Happy Reading…..

.

.

"Kau bisa tidur dikamarku dan aku akan tidur disini," Baekhyun keluar dari kamar nya membawa selimut dan bantal.

"Tidak, kau tidur dikamar aku yang akan tidur disini," Chanyeol mengambil alih selimut dan bantal di tangan Baekhyun.

"Ani! Kau itu tamu, sudah selayaknya kau tidur ditempat yang nyaman bukan di sofa," Baekhyun menarik selimut yang dipegang Chanyeol namun Chanyeol tidak melepasnya.

"Tidak Baek, aku ini lelaki mana mungkin membiarkan seorang wanita tidur di sofa itu tidak jantan bagiku," Chanyeol kembali menariknya.

"Tapi kau tamu," kembali Baekhyun menarik selimut nya.

"Tidak apa-apa biar aku saja,"

"Aku saja,"

"Baek aku saja,"

"Tidak Loey aku saja,"

Akhirnya terjadilah adegan tarik-menarik sebuah selimut dan bantal yang saling diperebutkan oleh mereka. Baekhyun memutuskan menyuruh Chanyeol menginap mengingat diluar hujan turun dengan sangat deras. Toh sepertinya Chanyeol orang baik, pikir Baekhyun.

Mereka masih saling memperebutkan perihal siapa yang tidur dikamar dan yang tidur di sofa, sampai akhirnya tarik menarik selimut itu selesai karena Baekhyun yang pusing dan oleng sehingga terjungkal ke atas sofa dengan tubuh Chanyeol yang menindih nya.

Dan bibir mereka bersentuhan.

Kedua nya terdiam kaku dengan saling mengerjap karena kaget. Bibir Chanyeol mendarat tepat di bibir mungil Baekhyun. Sebuah ciuman singkat walau hanya menempel tapi tetap saja itu adalah sebuah ciuman.

Chanyeol menjadi orang pertama yang memutus kontak, dia bangkit dengan canggung berdehem. Baekhyun yang canggung melupakan sejenak pusing dikepala nya dan berdiri disamping Chanyeol.

"Baiklah kau saja yang tidur di sofa," Baekhyun memberikan selimut pada Chanyeol dan meninggalkan nya begitu saja sedikit berlari ke arah kamar karena malu.

Chanyeol yang melihat langkah Baekhyun yang terburu-buru tersenyum kecil, hatinya menghangat dan perasaan nya terasa semakin besar tumbuh di dalam hatinya.

"Astaga jantungku," Chanyeol mengelus dadanya yang berdegup sangat kencang karena dia secara tidak langsung baru saja mencium Baekhyun, Byun Baekhyun.

Beruntung sekali bisa mencium bibir mungil Baekhyun, pikirnya dalam hati.

Tidak jauh berbeda dengan Chanyeol yang sedang mengatur degupan jantung nya, Baekhyun sama hal nya, begitu pintu tertutup dia bersandar pada pintu kamar nya memegang dadanya yang juga sama berdegup dengan kencang seperti hal nya Chanyeol.

"Lagi! Jantungku seperti ini lagi," Baekhyun perlahan duduk bersandar pada pintu "Ya tuhan apa yang harus aku lakukan? Aku tidak boleh menyukai nya, dia pantas mendapatkan yang lebih baik dariku, aku tidak boleh menyimpan harapan padanya, tidak tidak, tidak."

Baekhyun tidak mau jatuh cinta pada siapapun saat ini karena itu hanya akan meninggalkan sakit yang mendalam untuk nya.

Baekhyun masih ingat, ketika seorang mantan kekasih nya mengenal kan Baekhyun kepada orang tua nya, dan respon dari orang tua kekasih nya berikan sungguh diluar perkiraan Baekhyun. Baekhyun disiram air putih setelah dipersilahkan duduk oleh kekasih nya, tentu saja dia sangat kaget mendapat sambutan seperti itu dari kedua orang tua kekasih nya.

Baekhyun juga ingat ketika dia akhirnya di usir setelah mendapat penghinaan dari orang tua kekasih nya.

'Dia dulu memang dari keluarga kaya raya, tapi sekarang dia tidak lebih dan tidak kurang adalah seorang gelandangan yang tidak memiliki rumah, dia itu miskin. Eomma tidak mau punya menantu dari kalangan orang miskin seperti dia, tinggalkan dia atau kau Eomma hapus dari daftar keluarga Eomma,'

Hari itu Baekhyun memutuskan untuk pamit pulang dan saat sampai di pintu depan rumah kekasih nya Baekhyun mendengar dengan sangat jelas kekasih nya berkata.

'Mianhae Eomma, aku akan meninggalkan Baekhyun,'

Baekhyun tersenyum getir meratapi nasib nya, dimana dimalam seharus nya orang-orang berbahagia membagi kasih sayang mereka dan berbagai hadiah, dia justru mendapat kan kembali hadiah yang sangat menyakitkan. Dimana dia ditinggalkan kembali oleh orang yang dia sayang tepat di hari natal.

Orang tua Baekhyun meninggal tepat di hari kasih sayang (Valentine) dan kekasih nya meninggalkan Baekhyun tepat dihari natal.

Sejak saat itulah Baekhyun benci hari natal, dan pada hari natal Baekhyun akan selalu menyibukkan diri nya dengan bekerja seharian sampai hari berikutnya berganti.

Tidak terasa air mata Baekhyun menetes mengingat kejadian itu. Baekhyun masih terdiam dalam posisinya, duduk bersandar pada pintu hingga sebuah ketukan menyadarkan dia dari lamunan nya.

"Baekhyun kau sudah tidur?," Baekhyun mengelap air matanya, dan membuka pintu kamar nya walau masih canggung dengan Chanyeol tapi dia berusaha terlihat biasa saja.

"Ada apa?,"

"Kurasa kau belum meminum obat mu bukan?," Chanyeol jelas ingat, kalau setelah makan tadi Baekhyun belum menyentuh obat nya sama sekali.

"Ahh iya aku lupa! Aku akan meminum nya sekarnag," Baekhyun hendak keluar Chanyeol pun bergeser.

"Seharusnya kau tidak melupakan obat mu," pesan Chanyeol

"Mmmmm," Baekhyun hanya bergumam dan mengambil obat yang dia bawa untuk dia minum.

"Baek aku akan tidur duluan, selamat malam," Chanyeol membaringkan dirinya disofa, berusaha untuk tertidur sementara Baekhyun masih meminum obat nya.

Baekhyun berjalan perlahan, menengok sebentar Chanyeol disofa dan lanjut menuju kamar nya, Baekhyun butuh istirahat, badan nya terasa sangat lelah dan tidur adalah jalan keluar nya.

Baekhyun pun ikut menyusul Chanyeol terlelap ke alam mimpi, semoga besok pagi dia sudah sehat dan bisa bekerja kembali seperti sebelum nya. Baekhyun harus bangun dengan tepat waktu besok, mengingat dia akan diberi hukuman oleh bos nya besok.

-o0o-

Kyungsoo menatap tajam Baekhyun yang kini tengah duduk diruangan nya. Chanyeol dan Baekhyun berangkat pagi tadi bersamaan, namun Chanyeol tidak pergi ke rumah sakit bersama dengan Baekhyun. Chanyeol mengatakan kalau dia harus kembali ke apartemen nya dan berganti baju karena dia harus bekerja ditempat lamanya.

Dan kini Baekhyun sedang berada diruangan Kyungsoo.

"Kau tahu Baek, kau membuat kesalahan lagi dan lagi! Aku tahu kau sakit itu bukan kesalahan tapi penyebab sakit mu itu yang salah, kau tahu kan presdir itu menyuruhmu untuk melakukan apa kalau kau sudah sehat?,"

"Ya aku tahu, aku harus menghadap nya dan mendapatkan hukuman darinya," Baekhyun masih tertunduk enggan menatap Kyungsoo, baginya itu hanya akan menimbulkan sakit di hatinya.

Kenapa?

Karena bagaimanapun juga Kyungsoo pernah menjadi orang terdekat nya, sebelum semuanya berubah. Kyungsoo sekarang berubah sikap terhadap Baekhyun.

Dulu, dirinya, Kyungsoo dan Luhan bersahabat sejak mereka duduk dibangku Senior High School. Tapi semuanya berubah sejak orang tua Baekhyun meninggal, perlahan-lahan Kyungsoo mulai menjauhi Baekhyun. Hingga kini hanya Luhan lah yang sedia bertahan menjadi teman nya. Namun sayang Luhan sedang tidak berada di Korea. Setelah tamat Senior High School Luhan memutuskan untuk meneruskan kuliah nya di Negara tirai bamboo yaitu China.

Pada awal masa mereka kuliah, Baekhyun dan Luhan masih sering berhubungan, entah itu telepon atau pun hanya sekedar sms. Tapi setahun kemudian Baekhyun kehilangan kontak Luhan, nomor Luhan mendadak tidak bisa dihubungi dan Baekhyun tidak tau harus menghubungi Luhan kemana. Sesungguhnya Baekhyun kini sangat rindu dengan rusa China nya tersebut.

"Bagus, sekarang pergilah ke ruangan nya dan laksanakan apapun hukuman nya," Kyungsoo berucap sebelum kembali menyibukkan dirinya dengan beberapa berkas.

Saat Baekhyun beranjak dan sudah memegang knop pintu ruangan Kyungsoo, Kyungsoo berujar dengan pelan namun masih bisa didengar oleh Baekhyun.

"Sebagai seseorang yang pernah menjadi temanmu, aku turut prihatin atas apa yang menimpamu, ku harap kau menjaga kesehatanmu karena kalau kau sakit aku tidak bisa memarahimu,"

Baekhyun tahu dari nada bicara Kyungsoo, ada rasa khawatir disana. Walau pun kata-kata yang di ucapkan Kyungsoo seolah mempertegas kalau mereka tidak bisa lagi berteman seperti dulu.

"Hmmm," Baekhyun hanya bergumam dan berlalu dari ruangan Kyungsoo untuk pergi menghadap presdir.

Sementara itu di ruangan Chanyeol, Chanyeol tengah melatih Johnny agar tidak ada kesalahan saat berpura-pura menjadi dirinya.

"Ingat kau jangan sampai merendahkan harga diriku,"

"Kau tenang saja paling aku akan menjatuhkan harga dirimu,"

Sehun dan Johnny saling tertawa kemudian.

"Aku serius hey, kalian jangan bermain-main," Chanyeol semakin gelisah saat tiba-tiba suara telpon di meja nya berbunyi.

"Ya," jawab Chanyeol.

"Tuan, Byun Baekhyun dari bagian Office Girls ingin bertemu dengan tuan," ucap sekretaris nya.

"Tunggu 5 menit, baru dia boleh masuk," ucap Chanyeol yang kemudian menutup telepon nya.

"Cepatlah Baekhyun sudah berada didepan! Yakk Johnny cepat duduk di tempat mu, kau Oh Sehun duduk di sofa atau kau keluar saja kerjakan tugas doktermu,"

"Aku disini saja, aku ingin tahu rencana kalian bagaimana!," Sehun berucap "Kau sendiri mau sembunyi apa tidak Chanyeol?."

"Aku disini saja, aku akan mengaku teman kau Sehun," Chanyeol hendak duduk namun matanya menangkap papan nama dirinya di meja, dengan cepat Chanyeol mengambil papan namanya dan menyembunyikan nya.

"Kenapa disembunyikan?," tanya Johnny heran.

"Bukan kah Park Chanyeol dan Loey itu hampir mirip? Dia akan curiga nantinya, lebih baik dia tidak tahu nama asli presdirnya,"

Dan mereka pun bersiap pada posisi mereka untuk menunggu Baekhyun masuk kedalam.

Tok Tok Tok

"Permisi tuan, saya Byun Baekhyun dari bagian Office Girls ingin menghadap," suara Baekhyun terdengar di balik pintu.

"Ya masuklah," kata Johnny .

Pintu pun terbuka dan munculah sosok mungil yang pagi tadi masih sempat pergi bersama dengan Chanyeol, Chanyeol menatap kedatangan Baekhyun dengan senyuman yang berhasil membuat Baekhyun mengerjap kebingungan.

"Hai Baekhyun!," sapa Chanyeol.

"Kau!," tunjuk Baekhyun "Sedang apa disini?,"

"Aku sedang bertemu dengan temanku, Oh Sehun," tunjuk Chanyeol pada Sehun.

"Hai," sapa Sehun.

"Ahh," Baekhyun membungkuk memberi hormat "Selamat siang dokter Oh,"

"Kalian sudah saling kenal?," Johnny ikut berbicara, dan Baekhyun baru ingat kalau dia kesini untuk menghadap presdir nya.

"Ahh nee sajangnim, saya mengenal teman anda" Baekhyun membungkuk pada Johnny.

"Duduklah! Bukankah kau kesini untuk menerima hukuman dariku," ujar Johnny santai.

Baekhyun pun duduk didepan meja Johnny, mengabaikan Chanyeol dan Sehun yang duduk disofa belakang nya.

"Kau tahu apa kesalahan mu Miss. Byun?" Johnny duduk menyamping, menampilkan aura Presdir yang memang selama ini selalu dia lakukan jika menghadapi karyawan dikantor nya.

"Saya tidak tahu kalau kejadian pingsan saya menjadi sebuah kesalahan menurut anda, hanya saja itu terlalu tidak masuk akal anda menghukum saya karena saya pingsan oleh penyakit magh saya,"

"Kau jelas membuat kesalahan Miss. Byun, kalau kau pingsan karena penyakit magh dan penyakit magh itu disebabkan karena kurang makan, makan tidak teratur, terlalu banyak makan yang tidak sehat, kau bisa membuat rumah sakit ini dalam masalah. Karena akan ada gosip rumah sakit ini tidak memperhatikan kesehatan pegawai nya, atau pun menggaji karyawan nya dengan gaji sedikit. Kau tahu itu, itu merupakan suatu masalah Miss. Byun?" Johnny sedikit menaikkan nada bicaranya, membuat Chanyeol mendelik tajam ke arah nya.

"Ekhem ekhem," Sehun berdehem .

"Maafkan saya jika itu sebuah kesalahan, mulai sekarang saya akan memperhatikan pola makan saya dan makan dengan teratur, juga melakukan pengecekan terhadap kesehatan saya," ujar Baekhyun.

"Kau akan tetap dihukum, hukuman nya setiap sarapan, makan siang dan makan malam kau hasur melaporkan nya padaku,"

Dan itu sukses membuat Baekhyun mendongkak. Bukankah hukumannya sangat tidak masuk akal?.

"MWO?," kaget nya.

"Kenapa? Kau tidak setuju?," Baekhyun tetap diam "Dan satu lagi kalau makan siang kau harus makan siang bersama lelaki bernama Loey itu."

"HAH," itu bukan Baekhyun tapi Chanyeol yang kaget.

Sungguh Chanyeol ingin meninju Johnny saat ini juga, bagaimana bisa dia menyuruh Baekhyun makan siang dengannya, dan ini diluar dari rencana dia dan Johnny.

"Kau harus makan siang dengan nya, terserah kau makan dimana yang jelas aku harus menerima laporan kau makan siang setiap hari, entah itu dengan dia atau tidak kau harus mengatakan nya padaku lewat dia," tunjuk johnny pada Canyeol "Kalian kan sudah saling mengenal tidak ada salahnya bukan?."

Baekhyun menelan saliva nya gugup, kenapa dia merasa aneh disini? Mau menolak pun Baekhyun tidak sanggup, karena ia takut hukuman nya akan bertambah jika dia berbicara lagi ataupun menolak.

"Nee tuan presdir saya akan menjalankan hukuman nya! Berapa lama saya menjalankan hukuman ini?,"

"Mmmmmm berapa lama ya?," Johnny memasang wajah berpikir "Ahh sampai aku bosan mendapat notifikasi dari mu, baru aku akan menyuruhmu berhenti." dan ini juga diluar dari rencana dia dengan Chanyeol. Johnny sepertinya sengaja mengerjai Chanyeol.

Seru rasanya jika mengerjai bocah caplang itu. Pikirnya dalam hati

"Baiklah kalau begitu, saya permisi karena saya harus kembali bekerja," Baekhyun bangkit hendak pergi namun Johnny kembali berbicara.

"Ingat hukuman mu hari ini sudah berjalan dan makan siang nanti aku harus mendapat laporan nya darimu," Johnny menulis no ponsel dan memberikan nya pada Baekhyun "Sms saja ke nomor itu."

Itu adalah nomor Chanyeol yang memang untuk Johnny berikan pada Baekhyun. Setelah kepergian Baekhyun dari ruangan Chanyeol. Johnny tertawa terbahak-bahak di kursi kebesaran Chanyeol.

"Hahahaha lihat muka mu itu Loey, kenapa kau seperti ingin mamakanku hidup-hidup?,"

"Kenapa kau menyuruh Baekhyun makan siang denganku? Kau tahu kalau pegawai yang lain bisa mengenali ku," Chanyeol sudah berdiri dan mengacak rambut nya frustasi "Aiishhh kau gila Johnny."

"Hei kau kan bisa makan siang di atap dengan nya," Saran Sehun dan Chanyeol langsung menengok Sehun.

"Kau benar, aku baru ingat." ucap nya.

"Dasar otak udang, sempit sekali sampai kau tidak bisa berpikir ke arah sana," ucap Sehun santai yang berhasil membuat dia mendapat lemparan bantal di muka nya.

"Apa yang kau katakan huh?," geram Chanyeol.

"Seharusnya kau berterima kasih pada Johnny, bukan kah dengan begitu kau bisa lebih dekat dengan Baekhyun-mu itu," Johnny ikut manggut-manggut membenarkan perkataan Sehun.

"Ahhhh aku harus kembali ke kantor ku, tugas ku sudah selesai disini" Johnny bangkit "Ingat jangan sampai dia tahu nomor ponsel mu ada dua." Johnny mengingatkan.

"Iya aku tahu! Sudah sana kembali ke asalmu, terima kasih bantuan nya," Chanyeol mendorong kedua teman nya keluar dari ruangan nya.

"Yakk yakk setelah kami membantumu kami dibuang begitu saja? Dasar tiang jemuran." ledek Sehun.

"Awas kalau kau butuh bantuanku lagi, aku tidak akan membantumu." ancam Johnny yang sama sekali tidak didengar kan Chanyeol.

"Bla, bla, bla, kalian sangat berisik cepat keluar! Aku harus berpikir dan mencari alasan lain saat bertemu Baekhyun nanti," dan ketiga nya pun keluar dari ruangan Chanyeol.

Sehun yang kembali ke tugas nya sebagai dokter, Johnny yang kembali ke kantor nya dan Chanyeol yang menunggu Baekhyun di atas atap.

Sebenarnya Chanyeol belum mendapat sms apapun dari Baekhyun, tapi entah kenapa dia merasa kalau Baekhyun akan makan siang di atas atap. Mengingat Baekhyun tipe orang yang pendiam dan sudah dipastikan dia makan selalu sendirian.

Dan benar saja, tidak lama setelah jam makan siang tiba, Baekhyun naik ke atas atap dengan ponsel ditangan nya untuk mengirim pesan kepada nomor yang presdir nya berikan.

Saat pintu menuju ke atap dibuka, Baekhyun tidak memperhatikan sekitar sampai dia tiba di kursi ia kaget dengan sosok Loey yang sudah duduk disana.

"Hai!," sapa nya.

"Kenapa kau ada disini?," Baekhyun berjalan mendekat dengan canggung.

Ketika melihat wajah Chanyeol, matanya jatuh ke bibir kissable tersebut. Baekhyun langsung teringat ciuman nya tadi malam dengan Chanyeol, dan itu berhasil membuat pipi Baekhyun langsung merona. Tapi dengan sigap dia langsung merubah ekspresi wajahnya agar Chanyeol tidak menyadari bahwa dia sedang tersipu malu.

"Bukan kah presdir mu menyuruh kau makan siang denganku maka dari itu aku kesini, karena aku yakin kau akan makan siang disini sendirian! Betulkan?," ucap Chanyeol.

Baekhyun pun duduk disamping Chanyeol.

"Tidak, aku makan bersama burung-burung yang lewat disekitar sini," bantah nya

"Hei mereka cuma lewat bukan menemani mu," Chanyeol sedikit menengok ke arah kotak bekal Baekhyun, namun disana hanya ada roti sandwich sesuai dugaan nya.

Karena tadi pagi mereka juga Cuma sarapan itu di apartemen Baekhyun, itu berarti Baekhyun membawa sisanya untuk dijadikan makan siang nya. Chanyeol menghela nafas pelan melihat nya, akhirnya dia mengambil kotak makan Baekhyun dan menukar nya dengan kotak makan siang nya.

"Mulai sekarang kita akan bertukar menu makan siang, kau makan punya ku dan aku akan memakan punya mu,"

"Heii kenapa begitu? Kembalikan punyaku," Baekhyun menyimpan kotak makan siang Chanyeol dan berusaha mengambil sandwich nya.

"Tidak, pokoknya kita bertukar menu." Chanyeol langsung melahap sandwice buatan Baekhyun yang ada di tangan nya.

"Yakk kenapa kau memakan nya?," Baekhyun menatap Chanyeol dengan wajah kesal nya.

"Makan itu! Kan kita bertukar makanan," Chanyeol membuka kotak makan siang nya dan menyuruh Baekhyun memakan nya "Ini buatanku semoga kau menyukai nya."

"Nasi goreng ham?,"

"Iya ! Kenapa kau tidak suka?,"

"Bukan begitu," Baekhyun pun memakan nasi goreng ham buatan Chanyeol, dan matanya langsung berbinar begitu satu suap nasi goreng itu masuk ke mulut nya "Ini enak sekali! Kau pandai memasak rupanya." celetuk nya/

"Tentu saja, aku terbiasa hidup sendiri mana mungkin tidak bisa memasak," bangga Chanyeol.

"Ya, ya, ya, terima kasih nasi goreng nya," angguk Baekhyun

"Makan pelan-pelan! Oh iya kenapa kau tidak makan siang di kantin?," Chanyeol masih mengunyah sandwich nya.

"Dikantin orang-orang bukan hanya makan, tapi mereka juga bergosip dan aku tidak suka bergosip, hanya membuang-buang waktu saja. Aku lebih suka sendirian."

"Ya kau benar, bergosip hanya membuang-buang waktu dengan membahas yang tidak penting."

"Kau jadi bekerja disini?,"

"Sepertinya! Aku juga bisa dekat dan makan siang denganmu jika bekerja disini." celetuk Chanyeol yang lagi-lagi berhasil membuat rona merah di pipi Baekhyun.

"Kau ditugaskan dibagian apa?," Baekhyun berusaha menetralkan dirinya agar tidak membuat nya malu didepan Chanyeol, walau sebenarnya Chanyeol jelas melihat rona merah di pipi Baekhyun. Hanya saja dia memilih diam dan menikmati pemandangan indah wajah Baekhyun didepan nya.

"Dokter umum! Membantu dokter lain sepertinya, aku takkan sering bertemu dengan mu diluar jam makan siang," bohong Chanyeol "Kita akan bertemu saat jam makan siang seperti sekarang ditempat ini, karena aku juga menyukai tempat ini."

"Ya disini memang menyenangkan," Saat Baekhyun menoleh, tiba-tiba Chanyeol wajah sudah berada didepan wajahnya. Baekhyun mengerjap dengan cepat karena kaget.

"Kau ini sudah kubilang makan secara pelan-pelan!," Chanyeol mengambil sebutir nasi yang ada disudut bibir Baekhyun, dan memakan nya tanpa merasa jijik sama sekali membuat Baekhyun tersedak dan bangkit dari duduknya.

"Uhuk uhuk," Chanyeol yang panik segera memberi Baekhyun air minum dan perlahan-lahan mengelus punggung Baekhyun.

"Kau baik-baik saja?," tanya nya hawatir, Baekhyun mengangguk sebagai jawaban setelah selesai minum dia menatap Chanyeol.

"Kenapa melakukan itu?," ucap Baekhyun sedikit berteriak.

"Melakukan apa? Aku tidak melakukan apa-apa?,"

"Kau," tunjuk Baekhyun "Yang kau lakukan tadi, jangan kau lakukan lagi!."

"Yang mana?," Chanyeol memasang wajah polos nya "Ahhh yang mengambil makanan di sudut bibirmu?."

"Hmmmm," angguk baekhyun cepat "Jangan lakukan itu."

"Kenapa? Aku hanya,,"

"Pokoknya jangan lakukan lagi aiishhhhh," Baekhyun meremas rambut nya.

"Ahhhh kau malu? Apa gugup? Ahhh jangan-jangan kau tersanjung karena lelaki tampan sepertiku memperlakukan mu seperti itu?," Chanyeol tertawa pelan menutup mulut nya.

Baekhyun mendelik pada Chanyeol dengan pipi yang merona bak kepiting rebus "Lupakan jangan membahas nya,"

Baekhyun kembali duduk dan merapikan makanan nya "Aku harus kembali bekerja, sampai jumpa,"

"Hei hei, makan siang mu belum selesai jangan pergi dulu! Kau bahkan belum meminum obat mu," teriak Chanyeol namun Baekhyun sudah berlari kecil meninggalkan nya

Chanyeol tertawa dengan wajah senang jelas terpampang di wajah nya.

"Ahh manisnya," tak henti-henti nya Chanyeol tersenyum layaknya orang gila, membayangkan wajah merona Baekhyun saat dia mengerjai nya.

Namun belum lama kebahagian yang dia rasakan, ponsel tiba-tiba berbunyi mengganggu acara tersenyum gila nya.

Singa Tua Is Calling

"Mau apa singa tua ini menelponku," Chanyeol menatap tidak suka telepon dari ayah nya. Ya Chanyeol menamai ayah nya dengan nama singa tua diponsel nya.

"Ada apa menelponku," tanya Chanyeol to the point

"Apa seperti itu sapaan seorang anak terhadap ayah nya?," gerutu ayah nya disebrang sana.

"Cihh! Sudah langsung ke intinya saja, kenapa menelponku,"

"Pulanglah kerumah malam ini! Akan ada temen appa yang berkunjung ke rumah,"

Chanyeol jelas tau maksud dari kata 'teman appa yang berkunjung ke rumah' karena bukan sekali dua kali ayah nya menyuruh Chanyeol pulang ke rumah nya .

"Aku kan sudah bilang, biarkan aku mencari sendiri calon istriku, aku tidak suka kau menjodoh-jodoh kan ku seperti ini! Jika kau terus memaksaku seperti ini aku tidak akan pulang kerumah sama sekali, aku tidak akan mau menikah dengan orang yang bukan pilihanku."

"YAKK PARK CHANY..," telepon itu terputus karena Chanyeol memutuskan nya secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari ayah nya.

"AARRRGHHHHH," teriak Chanyeol sambil mengacak rambut nya "SIALAN."