Happy Reading…

.

.

Pukul 03:20 Pm waktu Barcelona, Pantai Sitges.

"Kau menyukai nya?" Chanyeol memeluk tubuh ramping Baekhyun dari belakang dengan mesra, sambil sesekali memberikan ciuman pada pipi dan leher Baekhyun.

Satu jam yang lalu mereka telah melangsungkan pernikahan disalah satu gereja yang terletak tidak jauh dari pantai Sitges, Barcelona. Kemarin mereka baru saja tiba di Barcelona tanpa ditemani Sehun, Luhan ataupun Johnny. Mereka sampai di Barcelona dengan selamat.

Sehun mengenalkan Chanyeol pada salah satu teman nya yang berada di Barcelona untuk membantu Chanyeol dan Baekhyun mengurus segala keperluan mereka untuk menikah, dan akhirnya hari ini mereka menikah.

Walau awalnya mereka kesulitan mengurus surat pernikahan mereka karena mereka perantau dari Korea, namun berkat bantuan Sehun semuanya menjadi mudah. Tenyata perusahaan Sehun cukup berpengaruh untuk teman nya itu, jadi teman nya Sehun yang berada di Barcelona dengan suka rela membantu Chanyeol dan Baekhyun.

"Selama aku bersamamu, aku akan selalu menyukai apapun yang aku nikmati denganmu," Baekhyun memutar tubuhnya agar berhadapan langsung dengan Chanyeol "Karena kita sudah berada disini, sebaiknya aku memanggilmu dengan nama Loey saja! Nama Chanyeol tidak cocok disini."

"Apapun panggilan untukku selama kau bahagia aku senang mendengarnya sayang." Chanyeol mencium bibir Baekhyun melumat nya sedikit kemudian tersenyum tampan.

"Kau tidak menyesal kan menikah denganku?." Baekhyun mengelus lembut pipi Chanyeol.

"Aku tidak akan pernah menyesalinya seumur hidupku, aku bahkan bersyukur karena menemukanmu dan menikah denganmu! Mari kita mulai semuanya dari awal disini," Chanyeol mencium hidung mancung Baekhyun "Miss. Loey kau tidak keberatan jika sekarang aku menginginkanmu?," Baekhyun tertawa mendengar panggilan yang diberikan Chanyeol untuk nya.

"Aku istrimu, aku akan menerima apapun yang akan kau lakukan padaku selama itu tidak menyakitiku." Baekhyun mengecup cepat bibir Chanyeol dan kembali tertawa pelan.

"Jika aku bermain kasar, apa istriku ini akan kabur dariku?" canda Chanyeol.

"Selama aku menikmatinya aku tidak akan kabur, suamiku." Baekhyun menarik tangan Chanyeol dari sana.

"Kita mau kemana sayang?" goda Chanyeol yang sebenarnya tahu kalau Baekhyun mengajak Chanyeol untuk kembali ke hotel yang sudah mereka sewa untuk honeymoon, mereka akan honeymoon selama dua hari dipantai Sitges.

"Jangan pura-pura bodoh sayang, atau aku tidak akan mau menerima ajakanmu malam ini."

"Oh sayang, aku hanya bercanda." setelah nya Chanyeol yang balik menarik tangan Baekhyun yang tertawa terbahak dibelakang Chanyeol, baru juga ia goda segitu Chanyeol sudah ketakutan.

Baekhyun tertawa dengan lebar bersama dengan Chanyeol yang juga ikut tertawa bersama Baekhyun. Chanyeol hanya berharap pilihan nya meninggalkan Korea adalah pilihan yang tepat. Mereka akan memulai hidup mereka sebagai pasangan suami istri di kota ini, Barcelona. Kota indah dengan sejuta keindahan yang memanjakan mata.

Mungkin saat ini jika Park Yoochun tahu kalau Chanyeol dan Baekhyun sudah berada di Barcelona dan menikah, sudah dipastikan ia akan menyusul Chanyeol dan Baekhyun. namun sekali lagi berterima kasihlah kepada para sahabat Chanyeol yang mau memalsukan kepergian mereka dengan segala usaha mereka mengelabui Park Yoochun.

Seharusnya mereka kini sudah sampai di China mengingat mereka memalsukan penerbangan mereka dengan tujuan China, namun dengan pesawat jet pribadi Sehun, Chanyeol dan Baekhyun justru sampai di Barcelona.

Sekarang yang harus mereka jalani adalah membina keluarga kecil mereka yang sederhana namun dipenuhi dengan cinta, Chanyeol akan bekerja sebagai dokter umum disalah satu rumah sakit kecil dikota Catalonia, Barcelona. Chanyeol tidak terlalu memikirkan sebesar apa upah yang akan dia terima, karena yang terpenting sekarang ia sudah memiliki kerjaan untuk menghidupi dan membiayai keluarga kecilnya bersama dengan Baekhyun, istrinya.

Pukul 10 : 20 Pm waktu Seoul, Korea Selatan

"Aku merasa menjadi sahabat yang kejam karena tidak datang ke pernikahan Baekhyun." ucap Luhan dengan parau yang saat ini tengah berbaring dengan Sehun di sofa ruang dokter Luhan.

Setelah pulang dari perusahaan Sehun yang salah satu cabang nya berada di Korea, ia memutuskan untuk menemui Luhan, karena Luhan berkata ia harus bekerja shift malam hari ini untuk membantu ibu hamil yang sepertinya akan melahirkan dini hari nanti.

"Sayang itu pilihan mereka, kau ingat sendiri jika si Loey menolak kita ikut dengan mereka karena tidak ingin tercium oleh Park Yoochun." mendadak Sehun merindukan memanggil nama Chanyeol dengan nama akrab mereka, Loey. Kenapa ia menjadi lebay karena merindukan saat-saat bercanda dengan sahabat nya itu.

"Kita akan mengunjungi mereka nanti kan Sehun?." Luhan merubah posisi nya menjadi berhadapan dengan Sehun.

"Tentu! Tapi setelah semuanya aman sayang, Loey bilang setahun atau dua tahun baru kita boleh mengunjungi mereka disana." Luhan tiba-tiba bangkit dengan wajah kaget.

"Kau bercanda kan Sehun? Aku akan sangat merindukan Baekhyun jika selama itu, padahal aku baru bertemu dia kembali, tapi sekarang aku harus kembali terpisah dengan sahabatku lagi."

Luhan menunduk sedih, tidakkah takdir terlalu kejam pada kehidupan Baekhyun dan dirinya. Ia baru saja ingin bermain seperti dulu bersama dengan Baekhyun, jalan-jalan bersama, makan-makan bersama, layaknya wanita seumuran mereka pada umum nya, tapi sekarang mereka harus terpisah bukan antara China-Korea lagi melainkan Korea-Barcelona. Kenapa Baekhyun semakin menjauh darinya.

"Kau menyanyangi sahabatmu itu kan sayang?" Luhan mengangguk "Maka dari itu kita harus membuat ia bahagia sayang, tugas kita disini mencegah Park Yoochun menemukan keberadaan mereka, kau mengerti kan?" Sehun menangkup pipi Luhan dan menghapus air mata yang mengalir di kedua pipi Luhan.

"Kau tahu! Jika kita sering berkunjung kesana, ayah Chanyeol akan curiga dan akan mencari tahu kita menemui siapa disana." tebak Luhan yang diberi jawaban dengan senyuman dan rengkuhan pelukan Sehun "Syukurlah kalau kau tahu, mengertilah sayang, mereka bahkan harus mengorbankan banyak hal agar bisa bahagia dengan keluarga kecil mereka." Luhan menangis dipelukan Sehun yang mengusap punggung nya. Menenangkan Luhan yang menangis sesegukan.

"Sebagai sahabat nya aku merasa menjadi sahabat yang tidak berguna jika membuat Baekhyun sedih, aku sangat merindukan saat-saat dimana aku berkumpul bersama dengan Baekhyun dan Kyungsoo, tapi Kyungsoo membenci Baekhyun sekarang, padahal Baekhyun sangat ingin kembali akrab dengan Kyungsoo seperti dulu."

Luhan bercerita panjang lebar tentang persahabatan mereka, tanpa Luhan ketahui Kyungsoo berdiri didepan ruangan Luhan dengan tangan yang memegang dadanya, dan juga air mata yang mengalir tak kalah deras nya dengan Luhan didalam sana.

Kyungsoo merasa ia telah menjadi seseorang yang jahat ketika mendengar Luhan berbicara seperti itu. Pada awalnya Kyungsoo ingin bertemu dengan Luhan karena hari ini dia sedang lembur dan ia ingin mengobrol dengan Luhan, tetapi saat ia ingin menghampiri Luhan ia tidak sengaja mendengar percakapan antara Luhan dan Sehun.

"Aku juga merindukan kalian." Kyungsoo berjalan sedikit gontai ke arah ruangan ia bekerja.

Ketika ia sudah sampai diruangan nya, ada Jongin disana yang menunggu untuk mengatakan sesuatu pada Kyungsoo, namun Jongin yang melihat keadaan Kyungsoo yang menangis tersedu-sedu hanya bisa menatap nya heran, tangan nya terulur untuk meraih tangan Kyungsoo dan membawa Kyungsoo kedalam pelukan hangat Jongin.

"Menangislah." ucap Jongin.

Kyungsoo yang sedih hanya mampu meluapkan tangisan nya dalam pelukan Jongin yang semakin merengkuhnya erat. Untung nya para office girls dan office boys yang lain tengah bekerja, jadi tidak ada yang melihat Jongin dan Kyungsoo saat ini.

Jika Jongin boleh jujur, sebenarnya diam-diam Jongin tahu jika Kyungsoo tertarik padanya dan selalu cemburu saat Jongin dulu memberikan perhatian nya untuk Baekhyun. Tapi Jongin tidak mau berbesar kepala dan percaya diri dengan berspekulasi bahwa Kyungsoo menyukai nya. Tapi semakin kesini Jongin semakin melihat itu secara nyata, Kyungsoo memang menyukai nya, ia sedikit merasa bersalah karena tidak menyadari itu.

-o0o-

Sementara itu dikediaman keluarga Seo, tepatnya rumah Johnny.

"Ayah tidak berbohong kan?" Johnny menatap tidak percaya ke arah ayahnya yang baru saja mengatakan satu fakta yang selama ini Johnny ingin ketahui, fakta tentang kepemilikan resmi perusahaan Seo Corp yang ia kendalikan selama ini.

Tuan Seo mengangguk menyetujui.

"Ayah tahu jika sekarang Chanyeol dan Baekhyun melarikan diri dari Korea, oleh sebab itu ayah mengatakan ini padamu untuk berjaga-jaga jika suatu saat Seo Corp bisa membantu Chanyeol dan Baekhyun."

"Jadi pemilik resmi Seo Corp adalah Park Chanyeol, sahabatku!" sekali lagi Johnny mempertanyakan nya.

"Kakek Chanyeol membeli perusahaan ayah saat perusahaan ayah berada pada titik bawah, dan akan dinyatakan bangkrut jika kakek Chanyeol tidak menolong ayah, dia menyuruh menyembunyikan fakta ini sampai suatu saat nanti perusahaan Seo Corp memang dibutuhkan oleh Chanyeol." tuan Seo menghela nafasnya. "Kakek Chanyeol mengetahui sifat dan watak anak nya Park Yoochun yang keras kepala dan mementingakn harta ketimbang kebahagiaan keluarga nya termasuk anak nya sendiri, Chanyeol. Oleh sebab itu dia menyembunyikan fakta ini dan mempercayakan ayah untuk menjaga perusahaan ini, tapi dia tidak melupakan jerih payah kita." tuan Seo meraih maps lain di dibalik rentetan buku yang bejejer rapi di ruangan kerja nya.

"Ini adalah surat resmi kepemilikan sebuah perusahaan kecil yang berada di Amerika, kakek Chanyeol memberikan perusahaan itu untukmu, jika suatu saat kau berminat untuk pindah ke Amerika!." tuan Seo membuka isi maps itu dan memperlihatkan nya pada Johnny.

"Walau perusahaan ini kecil tapi perusahaan itu masih berjalan sampai sekarang, kalau kau berminat pindah ke Amerika kau bisa mengurusnya sendiri," tuan Seo menepuk pundak Johhny "Kau harus tahu nak, sahabatmu itu akan menjalani kehidupan yang sulit jika Park Yoochun tetap keras kepala, ayah harap kau tetap berdiri dibelakang dia dan membantu nya sebagai tanda balas budi keluarga kita pada kakek Chanyeol."

Johnny menatap ayah nya seraya tersenyum dan raut muka sedih, ia bukan sedih karena ternyata tidak bisa memiliki Seo Corp, ia sedih melainkan tentang Chanyeol dan Baekhyun. Apakah kisah cinta mereka memang harus sesulit ini agar bisa bersatu dan bahagia? Apa memang setelah ini mereka juga harus kembali mendapat masalah?.

Tapi Johnny mengetahui satu hal, bahwa kakek Chanyeol seolah sudah melihat cerminan kehidupan masa depan Chanyeol dengan membuat semuanya ini.

Membeli Seo Corp, menyembunyikan fakta kepemilikan resmi jika Chanyeol pemilik sah nya, mempersiapkan perusahaan kecil namun terbilang sukses yang berada di Amerika untuknya sebagai balas budi karena menjaga Seo Corp. Dan Johnny tahu jika itu semua harus melalui campur tangan nya, tapi itu tidak apa karena Chanyeol sahabat nya, fakta kakeknya sudah menolong Seo Corp dari kebangkrutan adalah suatu fakta yang mampu membuat Johnny memang harus membantu Chanyeol dan Baekhyun.

Ya karena takdir Chanyeol dan Baekhyun kedepan nya tidak ada yang tahu.

Barcelona

"Ouhh daddy~~~" Baekhyun mendesah dengan begitu indah nya ketika Chanyeol menekan miliknya masuk kedalam kewanitaan Baekhyun dengan begitu pelan dan lembut, bibirnya mengulum puncak payudara Baekhyun, mengantarkan jutaan sengatan kenikmatan untuk Baekhyun.

Baekhyun layaknya ulat yang menggeliat tidak bisa diam ketika sekali lagi Chanyeol mengigit puting payudara nya dengan lembut.

Chanyeol begitu bergairah ketika ia mendengar Baekhyun memanggilnya daddy dengan desahan merdu yang keluar dari mulut Baekhyun. Chanyeol semakin terangsang.

"Eummmhh aahhhhh..." Baekhyun melengkungkan tubuhnya mencoba mengimbangi permainan Chanyeol yang mengeluar masukan miliknya didalam kewanitaan Baekhyun.

Ini adalah percintaan pertama mereka setelah menjadi suami istri, Baekhyun merona dengan kedua pipi yang memerah. Dia bahagia bisa menjadi istri Chanyeol, tidakkah Tuhan tahu jika kebahagiaan nya ada pada Chanyeol. Jadi bisakah Baekhyun berharap agar Tuhan tidak lagi mempermainkan takdir mereka.

Ia hanya ingin bahagia bersama Chanyeol, itu saja tidak lebih.

"Mrs. Loey~~" Chanyeol memanggil Baekhyun dengan nama baru nya, iya Baekhyun akan membiasakan dengan panggilan Mrs. Loey mulai sekarang.

Biarkan nama Baekhyun hanya sahabat dan keluarganya yang mengetahuinya, sekarang mereka di Barcelona bukan di Korea. Menyembunyikan identitas dibalik nama panggilan baru nya demi kebaikan dirinya dan Chanyeol.

"Itu aahhh terdengar indah~~ eummmpptt.." Baekhyun memberikan ciuman panas nya ketika Chanyeol mengajaknya untuk berciuman.

"Aku ingin bermain kasar sayang, bisakah kau mengimbangiku?" Chanyeol memulai menaikan tempo tusukan nya didalam kewanitaan Baekhyun.

"Ohhhh~~~ aku menunggunya daddy~~~"

"Sial."

Dan umpatan itu menjadi penanda jika Chanyeol menginginkan percintaan mereka malam ini menjadi sedikit lebih melelahkan dengan ia yang menusuk kewanitaan Baekhyun dengan begitu cepat dan brutal, namun Baekhyun menikmatinya.

Terbukti dengan desahan Baekhyun yang semakin menggema dikamar hotel itu, Chanyeol menjadi gila mendengar desahan merdu Baekhyun, desahan Baekhyun membuat ia tidak dapat mengontrol tubuhnya sendiri, apa lagi dengan jepitan kewanitaan Baekhyun yang menjepit miliknya, penyatuan mereka begitu sempurna dengan milik Chanyeol yang masuk sempurna tanpa ada celah sama sekali. Bahkan itu terlalu sempit bagi Chanyeol, sampai mampu membuatnya melayang menikmati percintaan nya dengan Baekhyun, istrinya.

Betapa beruntunya Chanyeol memiliki istri dengan paras yang cantik, tubuh indah mulus tanpa cacat sedikitpun, Chanyeol ingin sekali dunia mengetahui jika Baekhyun itu hanya miliknya, tidak ada yang bisa menjauhkan dirinya dari Baekhyun, maupun Baekhyun darinya. Seharusnya seluruh Korea Selatan dan dunia tahu jika Chanyeol hanya milik Byun Baekhyun, dan Byun Baekhyun hanya untuk Park Chanyeol...ralat, milik Chanyeol.

Tapi fakta ayahnya yang begitu keras kepala menentang dirinya dan Baekhyun bersatu, membuat ia harus mengubur mimpi untuk mengumumkan pada dunia jika mereka sepasang suami istri yang begitu sempurna, cinta mereka yang membuat mereka begitu sempurna, Chanyeol yakin sebagian orang akan merasa iri dengan cinta mereka yang begitu kuat.

"Daddy~~~ eummsss akuuu akuu.." Baekhyun merasa puncak nya akan segera sampai, ia semakin menggerakan pinggulnya mengikuti gerakan Chanyeol.

Chanyeol yang mengetahui itu mencoba untuk mencapai puncak nya bersama dengan Baekhyun, ia mengerang ketika ia juga akan sampai. Chanyeol merasakannya, Baekhyun telah sampai terlebih dahulu pada puncak nya, membuat miliknya semakin licin keluar masuk kewanitaan Baekhyun karena cairan orgasme Baekhyun.

"Ohh sayang aku akan menyusul~~" Chanyeol menusuk nya dengan keras dan ia menekan miliknya kedalam ketika ia mencapai puncak nya dan orgasme didalam rahim Baekhyun, mengeluarkan semua cairan miliknya didalam rahim Baekhyun.

Chanyeol bergerak untuk menciumi wajah Baekhyun sampai ke perut nya.

"Tumbuhlah disana anak daddy." Chanyeol mencium perut Baekhyun setelah nya ia mengeluarkan miliknya didalam kewanitaan Baekhyun, berbaring untuk memeluk dan menyelimuti tubuh penuh peluh Baekhyun "Aku mencintaimu istriku, Byun Baekhyun."

Baekhyun tersenyum dibalik dekapan Chanyeol.

Langit malam barcelona mulai terlihat dipantai Sitges, Chanyeol dan Baekhyun memandangi indah nya langit malam barcelona dibalik jendela hotel, kerlipan bintang diluar sana tak luput dari pandangan Baekhyun yang sekarang sudah terbaring dengan membelakangi Chanyeol. Tangan Chanyeol melingkar posesif dipinggang nya, deru nafas hangat Chanyeol yang masih terjaga dapat Baekhyun rasakan dipuncak kepalanya.

Oh Tuhan Baekhyun ingin merasakan kebahagian ini dari dulu.

"Kau lapar? Kita belum makan sejak sore." Chanyeol dan Baekhyun memang belum makan sekembalinya mereka dari pantai, keduanya terlalu tidak sabaran untuk langsung bercinta.

"Jika kau yang memasaknya aku mau." Jawab Baekhyun dan Chanyeol terkekeh melayangkan ciuman dipundak kepala Baekhyun.

"Tentu sayang aku akan memasak untukmu, apa yang ingin kau makan?" Chanyeol sudah menarik Baekhyun agar berbalik menghadapnya.

"Emmmsss nasi goreng ham? Aku merindukan nasi goreng ham buatanmu."

"Kau mau mandi dulu apa menungguku memasak?"

"Aku rasa percuma saja aku mandi karena aku yakin setelah makan kau akan kembali menerjangku." Chanyeol tergelak, tawanya terdengar ketika Baekhyun mengatakan itu.

"Hey sayangku, kenapa kau menjadi mesum seperti ini eoh." Chanyeol menjawil hidung mancung Baekhyun dengan manja.

"Itu menjadi salah satu yang kau tularkan padaku Mr. Loey." Baekhyun bangkit untuk memakai kemeja kebesaran milik Chanyeol, kemudian mencari celana boxer Chanyeol dan memberikan nya pada suaminya itu.

"Ayolah suamiku, aku lapar." Baekhyun menarik tangan Chanyeol agar segera bangun. Dan Chanyeol bangun dengan tawa yang semakin menggelegar ketika ia membawa Baekhyun dalam gendongan nya menuju counter dapur hotel tersebut.

Chanyeol mendudukkan Baekhyun di kursi meja makan yang terletak didalam kamar hotel tersebut, lalu ia mengambil apron dan menyiapkan semua bahan-bahan masakan untuk membuat nasi goreng yang telah diminta oleh istrinya tersebut.

Baekhyun hanya duduk manis menunggu suami tercinta nya yang sibuk memotong, menumis dan menggoreng nasi goreng ham pesanan nya. Lihat lah tubuh kekar Chanyeol yang bertelanjang dada dengan hanya apron yang menutupi sebagian dada bidang nya, Baekhyun merona ditempat duduknya ketika mengingat pergulatan panas mereka, oh dia suami Baekhyun,

Lelaki sexy itu suaminya.

Tak lama kemudian masakan nya pun siap, hanya nasi goreng sederhana yang ia sajikan unntuk Baekhyun tapi nasi goreng tersebut dibuat dengan cinta. Baekhyun menyuapkan sesendok pertama nasi goreng ke dalam mulutnya, nasi goreng buatan Chanyeol sangat lezat ia memakan nasi goreng tersebut dengan sangat lahap seperti ia sudah tidak makan selama berhari-hari.

Chanyeol yang melihat istrinya makan dengan lahap terkekeh karena ekspresi Baekhyun yang sedang makan sangat menggemaskan dengan bibir yang sedikit mengerucut. Sesekali Baekhyun menyuapi Chanyeol, mereka tampak menikmati makan sepiring berdua, diiringi dengan gelak tawa diantara keduanya, sungguh pasangan suami istri yang tengah berbahagia.

"Sayang bagaimana kalo kita mandi? Kita belum mandi sedari tadi sore, dan aku mencium bau tubuh mu sungguh menyengat sekali karena spermaku." Chanyeol tertawa setelah berhasil menggoda Baekhyun

"Yakk! Kau berani nya kau mengataiku, tidak sadar diri huh kau juga bau." Baekhyun memukul dada Chanyeol karena kesal dengan candaan Chanyeol, sedangkan Chanyeol sendiri tidak bisa berhenti tertawa karena gemas oleh tingkah laku Baekhyun.

"Karena kita sama-sama bau bagaimana kalo kita mandi bersama hmm? Aku akan memandikan mu dengan sangat bersih." Chanyeol menampilkan senyum smirk nya.

"Shireo! Kalau kita mandi berdua pasti akan terjadi sesuatu yang lain, bagian bawahku masih sakit suamiku sayang." Baekhyun memiringkan kepalanya bermaksud bertingkah manja.

"Yang lain apa sayangku? Aku tidak mengatakan apa-apa, aku hanya ingin mengajak mu mandi saja, kenapa kau berpikiran yang aneh-aneh, dasar mesum." Chanyeol menjawil hidung mancung Baekhyun.

"Yakkk Loey." Baaekhyun terdiam tidak bisa membalas ucapan Chanyeol, dirinya pun terlanjur malu karena memikirkan hal yang tidak–tidak.

Sebenarnya bukan Baekhyun yang mesum tapi ya Baekhyun tahu pasti apa yang di inginkan suami nya itu ketika nanti mereka mandi bersama, sudah pasti mereka akan berakhir dengan saling memuaskan satu sama lain. Pada akhirnya Chanyeol yang sudah tidak tahan memilih menggendong Baekhyun dengan gaya bridal dan membawa nya kedalam kamar mandi. Baekhyun yang terkejut dengan otomatis melingkarkan tangan nya di leher Chanyeol agar tidak jatuh.

Chanyeol membuka pintu kamar mandi dengan sedikit susah karena sambil menggendong baekhyun, setelah pintu kamar mandi terbuka ia menutup pintu tersebut dengan kakinya lalu ia mendudukkan Baekhyun diatas westafel. Ia mengecup bibir Baekhyun sekilas sebelum perlahan-lahan tangan nya turun untuk membuka kemeja yang dikenakan oleh Baekhyun. Jangan tanyakan lagi bagaimana rupa Baekhyun, ia hanya bisa menunduk menyembunyikan rona merah di pipi nya, padahal ini bukan pertama kalinya suaminya tersebut melihat seluruh tubuhnya. Sedangkan Chanyeol juga telah melepaskan celana boxer nya dan kini mereka berdua sedang dalam keadaan telanjang.

"Ayo mari kita mandi." Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan menuntun baekhyun menuju kebawah shower.

Chanyeol memutar keran shower yang berada di belakang tubuh bBekhyun, sedangkan Baekhyun menghadap dada Chanyeol sambil menahan malu. Chanyeol meraih sabun dan mengusapkan nya diatas tubuh mulus dan cantik milik istrinya. Ia mengusap leher Baekhyun lalu perlahan lahan turun kearah lengan Baekhyun. Ia meyabuni tangan Baekhyun dan membersihkan bagian ketiak Baekhyun. Tangan Chanyeol beralih ke atas payudara Baekhyun yang sudah menegang akibat usapan-usapan yang diberikan oleh Chanyeol.

Chanyeol menepati omongan nya tentang mandi bersama, iya dia sedang memandikan Baekhyun. tapi salahkan tangan Chanyeol yang berhasil membuat Baekhyun menahan desahan-desahan yang ingin ia keluarkan karena usapan-usapan Chanyeol pada tubuhnya.

"Eunghh~~," Baekhyun mendesah karena Chanyeol semakin berani bermain diatas payudaranya, bahkan Chanyeol kini telah menjepit puting nya.

Tangan Chanyeol kini beralih ke perut rata Baekhyun dan perlahan-lahan menurun menuju bagian kewanitaan Baekhyun. Ia bermain-main diklitoris istrinya dan sesekali mencubit klitoris tersebut. Dengan lihai juga Chanyeol mengusap-ngusap paha bagian dalam Chanyeol

Baekhyun yang sudah tidak tahan mendapat serangan kenikmatan akhirnya menjambak rambut Chanyeol dan menggapai bibir suaminya itu yang ia cium dengan rakus, ia mengulum bibir atas Chanyeol dan bibir bawah Chanyeol secara bergantian.

"Eeeuummhhh." bunyi kecipak terdengar akibat pertarungan dua bibir tersebut.

Chanyeol membiarkan Baekhyun menguasai bibirnya sedangkan dibawah ia semakin gencar memainkan kewanitaan istrinya. Ia memasukkan kedua jarinya kedalam kewanitaan Baekhyun mengocok tangan nya dengan cepat di dalam kewanitaan Baekhyun dan jempol nya di gunakan untuk memainkan klitoris istrinya tersebut, memutar didalam dan bermain tarik ulur 'mari kemari sayang'.

Ini gila untuk Baekhyun

"Aaahhhh Chanyeol~~,"

"Yes baby. Panggil namaku sekali lagi maka aku akan memberikan apa yang istriku ini inginkan."

"Chanhh ahhhh daddy~~ aku ssssss akaaan sampaiihh."

"Ayo keluarkan hanya untukku." Chanyeol semakin cepat mengeluar-masukan jari tangan nya dan mengaduk-aduk kewanitaan Baekhyun.

"Aaaahhhh Chanyeol aku aku~~~." kaki Baekhyun bergetar karena orgasme yang menjemputnya.

Tubuh nya ditopang oleh Chanyeol karena Baekhyun sudah tidak kuat menopang tubuhnya sendiri. Pada awalnya Chanyeol memang hanya berniat untuk mandi saja, tetapi ketika melihat tubuh istrinya ia tidak tahan untuk melepaskan hasrat untuk menyetubuhi Baekhyun lagi. Salahkan isitrinya yang memiliki tubuh begitu menggoda birahi kelelakian nya.

Chanyeol menggendong Baekhyun dengan gaya koala, ia membasuh tubuh nya dan tubuh Baekhyun lalu membawa Baekhyun menuju tempat tidur, dengan keadaan yang masih basah ia merebahkan Baekhyun diatas tempat tidur, Chanyeol sudah tidak tahan untuk memasukkan miliknya yang sudah menegang kedalam kewanitaan Baekhyun, ia sudah menahan sedari tadi, adik kecilnya sudah sudah ingin dipuaskan dengan segera.

Chanyeol menjilati kewanitaan Baekhyun mengigit nya pelan untuk membuat Baekhyun terangsang kembali. Setelah kewanitaan Baekhyun basah ia membawa miliknya nya ke depan kewanitaan Baekhyun, Chanyeol menggesek-gesekkan kepala miliknya sebelum masuk kedalam kewanitaan Baekhyun.

"Aarrggghhhhh." Baekhyun mencakar punggung Chanyeol, ia merasa kesakitan karena Chanyeol memasukkan milik nya tanpa aba-aba dan secara tiba-tiba.

"Yakk kenapa tidak memberitahuku dulu aahhhh."

"Hehehe." Chanyeol hanya tersenyum layaknya bocah dan mulai kembali menikmati surga dunianya.

Chanyeol mendorong milik-nya dengan kasar, ia sudah tidak bisa menahan nafsu melihat tubuh molek Baekhyun, ia memutar tubuh Baekhyun menungging dan kini menjadi doggy style. Chanyeol menampar pantat Baekhyun sehingga membuat pantat Baekhyun kemarahan.

"Ahhhh." Baekhyun mendesah menikmati tamparan penuh gairah dari suaminya.

Chanyeol semakin menambah tempo mempercepat tusukannya tersebut, bahkan ia sudah tidak lagi mendengarkan rintihan kesakitan Baekhyun karena disetubuhi kasar oleh nya, namun meskipun Chanyeol menyetubuhi dirinya dengan kasar, Baekhyun juga menikmati perlakuan ini. Baekhyun merasa dirinya sangat sexy ketika sekali lagi Chanyeol menampar pantat nya. Chanyeol yang menikmati percintaan mereka tidak sadar jika ia menyetubuhi Baekhyun sampai jam 1 pagi. Hmmmmm

Waktu menunjukan pukul 3 pagi di Barcelona ketika Baekhyun terbangun karena merasa perutnya bergejolak, ia berlari dan memuntahkan semua isi perutnya kedalam kloset, sedangkan Chanyeol masih betah tertidur dan tidak menyadari bahwa Baekhyun tengah muntah didalam toilet. Baekhyun muntah sampai semua isi perutnya sudah tidak ada lagi. Ia bangkit untuk mencuci muka nya di westafel, kepalanya juga sedikit pusing.

Setelah mencuci muka Baekhyun kembali merebahkan diri di atas tempat tidur, tubuhnya sangat lemas. Baekhyun berpikir mungkin ia masuk angin dan kecapean, karena setibanya di Barcelona mereka langsung mengurus pendaftaran pernikahan mereka, sekarang setelah mereka resmi menikah semalaman ini mereka habiskan dengan bercinta sampai pagi. Baekhyun menyenderkan kepalanya diatas dada Chanyeol dan kemudian dia ikut terlelap menyusul Chanyeol untuk tertidur kembali.

Semoga besok ia sudah tidak masuk angin lagi, dan keadaan tubuh nya membaik.

Pukul 11 : 00 Am waktu Seoul, Korea Selatan

"Jongdae, kosongkan jadwalku untuk sore nanti. Aku harus menemui Chanyeol." ucap Park Yoochun setelah ia keluar dari ruang kerja nya dan menyuruh Jongdae mengosongkan jadwal nya untuk menemui Chanyeol.

Raut muka Jongdae seketika menegang, Jongdae tahu perihal Chanyeol dan Baekhyun yang kabur, hanya saja informasi itu saja yang ia ketahui, mengenai kemana Chanyeol dan Baekhyun pergi Jongdae tidak mengetahuinya.

Yang ia takutkan adalah ketika besok Park Yoochun tahu Chanyeol dan Baekhyun menghilang di Korea maka sudah menjadi tugasnya untuk mencari keberadaan Chanyeol. Dan Jongdae bingung, bagaimana caranya memalsukan atau memberikan informasinya palsu untuk Park Yoochun, ayah Chanyeol.

Karena bagaimanapun, Jongdae tidak ingin merusak kebahagiaan Chanyeol, sahabatnya sendiri.