnya akan kembali membaik dengan sendirinya, walau akhirnya saat pulang kerja Baekhyun akan terbaring lemah dikasur nya dan bahkan sering tidak sadarkan diri.
Tapi bukankah sudah dikatakan tadi kalau Baekhyun itu keras kepala! Ya dia keras kepala bahkan untuk kesehatannya sendiri dia mengabaikannya begitu saja.
Bagi Baekhyun takdir seseorang itu tidak akan pernah berubah jika bukan dirinya sendiri tidak merubahnya. Dan Baekhyun saat ini sedang berusaha merubah takdir nya untuk kembali bangkit dari keterpurukan.
"Huh ternyata masih ada yang memperdulikanku," ucap nya lirih sebelum kemudian pergi dari sana untuk kembali ke aula pesta.
-o0o-
"Semalam kau membuat keributan yang sangat fatal Byun Baekhyun!," seorang wanita tengah menatap tajam ke arah Baekhyun yang hanya bisa menundukan kepalanya.
"Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi," ucap Baekhyun penuh penyesalan.
"Untung saja Presdir baru kita tidak melihatmu, kau tahu jika dia tahu dan melihatmu kau pasti sudah dipecat semalam! Dia orang yang paling benci jika pegawai nya berbuat salah, dia tidak segan-segan untuk menendang orang itu dari rumah sakit ini, kau tidak mau kehilangan pekerjaanmu kan?,"
"Maaf," Sekali lagi Baekhyun meminta maaf.
"Dan kau juga beruntung Baekhyun, karena Presdir baru kita semalam langsung mengganti jas orang yang kau kotori itu menggunakan uang pribadinya dan dia tidak memintaku untuk memotong gajimu, bahkan dia memarahi wanita yang hampir menamparmu! Kau harus meminta maaf dan berterima kasih padanya saat kau bertemu dengan nya nanti," ucap wanita itu lagi "Sekarang kembalilah bekerja dan jangan kembali membuat kesalahan."
Baekhyun berjalan keluar dari ruangan atasan nya dengan pikiran berkecambuk.
"Apa aku harus menemui Presdir baru itu dan meminta maaf sekaligus berterima kasih padanya?," gumam nya pelan "Tapi apa Office Girls sepertiku apakah bisa menemuinya dengan mudah?."
Baekhyun hanya mondar mandir di tangga darurat, memikirkan cara bagaimana agar dirinya bisa langsung menghadap direktur baru itu tanpa harus berhadapan dengan sekretaris didepan ruangan Presdir nya.
Karena setau Baekhyun sekretaris nya adalah orang yang paling Baekhyun benci, karena wanita yang menjadi sekretaris itu adalah anak dari paman nya, paman yang sudah membuat dirinya sengsara, dan Baekhyun yakin akan ada banyak pertanyaan jika dirinya berkata langsung ingin bertemu Presdir baru dari Haneul hospital.
Bingung dengan cara apa Baekhyun harus kesana, tiba-tiba ada seorang Ahjumma yang ia kenali tengah kesulitan membawa peralatan kebersihan dengan nafas yang kelelahan.
"Bibi Jung!," teriak nya "Bibi kenapa? Apa bibi sakit?,"
"Aigoo Baekhyunie tadinya bibi mau beristirahat sebentar disini? kau sedang apa disini nak?,"
"Ahh aku hanya sedang berpikir sebentar! Bibi mau membersihkan dimana? Biar aku saja yang mengerjakannya, bibi istirahat saja karena sepertinya bibi sedang kurang sehat," Baekhyun mengambil alat-alat pembersih itu.
"Apa tidak merepotkanmu nak?,"
"Anio, bibi tenang saja aku sedang tidak banyak pekerjaan! Jadi ruangan lantai berapa yang harus aku bersihkan?," Baekhyun sudah mengambil alih troli berisi alat-alat pembersih itu.
"Gomawo cantik! ruangan Presdir baru kita yang harus di bersihkan."
Baekhyun terdiam mendengar jawaban Ahjumma yang dia panggil Bibi Jung itu.
Apa ini takdir? Bukankah sedari tadi Baekhyun mencari cara untuk pergi ke sana, dan sekarang jalan keluarnya datang sendiri pada Baekhyun.
Baekhyun tersenyum senang sebelum kemudian mengangguk, dan segera pergi dari sana untuk membersihkan ruangan Presdir baru nya sekaligus meminta maaf dan berterima kasih saat dia bertemu dengan Presdir nya. Semoga saja dia berhasil bertemu dengan Presdir baru nya itu.
Dengan langkah percaya diri Baekhyun menuju lantai teratas, dimana ruangan Presdir berada, untung nya dia sedang menjalankan pekerjaan nya jadi tidak akan ada banyak pertanyaan dari sepupunya itu nanti saat mereka bertemu didepan ruangan Presdir tersebut.
"Permisi saya akan membersihkan ruangan Presdir, bolehkah saya masuk kedalam ruangan nya?," ucap Baekhyun setelah sampai didepan sepupunya yang sedang menatap layar ponsel.
"Kau," tatapannya tidak suka "Kau mau apa kesini?." tanyanya sinis
"Maaf nona bukankah sudah saya katakan kalau saya akan membersihkan ruangan direktur!,"
"Ah benar kau kan Office Girls! Masuk saja presdir sedang diluar, jangan lupa bersihkan dengan sangat bersih jangan sampai ada noda tertinggal,"
"Presdir tidak ada?," Baekhyun kaget mendengarnya, bukankah niat nya untuk bertemu Presdir barunya itu untuk meminta maaf dan berterima kasih, lalu kalau dia tidak ada untuk apa dia kesini.
Rupanya takdir belum memperbolehkan dirinya untuk sekedar membalas kebaikan orang yang telah menolong nya.
"Wae?," sepupunya menatap curiga pada Baekhyun.
"Ah ani, tidak ada apa-apa!," Baekhyun memilih segera masuk karena enggan mendengar banyak pertanyaan lain nya.
Baekhyun melihat sekeliling ruangan itu, alisnya mengeryit saat indera penciuman nya mencium wangi farfum yang seolah tidak asing baginya. Tapi Baekhyun lebih memilih mengabaikannya daripada dia mendapat omel atasannya, lebih baik mengerjakan apa yang memang menjadi tugas nya.
Mungkin lain kali dia akan bisa bertemu dengan Presdir barunya itu, dan mengucapkan terima kasih sekaligus mengembalikan jas nya yang masih ada padanya.
40 menit kemudian Baekhyun sudah selesai membersihkan ruangan itu, dengan sedikit kesusahan dia kembali ke ruang Office untuk mengambil bekal nya, karena ini sudah jam 3 sore dan sebentar lagi waktunya jam pulang kerja, tapi Baekhyun belum memakan apapun sedari pagi, karena terlalu banyak kerjaan yang menunggunya.
Seperti kebiasaannya selama hampir 1 tahun bekerja di Haneul hospital, Baekhyun akan selalu memakan bekal makan siang nya di atas atap gedung Haneul Hospital.
"Selamat makan." ucap nya setelah membuka bekal yang isinya ternyata hanya satu gulung sushi ber isikan telor dadar dan bayam, yang tadi pagi dia buat sendiri. Dengan lahap Baekhyun memakan nya sambil membuka aplikasi instagram di ponselnya.
Tapi menurut nya tidak ada yang menarik, karena isinya hanya photo teman-temannya atau lebih tepatnya mantan teman nya yang sedang memamerkan barang-barang berharga milik mereka, atau sekedar photo perjalanan liburan mereka, mengingat jika dia masih dibangku kuliah saat ini adalah waktunya libur semester.
Baekhyun selesai memakan sushi nya, dia memposisikan dirinya tiduran diatas bangku itu dan mendengarkan musik yang mungkin bisa menenangkan pikiran nya, ya Baekhyun sangat menyukai musik karena baginya, saat dia mempunyai masalah hanya dengan mendengarkan music pikiran nya akan tenang walau hanya untuk sesaat.
Terlalu hanyut karena musik dan angin yang berhembus disore hari itu, Baekhyun jatuh tertidur lelap dan tidak menyadari jika hari sudah semakin sore.
"Astaga aku tertidur," Baekhyun sontak bangun dan melihat sekeliling, kedua bola matanya sukses membulat begitu melihat hari sudah gelap.
Tanpa menunggu lagi Baekhyun segera beranjak dari sana, dan untung nya semua pekerjaan sudah Baekhyun selesaikan, mulai dari mengepel lorong dan membersihkan toilet rumah sakit. Sehingga Baekhyun bisa segera pulang.
Baekhyun merentangkan tangannya begitu tiba di pintu lobi rumah sakit, seraya berjalan ke arah halte bus. Tanpa Baekhyun sadari seseorang tersenyum kecil melihat tingkah Baekhyun.
-o0o-
"Hei kau sudah gila senyum-senyum seperti itu," Lelaki berwajah tampan dan memiliki kulit sangat putih bagaikan salju, menatap ngeri teman nya yang tak lain adalah Park Chanyeol alias Loey, lelaki yang tempo hari bertemu dengan Baekhyun.
"Dia sepertinya bertemu orang gila saat di rumah sakit tadi, makanya dia ketularan gila." ucap lelaki lain berwajah belasteran Korea – Amerika.
"Yakk kalian berdua seenak nya saja! Aku tidak gila," Chanyeol menatap sengit kedua teman nya.
"Biasanya orang gila itu awalnya suka senyum-senyum sendiri seperti kau Loey,"
"Kau yang gila Johnny," Elak Chanyeol
"Aku?," Johnny, itulah namanya. johnny menunjuk dirinya sendiri "Jelas aku masih waras." ucap nya enteng sambil menyesap americano nya.
"Sudahlah kalian berdua yang mulai gila dan hanya aku yang waras," ucap lelaki berwajah pucat itu.
"Ya ya ya," Chanyeol
"Oh Sehun yang selalu benar," Johnny memutar bola matanya jenuh.
"Aku bertemu dengan wanita yang sangat menarik dan juga unik," Chanyeol kini mulai bercerita.
"Kau yakin dia manusia?," Johnny memicing curiga.
"Tentu saja manusia bodoh," Chanyeol berdecih mendengar pertanyaan teman nya yang menurut nya kurang waras itu.
"Karena setau ku kau selalu bertemu wanita, tapi bukan manusia melainkan hantu. Karena mereka selalu datang dan pergi darimu sesuka hati mereka," kini Sehun ikut menimpali.
"Kau meledekku Oh Sehun,"
"Hanya berpendapat bukan meledek," Johnny mencoba mencairkan suasana yang sedikit memanas karena perkataan Sehun.
"Sama saja sialan," Jika bukan sahabat nya mungkin Chanyeol akan menendang dua manusia laknat yang ada diruangan nya saat ini juga.
Tapi sayang nya mereka terlalu berharga untuk Chanyeol, karena keberadaan dua sahabatnya inilah membuat hidupnya menjadi lebih berwarna dan kedua sahabatnya ini yang selalu membantunya jika dia sudah berurusan dengan harimau tua yang ada dirumah nya, alias Ayah nya sendiri.
"Jadi seberapa menarik dan unik nya wanita ini?," Johnny kembali pada topik pembicaraan Chanyeol.
"Aku bertemu dengan nya saat pesta penyambutan ku kemarin, kami berbicara diatas gedung rumah sakit, saat itu dia sedang mendapat masalah,"
"Lalu bagian mana yang menarik?," Tanya Sehun
"Dia manis dengan wajah mungilnya, tapi saat melihat kedua matanya yang sipit, aku seperti melihat banyak sekali beban yang dia tanggung dengan sikap nya yang cuek mampu menutupinya," Chanyeol menghela nafasnya kemudian menatap kedua sahabatnya.
"Tapi tetap saja aku yakin dia akan menangis jika aku memeluk dan memaksanya bercerita," Chanyeol bercerita sambil membayangkan wajah Baekhyun semalam.
"Apa dia salah satu anak dari kolega rekan bisnis ayahmu?," Johnny mulai tertarik dengan cerita Chanyeol.
"Bukan! Dia pegawai Office Girls dirumah sakit ini,"
BYURR
"Yakk Oh Sehun kau cari mati," Chanyeol memandang kesal Sehun dengan tangan yang sibuk mengelap wajahnya, karena kena semburan bubble tea yang Sehun minum.
"Respek yang berlebihan," Johnny tertawa melihat Chanyeol yang kena hujan semburan dari Sehun.
"Sorry hehe! Aku hanya kaget kau tertarik pada pegawai kebersihan, bukankah seleramu itu anak dari kalangan atas atau bahkan model? Ya walaupun semuanya berakhir dengan dirimu yang dimanfaatkan oleh mereka," Sehun kembali meminum jus nya.
"Sepertinya aku jatuh cinta padanya,"
BYURR
"Yak Johnny. Aishh brengsek kalian berdua," murka sudah Chanyeol saat ini, karena dua kali kena semburan dari Sehun dan Johnny.
Chanyeol berdiri dan membuka kemeja nya, karena baju nya sudah menjadi korban hujan semburan dari kedua sahabatnya. Bubble tea dan Americano sungguh dua minuman yang akan Chanyeol benci mulai saat ini.
"Loey apa namanya Byun Baekhyun?," Tanya Johnny yang saat ini tengah memegang secarik kertas kecil ditangan nya.
"Dari mana kau tahu? Aku belum mengatakan namanya!," Sahut Chanyeol dari arah pintu dibelakang kursi kerja nya.
"Tuan Presdir yang terhormat, terima kasih karena sudah menolongku malam itu, dengan mengganti jas tamu yang saya kotori dengan minuman, sebagai ucapan maaf saya karena telah membuat keributan saya bersedia menerima hukuman nya. Besok saya akan menghadap Tuan untuk menerima hukuman nya. Terima Kasih dari Byun Baekhyun," Johny membaca isi kertas kecil itu.
Chanyeol yang mendengar nya segera menghampiri Johnny untuk mengambil kertas itu dengan cepat.
"Apa dia tidak memiliki ponsel? Kenapa dia tidak menyimpan nomor ponsel nya sekalian!," Gerutu Chanyeol
"Aku jadi penasaran seperti apa wanita itu! Melihat dari surat kecil yang kubaca barusan dan mendengar cerita darimu sepertinya dia wanita baik-baik," Sehun mengangguk-ngangguk setuju dengan pernyataan Johny.
"Aku harus bagaimana besok? Aku tidak mau dia tahu kalau aku orang yang bertemu dengan nya malam itu," Chanyeol mengacak rambut nya frustasi lalu sebuah ide terlintas dipikiran nya.
"Johnny, besok sore kau kemari dan berpura-pura menjadi Presdir saat Baekhyun kemari,"
"MWO? Kenapa aku?," Johnny protes kenapa dirinya yang berpura-pura menjadi Chanyeol.
"Tidak mungkin kalau Sehun karena dia seorang dokter bedah dirumah sakit ini, dan jelas semua orang akan mengenali dia termasuk Baekhyun."
"Kenapa kau harus bersembunyi? Kenapa tidak kau tunjukan saja dirimu didepan nya, aku yakin dia tidak akan mati saat melihatmu," Ucap Johnny
"Yakk! Aku tidak mau Baekhyun menjauhiku. Yang aku lihat dari sorot matanya dia membenci orang kaya seperti kita,"
Sehun dan Johnny seketika menganga mendengar penuturan Chanyeol.
"Sepertinya dia memiliki masalah dengan masa lalunya yang berhungan dengan uang dan kekayaan, aku jelas melihat dia anti berteman dengan orang seperti kita. Saat bertemu denganku saja dia berusaha menghindar dariku."
