Happy Reading...
.
.
Baekhyun berlari dengan cepat membuka pintu atap gedung rumah sakit dan menuruni tangga meninggalkan Chanyeol sendirian, Baekhyun menghiraukan Chanyeol yang memanggil namanya berkali- kali. Sesungguhnya Baekhyun tidak bermaksud untuk meninggalkan Chanyeol, tetapi dia tidak tau harus bersikap bagaimana, ia sangat kaget dengan ciuman yang diberikan oleh Chanyeol dan pernyataan cinta dari Chanyeol yang secara tiba-tiba. Baekhyun tidak tau harus menanggapi Chanyeol seperti apa, jadi lebih baik dia pergi sebentar untuk menenangkan hati dan pikirannya.
Baekhyun berlari menuju arah toilet, karena dia yakin Chanyeol tidak akan mengejarnya sampai ke dalam toilet. Ia mencuci muka berkali-kali untuk sekedar menenangkan pikiran nya yang sedang berkecamuk karena ulah Chanyeol.
Sejujurnya Baekhyun ragu, ia ragu akan bagaimana perasaan nya terhadap Chanyeol, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian hati nya telah terbuka untuk lelaki tersebut, perlahan - lahan ia mulai menyukai Chanyeol, ia tersentuh akan kebaikan Chanyeol dan kehangatan yang telah diberikan oleh Chanyeol.
Tapi disatu sisi dia juga ragu, ia merasa tidak pantas untuk berada disisi Chanyeol, mendampingi Chanyeol karena dia hanyalah seorang gadis miskin, selain itu dia juga masih belum bisa menghilangkan trauma terhadap pria kaya karena ulah mantan kekasih nya dahulu yang tega meninggalkan dirinya, karena orang tua nya tidak merestui hubungan mereka karena Baekhyun merupakan gadis yang miskin.
"Kau tidak pantas untuk dia Baekhyun, dia seorang dokter yang pantas mendapatkan yang lebih baik daripada dirimu," ucap nya pada diri sendiri.
Baekhyun menatap pantulan cermin yang menggambarkan wajah nya yang sangat kusut. Setelah ini apa yang harus dilakukan nya terhadap Chanyeol, sungguh ia belum siap untuk menghadapi Chanyeol, mungkin sebaiknya untuk sementara ini dia harus menghindari Chanyeol terlebih dahulu, begitu pikirnya.
Setelah agak tenang Baekhyun merapikan bajunya yang agak kusut, lalu ia meninggalkan toilet dengan sangat berhati - hati, Baekhyun melongok kan kepalanya dari pintu toilet menoleh kiri dan kanan untuk melihat keadaan, setelah di rasa aman dia segera berlalu dari toilet menuju loker untuk mengambil tas nya, dan segera pulang ke apartemennya, karena hari juga sudah menunjukkan sudah hampir malam.
Dalam hati dia berdoa semoga Chanyeol tidak akan menemukannya, dan tidak nekad untuk menemuinya di apartemen.
Setelah ditinggal oleh Baekhyun sendirian diatas atap Chanyeol langsung terduduk diatas kursi yang tadi menjadi tempat tidur Baekhyun. Ia sungguh kecewa karena Baekhyun berlari begitu saja setelah mendengar pernyataan cinta nya tanpa menoleh terhadapnya sedikitpun, bahakan dia telah berkali-kali memanggil nama Baekhyun tapi tetap saja gadis itu hiraukan.
Rasanya ia ingin menangis, ia merasa cinta nya telah ditolak oleh gadis tersebut. Ia mengacak-acak rambutnya untuk melampiaskan rasa kecewanya, dan dia megusap wajahnya kasar sambil sesekali menghela nafas yang sangat dalam.
"Apa aku salah?," tanya Chanyeol pada dirinya.
Dia tidak tau apa yang salah, dia pikir Baekhyun menyukainya karena dari sikap gadis itu selama ini terhadap dirinya. Baekhyun sering tersenyum malu bahkan pipinya sampai merona apabila dia menggoda Baekhyun, ah dan jangan lupa dengan ciuman yang terjadi secara tidak sengaja di apartemen Baekhyun dulu.
Baekhyun tidak marah dan bahkan membiarkan ia menginap di apartemen nya, bukankah itu termasuk dari tanda - tanda menyukai seseorang, karena tidak mungkin membiarkan seorang pria menginap dirumahmu kalau bukan karena kau menyukai pria tersebut, ditambah lagi terkadang baekhyun memberikan perhatian kepadanya begitu pikir Chanyeol.
Dia juga tidak habis pikir kenapa Baekhyun bersikap seperti itu, apakah Baekhyun marah karena ia secara lancang telah mencuri ciuman Baekhyun? tapi bukankah tadi Baekhyun juga menikmatinya bahkan ia membalas ciuman nya atau mungkin pernyataan cinta nya terlalu cepat, sehingga Baekhyun terkejut dan tidak bisa menjawab. Chanyeol berpikir sebaiknya besok ia menemui Baekhyun, dan meminta penjelasan atas sikapnya tadi, semoga besok Baekhyun mau berbicara dengannya.
Baekhyun telah sampai di apartemennya, dia segera membuka baju, memasukkan baju nya kedalam keranjang baju kotor dan mengambil handuk untuk segera membersihkan dirinya. Selama baekhyun berada dikamar mandi dia masih teringat dengan kejadian tadi sore antara dirinya dengan chanyeol.
Tapi dia tidak mau berlarut-larut dengan pikiran nya tersebut, dia segera mengambil shampoo dan sabun untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Setelah selesai membasuh semua sisa sabun di tubuhnya baekhyun meraih handuk dan bergegas keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaian nya, ia ingin cepat-cepat tidur berharap bisa melupakan kejadian tadi sore sejenak.
Setelah mengecek semua jendela dan pintu serta menguncinya dengan rapat, Baekhyun segera beranjak naik merebahkan tubuhnya ke atas kasur yang sempit. Ia mulai memejamkan matanya, namun bukannya tidur dia malah semakin terbayang dengan kejadian Chanyeol mencium dirinya tepat di bibir. Baekhyun sebenarnya malu ketika dia tadi telah membalas ciuman Chanyeol, bahkan ia meremas kemeja chanyeol dan sangat menikmati ciuman dari lelaki tersebut, ia tidak sadar bahwa pipi nya perlahan telah menghangat dan menghasilkan warna merah seperti kepiting digoreng bahkan jantung nya telah berdetak dengan sangat kencang.
Baekhyun tidak tahan dia mengambil bantal untuk menutupi wajahnya, dan berteriak sekencang-kencangnya untuk melampiaskan perasaan yang membuncah didalam dirinya.
"AARGGGHHHHHH SIAL SIAL SIAL,"
Baekhyun sejujurnya mengakui bahwa ia mulai menyukai pria tersebut, bahkan ia mulai mencintai Chanyeol. Hanya saja ia belum berani untuk berkomitmen dengan siapapun.
-o0o-
Chanyeol terbangun di apartemen nya ketika jam telah menunjukkan pukul 6 pagi, padahal ia baru saja terlelap jam 3 tadi, ia tidak bisa tidur karena memikirkan baekhyun, ia juga memikirkan bagaimana caranya untuk membujuk Baekhyun agar mau berbicara kepadanya. Dengan langkah yang lesu ia bangun dari tempat tidurnya lalu mencuci muka dan pergi kearah dapur, ia berniat untuk menyiapkan bekal makan siang untuk Baekhyun sekaligus menyiapkan sarapan paginya sebelum ia pergi ke rumah sakit.
"Semoga kau menyukainya Baekhyun," ucap nya semangat. Setelah ia selesai memasak dan memasukkan bekal ke tempatnya ia lalu bersiap-siap mandi membersihkan diri dan segera pergi kerumah sakit.
Chanyeol memakirkan mobilnya di depan halaman rumah sakit, ia berjalan dengan langkah tegap memasuki lobby rumah sakit, tak lupa dengan tempat bekal untuk Baekhyun yang bergambar rilakuma yang ditenteng olehnya, dan lihatlah para wanita yaitu pasien maupun suster dirumah sakit tidak sedikitpun mengalihkan pandangan nya dari Chanyeol.
Sedangkan Chanyeol sendiri tidak menghiraukan tatapan wanita-wanita itu sedikitpun, ia berjalan lurus sambil mata nya melirik untuk mencari keberadaan Baekhyun. Sebenarnya hati nya sangat resah tetapi hal itu berhasil ditutupinya dengan menampilkan tampang yang datar.
Chanyeol masih saja berkeliling rumah sakit untuk mencari keberadaan Baekhyun, namun hasilnya nihil, dia tidak menemukan baekhyun sama sekali ia juga tidak berani bertanya kepada staff rumah sakit, karena kalau ia bertanya keberadaan Baekhyun kepada staff maka akan terjadi kehebohan karena untuk apa seorang Park Chanyeol yang notabene adalah presdir rumah sakit, mencari seorang Byun Baekhyun yang hanya merupakan office girls.
Akhirnya dengan rasa kekecewaan nya chanyeol memutuskan untuk kembali ke ruangan nya, mungkin hanya sekedar untuk menenangkan diri. Chanyeol menduduki kursi kerjanya dan mengeluarkan hp dari sakunya, ia mencoba menghubungi Baekhyun berkali-kali namun hanya rasa kecewa yang didapatinya karena nomor Baekhyun ternyata tidak aktif.
Ia melempar hp nya ke atas meja, ia kesal memikirkan kemana perginya Baekhyun, apakah Baekhyun benar-benar menghindarinya dan tidak mau bertemu dengan nya lagi. Namun setelah ia pikirkan lagi mungkin sebaiknya nanti saja ia mencari Baekhyun lagi, toh hari ini masih panjang, bahkan ini masih pagi.
Baekhyun hari ini berangkat pagi-pagi sekali menuju rumah sakit, dia sengaja berangkat pagi pagi untuk menghindari Chanyeol, karena ia masih belum siap untuk bertemu dengan Chanyeol. Baekhyun sampai dirumah sakit pukul tujuh tepat sesampainya ia disana ia langsung melaksanakan tugas nya sebagai office girls.
Ia mengerjakan tugas nya dengan perasaan waswas sambil melirik kesana kemari karena ia takut jika tiba-tiba Chanyeol menghampirinya, dan benar saja saat ia sedang mengepel lantai dia mendengar suara ribut-ribut wanita yang berteriak karena melihat Chanyeol. Saat ia melihat Chanyeol baru saja datang, baekhyun segera bersembunyi di balik tiang yang berada di dalam lobby dan untung saja Chanyeol tidak menemukannya.
"Mianhe Loey-ah, aku belum siap untuk bertemu denganmu," tanpa terasa air mata meleleh di pipi Baekhyun ia meremas dadanya yang mendadak sakit dan ia hanya bisa menatap Chanyeol dari jauh dengan tatapan sendu. Yang Baekhyun tahu, Chanyeol terkenal karena ketampanannya, padahal yang sebenarnya Chanyeol dikenali bahkan digilai wanita bukan hanya karena dia tampan, tetapi karena dia juga merupakan presdir Haneul Hospital.
Chanyeol masih termenung dikursinya, dan masih saja pikiran nya tidak bisa lepas dari Baekhyun, namun tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara dering handphone nya, setelah melihat nama pemanggil di layar handphone nya, dia segera meangangkat telepon tersebut.
"Yeob.," belum sempat ia mengatakan yeobseyo namun perkataan nya langsung dipotong oleh si penelpon.
"Loey aku membutuhkan bantuanmu,"
"Yakk kau tidak sopan tiba-tiba menelpon meminta bantuan bahkan tidak mengucapkan salam, ani, ani jangan kan mengucapkan salam kau bahkan memotong perkataan ku,"
"Sudah lah aku sangat membutuhkan bantuanmu dan ini Emergency, bantu aku mengeporasi salah satu pasien yang saat ini sedang kritis karena kecelakaan,"
"Aish memang nya dokter lain kemana sehingga aku harus ikut turun tangan, kau tau aku sudah lama tidak berada dimeja operasi Sehun,"
Ternyata yang menelpon adalah Oh Sehun, bukannya Chanyeol tidak mau membantu teman nya tersebut hanya saja kepalanya sedikit pusing memikirkan Baekhyun yang tiba-tiba menghilang tidak dapat ditemukan, dan tentunya karena ia juga semalam kekurangan tidur.
Lihatlah Baekhyun betapa berpengaruh nya dirimu didalam hidup Chanyeol, sehingga membuat lelaki itu uring-uringan seharian.
"Kalau ada dokter lain yang sehandal dirimu aku tidak akan meminta bantuanmu bodoh, aku terpaksa ini saja"
"Sialan kau bocah,"
"Sudah pokoknya aku tunggu kau diruang operasi sekarang juga, dan ingat jangan lama-lama kalau kau tidak mau melihat pasien mu mati," Sehun langsung menutup telponnya sepihak bahkan ia tidak membiarkan Chanyeol membalas perkataan nya sedikitpun.
"Yakk Oh Sehun sialan ,beraninya dia mengatai ku bodoh, awas saja dia nanti akan ku balas." Chanyeol segera memakai jas dokternya dan berlari menuju ruang operasi.
Didalam ruang operasi Chanyeol melihat Sehun yang sedang mempersiapkan diri memakai baju khusus operasi, lalu ia mengikuti apa yang dilakukan oleh Sehun.
"Apa yang terjadi? bagaimana keadaan pasien?,"
"Kita harus menangani pasien yang mengalami kecelakaan beruntun akibat melanggar rambu lalu lintas, kepalanya terbentur setir mobil sehingga menyebabkan pendaharan dan ada sedikit pembekuan darah, jadi kita harus mengoperasinya dan mengeluarkan darah beku tersebut," Sehun menjelaskan keadaan pasien yang akan ditangani oleh mereka berdua.
"Arraseo! Tapi aku sedikit gugup Sehun aku sudah lama sekali tidak memasuki ruang operasi, kau tau lah pekerjaan aku belakangan ini hanya seputar tentang berkas-berkas dan juga keadaan ku sekarang tidak dalam kondisi yang bagus,"
"Aku yakin kau bisa Loey, kau kan lulusan kodekteran terbaik, aku percaya dengan kemampuanmu, bahkan kemampuan mu kan lebih hebat dariku, mari kita berdoa saja semoga operasi ini berjalan dengan lancer,"
Sebelum mereka mamasuki ruang operasi mereka saling menyemangai masing-masing, dan melangkah masuk untuk memulai prosedur operasi pada pasien.
Beberpa jam kemudian Chanyeol telah menyelesaikan operasi nya dengan Sehun. Operasi tadi membutuhkan sekitar 3 jam, tidak sebentar memang karena itu merupakan operasi besar. Chanyeol keluar dari ruang operasi dengan lesu. Waktu telah menunjukkan pukul 6 sore, sejenak Chanyeol berpikir apakah Baekhyun sudah pulang?
Rencana nya yang telah disusun dengan matang-matang seketika buyar, dia sungguh pesimis akan menemukan Baekhyun karena jam segini Baekhyun pasti sudah dalam perjalan pulang, bahkan dia tidak sempat memberikan bekal yang sudah dimasak nya dengan susah payah kepada Baekhyun.
Chanyeol berjalan dengan menundukkan kepalanya, bahkan ia tidak memperhatikan jalan, ia kembali keruangan nya mengambil kunci mobil dan bersiap untuk pulang, namun didalam perjalanan menuju tempat parkir dia melihat siluet Baekhyun yang tengah berjalan. Chanyeol mengucek-ngucek matanya, takut kalo ternyata yang dilihatnya hanya halusinasi nya saja. Tapi setelah ia mengucek mata nya berkali-kali siluet tersebut memang Baekhyun nya. Chanyeol langsung berlari mengejar Baekhyun dia bertekad tidak akan melepaskan Baekhyun kali ini.
"Baekhyun-ah," chanyeol memegang pergelangan tangan Baekhyun yang tentu saja hal itu membuat Baekhyun terkejut.
"Lo- loey ?," Baekhyun membulatkan matanya, ia terkejut karena usahanya seharian ini untuk menghindari Chanyeol sia-sia karena Chanyeol menemukannya. Baekhyun berusaha untuk melepaskan pegangan tangan Chanyeol, namun pegangan tangan Chanyeol di lengan nya sangat kuat.
"Baekhyun jangan menghindari ku lagi ku mohon! Tolong dengarkan penjelasanku, aku ingin berbicara dengan mu sebentar saja,"
"Ta- tapi," Baekhyun menatap Chanyeol ragu-ragu dia sebenarnya malu.
"Baekhyun aku mohon, aku ingin menyelesaikan masalah kita baik-baik ikut denganku kali ini saja, oke?,"
"Hmm! Baiklah aku akan ikut denganmu,"
'Mungkin sebaiknya aku ikuti saja kemauan loey, tidak baik juga menghindarinya terus menerus' pikir Baekhyun dalam hati.
Chanyeol membawa Baekhyun ketaman yang berada tidak jauh dari rumah sakit, kebetulan taman juga sedang sepi karena hari sudah mulai gelap. Setelah mereka duduk disalah satu bangku taman mereka sama-sama terdiam, tidak ada yang memulai pembicaraan, mereka sama sama bingung harus memulainya dari mana. Tapi karena mereka terdiam sudah cukup lama akhirnya Chanyeol memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.
"Baekhyun, mianhe. Maafkan aku karena kemaren aku sudah lancang menciummu, aku tidak bermaksud kurang ajar kepadamu, aku hanya terbawa suasana. Maafkan aku Baekhyun," Chanyeol menatap mata Baekhyun dalam-dalam, dimata nya terpancar penyesalan yang amat dalam.
Baekhyun melihat sinar dimata Chanyeol, melihat pancaran ketulusan dan penyesalan disana, sebenarnya dia tidak benar-benar marah kepada Chanyeol dia hanya malu.
"Loey, kau tidak perlu meminta maaf, seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu! Maaf karena aku menghindarimu, aku tidak marah aku hanya bingung terhadap perasaanku, kau tidak sepenuhnya salah karena aku juga kemarin tidak menolak ketika kau menciumku,"
Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata yang berkaca-kaca, Baekhyun menyesal karena telah mengabaikan Chanyeol, sebelum pulang tadi Baekhyun sempat mengaktifkan hp nya, ia melihat berpuluh-puluh panggilan tidak terjawab dari Chanyeol dan berpuluh-puluh pesan yang isinya semua permintaan maaf serta keinginan untuk mengajak dirinya bertemu.
Chanyeol merengkuh Baekhyun kedalam pelukannya, ia memeluk Baekhyun dengan erat seolah-olah tidak membiarkan Baekhyun pergi dari sisinya, tangisan Baekhyun tumpah didada Chanyeol dia menangis tersedu-sedu mengeluarkan semua kegundahan hatinya lewat air mata. Ia juga sesekali meremas kemeja Chanyeol. Sedangkan Chanyeol masih setia mengusap rambut Baekhyun dengan sayang dan menepuk-nepuk punggung gadis itu untuk menenangkannya. Ia memilih diam membiarkan gadis itu melampiaskan semua yang mengusik hatinya.
Setelah Baekhyun cukup tenang Chanyeol melepaskan pelukannya, ia menangkup wajah Baekhyun menghapus sisa-sisa air mata dipipi baekhyun dengan jarinya.
'Aku harap setelah ini tidak ada lagi air mata yang jatuh dari mata cantikmu Baekhyun' ujar Chanyeol dalam hati.
Chanyeol menatap Baekhyun tepat dimatanya, menyalurkan kehangatan sehingga membuat gadis itu merasa nyaman.
"Baekhyun dengarkan, aku jangan menangis lagi ne! aku tidak sanggup melihatmu menangis, disini dihatiku, aku juga merasakan sakit," Chanyeol mengambil tangan Baekhyun meletakkan tangan Baekhyun tepat dijantungnya "Kau merasakan nya? jantungku berdetak dengan kencang hanya untukmu, aku berjanji Baekhyun dengan sekuat tenaga akan menjagamu dan tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu."
Baekhyun terhipnotis dengan semua perlakuan Chanyeol, semua perlakuan Chanyeol membuat hatinya nyaman. masih saling menatap mata masing - masing mereka saling menyalurkan kehangatan dan tatapan cinta.
Jarak wajah mereka semakin mengikis menyisakan beberapa senti hidung mereka pun telah bersentuhan, Baekhyun memejamkan mata menunggu apa yang akan dilakukan Chanyeol berikutnya, sedetik kemudian dua bibir itu saling menyatu hanya kecupan untuk meyalurkan perasaan masing-masing. Chanyeol melihat Baekhyun yang pasrah ia pun ikut memejamkan matanya lalu ia menggerakkan bibirnya perlahan. Chanyeol menyesap bibir bawah Baekhyun yang manis, Baekhyun pun semakin terbuai dengan ciuman Chanyeol tanpa sadar ia membalas melumat bibir Chanyeol, menyesapnya dalam-dalam seolah-olah tiada hari esok lagi.
Mereka melepaskan ciuman nya ketika mereka berdua sudah hampir kehabisan nafas hidung mereka masih saling menempel, masih menikmati sisa-sisa ciuman tadi lalu Chanyeol berbisik dengan suara bass nya yang terdengar sangat merdu ditelinga Baekhyun.
"Baekhyun, jadilah kekasihku,"
Baekhyun terdiam mendengar Chanyeol yang mengajak nya untuk menjadi kekasihnya. Setelah kemarin dia menyatakan cintanya pada Baekhyun sekarang Chanyeol mengajak Baekhyun untuk menjadi kekasihnya. Oh tolong ingatkan Baekhyun untuk sekedar bernafas karena dia hanya terdiam sedari tadi. Entah jiwa nya sudah pergi kemana.
"Baek," Chanyeol memanggil Baekhyun dan sedikit menggunjang bahu Baekhyun agar kembali sadar dari lamunan nya.
"Ehh maaf," Baekhyun kembali sadar setelah tubuhnya diguncang oleh Chanyeol.
"Kalau kau tidak bisa menjawab nya sekarang tidak apa-apa aku akan menunggu sampai kau siap Baekhyun! Aku hanya ingin mengatakan secepatnya agar tidak ada orang lain yang mendahuluiku," Chanyeol tersenyum memamerkan deretan giginya kemudian mencubit pipi gembil Baekhyun.
"Ahhh appo," keluh Baekhyun. Chanyeol tertawa pada akhirnya karena melihat Baekhyun yang mengerucutkan bibirnya kesal karena perbuatan Chanyeol.
Baekhyun yang melihat tawa Chanyeol ikut tertawa dengan Chanyeol. Mereka berdua pun tertawa bersama dengan lepas tanpa beban seolah dunia hanya milik mereka berdua. Namun acara tertawa mereka harus terganggu dengan suara dering telepon dari ponsel Baekhyun.
"Sebentar aku harus mengangkat telepon dulu," Baekhyun yang melihat nama Luhan tertera di ponsel nya segera mengangkat telepon itu.
"Yeobseo, Luhan ada apa?."
Chanyeol yang mendengar Baekhyun memanggil seseorang disebrang sana dengan nama Luhan seketika sedikit gugup karena nama itu sangat ia kenali.
"Aku? Mmm aku sedang berada ditaman! Apa makan malam?," Baekhyun melirik ke arah Chanyeol seolah meminta persetujuan. Chanyeol yang mengerti hanya mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah aku akan kesana kau tunggu saja disana aku tidak akan lama! Ne, ne, rusa China kau cerewet sekali," Baekhyun menutup telepon nya dan menatap Chanyeol yang saat ini tengah menatap Baekhyun dengan tatapan kosong.
"Loey!," Panggilan Baekhyun membuat Chanyeol sadar.
"Ahh iya,"
"Loey aku harus menemui temanku, dia mengajakku makan malam jadi kau tidak perlu mengantarku aku akan pulang sendiri nanti," Baekhyun merapikan pakaian nya "Apa tidak apa-apa aku datang ke Cafe mahal dengan pakaian ini?" Baekhyun berbicara pada dirinya sendiri namun terdengar jelas oleh Chanyeol.
"Pakaian apapun yang kau kenakan kau tetap terlihat cantik Baekhyun," Baekhyun menoleh cepat dengan wajah nya yang sudah merona. Malu sekaligus tersanjung karena pujian Chanyeol barusan untuknya.
"Emmm ya sudah aku harus pergi," Baekhyun hendak berdiri namun Chanyeol menahan nya.
"Tunggu tadi siapa temanmu itu?," Chanyeol memberanikan diri bertanya pada Baekhyun tenant Luhan takut jika Luhan yang ia pikirkan berbeda dengan Luhan teman Baekhyun.
"Temanku? Ahh Luhan, Xi Luhan, dia baru pulang dari China sekarang dia bekerja di rumah sakit yang sama dengan kita, dia dokter spesialis kandungan! Apa kau belum bertemu dengannya atau sekedar mendengar gosip kedatangan nya?"
Chanyeol seketika mematung mendengar nama yang terdengar jelas di telinga nya, kalau nama dan asal usul teman Baekhyun sama dengan orang yang dijodohkan dengan nya oleh ayah nya. Takdir macam apa ini kenapa harus Luhan itu teman Baekhyun. Apa tuhan sedang mempermainkan takdir mereka? Kenapa harus seperti ini.
"Ani aku belum mengenalnya!," Bohong Chanyeol berbohong pada Baekhyun untuk yang kedua kalinya setelah dia berbohong pada Baekhyun tentang status sosial nya.
"Kalau begitu aku harus pergi sekarang, aku tidak mau dia menunggu lama! Kau juga bisa pulang Loey, hati-hati dijalan," Baekhyun berdiri dan hendak beranjak pergi sebelum tangan nya ditarik Chanyeol pada pelukan hangat lelaki tersebut.
"Kabari aku jika kau sudah pulang, jika aku santai aku akan mengantarmu pulang," Chanyeol menghirup aroma tubuh Baekhyun sebelum ia melepaskan pelukan nya.
"Mmm i-iya Loey," Baekhyun yang malu segera berbalik dan meninggalkan Chanyeol yang tersenyum menyadari perubahan pada wajah Baekhyun yang merona. Setelah Baekhyun pergi Chanyeol kembali ke mobil nya dan melajukan mobilnya untuk pulang.
Sepanjang perjalanan Chanyeol tidak henti-hentinya mengembangkan senyum tampannya, terlampau senang karena sudah bisa bertemu dengan Baekhyun bahkan mengajak Baekhyun untuk menjadi kekasihnya, walaupun Baekhyun belum memberikan jawaban apakah Baekhyun mau atau tidak menjadi kekasihnya. Namun ia sudah senang bukan main hanya dengan bertemu Baekhyun, baginya Baekhyun itu bagaikan vitamin untuk Chanyeol, karena Baekhyun lah mood Chanyeol yang sebelumnya buruk bukan main kembali baik. Karena Baekhyun yang bisa membuat dia bahagia kembali.
Sementara itu Baekhyun berjalan menuju Cafe yang sudah ia dan Luhan janjikan untuk bertemu dan makan malam bersama. Tapi Baekhyun yang sudah sampai didepan pintu Cafe tiba-tiba saja terdiam disana melihat ke arah Cafe yang ternyata teramat mewah. Baekhyun merasa minder apa lagi dengan pakaian nya yang saat ini jauh dari kata modis.
Baekhyun berputar membalikan tubuhnya hendak pergi dan mencari alasan lain pada Luhan karena ia tidak bisa menamui Luhan. Tapi pikiran nya kembali kepada rasa rindunya karena sudah lama tidak bertemu dengan Luhan bahkan Luhan tidak membuangnya dengan tetap menganggapnya masih teman nya saat ini. Baekhyun kembali berputar menghadap ke pintu Cafe, dengan keyakinan dan semangat Baekhyun masuk ke Cafe tersebut dan langsung dihadiahi tatapan beberapa orang yang menyadari kehadiran nya. Namun Baekhyun yang acuh hanya melangkah menuju private room tempat Luhan menunggunya saat ini.
Sesampainya disana Baekhyun masuk dan langsung dihadiahi pelukan hangat oleh Luhan dengan teriakan nya juga yang sangat Baekhyun rindukan.
"Baekhyunie, aku sangat-sangat merindukanmu," Luhan memeluk tubuh Baekhyun sangat erat menyembunyikan raut wajah nya yang berkaca-kaca menahan tangis.
Yang tidak Baekhyun ketahui selama beberapa hari ini, Luhan mencari info tentang Baekhyun dankeluarga Baekhyun, dan itulah sebab nya ia sekarang menahan tangisnya begitu melihat Baekhyun masuk. Luhan menangis ketika mendapat info tentang kehidupan Baekhyun selama ia tidak berada di China. Ia merasa bersalah pada dirinya sendiri karena disaat-saat Baekhyun terpuruk ia tidak ada disisi sahabatnya untuk menyemangatinya. Luhan juga sudah tahu perihal Kyungsoo yang menjauhi Baekhyun bahkan seolah tidak mengenal Baekhyun.
"Aku juga merindukanmu Luhanie," Baekhyun balas memeluk tubuh Luhan namun ketika tangan nya memeluk tubuh Luhan. Baekhyun tahu kalau Luhan menahan tangis nya karena ia dapat merasakan tubuh Luhan yang sedikit gemetaran.
"Jika kau ingin menangisiku, menangis saja Luhan! Aku tahu kau pasti sudah mengetahui semua tentang kehidupanku yang sekarang ini bukan?," Setelah mendapat izin dari Baekhyun kini Luhan tidak menahan tangis nya lagi, ia menangis dalam pelukan Baekhyun yang juga sama menangis dengan nya.
"Maafkan aku Baek, a-aku hikss hikss aku seharus nya berada disisimu pada saat itu," Luhan dan Baekhyun sama-sama menangis dengan kencang. Luhan memang sengaja memesan ruangan private room karena ia sudah menebak kalau akan menangis dengan Baekhyun, dan sekarang jelas terbukti.
"Ani, kau tidak bersalah untuk apa meminta maaf," Baekhyun melepas pelukan nya dengan Luhan "Aku berterima kasih karena sekarang kau masih menganggapku teman mu."
"Anio, Baekhyun kau itu sahabatku bukan teman ku, tentu saja aku mengakuimu sebagai sahabatku karena kau memang sahabatku," Luhan dan Baekhyun kembali berpelukan namun kali ini senyuman terpatri dibibir mereka walau air mata mereka berdua masih menetes.
"Lihat kau kutinggalkan sekarang menjadi kurus begini! Kau harus makan yang banyak aku sudah memesan makanan yang banyak untukmu," Luhan akhirnya melepas pelukan mereka dan menarik Baekhyun untuk makan "Aku tidak mau tahu kau harus gemuk, dan mulai sekarang aku akan membuat kau gemukan lagi, karena sungguh Baekhyun tubuhmu sekarang ini sangat sangat-sangat kurang berisi." Baekhyun hanya tertawa ia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Luhan karena itu memang ciri khas seorang Xi Luhan. Karena dibalik kata-kata nya yang seperti itu tidak lain karena Luhan menyayanginya.
Mereka menikmati makan malam berdua dengan dipenuhi candaan, cerita Luhan tentang semasa kuliah nya di China, juga Baekhyun yang mengingat masa remaja mereka sebelum Luhan ke China. Sampai tidak terasa waktu berjalan dengan cepat dan sudah menunjukan pukul 10 malam.
Baekhyun dan Luhan sekarang sedang menunggu kekasih Luhan, Baekhyun sebenarnya menolak untuk diantar tapi kata Luhan tidak baik menolak seorang sahabat yang ingin berbuat baik maka seperti inilah akhirnya dia sudah duduk manis di bangku belakang mobil Sehun.
Ya Baekhyun kaget pas melihat Sehun yang datang menjemput Luhan, dan mengatakan kalau Sehun adalah kekasih Luhan. Baekhyun bukan kaget karena Sehun yang tampan kekasih sahabat nya sendiri namun ia kaget karena mereka terlihat sangat sempurna ketika bersama. Selama perjalanan Baekhyun memilih tidur hingga tidak terasa beberapa saat kemudian mereka sudah sampai didepan gedung apartemen Baekhyun yang sederhana.
"Maaf aku merepotkan dokter Oh dan juga kau Luhanie," Baekhyun merasa tidak enak karena Sehun harus mengantarnya ke apartemen ia yang jarak nya sangat jauh.
"Tidak apa-apa Baekhyun, kau sahabat kekasihku tentu aku tidak keberatan," Sehun merangkul pinggang Luhan saat ini mereka hanya mengantar Baekhyun sampai depan saja tidak sampai pintu apartemen nya.
"Sudah sana masuk dan cepat tidur karena besok kau harus bekerja bukan?," Luhan mendorong tubuh Baekhyun setelah memeluknya
"Nee! Gomawao Luhanie," Baekhyun mencium pipi Luhan yang mendapat kekehan tawa Luhan. Setelahnya Luhan dan Sehun pamit pergi begitupun Baekhyun yang sudah naik ke atas menuju apartemen nya.
Namun betapa kaget nya Baekhyun ketika dia berada masih dalam jarak yang cukup jauh dari pintu apartemennya, ia melihat seseorang tengah duduk dengan menyender ke pintu dan kepalanya yang berada diatas lututnya, juga kedua tangan nya yang memeluk lututnya. Baekhyun menutup mulutnya ketika mendekati orang tersebut. Ia jelas mengenal orang tersebut dari pakaian yang dipakai nya.
Ia adalah Loey... alias Park Chanyeol
Baekhyun ikut berjongkok didepan Chanyeol- yang masih belum menyadari kehadiran nya. Baekhyun tersenyum, perlahan tangan nya terulur untuk menyentuh dan mengusap rambut Chanyeol- membuat si pemilik nya terganggu. Chanyeol mendongkak begitu merasakan usapan pada kepalanya. Kedua iris mata mereka saling bertemu, masih dalam keadaan masing-masing yang saling terdiam, mereka saling menatap- seulas senyum terpatri dari keduanya.
Cinta itu indah, ketika kau menemukan orang yang tepat dan benar-benar mencintaimu.
