Happy Reading…

.

.

Sesampainya di apartemen Baekhyun bergegas mandi untuk membersihkan dirinya. Tubuhnya sangat lelah karena dipaksa untuk bekerja seharian. Dibawah guyuran shower Baekhyun berpikir tentang insiden yang terjadi saat acara penyambutan Presdir rumah sakit yang baru.

"Aaarrgghhhhh! apa yang kau lakukan Baekhyun-ah! Bagaimana kalau setelah ini kau dipecat oleh atasan mu, bagaimana jika kau kehilangan pekerjaan mu? Kau sungguh bodoh!," ujar Baekhyun sambil memukul kepalanya.

"Semoga besok presdir berbaik hati memberikan maafnya kepadaku!." Baekhyun mendesah pelan.

Tak butuh waktu lama untuk Baekhyun membersihkan diri, Baekhyun keluar dari kamar dengan memakai hotpans dan kaos kebesaran andalan nya. Baekhyun berjalan menuju dapur, perutnya telah meronta-ronta minta diisi karena Baekhyun hanya memakan sepotong sushi sejak tadi siang. Baekhyun memasak sebungkus ramen karena hanya itu makanan yang tersisa dilemari dapurnya.

Baekhyun memakan ramen yang telah dimasaknya diatas meja makan dengan nikmat. Ia bersyukur kepada Tuhan karena hari ini ia masih diberikan kesempatan untuk bisa menikmati makanan, meskipun dengan makanan yang seadanya.

Setelah selesai makan Baekhyun langsung menuju kamar kesayangannya. Baekhyun berbaring di atas tempat tidur yang sempit itu dan bergelung didalam selimutnya yang hangat, karena cuaca diluar memang cukup dingin karena telah memasuki musim hujan.

Ya, hidup Baekhyun yang sekarang jauh berbeda dengan kehidupan nya yang dulu, dimana dia dulu tinggal di mansion yang sangat mewah, fasilitas yang sangat lengkap. Mungkin jika dulu paman nya tidak membuat perusahaan peninggalan orang tua nya bangkrut, dia masih bisa menjalankan perusahaan itu.

Tapi paman nya tidak mau bertanggung jawab sama sekali terhadap Baekhyun, bukan nya meminta maaf, paman nya justru mengusir Baekhyun dari mansion nya sendiri dan bahkan jika mereka berpapasan ditempat umum pun paman nya menganggap Baekhyun bukan siapa-siapa. Sepupunya yang serakah tentu saja sama dengan paman nya, bahkan sesekali Baekhyun selalu mendapat perlakuan yang sungguh diluar batas kemanusiaan oleh mereka.

Baekhyun berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba Baekhyun teringat dengan sesosok laki-laki tampan yang sewaktu acara pesta, menghampirinya diatas atap rumah sakit.

"Siapa lelaki itu sebenarnya? mengapa dia begitu perhatian kepadaku? bahkan dia rela memberikan jas mahal nya kepadaku," Baekhyun berpikir mungkinkah lelaki itu merasa simpatik padanya atau mungkin karena kasihan saja.

"Ahh molla kenapa aku harus memikirkan nya, semua lelaki itu sama saja, ia baik pasti karena ada maunya, tak mungkin dia tulus menolongku apalagi menolong gadis miskin sepertiku!," Baekhyun mengangguk-ngangguk

"Besok aku harus mengembalikan jas nya, tapi bagaimana caranya aku mengembalikan jas nya? bahkan aku tidak tau dia bekerja dimana dan aku hanya tau namanya saja! Aishhh aku bisa gila,"

Karena terlalu lama berpikir dan karena tubuhnya juga sudah lelah, tanpa terasa akhirnya Baekhyun tertidur dengan ditemani dinginnya semilir angin musim gugur, membuat gadis itu semakin meringkuk didalam selimutnya yang hangat.

Tanpa Baekhyun sadari kejadian pertemuan nya yang tidak terduga dengan lelaki itu perlahan-lahan mulai mengahangatkan hatinya, menyentuh hatinya yang selama ini membeku karena sesosok lelaki yang telah menolongnya hingga mengetuk pintu hatinya, sesosok lelaki yang bernama Loey.

Baekhyun berharap semoga takdir tidak mempermainkan nya setelah apa yang dia alami dalam kehidupan nya.

Pagi telah menjelang. Baekhyun menggeliatkan badan nya, merasakan terpaan sinar matahari yang menyeruak berlomba-lomba masuk melalui celah jendela kamar dan mengenai kedua kelopak mata indahnya, sehingga mengganggu tidurnya yang lelap.

Ia mengerjapkan matanya, mulai menyesuaikan cahaya yang perlahan-lahan masuk kedalam retina nya. Setelah tersadar dari tidurnya, Baekhyun menoleh kearah jam yang terletak diatas meja nakas disamping tempat tidurnya.

"Ommo sudah jam berapa sekarang? Sepertinya aku terlambat," dengan secepat kilat Baekhyun bangun dari tempat tidur, menyambar handuk yang terletak dibelakang pintu kamar dan berlari menuju kamar mandi.

Tidak sampai lima menit Baekhyun telah menyelesaikan mandinya, dengan tergesa-gesa ia segera berpakaian, pakaian seragam office gilrs nya, memakai bedak dan lipbalm seadanya dan tak lupa pula ia memakai sweater untuk mengahangatkan tubuhnya yang memang tidak tahan terhadap udara dingin.

Setelah selesai bersiap-siap Baekhyun berangkat ketempat kerja, bahkan ia pun tidak sempat lagi untuk membuat makanan untuk bekal makan siang nya nanti dirumah sakit. Baekhyun berlari dengan sekuat tenaga menuju halte bis yang jarak nya lumayan jauh dari apartemennya. Jarak apartemen dan halte bis membutuhkan waktu sekitar 10 menit jika ditempuh dengan berjalan kaki.

Apartemen Baekhyun terletak di pinggiran kota, karena ia hanya mampu menyewa apartemen kecil yang jauh dari perkotaan, dan tentu saja dengan biaya yang murah. Ingat dia ingin menyelesaikan kuliah nya, jadi dia harus berhemat dalam segala hal.

"Ahjussi, ahjusii, tunggu aku ahjussi, " Baekhyun berteriak memanggil supir bis yang baru saja berangkat dari halte tersebut.

Beruntungnya ahjussi supir bis tersebut mendengar teriakan Baekhyun, sehingga ia mengehentikan bis nya. Dengan sisa tenaga yang ada Baekhyun berlari menuju bis yang telah berhenti tersebut dan segera menaikinya.

"Mianhe ahjussi, maaf telah berteriak-teriak seperti tadi, aku sudah sangat terlambat untuk pergi ke tempat kerjaku," Ujar Baekhyun kepada ahjussi baik hati yang telah memberhentikan bis dan menunggu dirinya.

"Nee tidak apa-apa anak muda, aku mengerti, tapi lain kali jangan diulangi, kau tadi membuat ku terkejut untung saja aku mendengar teriakanmu, kalau tidak kau harus menunggu bis selanjutnya yang akan datang 15 menit lagi," ujar Ahjussi itu sambil melajukan bis nya.

"Nee ahjussi kamsahamnida, aku mengucapkan terimakasih banyak kepada ahjussi karena mau menungguku," ujar Baekhyun sambil membungkuk dan memperlihatkan eye smile nya yang berbentuk bulan sabit.

Tak terasa telah 30 menit waktu yang ditempuh Baekhyun untuk mencapai tempat kerjanya, Baekhyun pun segera bersiap-siap untuk turun dihalte yang berada di depan Hanuel hospital.

"Kamsahamnida ahjussi." Ucap Baekhyun setelah dia turun dari bis sambil melambai-lambaikan tangan kepada ahjussi tersebut.

Setelah mengucapkan terima kasih kepada ahjussi tersebut Baekhyun segera berlari menuju rumah sakit, karena dia memang sudah terlambat dan ia juga takut dimarahi oleh atasannya. Baekhyun berlari-lari di sepanjang koridor rumah sakit tanpa memperhatikan sekelilingnya dan tiba-tiba saja,

Brukkk..

"Awwwww," jerit Baekhyun yang tidak sengaja telah menubruk seseorang sehingga menyebabkan ia terjatuh kelantai, Baekhyun segera bangkit dan langsung membungkuk meminta maaf kepada seseorang yang telah ditabraknya, tanpa melihat rupa dari orang yang telah ia tabrak tersebut.

"Joesonghamnida joesonghamnida tuan, maaf karena telah menabrak tuan, aku sedang terburu-buru sehingga aku tidak melihat keadaan sekelilingku, sekali lagi aku mohon maaf tuan," ujar Baekhyun.

Belum sempat orang tersebut membalas perkataan Baekhyun, Baekhyun telah berlalu dari hadapan nya dengan tergesa-gesa.

Tanpa Baekhyun sadari, seseorang yang telah ia tabrak tersebut, tidak dapat melepaskan pandangannya dari tubuh mungilnya yang tengah berlari-lari kecil menuju ruangan office girls.

Sosok tersebut menyeringai melihat kepergian Baekhyun, sambil memegang dadanya, merasakan jantungnya yang tengah berdegup kencang.

"Yakk Byun Baekhyun kau terlambat," teriak seseorang dan Baekhyun tahu siapa dia.

Baekhyunn berbalik dan benar saja, disana ada Do Kyungsoo, atasan nya.

"Maaf kan aku," Baekhyun membungkuk pada Kyungsoo "Aku tidak akan mengulangi nya lagi."

"Ingat ya hari ini kau ku ampuni karena suasana hatiku sedang baik, tapi ingat jika kau mengulangi nya lagi aku akan memotong gaji mu," Kyungsoo berlalu pergi setelah memarahi Baekhyun.

Baekhyun hanya bisa menghela nafas, saat teringat jika dia telah terlambat Baekhyun kembali berlari.

"Aisshhh," gerutu nya sepanjang koridor rumah sakit.

Sesampainya Baekhyun di ruang ganti karyawan rumah sakit, ia segera meletakkan barang-barang bawaan nya kedalam loker yang telah disediakan. Baekhyun pun segera mengambil alat-alat kebersihan yang terletak digudang belakang rumah sakit, lokasi nya pun cukup sepi jarang ada orang yang lewat kecuali karyawan dari rumah sakit.

Setelah mengambil alat-alat yang dia butuhkan ia pun memulai pekerjaan nya sebagai office girls. Baekhyun mengepel lorong rumah sakit sambil sekali-kali mengelap tetesan keringatnya. Baekhyun juga mengambil sampah dari tiap-tiap kamar serta menyapu dan mengepel kamar-kamar tersebut.

Ketika ia sedang membersihkan kamar terakhir Baekhyun meringis sambil memegang perutnya yang kini mulai terasa sakit.

"Aiissh kenapa perutku sakit, apa karena tadi malam aku hanya memakan ramen dan tadi pagi tidak sempat sarapan? tapi kenapa ini rasanya sakit sekali? Apa mungkin magh ku sedang kambuh?," pikir Baekhyun.

Baekhyun segera membereskan alat-alat kebersihannya dan menyimpan alat tersebut kembali ke gudang sambil menahan sakit. Setelah Baekhyun membereskan semua alat dan hendak menutup pintu gudang, tiba-tiba rasa sakit diperutnya bertambah parah, keringat telah mengucur dari dahi dan seluruh tubuhnya sehingga membuat baju yang tengah dipakainya basah.

Baekhyun rasanya ingin menangis karena menahan rasa sakit nya. Bahkan untuk berteriak minta tolong pun dia sudah tidak sanggup lagi, sampai akhirnya ia pun rubuh tak sadarkan diri didepan pintu gudang tanpa ada seorang pun yang mengetahui nya.

Sementara itu Chanyeol sedang memeriksa berkas-berkas diruangan nya, sambil sekali-sekali tersenyum karena teringat peristiwa tadi pagi dilorong rumah sakit, dimana Baekhyun yang secara tidak sengaja menabrak dirinya sehingga menyebabkan gadis itu terjatuh.

Ia tersenyum geli mengingat dirinya yang bahkan tak sempat mengucapkan sepatah katapun kepada Baekhyun, karena gadis itu segera berlari meninggalkan dirinya bahkan menatap wajahnya saja tidak. Chanyeol memikirkan bagaimana reaksi gadis itu seandainya gadis itu tahu yang dia tabarak adalah dirinya, apakah masih dengan tatapan dinginnya, ataukah berbeda.

Chanyeol tahu dibalik tatapan dingin gadis itu tersimpan luka yang sangat dalam, tapi gadis itu mencoba tegar dan tidak memperlihatkan kelemahan nya dihadapan orang-orang. Dan hal itu pula lah yang membuat Chanyeol semakin penasaran dan ingin mengenal gadis itu lebih dekat, menjadikan Baekhyun kekasih nya mungkin, agar dia bisa melindungi Baekhyun dari roda kehidupan yang sangat kejam ini.

Tiba-tiba pintu ruangan nya dibuka secara tiba-tiba oleh orang yang Chanyeol sendiri sudah tahu siapa pelaku nya

"Hey bro!," Sehun datang dengan masih menggunakan jas dokter nya dengan mulut nya yang melahap sandwich.

"Mau apa kau kemari?," Tanya Chanyeol ketus.

"Mengunjungi teman ku yang sudah mulai setengah gila sepertinya," ujar Sehun polos tanpa dosa.

"Yakk Oh Sehun kau mau kehilangan pekerjaan mu hah," Chanyeol melempar pulpen yang dia pegang kearah Sehun, untung saja Sehun dengan sigap menangkap nya.

"Kau itu sejak kemarin senyam senyum sendiri Loey, aku bahkan mengira kau kesambet setan rumah sakit ini,"

"Sialan! Pergi sana kau itu dokter bukan nya memeriksa pasien mu tapi malah keluyuran,"

"Aku baru selesai dari ruang operasi, pasien ku yang lain bisa diperiksa anak buahku, kau tenang saja aku tak akan membuat rumah sakit mu ini terkena berita miring karena seorang pasien meninggal akibat tidak di urus oleh ku! Justru yang ada berita tentang pasien yang cepat sembuh karena di tangani olehku, Oh Sehun dokter tampan dari Haneul Hospital," Sehun tersenyum bangga.

"Ini masih pagi Oh Sehun, jangan sampai aku memuntahkan kembali sarapanku! Cepat pergi aku sedang bekerja," Chanyeol sudah akan mengusir Sehun dengan cara menyeret nya keluar, namun sebelum itu terjadi sudah ada manusia biang onar lain yang sudah Chanyeol tunggu-tunggu.

"Kalian sedang apa? Apa kalian sedang berlatih drama?," Johnny datang dan langsung duduk di sofa ruangan Chanyeol, Sehun yang melihat Johny datang ikut bergabung dengan Johny.

"Oh Tuhan aku bisa mati muda jika begini," Chanyeol mengusap kasar wajah nya kemudian membuang nafas nya panjang-panjang sementara dua mahluk didepan nya malah tertawa sambil bersorak.

Waktu perlahan berjalan tanpa terasa hari sudah menjelang sore, Sehun sudah kembali ke rutinitas nya sesudah mereka bertiga makan siang di salah satu café didepan rumah sakit, sementara Johnny masih bberada diruangan Chanyeol untuk merencanakan bagaimana nanti saat Baekhyun menemuinya, ralat maksud nya Johnny yang berpura-pura menjadi Chanyeol.

"Loey kapan dia kemari? Ini sudah hampir jam pulang," Johnny dan Chanyeol tengah menunggu kedatangan Baekhyun, namun sudah hampir jam pulang Baekhyun belum datang sama sekali ke ruangan Chanyeol sesuai dengan janji nya kemarin.

"Aku juga tidak tahu! Apa dia berbohong padaku?," Chanyeol sudah mondar mandir sedari tadi .

"Aku pulang saja!," Johnny sudah berdiri dan hendak pergi, namun Chanyeol telah lebih dulu berlari ke luar ruangan dan menguncinya dari luar agar Johnny tidak pergi kemanapun.

"Yakk Loey apa yang lakukan brengsek," Johnny berusaha membuka pintu itu namun tidak dapat terbuka.

"Kau diam disini, jangan kemana-mana sebelum aku kembali," Chanyeol pun pergi meninggalkan Johnny yang sudah meraung-raung seperti singa yang ingin lepas dari kandang nya.

"PARK CHANYEOL, KELUARKAN AKU SIALAN," Johnny berteriak kencang didalam ruangan Chanyeol namun Chanyeol tak menghiraukan nya, dia berpikir Johnny itu kan laki-laki bukan perempuan kalau pun dikurung juga tidak akan mati dalam waktu beberapa jam.

Yang ada dipikiran Chanyeol saat ini adalah menemukan Baekhyun dan kenapa dia tidak dating sesuai dengan janjinya kemarin. Chanyeol pergi ke atap untuk memastikan apakah Baekhyun ketiduran lagi disana atau tidak.

Namun sesampainya dia di atap, tidak ada Baekhyun sama sekali, Chanyeol mulai merasa frustasi. Tapi kalau dia terang-terangan datang ke bagian Office Girls, pasti ada yang mengenali nya sebagai pemilik rumah sakit ini dan Chanyeol tidak mau Baekhyun tahu.

-o0o-

"Kenapa dia?," Sehun datang dengan tergesa-gesa ke UGD begitu melihat seorang gadis digendong dan dibawa ke UGD dengan terburu-buru "Bukankah dia pegawai kebersihan rumah sakit!."

"Benar dokter dia seorang Office Girls! Dia ditemukan pingsan didepan gudang belakang rumah sakit," ucap salah satu Office Boys dengan name tag Kim Jongin itu, seperti nya Jongin ini cukup dekat dengan Baekhyun, karena dia terlihat hawatir melihat Baekhyun yang tergeletak lemas tidak berdaya.

"Siapa namanya?," tanya salah satu suster yang datang bersama Sehun untuk mencatat nama Baekhyun dibuku pasien.

"Namanya Byun Baekhyun" ucap Jongin.

Sehun yang tengah mengecek kondisi Baekhyun mengehentikan kegiatan nya.

"Apa? Kau bilang siapa namanya? Byun Baekhyun?" tanya Sehun pada Jongin.

"Nee dokter, namanya Byun Baekhyun," Sehun sedikit kaget mendengar nya, dia mengalihkan pandangan nya pada Baekhyun dan langsung kembali mengecek keadaan Baekhyun.

'Jadi dia Byun Baekhyun, orang yang berhasil membuat Loey jatuh cinta lagi.' ucap Sehun dalam hati

"Lakukan pengecekan MRI dan Endoskopi padanya, berikan padaku hasilnya," ucap Sehun pada suster yang membantu nya mengecek kondisi Baekhyun

Sehun keluar dari UGD dan mengambil ponsel nya untuk menelpon seseorang.

"Loey sebaiknya kau ke UGD sekarang juga," ternyata Sehun menghubungi Chanyeol

"Memang nya ada apa?," tanya Chanyeol

"Kau itu banyak tanya sekali! Sudah cepat kesini saja nanti kau akan tau sendiri jika sudah disini, kau harus kesini karena ini penting bagimu." Sehun memutus panggilan telepon itu secara sepihak.

Tak lama kemudian Chabyeol datang dengan berlari kecil menghampiri Sehun.

"Ada apa sih? Aku sedang mencari Baekhyun kau mengganggu saja," Chanyeol memasang wajah kesal nya.

"Baekhyun ada didalam, dia ditemukan pingsan di depan gudang belakang rumah sakit."

"MWO?," Chanyeol kaget tapi tersenyum miring kemudian "Kau jangan bercanda Oh Sehun memang kau tahu Byun Baekhyun yang mana orang nya?."

"Bertubuh mungil, hidung mancung, bibir tipis dan mata nya yang sipit, dan satu lagi dia seorang office girls yang membuat ku yakin kalau dia Byun Baekhyun mu,"

Chanyeol menatap Sehun, semua ciri-ciri yang Sehun sebutkan persis sama dengan Byun Baekhyun nya.

"Kau tidak bohong kan?," tanya Chanyeol ragu

"Dia disana, kau lihat saja. Tapi kusarankan jangan menampakan dirimu dulu karena ada teman nya disana, aku takut dia mengenalimu,"

Chanyeol pun perlahan mendekat ke arah pintu yang menghubungkan dia dengan ruang UGD, dan kedua iris matanya membulat, dadanya terasa sesak begitu mendapati sosok yang tengah ia tunggu, ia cari sedari tadi tengah terbaring di atas tempat tidur rumah sakit dengan lengan nya yang di infus dan alat bantu pernafasan di hidungnya. Dia Byun Baekhyun nya.

"Dia- dia kenapa Sehun?," Chanyeol menatap Sehun meminta jawaban "Jawab Oh Sehun dia kenapa?,"

"Dia... diaa..," Sehun berusaha bicara namun Chanyeol sudah lebih dulu mencengkram kerah Sehun

"Dia kenapa hah? Cepat jawab Oh Sehun!,"

"Dia...,"