.
.
.
.
.
.
Tidak terasa sudah satu minggu aku dapat bertahan dii sekolah ini bersama "anak anak" ini. yah kau tau siapa yang ku maksud dengan "anak anak" ini.
"suho! Mana ice cream ku?!"
"yak baekhyunie, jangan rebut makanan ku!"
"kris! Kemari kau!"
Iya. Mereka semua. Sekarang aku berada di markas mereka. Entah sejak kapan aku direkrut menjadi anggota monster. tapi ada untungnya juga. Murid murid iljin lainnya disekolah ini jadi tidak ada yang berani menggangguku
"suho, kau pindah ke perumahan youngdo?"
"hum"
Baekhyun mengemut permennya sejenak "kenapa kau pindah?"
"tidak ada, hanya saja rumah lama ku terlalu kecil" jawab suho dengan nada sombongnya
sedetik kemudian suho di hujani oleh bantal
"ah sehun, ngomong ngomong, kau tidak pernah membahas rumahmu"
Aku mengkerutkan dahiku "untuk apa?"
"kau kan sekarang sudah jadi member monster, jadi mau tidak mau kau harus berbagi tentang dirimu" jelas suho
kalian pikir kemauan ku gabung geng tidak jelas kalian ini?!-_-
tiba tiba saja chanyeol berdiri "oh iya guys, ada mall baru dekat sekolah. Nongkrong disitu?"
"boleh juga" kata luhan sambil mengangguk
WAW
MEREKA ANAK MALL
Aku tidak pernah ke mall
Udik memang
"bagaimana sehun, kau ikut?"
"tidak" jawabku pendek
"kenapa?" terdengar nada kecewa di suara suho
"yah tidak bisa. Hanya saja…tidak ada yang menjaga ibuku" jawaban yang bagus sehun
"ayahmu kemana?" potong baekhyun
"sudah meninggal" seketika mereka semua diam. Saat itu juga sebagian member menatap tajam ke arah baekhyun. Sebagian lagi menatap iba ke arahku
Aku benci suasana seperti ini
"sudah santai saja" aku berdiri dan berjalan menuju pintu. "kau mau kemana?" tanya luhan
"ke kelas. Aku tidak akan membolos. Sebentar lagi waktu istirahan akan berakhir" jawabku dengan nada datar
"jadi kau tidak akan ikut?"
"tidak, chanyeol-ah~"
"AH!" semua mentapa ke arah suho-termasuk aku- "aku ada ide" katanya lagi.
Sepertinya itu ide yang buruk. Lebih baik aku pergi- "bagaimana kalau hari ini kita kerumah sehun!" kan sudah kubilang ide yang buruk
Semua sudah mengangguk setuju.
Apa apaan kalian sudah main setuju setuju saja-_- "tidak bisa!"
"kenapa?"
Aku harus jawab apa ya..
Eum..
Tuhan, tolong aku!
Mataku menatap ke arah lain "eum…ibuku sakit"
"kami tidak akan berisik"
"di rumah ku ada anjing galak"
"kami tidak akan takut hanya pada anjing galak. Lagi pula aura kami aura orang baik"
"ayahku galak"
"bukannya ayahmu sudah meninggal?"
Oh iya. Lupa.
Maafkan aku ayah.
"baiklah" pasrah ku
"oiya sehun, kudengar kau pintar memasak" kata tao sambil menatapku. Sepertinya ada hal buruk lagi "masakkan untuk kami?" kan benar.
"baiklah" jawabku pasrah.
Bukannya gimana. Mereka sekarang ada sebelas orang dan aku sendirian. Jika aku tidak mengikuti apa kata mereka, bisa bisa ajal menyapaku siang ini.
Hih seram…
"ah! Aku sudah lama tidak makan jjangmyeon. Bolehkah kau masak itu?" tanya tao. Dan sekali lagi aku mengangguk pasrah.
"tidak adil!" bantah baekhyun. Ada apa lagi ini yatuhan
"hanya tao yang bisa request makanan?! Aku mau ayam pedas"
"aku bbokeumbap"
"aku sup rumput laut"
"aku ingin sekali mie dingin"
"aku-"
"CUKUP!" teriakku "AKU AKAN MASAK RAMYEON SAJA. SETUJU TIDAK SETUJU, HARUS MAU. ATAU TIDAK, JANGAN KE RUMAHKU!" nafasku memburu sehabis berteriak di depan mereka
Dan mereka malah senyum senyum
hey, aku sedang marah -_-
"kau tambah manis jika sedang marah"
"cerewet sekali seperti gadis"
"tsundere. Tipeku sangat"
"sehun, kau imut"
TERSERAH!-_-
.
.
.
.
.
.
Sekarang aku ada di minimarket dekat rumah. Aku memutuskan untuk membeli banyak bahan makanan. Aku tak serius hanya memberikan ramen untuk makan anak anak itu.
Aku dapat mendengar suara ibu ibu bergosip di dekatku. Karena aku memakai sabuk geng monster di lenganku. Mereka bilang aku ini anak badung dan sebagainya.
Sontak kakiku melangkah ke arah mereka
"maaf, aku pikir tempat ini untuk berbelanja, bukan bergosip" kataku. Satu per satu mereka mulai pergi dari situ sambil berdesis tidak suka
Mungkin dari luar, geng monster terlihat seperti sekumpulan anak anak badung yang suka bertengkar
Tapi percayalah
Mereka itu saling peduli satu sama lain
Walaupun entah kenapa sikap peduli mereka ke aku terlalu berlebihan-_-
BRAKK
Kepalaku menoleh ke arah rak bagian ramyeon dan melihat seorang gadis tertimpa banyak ramyeon. tanganku meraih badannya untuk berdiri
"kau tidak apa apa?"
"ya aku baik baik saja"jawabnya sambil menepuk nepuk pantatnya. Dia mengangkat kepalanya dan kaget melihat tanda di lenganku
"kau geng monster?" aku hanya mengangguk. Aku tidak tau kalau geng monster sepopuler ini
"aku member baru. Mereka yang memaksaku masuk sejak aku pertama kali masuk sekolah"
Dia hanya mengangguk anggukan kepalanya "pantas saja kau berbeda" gumamnya
"maksudnya?"
Dia hanya tertawa pelan "tidak ada"
Setelah membayar belanjaan, kami berdua keluar ke arah halte bus. Rumah dia jauh, jadi dia harus naik bus lagi
Ngomong ngomong aku membayar belanjaan dia juga
"oh iya, namamu siapa?"
"oh sehun, kau?"
"bae joohyun, panggil saja irene"
Bae joohyun = irene
mm….oke….
tapi memang dia sedikit mirip dengan irene red velvet sih
ngomong ngomong ada luka di pipinya. Mungkin terkena ujung kemasan ramyeon tadi.
Aku merogoh tas ku dan menemukan satu hansaplas. aku melangkah mendekatinya dan mendapati dia dengan ekspresi terkaget
"mau apa kau?" dia sudah ancang ancang untuk menghajarku
Tanganku bergerak membuka hansaplasnya dan menempelkan ke pipinya. Anehnya wajah dia memerah. Apa dia kedinginan? Justru sepertinya siang ini udaranya sangat panas
"kau tidak apa apa?" dan hanya di balas anggukan
Busnya sudah sampai, dan wajahnya masih memerah. Apa dia kepanasan? Dia sakit?
Aku melepas topiku dan memakaikannya ke kepalanya. Mata dia melotot dan wajahnya bertambah merah.
Sesakit itu kah?
"cepat naik. Pastikan kau aman sampai rumah" aku hanya tidak mau dia pingsan di tengah jalan. Dia segera masuk. Aku melambaikan tanganku ke arahnya.
Dan wajah dia semakin memerah
Aneh
Tidak lama, ponselku bergetar. Aku merogoh kantung celana dan Aku menatap nama ibuku disana.
"halo bu?"
"HAI, SEHUN!"
Chanyeol?
Mau apa si tiang itu dengan ponsel ibuku
"dimana ibuku? Kenapa ada kau?"
aku segera berjalan pulang ke rumah, sepertinya ada yang tidak beres
"KAU KAPAN PULANG? AKU MERINDUKANMU"
"chanyeol, kau tidak perlu berteriak"
"sehunah" sekarang suara ibuku "ibu dimana?"
"ibu di rumah, nak. Kenapa kau tidak bilang kalau kau punya teman teman yang sangat tampan?" terdengar suara ibu hampir berteriak saking antusiasnya
"ibu jangan bicara yang aneh aneh, aku segera pulang"
.
.
.
.
Aku terbengong melihat keadaan ruang tamuku sekarang. Bukan karena berantakan. Tapi kenapa 'anak anak' itu ada disini?
"hai sehun" sapa baekhyun
Apa apaan mereka
"ya! Kan aku sudah bilang datangnya sore hari, kenapa kalian udah ada disini?" tanya ku dengan nada sedikit marah.
"aku sangat tidak sabar sehunah. Kau tidak menghubungiku. Aku kira kau kabur. Makanya kami langsung ke rumahmu" jawab baekhyun sambil menatapku dengan puppy eyes-nya
Cih, dia pikir dia imut?
Sialnya, dia memang imut. Menyebalkan
Aku menghela nafas sebentar dan segera menuju dapur
Ibuku berlari pelan ke arahku "kau kenapa tidak bilang kalau teman temanmu tampan seperti itu?" tangan ibu sudah memukul mukul lenganku
"ibu, mereka hanya temanku. Nanti juga ada saatnya ibu tau mereka tanpa aku perkenalkan. Seperti saat ini. mereka bukan pacarku yang harus aku kenalkan pada ibu" kataku sambil mengaduk aduk masakanku yang hampir selesai
Aku coba dulu ah..
Aku menyeruput sesendok dan enak sekali haha. Aku memang berbakat
Coba lagi ah- "kalau mereka jadi pacarmu, ibu tak masalah"
UHUK UHUK
Sial, hidungku pedas sekali rasanya
ibuku segera pergi masuk ke kamarnya.
Malang sekali hidupku, yatuhan. Aku sudah tidak punya teman yang waras, sekarang ibuku ikutan tidak waras. Untung irene waras
.
akhirnya makanannya selesai.
Aku menatap masakanku lagi, memastikan cukup untuk mengenyangkan anak anak itu. dan sepertinya cukup
Piring piring aku susun di meja makan. Haha, aku seperti memberi makan anak panti asuhan.
Persiapan sudah siap. Kakiku melangkah ke ruang tamu dan melihat mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing masing. Mereka sudah melepas kemeja mereka dan hanya memakai kaos putih biasa.
Aku tidak mengatakan aku suka mereka but they're so hot.
Kenapa wajahku sedikit panas
"guys.." panggilku pelan. Mereka semua menatap ke arahku dan rata rata menawab 'ya sehunie?' sambil tersenyum manis
"i-itu makanannya sudah selesai" tanganku dengan awkward menunjuk ke arah dapur. Mereka menyambut nya dengan berterak 'MANSE' 'AYO MAKAN'
Berisik-_-
"jangan berisik, ibuku sedang tidur. Makan dengan tenang"
"iya sayang" itu suara baekhyun
Sialan si kecil cabe itu. dia pikir aku siapa dia-.-
Satu persatu member sudah duduk di meja makan. Aku memberikan satu per satu mangkok sup di hadapan mereka.
Aku memutuskan untuk makan dibalik pantry. Karena kursinya tidak cukup-_-
Mereka mulai makan satu per satu. Melihat ekspresi mereka, sepertinya aku berhasil memasakkan mereka makanan yang enak. Aku tersenyum puas
"wah.. seperti yang di harapkan, makannya benar benar enak" wah terima kasih
"boleh aku minta resepnya?" tidak
"kau sudah cocok menjadi istriku" kau waras?
"buatkan aku seperti ini tiap pagi" Memang aku babumu?
"kau cantik saat memasak" Kau waras? (2)
"AWW!" kai berteriak sambil mengucek matanya. sontak aku berlari ke arahnya dan mendekatkan wajahku ke wajahnya
"buka matamu, buka. Jangan di kucek" jariku manarik kelopak matanya ke atas agar mudah ditiup
Perasaan aku saja atau memang sekarang kai menatapku dengan intens. Aku tidak peduli, aku lanjutkan saja meniup matanya
Ngomong ngomong wajahnya juga memerahtapi tidak terlalu jelas karena kulitnya sedikit tan.
Sedikit ya..
"sudah" aku menegakkan badanku dan mengarahkan pandanganku ke member lainnya
Eh tunggu
Kenapa kalian menatap kai dengan tatapan marah seperti itu?
Seram..
Lebih baik aku balik ke tempat semula dan melanjutkan makanku. Belum juga satu suap sampai ke dalam mulut ku, mereka sudah bertingkah lagi-
"a-ah! Mataku kena ciprat sendok, eh maksudku kuah sop" teriak chen. Dengan langkah malas, aku mendekatinya dan minup niup matanya
Sontak xiumin yang di sebelah chen ikut berteriak "a-akh ada duri masuk ke tenggorokan ku!"
Bentar, perasaan aku tidak memasak ikan-_- tapi dengan baik aku mengambil minum dan memberikannya pada xiumin
"sehunie! Aku keselek sendok" teriak baekhyun
"biar saja sehunie, sudah ajalnya" balas kyungsoo
Dan kemudian sendok melayang ke kepala kyungsoo
"sakit!" aku melangkah ke arah kyungsoo dan mengelus kepalanya "masih sakit?" tanyaku perhatian
BRAKK
Luhan berdiri dari tempatnya dan jalan menuju kamar mandi. Aku dan lainnya menatap kepergian luhan "dia kenapa?" tanyaku penasaran
"biar saja sehunie, dia hanya cemburu" balas baekhyun santai
Cemburu? Pada siapa?
Apa karena aku mengelus kepala kyungsoo?
Tapi kan luhan tidak terlalu dekat dengan kyungsoo
Apa karena akumengambil perhatian teman temannya?
Tapi kan aku temannya juga
Entahlah -_-
.
.
.
.
"ah kenyangnyaaaaaa"
"aku juga kenyang sekali" kataku sambil mengelus elus perutku yang sedikit kembung. Aku menepuk nepuk perutku sambil rebahan di sofa
"sehunie jangan ditepuk tepuk begitu, bayi kita bisa dalam bahaya" kai mulai ngelantur. Sepertinya efek keciprat kuah sop tadi
"siapa bilang dia anakmu kai? Itu anak ku dengan sehun" chanyeol juga sepertinya mulai mabuk.
Dari tadi luhan hanya diam saja menatap jendela. Dia masih marah masalah tadi? Ah, aku merasa tidak enak jika begini
Kakiku melangkah mendekati luhan dan duduk di sebelahnya. Sepertinya luhan tidak sadar akan kehadiranku
"luhan" panggilku pelan
Bisa dilihat kalau dia kaget dengan kehadiranku. "haha, ada apa sehunie?"
"kau masih marah? Kalau boleh tau aku salah apa ya?" aku menjilat bibirku. Kebiasaan ku jika sedang gugup. Haha
Luhan membalasnya dengan tertawa kecil "gemas sekali haha, kau tidak salah apa apa sehunie. Kenapa kau berpikir seperti itu?"
"kau tadi ke toilet tiba tiba, dan uga kau tidak seberisik biasanya" kataku terus terang. Bukan apa, aku hanya tidak mau membuat jarak antara aku dengan member lainnya
Dan dia justru tertawa keras sampai mencuri perhatian member lain
"heh luhan kau kenapa?" tanyaku datar. Luhan menghapus jejak airmatanya karena terlalu banyak tertawa
"tidak, tidak. Kau luu sekali sehunie kkk. Aku tidak marah. Aku hanya merasa..yah…"
"bilang saja kau cemburu" sahut lay yang duduk tepat di seberang luhan
Ada ada saja-_- mana mungkin luhan cemburu, memang apa yang-
"iya aku cemburu"
w-what.
Cemburu karena temannya terlalu dekat denganku? Aku pikir kita teman T,T
"aku kan hanya meniupi mata kai dan xiumin, lalu mengelus kepala kyungsoo. Kau takut mereka lebih dekat denganku dibanding denganmu?"
Luhan menepuk jidatnya "bukan cemburu itu yang ku maksud, aku cemburu kau kau lebih perhatian-"
"AYO KITA PULANG!" potong chanyeol
"sudah ya sehun, jangan di dengarkan apa kata luhan. Dia kadang emang suka begitu kalau belum di sumpel asi" hah?
Tangan luhan sudah di tarik chanyeol untuk berdiri "yaudah hun kita pulang dulu ya"
"iya, hati hati-"
CHUP
"UWAAAHHH" sontak aku teriak saat lay mencium keningku
"sampai jumpa besok" katanya sambil wink ke arahku. Hih, apaan-_-
CHUP
CHUP
CHUP
Satu satu dari mereka bergantian mencium keningku. Aku ingin mati saja.
Tidak. Xiumin, baekhyun, chen, suho, lalu siapa lagi ya…ah iya, kyungsoo dan luhan juga menciumnya di pipi ku
Ini memang takdirku punya teman tidak waras seperti mereka
EOMMA T.T
"sampai jumpa di sekolah ya sehunie" TERSERAH!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Wkwk
Jadi ini sehun masih menganggap dirinyaa itu lurus. jadi dia cuma nganggep anak anak monster Cuma temen doang, beda member monster ke sehunnya yang udah kek obsesi ke sehun wkwk
