Happy Reading…
.
.
Siang itu perusahaan Park Corp menjadi lebih sibuk dari biasanya, rapat mendadak yang baru saja di umumkan oleh tuan Park alias Park Yoochun membuat beberapa pimpinan divisi kalang kabut menyiapkan laporan yang mungkin nanti diperlukan. Mereka hanya mendengar CEO baru dari Shixun Corp, ingin berkunjung dan mengadakan rapat untuk perkenalan nya sebagai CEO baru Shixun Corp, yang kedepannya nanti akan sering berhubungan dengan CEO baru itu. Untuk membahas masalah hubungan kerja sama antara Park Corp dan Shixun Corp.
Johnny yang juga ikut tergabung kerja sama dengan Shixun Corp dan Park Corp melangkah memasuki area halaman Park Corp. Seo Corp merupakan perusahaan paling berpengaruh no 2 di Korea Selatan setelah Park Corp milik ayah Chanyeol. Ia baru saja turun dari mobil nya dan ikut berjejer bersama dengan para petinggi kolega perusahaan lain nya, yang sedang menunggu kedatangan CEO baru Shixun Corp. Johnny datang bersama sekretaris nya, jarinya mengetikan sebuah pesan untuk Sehun yang katanya sebentar lagi akan sampai di Park Corp.
Kau masih dimana Sehun? Kenapa lama sekali!
Johnny melirik sekretaris nya yang sedang melihat-lihat berkas yang ia bawa, takut sesuatu terlupakan, mengingat ini adalah rapat pertama nya bersama para kolega Seo Corp. Sekretaris Johnny sebelum nya bukan wanita yang saat ini sedang berdiri disampingnya, dulu seorang wanita yang sudah menikah, sedangkan sekarang sekretarisnya itu adalah teman lamanya sewaktu ia di Senior High School.
"Seulgi, biar kuberitahu sesuatu," Johnny memanggil sekretarisnya yang bernama Seulgi itu "Kau tidak perlu repot-repot mempersiapkan persentasi rapat, karena hari ini hanya pengenalan CEO baru Shixun Corp." Johnny berbisik pada Seulgi.
Seulgi yang tidak mengerti hanya memandang bos, sekaligus teman nya itu dengan tatapan minta penjelasan
"Kau akan tahu nanti! Sekarang tutup berkas-berkas itu," Johnny mengambil berkas yang dilihat-lihat Seulgi kemudian menutup nya rapat "Kita akan menikmati sebuah pertunjukan sebentar lagi."
Johnny terkekeh pelan dan mobil yang membawa Sehun pun akhirnya datang, Park Yoochun, sudah berdiri dengan gagah dan tersenyum senang menunggu kehadiran CEO baru dari Shixun Corp yang katanya ingin berkunjung sebentar.
Pintu mobil dibuka oleh salah satu pengawal yang mengawal mobil Sehun, dan saat Sehun turun dari mobil itu dengan gagah, membenarkan posisi jas nya. Park Yoochun membulatkan matanya seakan tidak percaya.
"Selamat siang tuan Park Yoochun." Sehun menyapa ayah Chanyeol dengan sopan, sementara Park Yoochun masih diam sebelum kemudian ia memanggil Sehun untuk memastikan penglihatan nya.
"Kau?"
Sehun tertawa pelan melihat kekagetan diwajah ayah sahabat nya, yang juga musuh yang harus ikut ia perangi bersama Chanyeol.
"Maaf tuan Park, saat ini aku tidak sedang dalam posisi sebagai teman dari anakmu, tapi aku rekan bisnismu! Jadi tolong perlakukan aku seperti rekan bisnimu yang lainnya." Sehun mengalihkan tatapan nya pada para petinggi perusahaan lain yang ikut menyambut nya "Apa kita akan rapat disini?" tanya nya karena sedari tadi Park Yoochun hanya diam tidak mempersilahkan Sehun masuk keperusahaan nya.
"Ahh silahkan," Park Yoochun akhirnya mempersilahkan Sehun masuk beserta rekan kolega nya yang lain menyusul dibelakang nya, namun Sehun yang melihat Johnnya hanya tersenyum sebentar dan Johnny membalas senyuman nya seolah memperlihatkan bahwa sebentar lagi pertunjukan akan dimulai.
"Apa kau mengenalnya John?" tanya Seulgi pada Johnny. Karena Johnny yang memerintahkan Seulgi untuk memanggilnya nama saja maka Seulgi hanya memanggil Johnny dengan namanya sendiri tanpa menambah embel-embel sajangnim, kata Johnny ia seakan sudah tua jika ia dipanggil sajangnim.
"Dia temanku." bisik Johnny pada Seulgi dan menarik Seulgi untuk berjalan mengikuti nya ke ruang rapat Park Corp.
Mereka pun kini sudah menggelar rapat diruang rapat milik Park Corp dengan Sehun dan Park Yoochun yang duduk ditengah, menengahi semua para kolega mereka. Sebelum rapat dimulai sekretaris Sehun memperkenalkan dirinya didepan para kolega perusahaan yang bekerja sama dengan nya dan juga Park Corp.
Walau sebenarnya Sehun berniat hanya menemui ayah Chanyeol, namun ia meminta kepada ayah Chanyeol melalui sekretarisnya untuk mengundang semua kolega yang bekerja sama dengan perusahaan Park Corp. Dengan alasan ia ingin tahu apakah perusahaannya akan rugi atau tidak jika masih bekerja sama dengan Park Corp.
"Perkenalkan beliau adalah CEO baru Shixun Corp, tuan Wu Shixun anak tunggal dari pemilik Shixun Corp. Mulai sekarang beliau akan mengambil alih perusahaan untuk kedepannya." sekretaris Sehun yang memang ia berasal dari Korea memperkenalkan dirinya pada para rekan bisnisnya.
"Semoga kita bisa bekerja dengan baik, walaupun Shixun Corp bukan ayahku lagi yang memegang nya. Tapi kalian tidak perlu ragu akan keahlianku, karena aku tidak akan membuat kecewa rekan bisnis perusahaanku. Ah kalian bisa memanggilku Sehun." Sehun kemudian duduk disamping ayah Chanyeol.
Sehun tampak gagah dengan wajah datar nya mendengar kan sekretaris Park Yoochun, Kim Jongdae menjelaskan perkembangan bisnis yang mereka jalankan bersama. Sehun tampak acuh meskipun ayah Chanyeol sesekali memandang nya dengan tatapan entah itu tidak percaya karena Sehun yang duduk disamping nya mewakili Shixun Corp, atau karena ia kaget bagaimana bisa anak itu menjadi CEO, sedangkan setahunya Sehun seorang dokter di rumah sakit milik Chanyeol.
"Bagaimana proyek di Jeju?," tanya Sehun masih memandangi berkas yang ia baca.
"Proyek Jeju masih dalam tahap penyelesaian, penyelesaiaan baru sampai 80 %, kemungkinan bulan depan baru selesai." Jawab Jongdae dan Sehun mengangguk-ngangguk mengerti.
"Tidak ada masalah yang terjadi bukan?," tanya Sehun lagi "Aku mendengar Park Corp ingin memutus kontrak kerja dengan Xiao Corp dan tidak lagi menanam saham pada perusahaan itu? Apa yang terjadi?."
Park Yoochun yang mendengar pertanyaan langsung dari Sehun menatap Sehun bingung, ia bergerak gusar dikursi nya, ia tidak mengantisipasi serangan seperti ini dari Sehun. Dari pertama ia mendapat kabar rapat dadakan ia tidak mengira jika Sehun lah CEO Shixun Corp yang ternyata anak tunggal sekaligus pewaris satu-satu nya Shixun Corp.
Baik, itu kesalahan nya yang tidak mencari informasi lebih banyak mengenai keluarga Shixun Corp, namun memang data pribadi Shixun Corp tidak dapat diakses dengan mudah. Well, karena perusahaan Sehun adalah perusahaan China, dan mereka sangat tertutup perihal tentang data pribadi atasan mereka.
"Bisakah kau memberikan alasan nya tuan Park?," karena Park Yoochun masih terdiam membuat Sehun kembali bertanya. Sedangkan Johnny yang duduk tidak jauh dari mereka berdua mencoba menahan gelak tawa nya karena melihat ayah Chanyeol yang menciut dihadapan Sehun.
Johnny menyunggingkan senyum nya dan melihat ke arah Sehun yang juga tengah menghadap nya, dan sama-sama sedang menahan tawa. Park Yoochun yang merasa dipandangi semua rekan kolega nya, akhirnya mengangkat wajah nya dan berbicara dengan tegas ke arah Sehun.
"Ya aku akan memutus kontrak dengan Xiao Corp karena mereka telah melanggar perjanjian yang telah ku buat dengan mereka," Park Yoochun menunggu jawaban atau pertanyaan lain dari Sehun. Dan benar Sehun kembali bertanya sesuai dugaan nya.
"Perjanjian? Apa maksudmu perjanjian menjodohkan anakmu dengan anak Xiao Corp?,"
TEPAT SASARAN
Park Yoochun terdiam ditempat duduknya. Setahunya tidak ada orang yang mengetahui perihal perjodohan yang dilakukan nya dengan perusahaan ayah Luhan. Dan bagaimana bisa Sehun bisa mengetahui nya, pertanyaan yang berkecamuk di kepala Park Yoochun mampu Sehun baca dengan jelas. Ia kembali membuat ayah dari sahabat nya itu mati kutu ditempat nya.
"Kenapa aku merasa itu sangat terdengar ke kanak kanakan sekali?," Sehun berdecak malas, ia kemudian menatap para kolega bisnis nya "Perlu kalian ketahui bahwa aku kekasih dari Xiao Luhan, putri tunggal dari Xiao Corp."
Park Yoochun menoleh cepat ke arah Sehun yang saat ini sudah kembali menatap nya.
"Dan tuan Park maaf, kau harus menelan kecewa karena tidak akan bisa mendapatkan Luhan sebagai menantumu! Dia kekasihku dan aku akan menikahinya, jadi aku harap kau tidak mengganggu hubungan ku dengan berniat menjodohkan anakmu dengan keksasihku," Sehun kembali menatap ke arah para kolega "Maaf jika rapat kali ini membahas yang tidak ada hubungan nya dengan bisnis kita, namun aku mau menegaskan disini bahwa jika ada salah satu dari kalian yang berani mengganggu hubungan ku dengan Luhan aku tidak akan segan-segan mencabut semua investasiku dari perusahaan kalian, dan melarang perusahaan China manapun bekerja sama dengan kalian."
Park Yoochun kembali dibuat mati kutu dengan ancaman Sehun yang terdengar sangat jelas ditelinga nya.
Johnny bahkan sudah pura-pura tertunduk dan menutup mulutnya, demi menahan tawa karena melihat Park Yoochun kalah dari Sehun.
"Ahh satu lagi aku hampir lupa," Sehun menoleh kembali ke ayah Chanyeol "Aku disini mau memperingatimu tuan Park Yoochun," Sehun menghela nafasnya sebentar "Jika paman masih bersikeras menjodohkan Chanyeol dengan wanita lain selain orang yang Chanyeol cintai, aku juga akan menarik investasiku dari perusahaan paman, karena Chanyeol sahabatku dan aku tidak suka jika sahabatku menderita karena tindakan ayahnya sendiri yang se'enaknya, namun jika paman memang ingin membuang Chanyeol dan menghapus nama Park Chanyeol dari kartu keluarga paman, ayahku bersedia mengangkat Chanyeol sebagai kakakku."
Sekali lagi Park Yoochun menatap tidak percaya dengan apa yang ia dengar, jika sekarang ada kamera Park Yoochun ingin memutar dan mendengar kembali apa yang Sehun katakan. Ia merasa direndahkan sangat dalam oleh Sehun dihadapan para kolega nya yang selalu menunduk hormat padanya.
Johnny berdehem karena ruangan rapat itu menjadi mencekam dengan perkataan yang Sehun lontarkan lebih ke arah ancaman.
"Jika kalian ingin melaporkanku dengan tuduhan telah mengancam kalian silahkan saja, uang ku masih banyak jika hanya untuk mengurus tuntutan yang tidak akan pernah kalian menangkan," Sehun melirik ke arah sekretaris nya "Apa masih ada lagi yang harus aku dengarkan disini?."
Sekretaris Sehun melirik tablet yang ia pegang untuk mengecek apa saja yang harus dibahas dalam rapat kali ini, namun sesuai permintaan Sehun sebelum nya tidak ada hal penting lain nya yang perlu dibahas.
"Tidak ada tuan muda, semuanya sudah selesai" Sekretaris keturunan China yang sudah bekerja lama di keluarga Sehun itu sudah terbiasa memanggil Sehun dengan sebutan tuan muda, dan Sehun tidak mempermasalahkan masalah itu, ia nyaman-nyaman saja dipanggil apapun asal tidak memanggilnya dengan panggilan yang diluar batas normal.
"Apa jadwalku setelah ini?," tanya Sehun lagi masih terduduk ditempatnya
"Setelah ini jadwal anda pergi kerumah sakit Haneul Hospital untuk bertemu dengan kekasih anda, dan juga berkumpul dengan sahabat anda untuk makan siang bersama." jawab sekretarisnya lagi.
"Oke," Sehun berdiri dari duduknya "Tuan tuan sekalian, rapat hari ini selesai sampai disini, mulai hari ini aku akan berada di Korea sampai waktu yang tidak bisa ditentukan dan jika kalian ada masalah, kalian bisa menghubungiku lewat sekretarisku," Sehun menoleh ke arah Johnny "John kau membawa mobil kan?." tanya nya pada Johnny
"Ya! Kau mau menebeng padaku?."
Dan Sehun mengangguk "Saya permisi duluan tuan-tuan!." sebelum keluar Sehun menyempatkan menunduk untuk memberi hormat pada Park Yoochun ayah Chanyeol, Sehun pun keluar di ikuti Johnny dan Seulgi serta sekretatrisnya dari belakang.
"Pertunjukan yang sangat menghibur bung," Johnny berjalan disamping Sehun dengan kedua tangan nya ia masukan kedalam celana nya "Seharusnya aku mengabadikan wajah singa tua itu! Sayang sekali aku lupa! Padahal jika Chanyeol melihat nya ia pasti akan tertawa dan menyimpan video itu di ponsel nya." ucap Johnny yang membuat Sehun berhenti berjalan.
"Sejeong-ah" Sehun berbalik menghadap sekretarisnya, Sejeong. Sejeong yang mendapat pertanyaan tiba-tiba tampak terlihat kaget "Apa ruangan rapat Park Corp memiliki camera cctv?." tanya Sehun lagi.
"Ahh soal itu aku tidak tahu tuan muda! Memang nya ada apa?,"
"Sekarang kau kebagian keamanan dan pinta rekaman cctv barusan diruang rapat, nanti kau berikan padaku dikantor." Sehun berbalik dan berjalan kmbali. Sementara Johnny, Sejeong dan Seulgi menganga tidak percaya.
Seniat itukah Sehun ingin menunjukan nya pada Chanyeol, dan menyombongkan dirinya karena berhasil mengalahkan ayah Chanyeol tersebut.
"Kau benar-benar berniat me-museumkan video barusan?," tanya Johnny tidak percaya .
"Tentu saja, itu akan menjadi hiburan sendiri bagiku melihat wajah mati kutu nya Park Yoochun yang ditakuti oleh semua rekan bisnis nya di Korea. HAHAHAHA." tawa Sehun menggelegar sepanjang ia keluar dari perusahaan Park Corp.
"Dokter gila." umpat Johnny yang didengar Sehun.
"Siapa yang kau sebut gila sialan." Sehun menyusul Johnny yang sudah melenggang menarik Seulgi menjauhi Sehun. Sejeong sendiri sudah pergi ke divisi keamanan Park Corp sesuai permintaan Sehun.
-o0o-
"Aku akan mengirim email untuk tugas yang harus kalian kumpulkan minggu depan, untuk sekarang sampai disini dulu pembahasan mengenai mata kuliah hari ini, selamat siang," Dosen yang mengajar dikelas Baekhyun selesai memberikan mata kuliah nya untuk kelas terakhir Baekhyun hari ini. Baekhyun yang belum memberikan alamat email nya pun menulis alamat email nya pada stick note untuk ia berikan pada dosen nya.
"Mr Kim ini email saya," Baekhyun menyodorkan stick note itu pada Dosen Kim.
"Kau mau makan siang dimana Baekhyun?," Dosen Kim yang tak lain adalah Kim Junmyeon itu kini berbicara non formal pada Baekhyun, karena ya Baekhyun memang sudah menjadi mahasiswa nya sebelum ia cuti kuliah.
"Mungkin aku akan pulang ," Baekhyun melirik jam ditangan nya "Ah sebentar lagi jam makan siang rupanya." Baekhyun hendak berbalik sebelum Junmyeon kembali bertanya.
"Ada seseorang yang menunggumu?," Tebak nya sambil berdiri didepan Baekhyun dan sudah membawa tas dan buku-buku mengajar nya.
"Apa sangat jelas terlihat?," Baekhyun sedikit memasang wajah malu-malu.
"Kau sedang jatuh cinta rupanya! Dengan siapa?," Junmyeon kini berjalan dengan Baekhyun beriringan
"Emmmm seseorang yang cukup baik untukku," Baekhyun tersenyum dengan menampilkan gigi-gigi putihnya "Mr. Kim bukankah terakhir ku dengar kau sudah bertunangan? Apa sekarang anda sudah menikah?."
"Aku sudah menikahi tunanganku setahun yang lalu saat kau cuti kuliah, padahal aku ingin mengundangmu saat itu! Ya mengingat kau yang mempertemukanku dengan nya tapi aku tidak menemukan alamat mu." Junmyeon mengangkat bahu nya dan tertawa ke arah Baekhyun yang juga sedikit tertawa.
"Jika kalian ingin memberiku hadiah aku dengan senang hati akan menerimanya," canda Baekhyun yang membuat tawa Junmyeon kembali terdengar.
"Aku akan mengatakan itu pada istriku nanti!," Junmyeon melirik jam tangan nya "Baiklah sampai jumpa minggu depan Baekhyun, jangan lupa kerjakan tugas dariku."
"Nee Mr. Kim." Baekhyun mengangguk dan membungkuk sebelum akhirnya Junmyeon berlalu untuk kembaliu keruangannya.
Dulu Baekhyun mempunyai seorang teman yang cukup dekat saat masuk kuliah, dan teman nya itu ternyata menyukai Junmyeon yang merupakan dosen nya. Karena Baekhyun yang sangat ingin mereka berdua bersama, maka Baekhyun berpura-pura untuk menyuruh teman nya pergi keruangan Junmyeon menanyakan tugas yang Junmyeon berikan dengan alasan Baekhyun tidak mendengar kan nya dengan baik saat dikelas. Dan Baekhyun yang berani saat itu mengatakan agar Junmyeon mengajak teman Baekhyun yang bernama Bae Irene itu untuk kencan sekali saja.
Mereka pun pergi kencan, dan akhirnya benih-benih cinta tumbuh dianatra Junmyeon dan Irene. Hingga akhirnya sekarang ia mendengar kabar jika mereka sudah menikah. Baekhyun sangat senang mendengarnya, walau pun ia tidak di undang. Baekhyun tidak menyalahkan mereka karena dulu Baekhyun berpindah-pindah tempat tinggal, jadi wajar saja jika mereka sulit mencari keberadaan Baekhyun dimana.
Baekhyun berjalan dengan melihat ponsel nya, oh iya ponsel nya sudah ganti sekarang. Sebenarnya Baekhyun tidak ingin mengganti ponsel nya namun tetap saja seorang Park Chanyeol tidak suka penolakan, jadilah ia harus mengalah dan menerima ponsel yang di berikan oleh Chanyeol.
Jari nya sibuk men-scroll pesan diponsel nya, mencari pesan dari Chanyeol, namun tidak ada pesan masuk satupun dari Chanyeol. Baekhyun mendengus tidak suka, ia berpikir mungkin Chanyeol sedang sibuk. Baekhyun memilih untuk segera pulang, mungkin lebih tepat nya ia harus mencari lowongan kerja di sebuah Cafe atau tempat lain nya yang menerima pekerja paruh waktu untuk mahasiswa sepertinya.
Saat ia melewati halaman depan kampus, Baekhyun cukup keheranan melihat para mahasiswa wanita yang berkumpul dan ada yang memekik histeris, menjerit seperti orang gila yang kerasukan. Baekhyun hanya menggeleng tidak mengerti dengan tingkah aneh mereka, ia terlalu sibuk untuk mencari tahu apa yang membuat mereka bergitu histeris berteriak dan memekik girang layaknya melihat selebritis papan atas.
Baekhyun berjalan melewati para kumpulan mahasiwa itu, namun ketika ia baru saja lewat dan sudah hampir sampai digerbang kampus nya, sebuah tangan menarik tangan nya dari belakang membuat Baekhyun otomatis berbalik dan menghadap orang yang menarik tangan nya.
"Sayang aku menunggu mu disini tapi kenapa kau mau meninggalkanku?." terkutuklah Chanyeol dengan semua ketampanan nya.
Kenapa bisa lelaki yang sedari tadi ada dipikiran nya ternyata sekarang tepat berada didepan nya.
"Loey?." Baekhyun melirik ke arah para mahasiswa wanita yang semula menjerit histeris seperti orang gila kini terdiam memperhatikan nya, Chanyeol yang sudah menarik tangan nya menuju mobil Chanyeol yang diparkit tidak jauh dari kumpulan mahasiwa wanita itu.
Chanyeol membuka kan pintu penumpang disamping kursi pengemudi dan memasang safety bell Baekhyun, setelah nya ia berlari untuk masuk ke kursi kemudi.
"Kenapa tidak mengabariku jika kau kemari?." Baekhyun melirik bergantian ke arah Chanyeol dan para kumpulan mahasiswa diluar mobil, mereka memasang muka kecewa melihat Baekhyun yang dipanggil sayang oleh Chanyeol dan dibawa pergi dari kampus.
"Tadinya aku menunggu kau pergi kerumah sakit, tapi sepertinya itu takkan terjadi mengingat kau bilang ingin mencari pekerjaan paruh waktu! Jadi aku memutuskan untuk makan siang diluar bersama dengan Johnny, Sehun dan Luhan!." Chanyeol tersenyum begitu tampan ke arah Baekhyun.
"Ya aku juga kelaparan sekarang," ucap Baekhyun jujur dan Chanyeol tersenyum, Baekhyun yang jujur apa adanya, Chanyeol menyukai nya.
"Ya saying, maka dari itu aku menjemputmu. Kau bisa mencari pekerjaan paruh waktumu nanti, sekarang waktunya kau mengisi perut mu," Chanyeol mengacak-ngacak pelan rambut Baekhyun yang tidak diprotes sama sekali oleh pemiliknya.
"Apa menjadi direktur disebuah rumah sakit begitu bebas nya, sampai kau bisa bepergian seperti ini saat makan siang?,"
"Sayang aku memang seorang dokter, tapi karena aku pemilik rumah sakit itu jadi aku hanya akan turun tangan ke ruang operasi jika memang diperlukan, tugas ku sekarang memantau perkembangan rumah sakit dan juga kinerja para dokter yang bekerja dirumah sakit ku! Kau tahu aku sangat bosan hanya meneliti berkas dokumen dan juga kadang berkeliling memerika kinerja para pegawai ku," Chanyeol memarkirkan mobil nya ketika ia sudah sampai ditempat yang mereka tuju "Aku lebih baik melihat mu seharian daripada harus berada dirumah sakit." Chanyeol membuka safety bell yang dikenakan Baekhyun.
Chanyeol meraih dagu Baekhyun untuk mempertemukan bibirnya dengan bibir Baekhyun. Chanyeol mengecup nya pelan, memberi lumatan dengan lembut dan gigitan kecil pada bibir bawah Baekhyun. sementara Baekhyun meremas kemeja Chanyeol dan memberikan Chanyeol akses untuk lidah nya yang berusaha masuk dan berperang lidah dengan nya.
"Mmppptthh..," Baekhyun menikmati ketika bibir Chanyeol yang mampu membuat nya terlena.
Chanyeol itu seorang pencium handal, mungkin Baekhyun akan rela jika sampai berjam-jam pun saat Chanyeol mencium nya.
Mendadak Baekhyun berpikir betapa mesum nya ia karena ciuman seorang Park Chanyeol menghancurkan kinerja otak nya menjadi mesum. Ciuman itu terlepas ketika Chanyeol merasakan Baekhyun sudah kehabisan nafas.
"Ayo! Sepertinya teman-temanku sudah menunggu," Chanyeol berjalan keluar dan membukakan pintu untuk Baekhyun. Ia menggandeng tangan Baekhyun dengan erat, takut jika tautan tangan nya terlepas Baekhyun akan menghilang darinya, oh itu akan menjadi mimpi buruk yang teramat buruk bagi Chanyeol.
Chanyeol masuk kedalam restoran mewah tempat biasanya para pebisnis melakukan meeting diluar. Restoran itu sangat mewah dengan desain klasik nya mampu memanjakan mata setiap pengunjung yang berkunjung ke restoran itu. Chanyeol mencari-cari keberadaan teman-teman nya, dan saat pandangan nya menemukan Sehun, Luhan, Johnny dan seorang wanita lain nya duduk dimeja yang tidak jauh darinya, Chanyeol pun segera melangkah menuju tempat itu.
Sehun yang menyadari kedatangan Chanyeol melambaikan tangan nya, dan Chanyeol membalasnya dengan lambaian tangan ke arah Sehun. Ia masih setia menggenggam tangan Baekhyun yang berjalan disamping nya. Langkah Chanyeol hanya tinggal beberapa langkah lagi menuju meja Sehun.
Namun langkah nya harus terhenti ketika sebuah suara yang akrab dipendengaran nya memanggil nya, membuat ia dengan terpaksa menoleh ke arah sumber suara.
"Chanyeol!,"
Park Yoochun ada direstoran yang sama, dan ia sedang berdiri tidak jauh dari Chanyeol bersama sekretarisnya, Jongdae.
'Sial kenapa singa tua itu ada disini' - Rutuk Chanyeol dalam hati
'Bertahan apa mundur? Keduanya sama-sama menyakitkan bagiku...' – Baekhyun
