Happy Reading...

.

.

"Eungg," Baekhyun menggeliat tidak suka ketika sesuatu terasa mengganggu tidur nya. Ia merasa sebuah benda kenyal agak basah terus menciumi wajah nya.

Baekhyun semakin tidak suka ketika bibir nya juga terasa diciumi. Bukan nya ia terbangun untuk memarahi yang mengganggunya, Baekhyun justru semakin menelesup mencari kehangatan- sehingga akhirnya ia mendengar sebuah suara yang terkekeh karena tingkah nya.

"Kau tidak mau bangun putri tidur?,"

Baekhyun spontan membuka kedua matanya mendengar suara yang begitu terasa dekat dengan telinga nya. Baekhyun sedikit menelan saliva nya ketika wajah nya berhadapan dengan sebuah dada bidang kekar dan berotot.

Dia baru ingat kalau itu dada bidang milik Chanyeol, wajah Baekhyun merona merah mengingat apa yang telah mereka lakukan tadi malam, begitu panas dan bergairah nya mereka menghabiskan malam panjang penuh desahan dan erangan. Baekhyun menarik selimut yang menutupi badan nya untuk menutupi wajah nya karena malu, dan itu sukses membuat Chanyeol tertawa melihat tingkah Baekhyun.

"Hei sayang kenapa kau menutupi wajahmu? Kau malu?," Chanyeol mencoba menurunkan selimut yang dipakai Baekhyun untuk menutupi wajah nya, namun Baekhyun menggeleng-geleng dibalik selimut.

"Haha Baekhyun kenapa kau harus malu sayang, aku bahkan sudah melihat semua tubuhmu- kau tidak lupa kan semalam kita bercin...," belum selesai Chanyeol menyelesaikan perkataan nya Baekhyun sudah menyekap mulut Chanyeol yang hendak berbicara tentang kegiatan mereka.

"Bisakah kau tidak se-frontal itu Lo.. ah maksudku Chanyeol," Baekhyun mengoreksi nama Chanyeol yang hendak ia panggil Loey seperti biasanya.

Chanyeol melepaskan tangan Baekhyun dan balik menciumi jari-jari mungil Baekhyun yang lentik. Mengecup nya lama jari-jari Baekhyun.

"Baek Kau bisa memanggilku Loey karena itu memang nama panggilanku, teman-temanku memanggilku Loey, hanya orang tua ku yang memanggil nama asliku. Tapi jika kau ingin memanggilku Chanyeol juga tidak apa-apa." Chanyeol mencium jari telunjuk Baekhyun begitu sensual yang berhasil membuat Baekhyun terpejam.

"Kenapa kau menggigit bibirmu begitu?," Chanyeol mengulurkan tangan nya untuk mengelus bibir tipis Baekhyun dan Baekhyun justru mencium ibu jari Chanyeol dengan tak kalah sensual seperti yang Chanyeol lakukan pada jari-jari tangan nya "Apa kau menggoda ku Baekhyun?,"

Baekhyun menyunggingkan senyum nya sebelum kemudian menatap kedua iris mata Chanyeol yang selalu membuat nya larut dalam tatapan Chanyeol.

"Katakan itu pada seseorang yang sebelumnya menjilati dan menciumi jari-jariku." Keduanya pun akhirnya tertawa bersama.

"Kalau begitu berikan morning kiss padaku," pinta Chanyeol sambil mendekatkan wajah nya pada Baekhyun.

Seakan ingat jika ini sudah pagi Baekhyun malah bertanya jam berapa dibanding memberikan morning kiss pada Chanyeol.

"Jam berapa sekarang?,"

"Sekarang jam 8 pagi," ucap Chanyeol yang sedikit mundur menjauhkan wajah nya dari wajah Baekhyun "Ada apa memang nya?."

"Astaga aku harus bekerja Loey," Baekhyun hendak bangkit namun Chanyeol menariknya sehingga Baekhyun kini terlentang dibawah kungkungan Chanyeol yang mengurung nya.

"Ini hari minggu sayangku, dan setauku kau libur dihari minggu." Chanyeol menahan tangan Baekhyun disamping kanan dan kiri kepalanya

"Hari minggu? Benarkah?," Baekhyun lupa hari, ia pun mengingat-ngingat dan akhirnya ia malu sendiri karena memang benar hari ini hari minggu.

"Apa karena memikirkanku, kau lupa hari ini hari minggu?," goda Chanyeol yang kemudian mencium rahang Baekhyun. Baekhyun sedikit menggeliat dibuat nya.

"A-aku hanya lupa karena terlalu lama bolos." bohong nya, padahal yang sebenarnya memang ia tidak mengingat hari, bahkan tanggal saja ia lupa, karena selama bolos Baekhyun hanya memikirkan tentang Chanyeol dan dirinya.

"Kau tidak pandai berbohong sweetheart," Chanyeol kemudian mencium bibir Baekhyun dengan penuh perasaan sedikit memberikan lumatan dan gigitan kecil disana.

Sebenarnya gairah Chanyeol naik ketika melihat Baekhyun yang terus menggigit bibirnya, namun Chanyeol tidak mau menjadi lelaki bajingan yang kembali bercinta dengan Baekhyun setelah semalam dia menghajar Baekhyun habis-habisan. Ya, setelah ronde pertama melepas keperawanan Baekhyun, semalam Chanyeol dan Baekhyun melanjutkan nya ketika mereka terbangun ditengah malam.

Chanyeol yakin Baekhyun akan kesulitan berjalan hari ini, maka sebelum gairah nya semakin menguasai otak nya ia menghentikan ciuman nya dan tersenyum manis pada Baekhyun.

"Aku akan menggendongmu ke kamar mandi, bersihkan dirimu sementara aku akan mandi dikamar mandi lain, dan memasak didapur! Kau ingin makan apa hari ini?"

"Apapun yang kau masak aku akan memakan nya kecuali mentimun." ucap nya pelan yang di angguki oleh Chanyeol. Chanyeol pun sudah bangun untuk menggendong Baekhyun ke kamar mandi.

"Aku bisa jalan sendiri Loey, kau tidak perlu menggendongku!." tolak Baekhyun yang belum merasakan kesakitan diarea sensitif nya.

"Kau yakin bisa berjalan?,"

Baekhyun mengeryitkan alisnya tidak mengerti, ia pun memilih turun untuk pergi ke kamar mandi. Baekhyun pun baru menyadari jika tubuhnya sudah tidak telanjang lagi- ia sudah memakai kemeja Chanyeol, semalam Chanyeol memakaikan Baekhyun kemeja nya karena tidak mau Baekhyun masuk angin.

Baekhyun sudah duduk dipinggiran ranjang untuk pergi ke kamar mandi, namun baru kaki nya melangkahkan satu langkah Baekhyun sudah jatuh setengah terngkurep disamping ranjang Chanyeol seraya menjerit pelan.

"Aahhhh..." ia menahan nyeri pada area selangkangan nya.

"Itu sebab nya aku bilang akan menggendongmu sayang." Chanyeol turun dan langsung mengendong Baekhyun. Chanyeol sendiri hanya memakai boxer nya dengan dada bidang nya yang toples.

Baekhyun menunduk malu karena Chanyeol yang tersenyum seolah meledek nya.

"Aku tidak tahu akan sesakit ini." cicit nya pelan yang ditanggapi Chanyeol dengan kekehan.

"Berendam lah sebentar dengan air hangat, kran air nya sudah otomatis kau tinggal putarkan saja. Aku akan mandi dikamar mandi dapur kemudian memasak! Panggil aku jika masih terasa sakit- aku akan menggendongmu keruang makan, kau mengerti?."

Baekhyun mengangguk malu-malu setelah Chanyeol menurunkan nya didalam kamar mandi.

Sepeninggal Chanyeol Baekhyun memandang pantulan dirinya sendiri dikaca kamar mandi Chanyeol, ia pun melepas kemeja Chanyeol dan betapa kaget nya Baekhyun melihat tubuh nya yang penuh dengan kissmark yang diberikan Chanyeol, bahkan bekas nya terlihat ke unguan- ia dibuat menganga melihat nya.

Baekhyun kembali mengingat pergulatan panas nya dengan Chanyeol. Baekhyun memegang kedua pipinya yang merona, ini seks pertama nya setelah dari kecil ia menjaga sesuatu yang berharga dalam hidupnya, ia memberikan nya pada Chanyeol.

Selintas pikiran buruk melintas dipikiran Baekhyun, apa Chanyeol akan menepati janjinya tidak akan meninggalkan nya, dan akan tetap bersamanya sekalipun jika ayah nya nanti akan menentang hubungan mereka.

Ah Baekhyun takut akan satu hal itu, apa lagi sekarang ia sudah memberikan keperawanan nya pada Chanyeol.

Baekhyun menggeleng-geleng menepis pikiran buruk itu, ia sudah berjanji akan percaya pada Chanyeol, jadi ia akan percaya kalau Chanyeol sudah berjanji tidak akan meninggalkan nya dan akan bertanggung jawab jika kemungkinan Baekhyun hamil nantinya, karena mereka melakukan nya tanpa pengaman.

Baekhyun memutar kran air yang mengeluarkan air panas, ia pun memeriksa air nya agar pas untuk nya berendam. Setelah dirasa air nya pas, Baekhyun menaburkan garam mandi yang beraroma tubuh Chanyeol, Baekhyun tersenyum menyukai nya. Ia pun berendam untuk menghilangkan lelah setelah semalaman ia dihajar Chanyeol sampai badan nya terasa remuk.

Chanyeol sudah mandi dan mengenakan celana pendeknya serta tshirt berwarna abu-abu, rambut nya masih belum disisir, poni nya dibiarkan menutupi jidat sexy nya. Chanyeol terlihat seperti remaja kampus saat ini, begitu tampan dan menggoda disaat bersamaan.

Sesekali ia tersenyum, betapa bahagia nya Chanyeol karena Baekhyun kini sudah menjadi miliknya 'seutuhnya', Chanyeol tidak akan membiarkan lelaki lain mendekati nya mulai dari sekarang, Chanyeol akan mengibarkan berndera perang jika ada lelaki yang berani mendekati Baekhyun, siapapun itu. Termasuk jika teman-teman nya sendiri maka ia akan dengan senang hati menghajar nya. Chanyeol itu overprotektif dia tidak akan membiarkan orang yang dia sayangi berada dalam bahaya, itu saja intinya.

Chanyeol hari ini memasak pancake strawberry, ia sudah pernah membuatkan nya untuk Baekhyun dan Baekhyun mengatakan kalau ia sangat menyukai pancake buatan nya, maka dari itu ia akan membuat nya lagi sekarang.

Dan karena asiknya memasak Chanyeol tidak menyadari jika Baekhyun dengan sedikit tertatih mendekati nya dan mengintip dari balik punggung Chanyeol.

"Bau nya wangi," ucap Baekhyun membuat Chanyeol terlonjak kaget.

"Astaga Baekhyun," Chanyeol mengelus dadanya "Kau membuatku hampir menumpahkan sarapan kita." Chanyeol mematikan kompor sebentar untuk mengangkat Baekhyun layaknya anak kecil dan mendudukan nya dimeja pantry samping, dan Chanyeol yang kembali memasak.

"Aku membuat pancake kesukaanmu?,"

"Aku sudah rindu pancake buatanmu." Baekhyun tersenyum manis ke arah Chanyeol yang dibalas senyuman tak kalah manis dan tampan dari Chanyeol "Oh iya aku memakai hoodiemu lagi."

Chanyeol melirik ke arah Baekhyun dan mengangguk "Kau tampak lucu memakai itu." Chanyeol mendekat untuk mengecup bibir Baekhyun.

Cup~~

"Apa menciumku akan menjadi salah satu hobinya mulai saat ini?," tanya Baekhyun yang sudah menutup bibir nya dengan sebelah tangan nya.

"Hahaha," Chanyeol tertawa keras mendengar nya "Ide bagus! Aku akan memasukan hobi itu mulai sekarang."

"Yakk," Baekhyun berteriak protes yang membuat Chanyeol kembali tertawa.

Baekhyun tersenyum melihat Chanyeol yang tertawa dengan sangat tampan. Hati Baekhyun menghangat, ia berjanji tidak akan pernah menyembunyikan perasaan nya terhadap Chanyeol, ia akan selalu percaya dan jujur kepada Chanyeol, karena Baekhyun tidak ingin Chanyeol menjauh lagi darinya.

'Eomma, Appa, kalian lihatkan lelaki didepanku ini? Eomma, Appa, restui Baekhyun untuk bersamanya dan maaf karena Baekhyun tidak menuruti kata-kata kalian untuk menjaga diri, Baekhyun terlalu mencintainya' - ucap nya dalam hati

Beberapa menit kemudian..

"Apa yang akan kita lakukan sekarang?," Baekhyun duduk disofa, paha nya yang menjadi bantal kepala Chanyeol yang bersandar padanya.

"Kau ingin kita melakukan apa? Pergi keluar berjalan-jalan atau pergi ke kamar dan bermain seperti semalam?," Chanyeol mendapatkan sebuah jitakan halus dari Baekhyun karena perkataan nya.

"Kau itu mesum sekali ternyata," Baekhyun menggeleng.

"Aku bercanda sayang, aku tidak akan membuat kau tidak bisa berjalan nantinya, sekarang saja kau sudah kesulitan apa lagi jika aku kembali memasukimu," Chanyeol menenggelamkan kepalanya pada perut Baekhyun dengan tangan nya yang memeluk pinggang Baekhyun "Dari dulu aku menunggu moment seperti ini denganmu, ternyata harapanku terkabul."

"Kenapa kau mendadak jadi mellow begini?," Baekhyun tertawa pelan.

"Sayang, aku bukan mellow aku hanya terlalu M.E.N.C.I.N.T.A.I.M.U," Chanyeol sengaja menekankan kata 'mencintaimu' seraya bangkit dari tidur nya menatap Baekhyun "Aku bahkan harus berbohong padamu agar kau mau dekat denganku, dan aku harus menderita selama 3 hari karena kau yang menj...ppppp." Baekhyun membungkam bibir Chanyeol dengan bibir nya.

"Kau itu selain mesum juga cerewet sekali."

Chanyeol diam. ia cukup terkejut dengan tindakan Baekhyun, ya Baekhyun bukan hanya lebih terbuka padanya sekarang tapi seolah Baekhyun menunjukan dirinya yang sebenarnya. Baekhyun yang ceria ketika ia merasakan kebahagiaan, bukan Baekhyun yang selalu pendiam menyembunyikan masalah nya.

"Baek?," Chanyeol masih tetap memandang Baekhyun walau Baekhyun sudah pokus ke arah layar televisi dengan popcorn ditangan nya.

"Hmmmmm," jawab nya bergumam

"Kau bilang akan mengundurkan diri dari rumah sakit, lalu kau akan bekerja dimana setelah keluar dari rumah sakit?." Chanyeol kini ikut menonton sambil memakan popcorn berdua dengan Baekhyun.

"Tidak tahu! Mungkin di Cafe atau restoran, yang penting mereka menerima pekerjaan paruh waktu untuk ku,"

"Kenapa pekerjaan paruh waktu? Memang nya kau akan bekerja dibanyak tempat?." Chanyeol sudah kembali menatap Baekhyun dengan alis nya yang mengkerut tidak suka.

"Aku akan melanjutkan kuliahku yang tertunda, tabungan ku sudah cukup untuk membayar kuliah selama aku cuti- tapi aku juga perlu makan dan kebutuhan lain. Jadi aku akan bekerja paruh waktu sepulang kuliah,"

Chanyeol merasakan hatinya mencelos mendengar Baekhyun bekerja susah payah selama 2 tahun ini ternyata untuk melanjutkan kuliah nya yang tertunda karena kekurangan biaya, ia bingung antara harus bereaksi senang mendengar Baekhyun mandiri, atau sedih karena gadis yang ia cintai harus berjuang sendirian ditengah kejam nya dunia.

Tapi tidak lagi, sekarang ia yang akan melindungi Baekhyun dan selalu berada disamping nya sekalipun nanti ayah nya menentang hubungan mereka Chanyeol tidak akan pernah meninggalkan Baekhyun, tidak akan.

"Jangan bekerja," Chanyeol menarik Baekhyun kedalam pelukan nya, Baekhyun yang bingung mengeryit.

"Apa maksudmu?,"

"Kau jangan bekerja, aku tidak suka melihatmu disuruh-suruh dan dibentak-bentak orang, aku tidak suka orang lain menatapmu seolah kau orang yang tidak berhak bahagia. Aku benci itu Baekhyun!," Chanyeol melepas pelukan nya "Bekerja saja disini, siapkan sarapan untukku sebelum aku berangkat kerja, dan menyambutku dengan senyuman manismu ketika aku pulang, aku akan membayar mu sesuai gaji yang kau terima dari rumah sakit."

Baekhyun melepaskan tangan Chanyeol, wajah nya berubah menjadi tidak suka ketika mendengar Chanyeol mengatakan nya.

"Bisakah kau tidak menggunakan uangmu untuk memiliki ku? Aku tidak suka ketika kekasihku seolah-olah membeli ku, lebih baik aku bekerja sampai aku kelelahan ketimbang aku menerima uangmu, tolong jangan buat aku berpikir kau seperti lelaki lain nya,"

"Bukan begitu Baekhyun, aku hanya memberi saran agar kau bekerja disini, di apartemenku." Chanyeol berusaha meraih tangan Baekhyun kembali namun Baekhyun menolak nya.

"Tidakkah kau berpikir kau menyuruhku menjadi pembantumu?," Baekhyun menatap dalam kedua iris mata Chanyeol "Serendah-rendah nya pekerjaanku cukup hanya menjadi Office Girls rumah sakit, aku bahkan menyesal ketika dulu menerima pekerjaan itu jika bukan karena aku ingin melanjutkan kuliah ku, bukan karena pekerjaan itu sebagai office girls tapi karena orang-orang selalu memandang rendah pekerjaanku."

Chanyeol menghela nafas nya, niat nya bukan seperti ini, ia hanya ingin Baekhyun tetap berada dalam radius jangkauan nya dan berada pada jarak aman nya, karena Chanyeol tahu tidak akan lama lagi ayah nya akan mengetahui jika ia telah menyukai seorang wanita dari kalangan rendah, dan Chanyeol sebenarnya tidak mau jika nanti Baekhyun kenapa-kenapa, ia tahu sifat sosok sang ayah yang selalu mengganggu hidup nya.

"Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu sayang," Chanyeol menunduk untuk kembali menghela nafas nya "Tapi biarkan aku meminta satu hal agar aku merasa tenang."

"Apa?"

"Berjanjilah kau tidak akan menolak nya?," Baekhyun sudah tidak menolak ketika Chanyeol menarik tangan nya dan menggenggam nya "Percayalah ini demi kebaikanmu."

"Hah, baiklah aku berjanji tidak akan menolaknya! Lalu apa itu?," tanya Baekhyun

"Aku akan menempatkan seseorang untuk membuntutimu dan menjagamu dari jarak jauh ketika kau pergi kuliah atau bekerja," Chanyeol memegang erat tangan Baekhyun, ketika melihat reaksi yang diberikan Baekhyun yang telah membulatkan kedua bola matanya dan bersiap protes "Kau sudah berjanji tidak akan menolak nya, jangan mengingkari janjimu sendiri sayang."

"Tapi...," Baekhyun mendesah tidak suka "Untuk apa seorang pengawal?." Baekhyun berpikir sebentar sebelum akhirnya ia sadar jika orang yang saat ini menjadi kekasihnya adalah Park Chanyeol.

Park Chanyeol, satu-satu nya anak tunggal dari Park Corp- yang ia ketahui ikut andil memegang kendali penuh dalam bisnis di Korea Selatan, dan Park Chanyeol juga direktur rumah sakit Haneul Hospital, rumah sakit terbesar di kota Seoul.

Betapa bodohnya kau Baekhyun bisa melupakan fakta itu.

"Ah," Baekhyun tersenyum miris "Aku lupa jika kekasihku ini seorang yang sangat penting di Korea Selatan! Apa akan ada orang yang membunuhku saat mereka tahu aku kekasihmu?," tebak Baekhyun yang diberi jawaban dengan keterdiaman Chanyeol

"Jadi benar yah?," Baekhyun menghela nafasnya lagi "Apa ayahmu akan menyingkirkanku? Dan apa aku harus memutuskanmu sekarang setelah aku memilikimu selama 2 hari?."

"Tidak." Chanyeol memekik tidak setuju "Kau ingin membunuhku dalam kesakitan kalau kau pergi dariku," Chanyeol menggeleng-geleng "Ku mohon ya, biarkan aku membuatmu aman, kau sudah berjanji tidak akan meninggalkanku, tidak akan menolak permintaanku. Aku hanya akan merasa tenang ketika mendengar kabar kalau kau baik-baik saja, jadi biarkan aku melakukan nya- karena itu semua demi kebaikanmu sayang."

"Apa akan separah itu jika aku ketahuan menjadi kekasihmu Chan..ah maksudku,"

"Panggil aku Chanyeol jika kau menginginkan nya,"

"Tidak aku lebih suka ketika aku memanggilmu Loey! Jadi apa akan terjadi sesuatu yang sangat mengerikan ketika orang-orang tahu aku kekasihmu?." Baekhyun kembali bertanya

"Tidak apa-apa sih, jika mereka tahu kau adalah kekasihku. Tapi mereka akan menyerangmu dari berbagai hal selama ada celah, terlebih jika musuh ayahku mengetahuinya, mereka akan berusaha memanfaatkan kau untuk memancingku, lalu menggunakanku untuk menghancurkan ayahku." bohong Chanyeol

Karena yang sebenarnya musuh terbesar nya adalah ayah nya sendiri. Ayahnya yang tidak akan segan menyingkirkan Baekhyun jika ia menginginkan nya, dan Chanyeol juga yakin ayah nya telah bergerak, mengingat pesan dari teman nya sendiri Jongdae- jika ayah nya tetap bersikukuh untuk menjodohkan nya dengan Luhan.

"Ya aku tahu, keluargaku dulu menekuni bisnis yang sama denganmu, jadi aku mengerti walau dulu ayahku tidak sampai memiliki banyak musuh karena ia hanya pebisnis biasa-biasa saja," Baekhyun mengelus pipi Chanyeol "Jika itu yang kau inginkan aku akan menerimanya, karena sesuai janjiku sebelumnya aku tidak akan menolak dan aku bukan seseorang yang mudah mengingkari janji."

Baekhyun menyentuh hidung mancung Chanyeol, Chanyeol tersenyum tampan dengan memperlihatkan gigi putihnya dan lesung pipi nya yang membuat ia semakin manis dan tampan dalam waktu bersamaan.

"Kau harus bertahan untukku Baek, karena aku akan memperjuangkanmu, aku akan berjuang untuk keluarga kecil kita," Chanyeol balas mengelus pipi Baekhyun, mengelus bibir Baekhyun dengan ibu jarinya sebelum kemudian ia mencium nya pelan "Haruskah kita menikah secepatnya?."

BUGHH

"Awwwwww," Chanyeol meringis mendapat pukulan manja dari Baekhyun.

"Aku ingin lulus kuliah sebelum menikah, jadi maaf tuan Park Chanyeol aku menolak lamaranmu." Baekhyun menjulurkan lidah nya meledek Chanyeol

"Hahahahaha," Chanyeol tertawa ia kembali menarik Baekhyun menyenderkan Baekhyun didadanya, dan kembali mereka menonton televisi bersama-sama "Aku akan menunggumu asal kau juga menungguku, dan kau tidak akan menghilang atau menjauh lagi dari jangkauan ku, ingat itu."

"Siap tuan Park." Baekhyun mengangguk lucu dalam dekapan Chanyeol yang kembali tertawa dengan mendaratkan kecupan pada puncak kepala Baekhyun. Baekhyun ikut tertawa dan memegang tangan Chanyeol yang melingkar pada perut nya. Posisi Baekhyun membelakangi Chanyeol membuat ia nyaman menyender pada dada bidang Chanyeol, tempat ternyaman yang pernah ia dapatkan.

Ya tuhan Chanyeol dan Baekhyun bahagia saat ini, bisakah mereka mempertahankan kebahagian yang mereka ciptakan saat ini untuk selamanya? Bisakah setidaknya takdir kini bertindak adil pada Baekhyun? Bisakah setelah semua peenderitaan yang Baekhyun alami kali ini dia mendapat apa yang selama ini ia inginkan.

Baekhyun tidak meminta ia kembali menjadi orang kaya, ia hanya ingin kembali bahagia dengan merasakan kasih sayang dari seseorang dengan tulus.

Ia sudah menemukan Chanyeol saat ini, bisakah Chanyeol hanya untuk Baekhyun selamanya? Baekhyun hanya ingin bahagia dengan kebahagian nya saat ini, tidak lebih.

Bisakah takdir membiarkan mereka bersatu dan bahagia.

-o0o-

"Sehun," Luhan berdiri mematung didepan pintu apartemen Sehun, ia baru saja sampai ke apartemen Sehun setelah bersusah payah meminta izin keluar pada orang tua nya dengan alasan akan berkunjung kerumah teman, yaitu Baekhyun. Luhan harus meminta maaf pada Baekhyun nanti karena menggunakan namanya untuk berbohong.

"Luhan? Ada apa sayang? Kenapa kau hanya berdiri saja ayo masuk," Sehun menarik tangan Luhan agar ia masuk kedalam apartemen nya, Sehun sedang libur hari ini. Ia sengaja selalu mengambil libur dihari minggu agar bisa merasakan weekend seperti orang kebanyakan.

"Sehun kau harus membantuku," Luhan menghentikan langkah Sehun yang masih membawanya kedalam ruang tengah apartemen Sehun.

"Ada apa? Kau bisa duduk dulu sayang, baru kau bisa bercerita." Sehun hendak kembali menarik Luhan namun Luhan kembali berbicara yang membuat Sehun menoleh dengan tatapan terkejut nya.

"Tolong hentikan perjodohanku dengan Chanyeol, kau harus mengehentikannya- aku tidak mau berpisah denganmu, dan aku tidak mau merusak hubungan Baekhyun dan Chanyeol...,"

Sehun mematung ditempatnya.

Perlahan menarik Luhan kedalam pelukannya, tidak pernah terpikir oleh nya jika Luhan akan menerima sebuah perjodohan. Memang salah Sehun sendiri, sampai saat ini belum menunjukan dirinya kepada orang tua Luhan, hingga akhirnya ia mendengar perjodohan ini.

"Siapa yang menginginkan perjodohan ini?," tanya Sehun.

"Hikss A-ayah Chanyeol, Chanyeol dan aku sudah menolak- tapi ayahnya hiksss ayahnya,," Luhan tidak melanjutkan nya karena ia sudah menangis kembali dalam pelukan Sehun.

Sehun menghela nafasnya.

"Lalu kenapa ayahmu tidak menolak nya?," Sehun masih memeluk Luhan agar tenang karena Luhan menangis membuatnya sulit berbicara.

"Ayah Chanyeol mengancam akan memutuskan kontrak kerja dengan perusahaan ayah dan menarik semua saham yang ia tanamkan diperusahaan ayahku." Luhan memeluk Sehun semakin erat menumpahkan semua tangisan nya dipelukan Sehun, membuat baju yang Sehun kenakan basah dibagian dadanya.

'Haruskah aku mengorbankan cita-citaku demi orang yang aku cintai, dan juga demi sahabatku?' - Batin Sehun

Luhan adalah gadis yang berhasil mengetuk pintu hati Sehun ketika Sehun tidak sekalipun berminat untuk melirik wanita dan menjalin sebuah hubungan. Hanya Luhan yang membuat nya mampu meruntuhkan tembok hati Sehun yang kata Chanyeol layaknya tembok rakyat China, panjang dan tinggi. Sulit untuk menapakinya jika kau tidak kuat berjalan lama didalam nya.

Dan Luhan lah orang yang mampu berjalan didalam sana, Luhan yang mampu bertahan menjalin hubungan dengan nya walau bertahun-tahun harus menjalani hubungan jarak jauh dengan nya, hanya sesekali mereka bertemu, sampai akhirnya penantian nya usai karena Luhan kembali ke Korea.

Jadi apa mungkin sekarang Sehun harus melepasnya begitu saja?.

'Kejujuran dan saling percaya serta terbuka satu sama lain akan mempertahankan cinta yang telah kalian bina, jangan pernah ada kebohongan dalam sebuah hubungan'