Happy Reading…..
.
.
"Isssshhh.. Apa-apaan dia? Kenapa dia melakukan itu? Dan kenapa dengan jantungku? Aarrgh lama-lama dia bisa membuatku gila,"
Baekhyun berlari meninggalkan Chanyeol sendirian diatap. Jujur saja karena insiden tersebut, Baekhyun sangat malu dan salah tingkah dengan perlakuan Chanyeol, bahkan dia sampai lupa menghabiskan bekal makan siang yang diberikan oleh Chanyeol.
Baekhyun berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju loker, dimana ruangan tersebut juga berfungsi sebagai ruang istirahat semua pegawai kebersihan. Sesampainya Baekhyun diruangan tersebut Baekhyun duduk disalah satu tempat disudut ruangan dan langsung menghabiskan bekal yang telah diberikan oleh Chanyeol.
Baekhyun memakan bekalnya dengan sangat nikmat, suap demi suap. Nasi goreng ham buatan Chanyeol sangat enak, Baekhyun sudah lama tidak merasakan makanan seenak ini.
Setelah Baekhyun selesai makan, dia berjalan menuju lokernya dan mengambil obat yang ia taruh di dalam tasnya. Baekhyun segera melanjutkan pekerjaannya karena memang waktu istirahat makan siang sudah habis.
Sementara Chanyeol masih betah berada di atas atap rumah sakit, suasana atap yang sejuk dengan adanya sebuah pohon membuat dia enggan beranjak dari sana, dengan senyuman manis yang hingga kini masih terukir dibibirnya. Dan semua itu karena gadis mungilnya Byun Baekhyun.
Memang hanya Baekhyun yang mampu membuat Chanyeol tersenyum sendiri seperti orang gila, tingkah Baekhyun yang sangat menggemaskan, rona merah dipipi Baekhyun ketika berhasil di goda oleh Chanyeol, itu semakin membuat kecantikan seorang Byun Baekhyun bertambah. Sehingga Chanyeol tidak bosan-bosannya mengerjai gadis itu.
Tapi semua kesenangan itu dirusak dengan satu panggilan telepon dari ayah nya. Seketika suasana hati Chanyeol langsung memburuk.
"Kenapa si tua bangka itu menelpon ku terus, padahal sudah berkali kali aku peringatkan bahwa aku tidak mau kembali kerumah dan aku tidak mau dijodohkan. Lihat saja, kalau sampai dia menjodohkanku lagi aku akan membuat bisnis nya bangkrut"
Hubungan Chanyeol dan ayah nya memang tidak baik. Ayah Chanyeol yang bernama Park Yoochun, merupakan seorang pengusaha sukses yang memiliki saham dan perusahaan dimana-mana.
Perusahaan keluarga Park adalah perusahaan no 1 yang paling maju di korea, Chanyeol memiliki seorang ibu bernama Im Yoona, yang memiliki hati yang sangat lembut, penyayang dan juga penyabar, limpahan kasih sayang nya tidak pernah putus dia berikan kepada Chanyeol.
Hubungan Chanyeol dan ayahnya sendiri mulai merenggang ketika Yoona, Eommanya Chanyeol meninggal dunia. Yoona meninggal karena mengidap penyakit kanker lambung ,dan Chanyeol selalu saja menyalahkan diri nya sendiri atas kematian Yoona karena dia tidak bisa menyelamatkan nyawa sang ibu.
Sedangkan Park Yoochun, tidak sedikitpun peduli kepada Yoona, karena Yoochun hanya mementingkan bisnisnya. Dia melupakan kewajiban nya untuk melindungi keluarga nya. Ketika Yoona merenggang nyawa di rumah sakit, Yoochun tidak berada di Korea, namun ia berada di luar negeri untuk mengurusi perusahaan nya. Tak lama setelah Yoona meninggal, Park Yoochun menikah lagi dengan seorang janda kaya yang bernama Kim Seohyun.
Chanyeol murka terhadap ayahnya, dia pergi dari rumah. Memilih tinggal di sebuah apartemen yang dibelinya dengan hasil keringat nya sendiri selama ia menjadi dokter, dan ia tidak pernah menginjakkan kaki lagi di mansion keluarga Park, ia memilih meneruskan jejak kakeknya menjadi seorang dokter.
Kakek Chanyeol lah yang memiliki rumah sakit Haneul Hospital, dan tentu saja Chanyeol adalah cucu kesayangan nya. Beliau mewariskan rumah sakit tersebut kepada Chanyeol, bahkan Chanyeol lebih dekat dengan kakeknya daripada dengan Park Yoochun, ayahnya sendiri.
Belakangan ini Park Yoochun kembali mengusik hidup Chanyeol, ayah nya sering menelpon Chanyeol menyuruh Chanyeol untuk pulang kerumah, karena dia ingin menjodohkan Chanyeol dengan seorang gadis pilihan ayahnya.
Yoochun berpikir bahwa usia Chanyeol sudah matang dan sudah sepantasnya untuk menikah, dan tentu saja dengan perempuan yang sederajat dengan mereka. Yoochun ingin menjodohkan Chanyeol dengan seorang gadis cantik, anak dari kenalan nya, seorang pengusaha sukses dari China.
-o0o-
Baekhyun masih berkutat dengan pekerjaan nya mengepel lantai rumah sakit yang tiada habisnya. Sesekali dia mengelap keringat didahinya, terkadang dia bersandar pada dinding untuk sekedar menghilangkan rasa penat sambil meminum seteguk air dari botol minuman yang selalu dibawanya setiap hari.
"Sampai kapan aku harus bekerja seperti ini?" Mungkin jika Baekhyun bisa mengeluh, ia ingin mengeluh jika pekerjaan ini sangat melelahkan, gaji nya hanya memang cukup untuk membayar uang sewa apartemen dan sisanya ditabung untuk membiayai kuliah nya nanti.
Tekad nya masih sama, dia harus menyelesaikan kuliah nya, ia tidak mau jika kelak dia harus membesarkan anaknya dengan hasil bekerja sebagai office girls, karena itu tidak akan cukup jika dia ingin masa depan anak nya kelak lebih cerah dari dirinya.
"Baekhyun hwaiting! Kau tidak boleh mengeluh, ingat lah orang tua mu tidak mengajarimu seperti itu, kau harus kuat Baekhyun kau harus yakin bahwa Tuhan tidak pernah tidur." ucap Baekhyun untuk menyemangati diri nya sendiri.
Tanpa terasa waktu bergulir dengan cepat, waktu telah menunjukkan pukul lima sore, sudah waktunya ia untuk pulang kerumah, karena sebentar lagi adalah waktunya pergantian shift malam. Baekhyun segera membereskan alat bersih-bersihnya, menyimpan nya di gudang dan ia bergegas menuju loker mengambil coat dan tas selempang nya.
Baekhyun berjalan menyusuri trotoar, seraya bersenandung kecil menuju halte bis yang terletak di depan rumah sakit. Masih sambil bersenandung Baekhyun duduk di halte bis, menunggu bis yang sebentar lagi datang.
Namun tak lama setelah Baekhyun duduk, datang sebuah mobil yang menghampiri Baekhyun. Baekhyun penasaran mobil siapakah yang kini tengah berhenti di depan nya, namun setelah si pengemudi menurunkan kaca mobilnya, Baekhyun terkejut melihat orang yang berada di balik kemudi.
Orang itu adalah Chanyeol, orang yang seharian ini telah membuat jantung Baekhyun berdetak kencang.
"Loey?," gumam Baekhyun.
"Masuklah! Aku akan mengantarmu pulang," ujar Chanyeol. Baekhyun masih diam ditempat nya "Ayolah masuklah saja ke mobilku, aku akan mengantarmu pulang Baekhyun, dan tidak ada penolakan." ancam nya
"Tapi Loey,," baekhyun menjawab Chanyeol dengan ragu-ragu. Sebenarnya dia sangat ingin pulang bersama Chanyeol, tetapi ketika dia teringat kejadian diatas atap membuatnya malu setengah mati.
Akhirnya Chanyeol keluar dari mobil nya dan menarik Baekhyun dari duduk nya.
"Sudah masuk saja Baekhyun, kan sudah ku bilang tidak ada penolakan," ujar Chanyeol sambil membukakan pintu mobilnya untuk Baekhyun. Baekhyun pun segera masuk ke dalam mobil Chanyeol karena dengan sedikit paksaan dari Chanyeol, padahal dalam hatinya dia tidak menolak sedikitpun.
Setelah Baekhyun masuk ke dalam mobil, Chanyeol segera menjalakan mobilnya menuju apartemen Baekhyun. Tidak ada terjadi percakapan diantara mereka berdua, hanya suara dari mp3 mobil Chanyeol yang menjadi pengiring perjalan mereka.
"Loey,"
"Baek,"
Mereka memanggil nama mereka secara bersamaan, dan itu berhasil membuat mereka tersenyum tersipu malu.
"Kau duluan Baek, ada apa hmm?," Tanya Chanyeol
"Ani, aku cuma ingin bertanya kenapa kau masih berada di rumah sakit, apakah kau tidak bekerja?," Baekhyun penasaran dengan Chanyeol kenapa masih ada di sekitar area rumah sakit pada jam segini, padahal tadi siang dia sudah kesini.
"Aku sudah pulang bekerja Baekhyun, sekarang sudah waktunya pergantian shift," Chanyeol melirik sekilas ke arah Baekhyun "Kebetulan saat aku melewati jalan ini aku melihatmu, makanya aku berhenti dan menawarkan untuk mengantarmu pulang. Aku khawatir melihatmu naik bis sendirian! Ini sudah hampir malam, tidak baik seorang gadis ber-pergian seorang diri! Tidak kah kau takut di culik oleh om-om hidung belang? Kau bisa jadi di jual nantinya, apa lagi tubuhmu itu seperti siswa SMA, tidak akan ada yang mengira kalau kau sudah menginjak umur kepala 2," ujar Chanyeol sambil tertawa.
"Tubuhku tidak seperti anak SMA, Loey-ssi," Baekhyun mengerucutkan bibirnya dan tanpa sadar ia memukul - mukul lengan chanyeol.
Namun setelah sadar atas perbuatan nya Baekhyun langsung menundukkan kepala dalam-dalam, mukanya kini memerah seperti udang rebus. Chanyeol yang melihat hal tersebut semakin gencar menjahali baekhyun.
"Aigoo uri Baekhyunie merajuk hmm, tidak baik marah-marah seperti itu, nanti kau cepat tua, kalau cantiknya hilang bagaimana?,"
Baekhyun semakin mengerucutkan bibirnya mendengar penuturan Chanyeol, padahal jantung nya sudah berdetak tidak karuan menerima perlakuan Chanyeol yang sangat manis. Sedangkan Chanyeol tidak berhentinya tertawa melihat Baekhyun yang merajuk, dan semakin gemas melihat bibir Baekhyun yang mengerucut. Rasanya dia ingin segera menyambar bibir manis tersebut.
'Tahan Chanyeol tahan, kau tidak boleh gegabah, perjuangan mu untuk mendapatkan hati Baekhyun tinggal sedikit lagi' ujar Chanyeol dalam hati.
Tidak lama berselang mereka telah sampai di apartemen Baekhyun, Baekhyun segera keluar dari mobil setelah mengucapkan terimakasih kepada Chanyeol, ia segera masuk kedalam apartemen nya. Baekhyun sempat menawarkan Chanyeol untuk sekedar minum teh di apartemen nya, namun Chanyeol menolak karena hari sudah mulai malam.
Chanyeol meninggalkan apartemen Baekhyun degan segala macam wejangan nya, seperti mengingatkan jangan lupa makan, jangan lupa minum obat, dan istirahat yang cukup, jangan sampai terlalu lelah, dan masih banyak lainnya. Chanyeol hanya tidak ingin Baekhyun jatuh sakit lagi. Hati Baekhyun menghangat karena sikap hangat Chanyeol.
Cinta memang tidak pernah tahu kapan ia tumbuh, kapan ia datang, karena cinta tumbuh dengan sendirinya, datang dengan tanpa di undang. Buka hatimu ketika cinta itu datang sambut dengan hati yang sama ketika cinta yang datang padamu.
Chanyeol mungkin pernah terluka karena cinta nya yang selalu berakhir dengan kata penghianatan, semua itu terjadi tak lain karena Park Yoochun yang nekad menjodoh-jodohkan Chanyeol, padahal gadis pilihan tuan Park itulah yang membuat Chanyeol berakhir dengan sakit hati, dan disakiti ketika Chanyeol baru memulai untuk menerima pilihan ayahnya.
Sejak itulah Chanyeol mempertegas pada ayahnya, kalau dia tidak mau lagi di jodoh-jodohkan dengan pilihan ayahnya.
Chanyeol memarkirkan mobil nya di basemen parkir apartemen nya, dia menaiki lift untuk sampai ke lantai 6. Sesampainya disana Chanyeol segera memijit kode sandi apartemen nya yang bernomor 104. Namun saat pintu itu terbuka, tiba-tiba lengan kanan dan kirinya sudah ada yang mengapit.
"Apa-apa an ini?," Chanyeol kebingungan begitu melihat dua orang berpakaian jas formal, tubuh tinggi tegap membawa nya keluar dirinya dari apartemen nya tanpa berucap sepatah kata pun.
"Kalian siapa? Dan apa yang kalian lakukan padaku ini hah?," Chanyeol meronta hendak melawan kedua orang itu namun mereka lebih dulu menjelaskan.
"Kami diperintahkan tuan Park untuk membawa tuan muda pulang tanpa ada nya penolakan, mohon untuk tidak melawan karena jika tuan muda melawan, tuan Park telah mengizinkan kami untuk melakukan tindak kekerasan kepada tuan muda" ucap salah satunya.
"Hah," Chanyeol tertawa "Si singa tua itu benar-benar tidak mau mengalah rupanya," Chanyeol kembali meminta mereka melepaskan dirinya "Lepaskan tangan kalian, aku bukan anak kecil yang harus diperlakukan seperti ini!."
Kedua bodyguard itu menatap Chanyeol dengan ragu.
"Aku janji tidak akan kabur, kalian mengatakan padaku kalau aku melawan akan melakukan kekerasan? Dan itu tidak akan terjadi, karena aku masih menyayangi wajah tampan dan tubuh sexy ku ini! Jadi lepaskan, tangan kalian cukup mengganggu."
Kedua bodyguard itu saling melempar tatapan kearah masing-masing.
"Cepatlah aku pegal," keluh Chanyeol, akhirnya kedua bodyguard itu melepaskan tangan Chanyeol "Begini kan lebih baik! Dimana mobil kalian?." tanya Chanyeol.
"Disana," kedua bodyguard itu menunjuk mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka berdiri, dan mereka pun masuk kesana termasuk Chanyeol yang duduk dibelakang.
Sementara di rumah keluarga Park
"Aigoo kau cantik sekali dear," Nyonya Park alias Park Seohyun memeluk seorang gadis anak teman nya.
"Terima kasih imo," jawab nya
Gadis itu menunduk malu, tersenyum dengan sedikit paksaan dihatinya. Sebenarnya dia agak hawatir tentang pertemuan malam ini, entah kenapa dia merasa akan ada sesuatu yang tidak dia inginkan akan terjadi malam ini.
"Duduklah, kalian pasti kelelahan karena baru tiba di Korea siang tadi, namun kami sudah meminta kalian datang malam ini," ucap Yoochun pada ketiga tamu nya.
"Tidak apa-apa, kami sudah cukup beristirahat tadi siang," ketiga orang itu duduk diruang tamu keluarga Park
"Sepertinya putraku akan terlambat, dia sibuk dirumah sakit akhir-akhir ini."
Gadis itu mendongkak mendengar kata-kata tuan Park, sepertinya benar dugaan nya, kalau akan terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan.
"Nak Luhan kau juga mengambil jurusan kedokteran bukan? Kau sudah bekerja sayang? Kalau belum kau bisa bekerja di rumah sakit yang sama dengan putra kami Park Chanyeol," ujar Seohyun pada gadis yang ternyata adalah Luhan.
Luhan sahabat Baekhyun, yang selama ini pergi ke China kini sudah kembali ke Korea. Luhan sempat kaget mendengar nama yang tak asing dipendengaran nya.
'Park Chanyeol? Apa Park Chanyeol sahabat kekasihku?' Batin Luhan.
"Luhan mengambil spesialis apa?," Tanya Yoochun.
"Dokter kandungan," jawab Luhan
"Bagus! Dokter kandungan di rumah sakit kami belum banyak kau bisa bekerja disana nak." Yoochun menganjurkan. Tiba-tiba terdengar suara ribut dari arah pintu masuk rumah keluarga Park.
"Lepaskan, aku bisa berjalan sendiri." teriak suara dari arah pintu depan, yang sangat Yoochun kenali sebagai anak nya.
"Nah ini dia putraku baru datang! Kemarilah Chanyeol kami sudah menunggumu sejak lama," Yoochun berdiri dari duduknya untuk menyambut Chanyeol.
Chanyeol yang melihat pertemuan dua keluarga itu sedang terjadi mendecih tidak suka, dan begitu seorang gadis menengok ke arah nya, keduanya saling bertatapan dengan kedua bola mata mereka yang membola. Mereka terdiam sesaat sampai akhirnya suara Park Yoochun kembali mengintrupsi keterkejutan mereka berdua.
"Duduklah Chanyeol, tidak sopan jika kau terus berdiri seperti itu." perintah ayahnya, namun Chanyeol tidak menurutinya.
"Kau ingin menjodohkan ku dengan dia?," Tanya Chanyeol langsung sambil menunjuk Luhan yang berhasil membuat Luhan semakin kaget.
"Apa?," Luhan melempar tatapan bertanya pada kedua orang tua nya "Apa maksudnya ini Baba, mama?."
"Park Chanyeol, bisakah kau duduk dulu. Jangan bersikap kurang ajar didepan tamuku." Park Yoochun menaikan intonasi suara nya.
"Aku Tanya, apa dia yang kalian jodohkan denganku?," Chanyeol beralih menatap Luhan "Kau tidak tahu Luhan, kalau orang tua mu berniat menjodohkan kau denganku?." Tanya Chanyeol pada Luhan.
"Apa benar itu Baba, mama?," Tanya Luhan lagi pada orang tua nya.
"Kami memang berniat menjodohkanmu dengan Chanyeol, apa kalian sudah saling mengenal?," Tanya tuan Xi. Bukan nya menjawab Luhan justru bangkit dari duduknya dan mengambil tas nya.
"Aku tidak mau perjodohan ini terjadi Baba, mama," Luhan beralih menatap tuan Park "Maafkan saya paman, tapi saya sudah memiliki seorang kekasih. Jadi saya tidak bisa melakukan perjodohan yang anda maksudkan, Permisi," Luhan membungkuk kemudian pergi.
"Luhanie hey tunggu nak," Nyonya Xi hendak mengejar Luhan namun ditahan Chanyeol.
"Saya dengan Luhan saling mengenal dan bahkan kami berteman, tapi saya tidak pernah menginginkan perjodohan ini, maaf." Chanyeol ikut menyusul Luhan pergi meninggalkan kedua orang tua mereka.
Luhan hendak memanggil taxi saat dia sudah berada diluar rumah keluarga Park, namun tiba-tiba saja tangan nya sudah ditarik oleh Chanyeol yang membawa nya masuk kedalam mobil hitam milik keluarga Park.
"Masuklah dulu aku ingin berbicara denganmu," Luhan yang kebingungan hanya menurut saja masuk kedalam mobil, merekapun pergi meninggalkan kediaman keluarga Park.
Diperjalanan Chanyeol memasang wajah kesal dan datar nya. Tidak terpikir dalam benak nya kalau Luhan kekasih Sehun, sahabat nya sendiri yang akan dijodohkan dengan dia oleh kedua orang tua nya.
"Antarkan saja aku ke apartemen Sehun," pinta Luhan.
"Aku memang akan mengantarmu kesana! Jangan mengatakan apapun pada Sehun soal yang terjadi dirumah ku, aku merasa tidak enak padanya! Biar aku yang mengurus soal perjodohan itu. Dan kau tenang saja, perjodohan itu tidak akan terjadi."
"Aku tidak mau dijodohkan denganmu, karena aku mencintai Sehun." Ya, Luhan kekasih Sehun.
Mereka menjalani hubungan jarak jauh selama ini. Hingga sekarang akhirnya Luhan selesai menjalani study nya, ia memutuskan untuk tinggal kembali di Korea. Selain rindu dengan kekasihnya dia juga merindukan sahabat mungil nya, Byun Baekhyun.
"Aku juga tidak mungkin berhianat pada sahabatku sendiri, aku juga mencintai orang lain yang ingin aku bahagiakan." pikiran Chanyeol melayang pada sosok mungil yang akhir-akhir ini memenuhi hati dan pikiran nya, Byun Baekhyun.
Chanyeol bohong jika dia tidak menyukai Baekhyun, karena dia memang menyukai gadis itu semenjak dia bertemu dengan Baekhyun, dan keinginan untuk membahagiakan Baekhyun sangat besar dalam dirinya. Dan dia baru saja mau memulai nya, dengan mulai mendekati Baekhyun. Namun jika ayahnya tahu dia berdekatan dengan Baekhyun yang notabenenya dari kalangan bawah, Chanyeol tidak tahu apa yang akan terjadi pada Baekhyun, karena sudah pasti keselamatan Baekhyun juga akan dipertaruhkan.
Luhan hanya kembali terdiam dengan memandang kosong ke arah luar kaca jendela mobil. Keduanya terlarut dalam pemikiran masing-masing. Chanyeol yang tengah memikirkan bagaimana bisa lepas dari jerat ayah nya sendiri Park Yoochun. Sementara Luhan terlarut dalam pikiran nya yang sudah ingin segera bertemu Sehun, dan memeluknya karena dia sangat merindukan kekasihnya.
Bagaimana nasib persahabatan mereka? Bagaimana dengan Baekhyun saat melihat sahabatnya kembali? Bagaimana Luhan saat melihat keadaan Baekhyun nanti? Bagaimana dengan Chanyeol yang harus berperang kembali dengan ayahnya sendiri? Bagaimana reaksi Sehun jika tahu kekasihnya dijodohkan dengan sahabatnya sendiri?.
Kadang, apa yang kita impikan selalu terjadi diluar dari apa yang kita inginkan.
Seperti yang Chanyeol inginkan, selalu mendapat jalan yang berliku dan hambatan besar ketika semua keinginannya ingin ia wujudkan.
