Happy Reading...
.
.
Sehun termenung di ruangannya, ia mengacak-ngacak rambut nya sendiri, ia gelisah memikirkan nasib hubungan nya. Ia kaget mendengar penuturan Luhan- bahwa kekasihnya di jodohkan dengan Chanyeol oleh ayah Chanyeol. Ayah Chanyeol juga mengancam akan menarik saham nya dari perusahaan ayah Luhan jika mereka menolak perjodohan itu.
Demi Tuhan, Chanyeol itu sahabatnya. Dan Luhan, ia sangat mencintai wanita bermata rusa tersebut, bahkan ia rela harus menjalani hubungan jarak jauh bertahun-tahun serta bolak-balik ke China sesekali- hanya untuk menemui Luhan.
Sedangkan Chanyeol, ia tau bahwa lelaki tersebut sudah cinta mati terhadap Baekhyun, karena Baekhyun pula yang membuat Chanyeol kembali menjadi dirinya sendiri- dan lebih layak disebut manusia ketimbang dulu sebelum bertemu dengan Baekhyun.
Takdir macam apa yang tuhan rencanakan? Kenapa takdir seolah-olah mempermainkan mereka, berusaha memisahkan cinta mereka!
Sehun bimbang, haruskah ia membongkar identitas nya?.
Namun bagaimana dengan karir sebagai dokter, yang telah ia rintis dengan susah payah selama ini. Karir yang telah ia bangun dengan keringat nya sendiri, tanpa sedikitpun campur tangan dari orang tuanya. Sehun memulai semuanya dari nol untuk menjadi dokter, dan sekarang ia harus merelakan cita-citanya karena hanya itu lah satu-satunya cara untuk membatalkan perjodohan antara Luhan dan sahabatnya, Chanyeol.
Sehun adalah anak seorang pengusaha sukses dari China. Perusahaan ayah Sehun merupakan perusahaan nomor satu di China. Shixun Corp telah melakukan kerja sama dengan Park Corp dari bertahun-tahun yang lalu dan juga Shixun Corp saat ini merupakan pemegang saham terbesar di Park Corp.
Selama ini Sehun menyembunyikan identitas nya, ia tidak ingin orang-orang mengetahui kalau ia sebenar nya adalah anak orang kaya, bahkan ia orang paling berpengaruh di China. Sehun ingin di hargai dan sukses dengan cara nya sendiri.
Ia tidak mau melanjutkan perusahaan ayahnya karena ia ingin menjadi dokter, yang merupakan cita-citanya sedari kecil dan untung saja orang tuanya selalu mendukung apapun keputusan Sehun, dan tidak pernah memaksa kehendak mereka terhadap Sehun. Tapi kini ia dihadapkan dengan suatu pilihan yang sulit. Ia harus mengambil alih perusahaan ayahnya agar bisa mengancam tuan Park dan membatalkan perjodohaan Chanyeol dan Luhan, lalu ia harus segera menikahi Luhan.
Apakah Sehun rela melepaskan cita-citanya untuk menyelamatkan kisah cinta nya bersama Luhan, dan juga menyelamatkan sahabatnya sendiri?
Chanyeol hari ini mengantar Baekhyun ke kampusnya, gadis itu hari ini ingin mengurus status mahasiswanya yang sempat cuti. Uang yang ditabung oleh Baekhyun telah mencukupi untuk membiayai kuliahnya, jadi ia akan melanjutkan pendidikan nya yang tertunda. Namun ia akan tetap bekerja paruh waktu untuk membiayai kehidupan sehari-hari nya nanti. Walau sempat diprotes Chanyeol, namun dengan kesepakatan yang dibuat oleh dia dan Chanyeol, maka Chanyeol mengizinkan nya.
Oh mengenai tempat tinggal Baekhyun, Baekhyun kini tinggal di samping unit apartemen Chanyeol, tentu saja itu semua karena Chanyeol yang memaksa agar ia tinggal dekat dengan nya.
Baekhyun sebenarnya menolak nya bahkan mereka berdebat hanya karena meributkan agar Baekhyun pindah ke samping apartemen Chanyeol. Dan akhirnya Baekhyun kembali mengalah dengan mau tinggal disamping apartemen Chanyeol, asal lelaki itu tidak se enak nya masuk ke apartemen nya.
Selama perjalanan Chanyeol melirik-lirik pada Baekhyun, melihat Baekhyun yang sepertinya senang sekali karena sebentar lagi bisa melanjutkan kuliah membuat hatinya juga merasa senang. Tapi terbersit juga sedikit ke khawatiran di hatinya, ia takut kalau di kampus akan banyak lelaki yang mendekatinya dan sudah dipastikan akan banyak yang menyukai dan menggoda Baekhyun.
Kekasihnya ini begitu cantik, baik, dan juga polos. Chanyeol tidak mau Baekhyun didekati orang lain selain dirinya, maka dari itu ia rela untuk mengantar jemput Baekhyun agar semua orang tau kalau Baekhyun telah memiliki kekasih. Namun perasaan khawatir tersebut tidak juga pergi dari hatinya.
Chanyeol selalu hawatir bagaimana kalau nanti Baekhyun berpindah ke lain hati dan kemudian meninggalkan nya?
Tidak-tidak itu tidak boleh terjadi karena Chanyeol tidak sanggup hidup tanpa Baekhyun. Baru membayangkan nya saja ia sudah cemburu setengah mati. Rasanya ia ingin mengurung Baekhyun di apartemen nya dan tidak mengizinkan Baekhyun keluar selangkah pun dari apartemen nya.
Namun ia sadar, bahwa pendidikan Baekhyun juga penting-dan ia tidak bisa menghalangi keinginan Baekhyun untuk melanjutkan pendidikan nya. Tanpa sadar Chanyeol mengernyitkan dahinya tidak suka dan memasang wajah nya malas dan datar, sedatar-datar nya. Baekhyun yang melihat kekasih nya cemberut merasa keheranan, ia memberanikan diri untuk meyentuh lengan Chanyeol menyadarkan Chanyeol dari lamunan nya.
"Kau memikirkan sesuatu?,"
"Hah?," Chanyeol bengong sampai akhirnya ia sadar "Ah, tidak. Aku tidak memikirkan apa-apa!." bohong nya mencoba membuat Baekhyun tidak melihat keresahan hatinya.
"Lalu, kenapa wajahmu seperti itu? Kau tidak bisa berbohong kepadaku tuan Park, aku tahu kau tengah memikirkan sesuatu kan?," Baekhyun masih memandangi Chanyeol yang masih memasang wajah datar nya yang pokus pada jalanan
"Aku tidak memikirkan apa-apa sayang, aku tidak bohong." ia melirik Baekhyun sebentar sambil tersenyum lalu memfokuskan dirinya kembali ke jalan karena saat ini ia tengah menyetir.
Hati Baekhyun menghangat mendengar Chanyeol memangilnya dengan kata sayang, walau Chanyeol selalu memanggilnya dengan kata-kata manis seperti itu berkali-kali, namun Baekhyun masih selalu merona ketika mendengar nya. Getaran aneh selalu muncul ketika Chanyeol memperlakukan nya begitu baik dan penuh perhatian.
Yah ia senang ketika Chanyeol selalu mampu membuat nya merasa orang yang paling beruntung karena dicintai oleh lelaki setampan dan sebaik Chanyeol. Dan Baekhyun merasa beruntung karena Chanyeol kekasih nya.
"Baiklah kalau kau tidak mau menceritakan nya kepadaku, tidak apa-apa aku tidak akan memaksa," di mulut nya memang terlontar perkataan seperti itu namun ia merasa sedikit sedih, ia tau Chanyeol berbohong namun ia juga tidak bisa memaksa Chanyeol, mungkin memang lelaki tersebut belum siap untuk menceritakan hal yang menjadi beban pikirannya.
Baekhyun tidak tau saja sebenarnya lelaki bertelinga caplang tersebut tengah menahan cemburu bahkan dengan hal yang belum tentu terjadi. Sungguh kekanakan bukan? Tapi kalian pasti mengerti jika kalian sendiri pernah merasakan cemburu.
Ketika sampai, Baekhyun mengulurkan tangan nya untuk membuka pintu mobil, namun belum sempat ia membuka pintu mobil tangan nya sudah terlebih dulu di tahan oleh Chanyeol.
"Wae?," Baekhyun menatap Chanyeol dengan wajah sedikit kesal "Aku akan mendengarkan nya- jadi sekarang katakan apa yang mengganggu pikiran mu?."
Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun, ia mengelus tangan itu dengan lembut, memperlakukan Baekhyun dengan halus, seolah-olah Baekhyun merupakan barang yang mudah pecah. Chanyeol menatap dalam kedalam dua maniak mata Baekhyun.
"Baekhyun dengarkan aku, sekarang kau harus segera pergi ke ruang administrasi dan segera selesaikan urusan mu dan jika sudah selesai kau harus segera pulang! Jangan berani melihat-lihat lelaki lain, aku tidak mau kekasih cantik ku ini di goda oleh orang lain, kau harus ingat jika kau hanya milikku Baekhyun."
Chanyeol menyelipkan anak rambut Baekhyun yang jatuh ke telinga nya dan ia mengelus-elus pipi Baekhyun yang cukup chubby walau masih terlihat tirus. Ingin rasanya ia memakan pipi itu hanya saja ia sadar tempat kalau ini masih disekitar area kampus dan juga ia tidak mungkin berlama-lama disini karena Chanyeol juga harus ke rumah sakit untuk bekerja.
"Ne, ne sajangnim! Aku akan menyelesaikan urusanku secepat kilat dan langsung pulang ke apartemen dan aku tidak akan melirik-lirik lelaki lain!," Baekhyun membalas genggaman tangan Chanyeol "Dengar kan aku tuan Park Chanyeol, dihatiku ini hanya kau," tunjuk Baekhyun pada Chanyeol yang menyentuh dada lelaki itu "Aku berjanji tidak akan pernah sekalipun berpaling darimu, sampai maut memisahkan kita! Lagipula dimana lagi aku menemukan lelaki seperti dirimu hah." Baekhyun terkekeh ia gemas melihat kekasih nya yang super cemburuan ini. Chanyeol menyunggingkan senyum nya mendengarkan Baekhyun.
"Kau harus tahu aku sangat mencintaimu, jangan membuat aku menyerah sebelum aku memperjuangkanmu," Chanyeol mencium kening Baekhyun lalu turun untuk mengecup sekilas bibir Baekhyun.
"Aku tahu," Baekhyun balas mengecup Chanyeol dengan wajah nya yang merona karena malu mencium lelaki itu. Lalu Baekhyun keluar dari mobil Chanyeol, Baekhyun melambaikan tangan kepada Chanyeol dan Chanyeol membalas nya dengan senyuman dan lambaian tangan juga, setelah nya ia segera berlalu menuju rumah sakit untuk bekerja.
Biasanya para wanita akan histeris ketika Chanyeol dating, namun mereka kali ini hanya tersenyum, sesekali memekik kaget ketika Chanyeol sekedasr membalas tersenyum pada pasien. Mereka masih saja sih ingin menarik perhatian Chanyeol, namun Chanyeol tersenyum hanya karena tidak ingin orang mengira pemilik rumah sakit Haneul Hospital seorang yang arogan dan cuek.
Ketika Chanyeol memasuki ruangannya, terlihat Sehun dan Johnny yang sudah duduk sofa sambil mengepalkan tangan menahan amarah, juga wajah nya terlihat begitu datar khas seorang Oh Sehun, Johny sendiri yang tidak tahu apa-apa hanya bersikap seperti biasanya.
"Sehun, Johnny? Tumben kau kemari pagi-pagi sekali Sehun, ada apa? bukan kah kau sedang sibuk dengan rusa China mu itu?," Chanyeol yang tidak mengetahui apa-apa menegur sahabatnya itu seperti biasa. Ia tidak sadar bahwa disudut sana Sehun tengah setengah mati menahan amarahnya.
Sehun berdiri dari sofa ia mengepalkan tangan nya dan kemudian melayangkan tinjunya ke rahang Chanyeol. Chanyeol terjatuh membentur lantai, bibirnya terkoyak dan sedikit mengeluarkan darah. Chanyeol yang tidak tahu apa-apa tentu saja tidak bisa menghindar dari pukulan Sehun. Sehun berjalan menghampiri Chanyeol menarik kerah bajunya dan menatap tajam Chanyeol.
"Hei hei bung ada apa ini?," Johnny berusaha menengahi mereka berdua namun Sehun menatap nya tajam seolah memperingatkan agar diam dan tidak ikut campur "Setidak nya katakan padaku permasalahan nya?." ucap Johnny lagi.
"Kau bilang kita bersahabat, tapi kenapa kau menyembunyikan fakta jika kau dijodohkan dengan kekasihku!." Chanyeol menelan saliva nya kasar, Sehun melepaskan cengkraman nya
"Brengsek kau Park Chanyeol, kenapa kau tega melakukan hal ini terhadapku dan Luhan? Tidakkah kau tau kalau aku sudah berpacaran lama dengan Luhan, kenapa kau diam saja ketika kau dijodohkan dengannya? Sahabat seperti apa kau yang bisa-bisa nya menusuk teman mu sendiri dari belakang?." Sehun terengah-engah menumpahkan seluruh amarah nya terhadap Chanyeol. Ia sendiri tengah frustasi dan kalut sehingga tidak bisa berpikir secara rasional.
"APA?," Johnny menatap bergantian Chanyeol dan Sehun "Kau dijodohkan dengan Luhan?." tanya Johnny pada Chanyeol.
Chanyeol kini mengerti arah pembicaraan dan alasan kenapa tiba-tiba ia mendapatkan pukulan dari sahabatnya tersebut. Ia meremas surai rambutnya kasar dan mengerang frustasi. Chanyeol menyeka darah yang berada disudut bibirnya dengan lengan jasnya. Pukulan Sehun tidak main-main ini sangat menyakitkan untung saja rahang nya tidak retak, walau mungkin bibir nya robek sekarang.
"Duduklah dulu Sehun, kau hanya salah paham dengarkan dulu penjelasanku," Chanyeol menarik Sehun agar mereka duduk di sofa namun Sehun menepisnya dengan kasar.
"Aku bukan hanya marah karena ayah mu yang menjodohkan mu dengan Luhan, namun aku juga marah karena kau merahasiakan nya dariku."
"Dan juga dariku." tambah Johnny yang membuat Chanyeol dan Sehun menatap nya malas
"Oke aku akan menjelaskan nya jadi dinginkan dulu pikiran mu! Dan kau Johnny jangan membuatku ingin memukulmu kali ini, jadi kau diam dan dengarkan sementara aku berbicara," Chanyeol ingin membicarakan masalah nya dengan baik-baik agar kesalah pahaman diantara mereka semakin tidak berlarut-larut.
Sehun pun menurut dia duduk tepat didepan Chanyeol dan disamping nya Johnny sudah siap mendengarkan dengan wajah serius nya.
Akhirnya Chanyeol menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bahwa dia tidak bermaksud untuk merebut Luhan ia dipaksa oleh ayahnya untuk melakukan perjodohan tersebut. Ia tidak berniat sedikitpun mengambil Luhan dari Sehun, tidak mungkin ia tega mengkhianati sahabatnya seperti itu apalagi sekarang ia sudah memiliki Baekhyun disisinya, sudah pasti dia ingin menjaga perasaan gadis itu.
Chanyeol bercerita, bahwa ia tidak bisa menolak permintaan ayahnya karena ia tahu sendiri jika ia yang menolak ayah nya akan berbuat apa saja, dan saat ini ia tengah memikirkan bagaimana cara untuk menggagalkan perjodohan ini tanpa campur tangan siapapun.
Namun Chanyeol juga tidak mau mengorbankan Sehun, ia tidak mau Sehun melepaskan cita-citanya, Chanyeol tahu perihal identitas Sehun karena mereka sendiri bertemu pertama kali saat umur mereka masih kecil, mereka ikut ke pesta perusahaan bersama ayah dan ibu mereka, sejak itulah mereka bersahabat dekat termasuk dengan Johnny.
Chanyeol masih belum menemukan cara untuk menggagalkan perjodohan itu. Sehun pun akhirnya mengerti, sedikit banyak ia tau bagaimana sifat dari ayah Chanyeol yang rela melakukan berbagai cara untuk memenuhi semua keinginan dan ambisinya, bahkan ketika itu harus mengorbankan anaknya sendiri.
"Ternyata singa tua mu itu berulah kembali!," Johnny menyenderkan tubuhnya pada bantalan sofa.
"Dia tidak pernah berhenti berulah, mungkin jika ia melihat jenazah ku terkapar baru ia bisa berhenti berulah padaku," ucap nya sarkartis yang membuat Sehun sedikit menyesal melayangkan tinju nya pada Chanyeol, namun sebenarnya Sehun kesal karena Chanyeol memilih diam dan menyembunyikan masalah itu darinya.
"Loey," Sehun akhirnya membuka suara "Kau tahu bukan aku sangat mencintai Luhan?," Chanyeol mengangguk "Dan aku jelas tahu kau sangat mencintai Baekhyun, jadi mulai saat ini kau tidak usah memikirkan masalah ini lagi, aku yang akan menangani semuanya! Aku yang mengambil alih tanggung jawab ini, bagaimanapun Luhan adalah tanggung jawabku aku sudah memikirkan masalah ini matang-matang."
"Kau tidak berniat melepas jas doktermu dan mengambil alih perusahaan ayahmu kan Sehun?," duga Chanyeol yang diberi jawaban anggukan oleh Sehun.
"Ya! Aku akan segera resign dari rumah sakitmu dan segera mengambil alih perusahaan agar aku bisa segera menikahi Luhan! Hanya itu cara satu-satunya untuk menentang keinginan ayahmu dan jalan terbaik untuk kita semua, aku sudah ikhlas untuk melepaskan cita-citaku, lagipula ayahku juga sudah semakin tua dan sering sakit-sakitan. Jadi lebih baik aku mengambil alih perusahaan ayahku karena aku lebih baik kehilangan karir ku daripada aku kehilangan Luhan." ujar Sehun
"WAW," Johnny berkomentar dengan wajah nya yang tampak senang "Kau gentlemen sekali bung," ucap nya sambil menepuk pundak Sehun "Jangan lupa untuk menyimpan saham mu pada Seo Corp." tambah nya dengan cengiran.
Chanyeol masih memandangai Sehun dengan rasa bersalah nya, ini yang ia takutkan. Ia harus melihat sahabat nya yang susah payah mewujudkan cita-citanya harus berkorban demi dirinya, dan semua karena ayah nya sendiri.
"Maafkan aku karena aku tidak bisa berbuat apa-apa," ucap nya lirih masih didengar Sehun dan Johnny
"Kau tenang saja Loey aku akan bahagia dengan pilihanku, maka dari itu kau juga harus bahagia," Sehun mendekati Chanyeol dan menepuk bahu Chanyeol dengan keras membuat Chanyeol mengaduh kesakitan
"Kau masih dendam padaku ya?."
"Masih sih sedikit," Sehun tertawa pelan sebelum akhirnya mengubah wajah nya kembali ke mode serius "Aku akan pulang ke China sore ini untuk mengurus segala sesuatunya agar aku bisa secepatnya mengadakan pertemuan dengan ayahmu, dan mengatakan kalau aku akan menikah dengan Luhan dari Xiao Corp. Aku akan meminta dia untuk tidak mengganggu mu dengan Baekhyun." Chanyeol menatap Sehun kaget dengan kedua alisnya yang mengeryit begitu juga dengan Johnny.
"Kau mau berperang dengan singa tua itu Sehun?," komentar Chanyeol
"Ingat Sehun yang kau hadapi itu singa tua yang amat langka dan hampir punah dari peradaban," Johnny menatap Chanyeol yang menatap nya "Sorry aku lupa jika ia masih ayahmu."
"Tidak apa-apa aku setuju dengan kata-katamu, ia memang singa langka yang sukar di jinakkan."
"Hei kau tidak tahu jika aku ini sangat kaya raya seperti dia," tunjuk Sehun pada Chanyeol "Aku bisa mengancam dia dengan cara akan menarik semua sahamku dari perusahaan ayah Chanyeol, mudahkan? Kau tahu Park Corp dan Shixun Corp saling bergantung satu sama lain, namun perusahaan ayahku jauh lebih berpengaruh dibanding perusahaan Park Corp!."
"Kau tidak perlu menjelaskan nya aku sudah tahu," komentar Johnny malas
"Dan aku juga lebih tahu darimu." tambah Chanyeol
"Ya sudah kenapa kalian meragukanku?," tanya Sehun dengan kedua tangan nya yang terangkat.
"Aku hanya hawatir padamu, Luhan dan Baekhyun! Kau tahu sendiri ayahku sangat keras kepala melebihi keras nya batu, ia akan rela bermain kotor demi mencapai keinginan nya, apa lagi menyangkut diriku! Kadang aku merasa ayahku seperti orang gila yang terobsesi padaku." Chanyeol mengusap wajah nya kasar.
"Itu karena kau anak nya jika kau lupa,"- Johny
"Dan aku menyesal lahir sebagai anak nya."
"Sudah lah sekarang jalan keluar dari permasalahan ini sudah ada, hanya tinggal menunggu apa yang akan terjadi ketika nanti aku mengibarkan bendera perang dengan ayahmu itu Loey! Hanya satu yang harus kita amankan sekarang, yaitu Luhan dan Baekhyun,"
Chanyeol mengangguk membenarkan perkataan Sehun, baik Sehun dan Chanyeol keduanya hanya terdiam, termasuk Johnny yang pikiran nya melayang kembali ke beberapa bulan yang lalu, mengingat kembali tentang perkataan ayah nya mengenai perusahaan nya Seo Corp yang ternyata sudah bukan milik ayah Johnny. Dan Johnny sendiri dibuat kebingungan karenanya.
Johnny bukan kesal atau marah karena kenyataan ia tidak akan memiliki perusahaan Seo Corp yang dulu adalah milik ayah nya. Hanya saja ia bingung harus menjelaskan apa kepada pemilik sebenarnya Seo Corp yang sudah ia jalankan selama ini sehingga termasuk perusahaan ke 2 paling berpengaruh di Korea Selatan setelah perusahaan ayah Chanyeol.
Johnny bingung mengatakan nya nanti karena ia sendiri juga hanya menerima pernyataan dari ayahnya jika pemilik perusahaan itu adalah salah satu orang yang ia kenal, namun ayah nya sampai sekarang masih merahasiakan nya dari Johnny. Ayah nya mengatakan jika ia akan memberitahu Johnny ketika waktunya tiba nanti.
-o0o-
Baekhyun sedikit berlari sepanjang koridor rumah sakit, ia tengah mencari seorang yang ingin ia peluk dan menangis dalam pelukan orang itu. Baekhyun sempat keruangan orang itu namun kata perawat yang menjadi anak buah orang itu mengatakan jika orang yang Baekhyun cari tengah melakukan pemeriksaan pada beberapa pasien. Jadilah sekarang Baekhyun berusaha mencari nya.
Baekhyun menyerah, tidak menemukan orang yang ia cari sampai akhirnya ia beriniasiatif menunggu orang itu diruangan nya. Baekhyun masuk keruangan orang yang ia cari dengan air mata yang sudah perlahan menetes dari kedua mata nya. Ia merasa bersalah pada dirinya sendiri dan merasa semuanya hanya mendapat kesulitan karena nya.
Baekhyun duduk dengan terisak memandang ke arah photo yang terletak di atas meja ruangan orang yang sedari tadi ia tunggu. Photo itu adalah photo dirinya dan sahabat nya... Xiao Luhan...
Ya Baekhyun mencari Luhan.
Saat Baekhyun datang kerumah sakit dan pergi keruangan Chanyeol setelah ia menyelesaikan ururan kampusnya. Baekhyun mendengar semua pembicaraan Chanyeol, Sehun dan Johnny diluar ruangan Chanyeol. Baekhyun sengaja diam didepan ruangan Chanyeol untuk mendengarkan apa yang tengah mereka obrolkan, dan ketika mendengar bahwa Sehun akan mengorbankan cita-cita nya demi dirinya dan Chanyeol, Baekhyun merasa bersalah walau kenyataan Sehun melakukan itu juga karena untuk mempertahankan cinta nya dengan Luhan.
"Baekhyun?,"
Baekhyun menengok mendengar suara Luhan yang memanggil namanya. Baekhyun seketika bangkit dan memeluk tubuh Luhan dengan sangat erat.
"Luhanie hiksss hikss," Baekhyun menangis dalam pelukan Luhan yang membuat Luhan kebingungan.
"Hei hei kebiasaan mu itu ya!," Protes Luhan "Biasakan cerita dulu padaku sebelum kau menangis, kau hanya membuat ku bingung Baekhyun." Luhan menepuk-nepuk punggung Baekhyun.
"A-aku aku hanya tidak tahu, apa harus berterima kasih padamu dan Sehun, atau aku harus meminta maaf." Baekhyun sudah melonggarkan pelukan nya dan menunduk dalam.
"Apa maksudmu Baekhyun aku tidak mengerti?,"
Baekhyun mendongkak untuk menghapus air mata nya dan menenangkan dirinya. Luhan benar seharusnya ia tidak menangis dulu agar tidak membuat Luhan kebingungan dengan dirinya yang belum bercerita kenapa ia menangis.
"Aku baru saja dari ruangan Loey dan aku mendengar semua yang mereka obrolkan disana, antara Loey, Sehun dan teman nya yang kudengar Loey memanggilnya dengan nama Johnny" ucap Baekhyun memulai bercerita setelah Luhan menarik nya untuk duduk berdua di sofa ruangan Luhan.
"Lalu?," Luhan mendengarkan dengan baik
"Aku mendengar semuanya kalau kau dan Loey dijodohkan," Luhan sempat panik sesaat setelah mendengar nya.
"Emmm it-itu Baekhyun aku tidak akan..," sebelum Luhan menjelas kan Baekhyun sudah memotong nya dan kembali berbicara tentang yang ia dengar.
"Aku tahu! Itu karena ayah Loey yang memaksa dan aku juga mendengar kalau Sehun akan melepas jas dokter nya, berhenti menjadi dokter dan mengurus perusahaan ayah nya agar bisa melepaskan perjodohan kau dan Chanyeol."
Dan Luhan dibuat terkejut karena nya.
"APA!," Luhan sudah berdiri dari duduknya karena kaget "Kau tidak salah dengar kan Baekhyun?."
"Aku tidak salah dengar, aku mendengar nya dengan jelas! Ada apa? Apa kau juga baru mengetahui nya sekarang?," panik Baekhyun melihat raut wajah Luhan yang memang kaget mendengar penuturan darinya.
Jelas Baekhyun melihat jika Luhan sepertinya juga baru mengetahui nya sekarang dan itu darinya. Baekhyun kembali dirundung rasa bersalah nya, entah harus apa Baekhyun sendiri bingung. Ia bingung apa memang masalah ini sepenuhnya karena ia yang ingin bersama Chanyeol atau memang karena pada awalnya juga Sehun tidak rela jika harus melepaskan Luhan.
"Luhan," Baekhyun memegang tangan Luhan yang pikiran nya tengah menerawang entah kemana.
"A-aku," Luhan menangis "Aku memang meminta bantuan padanya, namun aku tidak tahu jika keputusan yang dia ambil untuk menolongku adalah dengan melepas apa yang selama ini ia perjuangkan hikss," Luhan menunduk menyembunyikan tangisan nya dengan kedua tangan nya yang sudah menutupi wajah nya "Aku tahu dia adalah pewaris Shixun Corp setelah kami berpacaran selama 3 tahun namun aku mencintainya karena dia Oh Sehun, aku sangat tahu dia mencintai pekerjaannya menjadi dokter dan itu adalah cita-citanya, maka dari itu aku selalu mendukung nya..ta-tapi sekarang aku sendiri yang menghancurkan cita-citanya hikss hikss."
Baekhyun menarik Luhan untuk gantiaan Luhan yang ia peluk dan ia tenangkan. Namun Baekhyun juga tidak sanggup menyembunyikan kesedihan nya sendiri, ia ikut menangis dengan Luhan.
Takdir macam apa yang tengah ia hadapi? Kenapa begitu banyak yang harus Baekhyun hadapi, setelah ini apa yang akan ia hadapi kedepan nya? Baekhyun jelas ingat perkataan mereka bertiga yang mengatakan harus menjaga dirinya dan Luhan dari ayah Loey. Dan ia bingung sekarang, apa ia harus tetap bertahan sesuai janjinya pada Chanyeol atau ia memang harus mundur?.
Tapi hatinya tidak merelakan jika ia harus pergi dari Chanyeol, Baekhyun sudah jatuh kedalam pesona Chanyeol, ia sudah teramat mencintai Chanyeol yang sudah berhasil mengetuk pintu hatinya.
Baekhyun tidak mau kehilangan sumber kebahagiaan nya lagi, ia tidak mau menyerah pada keadaan, ia ingin menghadapinya mulai sekarang dan kedepan nya. Apapun yang terjadi ia harus tetap bersama lelaki itu, Park Chanyeol.
'Cukup bertahan untukku dan biarkan aku yang berjuang untuk meraihmu menjadi milikku selamanya.' – Park Chanyeol
