Happy Reading…

.

.

"Jadi kau yang bernama Byun Baekhyun!" Park Yoochun menatap tidak suka pada Baekhyun yang kini sedang duduk disamping Chanyeol, bersebrangan dengan dirinya.

Park Yoochun yang melihat Chanyeol dan Baekhyun hendak menghampiri Sehun dan Johnny direstoran yang sama dengan restoran nya mengadakan pertemuan bisnis, memutuskan untuk mengajak Chanyeol dan Baekhyun untuk mengobrol sebentar.

Tentu saja Park Yoochun punya niat terselubung dibalik ia mengajak kedua sepasang kekasih itu untuk minum teh bersama.

Tangan Chanyeol tidak terlepas memegang erat tangan Baekhyun diatas meja yang dipandangi langsung oleh Park Yoochun, ayah Chanyeol.

Chanyeol sebenarnya menolak, tapi Baekhyun menerima ajakan ayah Chanyeol dengan mengatakan tidak sopan jika ia menolak permintaan ayah nya yang ingin sekedar mengobrol sambil minum teh bersama dengan Baekhyun.

Jadilah mereka disini, mereka hanya saling diam dengan tuan Park Yoochun dan Jongdae yang berdiri disamping nya, Jongdae diam tanpa berbicara menunggu intruksi dari Park Yoochun jika memang ia diperlukan melakukan sesuatu yang diperintahkan.

Chanyeol yang melihat itu sebenarnya merasa risih melihat teman nya seperti anjing yang menemani majikan nya kemana-mana, tapi ia menahan untuk tidak terlihat akrab dengan Jongdae didepan ayah nya. Bisa berakibat fatal jika ayahnya tahu kalau Jongdae akrab dengan nya, ia tidak akan bisa mendapat informasi apapun jika ayah nya sampai membatasi ruang gerak Jongdae nantinya, atau yang lebih parah teman nya itu bisa kehilangan pekerjaan nya.

"Ya paman. Saya Byun Baekhyun." Baekhyun menjawab pertanyaan yang Park Yoochun lemparkan untuk nya, menjaga kesopanan nya walau ia tahu seperti nya mereka tidak dalam situasi yang menyenangkan saat ini. Melihat tatapan Chanyeol yang begitu tajam dan tidak suka dengan keadaan sekarang.

"Apa paman mengenalku? Aku rasa aku belum bertemu dengan paman sebelum nya!" ucap Baekhyun lagi.

Chanyeol menyeringai, ia jelas tahu jika ayah nya pasti tahu Baekhyun karena ia menyelidiki kehidupan pribadi nya. Dan itu yang paling ia benci, ayah nya masih menjadi orang yang sama yang selalu memaksakan kehendak nya.

"Apa kau stalker sampai harus menguntit anak mu sendiri? Aku bukan seorang artis yang harus kau awasi tuan Park Yoochun." Chanyeol sudah muak dengan semua yang dilakukan ayah nya.

Saat ini bukan saat nya ia berlaku sopan pada ayahnya, ketika ayahnya sudah mengetahui keberadaan Baekhyun dalam kehidupan nya. Chanyeol jelas tahu orang seperti apa ayahnya.

"Menggali informasi dari orang rendahan sepertimu sangat gampang bagiku." Park Yoochun mengabaikan ucapan anaknya dan lebih tertarik untuk merendahkan Baekhyun.

Mereka berada di ruangan VIP yang tertutup dan kedap suara, jadi obrolan mereka tidak akan terdengar keluar oleh pengunjung lain nya. Membuat Park Yoochun leluasa menghina Baekhyun tanpa harus memikirkan orang berkata tentang kejelekan nya.

"Berapa yang kau butuhkan?" tanya Park Yoochun langsung pada Baekhyun.

Chanyeol yang mengerti itu mengepalkan tangan nya, ia bangkit dan menggebrak meja, membuat cangkir teh dimeja mereka sempat melayang dan akhirnya berjatuhan kelantai, sebagian tumpah diatas meja.

"Aku bilang jangan pernah mengusik kehidupanku lagi, tidak-kah cukup dengan kau menghancurkan masa kecilku?" Chanyeol sudah berdiri tangan kanan nya mengepal kuat sementara, tangan kirinya yang masih memegang erat tangan Baekhyun.

"Kau ingin menikahi wanita ini?" tunjuk Park Yoochun langsung pada wajah Baekhyun "Dia hanya ingin hartamu Chanyeol, dia berpura-pura menjadi wanita lemah agar kau membiayai semua kebutuhan hidupnya, setelah kau terpikat dengan nya dan mendapatkan semua kekayaan mu, kau akan dibuang begitu saja oleh nya! Aku sudah tahu taktik orang miskin seperti mereka, jadi dengarkan ayahmu, jangan sampai wanita ini menguasai akal sehatmu Park Chanyeol." Park Yoochun masih duduk dikursi nya.

Chanyeol sudah ingin melayangkan tinjunya pada ayahnya sendiri, namun ia masih menahan nya karena remasan tangan Baekhyun pada tangan sebelah kirinya, membuat ia sadar jika Baekhyun tidak ingin Chanyeol berbuat diluar batas kesabaran nya.

"Jongdae berikan cek padaku!" Park Yoochun menulis sejumlah nominal uang pada cek yang baru saja diberikan Jongdae padanya, kemudian memberikan nya pada Baekhyun yang masih tidak bergeming, duduk tenang di kursinya walau tangan kanan nya masih dipegang erat Chanyeol.

"Tinggalkan anakku dan ambil uang itu, aku kira itu cukup untuk menghidupi semua kebutuhanmu sampai kau tua nanti." Park Yoochun tersenyum meremehkan, melihat Baekhyun yang menatap nominal uang yang tertulis diatas cek itu.

Sungguh nominal nya tidak sedikit, ia bahkan bisa saja mendirikan perusahaan atau butik, atau toko yang megah dengan jumlah uang yang tertulis disana. Park Yoochun tidak main-main untuk menjauhkan orang yang ia anggap hama bagi kehidupan anak nya, Park Chanyeol. Bahkan uang bukan masalah baginya karena kekayaan nya melimpah.

Chanyeol kembali berbicara dengan wajahnya yang merah padam karena kesal .

"Dengarkan aku Park Yoochun, mulai sekarang hapus namaku dari daftar keluarga mu, aku tidak butuh semua hartamu itu brengsek, hartamu itu yang membuat ibu ku meninggal, dan kau melupakan kewajiban mu sebagai seorang ayah, sampai mengorbankan kebahagiaan ku hanya demi kepentingan memperbanyak pundi-pundi uangmu, yang kau lakukan itu sama saja dengan menjual anakmu sendiri!.=" Park Yoochun membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut Chanyeol.

"Park Chanyeol jangan membuat ayah marah padamu?" teriak nya yang kini sudah ikut berdiri dihadapan Chanyeol.

Kedua anak dan ayah itu saling menatap tajam tidak suka, Jongdae masih diam ia hanya memperhatikan Baekhyun yang memejamkan matanya dan menghela nafas panjang.

"Aku bukan anakmu lagi, jadi mulai sekarang jangan panggil aku dengan marga Park lagi, karena kini namaku hanya Chanyeol! Dan juga jangan pernah mengusik kehidupan ku lagi, jangan pernah mencampuri kehidupan pribadiku. Perlu kau tahu, bahwa aku hanya akan menikah dengan satu wanita di dunia ini, dan itu hanya dengan Byun Baekhyun, bukan dengan orang lain! Jadi jangan pernah bermimpi kau bisa mengatur kehidupanku lagi."

Chanyeol menarik tangan Baekhyun untuk berdiri dan meninggalkan ruangan restoran itu. Ia sudah muak berlama-lama berurusan dengan ayahnya sendiri, bisa-bisa darah tinggi nya naik.

Namun Baekhyun yang kini sudah berdiri tidak mengikuti Chanyeol yang menarik nya untuk keluar dari sana, ia menatap Chanyeol dengan senyuman, tangan nya terulur untuk mencoba melepaskan pegangan tangan Chanyeol dari tangan nya.

"Seharusnya kau tidak berkata sekasar itu pada ayahmu Chanyeol!" Baekhyun mengelus punggung tangan Chanyeol kemudian melepas nya.

Ia menatap tuan Park Yoochun yang kini juga menatap nya.

"Apa hanya segini yang bisa kau berikan padaku?" tanya Baekhyun yang membuat tawa Park Yoochun menggelegar diruangan itu.

Park Yoochun merasa menang.

"B-Baekhyun apa yang ingin kau lakukan?" Chanyeol menatap penuh kecemasan pada Baekhyun yang kini masih bersitatap dengan ayah nya.

Ini yang Chanyeol takutkan, ia takut jika ia memperjuangkan seorang wanita yang tidak disukai ayahnya, akan berakhir dengan seperti ini. Menerima tawaran ayahnya yang memberikan sejumlah uang dengan nominal yang tidak sedikit.

"Kau lihat Chanyeol, dia bahkan memilih uangku daripada kau." Park Yoochun menatap semakin remeh ke arah Baekhyun "Berapa yang kau mau? Aku akan berikan berapa pun yang kau minta asal kau meninggalkan anakku dan jangan pernah kembali lagi pada anakku, kalau bisa pergi dari Korea jangan pernah kembali ke Korea."

Baekhyun tertawa pelan menanggapi ucapan ayah Chanyeol. Baekhyun menarik nafasnya terlebih dahulu, ia mengambil cek yang diberikan ayah Chanyeol padanya, ia kembali bersitatap dengan ayah Chanyeol dan ia menoleh sekali pada Chanyeol yang menunggu nya dengan perasaan campur aduk.

Kemudian di detik selanjutnya semua orang yang ada disana, baik Chanyeol, Park Yoochun dan Jongdae menatap tidak percaya dengan tindakan yang Baekhyun lakukan, ia kini sedang merobek cek yang diberikan ayah Chanyeol padanya. Baekhyun sama sekali tidak tergiur dengan jumlah nominal uang yang tidak sedikit itu.

"Tolong dengarkan aku tuan Park Yoochun, sekalipun anda memberikan semua harta kekayaan anda padaku, aku tidak akan pernah meninggalkan Chanyeol." Baekhyun menatap Chanyeol yang masih diam ditempat nya, kemudian meraih tangan Chanyeol kembali untuk ia genggam "Tanganku ini tidak akan pernah kosong jika Chanyeol menggenggamnya. Kau lihat sendiri tautan tangan kami begitu pas dan indah, dan selamanya tanganku ini akan terisi oleh tangan Chanyeol yang melengkapi kekosongan di sela jari-jariku. Walaupun anda memisahkan kami dengan menjauhkan Chanyeol dariku, aku akan tetap menunggu Chanyeol sampai kapanpun! Karena hanya satu yang dapat memisahkan kita, yaitu kematian!" Baekhyun mencium punggung tangan Chanyeol "Jadi aku harap anda bisa menerimaku sebagai menantu anda, tapi aku beri saran pada anda, jangan mencoba untuk membunuhku, karena aku yakin Chanyeol tidak akan membiarkan anda membunuhku! Mungkin jika anda membunuhku, Chanyeol akan mengikutiku."

Baekhyun menatap Chanyeol lagi, lalu kembali bersitatap dengan Park Yoochun.

"Itu saja yang ingin aku katakan, kalau begitu kami permisi. Aku ingin makan siang dengan kekasihku, dan juga melepas rindu dengan kekasihku karena hari ini kami tidak bertemu dari pagi. Permisi!"

Baekhyun membungkuk sebelum kemudian menarik Chanyeol keluar dari ruangan itu, meninggalkan Park Yoochun yang marah dengan kedua tangan nya yang terkepal kuat.

Uang dengan nominal yang banyak itu tidak akan menggoyahkan cinta Baekhyun terhadap Chanyeol, meskipun ayah Chanyeol berniat memberikan seluruh hartanya kepada Chanyeol, Baekhyun tidak akan sedikitpun tergiur dan berpaling meninggalkan Chanyeol.

Jangan lupa bahwa baekhyun juga dulu merupakan orang kaya, bahkan dulu isi rekeningnya lebih banyak dariapada nominal yang diberikan oleh park Yoochun. kehidupan sulit yang dia jalani saat ini juga mengajarkan dirinya untuk tidak menjadi orang yang tamak, biarlah ia tidak punya harta asal ada orang-orang yang dengan tulus menyayangi ia.

Chanyeol yang masih tidak percaya dengan apa yang Baekhyun katakan masih tidak memberikan komentar nya, ia memilih diam sampai akhirnya mereka pergi menuju tempat parkir dimana ada teman-teman mereka yang menunggu disana.

Sehun, Johnny tidak jadi makan siang karena mereka menghawatirkan Chanyeol dan Baekhyun yang berhadapan dengan singa langka Korea Selatan.

"Itu mereka!" teriak Luhan ketika melihat Chanyeol dan Baekhyun yang berjalan ke arah mereka. Setelah Chanyeol dan Baekhyun mendekat, Sehun langsung menjadi orang pertama yang penasaran tentang apa yang mereka obrolkan dengan ayah Chanyeol.

"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Sehun pada Chanyeol kemudian memeriksa Baekhyun, membalik tubuh Baekhyun. Memeriksa nya seolah Baekhyun baru saja keluar dari tempat paling berbahaya yang bisa mengancam keselamatan nya.

"Dokter Oh, aku tidak apa-apa. Kami mengobrol dengan ayah Chanyeol bukan dengan mafia atau orang jahat." ucap Baekhyun yang merasa risih dengan Sehun yang tengah mengecek tubuh nya.

"Hei Baekhyun, kekejaman ayah Chanyeol melebihi seorang mafia." Luhan ikut memeriksa keadaan Baekhyun yang membuat Baekhyun memutar bola matanya malas. Benar-benar Sehun dan Luhan memang cocok menjadi sepasang kekasih.

"Hei kau kenapa diam saja?" Johnny yang melihat Chanyeol diam saja begitu heran. Chanyeol terus memandang Baekhyun dengan kedua bola matanya yang sudah memerah.

"Hei Park kau tidak berniat menangis kan?"

Baekhyun menoleh untuk melihat langsung apa yang Johnny katakan.

"Berhenti memanggilku Park, aku sudah bukan bagian dari keluarga Park." ucap nya tegas membuat semua orang disana terdiam mendengar ucapan Chanyeol. Disaat seperti itu mereka tahu keadaan sedang tidak baik saat ini.

Chanyeol mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang dirumah sakit dan agak menjauh dari teman-teman nya. Setelah nya ia kembali pada teman-teman nya yang masih bingung dengan situasi saat ini.

"Kita makan siang diapartemen Baekhyun, aku dan Baekhyun yang akan memasak, kalian ikut apa tidak?" tawar nya sambil berjalan meraih tangan Baekhyun untuk segera masuk kedalam mobilnya.

"Seulgi kau bisa kembali ke kantor dan ambil alih semua pekerjaanku kan?"Johnny mengambil dompet nya terlebih dahulu memberikan Black Card miliknya "Beli apapun untuk mengganti makan siang kali ini, tapi jangan menghabiskan semua uang ku oke, ah dan juga ini bawa mobilku." Johnny menepuk pundak Seulgi kemudian mengikuti Chanyeol untuk menumpang pada Chanyeol.

"Aiisshhh." Seulgi merutuk tidak jelas sebelum kemudian masuk kedalam mobil Johnny dan mengemudikan nya.

Sehun dan Luhan sudah masuk kedalam mobilnya untuk pergi ke apartemen Baekhyun yang sekarang sudah pindah ke samping apartemen Chanyeol.

Sepanjang jalan Chanyeol hanya diam, belum mau berbicara sedikitpun. Dan itu berhasil menimbulkan pemikiran-pemikiran aneh dibenak Baekhyun. Baekhyun berpikir apa tindakan nya salah ketika ia merobek cek itu dan memilih Chanyeol, memilih untuk tetap berada disamping pria itu, bersama-sama menitih masa depan sebagai ikatan suami istri seperti apa yang Chanyeol katakan didepan ayahnya, bahwa hanya Baekhyun yang akan dinikahi nya.

Tapi sikap keterdiaman Chanyeol saat ini berhasil membuat Baekhyun bingung.

Johnny yang melihat keterdiaman kedua pasangan didepan nya ini hanya menikmati perjalanan dengan duduk manis dikursi belakang, sesekali ia memainkan game di ponsel nya. Untung ia selalu membawa earphone di saku nya, setidak nya ia tidak akan menganggu mereka berdua dengan suara berisik dari game diponselnya.

-o0o-

"Dia bilang hanya kematian yang bisa memisahkan nya dengan anakku!" Park Yoochun bergumam di meja kerja nya sendirian. Otak nya sedang memikirkan sebuah ide cemerlang yang mungkin bisa membuat Baekhyun menjauh untuk selama-lamanya dari anak nya.

"Kim Jongdae." ia berteriak memanggil Jongdae yang berada didepan ruangan nya.

Jongdae pun segera masuk dan membungkuk sebentar

"Cari pembunuh bayaran yang sangat handal untukku." titah nya, membuat Jongdae kaget dibuat nya "Jangan banyak bertanya cepat saja carikan, aku ingin Byun Baekhyun itu menghilang untuk selamanya dari dunia ini, dengan begitu anak ku tidak akan lagi bisa ia manfaatkan." dengusnya tidak suka.

Jongdae menelan saliva nya kasar, ini adalah tugas terberat dalam hidupnya selama ia menjabat sebagai sekretaris keluarga Park. Jika sebelum-sebelum nya ia hanya biasa menggulingkan atau membuat perusahaan lawan Park Corp bangkrut sebagai tugas berat nya, maka kali ini itu semua terkalahkan dengan tugas yang baru saja ia dengar.

Ia sendiri tidak percaya dengan apa yang Park Yoochun perintah kan, lelaki itu memang telah begitu dibutakan oleh harta, namun Jongdae hanya bekerja pada nya, ia tidak mampu melawan atau pun melarang.

Tapi bukankah itu semua masih bisa ia cegah?

Ya Jongdae harus mencegah itu semua terjadi dengan memberitahukan Chanyeol tentang semua ini. Ya Jongdae tidak ingin teman nya menderita karena ayah nya sendiri.

Jongdae memutuskan untuk pergi dari ruangan Park Yoochun setelah mendapat perintah itu, ia segera meraih ponsel nya mengirim pesan singkat pada Chanyeol tentang keadaan yang mulai sudah tidak bisa dikendalikan lagi.

-Bawa Baekhyun pergi dari Korea demi keselamatan nya, kalau bisa kau harus pergi tanpa diketahui oleh ayahmu.

Ayahmu menyuruhku mencari pembunuh bayaran, jangan membuat ayahmu menjadi seorang tahanan kepolisian Korea. Jadi, lebih baik segera tinggalkan Korea dan bawa Baekhyun bersamamu.

Maaf aku hanya bisa membantu memberikan info ini, mau tidak mau aku harus menuruti ayahmu, tapi aku akan memperlambat waktunya sampai kau pergi dari Korea. Jadi aku hanya bisa menolongmu sampai saat itu saja, selebih nya aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Maafkan aku.

Chanyeol baru saja selesai memasak dan menata makanan dimeja makan apartemen Baekhyun. Sementara Baekhyun masih menyiapkan beberapa minuman seperti jus dan lain nya untuk menemani makan siang mereka yang terlambat.

Sehun, Luhan dan Johnny berada diruang tamu dengan keributan yang mereka sebabkan karena mereka sedang bermain playstation yang dibawa dari apartemen Chanyeol.

Chanyeol memeriksa ponselnya ketika sebuah pesan masuk dari Jongdae, begitu ia selesai membaca pesan itu Chanyeol melemparkan ponsel nya begitu saja dan mengumpat keras.

"SHIT."

Johnny yang mendengar itu segera menghentikan permainan nya begitu pun dengan Luhan dan Sehun.

Baekhyun sudah menghampiri Chanyeol, namun sebelum nya mengambil ponsel Chanyeol untuk melihat apa ponsel itu baik-baik saja atau tidak, namun sayang ponsel Chanyeol sudah hancur dan tidak menyala lagi, Baekhyun berinisiatif melepas kartu sim nya, siapa tahu Chanyeol masih memerlukan nya, mengingat nomor-nomor orang penting pasti ada dikontak nomor nya.

Baekhyun kemudian mencoba menghampiri Chanyeol yang meremas rambutnya dengan ekpresi wajah yang terlihat menahan marah.

"Ada apa?" Johnny

"Kenapa?" Sehun

"Kau mengambil kartunya Baek?" Luhan menghampiri Baekhyun yang mengambil kartu sim nomor Chanyeol.

Chanyeol merampas itu dari tangan Baekhyun dan menyimpan pada kotak p3k yang berada tidak jauh dari nya.

"Aku ingin bicara dan aku harap kalian mau membantuku karena aku harus bertindak cepat! Kalian mau makan dulu apa kit..." ucapan Chanyeol terhenti karena Johnny sudah menyuruh nya untuk berpindah tempat.

"Kita bicarakan ini diruang tengah." ucap Johnny yang kemudian melangkah lebih dulu disusul Sehun dan Luhan.

Chanyeol menghampiri Baekhyun terlebih dahulu, memeluk Baekhyun dengan begitu erat dan membisikan kata-kata penuh cinta pada Baekhyun.

"Aku mencintaimu Baekhyun, maaf sejak pulang dari restoran aku mendiamkanmu, aku hanya sedang berpikir untuk menjauhkanmu dari bahaya yang akan ditimbulkan oleh ayahku!"

Baekhyun membalas pelukan Chanyeol, ia mengusap – usap punggung Chanyeol dan tersenyum dibalik bahu Chanyeol, karena Chanyeol memeluk nya dengan sedikit membungkuk membuat dagu Baekhyun berada pada pundak Chanyeol.

"Aku tahu kau sedang banyak pikiran, tadinya aku berpikir kalau aku membuat kesalahan karena berbuat begitu tidak sopan kepada ayahmu."

"Tidak kau tidak membuat kesalahan Baekhyun, justru aku bahagia karena kau memilihku. Aku tidak tau bagaimana jadinya diriku jika kau lebih memilih uang dari ayahku, aku pasti akan hancur Baekhyun." Chanyeol melepaskan pelukan itu untuk melihat wajah Baekhyun "Hanya saja aku ada satu permintaan padamu, kau mau kan mengabulkan nya untukku?"

"Aku akan melakukan nya apapun itu." Baekhyun tersenyum dan mengusap pipi Chanyeol perlahan.

"Apapun yang akan aku lakukan setelah ini, aku ingin kau menyetujui nya dan tetap berada disampingku sampai hanya kematian yang bisa memisahkan kita."

Chanyeol menunggu dengan resah jawaban dari Baekhyun ketika melihat perubahan raut wajah Baekhyun yang berubah, menghilangkan senyuman cantik yang sebelumnya ia berikan untuk Chanyeol.

Baekhyun berpikir sejenak dengan masih memegangi pipi Chanyeol, dari sorot kedua mata Chanyeol Baekhyun dapat melihat Chanyeol yang begitu khawatir, takut jika Baekhyun tidak akan mau mengabulkan permintaan nya.

Tapi sesuai dengan janjinya didepan ayah Chanyeol, hanya kematian yang mampu memisahkan mereka jadi Baekhyun mengangguk, meng-iyakan permintaan Chanyeol dan mencium bibir lelaki itu sebagai jawaban pasti dari dirinya.

"Terima kasih Baekhyun." Chanyeol membalas ciuman Baekhyun penuh kelembutan dan melepasnya pada akhirnya, karena ia ingat, ia harus mengurus sesuatu yang lebih penting saat ini.

"Aku harus mengurus sesuatu dulu sekarang." Chanyeol menarik Baekhyun untuk ikut bergabung diruang tengah yang sudah ada ketiga teman nya menunggu dengan sabar.

"Maaf lama, aku perlu memastikan dulu Baekhyun setuju dengan rencana yang ingin aku jalankan."

Ucap nya sebagai permintaan maaf melihat muka jenuh dari ketiga teman-teman nya.

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Johnny memulai nya.

"Aku akan menikah dengan Baekhyun." ucap Chanyeol membuat Baekhyun menoleh dengan cepat ke arah nya.

"Waw secepat itu?" Luhan menatap tidak percaya namun ia senang mendengar nya.

"Aku harus cepat sebelum ayahku bertindak lebih jauh." tambah Chanyeol

"Jadi kapan kau akan menikah dan kau ingin mengadakan pernikahan nya semeriah apa?" Johnny bertanya lagi.

"Tidak." tolak Chanyeol "Aku tidak akan mengadakan pesta."

"Okey tidak ada pesta, hanya acara pemberkatan? Lalu kau ingin melakukan nya digeraja mana?" Sehun masih menyenderkan tubuh nya pada sofa empuk apartemen Baekhyun, memperhatikan kedua sepasang kekasih itu yang duduk bersebrangan dengan nya.

"Aku tidak akan menikah dengan Baekhyun di Korea, kami akan menikah di Barcelona dan pindah kesana. Aku tidak akan kembali lagi ke Korea, aku akan menetap di Barcelona." Semua orang langsung menatap tidak percaya ke arah Chanyeol "Dan kalian harus bisa membuatku sampai di Barcelona tanpa terlacak oleh ayahku. Jadi, aku minta bantuan kalian untuk membantuku lagi dan aku berjanji ini terakhir kalinya aku merepotkan kalian."

Chanyeol menoleh untuk menatap Baekhyun yang menatap nya "Maaf kau harus mengorbankan kuliahmu, apa tidak apa-apa? Aku hanya memikirkan keselematanmu. Jika kau berubah pikiran sekarang kau bi...,"

"Aku akan ikut apapun keputusanmu, selama itu bersamamu." Baekhyun menatap Chanyeol penuh haru dan tersenyum manis.

.

.

.

.

'Kemanapun kakimu melangkah, selama itu kau bersama dengan orang yang kau cintai, semuanya akan terasa indah'