Happy Reading….

.

.

"Cepat katakan dia kenapa?," Chanyeol mencengkram bahu Sehun, menuntut jawaban tentang kondisi Baekhyun.

"Aiisshh. kau ini lepas kan tangan mu," Sehun menepis kedua tangan Chanyeol "Bahu ku bisa cidera jika kau terus mencengkram nya."

"Kau membuat kesabaran ku habis! Cepat katakan dia kenapa apa susah nya sih," Omel Chanyeol karena sudah tidak tahan dengan sikap Sehun.

"Dia tidak kenapa-kenapa, sepertinya dia punya penyakit lambung makanya dia pingsan karena menahan sakit dilambung nya, aku sudah menyuruh mereka melakukan tes MRI dan Endoskopi, aku akan memberitahumu saat hasilnya keluar nanti." jawab Sehun panjang lebar.

"Penyakit lambung? Maksudmu Magh?,"

"Iya Magh! Kemungkinan magh nya kambuh dan itu menyebabkan radang lambung, hal itu juga disebabkan oleh pola makannya yang tidak teratur dan juga stres."

"Kenapa tidak kau katakan sedari tadi, kau membuatku jantungan,"

"Kau saja yang berlebihan! Sesuka itu kah kau padanya sampai membuat mu seperti orang gila," ejek Sehun.

"Diam kau!," Chanyeol berjalan ke arah pintu UGD "Kenapa kau diam disitu?."

"Memang nya aku harus kemana?,"

"Periksa dia, aku ikut dengan mu,"

"Aku sudah memeriksanya jadi untuk apa memeriksa nya dua kali?," Sehun bingung.

"Aishhh kau ini, aku ingin melihatnya tapi aku tidak mempunyai alasan untuk melihat nya. jadi kau periksa lagi aku ikut bersama mu," jelas Chanyeol.

"Eoh! Bilang dong dari tadi, jangan bikin orang kebingungan," Sehun memutar bola matanya menanggapi tingkah Chanyeol. Mereka pun masuk dengan Sehun yang berjalan didepan Chanyeol.

Menyadari pimpinan rumah sakit mereka datang berkunjung ke ruang UGD, sebagian dokter dan perawat membungkuk pada Chanyeol.

Chanyeol sampai di ranjang tempat Baekhyun terbaring, betapa ingin sekali Chanyeol memeluk tubuh kurus mungil Baekhyun, melihat Baekhyun yang terbaring lemah dengan bibir pucat dan tubuh nya yang cukup kurus, tapi cocok dengan tubuh nya yang mungil. Namun tetap saja itu terbilang kurus untuk ukuran gadis seumuran Baekhyun.

Sehun kembali mengecek Baekhyun dan mulai bertanya pada Jongin mengenai kehidupan Baekhyun sehari-hari.

"Apa kau tahu dia memilki penyakit Magh?," tanya Sehun pada Jongin.

"Saya tidak tahu dokter, saya tidak terlalu dekat dengan Baekhyun. Tapi saya memang cukup dekat dengan Baekhyun, hanya saja Baekhyun tidak se-terbuka itu dengan orang lain- hingga menceritakan tentang penyakitnya." jawab Jongin.

"Sepertinya, penyakit Magh nya kambuh, dan ini sudah memasuki tahap magh kronis sehingga membuat lambung nya mengalami peradangan," ucap Sehun.

"Wajar sih kalau Baekhyun punya penyakit Magh, karena dia selalu melewatkan sarapannya dan bahkan makan siang saja dia hanya memakan roti, atau bibimbap. itu yang sering saya lihat," tambah Jongin. Chanyeol yang sedari tadi diam mendengarkan menatap miris pada Baekhyun.

"Apa gaji yang ku berikan pada pegawai ku kurang, sampai dia tidak pernah makan nasi?." celetuk Chanyeol membuat beberapa perawat atau pun dokter disana berhenti dari aktivitas nya, dan menengok pada Chanyeol yang hanya menatap Baekhyun.

"Ahh itu mmm, apakah tuan presdir yang baru itu?," tanya Jongin karena saat pesta penyambutan Jongin sedang tidak ditugaskan, jadi dia tidak tahu seperti apa Presdir baru nya saat itu.

"Ya dia presdir baru disini," Sehun menjawab nya.

"Jawab lah, apakah gaji yang kuberikan kurang?," tanya Chanyeol lagi pada Jongin.

"Ahhh tidak tuan, itu sudah cukup bahkan sangat cukup," Jongin berdiri sebentar dan membungkuk pada Chanyeol "Bahkan gaji yang tuan berikan sangat lebih dari kata cukup."

"Lalu kenapa dia tidak sarapan dan bahkan makan siang hanya dengan roti, sushi atau bibimbap?," Chanyeol menunjuk Baekhyun yang masih belum sadar "Kalau dia sudah sadar dan sehat, bilang padanya kalau dia harus menemuiku. Aku akan menghukum nya, karena sudah membuat malu rumah sakit ku dengan pingsan karena kekurangan gizi." ucapan Chanyeol membuat Sehun dan Jongin menganga, bahkan semua orang yang mendengar disana cukup takut dengan perkataan Chanyeol.

"Dengar semuanya, kalau kejadian seperti ini terulang lagi aku akan membuat peraturan baru buat kalian! Jadi jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi." Chanyeol melangkah meninggalkan UGD, karena jujur saja dia sudah tidak tahan melihat keadaan Baekhyun.

"Hahaha jangan dengarkan dia, dia memang sedikit arogan jika sedang emosi hahaha," Sehun berusaha mencairkan suasana tegang d ruang UGD karena perbuatan Chanyeol.

"Awasi dia, panggil perawat atau dokter yang berjaga jika dia sudah sadar," ucap Sehun pada Jongin.

"Baik dokter, terima kasih." Jongin membungkuk dan Sehun pergi karena mau menyusul Chanyeol.

Sehun mencari Chanyeol, untung nya Chanyeol masih terlihat berjalan di koridor rumah sakit dan terlihat tengah mengusap kasar wajah nya.

"Aku tahu kau marah seperti itu karena menghawatirkan nya," Sehun berjalan ber iringan dengan Chanyeol.

"Apa dia se-egois itu? Sampai melupakan kesehatan nya sendiri," gumam Chanyeol.

"Mana aku tahu, aku kan tidak dekat dengan gadis mu itu! Tahu wujud nya saja baru sekarang," Sehun mengangkat bahu nya.

"Aku tidak bertanya padamu," Chanyeol mendekati jendela rumah sakit yang memperlihatkan keadaan diluar.

"Kau tahu Sehun, baru pertama kali nya dalam hidupku jantung ku berdetak sangat cepat ketika melihat nya, dan baru pertama kali juga aku sekhawatir ini, padahal aku baru mengenal nya."

"Kalau jantung mu tidak berdetak berarti kau mati." Chanyeol menatap tajam Sehun.

"Maksudku bukan berdetak seperti biasanya bodoh," Chanyeol menjitak kepala Sehun.

"Berhenti menjitak kepala ku," Sehun memegang kepalanya "Kau tahu otak ku ini sumber uang bagi rumah sakit mu." Dan Chanyeol kembali menjitak Sehun

"Yakk berhenti sialan," gerutu Sehun tidak terima "Sekarang apa? Rencana kau dengan Johnny selanjutnya bagaimana?."

Dan Chanyeol baru ingat kalau dia mengunci Johnny diruangan nya.

"Aku baru ingat kalau aku mengurung Johnny diruanganku," celetuk Chanyeol

"MWO?" kaget Sehun. Mereka pun bergegas menuju ruangan Chanyeol, sebelum Johnny menghancurkan se isi ruangan Chanyeol.

-o0o-

"Eunggh," leguhan itu terdengar dari bibir mungil Baekhyun begitu dia berusaha membuka kedua kelopak matanya yang semula terpejam damai.

"Baek, Baekhyun," Jongin memanggil-manggil Baekhyun.

"Aku dimana?," Baekhyun sudah membuka kedua kelopak mata indah nya, dan sedikit heran dengan keadaan sekitar nya. Yang terakhir dia ingat, dia pergi ke gudang belakang RS saat selesai melakukan tugas nya.

"Kau di UGD Baekhyun, tadi kau pingsan dan kata dokter magh mu kambuh, dokter juga bilang sepertinya kau terkena radang lambung," Jongin membantu Baekhyun duduk.

"Kau kenapa tidak makan secara teratur Baekhyun-ah, aku jarang sekali melihatmu makan nasi! Kau tau akibat pola makan mu yang buruk itu kau kini mengalami radang lambung, kalau hal ini terjadi terus-menerus dan kau tidak merubah pola makan mu, bisa saja nanti kau terkena kanker lambung." ujar Jongin sambil memberikan segelas air kepada Baekhyun.

'Kau tau aku mengkhawatirkanmu.' Ujar Jongin didalam hati.

"Berapa lama aku pingsan?," Baekhyun memijit pelipisnya begitu terasa pening dikepalanya dan memilih mengabaikan perkataan Jongin. Karena memang dirinya tidak mau menceritakan perihal hidupnya kepada orang lain. Ia tidak mau merasa dikasihani oleh orang lain.

"Kau pingsan sejak siang, mungkin sekitar 9 jam." kata Jongin mengecek arloji di tangan nya yang menunjukan sudah jam 10 malam.

"Apa! Selama itu?,"

"Iya selama itu." Angguk Jongin.

Baekhyun ingin beranjak dari tempat tidur nya, namun ditahan Jongin.

"Kau mau kemana Baek? Dokter bilang kau harus dirawat dulu, minimal dua hari baru kau boleh pulang," Jongin menjelaskan apa yang kata Sehun jelaskan saat Baekhyun masih belum sadar tadi sore.

"Tidak Jongin, aku harus pulang. Lagi pula aku sudah baik-baik saja," Baekhyun melepas infusan nya sekaligus dan membuat darah mengalir dari tangan nya, tapi dia tidak menghiraukan nya, toh nanti juga berhenti sendiri.

"Tapi Baek kau akan mendapat masalah lain jika memaksa pulang," Sela Jongin

"Masalah lain? Memang nya masalah apa yang sebelum nya ku perbuat?,"

"Presdir yang baru tadi kemari, dan dia marah begitu mendengar kau jatuh pingsan karena tidak makan, dia bilang kau membuat rumah sakit nya malu karyawan nya pingsan karena tidak makan dengan benar," jelas Jonginn "Kau harus menghadap nya saat sudah sehat, jika dia melihat mu belum sehat saat bertemu dengan nya, aku yakin dia akan marah lagi padamu Baek."

Baekhyun tertawa pelan mendengar penjelasan Jongin, menurut nya sangat tidak masuk akal atasannya itu marah hanya karena masalah sepele.

Dan untuk apa presdir rumah sakit ini menghukum nya? Apa dia salah karena pingsan apa dia perduli dengan pegawai rendahan seperti Baekhyun?

"Aku akan menemui nya besok, sekarang aku harus pulang agar aku sehat karena jika tidur disini aku akan tambah sakit," Baekhyun mengambil plastik obat yang berada di nakas samping tempat tidur, dan berjalan meninggalkan UGD.

"Aku antar ya? Aku takut kau pingsan lagi dijalan,"

"Tidak perlu Jongin, aku bisa sendiri kau pulang lah. Terima kasih sudah menungguiku selama aku tertidur," Baekhyun membungkuk pada Jongin dan kembali berjalan.

Jongin hanya mampu menghela nafasnya

"Kapan kau membuka hatimu untukku Baek? Aku sudah menyukai mu sejak kau datang dan bekerja denganku disini, tidakkah kau tau hatiku juga ikut terluka melihat kau terbaring lemah seperti tadi," Jongin menatap kepergian Baekhyun dengan wajah sendu.

Baekhyun mengambil barang-barang di loker nya dan mengganti baju Office girls nya dengan baju milik nya. Namun karena kondisinya yang belum stabil dia mengeluh sakit dibagian perut nya kembali.

"Jangan manja Baekhyun, ini hanya sakit Magh biasa kau harus kuat," ia menyemangati diri nya sendiri agar tidak lemah karena rasa sakit diperut nya.

Chanyeol hendak pulang, sebelum akhirnya dia memilih berbelok menuju UGD untuk mengecek Baekhyun sebelum dia pulang. Saat sampai didepan pintu UGD, Chanyeol langsung membuka kasar pintu itu. Ia melihat kea rah ranjang rumah sakit yang semula di tempati Baekhyun kini sudah kosong, se ingat nya Baekhyun baru akan dipindahkan besok ke ruang rawat inap umum kata Sehun, dan kemana Baekhyun sekarang?.

Ingin sekali Chanyeol bertanya pada perawat, tapi jika dia menanyai tentang Baekhyun pasti akan ada gosip yang tidak-tidak antara dia dan Baekhyun. Dengan menahan emosi Chanyeol mencari keberadaan Baekhyun ke ruangan pegawai khusus petugas Office boys dan Office Girls.

Dia melihat siluit tubuh Baekhyun yang berjalan pelan keluar dari rumah sakit, Chanyeol merapikan dulu pakaian nya, melepas dasi nya dan merapikan poninya yang semula disisir ke atas, kini ia buat menutupi jidat nya agar terlihat kesan sederhana.

Chanyeol berjalan pelan menunggu Baekhyun keluar dari rumah sakit, karena jika menemui Baekhyun saat ini akan berpotensi Baekhyun tahu kalau dia presdir nya, mengingat rumah sakit masih ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang. Begitu Chanyeol melihat Baekhyun yang sudah sampai di halte bis dia bergegas menemui Baekhyun, untung saja halte bis itu sepi dan hanya ada Baekhyun yang duduk disana.

"Byun Baekhyun," sapa Chanyeol. Baekhyun yang semula menunduk menahan sakit mengangkat wajah nya begitu namanya dipanggil.

Baekhyun mengeryit mengingat wajah orang yang saat ini berdiri dihadapan nya.

"Aku Loey, kita bertemu di atas atap rumah sakit beberapa hari yang lalu, kau ingat?," Chanyeol mengingatkan.

"Ahhh kau! Ya ya aku ingat," Baekhyun mengangguk "Sedang apa disini? Apa kau sengaja datang kesini? Ah iya jas mu masih ada padaku tapi aku tidak membawanya sekarang,"

Chanyeol terkekeh mendengar penuturan Baekhyun yang menurutnya tidak ada jeda sama sekali.

"Santai saja aku hanya kebetulan sedang kesini dan aku melihat mu, sepertinya kau sedang tidak sehat wajahmu sangat pucat," Chanyeol sudah sangat ingin memarahi Baekhyun yang sangat keras kepala, memaksa pulang saat kondisinya belum membaik.

"Ah ini, magh ku kambuh- tapi besok juga pasti sembuh," Chanyeol duduk disamping Baekhyun.

"Kau mau pulang? Mau ku antar? Kebetulan aku bawa mobil," tawar Chanyeol

"Tidak usah, aku naik bis saja! Tidak perlu repot-repot," tolak Baekhyun, namun sedetik kemudian dia ingat kalau jas lelaki yang saat ini duduk disamping nya masih ada dirumah nya "Tapi jika kau tidak keberatan kau bisa mengantarku sekalian mengambil jas mu yang ada padaku."

"Kalau begitu tunggu disini, aku mengambil mobilku dulu," Chanyeol bangkit hendak pergi sebelum akhirnya dia berbalik dan berkata lagi "Kau jangan kemana-mana aku tidak akan lama."

"Nee," Baekhyun mengangguk begitu canggung berada didekat lelaki itu, entahlah Baekhyun merasa ada sesuatu hal yang aneh jika dekat dengan lelaki bernama Loey itu.

Chanyeol berlari menuju parkiran, tapi saat sudah masuk kedalam mobil nya dia terdiam dan keluar kembali dari mobil nya.

"Astaga Park Chanyeol!," umpatnya pada diri sendiri "Kau hampir saja membongkar identitas mu sendiri! Kalau Baekhyun melihatmu memakai mobil ini pasti akan ada banyak pertanyaan dari bibir mungil nya." Chanyeol berjalan kesana kemari bingung karena dia membawa mobil mewah nya saat ini, dan Baekhyun tentu tidak bodoh untuk tidak mengetahui berapa harga dari mobil mewah milik Chanyeol.

Entah kayakinan dari mana yang jelas dari sorot mata Baekhyun saja, Chanyeol tahu kalau Baekhyun sangat tidak suka dengan orang kaya yang menyombongkan hartanya, dan Chanyeol ingin dekat dengan Baekhyun menjadi orang biasa saja, tanpa embel embel keturunan keluarga Park.

Chanyeol akhirnya memilih untuk kembali menemui Baekhyun.

"Baekhyun maaf, mobilku mogok. Sepertinya kita harus menggunakan bis! Apa tidak apa-apa?," Bohong Chanyeol.

"Ah tentu tidak apa-apa! Duduklah dulu, bis baru akan datang 5 menit lagi," ucap Baekhyun setelah melirik arloji nya.

"Maaf ya aku tidak tahu kalau ternyata mobil ku mogok," Chanyeol tersenyum melihatkan deretan gigi putih nya.

"Tidak perlu meminta maaf seperti itu, lagipula aku tidak meminta mu mengantar kan aku kan? aku yang menolak kemudian memintamu lagi mengantarku maaf ya merepotkan," Baekhyun tersenyum malu.

"Tidak, tidak, aku yang menawarkan diri tapi malah tidak jadi karena mobil ku yang tidak bisa di ajak kompromi,"

"Lagi pula masih ada bis walaupun mobil mu mogok Loey-shi,"

"Jangan memanggilku seformal itu, panggil saja aku Loey. Hanya Loey" terang Chanyeol.

"Baiklah Loey! Tapi ngomong-ngomong kau sedang apa kerumah sakit?," Dan Chanyeol sedikit bingung bagaimana menjelaskan pada Baekhyun.

"Ahh itu, tadi aku membantu temanku katanya tadi dia butuh bantuanku," Bohong Chanyeol lagi, biarlah yang penting Baekhyun mau dekat dengan nya.

"Memang nya apa profesi mu?,"

"Aku dokter, temanku meninta bantuanku dan dia juga menawarkan agar aku mau bekerja dirumah sakit Haneul," ah Chanyeol mendapat ide yang bagus.

'pintar nya dirimu Chanyeol.' Ucap nya dalam hati.

"Jadi kau akan bekerja di rumah sakit Haneul?," tanya Baekhyun

"Entahlah. Aku masih memikirkan nya! Apa kita bisa berteman Baekhyun?," Chanyeol berbalik dan menghadap Baekhyun.

Baekhyun berpikir dengan keras apakah dia mau menerima permintaan pertemanan Chanyeol atau tidak, karena jujur saja dia tidak mudah percaya terhadap orang lain, terlebih kepada orang yang baru saja dikenalnya. Tapi entah kenapa hatinya tidak bisa menolak permintaan pria bertelinga lebartersebut.

"Tentu, kita bisa berteman mulai sekarang,"

"Terima kasih, aku senang berteman denganmu! Sepertinya aku akan menerima ajakan teman ku," Chanyeol tersenyum senang dan tepat setelah nya bis datang. Mereka pun naik bis dengan Baekhyun yang duduk didekat jendela dan Chanyeol disamping nya.

Karena merasa canggung, Baekhyun memilih menatap keluar jendela sementara Chanyeol yang juga merasa canggung memilih diam. Perjalanan ke apartemen Baekhyun yang cukup lama membuat Baekhyun mengantuk dan secara tidak sengaja dia bersender pada bahu Chanyeol dan tertidur, Chanyeol yang semula terkejut akhirnya membenarkan posisi tidur Baekhyun agar lebih nyaman.

"Manis nya," ucap Chanyeol melihat Baekhyun terlelap tidur dibahu nya.

Baekhyun yang merasa tertidur langsung bangun dan duduk tegak

"Maaf Loey aku tertidur,"

"Tidak apa-apa, kau bisa tidur lagi jika masih jauh," jawab Chanyeol karena dia tidak tahu apartemen Baekhyun dimana. Melihat dari arah nya Chanyeol yakin kalau apartemen Baekhyun terletak di pinggiran kota.

"Kita sudah dekat, pemberhentian selanjutnya kita turun! Tapi Loey nanti kau pulang bagaimana karena bis yang kita naiki bis terakhir yang ke arah apartemenku," Baekhyun baru terpikir kalau ini sudah malam dan tidak ada bis yang lewat lagi jika sudah jam 10 malam.

"Aku bisa memanggil taxi kau tenang saja," Baekhyun hanya mengangguk paham, setelahnya tidak ada percakapan berarti lagi diantara mereka berdua.

-o0o-

Baekhyun dan Chanyeol segera turun dari bis karena mereka telah sampai di halte tujuan. Mereka berjalan beriringan menuju apartemen Baekhyun, untuk sampai ke apartemen Baekhyun mereka membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

"Ehm Baekhyun," Chanyeol mencoba mencairkan suasana yang agak canggung diantara mereka berdua.

"Nee Loey, ada apa?," Baekhyun menjawab panggilan Chanyeol dengan seyuman puppy eyes nya, sehingga membuat Chanyeol terpana.

'Dia cantik sekali, rasanya aku ingin segera meraup bibir tipis nya yang berwarna merah muda itu. Rasanya pasti manis sekali, aah aku jadi ingin segera mencicipinya' adegan itu terus terbayang-bayang di otak Chanyeol yang sedikit mesum.

"Loey, hei Loey kenapa kau melamun?," Baehyun mencolek lengan Chanyeol.

'Aissh jinja, dia tadi yang mengajak ku mengobrol sekarang dia yang mengabaikanku' rutuk Baekhyun dalam hati.

"Aahh ne, ani Baekhyun gwenchana hehehe," Chanyeol menjawab Baekhyun dengan tersipu malu karena ketahuan melamun oleh Baekhyun, dia hanya menggaruk – garuk tengkuknya yang tidak gatal.

"Baekhyun, biar ku tebak kau pasti belum makan kan sejak pagi? Dan tadi siang kau juga pingsan sudah dipastikan kau belum memakan nasi sedikitpun?,"

Baekhyun diam terpaku karena memang benar dia tidak memakan sesuap nasi pun.

"Aku akan memasak untuk mu," sebenarnya Chanyeol juga kelaparan, tentu saja Chanyeol kelaparan, dia kan melewatkan jam makan siang nya karena yang dia pikirkan sejak mengetahui Baekhyun pingsan kan hanya Baekhyun dan Baekhyun.

"Eehh tapi ini sudah malam Loey, kalau kau memasak untukku kau akan pulang kemalaman," Jawab Baekhyun, sebenarnya Baekhyun sangat ingin makan dengan Loey, dia juga kelaparan.

"Tidak apa-apa, aku terbiasa pulang malam! Ayolah Baekhyun, lagipula aku juga kelaparan, kau tidak kasihan kah kepadaku?," ucap Chanyeol sambil mengerjap-ngerjapkan matanya lucu seperti anak anjing.

"Ini sudah malam Loey ,disekitar sini tidak ada lagi cafe yang buka tengah malam begini, kau tau kan area apartemenku berada di pinggir kota, jadi disini sangat sepi," Baekhyun masih kekeh untuk meolak ajakan Chanyeol dan mencari segala macam alasan agar dia tidak makan bersama Chanyeol.

"Bagaimana kalo kau saja yang memasak?," Chanyeol tidak lelahnya membujuk Baekhyun agar mau makan dengannya malam ini.

"Hmmm, geurae, aku akan memasakkan untukmu. Tapi Loey, kita harus berbelanja dulu ke minimarket depan, karena stok bahan dirumahku sudah menipis," Akhirnya Baekhyun mengalah karena tidak tahan untuk menolak ajakan Chanyeol, apalagi dengan tatapan memelas seperti itu, rasanya Baekhyun ingin tertawa karena sungguh tatapan itu tidak cocok dengan badan Chanyeol yang besar.

"Baiklah ayo kita belanja dulu," Chanyeol segera memegang tangan Baekhyun dan menyeretnya menuju mini market, dan tanpa Chanyeol sadari gadis mungil yang tangan nya sedang Chanyeol genggam merona merah dibelakang tubuhnya.

'Lama-lama aku bisa terkena penyakit jantung kalau Loey terus memperlakukanku seperti ini. Sadarlah Baekhyun sadar kau baru saja berkenalan dengan nya. Ingat tidak semua laki-laki itu baik' Ujar baekhyun dalam hati.

Meskipun otak nya menolak kehadiran Chanyeol, tetapi hatinya tidak bisa menolak bahwa dia mulai merasa nyaman dengan pria bertelinga lebar itu.

'Aku mohon jangan memberikan harapan padaku' Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, menepis pemikiran dengan harapan tinggi pada orang yang sedang menggenggam erat tangan nya saat ini.

Setelah sekitar hampir memakan waktu hampir 1 jam lamanya mereka berbelanja dan memasak, kini Chanyeol tengah duduk dimeja makan Baekhyun dengan semangkuk nasi di depan nya dan beberapa lauk-pauk lainnya buatan Baekhyun.

Chanyeol berbinar menatap makanan rumahan yang tersaji didepan nya, sungguh sudah sekian lamanya Chanyeol tidak bertemu dengan makanan seperti ini, karena dia yang selalu pergi ke restoran mewah atau cafe dengan Sehun dan Johnny jika makan.

"Selamat makan." ucap Baekhyun dan Chanyeol bersamaan

"Wahh ini enak sekali Baekhyun," Chanyeol begitu lahap memakan sup buatan Baekhyun

Chanyeol juga mencoba memakan yang lain nya dengan semangat. Baekhyun yang melihat Chanyeol antusias hanya tersenyum. Tangan Baekhyun bergerak mengambil tisu, dia kemudian sedikit membungkuk untuk mendekat pada Chanyeol yang ada disebrang meja makan berhadapan dengan nya.

"Kau ini pelan-pelan saja Loey," Baekhyun mengelap sudut bibir Chanyeol karena ada sedikit makanan yang belepotan disana.

Chanyeol terdiam sesaat sebelum akhirnya menjatuhkan sumpit nya dan terbatuk.

"Uhukk Uhukk," Chanyeol memukul-mukul dadanya. Baekhyun yang melihat Chanyeol tersedak segera memberinya minum.

"Pelan-pelan Loey," Baekhyun masih memperhatikan Chanyeol.

Chanyeol mengangguk karena malu, dia menetralkan dirinya agar tenang karena sungguh perlakuan Baekhyun barusan lah yang membuat nya tersedak.

'Memalukan sekali kau ini baru begitu saja! Biasanya juga kau di perlakukan wanita manapun lebih dari sekedar itu' Batin nya menggerutu

Dan mereka pun melanjutkan makan malam itu dengan diselingin obrolan Baekhyun dan Chanyeol perihal keluarga Baekhyun. Dan Chanyeol tau sekarang kenapa Baekhyun bersikap dingin dan bahkan tidak memperhatikan pola makan dan kesehatan tubuh nya sendiri.

Dan Baekhyun entah kenapa dia dengan tenang bercerita pada Loey, padahal dia hanya baru bertemu untuk yang kedua kalinya dengan Loey. Entah kenapa dia seperti bertemu dengan seseorang yang mengerti dirinya, seperti dia menemukan orang yang selama ini Baekhyun cari-cari untuk mencurahkan seluruh keluhan nya selain pada Luhan.

Soal Luhan entah bagaimana yang terjadi Baekhyun sudah lama tidak mendapat kabar dari Luhan, semenjak Luhan pergi ke China untuk menyelesaikan studi nya 1 tahun yang lalu. Dia sangat merindukan sahabat mungil nya itu, ya mereka sama-sama mungil nya.

Ketika Chanyeol sudah siap untuk berpamitan pulang pada Baekhyun, entah mungkin dewi keberuntungan sedang berbaik hati padanya, saat Baekhyun berniat mengantar Chanyeol ke depan apartemen nya, tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat deras disertai petir yang saling bersahutan.

Baik Chanyeol dan Baekhyun, keduanya hanya mematung memperhatikan hujan dibalik jendela apartemen Baekhyun.