Happy Reading...

.

.

Baekhyun membuka password pintu apartemen Chanyeol dengan berbekal secarik kertas yang diberikan oleh Luhan, sedangkan Luhan sudah meninggalkan Baekhyun setelah dia memberikan nasehat kepada Baekhyun. Luhan membiarkan Baekhyun menentukan pilihannya sendiri, sudah cukup dia mencampuri urusan antara Chanyeol dan Baekhyun, Luhan hanya bisa berharap semoga Baekhyun dan Chanyeol sama-sama bahagia terlepas dari apapun pilihan yang mereka pilih.

Baekhyun membuka pintu dengan perlahan-lahan, ia melangkah dengan hati-hati, dilihatnya seisi apartemen dalam keadaan gelap karena semua jendela masih tertutup rapat dan tidak ada satupun gorden yang terbuka, sehingga sinar matahari tidak bisa masuk kedalam apartemen Chanyeol. Ia juga melihat seisi ruangan tersebut dengan keadaan yang berantakan, cucian piring yang menumpuk, serta baju yang berserakan diatas sofa. Chanyeolnya pasti terpuruk karena ucapan menusuk yang ia lontarkan beberapa hari yang lalu.

Chanyeol nya? Terdengar ia telah memiliki Chanyeol sepenuh nya, atau mungkin ia lebih menyukai katika ia memanggil dengan nama Loey?

Mereka bahkan tidak terikat dalam suatu hubungan apapun, namun tidak dapat dipungkiri kalau mereka sama-sama saling mencintai. Baekhyun berjalan menuju kamar Chanyeol dan mengetuk pintu itu.

"Loey, ini aku Baekhyun, bolehkah aku masuk?," setelah mengetuk pintu berkali-kali namun Baekhyun tidak juga kunjung mendapat sahutan oleh Chanyeol, tidak berpikir panjang lagi Baekhyun langsung membuka pintu kamar Chanyeol tanpa izin.

Meskipun nanti Chanyeol marah karena ia telah lancang memasuki kamar Chanyeol, ia tidak perduli. Biarlah itu akan menjadi urusan nanti, yang terpenting sekarang dia harus memastikan bahwa keadaan Chanyeol di dalam baik-baik saja.

"Loey? Kau dimana ?," Baekhyun mencari-cari keberadaan Chanyeol, dia tidak dapat melihat Chanyeol yang tengah meringkuk di atas tempat tidur, dengan selimut yang menutupi sampai ke wajahnya. Karena keadaan kamar Chanyeol sedang dalam keadaan yang gelap membuat ia tidak bisa melihat apapun dengan jelas.

Setelah ia menekan saklar lampu yang berada di samping pintu kamar tersebut, akhirnya dia melihat Chanyeol yang tengah tertidur dengan pulasnya sampai-sampai lelaki tersebut tidak menyadari kehadiran Baekhyun di kamarnya.

Baekhyun mendengar suara shower yang masih menyala didalam kamar mandi yang berada didalam kamar Chanyeol, lalu ia berjalan menuju kamar mandi membuka kenop pintu dan mematikan keran shower, harum sabun masih tercium diudara sepertinya Chanyeol baru saja selesai mandi dan lupa mematikan shower.

Setelah mematikan shower Baekhyun bergerak menuju tempat tidur Chanyeol, ia menarik selimut yang menutupi wajah Chanyeol, ia tertegun melihat muka polos Chanyeol yang tengah tidur, hatinya berdebar-debar. Chanyeol sangat tampan meskipun tidur dengan mata yang setengah terbuka.

Perlahan-lahan Baekhyun meletakkan punggung tangan nya di dahi Chanyeol, ia ingin memastikan bahwa keadaan Chanyeol. Baekhyun tidak merasakan panas didahi Chanyeol, suhu tubuhnya normal berarti Chanyeol tidak sakit.

Setelah memeriksa keadaan Chanyeol Baekhyun duduk dipinggir ranjang, memperhatikan Chanyeol yang sedang tertidur dengan lelapnya. Perlahan lahan Baekhyun mengangkat tangan kanannya meletakkan di rambut Chanyeol lalu mengelus-elus rambut Chanyeol dengan lembut. Rambut Chanyeol masih agak basah, mungkin benar kalau Chanyeol baru saja selesai mandi dan lupa mematikan shower.

-o0o-

Chanyeol merasa ada yang mengusik tidurnya, ia ingin bangun namun matanya terlalu berat untuk dibuka karena ia kekurangan tidur belakangan ini semenjak permasalahan nya dengan Baekhyun, dia tidak bisa tidur dengan nyenyak sedetikpun, bayangan Baekhyun selalu saja melintas dikepalanya, hatinya juga sakit memikirkan bahwa Baekhyun tidak akan mau memaafkan dirinya. Chanyeol hanya akan bisa tertidur ketika pagi telah menjelang.

Elusan lembut dikepalanya dan kehangatan yang sudah lama tak dirasakan oleh nya membuat ia semakin terlelap, semakin dalam menuju alam mimpi dengan senyuman yang menghiasi bibir kissable miliknya.

Sebelum ia tidur, Chanyeol terlebih dahulu mandi untuk membersihkan diri, meskipun masalah nya dengan Baekhyun sangat mengganggu rutinitasnya bahkan sampai membuat ia tidak bisa dan bekerja, namun tetap saja ia tidak lupa untuk membersihkan diri, ingat bahwa dia tetaplah seorang dokter yang harus selalu menjaga kebersihan.

Tapi sesuatu yang berbeda terjadi hari ini, dan itu sangat melelahkan bagi Chanyeol. Setelah dia tidak bisa tidur selama beberapa hari dan meninggalkan pekerjaan nya, tubuhnya telah sampai diambang batas toleransi untuk menahan semua hal tersebut, bahkan selama beberapa hari ini dia tidak berselera makan dan hanya memakan ramyeon ketika dirinya sudah merasa benar-benar lapar.

Ketika ia sedang mandi tadi tiba-tiba ia merasakan pusing yang sangat hebat, sehingga dia cepat-cepat menyelesaikan acara mandinya. Dan karena rasa pusing yang tidak tertahankan ia langsung berjalan tertatih menuju tempat tidur dan ia lupa untuk mematikan showernya hingga shower itu terus menyala sampai Baekhyun datang dan mematikan shower dikamar mandinya.

Yang ada dipikiran Chanyeol adalah bagaimana caranya agar cepat bisa berbaring diatas tempat tidurnya agar bisa meredakan pusing tersebut. Chanyeol mengambil pakaian asal dari lemarinya, memakai pakaiannya lalu ia segera berbaring diatas tempat tidur. ia sempat meringis menahan sakit dan tak lama kemudian ia tertidur sambil menahan sakit yang menderanya.

Baekhyun yang merasakan sedikit pergerakan dari chanyeol langsung menjauhkan tangannya, ia tidak mau mengganggu tidur Chanyeol. Ia menatap Chanyeol sendu, ia melihat kantung mata yang menghitam dibawah mata Chanyeol serta tubuh Chanyeol yang terlihat lebih kurus dari biasanya.

Lama sekali ia memandangi wajah Chanyeol dengan tatapan merasa bersalah serta penyesalan yang amat dalam.

"Apakah kau melewatkan makan mu Loey? Lihatlah pipimu semakin tirus. Mianhe," Baekhyun tertunduk untuk menyentuh pipi Chanyeol "Maaf kan aku yang telah bersikap terlalu berlebihan terhadapmu, seharusanya aku mencoba mengerti dirimu dan membiarkanmu memberi penjelasan serta tidak marah kepadamu, seandainya aku tidak mementingkan keegoisan dan rasa kecewaku mungkin masalahnya tidak akan menjadi serumit ini." ujar Baekhyun sambil mengelus pipi Chanyeol dengan sayang.

Setelah cukup lama berada didalam kamar Chanyeol, Baekhyun beranjak menuju dapur. Ia berencana ingin memasakkan sesuatu untuk Chanyeol, ia cukup yakin bahwa Chanyeol pasti belum memakan apapun sejak tadi.

Baekhyun memeriksa isi kulkas Chanyeol, namun isinya kosong hanya ada beberapa butir telur dan bawang bombai serta kimchi. Akhirnya Baekhyun memutuskan untuk memasak omelette dengan bahan yang seadanya. Sebelum memasak omelette Baekhyun mencuci piring dan wajan kosong yang berserakan diatas westafel, setelah itu dia mencuci beras kemudian menanaknya Baekhyun memotong bawang bombai, dia mengambil telur lalu mengocok telur tersebut dan mencampurkan telur tersebut dengan bawang bombai dan beberapa bumbu kemudian ia mengambil wajan memanaskan minyak dan langsung menggoreng omelette tersebut.

Harum masakan yang dimasak oleh Baekhyun tercium oleh Chanyeol, mampu membuat Chanyeol terbangun dari tidurnya. Chanyeol mengerjapkan mata, menyesuaikan dengan sinar matahari yang perlahan memasuki retina matanya, kepalanya masih pusing tetapi sudah lebih baik, ia memegang kepalanya dan sekali-kali memijatnya. Ia duduk di samping tempat tidur mengusap wajahnya dan ia bangun menuju dapur.

Chanyeol melihat siluet Baekhyun yang tengah memasak didapurnya, tapi bagaimana mungkin dia bisa masuk ke apartemennya, ini pasti hanya halusinasi nya saja. Akhir-akhir ini Chanyeol selalu berhalusinasi tentang Baekhyun, Chanyeol selalu berhalusinasi melihat bayangan Baekhyun disetiap tempat yang sering Baekhyun datangi, melihat Baekhyun selalu tersenyum kepada nya. Chanyeol masih melihat Baekhyun sambil tersenyum membayangkan bahwa Baekhyun benar-benar memasak untuknya.

"Aaawww," Baekhyun berteriak karena tangan nya terkena pinggiran wajan saat dia tengah membalik omelette tersebut. Tangan nya langsung memerah karena terkena wajan yang panas, ia cepat-cepat mencuci tangan nya di bawah air keran yang mengalir agar tangan nya tidak melepuh.

Chanyeol masih terdiam memandang Baekhyun, perlahan ia menghampiri Baekhyun dan ia masih menganggap kalau itu hanya halusinasinya saja.

"Didalam bayanganku saja kau masih suka ceroboh Baekhyun-ah," Chanyeol tersenyum memandang bayangan Baekhyun.

Baekhyun terkejut, ia baru menyadari bahwa sedari tadi Chanyeol berada dibelakangnya memperhatikan dirinya. Baekhyun yang mendengar perkataan Chanyeol bahwa dirinya hanyalah halusinasi saja langsung memandang Chanyeol gemas. Ia menjitak kepala Chanyeol dengan tangannya.

"Memangnya aku tidak nyata? Apa sebegitu buruk nya efek aku menjauhimu?," Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan garangnya namun dibalik itu tersimpan kelembutan.

Chanyeol terdiam lama memandang Baekhyun, ia mengerjapkan mata-nya berkali-kali untuk memastikan bahwa Baekhyun memang nyata. Akhirnya Chanyeol memberanikan diri untuk menyentuh pipi Baekhyun, ia masih tidak percaya bahwa Baekhyun bisa berada disini, didalam apartemen nya. Ia mengelus-elus pipi Baekhyun dan menatap Baekhyun dengan sendu.

Baekhyun yang merasa kesal karena Chanyeol masih saja menganggapnya halusinasi langsung saja mengecup bibir Chanyeol dengan kilat, lalu ia berbalik dan melanjutkan masak nya seolah tidak terjadi apa-apa. Chanyeol yang merasa bibirnya dikecup langsung tersadar dari lamunan nya, sekarang ia yakin kalau Baekhyun memang nyata dan dia tidak berhalusinasi. Chanyeol tersenyum sangat lebar memperlihatkan gigi nya yang rapi sampai lesung pipi nya kelihatan.

Jangan tanyakan lagi bagaimana keadaan Baekhyun, pipi nya sudah memerah luar biasa, karena baru pertama kali ini ia berani mencium Chanyeol terlebih dahulu meskipun itu hanya sebuah kecupan. Dia tidak berani menoleh kebelakang untuk melihat chanyeol yang masih saja tercengang dengan kejadian barusan.

Chanyeol dengan senyum lebarnya menghampiri Baekhyun, ia memeluk Baekhyun dari belakang dengan sangat erat sambil sesekali mencium ujung kepala Baekhyun.

Aroma tubuh Baekhyun adalah aroma yang selalu dirindukannya, tubuh yang belakangan ini sangat ingin dia peluk untuk menghilangkan gundah dihatinya. Dan sekarang akhirnya ia bisa menyentuhnya, menyalurkan rasa rindunya secara langsung.

"Baek," Chanyeol menenggelamkan hidung nya di perpotongan leher Baekhyun, ia menyesap aroma Baekhyun dalam-dalam, ia takut nanti tidak bisa menghirup aroma yang selalu membuat nya candu tersebut.

"Hmmmm," Baekhyun menoleh kebelakang menjauhkan lehernya dari jangkauan Chanyeol, ia takut aroma tubuhnya bau kerena sekarang dia sedang memasak dan dia juga belum mandi, karena tadi ia terburu-buru pergi karena diseret oleh Luhan.

"Mianhe Baek, maafkan aku karena aku telah membohongimu, aku tidak bermaksud seperti itu, apa kau tau...,"

"Sssttttt," Baekhyun meletakkan jarinya di bibir Chanyeol agar lelaki itu diam.

"Kita bicarakan nanti saja ne, sebaiknya sekarang kita makan lebih dahulu karena hari sudah siang dan aku yakin kau pasti belum makan kan? Maaf karena aku hanya bisa memasakkan ini untukmu aku tidak sempat berbelanja tadi dan isi kulkasmu hanya ada telur," ucap Baekhyun dengan lembut.

"Hmmmm baiklah, ayo kita makan aku sudah lapar sekali, aku rindu masakanmu," Chanyeol mencuri kecupan dibibir mungil Baekhyun, lalu ia berlari menuju meja makan untuk menghindari amukan Baekhyun.

"Yaaak Loey dasar mesum, kesini kau aku ingin menjambak-jambak rambutmu," ujar Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya jangan lupakan dengan pipi nya yang kembali memerah.

Chanyeol tertawa terpingkal-pingkal karena berhasil mengerjai Baekhyun.

'Padahal tadi ia juga mencuri ciuman dariku, tapi sekarang dia marah-marah. Bilang saja kalau malu, dan kalau ku cium dia juga tidak menolak, dasar wanita,' ujar Chanyeol dalam hati.

Baekhyun meletakkan omelette diatas piring dan membawa nya ke meja makan, ia menyiapkan nasi serta memotong-motong kimchi dan menghidangkan nya juga diatas meja makan. Sedangkan Chanyeol hanya duduk manis melihat Baekhyun yang mondar-mandir menyiapkan makanan mereka, ia membayangkan beginilah keadaan rumah tangga mereka ketika mereka sudah menikah nanti. Baekhyun yang akan menyambut nya pulang kerja, Baekhyun yang akan memasak untuk nya, dan Baekhyun yang akan memeluk nya setiap malam.

Mimpi itu terdengar sangat indah bukan?

Baekhyun duduk berseberangan dengan Chanyeol, ia mengambilkan omelette dan memberikan nasi tersebut pada Chanyeol sambil tersenyum manis. Chanyeol tentu saja menerimanya dengan senang hati. Baekhyun mulai memakan makanannya sendiri sedangkan Chanyeol masih saja sibuk memperhatikan Baekhyun. Baekhyun yang merasa diperhatikan lalu menoleh.

"Kenapa kau tidak mau makan? Apakah masakanku tidak enak? Atau kau tidak mau makan karena lauknya hanya omelette dan kimchi?,"

"Ani," Chanyeol menggeleng "Bukan nya aku tidak mau makan tapi aku ingin disuapi." jawab Chanyeol dengan cengiran khasnya. Baekhyun mendengus kesal namun akhirnya dia menuruti apa yang Chanyeol mau, dia menyuapi Chanyeol dengan telaten, biarkan lah dia memanjakan Chanyeol hari ini.

Setelah acara makan siang selesai, Baekhyun membereskan piring kotor mereka dan segera mencuci nya di westafel, sedangkan Chanyeol masih duduk manis dimeja makan. Sebenarnya ia ingin membantu Baekhyun namun ketika ia hendak berdiri Baekhyun melarang dan mengancamnya, kalau dia selangkah saja meninggalkan meja makan dan mendekatinya, ia mengancam akan pulang.

Chanyeol yang diancam seperti itu hanya bisa menuruti kemauan Baekhyun dengan muka yang cemberut. Bukannya Baekhyun tidak memperbolehkan Chnyeol untuk ikut mencuci, ia cuma tidak mau Chanyeol menghambat perkerjaan nya, ia tau pasti Chanyeol akan terus memelukknya dan itu akan membuat pekerjaan nya lama selesai.

Setelah selesai mencuci piring ia menghampiri Chanyeol, ia meminta izin Chanyeol untuk menggunakan kamar mandi, ia ingin mandi karena badan nya sudah gerah, ia juga meminjam pakaian Chanyeol karena dia tidak membawa pakaian.

Dua puluh menit kemudian Baekhyun keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe, ia memilih pakaian dilemari Chanyeol. Pilihan nya jatuh pada hoddie hitam milik Chanyeol, ia memakai hoddie Chanyeol tanpa memakai celana lagi, karena ukuran hoddie Chanyeol yang besar, hoddie itu mampu menutupi pahanya. Setelah berpakaian Baekhyun menghampiri Chanyeol yang berada di ruang tv, disana Chanyeol sedang asyik menonton film dan tidak menyadari Baekhyun yang tengah mendekatinya.

Baekhyun duduk disamping Chanyeol. Chanyeol yang melihat Baekhyun duduk disampingnya langsung menggeser tubuhnya memeluk tubuh Baekhyun, dan menggesek-gesekkan hidungnya di lengan Baekhyun, hari ini ia hanya ingin bermanja-manja dengan Baekhyun nya.

"Baek, aku ingin berbicara denganmu," Chanyeol menyenderkan kepalanya dibahu Baekhyun.

"Hmm.. wae,?"

"Aku ingin menjelaskan permasalahan kemarin Baekhyun-ah, aku tersiksa beberapa hari ini, kau tidak mau mengangkat telepon dan membalas pesanku, kau mengacuhkan ku, aku tak bisa hidup tanpamu Baekhyun. Aku minta maaf padamu, mian telah membohongimu,"

Baekhyun membalik badannya menghadap Chanyeol, melihat kedalam iris mata lelaki tersebut, untuk mencari apakah Chanyeol saat ini tengah membohonginya atau memang ia berkata jujur. Yang ia lihat sebuah ketulusan disana terlihat sangat jelas, Baekhyun perlahan mengulurkan tangan nya untuk mengelus pipi Chanyeol.

"Aku sudah memaafkanmu Chanyeol-ah, jadi tidak ada yang harus dibicarakan lagi, jangan membahas masalah ini lagi oke, anggap saja hal itu tidak pernah terjadi,"

"Benarkah kau memaafkanku?." tanya nya meyakinkan

"Apa aku terlihat sedang berbohong?," ujar Baekhyun yang ditanggapi dengan gelengan oleh Chanyeol.

"Terimakasih Baekhyun, terimakasih," Chanyeol langsung memeluk erat Baekhyun dan menenggelamkan kepala Baekhyun didadanya. Baekhyun tersenyum didalam dekapan Chanyeol hatinya merasa lega begitu pula Chanyeol.

-o0o-

Malam telah menjelang, Baekhyun dan Chanyeol tengah bersiap-siap. Mereka berencana ke supermarket, membeli persediaan bahan makanan untuk mengisi kulkas Chanyeol yang kosong. Mereka pergi ke supermarket dengan berjalan kaki, karena supermarket tersebut berada tepat di depan apartemen Chanyeol. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan, mereka membeli kebutuhan yang dirasa perlu. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka berbelanja, karena mereka tidak ingin membuang-buang waktu diluar, mereka ingin menikmati waktu hanya berdua diapartemen tanpa ada yang mengganggu.

Sesampainya diapartemen Chanyeol, Baekhyun memasukkan barang yang dibeli nya tadi kedalam kulkas, tak lupa pula Chanyeol ada dibelakangnya, selalu setia mengekori kemanapun gadis itu pergi. Malam ini ia sungguh bahagia karena Baekhyun telah kembali baik padanya. bahkan gadis ini akan menginap diapartemennya, Baekhyun membiarkan beberapa bahan diatas pantry dapur, ia berencana akan memasak jajangmyeon.

Baekhyun mulai merebus mie dan menumis bumbu didalam wajan. Ia menumis daging, bawang bombai, pasta kedelai hitam dan menambahkan nya dengan sedikit garam, merica dan gula. Setelah saus siap ia menuangkan saus tersebut keatas mie yang sudah ditiriskan. Chanyeol tidak sabar untuk menyantap makan tersebut apapun makanan yang dimasak oleh Baekhyun pasti terasa sangat lezat.

Mereka makan dengan dengan lahap sambil sesekali diselingi dengan candaan, Chanyeol yang tidak henti-hentinya menggoda Baekhyun sehingga suasana apartemen itu begitu riuh dengan adanya teriakan-teriakan dari Baekhyun. Kali ini Chanyeol yang membereskan sisa makanan mereka dan mencuci piring. Itu hukuman yang diberikan oleh Baekhyun karena Chanyeol yang terus saja menjahili dirinya, namun Chanyeol bukannya marah, dia melakukannya dengan senang, yang terpenting sekarang Byun Baekhyun berada disisinya. Ia akan melakukan apapun untuk membuat Baekhyun menjadi miliknya.

Baekhyun merebahkan diri diatas tempat tidur dan menunggu Chanyeol untuk masuk kedalam kamar, mereka sudah terbiasa tidur bersama, mereka tidak pernah melakukan apa-apa hanya sekedar pelukan untuk saling menghangatkan. Chanyeol yang telah selesai kemudian memasuki kamar dan ikut berbaring disamping Baekhyun. Ia menarik Baekhyun kedalam pelukannya dan mengelus punggung Baekhyun agar gadis itu merasa nyaman, ia sesekali mengecup kepala Baekhyun, menghirup aroma strawberry yang selalu bisa membuatnya tenang.

"Baek," Chanyeol memanggil gadis itu dengan lembut.

"Hmmm!,"

"Mmm ada yang ingin aku tanyakan, tapi…" Chanyeol terlihat ragu, apakah ini saat yang tepat menanyakan perasaan Baekhyun terhadap dirinya

"Isshh kalau tidak jadi kenapa kau tadi seolah-olah ingin bertanya kau membuatku penasaran saja. Kalau tidak memberitahu ya sudah," Baekhyun membalikkan tubuhnya membelakangi Chanyeol.

Chanyeol meraih pinggang Baekhyun membawa Baekhyun kembali kedalam pelukan nya, ia gemas melihat bibir Baekhyun yang dipoutkan. Ia mencuri kecupan dari Baekhyun dan berhadiah sebuah pukulan dikepalanya.

"Aauuuu sakit baek, tega sekali kau memukulku,"

"Biar saja siapa suruh kau mencuri ciuman dariku," padahal didalam hatinya dia merasa senang luar biasa, ia hanya ingin jual mahal saja, dasar wanita.

"Baiklah-baiklah mian hmm," ucap Chanyeol sambil mengelus-elus kepalanya, sedangkan Baekhyun semakin mempererat pelukannya, menelusup masuk kedalam dada Chanyeol.

"Baek, aku tidak tau sekarang waktu yang tepat atau tidak, tapi aku ingin tahu bagaimana perasaanmu kepadaku, aku ingin kita meresmikan hubungan kita! Aku tahu kau juga mencintaiku kan? Aku jelas sangat mencintaimu , kau tak bisa mengelak karena aku jelas-jelas merasakan nya,"

Baekhyun memandang Chanyeol dengan tatapan ragu, memang benar dia mencintai Chanyeol tetapi banyak hal yang dia pertimbangkan, apalagi hubungan mereka baru saja membaik setelah pertengkaran hebat kemarin, Baekhyun mendesah pelan.

"Baek, bagaimana?,"

"Loey, aku memang menyukaimu, ani mungkin aku telah jatuh cinta padamu, tapi aku takut, bisakah kau meyakinkanku? Buat aku yakin kepadamu,"

"Baekhyun dengarkan aku, aku mencintaimu dengan tulus, bahkan aku sudah jatuh cinta padamu pada pandangan pertama sejak aku melihatmu, aku berjanji tidak akan membiarkan air mata jatuh di wajah cantik ini," Chanyeol mengelus wajah Baekhyun "Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu sampai aku mati, jika ada orang yang berusaha menjauhkanmu dariku maka aku akan mencarimu, jika kau yang yang menjauh dariku, maka aku akan mengejarmu, aku tidak akan mencintai orang lain dan aku akan selalu menunggu mu hingga kau kembali kepelukanku."

Chanyeol menarik tangan Baekhyun mengarahkan kejantung nya.

"Jantung ini hanya akan selalu berdetak hebat untukmu, sampai maut memisahkan kita."

"Aku akan percaya padamu Loey. Ayo kita jalani hubungan ini bersama, dalam suka maupun duka, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita berdua kecuali kematian yang memisahkan kita, arra?,"

Chanyeol bahagia luar biasa, akhirnya pujaan hatinya menerima pernyataan cinta darinya, akhirnya malam ini mereka resmi menjadi sepasang kekasih, Chanyeol ingin berteriak hanya saja ditahan nya, tidak mungkin ia menjatuhkan harga dirinya didepan wanita.

Chanyeol perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah baekhyun, ia mencium bibir gadis itu dengan lembut menyalurkan semua rasa bahagia. Baekhyun pun menyambut ciumaan itu dengan melingkarkan tangan nya dileher Chanyeol.

Ciuman yang awalnya hanya sebuah kecupan perlahan-lahan menjadi panas. Chanyeol menggigit bibir bawah Baekhyun, mengulumnya, menjulurkan lidah nya mengetuk-ngetuk bibir Baekhyun untuk meminta izin agar Baekhyun membuka mulutnya.

Sedangkan Baekhyun hanya pasrah menerima perlakuan Chanyeol, badan nya mulai panas. Ia membuka mulutnya dan membiarkan Chanyeol menjelajahi rongga mulutnya sehingga pertarungan lidah itu tidak lagi bisa dihindari. Baekhyun yang baru pertama kali merasakan hal ini dibuat panas dingin, otak nya ingin menolak, namun tubuhnya tidak bisa diajak kompromi.

Jika ia biasa menerima ciuman dari mantan-mantan kekasih nya yang terkesan biasa-biasa saja maka berbeda dengan Chanyeol, Baekhyun dibuat melayang hanya dengan ciuman Chanyeol yang semakin panas.

Chanyeol kini telah menindih tubuh mungil Baekhyun, dengan tautan yang masih menyatu, mereka saling mengulum, menggigit bibir masing-masing sampai akhirnya Baekhyun merasa pasokan udara diparu-parunya sudah menipis. Ia menepuk dada Chanyeol sebagai isyarat untuk melepaskan ciuman tersebut.

Chanyeol yang mengerti akhirnya melepaskan tautan tersebut, ia melihat bibir pink Baekhyun yang mulai membengkak dan terengah-engah, serta tatapan sayu gadis itu yang membuatnya semakin bergairah, lihat lah bulir-bulir keringat yang membasahi dahi Baekhyun semakin membuat kesan seksi gadis itu. Chanyeol mencium dahi Baekhyun, turun ke kelopak mata, hidung pipi dan berakhir di bibir Baekhyun.

Ia mengecup bibir itu sebentar sebelum turun menuju leher Baekhyun. Ia menciumi dan menjilat leher jenjang tersebut, menghisap leher Baekhyun sampai menimbulkan kissmark disana. Baekhyun hanya bisa mendongakkan kepalanya, menikmati semua hal yang dilakukan oleh Chanyeol, yang mana hal tersebut makin mempermudah akses Chanyeol untuk menciumi lehernya.

Entah sadar atau tidak Chanyeol sudah diluar batasan nya, ia termakan hawa nafsunya sendiri dengan gairah yang semakin bertambah. Dan Baekhyun yang merindukan Chanyeol tidak sanggup untuk sekedar mengatakan 'berhenti'.

Tangan Chanyeol kini merambat mamasuki baju Baekhyun, ia mengelus-elus perut rata Baekhyun, membuat Baekhyun semakin tidak kuat menahan kenikmatan tersebut. Tangan Chanyeol semakin merambat keatas menuju payudara Baekhyun yang lumayan berisi dan masih dilapisi oleh bra. Ia menyentuh payudara tersebut.

"Aahhhh," sebuah desahan lolos dari bibir mungil tersebut, rasanya sungguh nikmat ya Tuhan, ini pengalaman pertama nya jelas Baekhyun begitu menikmatinya

Chanyeol membuka hoddie Baekhyun, membuang nya asal sehingga Baekhyun hanya menyisakan bra dan pakaian dalam saja, Chanyeol tampak takjub dengan kulit putih mulus yang Baekhyun miliki. Baekhyun melihatnya, melihat dengan jelas sorot gairah dari kedua mata Chanyeol dan begitupun dengan nya yang sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.

Chanyeol melepaskan bra yang dikenakan Baekhyun dengan begitu tidak sabaran, terpampanglah dua payudara sintal Baekhyun dengan kedua putingnya yang telah menegang. Chanyeol hilang kendali, ia semakin tidak memikirkan bagaimana reaksi Baekhyun saat ini, nafsunya sudah diujung tanduk, Chanyeol mengulum sebelah payudara Baekhyun, ia mengisap dengan rakus sambil sesekali menggigit puting tersebut, tangan Chanyeol yang satu lagi tidak tinggal diam, ia meremas sebelah payudara Baekhyun sambil memelintir puting nya. Baekhyun melengkungkan tubuhnya dengan kedua tangan nya yang mencengkram rambut Chanyeol agar hisapan Chanyeol semakin dalam, mereka berdua sudah dikuasai dengan hawa nafsu.

Setelah puas bermain dengan payudara Baekhyun, ciuman nya turun semakin kebawah sampai pada akhirnya didepan pusat kewanitaan Baekhyun. Chanyeol melihat kewanitaan Baekhyun yang masih terbungkus celana dalam tersebut sudah sangat basah. Chanyeol perlahan mengelus kewanitaan Baekhyun, tangan nya menekan-nekan klitoris gadis itu dari luar sedangkan Baekhyun hanya bisa memejamkan matanya perutnya menengang dia tidak tau apa yang tengah dilakukan oleh Chanyeol dan dia tidak bisa menolaknya.

Tubuhnya bereaksi mengikuti apa yang Chanyeol lakukan padanya, tubuhnya menikmati sentuhan dan permainan yang Chanyeol berikan padanya, oh tuhan mereka semakin menginginkan kenikmatan itu terjadi sekarang ini.

Chanyeol yang sudah tidak tahan akhirnya meloloskan celana dalam Baekhyun dari kakinya, ia melihat kewanitaan Baekhyun yang berwarna merah muda telah berkedut-kedut dan mengeluarkan sedikit cairan. Tanpa pikir panjang Chanyeol menciumi paha bagian dalam Baekhyun, memberikan beberapa kissmark disana untuk membuktikan tanda kepemilikan nya terhadap Baekhyun. Sementara Baekhyun semakin mengelinjang dan bergerak gelisah layaknya cacing.

"Sial Loey apa yang tengah kau lakukan.. Ahhhhh," protes Baekhyun ketika Chanyeol mengigit paha yang begitu dekat dengan pusat kewanitaan nya.

"Kau akan tahu nanti, biarkan aku memberikan kenikmatan yang pasti belum pernah kau rasakan sebelumnya, aku akan bermain untukmu sebentar," Chanyeol menyeringai, Baekhyun menelan saliva nya setelah melihat kembali Chanyeol menenggelamkan kepalanya di selangkangan nya.

"Aahhhh Lo.. Ahhh," Baekhyun mencengkram sprei untuk melampiaskan apa yang tengah ia rasakan sekarang, lidah Chanyeol sudah menjilati kewanitaan nya dengan sangat lihai, Chanyeol menjilatinya dengan menggoda klit Baekhyun, jika dibiarkan terus seperti itu Baekhyun bisa mendapatkan pelepasan nya sebentar lagi.

Baekhyun tidak tahan sebenarnya apa yang sedang Chanyeol lakukan, ia sudah telanjang tanpa sehelai benangpun tapi Chanyeol masih mengenakan pakaian nya. Baekhyun menarik Chanyeol yang tengah menjilati kewanitaan nya agar berhenti sebentar dan menatap nya.

"Se-sebenarnya apa yang ingin kau lakukan?," Baekhyun bertanya dengan nafas yang memburu.

"Aku tidak akan melakukan hal lebih Baekhyun, aku hanya tidak bisa menahan gairahku, tapi kau tenang saja aku tidak akan memasukimu oke." Chanyeol hendak kembali untuk melakukan hal yang sebelum nya ia lakukan, namun Baekhyun menahan nya dan langsung membuka kaos yang tengah dikenakan Chanyeol.

"Tidak adil jika hanya aku yang telanjang dan kau tidak," ucap nya, Baekhyun kini sudah terduduk ditas pangkuan Chanyeol.

"Sekarang kau ingin kita bermain bersama, atau aku yang hanya menerima permainanmu tanpa kau menikmati permainan itu sendiri?,"

Chanyeol tidak bodoh untuk tidak mengerti apa yang dikatakan Baekhyun, namun ia hanya kaget Baekhyun yang ia kenal pemalu ternyata bisa juga bergairah jika sudah terbakar hawa nafsu.

"Jangan pernah menyuruhku berhenti karena aku tidak akan bisa berhenti,"

"Aku..," belum sempat Baekhyun menjawab Chanyeol sudah kembali menindihnya, ia dengan segera meloloskan celananya sendiri sehingga mereka berdua kini dalam keadaan sama-sama telanjang.

Milik chanyeol sudah sangat tegang semenjak ia melihat tubuh penuh peluh Baekhyun, telah mengeluarkan sedikit precum, miliknya sudah berdenyut-denyut dan harus segera dipuaskan. Baekhyun terkejut melihat milik chanyeol yang panjang dan berurat. Ia memalingkan wajah nya merasa malu, sedikit menyesal untuk mengajak Chanyeol 'Bermain bersama'.

Chanyeol merangkak naik keatas tubuh Baekhyun, dia mencium bibir yang menjadi candu, dibawah sana Chanyeol menggoda Baekhyun dengan menggesek-gesekkan milik nya diluar kewanitaan Baekhyun.

"Emmm," desahnya tertahan.

Setelah puas bermain dengan bibir Baekhyun ia memandang mata Baekhyun dalam-dalam seakan meminta izin untuk melakukan sesuatu yang lebih, dan Baekhyun menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia memperbolehkan Chanyeol memiliki tubuhnya, Baekhyun menyerahkan kesucian yang selama ini ia jaga untuk Chanyeol.

Chanyeol yang telah mendapatkan sinyal kembali meraup bibir tipis Baekhyun dengan ganas, tangan nya mencoba memberikan penatrisi dengan memasukan nya kedalam kewanitaan Baekhyun, sontak Baekhyun menggigit bibir Chanyeol. Chanyeol hanya memasukan 2 jari namun sukses membuat Baekhyun menjerit dengan sangat sexy.

Gerakan nya yang lambat seakan ingin membunuh Baekhyun dengan kenikmatan. Chanyeol semakin menggoda nya dengan mengeluar masukan jari nya yang akhirnya mendapat protesan dari Baekhyun.

"Berhenti mengulur waktu.. aahhhh," Baekhyun meraih wajah Chanyeol untuk ia cium, melampiaskan geleyar kenikmatan yang ia rasakan.

Chanyeol terkekeh disela ciuman nya, ia pun mengarahkan miliknya ke depan kewanitaan Baekhyun, kewanitaan Baekhyun sangat sempit, Chanyeol memasukkan miliknya perlahan-lahan, Baekhyun memejamkan matanya, itu baru ujung kepalanya namun Baekhyun sudah dibuat gelisah mengcengkram sprei begitu kuat, dan dengan satu hentakan Chanyeol menenggelamkan seluruh miliknya, menyatukan tubuh mereka berdua dengan penyatuan yang sangat sempurna.

"Aaaahhhhh," baekhyun berteriak menahan sakit, tangan nya mencakar-cakar punggung Chanyeol, rasa nya sungguh sakit, seakan tubuhnya seperti terbelah dua, air mata pun lolos dari kedua mata Baekhyun.

Oh ayolah ini pengalaman pertamanya, wajar jika ia berteriak kesakitan

"Hei hei sayang apa aku harus mengeluarkan-nya?," Chanyeol merasa bersalah begitu melihat air mata keluar dari sudut mata Baekhyun.

Baekhyun menggeleng "Itu akan semakin sakit jika kau mengeluarkan nya," Baekhyun mencoba rilek agar dirinya lebih tenang.

Chanyeol mencium bibir Baekhyun agar Baekhyun siap dengan apa yang akan dia lakukan. Chanyeol meraih tangan Baekhyun, meyatukan kedua tangan mereka dan kembali mencium Baekhyun untuk mengalihkan rasa sakit yang Baekhyun rasakan. Chanyeol tidak ingin menjadi lelaki bajingan yang menyakiti Baekhyun disaat gadisnya melepas keperawanan nya untuk dirinya.

Well mungkin Baekhyun tidak cocok lagi disebut gadis lagi, mengingat ia baru saja melepas keperawanannya untuk Chanyeol.

Milik Chanyeol dicengkram dengan kuat kewanitaan Baekhyun, Chanyeol tidak tahan untuk tidak segera bergerak keluar masuk, memberikan Baekhyun kenikmatan yang akan sama-sama mereka jemput, namun sebisa mungkin ia menahan nya untuk menghargai Baekhyun yang baru saja kehilangan keperawanan nya.

"Apa aku bisa memulai nya?," Chanyeol bertanya dengan tangan nya kini membelai payudara Baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk dan akhirnya Chanyeol melakukan nya. Chanyeol memaju mundurkan miliknya dengan tempo perlahan, mencoba membuat Baekhyun beradaptasi terlebih dahulu dengan miliknya.

"Oh Tuhan," Baekhyun mendongkak dengan bibir yang terbuka, menambah kesan sexy dimata Chanyeol yang kini juga meremas pantat Baekhyun.

Baekhyun merasakan nya sekarang, betapa nikmat nya ketika rasa sakit di awal itu, kini telah berganti dengan kenikmatan yang biasanya ia hanya dengar dari orang-orang yang mengatakan nya sebagai surga dunia. Baekhyun bahkan membantu Chanyeol dengan memaju mundurkan pinggulnya agar Chanyeol semakin semakin dalam menyentuh titik ternikmat nya.

Chanyeol semakin mempercepat gerakannya, kewanitaan Baekhyun yang sempit semakin menjepit milik nya dengan kuat. Membuat Chanyeol sesekali mengeram nikmat dan terpejam, begitu pas, miliknya sempurna masuk didalam sana.

"Kau sempit Baek," Chanyeol menjelajahi tubuh Baekhyun, menciumi nya dengan sesekali menggigit kulit Baekhyun meninggalkan tanda kemerahan.

"Ya disitu Loey aahhh ahhhh,"

Nafas mereka memburu mengejar kenikmatan, Chanyeol bergerak masuk dan keluar lebih cepat dan semakin cepat, pandangan nya tidak lepas dari Baekhyun saat dia mendesak masuk dan keluar, Baekhyun melingkar pada tubuh Chanyeol saat ia merasakan gelombang kepuasan datang menghampirinya.

"L-loey aku...aku..," Baekhyun semakin mengeratkan kedua kakinya pada pinggang Chanyeol.

"Bersama denganku saying,"

Baekhyun melengkungkan tubuhnya keatas ketika menikmati pelepasan yang sangat hebat, senyum kepuasan menghampirinya, Chanyeol dapat merasakan cairan milik Baekhyun mengalir membasahi miliknya didalam sana. Baekhyun merasa lemas.

Oh tuhan, senikmat inikah bercinta? Ia baru tahu sekarang dan rasanya tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Sedangkan Chanyeol masih sibuk untuk mengejar pelepasan nya juga

"Oh Baekhyun," dan Chanyeol menyusul Baekhyun menjemput pelepasan nya.

Chanyeol mengeluarkan cairan miliknya nya kedalam rahim Baekhyun, pinggulnya menekan tubuh Baekhyun ketika Chanyeol meledak didalam Baekhyun. kedua tangan nya mencengkram erat pantat Baekhyun, membuat Baekhyun meringis karena menahan rasa sakit, ia ambruk diatas tubuh Baekhyun dengan keadaan yang terengah-engah, miliknya masih bersarang didalam kewanitaan Baekhyun.

Keringat yang menetes dari tubuh keduanya menandakan Betapa hebat nya pergulatan mereka.

Setelah merasa tenang, Chanyeol menarik miliknya keluar dari kewanitaan Baekhyun, ia menangkup wajah Baekhyun dengan kedua tangan nya, bibirnya menyentuh hidung Baekhyun menciumnya dengan sangat lembut sebelum akhirnya ia berbaring disamping Baekhyun dan menarik Baekhyun dalam pelukan hangat nya.

"Hanya dirimu Baekhyun, hanya akan ada dirimu yang ada dihatiku selamanya! Aku mencintaimu Baekhyun," Baekhyun hanya membalas dengan senyuman.

Namun percayalah dia juga merasa senang, hanya saja ia terlalu lemas untuk menjawab ucapan cinta Chanyeol. Akhirnya ia pun terlelap didalam dekapan tubuh hangat Chanyeol. Namun sebelum benar-benar jatuh terlelap Baekhyun berbicara dalam hatinya,

'Maafkan aku Eomma Appa, biarkanlah aku menikmati kehidupanku, aku percaya pada lelaki yang sekarang tengah memelukku, bahwa ia akan membahagiakanku.' – ucap nya dalam hati

"Saling percaya dan saling jujur adalah kunci dari sebuah hubungan yang akan bertahan lama."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tolong jangan hujat aku, jika FF ini kurang berkenan dihati kalian. Thanks.